Showing posts with label Kyai. Show all posts
Showing posts with label Kyai. Show all posts

Tuesday, February 13, 2018

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

Banda Aceh, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Lakpesdam NU Aceh terus mendorong kerja-kerja kemanusiaan yang melibat sejumlah komunitas beragama di Aceh. Akhir pekan ini, mereka menggelar senam sehat dan donor darah di SD Negeri 20 Gampong Mulia Banda Aceh, Banda Aceh, Ahad (13/3) pagi.

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerja sama pihak Lakpesdam NU Aceh, Yayasan Hakka Aceh, Bank Mandiri KK Peunayong, PMI, dan Ahlul Bait Gampong Mulia.




Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

"Melalui program sehat dalam keberagaman ini kita berharap masyarakat sekitar ikut termotivasi untuk menjaga kesehatan salah satunya dengan senam dan donor darah," ujar Marini.

Ketua panitia acara Syukriadi menambahkan, para peserta senam berasal dari sekitar Gampong Mulia, Laksana, Peunayong, Lampulo, seputaran Kuta Alam, dan bahkan Situi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami selaku tuan rumah merasa puas karena masyarakat sangat antusias untuk hadir dan mengikuti semua kegiatan. Semoga nanti kami bisa mengumpulkan darah lebih dari 100 kantong," tambah Syukriadi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara kegiatan senam Tai Chi ini dipandu oleh Wulung, salah satu praktisi Tai Chi di Banda Aceh. Ia merupakan salah seorang pengurus yayasan Hakka Aceh.

"Senam Tai Chi 24 sangat populer di Cina karena sangat membantu untuk memperlancar aliran  darah kita. Semoga kita bisa latihan sama-sama di Banda Aceh setiap hari Rabu dan Sabtu di sasana barongsai Golden Dragon Aceh di belakang Gereja Methodis Gampong Mulia,” tambah Wulung didampingi Ketua Yayasan Hakka Aceh Aky. (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Doa, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 10, 2018

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

New York, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kalangan muslim di New York mengharapkan pesantren-pesantren ataupun yayasan-yayasan Islam di Nanggroe Aceh Darussalam perlu diperkuat, terutama dalam pendanaan sehingga mereka juga mampu menampung lebih banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Dalam suatu pertemuan untuk membahas bencana tsunami Asia di New York, Jumat, sejumlah perwakilan organisasi muslim seperti Islamic Centre of New York, Muslim Student Asociation (MSA), dan komunitas-komunits muslim di kota tersebut menyatakan cemas dengan masa depan anak-anak Muslim di Aceh.

Keprihatinan tersebut ditambah lagi dengan kabar bahwa sejumlah anak telah dibawa keluar Aceh oleh orang yang tidak dikenal, bahkan ada dugaan menjadi korban eksploitasi. "Kami cukup prihatin dengan banyaknya anak di Aceh yang menjadi yatim piatu," kata Ketua Islamic Center of New York, Shamsi Ali dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip ANTARA.

Masyakarat Muslim di New York, katanya, saat ini terus melakukan penggalangan dana yang antara lain akan disalurkan bagi organisasi yang menyantuni anak-anak yatim piatu tersebut. Shamsi Ali sendiri pekan ini merencanakan akan ke Aceh untuk membawa sumbangan dari komunitas Muslim New York dan menemui sejumlah yayasan yang siap menampung dan mendidik anak-anak korban
tsunami tersebut.

"Kami ingin yayasan Islam itu memiliki kemampuan, dan kami di New York siap untuk memberi dukungan dana," kata Shamsi. Ia juga mendukung sikap Pemerintah RI yang melarang anak-anak yatim piatu Aceh dibawa keluar Aceh, dan ketetapan bahwa anak Muslim harus diadopsi oleh keluarga Muslim juga dengan sejumlah persyaratan.

Kalangan Muslim di New York juga merencanakan suatu penggalangan dana besar-besaran pada 13 Februari mendatang untuk korban tsunami tersebut. Sementara ini dari komunitas Muslim New York sudah terkumpul dana lebih dari 100.000 dolar AS untuk Aceh. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw




Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).




RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

“Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafi’atul Umami, Ph.D.

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. “Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing,” ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 6, 2018

SMK Al-Falah, SMK NU di Pati Kidul dengan Segudang Prestasi.

22 tahun sudah SMK Al-Falah berkiprah di dunia pendidikan. Sejak berdiri tahun 1995, sumbangsihnya dalam mencerdaskan anak bangsa begitu besar.

Di bawah naungan yayasan pendidikan Islam Al-Falah- yang yang didirikan oleh KH Habib Hasan, tokoh NU kecamatan Winong,SMK Al-Falah mengarungi masa hingga tak terasa sudah berkembang sedemikian rupa. Dari data resmi terbaru siswa Al-Falah berjumlah 1345 yang berasal dari berbagai penjuru Pati.




SMK Al-Falah, SMK NU di Pati Kidul dengan Segudang Prestasi. (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Al-Falah, SMK NU di Pati Kidul dengan Segudang Prestasi. (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Al-Falah, SMK NU di Pati Kidul dengan Segudang Prestasi.

Pada awal berdirinya SMK Al-Falah hanya membuka jurusan akuntansi. Namun, ? seiring dengan antusiasme masyarakat dan tuntutan pendidikan yang mesti menyesuaikan perkembangan zaman maka dibukalah jurusan teknik komputer dan jaringan, otomotif, farmasi dan teknik mesin.

SMK yang dipimpin oleh Mukhlisin ini, memiliki fasilitas yang terbilang lengkap. Di dalamnya, terdapat 35 kelas, masjid, asrama, aula, laboratorium komputer, perpustakaan, lap. futsal, lap. bola volley, lap. basket. minimarket, gedung teater, klinik dan masih banyak lagi lainnya. ?

Tenaga pengajar yang dimiliki SMK Al-Falah berjumlah 70 orang dengan beragam disiplin ilmu. Latar belakang mereka dari berbagai universitas terkemuka seperti Undip,UGM, UMY, IKIP Malang dan lainnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dengan fasilitas yang lengkap, tenaga pengajar yang profesional juga sistem pendidikan yang terpadu, tentu sudah semestinya SMK Al-Falah masuk dalam daftar sekolah idaman.

Bagi masyarakat Winong dan sekitarnya sudah sangat mengenal dengan SMK Al-Falah, yang beralamat di Jl. Winong-Pucak Wangi, RT 01 desa Pekalongan, Kec. Winong, Kab. Pati. Lingkungan khas alam pedesaan pantura yang sangat asri dan sejuk, menciptakan suasana belajar mengajar siswa sangat kondusif membuat para siswa semangat belajar dalam kesehariannya.

Bukti nyata dari kesungguhan siswa tersebut bisa dilihat dari jejeran piala, medali juga piagam yang tertata rapi di lemari kantor SMK Al-Falah.

Persatuan Habib Jawa Timur

Piala, medali juga piagam tersebut adalah prasasti atas prestasi siswa Al-Falah baik tingkat nasional maupun lokal diberbagai bidang di antaranya adalah juara 1 teater nasional tingkat SMU/sederajat, juara 1 futsal Bupati Pati cup tingkat SMU/sederajat, juara 1 marathon se-Karesidenan Pati tingkat SMU/sederajat, juara 1 festival film pendek, juara 1 bola volley se-Kecamatan Winong tingkat SMU/sederajat, juara 3 lomba karya tulis ilmiah se-Jateng dan DIY tingkat SMU/sederajat.?

Dengan sederet pencapaian prestasinya ini tentu bisa menjadi tolak ukur betapa Al-Falah mampu memberi warna di kancah pendidikan Indonesia. Dengan beragam keunggulan yang dimilikinya seperti fasilitas belajar dan ruang praktik yang representatif, tenaga pengajar yang profesional, kurikulum terpadu, biaya pendidikan yang terjangkau juga sederet prestasi yang telah diraihnya SMK Al-Falah memiliki visi menjadi SMK rujukan.?

"Al-Falah bervisi menjadi SMK rujukan, mohon bantuan dan doanya," ujar Mukhlisin ketika memberi sambutan dalam reuni alumni angkatan 1997, 1998, dan 1999 yang digelar awal Juli lalu. Alumni SMK Al-Falah bertebaran di mana-mana. Tak sedikit yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan banyak juga yang langsung diserap oleh dunia usaha.

Sebagai lembaga pendidikan yang bernaung di bawah LP Maarif NU tentu SMK Al-Falah sangat konsisten menjaga dan mewariskan aqidah, nilai-nilai dan tradisi NU.

Untuk mewujudkan amanah mulia itu SMK Al-Falah menerapkan sistim pendidikan terpadu, perpaduan antara kurikulum Kemendikbud dan kurikulum pesantren salaf NU. Untuk kurikulum Dikbud diterapkan dari pagi sampai menjelang sore yang selanjutnya menerapkan kurikulum pesantren salaf seperti hadist, fiqh, tafsir, nahwu, sharaf, sirah, muhadarah dan lainnya.?

Selain itu ada kegiatan mingguan, bulanan dan tahunan khas NU seperti tahlilan, barzanji, manaqiban juga peringatan haul. Adapun ektrakurikulernya ? meliputi kegiatan wajib dan pilihan. Kegiatan wajibnya pramuka, sementara pilihannya banyak; karate, marawis, drama, teater, marchind band, jurnalistik, kajian ilmiah dan tari Nusantara.

Selain itu ada juga kegiatan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah di antaranya renang, ziarah ke makam orang-orang shaleh juga studi banding.

Dengan gemblengan yang sedemikian komplitnya, para siswa diharapkan kelak siap menjadi pengawal aqidah aswaja dan mentransformasikan kemampuan dan keterampilannya ketika sudah berada di tetengah masyarakat.(Alfathiy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kyai Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 5, 2018

Berharap pada Sidang Itsbat

Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H tahun ini di kantor Kementerian Agama Jakarta mungkin terasa agak berbeda jika benar Muhammadiyah tidak ikut. Namun kalau pun Muhammadiyah ikut, apa perlunya? Mereka sudah lebih dulu menetapkan awal bulan jauh sebelum sidang itsbat digelar.

Benar keluhan Muhammadiyah bahwa kedatangan mereka tidak akan dihiraukan oleh Menteri Agama yang memimpin sidang itsbat. Muhammadiyah dipersilahkan berbicara, tetapi aspirasi mereka tidak akan dipertimbangkan dalam keputusan sidang itbat.?




Berharap pada Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap pada Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap pada Sidang Itsbat

Muhammadiyah pernah menetapkan awal bulan berdasarkan rukyatul hilal. Namun kemudian mereka berubah drastis. Saat ini Muhammadiyah menetapkan bawa awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah ditentukan berdasarkan pada hasil hisab saja, tepatnya berdasar pada kriteria wujudul hilal. Secara awam kriteria ini barangkali bisa dijelaskan bahwa asal hilal sudah berada di atas ufuk atau di atas ketinggian nol derajat pada saat matahari terbenam pada tanggal 29, maka keesokan harinya berarti sudah masuk awal bulan, tanpa perlu mempertimbangkan apakah hilal bisa dilihat atau tidak.

Sementara sidang itsbat Kementerian Agama menetapkan awal bulan berdasar pada dua kriteria; hisab dan rukyat. Jika dua kriteria ini dipakai sekaligus, maka otomatis rukyatlah yang dimenangkan, dan hisab hanya menjadi pemandu pelaksanaan rukyat. Wajar jika keinginan Muhammadiyah yang hanya berpedoman pada hisab tidak akan dihiraukan dalam sidang ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Standar keputusan sidang itsbat dengan dua kriteria, hisab dan rukyat, telah dikukuhkan dalam keputusan Ijtima’ Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 16 Desember 2003 lalu yang sebenarnya juga dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah. Pada pertemuan dengan Kementerian Agama di Cisarua Jawa Barat 2011 yang juga dihadiri perwakilan Muhammdiyah bahkan telah dibahas mengenai kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan atau batas minimal posisi hilal yang bisa diamati. Namun Muhammadiyah tetap bersikeras pada keputusan organisasi. Mereka hanya memakai hisab saja.

Persoalannya barangkali terletak pada cara memahami dalil syariat mengenai rukyat dan hilal. Muhammadiyah menyatakan tetap memakai rukyat, tapi ruyat bil ilmi, atau rukyat dengan ilmu hisab dan tidak harus menggunakan penglihatan secara langsung. Sementara bagi NU rukyat harus menggunakan penglihatan. Ada penjelasan yang agak rumit dari NU bahwa kata “ra’a” dalam bahasa arab mempunyai dua bentuk masdar: “ra’yun” artinya berpikir atau berpendapat dan “ruyah” artinya melihat dengan mata. Rukyat bil ilmi yang dimaksud oleh Muhammdiyah mendekati apa yang disebut ra’yun, sementara dalam semua redaksi hadits yang menjelaskan penetapan awal bulan semua memakai kata ruyah.?

Lalu soal hilal, bagi NU, hilal dibedakan dengan qamar (bulan). Hilal adalah cahaya dari bulan yang bisa dilihat dari bumi, dalam bahasa astronomi disebut dengan crescent atau bulan sabit. Syarat dinamakan hilal haruslah bisa dilihat, tidak hanya bisa diperkirakan dengan ilmu hisab. Maka kemudian NU menerima kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan. Bahwa hilal hanya bisa dilihat jika sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat ini.

Sebenarnya dengan menerima kriteria imkanur rukyat ini, NU telah menurunkan standar, tidak hanya berdasar pada rukyat, tapi rukyat yang didukung oleh imkanur rukyat. Negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan. Itu pun oleh pakar astronomi Indonesia masih mau dinaikkan menjadi 4 atau 5 derajat, karena hilal dalam ketinggian dua derajat itu belum pernah ada. Namun dengan menerima kriteria imkanurrukyat itu berarti NU menyatakan bahwa jika ada warga NU yang melaporkan telah berhasil melihat hilal pada saat belum imkanur rukyat, maka laporan dapat ditolak, karena secara astronomi hilal tidak akan bisa di lihat dari bumi. Ini persis seperti Ramadhan tahun ini dimana posisi ketinggian hilal dinyatakan tidak imkanur rukyat. Maka dengan ini NU juga lebih ketat dalam menerapkan hisab. Namun Muhammadiyah masih keras hati.

Jalan penyatuan awal bulan Islam di Indonesia masih panjang. Jika pun kemudian Muhammadiyah menerima hisab dengan kriteria imkanur rukyat atau wujudul hilal plus 2 derajat, seperti dipakai oleh Persis saat ini, persoalan belum akan selesai. Bagi NU dan beberapa ormas lain dan juga Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), penetapan awal bulan harus berdasar pada hisab dan rukyat. Dan sekali lagi, ketika hisab dan rukyat dipakai sekaligus maka rukyat akan menang, dan hisab dengan kriteria imkanur rukyat pun tidak akan menjadi pertimbangan penting dalam penetapan awal bulan.

Konferensi Alim Ulama NU di Cipanas, Jawa Barat pada ? 1954 silam yang membahas persoalan waliyyul amri atau pemerintahan yang sah secara Islam, telah menegaskan bahwa salah satu kewenangan? dari pemerintah yang sah adalah menetapkan (itsbat) awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama merealisasikan kewenangan? ini dengan sangat bijaksana, yakni dengan menggelar sidang itsbat yang menghadirkan perwakilan organisasi Islam yang ada di Indonesia.

Maka sebenarnya sidang itsbat adalah pintu harapan untuk menyamakan persepsi mengenai kriteria penetapan awal bulan. Pemerintah tidak jumawa dalam memegang kewenangan.

Sayang, sidang itsbat tidak lagi dipercaya. Muhammadiyah menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat. Bahkan secara berseloroh Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak akan mengikuti sidang itsbat, selamanya.

Atau jika sidang itsbat dinilai tidak terlalu kondusif, terlalu terburu-buru karena harus memutuskan awal bulan pada saat itu juga, maka Kementerian Agama, MUI dan ormas-ormas Islam harus bertemu di luar sidang itsbat itu. Pertemuan antar ormas Islam untuk membahas soal ini memang sudah sering dilakukan, dan belum menemukan titik temu. Namun titik temu itu harus terus dicari, dan harus ditemukan. Kehadiran para pakar astronomi dari berbagai ormas Islam maupun dari lembaga formal seperti LAPAN, Observatorium Bosca dan Bakosurtanal dalam sidang itsbat atau apapun namanya bisa mempercepat penemuan titik temu itu.

A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Membandingkan Kepemimpinan

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Raymond White menuliskan sekitar 40 tahun yang lalu, bahwa ada perbedaan antara kepemimpinan (leadership) Richard Nixon dengan John F. Kennedy. White menggambarkan kepemimpinan model Nixon itu sebagai kepemimpinan kepala kelasi (boatswain). Ia memimpin para kelasi di ruangan bawah untuk menimba air yang masuk akibat badai dan membuangnya ke laut. Sepanjang waktu badai berlangsung ia harus siaga memimpin para kelasi untuk menjaga agar kapal mereka tidak sarat dengan air yang dibawa badai itu. Kalau ia lupa sekitar 15 menit saja, kapal yang ditumpanginya akan tengelam. Artinya, ia harus menjaga, dengan kepemimpinannya itu agar keselamatan kapal laut mereka tidak tenggelam dalam perjalanan. Kepemimpinan seperti ini sangat diperlukan dalam berbagai bidang.




Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membandingkan Kepemimpinan

Tentu saja model kepemimpinan seperti Nixon itu berbeda dari kepemimpinan Kennedy. Kalau White menamai kepemimpinan Nixon sebagai kepemimpinan yang sibuk dengan hal-hal teknis, maka kepemimpinan Kennedy justru sebaliknya. Hal itu digambarkan White sebagai kepemimpinan nahkoda kapal di anjungan kemudi. Seorang nahkoda melihat laut luas di hadapan matanya. Ketika cuaca menjadi gelap, angin mulai bertiup kencang dan hujan mulai turun, sang nakhoda akan memerintahkan sauh dibuang ke laut untuk menahan agar supaya kapal tetap berada di tempat dan layar mulai digulung agar kapal laut itu tidak dibawa angin kemana-mana. Sang nahkoda sendiri kembali ke kabinnya dan tidur di sana. Nanti, setelah ia bangun dari tidur, cuaca sudah baik, badai sudah berlalu dan angin sepoi-sepoi saja yang terasa, maka ia pun memerintahkan sauh diangkat dari laut, dan layar dikembangkan kembali. Kepemimpinan seperti ini tidak terlalu terpaku oleh rincian-rincian, melainkan lebih memperhatikan ke arah mana kapal laut harus diarahkan.

Contoh lain yang dapat dikemukakan di sini, terjadi ketika penulis masih menjadi santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Kabupaten Jombang. Tiap Jum’at dan Selasa siang, sehabis dzuhur atau sekitar jam 1 siang hingga jam 4 sore penulis mengaji kepada kakeknya dari Ibu, KH. M. Bisri Syansuri di Denanyar, Kabupaten Jombang. Pada suatu ketika seorang pemimpin lokal Nahdlatul Ulama (NU) menunggu dengan sabar hingga acara penulis mengaji selesai di waktu Ashar itu. Ia lalu mengatakan kepada Kiai Bisri, bahwa ia mempunyai delapan orang anak dan berniat berqurban bagi mereka. Namun uangnya hanya cukup untuk membeli seekor lembu. Padahal sesuai dengan ketentuan fiqh/ hukum Islam, binatang itu hanya dapat dijadikan qurban bagi tujuh orang anaknya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Bisri menyatakan kepadanya, bahwa ia harus memilih antara dua hal: menunda qurban hingga tahun depan atau berqurban tahun ini hanya untuk tujuh orang anak. Orang itu pun dengan mata kuyu dan muka sangat sedih segera meninggalkan tempat itu. Kiai Bisri meminta kepada penulis artikel ini, untuk membonceng di atas sepeda orang tersebut mengantarkan ke rumah ipar Kiai Bisri yaitu Kiai A. Wahab Chasbullah, Ra’is ’Aam atau orang pertama NU. Penulis membonceng orang itu di atas sepedanya ke Tambak Beras, empat kilometer jauhnya. Di sana penulis menyatakan kepada Kiai Wahab, bahwa orang itu disuruh Kiai Bisri untuk bertemu dengan sang ipar. Orang itu lalu menyampaikan kepada Kiai Wahab seperti apa yang dikemukakannya kepada Kiai Bisri.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Wahab lalu menanyakan, apakah ia punya uang untuk membeli seekor lembu dan seekor kambing? Orang itu menyatakan, bahwa ia mempunyai uang sejumlah itu. Kata Kiai Wahab, lembu itu dapat dijadikan qurban untuk tujuh orang anak. Adapun kambing digunakan sebagai binatang ancik-ancik (alat untuk mencapai sesuatu yang tinggi) bagi anak ke delapan. Orang itu lalu sangat gembira dengan “pemecahan” seperti itu. Ia keluar dari rumah Kiai Wahab dengan senyum gembira. Kiai Wahab telah memperlihatkan kepemimpinannya pada saat itu. Berkat kepemimpinan itu, ia membuat sang pengurus lokal NU itu sangat bergembira dan tentunya merasa berhutang budi pada Kiai Wahab seumur hidupnya.

Sudah tentu kepemimpinan seperti itu, memiliki dimensinya masing-masing. Hal ini terlihat ketika Bung Karno merencanakan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Kiai Wahab menerima gagasan itu, karena NU adalah satu-satunya kekuatan politik formal gerakan Islam yang masih ‘bertahan’ dalam dunia politik. Kalau gagasan itu ditolak, maka dalam DPR-GR yang akan dibentuk itu, tentu tak ada wakil gerakan Islam. Karena itu ia menerima gagasan tersebut. Ini bertentangan dengan iparnya sendiri, Kiai Bisri yang menjadi Wakil Ra’is ‘Aam atau orang kedua dalam NU. Menurutnya, DPR yang dibubarkan Soekarno adalah hasil pemilu tahun 1955. Kalau itu dibubarkan maka sebagai gantinya, lembaga perwakilan rakyat tersebut haruslah hasil sebuah pemilu. Kiai Bisri dan Kiai Wahab bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing, sehingga berbulan-bulan lamanya tidak ada keputusan tentang hal itu. Baru kemudian Kiai Wahab menyatakan secara formal bahwa ia menerima gagasan tersebut, sedangkan Kiai Bisri tetap menolak gagasan itu. Hingga berakhirnya Demokrasi Terpimpin dua orang itu menunjukkan kepemimpinan yang saling berlawanan, bukan?

*) Pernah dimuat di Sindo, 20 Febuari 2008

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Amalan, Kyai Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 2, 2018

Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas-Konbes NU 2017

Lombok Barat, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 berujung di Pondok Pesantren Darul Quran Kecamatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

Usai sidang pleno dan pengesahan hasil Munas-Konbes NU 2017, forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU ini ditutup secara resmi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia mengingatkan tentang pentingnya tindak lanjut dari forum Akbar ini melalui tindakan nyata.




Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas-Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas-Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas-Konbes NU 2017

"Musyawarah saja tidak cukup tanpa diiringi dengan kerja keras," pinta Kalla yang sebelum pidato melakukan prosesi serah terima naskah rekomendasi dari Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyerahkan Naskah Rekomendasi Hasil Keputusan Munas-Konbes NU 2017 kepada Wapres.

Kalla mengapresiasi hasil Munas-Konbes NU dan berterima kasih atas sejumlah masukan kepada Pemerintah yang ia nilai positif bagi perbaikan bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Kalla memaparkan gejala kian menguatnya Islam di Indonesia dibandingkan 10-20 tahun  silam. Ia juga mengungkap beberapa tantangan kaum Muslimin seperti radikalisme, modernisasi, dan ekonomi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sidang pleno forum yang mengusung tema “Mengokohkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga” ini diisi laporan dari sidang-sidang komisi, antara lain Bahtsul Masail Maudluiyah (pembahasan isu-isu tematik-konseptual), Bahtsul Masail Waqiiyah (pembahasan isu-isu aktual), Bahtsul Masail Qanuniyah (pembahasan soal perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi. Sebelumnya diskusi intensif  dilaksanakan masing-masing komisi di forum terpisah, Jumat (24/11).

Forum yang dihelat selama tiga hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah di bidang ekonomi dan kesejahteraan, pencegahaan dan penanggulangan radikalisme, kesehatan, pendidikan, serta politik dalam negeri dan internasional.



PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



(Baca: Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017)  





Selain di Islamic Center NTB sebagai lokasi pembukaan, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Quran, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Upacara penutupan Munas-Konbes NU dihadiri peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU. Acara dipungkasi dengan doa oleh Mustasyar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badrudin. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, Sabtu (25/1) malam, menggelar tahlilan dan shalat gaib atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH MA Sahal Mahfudh.




PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Ketua PWNU Sumut? H Ashari Tambunan mengatakan, NU dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh ulama kharismatik yang memiliki pengetahuan sangat luas. Menurutnya, Kiai Sahal Mahfudh adalah seorang ulama isitiqamah dan hidupnya semata-mata untuk umat.

“Kiai Sahal mampu menegakkan khittah NU 1926 dengan menjaga kebersihan dirinya dari kepentingan politik praktis. Sampai akhir hayatnya, Kiai Sahal tidak pernah tergiur untuk masuk partai politik. Figur seperti ini sangat langka di negeri ini. Karena itu, kita sangat kehilangan Kiai Sahal,” ungkap Ashari Tambunan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia mengajak Nahdliyin di Sumut agar tetap menjadikan Kiai Sahal sebagai panutan. Sebab, sosok Kiai Sahal dikenal sebagai ulama yang santun, moderat, dan toleran, namun tegas dalam penegakan akidah. Sehingga pemikirannya bisa diterima oleh semua generasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, tambah Ashari, Kiai Sahal punya pengetahuan dan penguasaan yang luas di bidang fiqih sosial, kenegaraan, dan ekonomi. “Karenanya, Kiai Sahal mendapat gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut H Imron Hasibuan dalam kesempatan itu mengatakan, Kiai Sahal merupakan tokoh yang tetap mampu menjaga kehormatan ulama. “Beliau tidak pernah tergoda oleh hal-hal duniawi seperti tawaran kekuasaan di bidang politik yang terus menghampirinya. Kiai Sahal lebih memilih mengurusi umat lewat MUI, NU dan pesantren yang diasuhnya di Pati, Jawa Tengah,” tutur Imron.

Tahlilan dan shalat gaib untuk kiai sahal dilaksanakan di aula kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batang Hari Medan. Tahlilan diikuti ratusan warga NU yang datang dari Binjai, Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan. (Hamdani Nasution/Mahbib)

?

Foto: Kiai Sahal bersama para kiai dalam sebuah Munas Alim Ulama di Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur

Menyeruaknya tuntutan seputar penghapusan lembaga sensor film di Indonesia, membuat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kebakaran jenggot. Betapa bahaya tuntutan semacam itu bila dikabulkan.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengingatkan, adanya tuntutan untuk menghapuskan lembaga sensor itu merupakan salah satu bentuk perang opini.




Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Ia mengharapkan agar umat Islam memperhatikan masalah itu. “Sebab kalau mereka menang, bisa lepas semua aturan-aturan yang ada. Mau jadi apa negara ini,” katanya saat ditemui Persatuan Habib Jawa Timur di Kanwil NU Jatim pada Rabu (23/1) lalu.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Sekarang ini masih ada badan sensor saja kita bebas menikmati tayangan berbau kekerasan, pornografi, dan lainya. Apa jadinya kalau lembaga itu tidak ada,” lanjutnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Kedungtarukan Surabaya itu, bencana yang telah sekian banyak mengoyak negeri ini adalah akibat dari semakin jauhnya masyarakat dari kebenaran.

"Masyarakat sudah terlanjur jauh dari agama dan kejujuran. Kini, malah muncul tuntutan semacam itu, yang malah akan membuka pintu bencana lebih besar lagi," katanya.

Kiai Miftah meyakini, sebagian kalangan yang menginginkan dihapuskannya lembaga sensor itu akibat otak mereka telah dicuci oleh para “juragan”. Menurutnya, setiap gerakan yang merusak keyakinan masyarakat, baik berupa narkoba, aliran sesat maupun penghapusan lembaga sensor, dipastikan ada juragan besar di belakangnya.

Merekalah yang mengatur dan membiayai gerakan itu. “Tujuannya agar Indonesia semakin mumet. Kalau sudah begitu akan mudah dikalahkan,” tandasnya.

Ada indikasi kesengajaan untuk memancing perkara peka semacam itu. Sebab penduduk muslim di Indonesia adalah terbesar di seluruh dunia, demikian juga ormas Islamnya, yang terbesar di seluruh dunia. Jika rusak Indonesia, maka rusak pula sebagian besar umat Islam di dunia.

Oleh karena itu, secara tegas Kiai Miftah mengambil sikap mengharapkan agar lembaga itu tetap dipertahankan. Keberadaannya sebagai filter budaya dan akhlak bangsa masih sangat dibutuhkan di negeri ini.

Bahkan tidak hanya itu, ia mengharap agar posisinya diperkuat dan kontrol semakin diperketat. “Kita harus menutup setiap pintu kemungkinan mereka memanfaatkan celah,” kata Kiai Miftah. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kyai, News, Pesantren Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 1, 2018

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Madiun, Persatuan Habib Jawa Timur?



Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JHQ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyelenggarakan simaan kubro huffadz di Pendopo Muda Kabupaten Madiun Sabtu (15/10/16). Agenda ini merupakan kegiatan ke-37 kalinya yang melibatakan 300 huffadz.

Ketua JQHNU Madiun KH Khoirudin Thohir berharap agar para huffadaz tetap menjaga Al-Qur’an dengan terus memaksimalkan forum sillaturrahim yang difasilitasi NU dan Pemerintah Kabupaten Madiun.




Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Lebih dari itu, para huffadz juga memiliki tanggung jawab keilmuan dengan menebarkan wahyu Allah kepada masyarakat luas, khususnya Kabupaten Madiun.?

Oleh karenanya, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun KH Shodiq mengajak seluruh masyarakat untuk memasyarakatkan Al-Qur’an.?

“Mari seluruh jamaah tetap istiqomah berjuang di jalan Allah SWT dengan dilandasi semangat Al-Qur’an dan spirit hijrah di bulan Muharam ini,” ajak kiai sepuh Madiun ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

Bupati Madiun Muhtarom merasa bersyukur di tengah kesibukanaya sebagai kepala pemerintahan bisa menghadiri dan membuka kegiatan para penjaga Al-Qur’an ini. Meskipun dua tahun ke depan, akan selesai masa kepemimpinan di Madiun, pihaknya akan tetap berkomitmen mengawal kegiatan tersebut.?

Pihaknya berjanji akan meneruskan kepada bupati setelahnya agar memfasilitasi setiap kegiatan kegamaan, seperti simaan Al-Qur’an.

Mbah Tarom, sapaan akrabnya, berpesan kepada siapa pun kepala pemerintahanya, agar berkomitmen melestarikan kegiatan ini.?

“Simaan ini merupakan bagian dari menjaga Al-Qura’an, dan wajib hukumnya siapa pun pimpinan daerah memfasilitasi agenda tersebut,” tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Simaan dan Khataman Kubro tersebut terdiri dari 15 majelis yang telah yang berhasil mengkhatamkan 42 kali khataman. Demi menjaga kenyamanan dan kelancaran kegiatan, pihaknya juga menggandeng puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam agenda khidmat tersebut.?

Kesempatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten Madiun dan jajaran Pimpinan Tingkat Kecamatan (Muspika). (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 30, 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.




Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, January 28, 2018

Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban

Sebagaimana diketahui, kurban pada saat ini sudah diatur dengan baik: mulai dari proses pencarian peserta kurban, pembelian hewan kurban, penyembelihan, dan distribusi daging kurban. Di kebanyakan daerah, pengurus masjid biasanya menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mewujudkan ini.

Model kepanitiaan seperti ini tentu sangat bermanfaat dan berguna. Terutama untuk pendistribusian daging kurban. Pasalnya bila dikelola secara personal, pendistribusiannya mungkin tidak merata dan tidak tepat sasaran.




Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban

Namun bagaimana hukumnya bila penyembelihan hewan kurban tersebut diserahkan semuanya kepada panitia? Bukankah peserta kurban itu sendiri lebih utama untuk menyembelihnya? Anas bin Malik mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, "Nabi SAW menyembelih sendiri dua ekor domba yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk.”

Berdasarkan hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa penyembelihan hewan kurban seyogianya dilakukan sendiri oleh orang yang berkurban. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ini sekaligus merupakan sifat tawaddu’ dan kerendahan hati Rasulullah SAW. Penyembelihan ini perlu dilakukan sendiri karena kurban termasuk bagian dari ibadah. Sangat diutamakan dalam beribadah dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan dan tidak mewakilkannya kepada orang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Al-Qasthalani dalam Irsyadus Sari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ini menjadi dalil disyariatkan penyembelihan kurban dengan tangan sendiri, dengan syarat dia pandai menyembelihnya. Sebab kurban merupakan ibadah dan ibadah lebih utama dilakukan oleh pihak yang bersangkutan.”

Meskipun penyembelihan sendiri lebih diutamakan, hal ini bukan berarti jika diwakilkan kepada orang lain tidak diperbolehkan. Faktanya, memang tidak semua orang mampu menyembelih hewan kurban. Bagi yang tidak pandai menyembelih, mewakilkan kepada orang lain tentu lebih maslahat. Sebab jika ia memaksakan dirinya, padahal dia tidak pandai, ini akan berdampak buruk dan menyiksa hewan kurban.

Badruddin Al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ulama menyepakati kebolehan mewakilkan penyembelihan kurban dan tidak ada keharusan menyembelihnya sendiri. Akan tetapi, ada satu riwayat dari madzhab Malik yang menyatakan tidak sah bila ia mampu menyembelihnya, sementara menurut kebanyakan pendapat madzhab Malik hukumnya makruh. Disunahkan bagi orang yang mewakilkan penyembelihan hewan kepada orang lain untuk menyaksikan prosesnya dan dihukumi makruh bila diwakilkan kepada wanita haidh, anak kecil, dan ahli kitab.”

Zakariya al-Anshari dalam Fathul Wahab berpendapat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Disunahkan menyembelih hewan kurban sendiri bila ia pandai? menyembelihnya dan dianjurkan pula menyaksikan proses penyembelihannya bila diwakilkan, sebagaimana terdapat di riwayat Syaikhani (Bukhari-Muslim). Rasul berkata kepada Fatimah, ‘Pergilah untuk melihat penyembelihan hewan kurbanmu, karena pada tetes darah pertama akan diampuni dosamu yang telah berlalu’. Hadis ini diriwayatkan Hakim dan sanadnya shahih.”

Berdasarkan pemaparan di atas, penyembelihan hewan kurban lebih baik dilakukan sendiri, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ini dianjurkan selama orang yang berkurban pandai dan mampu menyembelihnya sendiri. Apabila tidak mampu, diperbolehkan mewakilkannya kepada orang lain atau panitia kurban yang diamanahkan. Meskipun demikian, tetap disunahkan untuk melihat prosesnya dan mengikutinya hingga selesai.

Panitia kurban dalam hal ini misalnya pengurus masjid juga dituntut bijak untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang berkurban untuk menyembelih sendiri kurbannya. Sementara distribusinya menjadi tanggung jawab panitia. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, January 24, 2018

Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk menjawab dan menghadirkan teladan bagi para remaja dan masyarakat Indonesia secara umum, Majalah Bangkit Edisi Maret 2015 mengulas kiprah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH A Wahab Chasbullah.

Dengan mengusung tema “KH A Wahab Chasbullah: Detik-detik Perjuangan dan Pengabdian untuk NU dan Indonesia”, majalah di bahwa pengelolaan Pengurus Wilayah NU (PWNU) DI Yogyakarta ini berharap para pembaca dapat menimba pelajaran dari tokoh dan ulama yang diulas.




Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab

Menurut Pimpinan Umum Majalah Bangkit H M Lutfi Hamid, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis keteladanan. Korupsi para pejabat negara sudah sangat akut. Remaja kita juga dihadapkan pada permasalahan sosial, seperti narkoba dan pola hidup yang pragmatis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ketiadaan figur yang menjadi referensi dan acuan teladan membuat masyarakat terutama remaja seperti hilang haluan. Mereka tidak punya cita-cita luhur dan mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Mereka hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan pribadi,” jelasnya saat dijumpai di kediamannya, Ahad (15/3) sore.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lutfi menambahkan, semangat teladan inilah yang pihaknya hadirkan dalam Majalah Bangkit edisi terbaru. “Secara khusus, edisi ini menampilkan peri kehidupan, perjuangan, dan keikhlasan yang dipraktikkan KH A Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan NKRI,” tegas Kepala Kanwil Kemenag Sleman kelahiran 5 Januari 1968 itu. (Suhendra/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah