Showing posts with label Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Wednesday, March 7, 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)




Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 15, 2018

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Kapolsek Sulang Kabupaten Rembang AKP Hariyanto hadir sebagai inspektur upacara pembukaan Diklatatsar Banser ke-4 yang diselenggarakan oleh GP Ansor Rembang di Desa Glebeg Kecamatan Sulang Rembang, Jumat-Ahad (9-11/9). Hariyanto mengapresiasi pemuda setempat yang berkenan bergabung dengan aktivitas GP Ansor dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam sambutan, Hariyanto menyampaikan bahwa peran ulama NU dalam menegakkan negara kesatuan Indonesia sangatlah besar. Sangat wajar jika NKRI harga mati? bagi GP Ansor dan Banser adalah hal yang sudah sepantasnya karena pewaris sah negeri ini.




Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

"Kami atas nama pemerintah kecamatan Sulang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GP Ansor dan Banser yang senantiasa menyelenggarakan kegiatan positif ini. Terima kasih juga buat GP Ansor yang terus berada di garda terdepan dalam mengawal NKRI dari kelompok dan aliran anti-Pancasila dan kelompok yang ingin mendirikan negara di dalam negara,” jelas Hariyanto.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada dengan Hariyanto, salah satu pengurus harian Pimpinan Pusat GP Ansor Musyafa menyampaikan bahwa meski tidak ditulis dalam sejarah, para ulama NU mempunyai andil besar dalam kemerdekaan NKRI.

"Pada saat Laskar Hisbullah maju di medan pertempuran, mengusir penjajah para kiai aman dahulu mulai jajaran mustasyar hingga jajaran tanfidziyah NU pasti bermujahadah,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di hadapan 100 calon anggota Banser yang akan mengikuti pelatihan, Musyafa mengajak kader NU untuk memerangi tiga hal yang menjadi pokok permasalahan kekinian negara, di antaranya narkoba, terorisme-radikalisme, dan pornografi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Khutbah, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, February 14, 2018

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Pacitan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu pesantren kenamaan di Kota 1001 Goa Pacitan, Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Jawa Timur, Sabtu-Ahad (24-25/05) menggelar Festival Rebana Klasik 2014 se-Kab. Pacitan. 




Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Acara tersebut diadakan dalam rangka Peluncuran Album Perdana Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. Tidak kurang dari 32 Grup Rebana Klasik dari berbagai Pesantren, Sekolah, Jamaah Pengajian dan Masyarakat umum dari Wilayah Kabupaten Pacitan turut ambil bagian dalam festival ini

Festival Rebana dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren Al Fattah Kikil. KH. Burhanuddin HB dengan ditandai pemukulan salah satu rebana. Pada festival kali ini peserta merebutkan Trofi Piala Bupati Pacitan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh panitia, Peserta diberi waktu 15 menit untuk  menampilkan satu lagu wajib yakni Busro Lanaa selebihnya peserta lomba menampilkan lagu sholawat sesaui kreasinya. aspek penilaian dalam Festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrument dan penampilan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keluar sebagi juara pada Festival Rebana Klasik 2014 Se-Kab Pacitan adalah, Juara I diraih oleh grup Rebana Al Faza dari Jatimalang Arjosari, Juara II Grup Rebana Dari Bunderan Tanjungsari dan Juara II diraih oleh Grup Nurul Hidayah dari Ploso Pacitan. para pemenag berhak menerima hadiah Trofi, Piagam penghargaan serta uang pembinaan. 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pimpinan Hammam Fathullah meluncurkan album perdana, pada album tersebut berisikan 8 komposisi lagu, dengan mengangkat tema kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock.

“Kesenian rebana merupakan salah satu kesenian bernafaskan islam, keberdaanya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat pantai selatan mulai dari pedesaan hingga perkotaan,” demikian rilis pers dari panitia seperti yang dikutip dari laman Resmi pesantren Al Fattah. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung

Tangerang Selatan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejak diluncurkan Ahad (28/1) siang, kedai Mi Ayam Pelangi milik PC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan, Banten ramai pengunjung. Mereka menyerbu warung yang digawangi para ibu muda tersebut hingga terjadi antrean panjang.

Kedai yang dibuka di Jalan Surya Kencana Blok A No 10 RT 01/04  Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ini tampak ramai hingga penjualnya tak tampak jika dilihat dari seberang jalan. Pasalnya, pelanggan baru tersebut tampak sibuk mengelilinginya.




Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung

Pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, para pengunjung yang datang ke gerai mi ayam tersebut dari beragam usia. Tak hanya bapak dan ibu saja, namun juga anak remaja hingga para sosialita. Mereka datang dengan aneka kendaraan. Mulai roda dua hingga roda empat.

  

Ketua Divisi Kaderisasi PC Fatayat NU Tangsel Mega Yuliana Lukita mengatakan, pihaknya menyiapkan 100 porsi untuk acara peluncuran. Namun melihat antusiasme pengunjung, porsinya pun ditambah 20.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

Senada dengan Mega, salah satu pengurus Fatayat Tangsel lainnya, Iffaty Zamimah, mengatakan sebenarnya tim menyiapkan hingga 150 porsi. “Tadi sudah laku 120 porsi. Padahal target cuma 100 porsi. Jadi ini melebihi target," ujarnya bahagia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Iffa, sapaan akrabnya, mengaku sebagai salah satu anggota yang menanam saham untuk pembukaan warung Fatayat tersebut. Menurut dia, tanam saham dilakukan supaya para pengurus amanah dan tanggung jawab. Outlet mi yang buka sejak pukul 10.00 pagi rencananya buka sampai pukul 10.00 malam.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Tangsel Nurul Mudrika yang turut menjaga hingga tutup mengaku gembira melihat sambutan hangat pengunjung. Targetnya menarik pelanggan ia sebut sangat menggembirakan.

“Untuk memudahkan para pelanggan, kami telah bekerja sama dengan Go Food. Jadi, tinggal pencet android, mi ayam langsung diantar. Kami berharap, ini bisa ditiru pengurus di tingkat Anak Cabang di tiap kecamatan,” ujar alumnus Jurusan IPS FITK UIN Jakarta ini.

Nurul menambahkan, PC Fatayat NU Tangsel sebelumnya mendapat pelatihan entrepreneur. Kepengurusan yang membawahi tujuh PAC, yakni PAC Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Setu ini bagi dia sangat potensial. Apalagi sebagai daerah penyangga Jakarta, Tangsel sudah cukup maju.

“Oleh karena itu, kegiatan yang bisa digarap musti yang menarik dan kekinian. Karena program menarik di suatu daerah belum tentu cocok di sini. Nah, kami pilih pemberdayaan ekonomi yaitu entrepreneur,” pungkas Nurul. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 11, 2018

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah Palestina, melalui Menteri Hubungan Perempuan Dr Mariam Saleh meminta Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersedia membantu memberdayakan kaum perempuan di negaranya. Menurutnya, keterpurukan bangsa Palestina akibat pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah serta pendudukan Israel juga dirasakan kaum perempuannya.






Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Minta Muslimat NU Bantu Berdayakan Kaum Perempuannya

Permintaan bantuan itu diungkapkan Dr Mariam Saleh saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Dalam kesempatan tersebut, Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, menyatakan akan mengirimkan beberapa perempuan dari negaranya agar dilatih oleh Muslimat NU untuk meningkatkan kemampuan, terutama di bidang ekonomi. “Kalau tidak keberatan, kami akan mengirimkan 5 perempuan untuk dilatih oleh ormas ini (Muslimat NU, Red). Kalau bisa pelatihan keterampilan dan manajemen,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan kepada Mariam bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang dipimpinnya memiliki sejumlah balai latihan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai latihan kerja tersebut, menurutnya, diperuntukkan bagi kaum perempuan sebagai upaya meningkatkan keterampilan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mariam mengungkapkan, hal yang paling dibutuhkan kaum perempuan Palestina adalah usaha pengembangan ekonomi yang mandiri. Karena, selain turut berjuang melawan pendudukan Israel, kaum perempuan di negaranya juga bertanggung jawab terhadap kehidupan ekonomi keluarga.

“Selama ini mereka (perempuan Palestina, Red) disibukkan dengan perlawanan terhadap Israel. Sehingga hampir tak punya waktu untuk mengembangkan kemampuan diri, apalagi kemampuan mengembangkan ekonomi keluarga,” jelas Mariam.

Mariam mengaku yakin bahwa Muslimat NU mampu untuk ikut membantu memberdayakan kaum perempuan negerinya. Pasalnya, ia menilai, tak mungkin organisasi sebesar Muslimat NU tak mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola dan memberdayakan ekonomi.

Sementara, Khofifah menyambut baik atas tawaran kerja sama tersebut. Pihaknya siap membantu apapun yang dibutuhkan perempuan Palestina, termasuk membantu memberikan pelatihan keterampilan dan manajeman.

“Tentu kami tidak keberatan. Kami siap. Terserah mau dilatih apa. Kami punya pelatihan bordir. Saya kira itu bisa menghasilkan uang. Kami juga punya 131 koperasi primer An Nisa yang sudah berbadan hukum,” ungkap Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Muslimat NU, organisasi yang menghimpun kaum ibu-ibu NU, tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain memiliki sejumlah balai latihan kerja dan badan usaha bersama koperasi, Muslimat NU juga mempunya 57 unit pelayanan kesehatan yang meliputi rumah sakit, rumah sakit bersalin, klinik, dan sebagainya.

Badan otonom di bawah NU itu juga memiliki 102 panti asuhan dan panti jompo, 10 asrama putrid, 9.800 TK/TPA, 11.800 TPQ, 3.500 majelis taklim dan 157 kelompok bimbingan ibadah haji. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Sunnah, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 8, 2018

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

Jombang, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua PC Fatayat Nahdhatul Ulama’ (NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ema Umiyatul Chusna menyatakan bahwa sebagian besar warga Indonesia belum siap menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Commonity (AEC), hal ini ditandai dengan minimnya pengetahuan di berbagai kalangan masyarakat.kecil mengenai MEA .




Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

“Jangan jauh-jauh kita ambil sampel, coba kita teliti memakai angket di berbagai daerah Jombang sendiri, saya pastikan mereka belum mengetahui banyak hal terkait MEA itu,” katanya, Selasa kemarin, saat ditemui di kediamannya.

Menurut Neng Ema, sapaan akrabnya, MEA akan menghasilkan persaingan dengan produk-produk dari negara lain yang bisa meminggirkan produk dalam negeri sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Karena nanti sudah pasti akan ada pemilahan dalam satu macam produk, misalnya bawang merah Indonesia dan bawang merah Cina. Warga kita kecendrungan akan mencoba membeli bawang merah Cina itu dan seterusnya,” tuturnya.

Lebih jauh ia menilai, selama ini belum ada upaya dari pihak pemerintah daerah atau organisasi kemasyarakatan untuk lebih mempersiapkan warga Indonesia agar memiliki pemahaman tentang pola dan sistem pasar bebas tersebut secara lebih merata.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Makanya pihak pemerintah daerah khususnya, dan organisasi-orgnisasi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia itu (harus) lebih berperan aktif untuk mempersiapkan warga kita menghadapi MEA, karena selama ini masih belum tampak,” sarannya.

Anggota DPRD Jombang di Komisi A menambahkan, saat ini masih ada waktu untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan MEA kepada masyarakat, termasuk kesiapan mental atau pola intraksi dengan negara lain. “Saat ini masih bisa menggalakkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan atau entrepreneurship, bekerja sama dengan pihak yang berkompten,” tambahnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara, Sunnah, AlaSantri Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Magelang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU,  HZ Arifin Junaidi menyatakan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama harus mampu mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi dan sosial. Pasalnya, banyak sekolah diluar LP Maarif NU yang mampu mencetak lulusan yang cakap secara intelektual tapi tidak shalih. 

 “Hari ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sudah genap berusia 88 tahun. Tema yang diambil pada ulang tahun kali ini adalah Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Mandiri dan Berinovasi,” ungkap Arifin Junaidi saat memimpin upacara peringatan hari lahir LP Ma’arif NU di lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Selasa (19/9). 




Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Pada kesempatan itu, Arifin Junaidi mengingatkan bahwa LP Ma’arif NU lahir karena diharapkan mampu melakukan inovasi pada pendidikan di lingkungan NU. 

“Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendiri LP Ma’arif, yakni KH. Wahid Hasyim. Beliau melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah formal yang di situ diajarkan bahasa asing,” ujarnya. 

Model lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Kiai Wahid Hasyim itu lalu diikuti oleh pengurus NU di berbagai daerah. Dan sejak didirikan, LP Ma’arif sudah merintis sebagai lembaga pendidikan di bidang hukum, perdagangan, pertukangan, pertanian dan sekolah untuk fakir miskin.

“Pada Muktamar di Purworejo, Jawa Tengah, Rais Akbar PBNU KH. Hasyim As’yari pernah berpidato agar memusatkan perhatian untuk mendidik dan menjaga generasi NU. Itu semua harus dijalankan dengan tenang dan tidak gaduh,” tandasnya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut, Arifin Junaidi menambahkan, sebagai Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Maarif harus selalu menanamkan Islam ramah dan Islam jalan tengah kepada para peserta didik. 

“Presiden telah mengeluarkan peraturan pendidikan karakter yang salah satu pointnya, memperkuat peserta didik dengan harmonisasi olah pikir, olah rasa dan olah hati. Itu sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh LP Ma’arif bertahun-tahun,” pungkas Arifin Junaidi. (Nur Rokhim/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 6, 2018

Prodi Unggulan di Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU)

Medan, Persatuan Habib Jawa Timur. Universitas Nahadlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) telah diresmikan pada kegiatan Pra-Muktamar di Pesantren al-Kautsar al-Akbar, Medan oleh Ketum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj. Pada kesempatan itu, Kiai Said juga melantik Prof Dr Ahmad Rafiki Tantawi sebagai Rektor UNUSU periode 2015-2020.




Prodi Unggulan di Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) (Sumber Gambar : Nu Online)
Prodi Unggulan di Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) (Sumber Gambar : Nu Online)

Prodi Unggulan di Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU)

“Walaupun baru berdiri dan diresmikan, kami bergerak cepat membuat program-program unggulan, tak terkecuali pada aspek program studinya,” ujar Wakil Rektor II UNUSU, Drs H Takbir Siregar, M HA saat diwawancarai Persatuan Habib Jawa Timur di sela-sela kegiatan Pra-Muktamar, Ahad (17/5).

Dia menerangkan, ada 5 Fakultas dengan berbagai program studi (Prodi) unggulan. Di antaranya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Agama Islam (S1). Lalu Fakultas Pertanian dengan Prodi Budidaya Pertanian (S1), Ilmu dan Teknologi Pangan (S1), dan Agribisnis (S1).

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kemudian Fakultas Ilmu Kesehatan dengan Prodi Gizi (S1), dan Analis Kesehatan (D3). Lalu Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen (S1), dan Fakultas Ilmu Komputer dengan Prodi Ilmu Komputer (S1), Sistem Informasi (S1), dan Teknik Informatika (S1),” imbuhnya.

Lebih jauh, Siregar menjelaskan, bahwa sesungguhnya UNU Sumatera Utara sudah ada pada tahun 1965-1975. Ketika itu rektornya seorang kiai. Kemudian, lanjut dia, setelah kiai tersebut meninggal dunia, kepemimpinan UNUSU saat berganti dan memunculkan orientasi lain.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Dengan tidak adanya kepemimpinan orang-orang pesantren di situ, akhirnya pemerintah mengambil alih dan UNUSU berubah menjadi IAIN yang kini sudah bertransformasi menjadi UIN Sumut,” paparnya.

Dari sejarah itulah, tambahnya, kader-kader NU Sumut tergerak mengembalikan UNUSU agar eksis kembali di tanah Sumut. “Dengan dukungan berbagai pihak terutama PBNU, alhamdulillah UNUSU telah berdiri kembali,” tandasnya.?

Kampus UNUSU berada di Jl Perjuangan No 215 Tj Selamat, Sunggal, Deli Serdang dan Kampus II Jl HA Manaf Lubis/Gaperta Ujung No 2 Helvetia, Medan. Adapun websitenya yaitu www.unusu.ac.id dan alamat emailnya, unu.su@yahoo.com. UNUSU mempunyai misi Membangun Insan Intelektual Berbasis Kompetensi dan Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dengan slogan Aswaja, Recognized, University. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 2, 2018

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Koordinator Cabang PMII DKI Jakarta membentuk forum kajian strategis menyangkut persoalan lokal Jakarta, nasional, maupun global. Forum dwi mingguan mewadahi kader PMII DKI untuk cepat merespon persoalan kekinian.

Ketua PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana mengatakan, mahasiswa khususnya kader PMII harus memahami kosmos (alam semesta) yang di dalamnya terdapat relasi manusia dan alam.




PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Kajian Kosmologi Strategis

"KKS adalah wadah bagi kader PMII untuk belajar dan menggali ilmu dari para tokoh NU dan tokoh-tokoh lainnya untuk menjadi landasan gerakan PMII DKI Jakarta ke depan" kata Mulyadin saat peluncuran forum KKS di Gedung PBNU, Jumat (5/12) siang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Mantan Sekjen PMII Usman Sadikin menekankan pentingnya pembangunan karakter manusia. Menurut Usman, orang kini lebih menyalahkan sistem politik. Mereka lalu beramai-ramai memperbaiki sistem. Padahal sebenarnya yang tidak baik adalah orang-orang yang ada dalam sistem itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Aturan dan sistem yang baik hanya dilahirkan oleh orang baik. Bukan sistem demokrasi, sistem kerajaan, dan seterusnya yang tidak baik, tetapi sistem itu menjadi tidak baik ketika orang lupa kepada Tuhan," kata Usman.

Sementara Amsar A Dulmanan dalam forum perdana ini mengingatkan misi manusia sebagai khalifah di muka bumi.

"Manusia di bumi bukan untuk penghambaan, tetapi sebagai kholifah yang mengatur kosmos (alam semesta) untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia," tandas Amsar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 1, 2018

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menggelar Kongres XV pada 25-28 November 2015 di Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi dalam organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama ini.

Kongres GP Ansor akan digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5, Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta. Kongres akan diikuti oleh sekitar 3.000 utusan dari unsur pimpinan pusat, pimpinan wilayah, dan pimpinan cabang se-Indonesia.




GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Sebelum Kongres digelar, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan di antaranya pada hari ini Senin (23/11) dilaksanakan Ziarah ke makam sejumlah tokoh dan alim ulama di Yogyakarta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ziarah yang diikuti oleh Kader GP Ansor, khususnya Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) yakni ke makam KH Moenawir, KH Ali Maksum.

GP Ansor juga akan menziarahi makam pendiri dan tokoh Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan di Karangkajen dan Ki Bagus Hadikusumo di Kuncen. “Ini adalah bagian dari tradisi GP Ansor dan NU untuk selalu menghormati dan menghargai para pendahulu kita yang telah banyak berjasa,” kata Alfa Isnaeni, Ketua Satuan Koordinasi Nasional BANSER di sela-sela acara Ziarah, Senin (23/11/2015).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah itu kemudian ziarah ke makam KH Nur Iman Mlangi. Terakhir ke makam KH Mufid Masud, pendiri Pesantren Sunan Pandanaran.

Alfa menambahkan, melalui ziarah ini kader-kader Ansor dan Banser berharap dapat barokah, mengambil hikmah sejarah? dan inspirasi dari perjuangan mereka untuk umat, bangsa, negara dan agama.

“Kami berharap Kongres XV GP Ansor di Yogyakarta nanti berjalan sukses, mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru untuk bangsa Indonesia, dan ummat,” kata Alfa.

Kongres XV GP Ansor

Kongres adalah forum tertinggi untuk pengambilan keputusan. Kongres XV GP Ansor akan membahas dan menetapkan sejumlah keputusan-keputusan penting terkait dengan arah dan kebijakan organisasi, masalah kebangsaan, dan keummatan.

Kongres XV juga akan melaksanakan regenerasi kepengurusan Pimpinan Pusat GP Ansor dalam periode 5 tahun mendatang. Kongres XV GP Ansor mengambil tema “Menjaga Keutuhan Bangsa, memperkuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan.”

Kongres XVGP Ansor juga dirangkai dengan kegiatan Silaturahmi Akbar, Apel BANSER, Pameran dan Bazaar, Dialog Sosok Inspiratif dan Sukses, Khalaqoh Kiai Muda,? Batsul Massail, hingga Pentas Seni dan Budaya.

GP Ansor

Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. (Faktkhul Maskur/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, Kiai, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Ir H Mohammad Nuh, DEA mengungkapkan kurikulum pendidikan nasional 2013 adalah untuk menyongsong generasi emas 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Demikian diungkapkannya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Mendikbud di kampus Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara, Ahad (3/2).?




M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Pernyataan itu menurutnya cukup beralasan mengingat populasi pemuda di Indonesia mulai 2010-2035 meningkat tajam. Kelak anak-anak yang saat ini duduk di bangku PAUD, TK, SD dan SMP akan memimpin Indonesia. Populasi pemuda yang meningkat menurut Nuh perlu diakomodir agar mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Data yang ia lansir dari beberapa lembaga Internasional semisal Pisa dan Timms cukup memprihatinkan. Siswa SD dan SMP untuk mapel MTK, IPA dan Bahasa kualitasnya rendah. Apalagi analisis reasoning malah belum bisa sama sekali. Ditambah dengan urusan data yang sudah kadung tidak terbiasa.?

Karenanya Nuh menegaskan kurikulum 2013 yang sempat dipertentangkan bukan sekadar ganti menteri ganti kurikulum. Lebih dari itu, kedepan dari kurikulum terbaru ada logika berpikir, isi, proses, evaluasi yang siap mengahadapi tantangan zaman.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Untuk isi kurikulum tidak semua dirombak tetapi menggunakan metode mempertahankan cara lama yang baik dan mengambil cara baru yang baik,” terangnya kepada kepala sekolah se-eks karisidenan Pati.?

Berkenaan dengan guru yang biasanya membuat silabus lanjutnya dibebaskan tetapi guru dituntut memanfaatkan waktu selama proses belajar-mengajar. “Saya tahu kalau panjenengan silabusnya hasil kopi paste. Kalau diterus-teruskan isinya ya cuma kopi paste,” jelasnya dengan disambut tawa. ?

Kurikulum 2013 papar Nuh tidak hanya dijalankan di sekolah-sekolah top saja. Melainkan sekolah-sekolah di pelosok pedesaan pun juga bisa melaksanakannya. Semisal dalam mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerja tam tatap muka (JTM) ditambah 2 jam menjadi 4 jam.?

Pada mapel agama memuat Islam rahmatan lil alamin. Dirinya prihatin tatkala mapel agama tidak memuat fiqhun nisa. Kalau santri ia yakin memperoleh materi tersebut. Kalo di sekolah umum ia pesimis. “Sopo seng tanggung karo arek-arek iki?” katanya dengan logat Jawa Timuran.?

Dalam mapel tersebut 3 nilai yang harus dikedepankan yakni kejujuran, kedisiplinan dan kebersihan.

“Saya mendambakan pemuda jujur layaknya Syekh Abdul Qadir Jailani saat berusia 18 tahun. Ia dititipi ibunya emas yang dibawa ke Baghdad. Di tengah perjalanan ia bertemu perampok. Saat ditanya barang bawaan dirinya mengaku yang dibawanya emas tetapi perampok tidak percaya. Setelah ditunjukkan emas tersebut si rampok menangis dan mencium syekh Abdul Qadir,” ceritanya.

Hal tersebut, menurut Nuh, contoh pendidikan kejujuran yang patut diteladani.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributr: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 29, 2018

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Penyakit yang hinggap pada manusia tidak hanya bersifat lahir, tetapi juga ada penyakit yang dapat merusak batin manusia. Orang-orang tua di zaman dahulu menyebut sejumlah penyakit hati seperti riya, sum‘ah, ujub, takabur, hasud.

Untuk mengobati sejumlah penyakit batin itu, orang-orang tua di zaman dahulu membuat sejumlah formula untuk memulihkan kesehatan batin. Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash salah satunya.




Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya sebagai berikut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh.’ Hal ini disebutkan dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketika mensyarahkan Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri dalam Sirajut Thalibin jilid 2 mengutip pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash. Rincian obat hati ini merupakan keterangan tambahan ketika Imam Al-Ghazali menjelaskan tawakal.

Kalangan sufi meyakini bahwa lima hal ini dipercaya dapat merontokkan penyakit hati dari dalam batin seseorang. Pasalnya satu-sama lain dari lima hal ini akan saling membantu dalam mengatasi penyakit hati seperti disebutkan di atas.

Obat hati ini cukup efektif untuk menasihati manusia yang terjankiti penyakit batin karena lima hal ini menasihati manusia dalam waktu-waktu dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 23, 2018

Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Mengucapkan terima kasih atas sejumlah kegiatan positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor beserta tenaga intinya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), pejabat Kementerian Pemuda Dan Olahraga meminta kader pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus terdepan dalam menjadi agen perubahan.

"Revolusi mental dicanangkan Presiden Joko Widodo membutuhkan peran serta pemuda karena keterlibatannya memang penting," ujar Kepala Bidang Kepemudaan Kemenpora Agus Dwi Susilo, di Jakarta Timur, Selasa (21/11).




Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora: Ansor Harus Terdepan Jadi Agen Perubahan

Kemenpora melalui Pusat Pembentukan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPON) menggelar Fasilitasi Pelatihan Revolusi Mental Bagi Pemuda di Pesantren Al Hamid, Cipayung, Jakarta Timur mulai hari ini hingga Kamis (23/11).

Persatuan Habib Jawa Timur

Sesuai tujuannya, demikian Agus menambahkan, ialah membentuk revolusi mental pemuda.

Ia berharap agar Ansor dan Banser selalu jadi agen perubahan mental seperti sudah sering dilakukan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sejak berdiri 24 April 1934, Ansor telah banyak melakukan kegiatan positif, dari menjaga ribuan ulama berikut pengajiannya.

Ansor berikut badan semi otonomnya, Banser terus berkomitmen menjaga NKRI, dari menjaga gereja sebagai peneguhan komitmen kebhinekaan dan Islam Rahmatan Lil Alamin, hingga kegiatan sosial kemasyrakatan.

Menjelang dan paska pembukaan kegiatan diikuti ratusan kader Banser dari berbagai provinsi di Indonesia, Kepala PPON Kemenpora Hendry Ridwan meneriakkan NKRI  disambut dengan jawaban Harga Mati berkali-kali oleh puluhan Banser berikut pengurus Satkornas. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Makam, Sunnah, News Persatuan Habib Jawa Timur

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Banyak perkembangan baru yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama. Karena itu, Muktamar ke-33 NU mendatang harus bisa memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi jamiyah ini, termasuk soal penguatan posisi syuriyah di semua tingkatan.

"Di antara yang harus menjadi perhatian adalah posisi syuriyah yang mestinya lebih dominan dan kuat serta berwibawa bila dibandingkan dengan tanfidziyah," kata H Muslimin Abdilla, Senin (13/4).




Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Sekretaris PCNU Jombang ini menandaskan bahwa dengan banyaknya peristiwa politik serta perkembangan organisasi di berbagai kepengurusan NU, terkadang ditemukan ketidakharmonisan hubungan antara syuriah dan tanfidziyah. "Bila ada kejadian seperti ini, mestinya komando berada di bawah syuriyah," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena dalam pandangannya, eksistensi dari NU adalah kebangkitan ulama yang direpresentasikan dalam jajaran syuriah. "Bahkan untuk memastikan superioritas ulama, dalam kegiatan konferensi hingga Muktamar NU di semua tingkatan, para kandidat ketua tanfidziyah serta ketua umum terlebih dahulu dimintakan persetujuannya kepada rais terpilih," ungkapnya. Bila ternyata rais atau rais am terpilih tidak setuju dengan salah seorang kandidat ketua umum atau ketua, maka secara otomatis yang bersangkutan tidak bisa bersaing dan dipilih sebagai calon, lanjutnya.

Keadaan ini semestinya memberikan pesan bahwa pemangku jabatan tertinggi di NU adalah kepengurusan syuriah yang memang diisi para kiai dan ulama pilihan. "Dan dalam perjalanan kepengurusan NU di semua tingkatan harusnya juga berlaku ketentuan tersebut, yakni para kiai dan ulama yang berada di kepengurusan syuriyah menjadi penentu bagi arah dan gerak NU," katanya. Sedangkan posisi tanfidziyah adalah pelaksana seluruh kebijakan strategis yang telah ditentukan para kiai dan ulama di syuriyah, lanjutnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslimin membandingkan betapa berwibawanya kepengurusan NU di awal pendirian. "Dalam sejarahnya, para pendiri atau muassis NU yang notabene para ulama-lah yang demikian dominan dalam perjalanan gerak dan langkah jamiyah," katanya.

Sedangkan peran tanfidziyah hanya menjadi pelayan dan pelaksana seluruh kebijakan strategis berdasarkan amanah hasil keputusan muktamar dan konferensi setempat.

"Dengan cukupnya waktu yang tersedia jelang muktamar, maka pembicaraan seputar masalah ini hendaknya mendapatkan perhatian para peserta muktamar," katanya. Tidak hanya fokus dalam membincang calon rais am maupun ketua umum, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Sunnah, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, January 21, 2018

PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD

Majalengka, Persatuan Habib Jawa Timur. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Kelompok Cipayung” dari unsur Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Majalengka menggelar aksi bersama di gedung DPRD Majalengka, Jawa Barat, Selasa (5/8).

Massa aksi menuntut kepada anggota DPRD yang baru saja dilantik mampu menjalankan fungsinya sebagai legislator, pengontrol, dan penyusun anggaran yang baik. Mereka mendorong para anggota legislatif tersebut mampu merumuskan sejumlah peraturan daerah (Perda) yang mengutamakan kepentingan rakyat dan mengoptimalkan pengawasan terhadap kinerja pemerintah kabupaten (pemkab) Majalengka.




PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD

Kordinator lapangan aksi ini, Ilham Lahiyah, mengatakan, anggota DPRD harus mampu berkomitmen penuh dengan janji-janji yang sudah ditawarkan kepada masyarakat pada saat mereka kampanye. Sehingga, tidak akan ada lagi politik transaksional yang akhirnya terjebak pada budaya korupsi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara Ketua PC PMII Majalengka Iwan Irwanto menuturkan, hari pertama kerja para wakil rakyat Majalengka menjadi sebuah catatan penting bagi para mahasiswa untuk mengontrol kinerja anggota DPRD Majalengka. Menurutnya, mereka dipilih untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Iwan meminta kepada para anggota DPRD Majalengka untuk mengadakan deklarasi komitmen menjalankan tugasnya di hadapan para mahasiswa dalam waktu dekat. “Karena kami akan tetap mengawal kinerja wakil rakyat lima tahun ke depan,” ujarnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Aksi dilakukan dengan berjalan kaki dari  Lapangan Pujasera menuju Gedung DPRD Majalengka, diiringi dengan orasi dan yel-yel, serta diakhiri dengan doa bersama. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 15, 2018

Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon

Cirebon, Persatuan Habib Jawa Timur - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar konferensi cabang di Gedung MTs Mafatihul Huda Kecamatan Depok, Sabtu (21-22). Sejumlah rekanita yang dianggap pantas untuk memimpin IPPNU Cirebon ke depan tidak ada yang bersedia maju sebagai kandidat Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon.

Konferensi Cabang yang dimulai sejak Sabtu sore terus berlangsung sampai Ahad (22/1) pukul 02.40 dini hari. Sebelum pemilihan ketua baru IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon berlangsung peserta konferensi menggelar beberapa sidang pleno.




Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon

Peserta konferensi akhirnya mengamanahkan Mohammad Mu’min sebagai Ketua IPNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2017-2019. Forum ini juga mengamanahkan Nurjannah sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2017-2019.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kita semua enggan untuk maju. Sama seperti dorong-dorongan para kiai untuk menjadi imam shalat di masjid. Saya sendiri tidak berkenan. Karena diminta oleh banyak orang, terpaksa saya maju juga,” kata Nurjannah kepada Persatuan Habib Jawa Timur.

Sementara Mu’min mengatakan, IPNU Cirebon ke depan akan lebih sensitif terhadap isu yang berkembang saat ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Terus menjalin kerja sama dengan lembaga sekolah, baik yang sudah terbentuk IPNU-IPPNU-nya, atau yang belum terbentuk,” tambahnya.

Sementara Nurjannah berjanji fokus pada pengkaderan dan pembentukkan PAC maupun PK yang ada di Kabupaten Cirebon. “Penting untuk terus melaksanakan proses kaderisasi yang lebih massif, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki PAC maupun PK,” kata Jannah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Ubudiyah, Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur