Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, February 16, 2018

Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu KH Hambali yang merupakan alumnus Pesantren Al-Falah Ploso Kediri mengingatkan para santri dan alumni pesantren untuk terus mengamalkan ilmu yang didapat dari pesantren.

"Senajan mung alif-alifan (walaupun hanya mengajar huruf Alif) harus dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah," demikian kata Kiai Hambali pada pertemuan alumni pondok pesantren tersebut di Lampung Tengah, Ahad (1/10).




Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Walaupun Hanya Alif-alifan, Santri Harus Istiqamah Ngajar Ngaji

Ia juga mengingatkan santri yang merasa mendapatkan anugerah dan memiliki kemampuan lebih dari pesantren untuk tidak berambisi memiliki majelis yang besar dan ketenaran. Menurutnya, ini sudah dipesankan oleh para Masyayikh Pondok Pesantren Ploso.

Pada acara yang diadakan dalam rangka Haul Pendiri Pondok Pesantren Ploso KH Jazuli ini, Kiai Hambali berpesan juga agar para santri senantiasa mendoakan para kiai dan masyayikh pondok pesantren dengan istiqamah membaca Al-Fatihah setiap selesai shalat agar mendapatkan keberkahan ilmu dan kehidupan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain Kiai Hambali, sejumlah alumnus Ploso juga memberikan wejangan pada kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan semenjak tahun 2003 ini di antaranya KH Marzuki yang saat ini menjadi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus dan KH Anwar Zuhdi yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Marzuki juga berpesan agar dalam setiap aktivitas keseharian untuk selalu ingat dan mengirimkan Fatihah kepada para masyayikh pesantren.

"Pesan Romo Kiai Jazuli, santri kalau ingin mendapat berkah setiap saat ingat dengan saya," katanya seraya menjelaskan bahwa menurut ulama tasawuf ketika seorang guru disebut oleh santrinya maka ruhnya akan hadir di mana santri tersebut berada.

Hal senada dikatakan oleh KH Anwar Zuhdi yang akrab dipanggil Abah Anwar. Kiai nyentrik ini mengibaratkan santri yang tidak mengamalkan ilmunya itu seperti telur yang tidak ditunggui ayam.

"Ibarat telur kalau tidak diankremi maka tidak menetas. Santripun begitu, kalau tidak ditunggui dan diistiqamahi maka tidak akan berhasil," tegasnya seraya mengingatkan bahwa mengajar merupakan salah satu benteng yang akan menjaga kehidupan seseorang. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 11, 2018

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam menyelenggarakan pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran IPS. Kegiatan yang melibatkan guru-guru IPS ini berlangsung di Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah, Condong, Tasikmalaya, Sabtu (13/8).

Sebanyak 100 guru SMP perwakilan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan ini. Tampak hadir Ketua Prodi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Prof Dr Nana Supriatna, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dan Pimpinan Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah KH Diding Darul Falah.




Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, arus globalisasi pada saat ini telah melunturkan identitas kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siswa lebih bangga dengan hasil budaya asing daripada budaya sendiri. Siswa lebih bangga memainkan permaian produk luar negeri seperti game daripada permainan tradisional. Karena itu, guru perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa dengan mengembangkan pembelajaran dengan berbasis kearifan lokal,” kata H Saepuloh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap setelah kegiatan pelatihan ini guru-guru IPS dapat melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga dapat menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa.

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Nana Supriatna, Dr Agus Mulyana, dan Drs H Wahyu Wibisana. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 9, 2018

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub ? menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para da’i di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.




Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU ? luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ? ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial ? kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, News, Ulama Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al Ghozali Semarang melaksanakan Halal bihalal dengan para alumni dan pembimbing. Kegitan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah milik warga di Gang. Nakula, Banaran Sekaran, Kecamatan Gunungpati. Rumah tersebut menjadi rumah pergerakan bagi para anggota PMII.

Anggota Rayon, Pengurus Komisariat, alumni PMII IKIP Semarang sampai PMII Al Ghozali (Unnes) Semarang, dan alumni yang telah menjadi dosen di Universitas Negeri Semarang turut hadir dalam Halal bihalal ini.




PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Al Ghozali Halal Bihalal dengan Alumni dan Pembina

Kegiatan pada Ahad, 23 Agustus 2015 dari jam 08.00-12.00 WIB, diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan sholawat. Lalu refleksi, cerita flashback perjuangan di PMII dari para alumni, serta motivasi dari para pembina.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut, salah seorang alumni angkatan 1994, Ikhsan, PMII merupakan barisan mahasiswa yang menunda kiamat. Selama sahabat-sahabat PMII mau berjuang menegakkan kalimat Allah, maka selama itu pula Islam akan besar di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan dan pergerakan sahabat-sahabat PMII dalam menegakkan kalimat Allah penting bagi keberlangsungan dakwah ahlussunah wal jamaah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu Ali Formen, yang dalam muktamar NU ke 33 kemarin hadir sebagai perwakilan Cabang Istimewa Australia, mengungkapkan bahwa di antara banyak sekali alasan mahasiswa menjadi pribadi yang buruk, sahabat-sahabat PMII memilih jalan untuk menjadi pribadi yang baik.

Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan ini ditutup dengan dengan bersalaman di antara pengurus dan alumni. (Mukh. Imron Ali Mahmudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 2, 2018

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur

Menyeruaknya tuntutan seputar penghapusan lembaga sensor film di Indonesia, membuat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kebakaran jenggot. Betapa bahaya tuntutan semacam itu bila dikabulkan.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengingatkan, adanya tuntutan untuk menghapuskan lembaga sensor itu merupakan salah satu bentuk perang opini.




Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Ia mengharapkan agar umat Islam memperhatikan masalah itu. “Sebab kalau mereka menang, bisa lepas semua aturan-aturan yang ada. Mau jadi apa negara ini,” katanya saat ditemui Persatuan Habib Jawa Timur di Kanwil NU Jatim pada Rabu (23/1) lalu.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Sekarang ini masih ada badan sensor saja kita bebas menikmati tayangan berbau kekerasan, pornografi, dan lainya. Apa jadinya kalau lembaga itu tidak ada,” lanjutnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Kedungtarukan Surabaya itu, bencana yang telah sekian banyak mengoyak negeri ini adalah akibat dari semakin jauhnya masyarakat dari kebenaran.

"Masyarakat sudah terlanjur jauh dari agama dan kejujuran. Kini, malah muncul tuntutan semacam itu, yang malah akan membuka pintu bencana lebih besar lagi," katanya.

Kiai Miftah meyakini, sebagian kalangan yang menginginkan dihapuskannya lembaga sensor itu akibat otak mereka telah dicuci oleh para “juragan”. Menurutnya, setiap gerakan yang merusak keyakinan masyarakat, baik berupa narkoba, aliran sesat maupun penghapusan lembaga sensor, dipastikan ada juragan besar di belakangnya.

Merekalah yang mengatur dan membiayai gerakan itu. “Tujuannya agar Indonesia semakin mumet. Kalau sudah begitu akan mudah dikalahkan,” tandasnya.

Ada indikasi kesengajaan untuk memancing perkara peka semacam itu. Sebab penduduk muslim di Indonesia adalah terbesar di seluruh dunia, demikian juga ormas Islamnya, yang terbesar di seluruh dunia. Jika rusak Indonesia, maka rusak pula sebagian besar umat Islam di dunia.

Oleh karena itu, secara tegas Kiai Miftah mengambil sikap mengharapkan agar lembaga itu tetap dipertahankan. Keberadaannya sebagai filter budaya dan akhlak bangsa masih sangat dibutuhkan di negeri ini.

Bahkan tidak hanya itu, ia mengharap agar posisinya diperkuat dan kontrol semakin diperketat. “Kita harus menutup setiap pintu kemungkinan mereka memanfaatkan celah,” kata Kiai Miftah. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kyai, News, Pesantren Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 28, 2018

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?




Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 23, 2018

Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Mengucapkan terima kasih atas sejumlah kegiatan positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor beserta tenaga intinya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), pejabat Kementerian Pemuda Dan Olahraga meminta kader pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus terdepan dalam menjadi agen perubahan.

"Revolusi mental dicanangkan Presiden Joko Widodo membutuhkan peran serta pemuda karena keterlibatannya memang penting," ujar Kepala Bidang Kepemudaan Kemenpora Agus Dwi Susilo, di Jakarta Timur, Selasa (21/11).




Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan

Kemenpora melalui Pusat Pembentukan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPON) menggelar Fasilitasi Pelatihan Revolusi Mental Bagi Pemuda di Pesantren Al Hamid, Cipayung, Jakarta Timur mulai hari ini hingga Kamis (23/11).

Persatuan Habib Jawa Timur

Sesuai tujuannya, demikian Agus menambahkan, ialah membentuk revolusi mental pemuda.

Ia berharap agar Ansor dan Banser selalu jadi agen perubahan mental seperti sudah sering dilakukan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sejak berdiri 24 April 1934, Ansor telah banyak melakukan kegiatan positif, dari menjaga ribuan ulama berikut pengajiannya.

Ansor berikut badan semi otonomnya, Banser terus berkomitmen menjaga NKRI, dari menjaga gereja sebagai peneguhan komitmen kebhinekaan dan Islam Rahmatan Lil Alamin, hingga kegiatan sosial kemasyrakatan.

Menjelang dan paska pembukaan kegiatan diikuti ratusan kader Banser dari berbagai provinsi di Indonesia, Kepala PPON Kemenpora Hendry Ridwan meneriakkan NKRI  disambut dengan jawaban Harga Mati berkali-kali oleh puluhan Banser berikut pengurus Satkornas. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Makam, Sunnah, News Persatuan Habib Jawa Timur

Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo

Wasiate Kyai Umar maring kita

Mumpung sela ana dunya dha mempengo

Mempeng ngaji ilmu nafi’ sangu mati




Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo

Aja isin aja rikuh kudu ngaji

Syair yang diambil dari Sholawat Wasiat tersebut, akan menyambut para peziarah saat masuk ke makam KH Ahmad Umar bin Abdul Mannan di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Kiai Umar yang lahir pada 5 Agustus 1916 merupakan seorang tokoh ulama kharismatik dari Solo.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut pengasuh Pesantren Al-Inshof Mojosongo, KH Abdullah Sa’ad, Kiai Umar termasuk sebagai salah satu ‘cagak bumi’ pada zamannya (di era 1980-an,-red). “Kiai Maksum Lasem suatu ketika pernah menyebut, ada beberapa ulama yang menjadi ‘cagak bumi’, mereka yakni KH Arwani Amin Kudus, KH Abdul Hamid Pasuruan, Habib Anis Al-Habsyi Solo dan KH Umar Abdul Mannan Solo,” ungkapnya pada sebuah kesempatan.

Tidak hanya itu, KH Mubasyir Mundzir Bandar Kidul Kediri, juga pernah menyatakan bahwa Kiai Umar yang seumur hidupnya selalu menjaga wudhu dan shalat berjamaah itu adalah salah seorang anggota wali autad, yakni tingkatan yang setiap masa anggotanya hanya empat orang.

Persatuan Habib Jawa Timur

Berawal dari Sebuah Langgar

Dari beberapa kesempatan kami berziarah ke sana, makam Kiai Umar setiap hari hampir tak pernah sepi dari peziarah. Apalagi ruang kecil di sebelah barat masjid pondok itu, sering digunakan untuk tempat mengaji para santri. Para santri meneruskan apa yang telah dirintis oleh Kiai Umar, sejak puluhan tahun yang lalu. Seperti halnya para santri, sejatinya Kiai Umar pun meneruskan apa yang telah dibangun oleh para pendiri.

Dahulu, sebelum berdiri pondok dan masjid, kegiatan pengajian yang dipimpin KH Abdul Mannan masih dipusatkan di sebuah langgar panggung di kampung Mangkuyudan. Pada tahun 1937, Kiai Abdul Mannan memanggil Umar muda yang tengah nyantri, untuk pulang kampung, menggantikan mengelola langgar.

Pada perkembangannya, setelah dipegang Kiai Umar langgar panggung tersebut semakin ramai dengan para santri yang berdatangan dari berbagai daerah. Bahkan, bagian bawah langgar pun tak cukup untuk menampung tempat tinggal para santri.

Kiai Umar kemudian memohon kepada sang ayah untuk membeli sebagian tanah milik KH Ahmad Shofawi. Pada awalnya KH Ahmad Shofawi keberatan menjual tanah karena beliau sendiri tidak berkeberatan tanahnya digunakan untuk pondok pesantren. Namun akhirnya KH Ahmad Shofawi bisa memahami alasan rencana pembelian tanah oleh keluarga KH Abdul Mannan.

Lalu dibelilah sebidang tanah untuk pondok tak jauh dari ? Langgar Panggung. Untuk membeli tanah ini, KH Abdul Mannan menjual sebidang tanah milik beliau yang terletak di sebelah selatan Stasiun Purwosari dekat Kantor Pajak sekarang. Pondok itu kemudian dibangun pada tahun 1947 dan diberi nama Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan yang di sebelah baratnya telah berdiri Masjid Al-Muayyad seluas 183 meter persegi yang merupakan wakaf dari KH Ahmad Shofawi. Masjid ini dibangun pada tahun 1942 dan status wakafnya tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Laweyan Surakarta.?

Sebuah sumber, sebagaimana ditulis Muhammad Ishom dalam Majalah Serambi Al-Muayyad Edisi ke-6 (2014), menyebutkan tanah yang dibeli KH Abdul Mannan dari KH Ahmad Shofawi adalah seluas 400 meter ? persegi. ? Sumber lain menyebutkan sebuah dokumen berupa Surat Hak Tanah Persil No. 423 menyatakan tanah di Mangkuyudan, tepatnya di Kampung Todipan Kalurahan Purwosari, seluas 2.550 meter persegi dimiliki secara berdua antara KH Ahmad Shofawi dan KH Umar.

Pada tahun 1983 dokumen tersebut telah dikonversi menjadi Sertifikat Hak Milik No. 797 atas nama 12 orang yang mencakup ahli waris KH Ahmad Shofawi dan KH Ahmad Umar. Ahli waris KH Ahmad Umar telah sepakat mewakafkan tanah yang dibeli KH Abdul Mannan untuk Pondok Pesantren Al-Muayyad seberapapun luasnya meskipun hingga kini proses sertifikasi tanah wakaf belum selesai dan akan terus diupayakan.

Pendidik Handal

Sebelum pulang kampung, Kiai Umar sempat nyantri di beberapa pesantren diantaranya Termas Pacitan, Mojosari Nganjuk, Popongan Klaten dan Krapyak Yogya. Di pesantren yang terakhir disebut inilah, Kiai Umar mendapatkan silsilah keilmuannya di bidang Al-Qur’an, yang bersambung mulai dari pendiri Pesantren Krapyak Yogyakarta KHR Moehammad Moenawwir hingga Nabi Muhammad saw.

Oleh sebab itulah, sebutan Pesantren Al-Quran juga melekat kuat pada Pesantren Mangkuyudan, sebutan lain Al-Muayyad, hingga sekarang. Pada zaman itu, Kiai Umar menjadi rujukan utama bagi santri-santri yang ingin mengaji Al-Quran, baik bin nazdor ataupun bil ghoib. Kepada Kiai Umar, santri-santri di berbagai penjuru untuk menyambungkan sanad dan ngalap berkah Kiai Moenawwir Krapyak.

Meski demikian, tidak semua santri mendapatkan ijazah atau sanad langsung dari Kiai Umar. Sebab, Kiai Umar terbilang sangat berhati-hati. Meski murid tahfizhul Quran-nya ribuan, namun tidak banyak santri diketahui telah mendapatkan ijazah sanad Al-Qur’an. Hal ini disebabkan persyaratan ketat yang ditetapkan sang kiai yang meliputi akhlak, ketekunan dalam beribadah serta kesungguhan dalam mengaji.

Dalam mengajar Al-Qur’an, selain telaten dalam mendidik Kiai Umar juga memiliki cara tersendiri. Hal ini diungkapkan salah satu keponakannya, KH M. Dian Nafi’. Menurut Kiai Dian yang kini mengasuh Pesantren Al-Muayyad cabang Windan Sukoharjo, ia begitu kagum dengan cara menanamkan hafalan Al-Qur’an Kiai Umar kepada para saudaranya yang masih kecil.

“Cara mendidik Mbah Umar kepada adik-adiknya seperti sedang ‘bermain’. Sehingga, adik-adik beliau sudah dapat hafal Al-Qur’an dalam waktu usia yang relatif masih kecil. Saya menyebut metode tersebut dengan istilah bahasa abjektif. Yakni, bahasa tanpa gramatika, seperti bahasa bayi, tak terstruktur tapi dapat dipahami orang di sekitarnya. Bahkan, memiliki muatan pesan yang universal,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

Dari metode tersebut ikut memberi andil, sehingga adik-adiknya di kemudian hari juga menjadi para ahli Al-Qur’an. Mereka antara lain KH M Nidhom (Pendiri Pesantren di Masjid Al-Wustho Mangkunegaran Solo) dan KH Ahmad Jisam (Pendiri Pesantren Gondang Sragen).

Pada kurun waktu hingga awal 70-an, lahir pula generasi santri yang kelak menjadi ulama besar di zamannya, diantaranya KH Salman Dahlawi (Pesantren Al-Manshur Popongan/Mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyyah), KH Baidlowi Syamsuri (Pengasuh Pesantren Sirojut Tholibin Brabu), KH Nuril Huda, KH Ma’mun Muro’i dan lain sebagainya.

Ikut Membesarkan NU

Di tengah kesibukannya dalam mengajar, Mbah Umar ikut memperhatikan keberlangsungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Soloraya. Di masa kepemimpinannya, Al-Muayyad bergabung menjadi anggota Rabithah al Ma’ahid al Islamiyyah Nahdlatul Ulama dengan Nomor Anggota: 343/B Tanggal: 21 Dzul Qa’dah 1398 H/23 Oktober 1978 M di bawah pimpinan KH Achmad Syaikhu.

Wakil Ketua PCNU Surakarta H Hari Mas’udi menuturkan meskipun Mbah Umar tidak pernah mengemban amanah di kepengurusan NU secara struktural, namun dukungannya kepada NU begitu luar biasa.

“Salah satu kisah, ketika NU memutuskan keluar dari Masyumi, setelah istikharah Mbah Umar langsung mengganti plang Masyumi yang tadinya dipasang di sekitar kompleks pondok dengan plang NU,” ujarnya.

Pun ketika terjadi kemelut pada NU, yang berujung pada terbelahnya NU menjadi “dua kubu”, yakni “kubu Situbondo” dan “kubu Cipete”, sebelum akhirnya diputuskan untuk kembali ke khittah 1926 pada Muktamar ke-27 di Situbondo tahun 1984. Kiai Dian Nafi’ yang kala itu masih muda, bertanya kepada Kiai Umar perihal kejadian ini. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Kiai Umar sebagaimana dikisahkan oleh KH Yahya Cholil Staquf.

“Orang itu pangkatnya lain-lain. Ada yang pangkatnya memikirkan NU, ada yang pangkatnya mengurusi NU. Lha kita ini baru sampai pangkat mengamalkan NU. Ya sudah, bagian kita ini saja kita laksanakan. Mengajar santri, ngopeni orang kampung. Jangan sampai terlalu banyak orang memikirkan dan ngurusi NU tapi langka yang mengamalkannya,” jawab Kiai Umar.

KH Ahmad Umar wafat pada tanggal 11 Ramadhan 1400 H/24 Juli 1980 M, meninggalkan seorang istri, Nyai Hj. Shofiyyah Umar. Atas permintaan dua sahabatnya, Kiai Abdul Ghoni Ahmad Sajadi dan H. Wongso Bandi, jenazah sang allamah dimakamkan di belakang masjid Al Muayyad, di tengah kompleks pesantren yang didirikannya.

Salah seorang santri bercerita, dua bulan sebelumnya, kedua orang yang dekat dengan Kiai Umar itu sempat berbincang bahwa biasanya pesantren akan pudar sinarnya bila kiainya wafat tanpa meninggalkan anak. Untuk “mengatasi” hal itu berdasarkan petunjuk para kiai sepuh, hendaknya jasad Kiai Umar dimakamkan di kompleks pesantren. Diibaratkan, liang lahat sang kiai akan menjadi “bintang” yang tetap memancarkan cahayanya hingga tidak memudarkan pesantren yang ditinggalkannya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur News Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 21, 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.




Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, IMNU, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 13, 2018

PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) telah memilih Khotibul Umam Wiranu sebagai Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr NU yang baru menggantikan Sulton Fathoni. Pengukuhan dan serah terima diadakan Senin (15/4) malam ini di aula lantai 8 kantor PBNU Jalan Kramamat Raya 164 Jakarta Pusat.

Sulton Fathoni yang memegang amanah sebagai ketua Pengurus Pusat LTN NU sejak kepemimpinan KH Said Aqil Siroj pada 2010 lalu kini dinaikkan sebagai salah seorang wakil sekjen PBNU.




PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini

Sementara Khotibul Umam Wiranu yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat sebelumnya telah aktif di LTN dan beberapa media massa terbitan NU.

Persatuan Habib Jawa Timur

LTN merupakan perangkat organisasi NU yang menangani bidang penerbitan dan publikasi. Di PBNU LTN membawahi beberapa tim kerja seperti Persatuan Habib Jawa Timur, Majalah Risalah Nahdlatul Ulama dan Divisi Penerbitan.

Acara pengukuhan dan serah terima ketua LTN malam ini akan diadakan bersamaan dengan rangkaian peringatan hari lahir (harlah) ke-10 Persatuan Habib Jawa Timur yang kali ini kan diisi dengan peluncuran beberapa produk teknologi seperti radio streaming, versi mobile, android launcher.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selain itu juga akan diluncurkan Wiki Aswaja dan Search Mobile Aswaja. Dua produk terakhir ini merupakan kreasi dari Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja, salah satu perkumpulan warga NU yang bergiat di bidang IT. PPM Aswaja berpusat di Jakarta dan beranggotakan sejumlah pegiat IT NU di berbagai daerah.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur News, Pahlawan, Doa Persatuan Habib Jawa Timur