Showing posts with label Tegal. Show all posts
Showing posts with label Tegal. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat kajian keuangan syariah di auditorium Ipmafa, Kajen, Pati, Kamis (19/11). Forum seminar dengan narasumber dari sejumlah institusi terkait mengulas asuransi syariah dalam konteks takdir.




Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Hadir sebagai narasumber delegasi Pengurus Pusat MES Muhammad Hidayat, utusan Asuransi Syariah Allianz Hendra Gunawan, dan Alis Subiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan. Lebih dari 250 orang mengikuti seminar ini yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh masyarakat, aktivis LSM, lembaga keuangan, dan mahasiswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Jepara dan Kudus.

Seminar ini sesungguhnya digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang konsep asuransi syariah sekaligus menyosialisasikan keberadaan asuransi syariah di hadapan publik. Rektor Ipmafa Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, perkembangan ekonomi syariah di Pati cukup baik khususnya terkait asuransi syariah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Asuransi konvensional yang selalu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim tentu meniscayakan asuransi syariah menjadi terobosan yang sangat penting,” kata Gus Rozin yang kini diamanahkan sebagai Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara M Hidayat menjelaskan perkembangan asuransi syariah dan keuntungan dalam berasuransi secara syariah. "Asuransi syariah sebenarnya bukan melawan takdir, melainkan untuk meminimalisir risiko dan mempersiapkan sesuatu jika takdir itu terjadi. Hal ini sesuai dengan surah Al-Hasyr (59:18)," kata H Hidayat.

Sedangkan Hendra dari Allianz memaparkan praktik asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional, dan tips dalam berasuransi agar klaim yang dipertanggungkan berjalan mulus.

"Asuransi syariah adalah praktik tolong menolong antarpeserta di mana dana (premi) yang diberikan masuk dalam rekening tabarru dan dana tersebut dikelola secara secara syariah. Jadi tidak ada unsur gharar, maisir, dan riba," jelas Hendra.

Forum diskusi ini berakhir pada pukul 13:00 WIB dengan khidmat yang diiringi jabat tangan oleh para peserta seminar. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 25, 2018

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai sepanjang tahun 2013 kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berlangsung teduh dan damai. Meski demikian masih terdapat masalah yang tersisa di sejumlah bidang, dan harus dituntaskan di tahun 2014 mendatang.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013 kita dianugerahi keteduhan dan kedamaian dalam bermasyarakat dan beragama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (29/12).




PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

?

Meski demikian, khususnya dalam kehidupan beragama, sepanjang tahun 2013 masih ditemukan masalah. Aksi radikalisme yang mengakibatkan disharmoni misalnya, terjadi di sejumlah daerah, dipicu oleh kelompok kecil bermodal besar dengan memprogandakan kepentingannya tanpa mengindahkan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

?

Persatuan Habib Jawa Timur

“Agar radikalisme tidak terus berkembang, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni dengan mengembangkan sikap moderat, toleransi, dan menjaga keseimbangan. Khusus isu agama, PBNU minta agar di tahun 2014 Pemerintah bersama komponen masyarakat mulai menyusun kode etik penyiaran ajaran agama,” tambah Kiai Said.

?

Ketua PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfudz, berpendapat di bidang perekonomian sepanjang tahun 2013 masih ada masalah yang diakibatkan sikap tak tegas Pemerintah. Fluktuasi rupiah misalnya, dinilai bisa diatasi jika Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah tegas dan berani, tidak berkompromi serta bermain mata dengan para spekulan yang hanya mementingkan diri sendiri.

?

“Tahun 2013 Pemerintah kurang berani membangkitkan industri di sektor pertanian dan manufaktur yang sebenarnya mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Orientasi kebijakan moneter juga lebih banyak menguras devisa negara. Tahun 2014 itu harus dibenahi, serta diimbangi dengan pengembangan sektor riil dan produktif,” tegas Maksum yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

Persatuan Habib Jawa Timur

?

Di bidang peradilan, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya sudah berjalan baik.? Meski demikian aparat penegak hukum didorong untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih komprehensif, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melindungi kepentingan masyarakat.

?

“Atas hal tersebut kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerjasama, melibatkan institusi pendidikan, lembaga keagamaan dan sosial, yang sudah ratusan tahun mengajarkan etika, moralitas, dan spiritualitas. Selain itu sistem pemerintahan dan rekrutmen aparat pemerintahan juga harus terus dilakukan pembenahan,” tandas Andi.

?

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni, berpandangan sepanjang tahun 2013 telah terjadi proses pendangkalan atas konsep berbangsa dan bernegara, sehingga yang dirasakan masyarakat adalah sebuah dampak dari sistem bernegara yang liberal. Kondisi ini harus segera dibenahi, terlebih jelang dilangsungkannya Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden di tahun 2014 mendatang.

?

PBNU mengajak para penyelenggara negara untuk menegaskan kembali falsafah, tujuan, dan fungsi negara, menegaskan kembali dasar dan ideologi negara, merumuskan kembali konsep pengelolaan kekayaan negara, merumuskan kembali pertahanan dan bela negara, serta merumuskan prinsip dan etika kepemimpinan.

?

“Atas sejumlah masalah yang ada di tahun 2013, seperti yang disampaikan Kiai Said, kita harus tetap optimis. Semoga di tahun 2014 mendatang, Allah SWT memberi petunjuk kepada kita dalam melangkah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, amin,” pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Fragmen, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 22, 2018

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kurang lebih seribuan jamaah Nahdliyyin memadati kompleks halaman Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah Dusun Rawa Bunder Kampung Buyut Utara Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Mereka sedang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul, sekaligus shalawat bersama, Sabtu (24/12) malam, bertepatan 24 Rabiul Awal 1438 H.




Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Maulid Nabi dan Haul dengan Shalawat

?

Kiai Nurkholis, salah satu dewan pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Darussalamah, mengatakan shalawat bersama dilaksanakan setiap malam Minggu Wage dan bergilir di lima kecamatan di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Tengah, yakni Kotagajah, Gunung Sugih, Punggur, Trimurjo dan Seputih Raman, dan malam itu masuk pada putaran yang kedelapan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Majelis Sholawat bersama ini bernama Majelis Nurul Muhdhor dan di pimpin langsung Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad Pimpinan Majelis An Nur Bandar Lampung," kata alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

?

"Dan alhamdulillah pada bulan ini kita selenggarakan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus Haul Kiai Muhammad Ilham selaku tokoh sekaligus pendiri pesantren ini," imbuh Kiai Nurkholis yang juga anggota Banser Lampung.

?

Hadir beberapa tokoh NU dan kiai pesantren; Habib Umar bin Muhdhor Al Hadad, KH Daroini Ali, S.H.I (Mustasyar NU Lampung Tengah), KH Imam Ibnu Mubarok (pengasuh pesantren Kendali Sodo Bumi Nabung), KH M. Mabrur (Pengasuh Pesantren Ash Sidiqiyah 9 Lampung Tengah), KH Ahmad Karimullah (Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Bumi Ratu Nuban), Kiai Alie Fadhilah Musthofa (Pengasuh Pesantren Sunan Ampel Punggur), H. Sarjito (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah), Saryono (Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah), H Muhibin (Sekretaris MUI Kecamatan Kotagajah), Wali santri, serta para kader Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, dan puluhan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 19, 2018

Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama

Pacitan, Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1), Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati. Karena kisah-kisah ulama mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.




Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama

"Kisah para wali, orang shaleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar.

Habib umar menjelaskan, dibalik kisah para orang shaleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik. Membaca kisah ulama bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang shaleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Persatuan Habib Jawa Timur

Allah SWT  dalam Al-Quran menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabianya. "Nabi muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan Maulid dan Shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang shaleh dan para ulama. Sebab mereka pasti bersambung dengan Rosulullah Muhammad SAW," pungkasnya. 

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun. Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al-Hafidz. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 11, 2018

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dalam menyelenggarakan pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran IPS. Kegiatan yang melibatkan guru-guru IPS ini berlangsung di Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah, Condong, Tasikmalaya, Sabtu (13/8).

Sebanyak 100 guru SMP perwakilan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam kegiatan ini. Tampak hadir Ketua Prodi Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Prof Dr Nana Supriatna, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, dan Pimpinan Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah KH Diding Darul Falah.




Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng UPI, Pergunu Jabar Tingkatkan Kapasitas Guru-guru IPS

Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, arus globalisasi pada saat ini telah melunturkan identitas kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Siswa lebih bangga dengan hasil budaya asing daripada budaya sendiri. Siswa lebih bangga memainkan permaian produk luar negeri seperti game daripada permainan tradisional. Karena itu, guru perlu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa dengan mengembangkan pembelajaran dengan berbasis kearifan lokal,” kata H Saepuloh.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia berharap setelah kegiatan pelatihan ini guru-guru IPS dapat melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga dapat menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa.

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Nana Supriatna, Dr Agus Mulyana, dan Drs H Wahyu Wibisana. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, News Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 9, 2018

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Rumah panggung kayu yang ditempati Rahmawati (37)  dan Misransyah (36) sejak tahun 80-an tampak sepi siang itu. Di depan rumah, terdapat warung kecil tempat ibu Rahma berjualan nasi campur dan gorengan.

Itulah rumah orang tua Muhammad Raihan Saputra (10), anak yang tenggelam di bekas lubang tambang batubara  yang tidak ditutup oleh perusahaan tambang batubara PT Graha Benua Etam (GBE). Akhir pekan kemarin, Alissa Wahid, Koordinator Gusdurian, berkunjung ke sana dalam rangkaian lawatannya ke Samarinda dalam rangka berbagi pengetahuan di Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG), yang diselenggarakan Gusdurian Kaltim.




Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan Lubang Tambang yang Memakan Korban

Memasuki rumah ibu Rahma, tampak di dinding rumah kayu tergantung figuran foto Ibu Rahma sekeluarga. Di sana juga tergantung foto Raihan bersama saudara lainnya. Ibu Rahma dan Bapak Misran mempunyai 4 anak. Raihan adalah anak ke -2 dari 4 saudara.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sebagai seorang ibu yang juga memiliki anak, Alissa ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh ibu Raihan. Putri pertama Gus Dur ini juga menceritakan bagaimana Gusdurian bersikap soal kasus Raihan. "Kawan-kawan Gusdurian selama ini memegang teguh soal nilai kemanusian dan keadilan. Dimana pun dan atas nama apapun, penindasan itu tidak  dibenarkan," ungkapnya dalam perjalanan menuju rumah Raihan,

Mata Ibu Rahma tampak berkaca-kaca ketika menyambut kedatangan Alissa Wahid di depan pintu rumahnya pada Sabtu (21/2) siang itu. Waktu itu Ibu Rahma ditemani keluarga dekatnya. Suami Ibu Rahma sedang tidak ada dirumah, ia bekerja di sebuah toko penjualan alat-alat kapal di Jalan Lambung Mangkurat. Dia tidak menyangka akan kedatangan putri sulung Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ibu Rahma menceritakan kegelisahanya kepada Alissa. "Waktu itu siang hari, ada teman Raihan yang datang kerumahnya membawa kabar dengan tergopoh-gopoh," cerita Ibu Rahma. Raihan,  anaknya tercebur di Sungai Saliki. Raihan setahu dia tidak bisa berenang. Ibu Rahma panik mendengar kabar itu. Ia juga tidak tahu dimana Sungai Saliki itu berada. Ibu Rahma selama tinggal di sempaja tidak pernah keluar terlalu jauh. Ia berteriak histeris hingga di jalanan depan rumahnya meminta orang untuk membawa dia melihat anaknya. Ia seperti orang yang kehilangan kendali.

"Waktu itu ayah Raihan tidak ada di rumah," ujarnya. Seperti biasa Ayah Raihan berangkat kerja pagi dan pulang pada sore hari. Mendengar anaknya tenggelam, Ayah Raihan bergegas pulang dan langsung menuju lokasi dimana anaknya tenggelam. Ia ikut menyelam hingga dua kali, namun Raihan belum juga ditemukan. Lalu datanglah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim Search and Rescue Kota Samarinda (SAR), setelah ditelepon oleh warga. Sore sekitar pukul 17.30 wita, jasad Raihan baru ditemukan di kedalaman 8 Meter.

"Saya tidak pernah merasakan sakit yang begitu dalam Bu, tapi kehilangan anak itu sungguh membuat hati saya hancur," ucap ibu Rahma kepada Alissa Wahid.

Muhammad Raihan Saputra yang akrab dipanggil Raihan oleh teman-temannya, bersekolah di SDN 009 Pinang Seribu, Sempaja, Samarinda Utara. Biasanya dia berangkat sekolah diantar kakeknya bersama adik dan sepupunya. Raihan suka bermain bola, dia mudah bergaul dan dikenal sangat supel oleh teman-teman. Sehari-hari Raihan tak pernah bermain jauh dari rumahnya. Terkadang Raihan memancing ikan haruan (gabus) dari teras rumahnya, di sekeliling rumahnya masih berupa rawa dangkal.

Ibu Rahma baru tahu kalau di belakang rumah warga di Gang Saliki itu ada lubang bekas tambang batubara yang besar dan dalam, yang jaraknya hanya 50 meter dari perumahan. Alissa Wahid menambahkan, "Pasti ada aturan yang dilanggar dalam kasus tenggelamnya Raihan. Soal Amdal dan izin yang didapat perusahaan. Jarak 50 meter itu sudah melanggar peraturan. Anak dalam pendidikan tidak pernah salah bermain di mana saja. Kasus Raihan, jelas perusahaan yang salah karena meninggalkan lubang."

Ancaman Lubang-lubang Bekas Tambang

Kota Samarinda dengan luas 71.800 Ha, sekitar 71 persen kawasannya dikapling-kapling oleh perusahaan tambang barubara. Perusahaan batubara PT GBE, merupakan salah satunya. PT GBE memperoleh ijin dengan nomor SK IUP: 545/267/HK-KS/V/2011 dan beroperasi dengan luasan 493,7 hektar sejak 18 Mei 2011 dan ijinnya akan berakhir 9 November 2015. PT GBE adalah perusahaan yang juga diduga terlibat dalam kasus Gratifikasi kepada Kepala Dinas Pertambangan Samarinda. PT GBE juga sering disebut dalam evaluasi bulanan tambang yang pernah digelar oleh pemkot tahun 2012-2013 sebangai perusahaan paling tidak taat, bahkan  pernah dihentikan sementara.  

Selain lubang bekas tambang yang sangat dekat dengan pemukiman dan diduga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan Kegiatan Penambangan terbuka batubara yaitu jarak 500 meter tepi lubang galian dengan pemukiman, perusaahan ini juga melanggar pasal 19–21 Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010, yang menyebutkan bahwa paling lambat 30 hari kalender setelah tidak ada kegiatan tambang pada lahan terganggu wajib direklamasi.

Lubang tambang yang ditinggalkan oleh PT GBE itu pernah dicoba diukur oleh warga dengan cara dilempar dengan tali sepanjang 30 meter, tapi dengan tali sepanjang itu belum menyentuh dasarnya. Air yang ada di lubang bekas tambang yang diduga dengan kedalaman 40 meter itu juga digunakan warga sekitarnya untuk MCK. Terlihat banyak pipa air yang dipasang, dan mengarah ke dalam lubang bekas tambang PT GBE. Setelah kejadian kematian Raihan, PT GBE  baru membatasi tepi lubang dengan pagar seng.

Alissa Wahid bercerita ke Ibu Rahma, bahwa kejahatan lingkungan yang terjadi di Samarinda juga dialami ibu-ibu di Rembang. Mereka menginap ditenda untuk menolak Pendirian PT. Semen Indonesia. Ibu-ibu di Rembang berjuang untuk mempertahankan agar Pegunungan Kendeng tidak ditambang, karena akan ada yang hilang dan itu merugikan orang paling bawah, masyarakat seperti petani. Ini adalah bentuk kecil dari korupsi yang ada di Indonesia. Dampaknya selalu masyarakat di lapisan paling bawah yang merasakan korupsi di sektor sumber daya alam.

Ibu Rahma Perjuangkan Keadilan

Ibu Rahma sempat mendatangi kantor perusahaan PT GBE seorang diri untuk menuntut keadilan bagi anaknya yang meninggal di lubang bekas tambang. Ketika datang, ia harus dibuat menunggu hingga setengah jam, sebelum akhirnya seorang staf perusahaan menerima kedatangan Ibu Rahma dengan nada sinis. Staf PT GBE mengatakan pada ibu Rahma bahwa kejadian meninggalnya Raihan adalah musibah dan sudah diselesaikan pihak perusahaan. Staf PT GBE itu juga meminta ibu Rahma untuk pulang dan menghubungi mereka lagi menjelang 100 hari meninggalnya Raihan pada awal April nanti. Mendengarnya, ibu Rahma sangat sedih. "Saya datang kesana untuk menuntut keadilan untuk Raihan, bukan untuk meminta uang ke perusahaan."

Perjuangan ini tidak akan pernah surut, ibu Rahma merasa tidak sendiri dia dibantu kawan-kawan Gusdurian Kaltim dan Jatam Kaltim untuk mencari keadilan bagi anaknya. "Cukup Raihan yang terakhir menjadi korban di lubang maut itu" tutur ibu Rahma. Ibu Rahma melanjutkan, "Saya juga tidak boleh larut dalam kesedihan ini, saya harus bangkit karena saya masih harus terus melajutkan hidup dengan 3 anak saya yang lainnya."

Ibu Rahma melakukan beberapa cara untuk mencari keadilan, dari surat terbuka yang dilayangkan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup sampai ke Petisi yang sudah ditandatangani hampir 10 ribu orang di www.change.org/lubangtambang. Dan Ibu Rahma ingin sekali bertemu langsung dengan Menteri terkait untuk menyampaikan kasus Raihan, putra kesayangannya yang meninggal di lubang bekas tambang di Kota Samarinda.

 

Erma Wulandari, Jaringan Gusdurian Kaltim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, Tegal, Olahraga Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 8, 2018

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Jatinangor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Sadulloh SQ, pada Sabtu (6/6) siang melantik kepala MTs Maarif Cikeruh yang baru Baban Sutaeban, S.Pd.I. untuk 4 (empat) tahun ke depan. Prosesi pelantikan ini dimulai pada pukul 13.00 sampai 15.30 bertempat di kampus MTs Maarif Cikeruh Jatinangor.

Baban yang merupakan alumni MTs Maarif Cikeruh angkatan ke-2 tahun 1983 ini dilantik menggantikan H Totoh Faeturrohman S.Ag. yang menjabat semenjak tahun 2012.




Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Baban terpilih menjadi kepala sekolah menyisihkan satu calon lainnya Dra Hj. Cucu Rohayati yang juga diusulkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan MTs Maarif Cikeruh. Kedua orng ini kemudian mengikuti seleksi yang diadakan PC LP Maarif pada tanggal 23 Mei 2015.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Komponen yang dinilai dalam seleksi tersebut diantaranya kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, supervisi pembelajaran dan ke-NU-an, yang dinilai oleh Pengurus PCNU, Pengurus LP Maarif dan tim profesional dari luar.

Totoh dalam sambutan terakhirnya menyampaikan bahwa MTs Maarif Cikeruh pada Tahun Pelajaran 2014/2015 memiliki 926 siswa dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 19. Sampai saat ini, panitia PSB sudah menerima 400-an calon siswa. Dia pun berharap agar kepala yang baru bisa membawa MTs Maarif Cikeruh lebih maju lagi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Ketua PCNU mengamanatkan supaya MTs Maarif jatinangor terus membentengi siswa-siswinya dari faham radikalisme. 

"Jatinangor sebagai kawasan pendidikan di Sumedang bahkan Jawa Barat sangat rawan dimasuki berbagai macam faham, termasuk faham radikalisme dan faham yang akan memecah belah NKRI, oleh karena itu hendaknya para siswa diikutkan dengan berbagai macam kegiatan khususnya IPNU dan IPPNU," ujar Sadulloh.

Sadulloh juga menambahkan, bahwa faham Ahlussunnah wal Jamaah sampai saat ini terbukti sangat efektif menjadi perekat keutuhan NKRI. Oleh karena itu faham Ahlussunah wal jamaah an nahdliyyah perlu terus dijaga dan disebarkan, imbuhnya. (ayi abdul qohar/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 7, 2018

Rembug Nasional Guru Madrasah

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Prof Dr H Nur Syam,M.Si mengakui, bahwa hingga saat ini sekolah berbasis agama atau madrasah masih kekurangan guru yang berstatus negeri. Harapan akan terpenuhinya persoalan ini dinilai sangat sulit diatasi. Pasalnya, terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi.

Demikian disampaikan Nur Syam saat menghadiri acara pembukaan Rembug Nasional Guru Madrasah, di lapangan Rampal Kota Malang, Selasa (10/7).




Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rembug Nasional Guru Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rembug Nasional Guru Madrasah

Menurut Nur Syam, masalah pengangkatan guru madrasah masih bergantung pada kebijakan pemerintah secara umum. “Untuk merekrut guru apalagi yang berstatus PNS, pemerintah masih perlu mempertimbangkan soal ketersediaan anggaran serta formasi pegawai yang dibutuhkan,”terang mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meski demikian, pihaknya berharap di Jawa Timur bisa mendapatkan penambahan guru madrasah berstatus negeri. Sebab guru berkaitan erat dengan kualitas madrasah. Keberadaan madrasah akan diakui masyarakat ketika para pendidiknya memiliki kualitas dan profesionalitas sebagai seorang pengajar. Tentu saja yang dipertimbangkan tidak hanya peningkatan standar nasional pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral siswa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebenarnya, kata Nur Syam, keberadaan guru yang berkualitas juga tidak akan memberikan andil maksimal terhadap hasil pendidikan di madrasah ketika tidak ditunjang program lainnya. Adapun beberapa langkah lain itu seperti pengadaan infrastruktur, program kelas percepatan atau akselerasi, serta penggunaan bahasa asing untuk kegiatan sehari-hari.

Diakui Nur Syam, hingga kini keberadaan madrasah masih dipandang sebelah mata dibandingkan sekolah umum lainnya. Oleh karena itu, Nur Syam berjanji, Kementrian Agama akan mengupayakan peningkatan kualitas madrasah sehingga mampu bersaing dengan dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Untuk itu, kata Nur Syam, pihaknya berencana meningkatkan kualitas dengan melakukan akreditasi bagi madrasah di Indonesia yang belum terakreditasi. "Dari 63 ribu lebih madrasah di Indonesia, sudah 53 persen yang terakreditasi dan dikatakan berkualitas. Sementara sisanya sebanyak 47 persen belum terakreditasi," tegasnya.

Menurutnya, akreditasi tersebut penting untuk dilakukan, dalam rangka peningkatan kualitas madrasah. "Selama ini peringkat kualitas madrasah masih dianggap kelas dua, sehingga madrasah jangan mau kalah dengan sekolah umum," ujarnya.

Meski demikian, keberadaan madrasah banyak tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, lanjut Nur Syam, di luar Jawa ada madrasah yang dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar mempergunakan tiga bahasa asing. “Ini bisa menjadi program yang inovatif sehingga mampu mengangkat madrasah bisa go internasional," kata Nur Syam bangga.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mendorong ABG Slamet (16), pelaku pernikahan dini yang menikah dengan Nenek Rohayah (71) untuk meneruskan pendidikannya.




Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

“Saya mendapatkan informasi baik dari Pak Urip, kakak dari Nenek Rohayah, maupun dari surat yang ditandatangani Ananda Slamet, mereka mengatakan menikah di bawah tangan, atau secara siri. Lalu masyarakat di desa mereka telah meminta KUA untuk menerbitkan surat nikah. Tapi Ananda Slamet ini usianya masih anak-anak. Jadi saya meminta Slamet mengikuti kejar paket dan mau sekolah,” papar Khofifah menjawab pertanyaan para wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Khofifah menilai perkawinan usia dini bukan fenomena baru. “Saya rasa ini satu hal yang kita semua prihatin, bukan karena perbedaan usia. Tapi salah satu yang menikah itu masih usia anak,” terang Khofifah.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurutnya berdasarkan UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 saja, ? ditetapkan pernikahan dapat dilakukan oleh laki-laki pada usia minimal 19 tahun.

“Sedangkan Ananda Slamet masih usia 16 tahun. Jadi Kemensos pada saat menerima informasi itu dari sosmed, langsung mengirim tiga orang Saktipeksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial). Saya meminta mereka secara khusus bertemu Slamet dan Nenek ? Rohayah, apa yang sebetulnya terjadi di antara mereka. Saya juga meminta kepada Saktipeksos membawa Ananda Slamet dan Nenek Rohayah ke Puskesma terdekat, untuk diperiksa secara medik kesehatan mereka masing-masing,” lanjut Khofifah.

Terkait dengan permukiman Slamet dan Rohayah, Khofifah meminta Saktipeksos untuk melakukan asesmen agar mereka mendapatkan rumah tinggal layak huni.

“Betapa pun keduanya adalah warga bangsa yang rumah mereka berlantai tanah. Saya meminta untuk dilakukan asesmen kepada keluarga ini untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni sebagai perlindungan sosial kepada mereka. Kita akan intervensi itu. Tapi khusus Ananda Slamet, kami mendorongnya mengikuti kejar paket dan melanjutkan sekolah. ? Ananda Slamet kan drop out kelas dua SD,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Tegal, Kiai Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

Ma̢۪arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama patut berbangga lantaran dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Madrasah Aliyah, ternyata didominasi madrasah dari kalangan lembaga pendidikan Ma’arif.?

Perasaan bangga itu disampaikan oleh Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Akhmad Muzakki, PhD.?




Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma̢۪arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma̢۪arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

“Tahun ini kita layak bersyukur lantaran sejumlah siswa berprestasi adalah dari lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk tingkat Madrasah Aliyah Program IPA, ada nama Alif Kholifah dari MA Mathali’ul Anwar Lamongan dengan nilai UN 57.00. Demikian juga Teguh Ari Wibowo dari MA Abu Dzarrin Bojonegoro dengan total nilai 56.85.

Untuk program keagamaan tercatat Novi Octavia dari MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.35), kemudian Himatul Mukaromah dari MA MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.30).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan dari program SMK terdapat nama Ardi Pranata dari SMK NU I Karanggeneng Lamongan yang mengumpulkan nilai UN 38.20

Melihat hasil sangat istimewa ini, Muzakki menandaskan PW LP Ma’arif NU Jatim patut berbangga.?

“Hasil ini merupakan proses kerja keras para pendidik dalam mengelola kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan,” tandas dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada NU Online (27/5).

“Hasil ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan warga NU menunjukkan kualitas yang lebih baik,” katanya. “Apalagi ? fakta telah menunjukkan dimana jumlah madrasah dan sekolah ? di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jatim mendominasi peringkat tertinggi, tidak terpaut jauh dengan sekolah negeri maupun ? madrasah negeri,” lanjutnya.

Dalam pandangannya, prestasi yang diperoleh madrasah maupun sekolah di atas membuktikan bahwa lembaga pendidikan di bawah LP Maarif telah mampu menunjukkan kualitas yang berdaya saing tinggi pada satu sisi dan disertifikasi kualitas pada sisi yang lain.?

Ada sejumlah pesan penting dari torehan ini yakni pertama bahwa tidak hanya di program keagamaan, Ma’arif berprestasi melalui madrasah-madrasahnya, melainkan juga program umum, baik melalui wadah SMA maupun SMK.

“Kedua, meskipun berstatus swasta, tapi sekolah maupun madrasah di lingkungan Maarif mampu menunjukkan hasil yang tidak kalah baik dibandingkan sekolah negeri walaupun fasilitas pendukung harus diupayakan sendiri tanpa menggantungkan dari anggaran pemerintah atau negara,” kata Muzakki.

Salah seorang komisioner Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini berharap agar prestasi yang diraih tersebut dapat melecut semua madrasah serta sekolah di lingkungan Ma’arif NU.?

“Kita berharap raihan ini kian membuat saling gayung bersambut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU,” pungkasnya. ?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Tegal, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Gunung Kidul, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Warga Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta menggelar "Syawalan dan Pengajian", Ahad (9/8) malam. Penceramah dihadirkan, KH Arif Gunadi menyampaikan sejumlah taushiah, antara lain manusia kuat versi Islam.

"Manusia kuat bukan yang sanggup mengangkat besi dua kuintal dengan sekali jinjing. Namun yang mampu menyingkirkan selimut ketika mendengar adzan subuh.  Ash-Shalaatu khairum minan naum. Sholat lebih baik daripada tidur," papar Kiai Arif.




Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Adapun manusia gagah perkasa, menurutnya, ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Bulan Ramadhan lalu kita dilimpahi umat yang rajin ke masjid. Tapi setelah itu, setan dibebaskan lagi, dan masjid jadi sepi lagi. Seharusnya iman kita semakin meningkat," ujar Kiai Arif pada kegiatan dihadiri Suyanto, Kepala Desa Dengok, peserta Civic Education For Future Indonesian Leadership (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta, dan penduduk setempat itu pula.

Ia menambahkan, ada enam perkara merusak amal. Pertama Al istighlal bi’uyubil kholqi atau sibuk mebicarakan aib orang lain.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya Qaswatul qulub atau keras hati. Contohnya tidak mau mengakui eksistensi orang lain, tidak mau mengakui kebhinekaan seperti perbedaan agama dan lain-lain.

"Lalu Hubbun dunya atau cinta mati terhadap dunia. Saking cintanya dengan dunia, akhirnya melupakan akhirat," ujar dia lagi.

Selanjutnya, Qillatul haya’ atau sedikit rasa malunya. Kemudian Thulul ‘amal atau panjang angan-angan dan Dhulmun la yantahi atau kezaliman yang tak pernah berhenti.

Sebelum pengajian berlangsung di balai desa setempat dimulai, mengalun sholawat nabi dan syiir tanpo waton yang didaraskan hadirin yang ikut kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 31, 2018

Ketum PBNU Tegaskan Empat Spirit Islam Nusantara

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kembali menegaskan makna Islam Nusantara yang kerap disalahpahami sebagian masyarakat, dalam sambutan malam pembukaan Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8).




Ketum PBNU Tegaskan Empat Spirit Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Tegaskan Empat Spirit Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Tegaskan Empat Spirit Islam Nusantara

“Islam Nusantara sama sekali bukan madzhab baru, bukan tsiqah baru, bukan aliran baru,” katanya di hadapan Presiden RI Joko Widodo, serta para pejabat tinggi negara, duta besar negara-negara sahabat, para ulama Timur Tengah, dan puluhan ribu hadirin yang terdiri dari pengurus NU dan masyarakat secara umum.

Menurut Kang Said, sapaan akrabnya, Islam Nusantara merupakan istilah yang merujuk pada khashaish (keistimewaan) keberislaman masyarakat pribumi, yakni Islam yang mampu melebur secara harmonis dengan budaya Nusantara, serta berpegang pada empat spirit.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keempat spirit tersebut, lanjut Kang Said, antara lain ruhud diniyah (spriti keagamaan), ruhul wathaniyah (spirit kebangsaan), ruhut ta’addudiyah (spirit kebhinnekaan), dan ruhul insaniyah (spirit kemanusiaan). Semangat inilah yang dijunjung tinggi Nahdlatul Ulama sepanjang berdiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menyampaikan, umat Islam Indonesia mesti memiliki semangat keagamaan yang tinggi, tanpa keinginan yang berlebihan untuk memformalkannya dalam konstitusi. NU, katanya, hingga kini menegaskan komitmen ketaatannya terhadap konstitusi, siapapun presidennya. Hal tersebut menjadi bagian dari nasionalisme yang menyala di dada warga NU.

Doktor Universitas Ummul Qura Makkah ini juga mengingatkan bahwa umat Islam harus menyadari tentang takdir keberagaman di masyarakat. Apalagi, Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman suku, adat istiadat, agama, dan budaya yang tinggi.

“Di atas sajadah Nusantara inilah kita belajar firman Allah. Walau syaa’llahu laja’alakum ummatan wahidah (Jikalau Allah menghendaki, Allah pasti menjadikan kamu sekalian umat yang satu),” tuturnya mengutip ayat al-Quran.

Islam Nusantara, bagi Kang Said, juga merupakan karakter keislaman yang sangat peduli dan menghormati manusia dan kemanusiaan. “Inilah Islam Ahlussunah wal Jamaah, yang kita warisi dari para auliya terutama Wali Songo,” ujarnya.

Muktamar Ke-33 NU akan berlangsung hingga 5 Agustus 2015 yang digelar di empat pesantren terkemuka di Jombang. Tema yang diusung pada perhelatan akbar NU kali ini adalah "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia". (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 29, 2018

GP Ansor Trangkil Siapkan Reorganisasi Ranting-ranting

Pati, Persatuan Habib Jawa Timur

Pertemuan bulanan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memunculkan masukan agar pengurus setempat fokus melakukan reorganisasi di tiap-tiap ranting GP Ansor di Kecamatan Trangkil.

Forum rutin yang diikuti para alumni program Pendidikan Dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kecamatan Trangkil tersebut juga menjadi ajang silaturahim, konsolidasi antaranggota, dan pembahasan beberapa hal.




GP Ansor Trangkil Siapkan Reorganisasi Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Trangkil Siapkan Reorganisasi Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Trangkil Siapkan Reorganisasi Ranting-ranting

“Kami menyadari, pengurus Ansor memang harus segera dibentuk pembaharuan kepengurusan untuk mengoptimalkan Gerakan Pemuda Ansor. Karena banyak pengurus yang umurnya lebih dari 40 tahun,” ujar ketua PAC GP Ansor Kecamatan Trangkil Abdul Rohim.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pertemuan Ahad (20/3) malam itu juga menyinggung soal agenda pengajian di Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, yang digelar hari ini, 22 Maret 2016. “Kami menempatkan 30 personel Banser untuk acara pengajian nanti,” ungkap ketua Satkoryon Banser Trangkil H Kholil Ismail.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pertemuan kali ini juga dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pati A Itqonul Hakim. Dia mengapresiasi PAC Kecamatan Trangkil yang selalu aktif dalam kegiatan Ansor. Mulai dari pertemuan rutin, pelatihan pencak silat, hingga pelatihan pengelolaan sampah., Menurutnya, banyak instruktur pelatihan Diklatsar di tingkat cabang yang berasal dari PAC GP Ansor Trangkil.

“Trangkil menjadi PAC yang paling aktif organisasinya. Kami sangat antusias terhadap perkembangan di PAC Trangkil ini. Kami juga siap mendukung setiap kegiatan yang telah diprogramkan,” tutur A Itqonul Hakim. (Hasannudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaNu, Internasional, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, January 27, 2018

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Khutbah I




Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya Kîmiyâ’us Sa‘âdah mengatakan bahwa mengenal diri (ma‘rifatun nafs) adalah kunci untuk mengenal Allah. Logikanya sederhana: diri sendiri adalah hal yang paling dekat dengan kita; bila kita tidak mengenal diri sendiri, lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenali Allah? Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam Surat Fusshilat ayat 53 juga ditegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.”

Tentu saja yang dimaksudkan Imam al-Ghazali di sini lebih dari sekadar pengenalan diri secara lahiriah: seberapa besar diri kita, bagiamana anatomi tubuh kita, seperti apa wajah kita, atau sejenisnya. Bukan pula atribut-atribut yang sedang kita sandang, seperti jabatan, status sosial, tingkat ekonomi, prestasi, dan lain-lain. Lebih dalam dari itu semua, yang dimaksud dengan “mengenal diri” adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar:

Siapa aku dan dari mana aku datang? Ke mana aku akan pergi, apa tujuan kedatangan dan persinggahanku di dunia ini, dan di manakah kebahagiaan sejati dapat ditemukan?

Di sini kita diantarkan untuk memilah, mana yang bersifat hakiki dalam diri kita dan mana yang tidak. Serentetan pertanyaan sederhana namun sangat kompleks. Butuh perenungan diri untuk menjawab satu persatu pertanyaan tersebut. Jawabannya mungkin sudah sangat kita hafal, tapi belum tentu mampu kita resapi sehingga menjiwai keseluruhan aktivitas kita.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Untuk mengenali diri sendiri, Imam al-Ghazali mengawali penjelasan dengan menyebut bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat: (1) sifat-sifat binatang (shifâtul bahâ’im), sifat-sifat setan (shifâtusy syayâthîn), sifat-sifat malaikat (shifâtul malâikah).

Apa itu sifat-sifat binatang? Seperti banyak kita jumpai, binatang adalah makhluk hidup dengan rutinitas kebutuhan bilogis yang sama persis dengan manusia. Mereka tidur, makan, minum, kawin, berkelahi, dan sejenisnya. Manusia pun menyimpan kecenderungan-kecenderugan ini, dan bahkan memiliki ketergantungan yang nyaris tak bisa dipisahkan. Watak-watak tersebut bersifat alamiah dan dalam konteks tertentu dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Yang kedua, sifat-sifat setan. Setan adalah representasi keburukan. Ia digambarkan selalu mengobarkan keja¬hatan, tipu daya, dan dusta. Demikian pula orang-orang yang memiliki sifat setan. Sementara yang ketiga, sifat-sifat malaikat berarti sifat-sifat yang senantiasa menerungi keindahan Allah, memuji-Nya, dan mentaati-Nya secara total.

Ringkasnya, kebahagiaan hewani adalah ketika ia kenyang, mampu memuaskan hasrat dirinya, atau sanggup mengalahkan lawan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri—atau paling banter untuk keluarganya. Sedangkan kebahagiaan setan adalah tatkala berhasil mengelabuhi yang lain atau memproduksi keburukan. Sementara kebahagiaan malaikat ialah saat diri kian mendekat kepada Allah dan semua aktivitas merupakan cerminan dari kedekatan itu.?

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa diri manusia layaknya sebuah kerajaan yang terbagi dalam empat struktur pokok: jiwa sebagai raja, akal sebagai perdana menteri, syahwat sebagai pengumpul pajak, dan amarah sebagai polisi.

Syahwat memiliki karakter untuk menarik manfaat, kenikmatan, dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia befungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu. Sementara amarah berfungsi melindungi dari berbagai ancaman atau mudarat, karenanya ia identik dengan karakter berani, cenderung kasar dan keras. Keduanya penting untuk kehidupan manusia. Dengan syahwat manusia tahu akan kebutuhan makan, misalnya; dengan amarah, ia mengerti akan perlunya membela diri ketika serangan mengancam. Namun syahwat dan amarah harus didudukkan di bawah kendali akal dan tentu saja di bawah raja.

Apabila syahwat dan amarah menguasai akal/nalar maka kerajaan terancam runtuh. Sebab susunan “kekuasaan” tak terjalan menurut kontrol seharusnya. Syahwat yang di luar kendali akal dan jiwa akan memunculkan sifat-sifat buruk seperti rakus atau tamak. Sementara amarah yang tak terkendali akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan berlebihan sehingga muncul sikap-sikap membabi buta dan semena-mena.?

Akal pun mesti berada di bawah kendali jiwa atau hati (qalb). Akal memang memiliki potensi yang istimewa: berpikir, berimajinasi, menghafal, dan lain-lain. Bila ia bertindak liar maka potensi akal untuk menjadikan manusia sebagai tukang tipu daya atau semacamnya sangat mungkin. Kalau kita pernah mendengar kalimat “orang pintar yang gemar minterin (memperdaya) orang lain” maka itu tak lain akibat akal bertolak belakang dengan nurani alias tak berada dalam naungan jiwa yang bersih.

Untuk mencapai jiwa yang berkuasa utuh, Imam al-Ghazali menekankan adanya perjuangan keras dalam olah rohani (mujâhadah) demi proses pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs. Jiwa yang jernih akan memicu munculnya cahaya ilahi yang member petunjuk manusia akan jalan terbaik bagi langkah-langkahnya.

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (muhajadah) untuk untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Semoga kita termasuk orang-orang yang lebih banyak belajar mengenali diri sendiri, ketimbang menilai orang lain, untuk menggapai kebahagiaan hakiki.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, January 25, 2018

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pawai kebudayaan tampak meriah dalam peringatan haul perintis Islam di kampung Kranji Kedungwuni, Mbah Nurul Anam. Pawai yang diiringi musik drumben Naga Anom siswa MI Walisongo dan SMP Walisongo menampilkan aneka kesenian seperti Ondel-Ondel dan lainnya.




Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Ratusan warga Kranji, Pekalongan dari pelbagai usia ini ikut serta dalam pawai. Mengawali rangkaian haul, mereka berbaris rapi mengelilingi kampung, Sabtu (10/5) malam. Sedangkan puncak haul digelar Selasa (13/5) yang diisi dengan manaqiban dan pengajian umum di makam kampung Kranji.

Ketua panitia haul Thoriqul Huda menerangkan, kegiatan pawai kebudayaan ini merupakan rangkaian acara peringatan haul Mbah Nurul Anam dan para sesepuh masyarakat Kranji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pawai kebudayaan ini, merupakan hal baru dalam rangkaian kegiatan haul Mbah Nurul Anam. Syukurnya, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” ujar Thoriq yang juga anggota Ansor Kranji.

Haul Mbah Nurul Anam digelar selama empat hari, Sabtu-Selasa (10-13/5). Setelah diawali pawai kebudayaan, haul dilanjutkan dengan sema’an Al-Qur’an dan acara lain sejak Senin hingga Selasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senin kemarin, Fatayat NU sejak pagi menggelar semaan yang terus berlanjut hingga malam harinya dengan pengisi acara berbeda,” kata Thoriq. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung mengadakan aksi galang dana dalam rangka kepedulian terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara. Aksi galang dana dilaksanakan di sejumlah traffick light dan alun-alun Temanggung.

Selain GUSDURian, sejumlah komunitas lain juga bergabung seperti fans Tipe-X, Koforte, dan berbagai kelompok lainnya. "Ini untuk menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kita yang perlu kita tolong," kata Rudi Khoirudin, 27, salah seorang peserta aksi galang dana.




Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Rudi mengatakan, meskipun anak band itu terkenal dengan hal-hal negatif, tetapi kami mencoba menghilangkan kesan itu dengan kegiatan semacam ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain menggalang dana, aksi kepedulian juga dilakukan untuk mendapatkan bantuan logistik, berupa obat-obatan, makanan dan pakaian. Kelompok ini juga telah dua kali mengirimkan bantuan ke Banjarnegara yang disalurkan melalui Posko utama di PGRI Karang Kobar, Banjarnegara.

Koordinator aksi penggalangan dana, Andri Setyowati, mengatakan, penggalangan dana dilakukan dengan menggerakkan sejumlah elemen untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya dalam mengumpulkan semua bantuan yang bisa diakses dari masyarakat. Ia sendiri telah mengirimkan bantuan langsung ke Banjarnegara dalam tahap tanggap darurat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang sudah kita kirim pertama itu obat dan makanan. Itu yang paling dibutuhkan," terangnya.

Ia mengatakan setiap hari seluruh anggota yang tergabung dalam tim sosial ini bergerak di dalam kota Temanggung dan pada sore harinya hasil dari pencarian tersebut langsung dibelanjakan obat dan makanan sebelum dikirim langsung ke posko induk di Banjarnegara.

"Setiap hari kita mengirimkan bantuan, biasanya sore setelah semua terkumpul," lanjutnya.

Mohammad Abidien, 40, salah seorang relawan penggalangan dana mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan bantuannya cukup tinggi. Hal ini mempermudah kinerja relawan untuk mendapatkan dana yang cukup besar.

"Terutama di jalan-jalan, mereka solidaritasnya tinggi. Paling banyak malah yang naik motor, kalau yang bawa mobil itu jarang ngasih," tandas pria pengusaha Bakso Wakikuk ini.

Selain Jaringan GUSDURian, sejumlah elemen yang juga akan mengirimkan bantuan ke Banjarnegara adalah Ehipassiko Kabupaten Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung serta sejumlah elemen lainnya.

"Kita mengumpulkan dana dari relawan yang kemudian kita salurkan ke Banjarnegara," tandas Sofyan Hanjaya, pengurus Ehipassiko.? (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 22, 2018

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pesantren Al-Badri FC tidak bisa dianggap remeh. Buktinya, Nuris United FC harus bersusah payah untuk menaklukkan tim yang bermarkas di Pesantren Al-Badri, Kotok, Kalisat, Jember itu. Sang juara bertahan tersebut baru bisa memastikan kemenangan di injury time babak kedua. Gol semata wayang itu terjadi lewat tendangan penalti.

Kedua tim menyajikan pertandingan menarik dalam babak perempat final Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur? yang dihelat di lapangan Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Sabtu (3/9) tersebut.




Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Serangan silih berganti dilakukan. Sejumlah peluang juga sama-sama diperoleh. Namun tidak berhasil dikonversi jadi gol. Kendati Al-Badri FC sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, tapi hingga 30 menit babak pertama usai, tak sebuah gol pun tercipta.

Di babak kedua, penampilan Nuris United tetap menawan. Namun serangan yang bertubi-tubi dilakukan? barisan depan Nuris United tak mampu menggetarkan jala gawang Al-Badri FC. Pertandingan pun diprediksi akan berlanjut dalam adu tendangan penalti. Tapi memasuki injury time, pemain belakang Al-Badri dinyatakan hands ball oleh wasit saat menyundul bola di kotak penalti sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wasitpun tanpa ragu? mengusir pemain tersebut dengan kartu merah sekaligus memberi hadiah penalti kepada Nuris United FC. Meski sempat terjadi protes yang keras dari para pemain Al-Badri FC, namun wasit bergeming. Richard Rahmad yang menjadi algojo berhasil menunaikan? tugasnya dengan baik.

Di pertandingan lain, Al-Qodiriyah FC berhasil menaklukkan Bustanul Makmur FC dengan skor 2-0. Sementara tuan rumah, Darussalam FC memastikan maju ke semifinal setelah mengelontor Mambaul Huda dengan 4 gol tanpa balas. Sedangkan Al-Mubarok menang tipis atas? Persatuan? Sepak Bola Nurul Jadid (PSNJ),? Probllinggo dengan angka 1-0.

"Babak semifinal insya Allah semakin seru," tukas Wakil RMI Jember kepada? PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, PonPes, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Bangka, Persatuan Habib Jawa Timur. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nur Syam menyebut tumbuh pesatnya radikalisme turut ditopang oleh pembiaran yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Oleh karena itu, seluruh kalangan masyarakat, termasuk pada dai diminta untuk ikut menanggulanginya.

“Aliran baru dan ajaran agama yang keras biasanya lahir karena adanya pembiaran oleh masyarakat terhadap lingkungan sekitar sehingga paham radikalisme bisa berkembang bebas," ungkap Nur Syam saat menjadi narasumber ahli dalam kegiatan Pelibatan Dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Kamis (29/9).




Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Nur Syam menambahkan, radikalisme bisa semakin berkembang karena adanya pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Di sini pentingnya dai dilibatkan. Dai harus bisa mensyiarkan Islam dengan santun untuk menggerus anggapan Islam mengajarkan kekerasan, untuk menghilangkan stigma Islam sebagai agama mendukung terorisme," tambah Nur Syam.

Masih terkait pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan, hal ini disebut Nur Syam banyak ditemukan pada artikel-artikel di dunia maya. Oleh karena itu Kementerian Agama mendorong dai untuk mengubah pola dakwah yang dilakukannya.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Manfaatkan teknologi. Sekarang banyak artikel yang menyebut Islam seolah-olah mendukung terorisme di website-website. Dai bisa mengcounter itu dengan membuat website juga, memperbanyak artikel-artikel tentang keislaman yang santun di dunia maya," tegas Nur Syam.

Pelibatan dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini juga menghadirkan 3 narasumber lainnya, yaitu Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Syeikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung Hatamara Rasyid, Tokoh Agama Bangka Belitung H. Nasrin, dan Direktur The Nusa Institute Mulyono Lodji. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Halaqoh, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 21, 2018

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?




Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Tegal, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 20, 2018

PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur. Meski jadual Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur semakin dekat, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara kelembagaan bersikap tidak memihak menempatkan NU secara bijak, sehingga dampak Pilgub tidak memecah persatuan warga dan pengurus NU.




PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak

Demikian dalam rapat pleno PWNU Jatim yang dihadiri gabungan Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan Badan Otonom NU serta Mustasyar dan A’wan, Rabu (16/1) di kantor PWNU Jatim di Surabaya, seperti disampaikan Humas PWNU Jatim Nurhadi.

Dalam rapat pleno dari unsur Syuriyah tersebut hadir KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais), KH Syafruddin (Katib), KH Abdul Matin, KH Nuruddin, KH Hasyim Abbas, dan KH Abdurrahman Nafis, dan KH Farihin.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sedangkan dari Tanfidziah antara lain KH Mutawakkil Alallah (Ketua), H Masyhudi Muchtar (Sekretaris), H A Wahid Asa, KH Jazuli Nur,Prof H Son Haji, H Sholeh Hayat, H Sidiq AR, H Abdi Manaf, H Kikin A Hakim dan H M Thohir dan lainya. Hadir juga Mustasyar KH A Sadid Jauhari,KH Abd Ghofur, Habib Zen Al Kaf.    

“Kebijakan ini memang sesuai khittah Nahdlatul Ulama yakni sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakat manapun juga. NU berharap Pilgub berjalan demokratis, konstitusional dan mampu membawa Jawatimur menjadi lebih baik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi penduduk jatim bersama,” demikian dalam rilis pers yang disampaikan Humas PWNU Jatim.

Persatuan Habib Jawa Timur

PWNU Jatim berada pada posisi nol, tidak memihak, tidak terikat dan tidak mendukung. Namun, bukan berarti NU Jatim tidak mau tahu persoalan yang sedang bergulir. Tetapi menempatkan NU  sebagai pengayom, penasehat dan pendamping bagi umat. NU Jatim ikut juga menjaga proses politik pemilihan gubernur Jatim yang akan diselenggarakan pada 29 Agustus 2013 nanti agar berjalan sesuai dengan etika dan akhlak karimah.   

PWNU dan segenap jajarannya disemua jenjeng dan warga NU se Jatim bertekad mensukseskan pilgub Jatim. Namun secara organisatoris tidak dalam posisi digunakan mendukung atau menolak calon Gubernur dan wakil. Dan yang terpenting PWNU akan mendukung setiap pimpinan daerah yang terpilih secara baik dan sah.  

Pigub Jatim sebagai proses politik kenegaraan harus disikapi secara dewasa , cerdas, dan proporsional dengan mengedepankan utuhnya NKRI. Untuk itu, Keutuhan dan kekokohan jamaah NU wajib juga dijaga dan merupakan syarat mutlak yang harus diusahakan dalam menangkal kemungkinan munculnya konflik, khususnya antara warga NU sebagai akibat dari perbedaan aspirasi dalam proses PIlgub Jatim.  

PWNU juga menyarankan agar semua lembaga, lajnah dan Banom agar tidak membawa simbol-simbol NU serta pengurus NU terutama jajaran tertinggi syuriah dan tanfidziah agar tidak terlibat dalam dukung mendukung calon. Apabila ada suara yang mendukung calon tertentu yang mengatasnamakan NU, merupakan atas nama pribadi bukan atas nama organisasi. Karena memang setiap warga Negara Indonesia termasuk warga NU juga mempunyai hak politik yang sama diatur dalam Undang-Undang.   

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pahlawan, Tegal, Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur