Monday, January 29, 2018

Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di 11 kecamatan yang terbagi dalam 3 (tiga) zona. Selain melantik, juga dilakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) secara serentak, Sabtu dan Ahad (25-26/2).

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengungkapkan bahwa penguatan di tingkat PAC dan Ranting sangat diperlukan sebagai ujung tombak keberadaan roda organisasi. Pasalnya organisasi itu akan berjalan dengan baik dan optimal manakala didukung dengan kader yang loyal dan profesional.




Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak

“Organisasi itu harus dimakmurkan oleh kader. Dengan demikian perjuangan dan kehidupan kader GP Ansor akan barokah,” katanya.

Menurut Muchlis, PKD ini dilakukan demi meningkatkan kualitas dan kapasitas kepemimpinan kader GP Ansor, khususnya di 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC). “Peningkatan kualitas dan kapasitas kader harus terus ditingkatkan. Hal ini sangat diperlukan pasalnya saat ini tantangannya sangat besar dan banyaknya ideologi dan paham baru yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muchlis menegaskan agar GP Ansor Kabupaten Probolinggo semakin kuat, maka kadernya harus dimanage dengan benar. Sehingga nantinya mampu menghasilkan kader yang kuat dan tangguh serta mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“PKD ini salah satunya adalah demi meningkatkan kapasitas dan kemampuan para kader Ansor di Kabupaten Probolinggo. Jika organisasi ini ingin tangguh, maka kadernya harus bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.




RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karya Kiai Ihsan Jampes Sudah Dicetak Ulang

Kediri, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kitab “Manahijul Imadad” karya ulama besar Indonesia Kiai Ihsan Jampes, Kediri, telah dicetak ulang oleh pihak keluarga. Kitab setebal 1050 halaman yang terdiri dari dua jilid itu diterbitkan pertama kali pada Juni 2005 lalu.

Naskah “Manahijul Imadad” sebenarnya sudah siap terbit saat Kiai Ihsan meninggal tahun 1952 dalam usia 52 tahun. Namun naskah itu berada di Perpustakaan Kairo dan pihak perpustakaan tidak berkenan menyerahkannya untuk diterbitkan.

“Naskah yang diterbitkan itu adalah salinan naskah dari salah seorang murid Syeikh Ihsan yang tinggal di Semarang. Setelah diterbitkan, naskah aslinya baru diberikan oleh pihak Perpustakaan Kairo,” kata salah seorang cucu Kiai Ihsan yang mengkoordinir penerbitan, KH. Bushro Abdul Mughni, kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (27/9) malam.




Karya Kiai Ihsan Jampes Sudah Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Kiai Ihsan Jampes Sudah Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Kiai Ihsan Jampes Sudah Dicetak Ulang

Menurut Gus Bus, panggilan akrab KH. Bushro Abdul Mughni, naskah Kiai Ihsan sedianya diterbitkan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan Presiden RI. Namun karena ada kendala teknis kitab baru diterbitkan tahun lalu oleh fihak keluarga sendiri.

Kitab “Manahijul Imadad” diterbitkan pertama kali hanya sebanyak 1000 eksemplar oleh penerbit lokal Al-Hasan Kediri dengan dana keluarga, dan dicetak ulang pada bulan Agustus lalu dengan beberapa revisi. “Ada beberapa kesalahan tulis, misalnya kurang huruf atau kurang titik,” kata Gus Bus.

Sebagian kitab dibawa ke Cirebon, tempat tinggal putri Kiai Ihsan, Nyai Chafshoh, dan disebar ke berbagai pesantren di sana. Sebagian lagi diboyong ke beberapa pesantren di Kediri sendiri seperti Lirboyo dan Ploso.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sepi Peminat

Sementara itu Pesantren Jampes sendiri semakin sepi peminat. Berbeda dengan pesantren Lirboyo dan Ploso Kediri atau beberapa pesantren di Jombang yang mempunyai ribuan santri, tahun ini hanya ada 160 santri di Pesantren Jampes. “Padahal tahun lalu ada sekitar 200 santri,” kata Abdul Mu’in, seorang santri senior kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakan, sejak awal Kiai Ihsan Jampes tidak terlalu aktif bergelut dalam organisasi keagamaan apapun, apalagi terjun di dunia politik praktis. Meski digandrungi oleh kalangan pesantren Kiai Ihsan tidak pernah aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sekalipun. Kiai yang kitabnya menjadi rujukan wajib di beberapa universitas di Mesir dan Eropa ini hanya mengabdikan dirinya di bidang keilmuan. (nam/bin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini

Batam, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mempunyai wilayah garapan yang penting, tidak sekadar belajar jurus beladiri, ujar pelatih PSNU Pagar Nusa, Batam, Kepulauan Riau, Suhermanto.

“Sepandai dan berprestasi apa pun tanpa berakhlaqul karimah maka tidak ada artinya menjadi pendekar Pagar Nusa,” ujar dia, di Perumahan Hang Leukir Blok CC 4 nomor 3 dan 4, Kota Batam, Kamis (9/12).




Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini

PSNU Pagar Nusa, kata Suhermanto melanjutkan, menekankan filosofi padi bagi calon-calon pendekar yang digembleng, semakin berisi, harus semakin merunduk.

“Hal itu terus dan terus ditanamkan kepada mereka di tengah masyarakat yang semakin krisis akhlak. Karena selain prestasi dan kemampuan bela diri, Pagar Nusa punya wilayah garapan yang jauh lebih penting yaitu dakwah,” ujar dia menjelaskan.

Ia lalu meyakinkan, belajar bela diri di Pagar Nusa membuat individu yang takut menjadi pemberani. “Tapi tanpa akhlak bagus, tidak akan pernah bisa lulus. Sopan santun, bisa salat dan tahlil sebagai amaliah NU juga merupakan syarat kelulusan di Pagar Nusa,” demikian Suhermanto. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi melepas sebanyak 25 peserta karnaval yang diikuti beberapa sekolah baik SD, SMP, SMA dan kalangan lintas agama dalam rangka Karnaval Budaya Muharram yang diselenggarakan Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jepara, Selasa (5/11). 




Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Jepara H Subroto, Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik, Wakil Ketua DPRD Subangun dan perwakilan dari Kejaksaan dan Polres Jepara.

Bupati Jepara dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. “Datangnya tahun Baru ini kita harus meningkatkan kualitas kebaikan agar apa yang kita inginkan bisa terkabul,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertajuk Karnaval Budaya Muharram urai Marzuqi agar dijadikan momentum di tahun-tahun yang akan datang  dan penyelangaraannya lebih baik dan lebih besar. “Peringatan tahun baru ini merupakan bentuk kita selalu bersyukur kepada Allah SWT  agar Jepara aman dan kondusif,” tambahnya.

Pembina Remaja Masjid, Setyanto menyatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut lain dari yang lain karena para peserta tidak hanya diikuti oleh agama Islam saja akan tetapi lintas agama juga turut serta. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tujuannya untuk menjalin dan menjaga hubungan antara umat beragama, saling hormat-menghormati dan ikut serta dalam perannya sebagai warga masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara agar tetap kondusif,” paparnya Totok, sapaan akrabnya.

Kedepan tambahnya lintas agama yang turut serta agar tidak kapok untuk mengikutinya lagi. Pihaknya juga berharap partisipasi kelompok seni budaya di Jepara agar tahun depan kegiatan semakin meriah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Sholawat, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang

Bekasi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Pengurus Komisariat (PK) PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang merayakan Hari Ibu dengan mengadakan Diskusi Bersama dan Penampilan Seni Musik di Aula Koramil 07/Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (24/12). selain itu juga dilakukan aksi bagi-bagi bunga juga di sekitar lingkungan Koramil 07/Cikarang.

Minyatul Ummah Dawam, dalam sesi diskusi memaparkan peran strategis perempuan mesti dimaksimalkan sesuai dengan porsinya, agar peran perempuan yang hakiki dapat berjalan dengan baik.




Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Bagi-bagi Bunga Warnai Hari Ibu Kopri PMII di Cikarang

"Perempuan memiliki banyak peran starategis. (Sebagai) ibu, istri, anak, dan mitra Laki-laki. Dari keempat peran itu, mari kita berupaya menjalankannya dengan semaksimal mungkin dan sesuai porsi masing-masing," ucap puteri ulama NU Kabupaten Bekasi, KH Dawam Anwar.

"Jika keempatnya dapat dijalankan secara maksimal dan sesuai porsinya, saya meyakini perempuan-perempuan tidak lagi kebingungan dan dapat meminimalisir kirminalisasi terhadap perempuan," lanjut perempuan yang Ketua Fatayat NU Kabupetan Bekeasi.

Ketua Kopri PK PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang, Siti Hapsah mengatakan bangsa yang maju membutuhkan peran perempuan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Perempuan mempunyai keelokan adab dan kualitas intelektual yang tinggi," kata Hapsah.

Keelokan tersebut harus digunakan untuk mencipkatan pembangunan berkelanjutan bangsa.

Sementara, Ketua Kopri PC PMII Kabupaten Bekasi, Evi Andriyani mengatakan, Kopri Kabupaten Bekasi harus berdiaspora dalam berbagai leading sector.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



"Jangan hanya terfokus pada domestik. Baca, diskusi, dan menulis, sebagai langkah mengisi ruang-ruang yang strategis," kata Evi. 

"Mari kita sama-sama mengisi ruang-ruang strategis dengan langkah baca, diskusi, dan menulis," tandasnya. (M. Har/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Penyakit yang hinggap pada manusia tidak hanya bersifat lahir, tetapi juga ada penyakit yang dapat merusak batin manusia. Orang-orang tua di zaman dahulu menyebut sejumlah penyakit hati seperti riya, sum‘ah, ujub, takabur, hasud.

Untuk mengobati sejumlah penyakit batin itu, orang-orang tua di zaman dahulu membuat sejumlah formula untuk memulihkan kesehatan batin. Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash salah satunya.




Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya sebagai berikut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh.’ Hal ini disebutkan dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketika mensyarahkan Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri dalam Sirajut Thalibin jilid 2 mengutip pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash. Rincian obat hati ini merupakan keterangan tambahan ketika Imam Al-Ghazali menjelaskan tawakal.

Kalangan sufi meyakini bahwa lima hal ini dipercaya dapat merontokkan penyakit hati dari dalam batin seseorang. Pasalnya satu-sama lain dari lima hal ini akan saling membantu dalam mengatasi penyakit hati seperti disebutkan di atas.

Obat hati ini cukup efektif untuk menasihati manusia yang terjankiti penyakit batin karena lima hal ini menasihati manusia dalam waktu-waktu dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sunnah, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw