Showing posts with label Pertandingan. Show all posts
Showing posts with label Pertandingan. Show all posts

Sunday, February 25, 2018

Soal Kuliah, Santri Tak Kalah dari Lulusan Sekolah

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Prestasi santri yang belajar di pondok pesantren tidak kalah dibanding dengan murid di sekolah lain. Santri tamatan pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi ke mana saja. Bahkan, sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini memberikan apresiasi kepada santri yang hafal Al-Qur’an, melalui program rekrutmen mahasiswa baru tanpa tes. Itu artinya santri mendapat apresiasi atas prestasinya.




Soal Kuliah, Santri Tak Kalah dari Lulusan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kuliah, Santri Tak Kalah dari Lulusan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kuliah, Santri Tak Kalah dari Lulusan Sekolah

Mantan Menteri Agama RI Prof Said Agil Husin Al Munawar mengungkapkan hal itu di hadapan ratusan santri, majelis guru dan ulama di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (1/10) malam.

Said hadir sebagai pembicara utama dalam halaqah nasional bertemakan, “Mengkaji tentang Hisab dan Rukyat”, yang dihadiri Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur dan Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Said, santri tak boleh lupa dengan gurunya, serta wajib menghormati gurunya agar ilmu yang diperoleh berkah. “Setiap akan tidur wirid membaca al-Fatihah kepada guru yang sudah memberikan ilmunya. Termasuk kepada orang tua tentunya. Dengan membaca dan mengirimkan Al Fatihah kepada guru, berarti santri sudah menjalin hubungan rohani dengan gurunya. Sekalipun sang guru sudah wafat,” kata Said yang mengaku memiliki koleksi kitab (buku) satu rumah ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakan, keikhlasan menjadi ciri dari guru yang mengajar di pondok pesantren, sanad kitabnya pun jelas, sehingga ilmunya berkah. Ia juga mengingatkan santri agar tidak mudah puas dalam belajar. Justru, katanya, semakin banyak ilmu yang kita ketahui, semakin terasa kita ini banyak yang tidak diketahui.

“Ilmu agama Islam itu amat luas. Ada ilmu Al-Qur’an, tafsir, hadist, kalam, dan lain-lainnya yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Semua ilmu itu menjadi satu rangkaian yang patut menjadi perhatian setiap santri yang mendalami agama Islam,” tutur Said.

“Untuk mendalami pemikiran ulama terdahulu dari kitab yang berjilid-jilid, pondok pesantren harus memiliki perpustakaan yang memadai, sehingga santri dapat merujuk hadist-hadist dan pemikiran ulama kepada kitab yang ada di perpustakaan. Ketika menjabat Menteri Agama RI, beberapa pesantren di Indonesia saya bantu perpustakaannya hingga Rp300 juta. Pesantren Nurul Yaqin juga harus memiliki perpustakaan,” kata Said Aqil Husein yang juga mantan pengurus PBNU ini.

Ketua Yayasan PYII Ringan-Ringan? Idarussalam Tuanku Sutan mengatakan, keluarga besar Pesantren Nurul Yaqin memang merasakan hausnya akan ilmu. Untuk itu, berbagai tokoh nasional terus didatangkan ke sini agar santri dan majelis guru mendapatkan ilmu? agama dan perkembangan terkini. Sebelumnya sudah datang mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PBNU Prof. KH Said Aqil Siraj. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Jadwal Kajian, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 23, 2018

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Putri sulung Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menyatakan bahwa Isomil (International Summit of The Moderate Islamic Leaders) yang diselenggarakan PBNU merupakan sikap dan langkah proaktif NU dalam mengampanyekan Islam ramah melalui karakter Islam Nusantara yang masih menjadi tema besarnya.




Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw saat memenuhi undangan acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat ini wajah Islam di dunia yang muncul wajah Islam yang marah. Sebab itu, karakter Islam Nusantara yang lentur dan inklusif sangat dibutuhkan di tengah kondisi dunia Islam khususnya di Timur Tengah yang dipenuhi dengan radikalisme dan tindakan terorisme,” jelas Alissa.

Dia menerangkan, tak sedikit penduduk dunia yang terkesan dengan cara beragama di Indonesia. Hal ini memberi dampak bahwa banyak warga dunia yang berharap pada Indonesia untuk terus memberikan inspirasi dan mendorong perdamaian dunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perempuan yang kini aktif menjabat sebagai Sekretaris LKKNU ini juga menceritakan ketika beberapa minggu yang lalu dirinya memenuhi undangan pertemuan International di Berlin dan negara-negara muslim. Di sana, terang Alissa, yang muncul adalah wajah Islam yang bengis dalam menyikapi berbagai perbedaan.

“Sebab itu kemudian ketika mereka melihat keharmonisa Islam di Indonesia, mereka semacam mendapatkan oase di di tengah padang pasar yang panas dan gersang,” tutur anak pertama Gus Dur dari empat bersaudara ini.

Keharmonisan di Indonesia yang telah tumbuh dan teguh selama berabad-abad jangan sampai ternodai dengan perilaku beragama yang marah, keras, tertutup, dan anti-perbedaan. “Karena kalau sedikit-sedikit menolak perbedaan, pokoknya harus begini dan begitu, maka yang timbul pemahaman hitam putih yang mengarah pada radikalisme,” terang Alissa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 22, 2018

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendesak agar pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan para tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi yang overstay karena tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja.




Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

“Kami mendesak pemerintah segera memulangkan TKI overstay di Arab Saudi agar tidak menimbulkan ekses yang tidak menyenangkan dan berkepanjangan. Ini juga untuk menjaga martabat dan harga diri bangsa,” kata KH Said Aqil Siroj, ketua umum LPOI di Jakarta, Kamis (7/11).

Berdasarkan laporan Antara, ribuan tenaga kerja Indonesia yang dokumen keimigrasiannya melebihi batas waktu izin tinggal (overstay) meninggalkan Jembatan Palestine Street menuju Imigrasi Sumayshi, Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Area di bawah Jembatan Palestine Street pada hari ini lengang. Ribuan TKI overstayers itu, sejak Ahad malam (3/11) hingga Senin dini hari (4/11), dibawa petugas Imigrasi Saudi ke Imigrasi Sumayshi," kata Syech Razie Ali Maula Dawilah, Penasihat Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi, kepada Antara, Selasa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Informasi dia terima dari para TKI, mereka diminta menyediakan uang tiket pulang. Sebagian besar, kata Razie, merasa berat karena selama masa amnesti mereka mengeluarkan banyak biaya.

"Mereka pun diminta membawa barang-barang perlengkapan secukupnya dan tidak membawa barang berlebih seperti tas koper," kata Razie, yang pernah bekerja selama empat tahun di Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum memberi lampu hijau pemulangan massal. Pemulangan dari Imigrasi Sumayshi ini, menurut dia, akan cepat jika TKI overstayers punya uang membeli tiket. 

Sebaliknya, bagi TKI overstayers yang tidak punya uang harus menunggu uang bantuan pemulangan dari pengusaha-pengusaha Saudi turun. Tiket bantuan ini, kata Razie, juga untuk warga negara lain, bukan hanya Indonesia. 

Razie menjelaskan, warga negara asing, termasuk TKI overstayers, yang mendapat kesempatan pulang lebih awal adalah mereka yang masuk ke Arab Saudi dengan visa haji dan umrah atau jika ada kebijakan pemulangan massal TKI overstayers dari pemerintah Indonesia.

Bersama para TKI overstayers itu, terdapat juga anak-anak, perempuan hamil, dan kaum manula. Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi mengimbau pemerintah Indonesia bisa secepatnya merealisasikan pemulangan massal mereka.

"Mereka sempat ditempatkan di area terbuka karena petugas imigrasi harus mendata satu per satu TKI overstayers sebelum masuk pusat deportasi. Sekarang ini sudah selesai pendataan dan mereka sudah masuk ke gedung pusat deportasi," kata Razie. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail, Pertandingan, Kajian Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 18, 2018

Lima Kebijakan Radikal Muhammad bin Salman di Arab Saudi

Depok, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI) Abdul Mutaali menjelaskan, setidaknya Putera Mahkota Muhammad bin Salman sudah membuat lima karya atau kebijakan. Pertama, agresi milter ke Yaman. Dengan berbagai pertimbangannya, Muhammad bin Salman adalah orang dibalik agresi Arab Saudi ke Yaman.

Kedua, mengganti sistem kalender Arab Saudi dari Hijriyah menjadi Masehi. Awalnya kebijakan ini menimbulkan ontran-ontran di Arab Saudi, terutama dari pihak ulamanya, namun setelah dijelaskan alasannya maka mereka bisa menerimanya. 

“Kenapa (kalender Hijriyah diganti dengan Masehi)? karena kalender Hijriyah itu waktunya lebih pendek. Artinya karyawan lebih cepat mendapat gaji sedangkan kondisi ekonomi lagi kronis. Cerdik sekali putera mahkota satu ini,” kata Mutaali di Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (7/11). 




Lima Kebijakan Radikal Muhammad bin Salman di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Kebijakan Radikal Muhammad bin Salman di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Kebijakan Radikal Muhammad bin Salman di Arab Saudi

Ketiga, memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Keempat, wanita dibolehkan mengemudi mobil. Kelima, sebagai ketua lembaga anti korupsi Muhammad bin Salman menangkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri.

Menurut lulusan Universitas Holy Quran and Islamic Sciences Sudan ini, penangkapan elit Saudi karena dugaan korupsi patut diapresiasi. Karena selama ini, perbedaan uang negara dan uang rakyat itu hampir tidak ada bedanya. Sehingga para pangeran dengan ‘sesuka hatinya’ bisa membelanjakan uang rakyat sekalipun dan praktik korupsi menjadi tidak terelakkan lagi.

“Tidak ada peraturan yang secara jelas mengatur segregasi antara dua sistem keuangan itu sehingga para pangeran memiliki interpretasi tersendiri soal keuangan kerajaan,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 17, 2018

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Nganjuk, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di bulan yang penuh dengan rahmat ini IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk berupaya mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Pada Senin (05/06) tidak kurang dari 500 kader pelajar NU se-Kabupaten Nganjuk tumpah ruah di Kantor NU Nganjuk, untuk mengikuti ceramah kebangsaan dan berbuka puasa bersama.?

Para kader pelajar NU yang datang berasal dari PAC, PR dan PK yang ada di Nganjuk. Agenda dilaksanakan juga bertepatan dengan penutupan rutinan khotmil qur’an yang istiqomah dilaksanakan kader IPNU-IPPNU sejak awal puasa kemarin.




Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Agenda ceramah kebangsaan dimulai sejak pukul 16.00 WIB diisi langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said. Ia menyampaikan pentingnya memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air dan peduli kemanusiaan yang sekarang mulai pudar di kalangan pelajar dan remaja.?

“Kita sekarang mengalami tantangan yang tidak mudah. Banyak kekuatan-kekuatan yang ingin menghancurkan Indonesia, baik dari dalam maupun dari luar. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi garda depan dalam penanaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah dan cinta tanah air kepada pelajar dan remaja. IPNU-IPPNU harus jemput bola untuk pendirian komisariat IPNU-IPPNU,” tutur Kiai Ali dalam ceramahnya.

Ceramah kebangsaan berakhir setelah terdengar adzan maghrib. Peserta menikmati berbuka puasa bersama dengan cara santap konsumsi berhadap-hadapan ala pesantren. Sebelumnya peserta melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di sisi lain, lembaga sayap IPNU-IPPNU yakni CBP dan KPP juga tidak mau ketinggalan menyemarakkan buan Ramadhan. Pasukan elit IPNU-IPPNU ini turun ke jalan untuk membagikan takjil dari tempat satu ke tempat lain. Sabtu (03/05) kader korp pelajar NU memulai program turun ke jalan di lampu merah jalan Panglima Soedirman, Kota Nganjuk. Program ini akan dilaksanakan selama empat kali dengan harapan memberikan pendidikan kepada pasukan, untuk peduli sesama dan sebagai sumbangsih kecil korp untuk masyarakat.

“Dalam program ini kami mengajak seluruh dermawan yang berkenan untuk sama-sama berbagi di bulan suci. Program ini bekerja sama dengan Gemasaba Nganjuk dan membuka lebar-lebar donasi yang dapat kami salurkan lewat pembagian takjil kepada masyarakat,” ungkap Nizar selaku Komandan CBP IPNU.

Program-program Ramadhan lain yang juga dilakukan oleh IPNU-IPPNU Nganjuk adalah rutinan khataman khotmil qur’an, mengisi kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah-sekolah dan konsolidasi pendirian PAC dan Komisariat IPNU-IPPNU. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 12, 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.




Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 9, 2018

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub ? menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para da’i di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.




Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU ? luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ? ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial ? kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, News, Ulama Persatuan Habib Jawa Timur

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Situbondo, Persatuan Habib Jawa Timur. Dalam perjalanan panjangnya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memberikan peran sangat penting bagi bangsa Indonesia. Lewat refleksi khittah yang ke 33 tahun, diharapkan sumbangsih dari organisasi sosial keagamaan tersebut kian dirasakan.

"Negara ini sangat membutuhkan kiprah NU," kata Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (12/1) sore.?




Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Harapan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada kegiatan Halaqoh Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

"Inti ajaran NU adalah moderasi tidak hanya dalam keberagamaannya, juga sikap kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara," kata Lukman Hakim di hadapan undangan, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Ajaran tersebut diimplementasikan NU dengan sikap tasamuh atau toleran, tawazun yakni sikap seimbang yang selama ini dijunjung tinggi.

"NU memiliki energi dan resource atau sumber daya manusia yang luar biasa. Sehingga sangat wajar kalau banyak harapan disematkan kepada NU," kata putra mantan Menag, KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selanjutnya, kelebihan umat Islam yang tentu saja di dalamnya adalah NU memiliki kearifan lokal yang selalu bermuatan agama.?

Kelebihan seperti inilah yang akhirnya membuat bangsa ini siap menghadapi berbagai perubahan. "Termasuk menghadapi revolusi teknologi komunikasi serta media sosial," jelas Lukman.

Di akhir sambutannya, Lukman berharap NU selalu menjadi lokomotif lewat ? pendekatan Islam yang promotif. "Maksudnya, Islam yang mempromosikan atau mengajak, bukan konfrontatif," katanya. Karena ajaran seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia dan menjadi model bagi peradaban dunia, pungkasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini, diantaranya Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH Afifuddin Muhajir, serta KH Raden Ahmad Azaim Ibrohimy selaku pengasuh pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Sholawat, Quote Persatuan Habib Jawa Timur

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pelaksanaan Full Day School. Keputusan resmi PWNU Jatim itu dibacakan langsung Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada acara buka bersama Gubenur dan PCNU Se Jatim (18/6) di Gudung PWNU Jatim.

KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim mengatakan bahwa PWNU Jatim setelah menyerap aspirasi dari berbagai pesantren dan madrasah diniyah maka PWNU secara tegas menolak kebijakan full day school.?

"Realitas keberadaan lembaga pendidikan swasta itu sangat membantu pemerintah agar anak-anak muda bisa mengenyam bangku sekolah. Mengingat lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah jumlahnya masih kurang memadai," tegas Kiai Mutawakkil




PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

"Kami berharap pemerintah aspiratif. Langkah yang akan ditempuh PWNU Jatim membuat surat resmi kepada pemerintah pusat dan kami berharap Pemprov Jatim juga menolak keputusan Mendikbud sebagai aspirasi mayoritas rakyat Jatim terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Kebanyakan mereka (TPQ dan Madin) yang terdampak itu bukan orang lain. Apalagi selama ini penguatan pendidikan karakter sudah dilakukan penguatan dengan cukup baik. "Kebijakan Mendikbud itu, tidak pernah mengajak bicara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat apalagi NU," kata Kiai Mutawakkil disambut tepuk tangan para pengurus PCNU.

H Soekarwo sebelum memberikan sambutannya langsung memberikan surat penolakan terhadap kebijakan full day school. "Sebelum PWNU Jatim menyatakan menolak, tanggal 16 Juni lalu, pemprov Jatim sudah menolak dan mengirim surat kepada Presiden," tegas Pakde Karwo?

Persatuan Habib Jawa Timur

Pakde Karwo mengaku sudah memanggil Kadiknas dan Kabiro Hukum Jatim untuk menunda dulu rencana Full Day School yang saat ini ramai dibicarakan (debatebel) di media sosial atau media-media yang lain. "Kami akan mencari rumusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Karena itu tunda dulu pelaksanaan Full Day School di Jatim," terang Gubenur dua periode itu.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Jatim itu memiliki kearifan lokal berupa Madrasah Diniyah Salafiyah dan sejak 2006 menjadi program Pemprov Jatim melalui Bosda Madin hingga sekarang. Kalau tidak ada itu maka basis moral spiritual masyarakat Jatim yang kuat akan hilang. Ini khas Jatim yang harus dipertahankan karena bisa membuat Jatim tenang dan rahmatan lil alamain bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain," beber Pakde Karwo.

Terkait adanya beberapa kepala daerah di Jatim yang mendukung program Full Day School, Gubernur Jatim dalam waktu dekat juga akan membuat Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk menunda dulu pelaksanaan Full Day School di daerahnya masing-masing sebelum ada rumusan terbaik dari pemerintah.

"Kita ini negara demokrasi sehingga pemerintah harus membuka ruang publik untuk dialog. Mereka yang mendukung Full Day School dan mereka yang khawatir Madrasah Diniyah Salafiyah mati karena pemberlakuan Full Day School harus diajak dialog untuk mencari rumusan yang terbaik," pungkas Pakde Karwo.( Rof Maulana/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Pertandingan, Quote Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat

Ada sebuah maqalah yang mengatakan bahwa man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun, barang siapa yang tidak wirid, maka dia seperti monyet. Memang jika diangan-angan salah satu kewajiban manusia adalah mengingat Sang Khaliq. Apabila seseorang tidak pernah mengingat (wiid) Sang Khaliq maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak tahu diri dan tidak mengerti balas budi.

Begitulah perintah Allah swt dalam suarat an-Nisa’ ayat 103 diterangkan:

فإذا قضيتÙ… اÙ„صلاØ© فاذÙƒروا اÙ„له قياÙ…ا وقعودا وعلى جنوبÙƒم




Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.  

Secara praktis, melatih membiasakan wirid dapat dimulai dari hal yang paling kecil dan sederhana. Misalkan dengan meluangkan waktu setelah shalat fardhu membaca istighfar sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya

عَنÙ’ ثَوْبَانÙŽ قَاÙ„ÙŽ: “كَانÙŽ رَسُولُ اÙ„لَّهِ صَلَّى اÙ„لَّهُ عÙŽÙ„َيْهِ وَسÙŽÙ„َّمَ إِذَا انÙ’صَرَفÙŽ مِنÙ’ صَلَاتِهِ اسÙ’تَغْفَرÙŽ ثÙŽÙ„َاثًا وَقَاÙ„ÙŽ اÙ„لَّهُÙ…ÙŽÙ‘ أَنÙ’تَ اÙ„سÙŽÙ‘لَاÙ…ُ وَمِنْكَ اÙ„سÙŽÙ‘لَاÙ…ُ تَبَارÙŽÙƒْتَ ذَا اÙ„ْجÙŽÙ„َاÙ„ِ وَاÙ„ْإِÙƒْرَاÙ…ِ”. قَاÙ„ÙŽ اÙ„ْوَلِيدُ فÙŽÙ‚ُلْتُ لِÙ„ْأَوْزَاعِيِÙ‘ كَيْفÙŽ اÙ„ْاسÙ’تِغÙ’فَارُ قَاÙ„ÙŽ تَقُولُ أَسÙ’تَغْفِرُ اÙ„لَّهÙŽ أَسÙ’تَغْفِرُ اÙ„لَّهÙŽ.

Tsauban bercerita, “Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali, lalu membaca “Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”. Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i, “Bagaimanakah (redaksi) istighfar beliau?”. “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.

Persatuan Habib Jawa Timur

Atau dengan keterangan lebih lengkap bacaan dzikir setelah shalat yang paling minimal adalah:

...اَسÙ’تَغْفِرُاÙ„لهÙŽ اÙ’لعَظِيْمَ (Astaghfirullahal adhim) 3x ...لاَاِÙ„ٰهÙŽ اِÙ„اÙŽÙ‘اÙ„لهُ وَحÙ’دَهُ لاَشَرِيْكَ لَهÙ’ لَهُ اÙ’لمُÙ„ْكُ وَلَهُ اÙ’لحÙŽÙ…ْدُ يُحÙ’يِÙ‰ وَيُÙ…ِيْتُ وَهُÙˆÙŽ عÙŽÙ„ٰÙ‰ كُÙ„ِÙ‘ شَيْئٍ قَدِيْرÙŒ         (La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir) 3x ...اÙŽÙ„لّهُÙ…ÙŽÙ‘ اَجِرÙ’نَا مِنÙŽ اÙ„نÙŽÙ‘ارِ  (allahumma ajirna minannar) 3x اÙŽÙ„لّهُÙ…ÙŽÙ‘ اَنÙ’تَ اÙ„سÙŽÙ‘لاÙŽÙ…ُ وَمِنْكَ اÙ„سÙŽÙ‘لاÙŽÙ…ُ وَاِÙ„َيْكَ يَعُوْدُ اÙ„سÙŽÙ‘لاÙŽÙ…ُ فَحَيِÙ‘نَا رَبÙŽÙ‘نَا بِاÙ„سÙŽÙ‘لاÙŽÙ…ِ وَاَدÙ’خِÙ„ْنَا اÙ’لجَنÙŽÙ‘ةÙŽ دَارَاÙ„سÙŽÙ‘لاÙŽÙ…ِ تَبَارÙŽÙƒْتَ رَبÙŽÙ‘نَا وَتَعَاÙ„َيْتَ يَاذَاÙ’لجÙŽÙ„اÙŽÙ„ِ وَاÙ’لاِÙƒْرَاÙ…ِ        (Allahumma antas salam wa minkas salam wa ilaika ya’udus salam fahayyina rabbana bis salam wa adkhilnal jannata darassalam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal jalali wal ikram)  

Kemudian setelah terbiasa hendaknya ditingkaykan dengan menambah wirid sebagaimana anjuran Rasulullah saw

Persatuan Habib Jawa Timur

وروى أبÙˆ هريرØ© عÙ† اÙ„نبÙŠ صلى اÙ„له عÙ„يه وسلم أنÙ‡ قاÙ„ :  من سبØ­ اÙ„له فÙŠ دبر كل صلاØ© ثÙ„اثا وثÙ„اثين ØŒ وحÙ…د اÙ„له ثÙ„اثا وثÙ„اثين ØŒ وكبر اÙ„له ثÙ„اثا وثÙ„اثين ØŒ فتلك تسعØ© وتسعون ØŒ وقاÙ„ تماÙ… اÙ„مائØ© : لا إله إÙ„ا اÙ„له وحدÙ‡ لا شريك له ØŒ له اÙ„ملك وله اÙ„حÙ…د وهÙˆ على كل شيء قدير ØŒ غفرت خطاياÙ‡ ولو كانت مثÙ„ زبد اÙ„بحر  أخرجÙ‡ مسلم فÙŠ صحيحÙ‡

Bahwa Rasulullah saw pernah berkata ‘barang siapa setelah shalat membaca tasbih 33 kali, hamdalah 33 kali, takbir 33 kali, sehingga jumlahnya 99 dan menyempurnakannya dengan bacaan La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir, Allah akan mengampuni segala dosanya walau sebanyak buih di lautan.

Artinya alangkah sempurnanya jika wirid setelah shalat di atas ditambah dengan bacaan:

سُبÙ’حَانÙŽ اÙ„له  Subhanallah  33x اÙ’لحÙŽÙ…ْدُ لله    Alhamdulillah  33x اÙŽÙ„لهُ اÙŽÙƒْبَرُ    Allahu Akbar  33x  Ã˜§Ã™Ã™„اÙŽÙ‘ اÙ„لهُ وَحÙ’دَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ اÙ’لمُÙ„ْكُ وَلَهُ اÙ’لحÙŽÙ…ْدُ يُحÙ’يِيْ وَيُÙ…ِيْتُ وَهُÙˆÙŽ عÙŽÙ„ٰÙ‰ كُÙ„ِÙ‘ شَيْئٍ قَدِيْرÙŒ       (La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir)  

 

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Pertandingan Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tahun 1982 silam, Misnun bersama keluarganya berangkat dari Banyuwangi Jawa Timur ke Papua sebagai transmigran. Di Papua, yang saat itu masih disebut Irian Jaya, Misnun seperti warga transmigran lainnya, mendapat sebidang tanah dan dikelola sebagai lahan pertanian.

“Waktu itu tanah yang kami olah masih hutan yang baru ditebang pohonnya. Sekarang sudah ramai dan menjadi pusat distrik (kecamatan),” cerita Misnun.




Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya

Perkembangan kemajuan Kabupaten Sorong, juga seiring dengan keberhasilan Misnun dalam menghidupi keluarganya. Kedua anaknya dapat dikatakan menjadi orang-orang sukses dengan mengabdikan diri kepada masyarakat. Anak pertama Misnun saat ini menjadi Kepala Puskesmas, sedangkan anak kedua berprofesi sebagai bidan.

Awal Maret lalu, kedua anaknya menghadiahi Misnun dan istrinya dengan membiayai perjalanan umrah. Misnun lalu mencari informasi bagaimana mengikuti perjalanan umrah yang tepat dan nyaman serta cocok bagi dirinya yang warga nahdliyin.

“Sekitar dua bulan sebelumnya anak saya bilang ingin membiayai ibadah umrah saya dan istri. Lalu saya carilah info. Kebetulan saya kenal dan sering berkomunikasi dengan Pak Sutejo, Ketua PCNU Kabupaten Sorong. Beliau lalu mengajak saya umrah bersama ASBIHU,” kata Misnun.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bersama 38 jamaah lainnya, Misnun dan istrinya merupakan pasangan umrah ASBIHU dari Kabupaten Sorong yang berangkat umrah awal Maret ini. Ia pun mengungkapkan rasa senangnya dapat melaksanakan ibadah umrah.

“Anak-anak tahu perjuangan kami membesarkan dan menyekolahkan mereka. Saat sudah ada rizki mereka membiayai saya dan istri berangkat umrah. Saya senang sekali bisa ikut umrah bersama ASBIHU. Karena dari ASBIHU juga pelayanannya baik sekali,” Misnun melengkapi ceritanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kala itu, ASBIHU memang memberikan bonus tambahan bagi rombongan umrah asal Kabupaten Sorong. Sebelum diterbangkan ke tanah suci, mereka diajak mengunjungi sejumlah tempat di Jakarta, antara lain Taman Mini Indonesia Indah, Gedung PBNU, Monas dan Masjid Istiqlal.

“Alhamdulillah, kami mendapat bonus kejutan. Dan kami sangat senang, karena diajak berkeliling Jakarta. Terima kasih kepada PBNU dan ASBIHU. Ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami,” ungkap Misnun. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 5, 2018

Kapolri Beri Amanat pada Apel Hari Santri 2017 di Tugu Proklamasi Besok

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini memastikan Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian bakal menyampaikan amanatnya pada apel Hari Santri 2017, Ahad (22/10) besok di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

Kapolri yang dahulu kakeknya pernah nyantri kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang ini akan menyampaikan beberapa amanat terkait perjuangan santri dan peran bangsa Indonesia saat ini dalam menjaga stabilitas nasional.




Kapolri Beri Amanat pada Apel Hari Santri 2017 di Tugu Proklamasi Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Beri Amanat pada Apel Hari Santri 2017 di Tugu Proklamasi Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Beri Amanat pada Apel Hari Santri 2017 di Tugu Proklamasi Besok

Selain Kapolri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga akan memberikan sambutan pada apel tersebut. Apel yang sama juga dilakukan pada peringatan Hari Santri dua tahun lalu. Dimana Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan amanatnya.

Hari Santri 2017 yang mengangkat tema Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila, dan NKRI ini mengadakan pembacaan 1 miliar shalawat nariyah pada Sabtu (21/10) malam. Majelis pembacaan shalawat nariyah ini digelar di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah ini sudah dilakukan untuk kedua kalinya. Pada peringatan Hari Santri 2016 lalu, hal yang sama juga dilakukan oleh Nahdliyin di seluruh Indonesia.

"Tahun lalu kita Alhamdulillah diberi kelancaran saat melakukan pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini kita juga melibatkan teman-teman PCINU di seluruh dunia. Jadi insyaAllah Nahdliyyin akan mengguyur langit, bukan saja langit Indonesia, namun juga langit dunia, dengan lantunan Shalawat Nariyah," jelas Helmy Faishal Zaini.

Pembacaan 1 Milyar ini Shalawat ditujukan akan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang aman, makmur, adil, dan berkah. Lewat lantunan Sholawat Nariyah, segenap Nahdliyin diajak untuk mendoakan keselamatan bangsa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selain agenda pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan apel Hari Santri, PBNU juga menginstruksikan kepada seluruh warga NU untuk menggelar upacara bendera. Upacara ini ditujukan untuk menghormati para pejuang kemerdekaan Indonesia, khususnya para kiai dan santri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaNu, Pertandingan, Nasional Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 4, 2018

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Belakangan, di media sosial seperti Facebook dan Twitter kerap muncul tuduhan atau fitnah satu orang atau kalangan kepada orang atau golongan yang lain. Tak jarang tuduhan itu mengandung penyesatan menyangkut keimanan seseorang yang belum terbukti kesesatannya.

Menurut Seknas Gusdurian, Alissa Wahid, hal itu menunjukkan gejala banyak hal. Misalnya karena betapa trust (sikap saling percaya) dalam masyarakat kita terkikis habis sehingga mudah saling menuduh dan menghasud sesamanya.




Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Kedua, kata dia, gejala kesombongan yangg merajalela. “Kesombongan ini muncul dalam bentuk tak cukup ilmu, merasa berilmu, lalu sembarangan mengeluarkan fatwa agama. Ini bahaya,” katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (17/7).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketiga, tambah putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) gejala klaim kebenaran. Menurut Alissa, kalangan tersebut seakan-akan kebenaran hanya milik mereka, sehingga semua yang berbeda boleh dinistakan.

“Semua itu jauh sekali dari semangat prinsip-prinsip ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja) NU yang biasa menghormati pendapat yang berbeda dilandasi prinsip-prinsip tawasuth, tasamuh tawazzun, dan ta’adul,” tegas lulusan Fakultas Psikologi UGM tahun 1999 ini. (Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Sejarah, Santri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 2, 2018

Kiai Hasyim Tegur Keputusan Hisab Menantunya

Di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), banyak sekali ahli ilmu falak (astronomi). Memang biasanya seorang kiai tidak hanya menguasai satu ilmu, tapi lebih, biasanya seorang generalis. Tidak sedikit ulama yang ahli ketabiban, falak, dan kanuragan, bahkan itu menjadi tradisi ulama pesantren.

KH Maksum Ali, Jombang, seorang ahli falak yang juga menulis kitab tentang falak. Sudah menjadi kelaziman bagi ahli falak untuk melakukan puasa dan lebaran sesuai hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat(observasi/melihat hilal)-nya sendiri. Pada suatu hari sesuai dengan hasil perhitungannya, Kiai Maksum Ali memutuskan untuk ber-Idul Fitri sendiri yang ditandai dengan menabuh bedug bertalu-talu.






Kiai Hasyim Tegur Keputusan Hisab Menantunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Tegur Keputusan Hisab Menantunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Tegur Keputusan Hisab Menantunya

Mendengar keriuhan itu, sang mertua, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari kaget. Setelah tahu duduk perkaranya, ia menegur, “Hei, bagaimana kau ini, belum saatnya lebaran kok bedug-an duluan?”

Mendapat teguran dari mertuanya itu Kiai Maksum segera menjawab dengan tawadlu (hormat), “Ya, Kiai, saya melaksanakan Idul Fitri sesuai dengan hasil hisab yang saya yakini ketepatannya.”

“Soal keyakinan, ya keyakinan, itu boleh dilaksanakan. Tetapi jangan woro-woro (diumumkan dalam bentuk tabuh bedug) mengajak tetangga segala,” gugat Kiai Hasyim, pendiri NU tersebut.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Tetapi bukankah pengetahuan ini harus di-ikhbar-kan (diwartakan), Romo?” tanya Kiai Maksum.

“Soal keyakinan itu hanya bisa dipakai untuk diri sendiri, dan nabuh bedug itu artinya sudah mengajak, mengumumkan kepada masyarakat, itu bukan hakmu. Untuk mengumumkan kepastian Idul Fitri itu haknya pemerintah yang sah,” tutur Kiai Hasyim.

“Inggih (iya) Romo,” jawab Kiai Maksum setelah menyadari kekhilafannya. (Mun’im DZ)

Diceritakan kembali dari KH Ghazalie Masroerie

Persatuan Habib Jawa Timur

(Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama)


Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Warta Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 1, 2018

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Prof Alexis C Del Rosario dari Filipina didampingi Dirjen Ketahanan Pangan Sri Suhartini dan pemerhati UKM Dr Amarhansah meninjau kegiatan usaha pengelolaan hasil singkong menjadi tiwul di Waykanan. Kunjungan ini digelar dalam rangka melihat produk hasil dari singkong selain dari tepung.

Pengelolaan singkong menjadi beras tiwul merupakan usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama Kabupaten Waykanan.




Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Dalam kunjungan ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi memberikan keterangan kepada tamunya tentang mekanisme pembuatan olahan dari singkong berupa tiwul yang merupakan makanan yang rendah karbohidrat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu juga ia mempraktikkan bagaimana cara pembuatan tiwul di depan rombongan dari Filipina dan Departemen Pertanian Dirjen Ketahanan pangan.

Prof Alexis mengatakan bahwa ia merasa senang dapat melihat secara langsung pembuatan makanan alternatif dari singkong yaitu tiwul.

Ditambahkannya bahwa kunjungannya ke Waykanan memang mencari olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari tanaman singkong. "Di Filipina singkong hanya dijadikan bahan untuk makanan ternak," ujar Prof. Alexis C. Del Rosario.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami akan mengembangkan olahan yang dihasilkan dari singkong selain makanan ternak," tambahnya.

Sri Suhartini menambahkan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memberikan bantuan untuk tanaman singkong kepada kelompok petani singkong.

ia mengharapkan Pemda Waykanan dapat berkoordinasi dengan lembaga yang peduli dan memperhatikan para petani singkong untuk bersama-sama memberikan masukan dan pengawasan untuk batuan ini agar sesuai sasaran.

Pengelola pabrik tiwul, Yoni Aliestiadi merasa bangga dengan kunjungan dari Kementrian Pertanian dan perwakilan dari comprehensive assessment of the permormance of the cassava supply chain and value chain and identification of interventions for competitiveness dari Filipina.

Yoni meminta Pemkab Waykanan agar lebih peduli kepada pengusaha UKM yang ada di Waykanan, untuk mengembangkan usaha kecil menengah sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Nahdlatul, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 31, 2018

Buang Sampah Sembarangan adalah Teror Lingkungan Hidup

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain pendidikan, lingkungan hidup yang bersih adalah investasi masa depan untuk anak cucu kita. Karena itu, menurut Manajer Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan Lampung Gatot Arifianto, membuang sampah sembarang merupakan bentuk teror dan radikalisme terhadap lingkungan hidup yang harus dihentikan sekarang juga.




Buang Sampah Sembarangan adalah Teror Lingkungan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Buang Sampah Sembarangan adalah Teror Lingkungan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Buang Sampah Sembarangan adalah Teror Lingkungan Hidup

"Atas nama kebersihan bagi rumah tangga salah satunya, sampah dibuang sembarangan. Bukankah hal itu merupakan kekejaman? Jadi kenapa tidak dihentikan segesa mungkin?" ujar pegiat Gusdurian itu di Blambangan Umpu, Sabtu (19/2/2016).

Sekitar 25 komunitas dengan kurang lebih 1.000 relawan dikolaboratori PC GP Ansor Way Kanan akan terlibat aktif memungut dan memilah sampah ditemukan di jalan kemudian dikumpulkan dalam kantung sesuai jenisnya dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Aksi itu merupakan gerakan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Diikuti 800 lebih komunitas di 34 provinsi di Indonesia. Di Way Kanan, kegiatan tersebut bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

"Dalam konteks kebersihan lingkungan, diam bukan berarti emas. Dalam konteks ini pula , tidak berlaku pula nasehat bijak Tan Malaka, Padi Tumbuh Tak Berisik. Dalam konteks ? Way Kanan Ramik Ragom Sakai Sambayan Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020, ingat saja ketika Sayyidina Umar mengariskan pedang di tulang unta, yakni suatu kebenaran yang harus dilakukan," tegas Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sakai Sambayan” sebagai falsafah hidup masyarakat Lampung, ujar Gatot menambahkan, harus diimplentasikan sebagai perilaku supaya tidak menjadi sekedar teks atau ingatan.

"Kami berharap kegiatan Sakai Sambayan secara massal bisa menjadi kegiatan rutin bulanan, sehingga bisa menjadi sarana silaturahmi mengingat rendahnya pertemuan antar komunitas di daerah ini. Selain itu, dengan kesadaran masyarakat memilah sampah sesuai jenisnya, akan berdampak positif, bagi kesehatan lingkungan dan peningkatan ekonomi melalui pembuatan pupuk organik salah satunya. Kegiatan tersebut Insya Allah akan dihadiri Bupati Raden Adipati Surya," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan ini.?

Di Blambangan Umpu, aksi dilakukan di 10 titik, diikuti 305 relawan dari Polres, Kodim 0427, KNPI, Saka Wira Kartika, Pokjawan, Pemuda Katholik, BPUN, Gusdurian, GP Ansor, Sekolah Beladiri Karate Indonesia, Radin Djambat Shooting Club, Pemuda Muhammadiyah, alumni BPUN, GP Ansor, Banser, Pemula, Pramuka, Lembaga Perlindungan Anak, Pramuka dan Kantor Lingkungan Hidup, berakhir di Monumen Ryacudu.

Lalu di Pakuan Ratu, kegiatan akan berlangsung di Kampung Tanjung Serupa, dikuti 310 relawan dari HIPSI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Gusdurian, GP Ansor-Banserdan berakhir di Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemudian di Negara Batin, aksi akan dilakukan di Kampung Purwa Negara, diikuti kurang lebih 50 relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan PAC GP Ansor Kampung Purwa Negara. Lantas di Baradatu, kegiatan dikuti 150 relawan dari PGRI dan IPSI, berkahir di Gedung PCNU.

Selanjutnya di Way Tuba, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Bukit Gemuruh, diikuti 100 relawan dari PAC GP Ansor Way Tuba, PMI, Gusdurian, pelajar dan masyarakat.

Kemudian di Banjit, kegiatan diikuti 250 relawan yang terdiri dari sejumlah pelajar dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Bali Sadhar Utara dan Bali Sadhar Tengah, dikoordinir oleh Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Dan di Gunung Labuhan, aksi berlangsung di Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya.diikuti 15 orang, berakhir di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Doa Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 30, 2018

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU) Kabupaten Jepara tengah menyiapkan gelaran parade rebana dan lailatul hadrah dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU ke-93 di gedung NU Jepara, Jawa Tengah, pada Senin 28 Maret 2016.

Koordinator parade rebana dan lailatul hadrah, Ulil Albab mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka harlah NU ke 93 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara tahun 2016.




Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

"Parade rebana yaitu grup atau jam’iyyah rebana perwakilan dari MWC, Ranting, madrasah akan menampilkan karya seni rebana klasik dan melantunkan lagu Shalawat juga syair-syair religi secara bergantian. Adapun lailatul hadrah yaitu malam maulidur rosul dengan diiringi grup atau jam’iyyah rebana dari perwakilan MWCNU atau Ranting NU se-Kabupaten Jepara," jelas Ulil Ahad (6/3).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Panitia Harlah NU ke 93 masih membuka pendaftaran bagi Jamiyyah/grup rebana yang berkeinginan untuk mengikuti parade rebana dan lailatul hadrah. "Silakan bagi yang mau daftar untuk segera mendaftarkan diri ke sekretariat harlah NU ke 93 di Gedung NU Jepara jalan pemuda nomer 51 Jepara, katanya.

Panitia lain, Ahris, menjelaskan secara detail syarat ketentuanya, antara lain peserta parade menampilkan karya seni rebana klasik (hadrah). Setiap grup dengan 10 personel datang sebelum acara dimula. Waktu penampilan 15 menit. Serta membawa alat sendiri. “Untuk lailatul hadrah peserta memakai pakaian putih dan sarung hitam dan membawa alat sendiri yaitu 4 hadrah (terbang)," kata Ahris. (Miqdad Syaroni/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Pangandaran, Persatuan Habib Jawa Timur. Tak kurang dari 10 ribu warga Pangandaran, Jawa Barat menghadiri Taushiyah Kebangsaan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ujung tol pantai Pangandaran Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Rabu (22/3/2017). Mereka menyemut di lapangan sisi pantai, meski ketika mendengar taushiyah harus menutupi kepala dengan koran atau sorban karena teriknya panas matahari.




Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Kiai Said pun sesekali mengusap muka karena derasnya keringat. Namun tetap bersemangat, apalagi syiar Islam Aswaja ke Pangandaran sudah beberapa kali dilakukan, salah satunya atas undangan Menteri Perikanan asal daerah tersebut, Susi Pudji Astuti.

Bupati Pangandaran Jeje Wiriadinata, Wakil Bupati Adang Hadari dan jajaran pengurus Parpol serta pengurus PCNU Kabupaten Pangandaran, duduk mendampingi Kiai Said. Mereka turut panas-panasan sambil menikmati Salawatan Habib Umar Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Kiai Said kembali menegaskan bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan. Agama dan nasionalisme dua faktor kunci yang menjaga eksistensi sekaligus memelihara kesinambungan peradaban bangsa.

"Apabila pemahaman agama dan nasionalisme sudah mengakar dalam suatu bangsa, maka tidak akan ada perang maupun kekerasan atas nama apa pun," kata Kiai Said.

Persatuan Habib Jawa Timur

Seperti taushiyah sebelumnya, Kiai Said mencontohkan kondisi di Timur Tengah yang tidak memiliki konsep titik temu antara agama dan negara, antara Islam dan prinsip kebangsaan. Namun di Indonesia karena kiai-kiai pesantren berhasil membangun jembatan antara prinsip agama dan negara maka Indonesia aman.

Taushiyah Kiai Said dalam rangka Harlah PDI Perjuangan ke-44 ini diapresiasi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran yang juga Bupati Pangandaran, Jeje Wiriadinata.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Jeje menyebutkan, kenapa mengundang Kiai Said, karena NU dan PDI Perjuangan memiliki perjuangan sama dalam membangun NKRI dengan spirit nasionalisme.

"Kita masih ingat kaum penjajah melakukan berbagai upaya untuk memisahkan antara Islam dan nasionalisme. Dan hal ini ingin dilakukan lagi oleh pihak-pihak yang tidak mau melihat bangsa kita kuat dan maju. Maka dengan NU, nasionalsme dan agama terwujud termasuk di bumi Pangandaran ini," ujar Jeje.

Kiai Said sendiri masih di Pangandaran dan akan bertolak ke Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah esok hari, Kamis (23/3). (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Halaqoh, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 24, 2018

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penyair masyhur D. Zawawi Imron, yang sekarang berumur 69 tahun, datang ke Munas-Konbes NU 2012 dengan semangat tinggi. Ia sudah datang di Pesantren Kempek, Jumat dini hari (14/9).

Di arena Munas, penyair yang sudah menelorkan 14 buku antologi puisi dan dua buku berisi esai-esai kebudayaan serta keislaman, mendatangi diskusi dadakan yang diselenggarakan santri-santri Cirebon.




D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Pada acara pembukaan kemarin (Sabtu, 15/9), Zawawi ketemu banyak orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan Gus Mus ia berpelukan di tengah ribuan orang. Bertemu KH Malik Madani dan KH Panji Taufik yang juga asal Madura, diajak foto-foto oleh peserta dan santri-santri.

"Sore nanti yang akan ke Pesantren Babakan sebentar, diminta ceramah dadakan," jawabnya ketika ditanya agenda di Cirebon hari ini." 

"Saya di sini menyerap rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Kebersamaan itu bukan hanya makan bersama, tapi juga dialog-dialog untuk mendengarkan suara-suara kebenaran secara berjamaah," kata D Zawawi Imron yang selalu mengenaan kopyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia merasakan bahwa Munas ulama sangat penting dan tepat untuk kembali mencanangkan akal sehat secara kolektif. "Akal Sehat kolektif itu artinya kebenaran dan keberuntungan menjadi milik bersama," terangnya.

"Kita semua berangkat dari qolbun salim, hati yang lurus. Ini harus dijalin dalam bentuk rasa persaudaraan yang inten, bahwa yang melahirkan kesadaran betapa pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan masing-masing orang," lanjutnya.

Zawawi memberi catatan, kebersamaan yang sudah terjalin pada NU belum banyak ditegaskan dalam tindakan nyata di masyaraat.

"Saya datang ke sini karena saya percaya ulama itu kalangan yang dapat melakukan rekayasa dalam pengertian positif, agar umat itu nantinya tidak hanya obyek dari kekuasaan atau permainan politik," ujarnya.

Penyair yang mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak tahun 1973 ini mengusulkan agar Ulama bekerja sama dengan kaum intelektual guna memecahkan masalah. "Ulama dan intelektual itulah yang diharapkan kesadarannya pada realita kehidupan umat."

D. Zawawi Imron mengaku datang ke Cirebon tidak dari kampungnya, di Batangbatang, Sumenep. Ia baru saja datang dari Pontianak-Kalimantan Barat. Dia diundang pengurus NU Cabang Kota Pontianak untuk berceramah di hadapan mahasiswa-mahasiswa di tiga perguruan tinggi.

Ia tiba di Jakarta Jumat pagi (14/9). Lalu langsung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dari PBNU ia berangkat ke Cirebon bersama Ahmad Mauladi, Muhammad Syafi, dan saya. 

"Perjalanan dengan orang tua bernama D. Zawawi Imron itu menyengangkan sekali. Terasa terang walaupun di jalan malam hari. Merasa menjadi santri karena diberi nasihat-nasihat. Nasihatnya indah sekali karena disampaikan melaui puisi-puisinya. Humor Madura yang dilontarkan bikin kawa tertawa," cerita Mauladi. 

Sementara itu, Muhammad Syafi berkomentar, "Saya senang sekali jalan bersama dengan beliau. Tapi ini juga tantangan, agar sesampai di Cirebon, tempat Munas ulama lebih menyenangkan lagi, bukan menyenangkan kita, tapi umat dan saudara-saudara sebangsa yang sedang murung ini."

D. Zawawi Imron berencana meninggalkan Cirebon Senin pagi (17/9). Ia akan ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon. Empat hari, ia akan berceramah di depan para guru.

"Saya sudah seminggu meninggalkan rumah, dan baru tiba di rumah lagi minggu depan."

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, IMNU, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 22, 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.




Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah