Showing posts with label Ahlussunnah. Show all posts
Showing posts with label Ahlussunnah. Show all posts

Thursday, March 8, 2018

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Malang, Persatuan Habib Jawa Timur - Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang, KH Marzuki Mustamar menyampaikan, calon bayi yang dikandung oleh ibu dari sang ayah tentu akan berbeda kualitasnya dengan orang tuanya. Karena itu jangan sampai para orang tua mengurangi kualitas calon bayi tersebut.

“Agar kualitasnya tidak berkurang, marilah kita menjaga makanan kita dari hal-hal yang syubhat apalagi haram. Bibit yang bagus dengan perawatan yang baik insyaallah akan menjadi baik,” demikian disampaikan KH Marzuki Mustamar dalam satu acara resepsi pernikahan Agus Habibullah dan Ning Aminah di Malang, Ahad (28/2) kemarin.




Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur itu melanjutkan taushiyahnya. Setelah menjaga diri dari hal-hal yang syubhat, para calon orang tua juga harus memilih “bibit” yang baik atau pasangan yang baik agar kebaikan itu bisa menjadi penuh seutuhnya.

Lalu setelah anak terlahir ke dunia, para orang tua harus menyiapkan lingkungan yang baik untuk menjadi tempat berkembangnya akhlak.

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Salah satu cara menyiapkan lingkungan yang baik yang disarankan oleh KH Marzuki adalah memondokkan atau memasukkan anak ke pondok pesantren. Di pondok pesantren, anak-anak akan berada di lingkungan yang paling baik.

“Di sana seorang anak akan dididik dengan guru-guru yang ikhlas dan tanpa pamrih. Semuanya juga muslim dan shalih,” demikian KH Marzuki Musytamar. (Abu Husam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nasional, Ahlussunnah, Pendidikan Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 23, 2018

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. KH Said Aqil Siroj menerima titipan kurban sebanyak 9 ekor sapi dari masyarakat yang dikirimkan ke rumahnya di jl Sadar Raya Ciganjur Jakarta Selatan. Empat ekor sapi telah didistribusikan ke masjid disekitar kediamannya, salah satunya Masjid Al Munawwarah yang berada di kompleks kediaman Gus Dur.

Kang Dayat, staff rumah tangga keluarga Kang Said mengaku tidak tahu siapa saja masyarakat yang menyerahkan hewan kurban tersebut karena langsung berkomunikasi dengan keluarga. Ia juga tidak tahu apa lima sapi yang tersisa akan dipotong di rumah atau dikirimkan ke masjid yang lain.




Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

“Pagi ini belum ada yang dipotong karena masih menunggu kedatangan pak Kiai yang menyampaikan khotbah Idul Adha di Kalbar. Mungkin bisa dipotong malam nanti atau besok pagi,” katanya. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Meskipun demikian, sudah terdapat 800 kupon yang disebarkan, sebagian diberikan kepada PP Muslimat NU. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun lalu, Kang Said malah menerima 11 sapi kurban, tetapi hanya satu ekor yang dipotong di rumahnya dan dibagikan kepada masyarakat dan jamaah pengajian. 

Dalam lingkungan NU, sudah menjadi tradisi masyarakat menyerahkan hewan kurbannya kepada kiai yang dipercayainya untuk menyembelih dan membagi daging kurban tersebut. Ketika jumlahnya banyak, kemudian kurban tersebut didistribusikan kembali ke masyarakat untuk dipotong sendiri.

Untuk kurban Kang Said secara pribadi, salah satunya berupa seekor sapi diserahkan kepada PP Lazis NU, tetapi tidak dipotong di PBNU. Di gedung PBNU, hanya dipotong dua ekor sapi untuk masyarakat sekitar gedung NU berdiri.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 19, 2018

Madrasah LP Maa’rif NU ini Sambut Hijriyah dengan Jamturam

Jepara, Persatuan Habib Jawa Timur. MTs Darul Ulum, salah satu madrasah yang bernaung di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Jepara menyambut tahun baru 1435 H dengan jambore. Mereka menyebutnya dengan istilah Jambore Satu Muharram (Jamturam).




Madrasah LP Maa’rif NU ini Sambut Hijriyah dengan Jamturam (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah LP Maa’rif NU ini Sambut Hijriyah dengan Jamturam (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah LP Maa’rif NU ini Sambut Hijriyah dengan Jamturam

Janturam yang dikhususkan bagi siswa kelas 7 dan yang aktif di ekstra kurikuler (ekskul) berlangsung di halaman sekolah tersebut yang beralamat di Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Senin-Selasa (4-5/11).

Kegiatan tersebut diisi dengan nuansa keagamaan dan kreativitas anak. Kegiatan keagamaan meliputi doa bersama, shalat maktubah, mujahadah, kultum dan taushiyah Aswaja. Sedangkan kegiatan kreativitas mencakup api unggun, pentas seni lintas ekskul, jalan sehat, senam caesar, pertandingan sepak bola dan lomba memasak.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selaku Waka Kesiswaan, Solikhul Hadi mengatakan kegiatan dilatarbelakangi minimnya siswa kelas 7 yang berkecimpung dalam ekskul. Dengan tampilnya para penggiat ekskul madrasah berkeinginan menggaet siswa kelas 7.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Sejumlah 7 kegiatan ekstra: sepakbola, jurnalistik, PKS, PMR, pramuka, pencak silat dan rebana yang unjuk kebolehan semoga bisa menggugah anak-anak kelas 7 untuk aktif didalamnya,” harapnya.

Kegiatan sebutnya juga dalam memeriahkan tahun baru hijriyah. Meskipun ada nuansa hiburannya, namun lanjut Solikhul, madrasah itu tetap mengedepankan spirit religius.

Di tempat terpisah, Ali Akram Waka Kurikulum yang memberikan tausiyah Aswaja menyampaikan pada siswa pentingnya memperteguh ajaran Aswaja. Menurutnya pelajar NU harus tahu tentang tahlil, qunut, manaqib dan ritual-ritual NU yang lain.

Perlunya mengetahui tradisi ke-NU-an itu agar kelompok-kelompok yang ingin menghanguskan tradisi-tradisi NU bisa dibendung dengan pemahaman yang kuat. “Sebab tradisi-tradisi NU tujuannya untuk mewarisi sunnah Nabi dan bukan untuk melanggar sunnah-sunnnahnya,” tegas Akram. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Ahlussunnah Persatuan Habib Jawa Timur

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Rembang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tiga SMP yang masih menumpang dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Jumat (17/2) mengikuti simulasi ujian di SMK NU Lasem.

Simulasi yang digelar secara offline sebagai langkah persiapan menjelang UNBK digelar di 5 ruang ujian komputer yang ada di SMK NU Lasem. Ada 372 siswa SMP dan MTs dari 3 sekolah yang mengikuti simulasi tersebut.




SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Lasem Jadi Tuan Rumah UNBK 3 SMP di Lasem

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMK NU Lasem Arif Demyati, tiga sekolah tersebut diantaranya SMP NU Lasem, SMP Negeri 2 Lasem dan SMP Negeri 3 Kecamatan Lasem. Ia menambahkan, ada 150 unit komputer yang akan digunakan 2 SMP Negeri dan SMP NU Lasem.

"Jelang UNBK ada latihan, ada tiga sekolahan yang mengikuti simulasi pelatihan UNBK di SMK NU Lasem," jelasnya.

Menurut Arif, dari 372 siswa SMP yang akan mengikuti UNBK, nantinya akan dibagi menjadi tiga sif. Selain itu, ada lima ruangan yang akan dipersiapkan dan dibagi dua ruangan, dengan rincian masing-masing 2 ruangan untuk SMP negeri 2 dan 3 Lasem, dan satu ruangan akan diperuntukan SMP NU Lasem.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari 6 SMP di Lasem yang dijadwal untuk mengikuti UNBK, satu diantaranya, menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer secara mandiri, yaitu SMP Negeri 1 Lasem. Selain itu, 5 di antara masih numpang.

Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahgara, masih melakukan pendataan dan validasi calon peserta ujian nasional. Data sementara, jumlah peserta ujian nasional pada tahun 2017, sebanyak 9.373 siswa, terdiri atas 4.757 siswa laki-laki dan 4.616 siswa perempuan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 14, 2018

Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80%

Makassar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Proses pembangunan gedung PWNU Sulawesi Selatan sudah berjalan 80%. Pendanaan pembangunan ini hampir seluruhnya didukung dari hasil swadaya warga NU di Sulsel di samping bantuan dari lain pihak.

Demikian dikatakan Ketua PWNU Sulsel Iskandar Idy dalam rapat pleno hasil Muskerwil NU Sulsel di aula Universitas Islam Makassar, Rabu (27/4).




Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80% (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80% (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80%

“Perampungannya sudah 80%. Dalam waktu dekat gedung baru itu sudah bisa ditempati,” kata Iskandar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk pembangunan itu, Iskandar Idy menyebutkan, PWNU Sulsel sudah menghabiskan dana sekitar lima milyar. Besaran angka itu berasal dari swadaya warga NU Sulsel. Sementara Gubernur Sulsel membantu sebesar satu milyar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait rapat pleno pemaparan hasil Muskerwil NU Sulsel yang dibawakan Katib Syuriah Ruslan dan Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid, Iskandar menjelaskan pemaparan itu bertujuan mengoreksi secara teknis hasil Muskerwil sebelum dibukukan.

“Sebelum naik cetak, semua putusan Muskerwil NU itu dikoreksi terlebih dahulu. Pasalnya, hasil musyawarah itu akan menjadi pedoman serta tata kelola organisasi secara internal untuk 5 tahun ke depan bagi pengurus wilayah dan cabang NU di Sulawesi Selatan,” tandas Iskandar. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 13, 2018

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Drs H Fuad Anwar menegaskan, Pagar Nusa merupakan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan pengurus sehingga organisasi pencak silat ini merupakan bagian terpenting dalam setiap gerak dan langkah NU.

“Sejak ditetapkan sebagai badan otonom (banom) lewat Muktamar NU di Solo 2004 lalu, Pagar Nusa sudah sejajar dengan Banom NU lainnya yang sudah ada seperti GP Ansor, Muslimat NU, dan lainnya,” tegas Fuad usai melantik Pengurus IPSNU Pagar Nusa Sumut dan Kota Medan di Sumatera Village Medan, Ahad (20/1), seperti dilaporkan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Muhammad Safii Sitorus dari Medan.




Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Pada kesempatan itu Fuad berharap, Pagar Nusa secepatnya untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang bagi pengurus yang baru dilantik di tingkat Sumut, dan membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan bagi pengurus Pagar Nusa Kota Medan yang baru dibentuk.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami meberikan waktu dua tahun kepada pengurus yang baru dilantik untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi guna menghasilkan kepengurusan yang defentif lima tahun yang akan datang,” ujar Fuad.

Dikatakannya, Pagar Nusa harus mengamankan setiap agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus NU dimanapun berada baik diminta atau tidak, dan harus datang dalam setiap rapat pleno lengkap NU diundang atau tidak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU DR H Andi Djamaro Dulung yang menyatakan bahwa Pagar Nusa merupakan asset NU yang bertugas menjaga keutuhan NU dari pihak luar khususnya menjaga keutuhan faham-faham NU dari pihak luar .

“Kalau ada rongrongan datang dari pihak luar terhadap NU maka Pagar Nusa berada di garis terdepan menjaga keutuhan NU,” tegas Andi Jamaro. Andi Jamaro juga mengatakan agar PWNU Sumut dan PCNU Medan bisa bersinergi terhadap kepengurusan Pagar Nusa yang baru dibentuk.

Sementara itu Ketua Tanfdiziyah NU Sumut H Ashari Tambunan mengatakan Pagarnusa memiliki potensi besar berkemban di Sumut sebab Pagarnusa merupakan satu-satunya wadah warga Nahdliyin untuk mendidik seni belada diri.

”Warga Nahdliyin cukup besar di Sumut apalagi banyak sekolah-sekolah NU di Sumut yang bisa menjadi peluang bagi Pagarnusa untuk mengembangkan jaringan dan mengembangkan organisasi,” ujar Ashari.

Asahri juga meminta agar Pagarnusa Sumut dan Kota Medan bersama-sama mensukseskan acara Bulan Harlah Ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januri 2008 dan akan berakhir pada 3 Februari 2008 dengan acara puncak pelaksanaan Istigosah di halaman Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso .

Ketua Pagar Nusa Sumut Ahcmad Firdausi Hutasuhut dalam sambuatannya siap mengemban amanah organisasi khususnya dalam menjaga kutuhan NU di Sumut.

”Kami bersama dengan anggota siap berada di garda terdepan mengamankan dan menjaga NU dari gangguan pihak luar," ujar Firdaus.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu diwakili Wakil Bendahara Agung, Ketua Tanfdziyah NU Medan Ir H Wahid ,MSi,Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Medan H Amin Daulay, serta sejumlah pengurus olahraga pencak silat lainnya di Sumut dan Kota Medan.

Adapun pengurus IPSNU Pagarnusa Sumut yang dilantik adalah Ketua Achmad Firdausi Hutasuhut,SH,MSi, Sekretaris Achyar Daulay,SE Pengurus Pagarnusa Kota Medan yang dilantik Ketua Drs Iksan Syahria Lubis,Sekretaris Muhammad Safii Sitorus dilengkapi dengan wakil ketua sekretaris dan biro-biro. (msy)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Khutbah, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 10, 2018

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa shalat Jumat di jalan raya tidak sah, bahkan bisa haram jika menggangu ketertiban umum dan masalah sosial.

"NU melalui Lembaga Bahtsul Masail sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).




Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

(Baca: Ini Pandangan Fiqih PBNU Soal Shalat Jumat di Jalanan)

Kiai Said menjelaskan kembali kepada awak media usai memberikan sambutan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir. Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafii dan Maliki.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Madzhab Maliki dan Syafii itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Menurut kedua madzhab tersebut, lanjutnya, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa. Madzhab tersebut patut diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Seperti diinformasikan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Mereka kembali melakukan aksi tersebut karena Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sampai saat ini belum ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 6, 2018

IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tingginya angka pengguna narkoba di kalangan pelajar di Indonesia mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Di Jakarta saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 20 persen dari 500.000 pengguna Narkoba adalah pelajar. Sementara itu, dari 100.000 kasus yang ditangani polisi, 40 persen di antara tersangkanya adalah usia muda.

Melihat hal tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 yang bakal digelar di Bandung, Sabtu-Senin 18-20 November 2017 akan membahas isu tersebut.




IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar

Rencananya, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan hadir pada hari pertama Rapimnas, Sabtu (18/11). Bersama Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir, BNN akan menyampaikan materi dengan tema Merawat Keindonesiaan dari Ancaman Bahaya Narkoba di Kalangan Pelajar dan Pemuda.

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid menyampaikan, tingginya kasus narkoba perlu dilakukan upaya preventif guna menekan angka tersebut.

“Kasus Narkoba begitu tinggi sehingga diperlukan upaya preventif pemerintah dengan menggandeng organisasi pelajar dan pemuda guna memahami pentingnya bahaya Narkoba,” katanya di Kantor PBNU Lantai 5, Rabu (15/11).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapimnas 2017 PP IPNU Wahyono Annajih mengatakan, bahwa Rapimnas merupakan momen yang tepat bagi BNN untuk melakukan tindakan preventif.

“Rapimnas merupakan momen yang tepat bagi BNN untuk melakukan ikhtiar bersama dalam menjelaskan berbagai hal yang dilakukan BNN selama ini. Selain itu, sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program pencegahan dengan menggandeng OKP IPNU,” katanya.

Kandidat doktor Universitas Negeri Jakarta itu juga berharap agar kerja sama yang baik itu dapat berkesinambungan dan menyeluruh ke semua tingkatan pimpinan IPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ini momen yang tepat karena IPNU sebagai organisasi pelajar terbesar yang menduduki seluruh tingkatan pemerintahan dari ranting atau desa hingga pusat, termasuk di komisariat-komisariat sekolah dan perguruan tinggi. Tentunya melalui koordinasi PP IPNU,” ungkapnya. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 5, 2018

Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Jenewa, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pembicaraan antara sejumlah negara besar dunia dengan Iran menyoal program nuklirnya kembali berakhir tanpa hasil pasti.

Menurut Menteri Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton sudah muncul "banyak kemajuan tetapi beberapa beda pandang masih tetap ada", seperti dilansir BBC Indonesia.




Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Baroness Ashton yang memimpin jalannya perundingan dengan Teheran mengatakan negosiasi akan digelar lagi nanti pada 20 November.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javaz Zarif mengatakan Klik tak kecewa dengan hasil akhir perundingan ini karena ujung negosiasi tersebut "masih bisa dikembangkan".

Ia mengatakan semuanya pihak "sudah ada di gelombang yang sama" dan "ada kesetujuan untuk menuju kesepakatan".

Di sisi lain Menlu AS John Kerry menyatakan perundingan ini "lebih mendekati (hasil) dari yang pernah digelar sebelumnya".

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Negara-negara berkuasa di dunia mencurigai Iran tengah membangun kekuatan nuklir, tetapi Teheran berkeras kekuatan itu untuk tujuan damai.

Dalam sebuah proposal yang muncul sebagai syarat dicapainya kesepakatan terdapat klasul yang mewajibkan Iran untuk membekukan seluruh pengembangan nuklirnya sebagai imbalan agar tekanan ekonomi dilonggarkan dan sebagian sanksi yang dijatuhkan terhadap negara itu dicabut.

Sejumlah utusan yang datang dalam perundingan ini mengatakan muncul "kemajuan berarti" selama perundingan namun menurut sejumlah sumber diplomatik, Prancis menghendaki sanksi lebih keras diberlakukan terhadap Iran.

Adalah Menlu Prancis Laurent Fabius yang sebelum konferensi pers pasca perundingan digelar mengatakan pada wartawan bahwa negosiasi dengan Iran Klik selama tiga hari ini tak membuahkan hasil.

Sebaliknya Menlu Kerry mengatakan "Kami berhasil mempersempit jurang perbedaan dan memperjelas hal yang masih bertentangan."

"Selain itu kami juga membuat kemajuan signifikan dalam upaya menjelaskan pendekatan apa yang tepat untuk memberi jawaban atas pertanyaan tentang langkah guna memastikan program ini dilakukan hanya untuk tujuan damai." (mukafi niam)

foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:




Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Warta Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 31, 2018

Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Sejumlah kegiatan mengiringi peringatan Satu Abad Madrasah dan 191 Tahun Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Ahad (22/5). Setelah bersepeda keliling kota dan wilayah sekitar pesantren serta tanam pohon, pihak pesantren menyelenggarakan kontes burung.

"Lomba ini juga sebagai mata rangkai dari peringatan seabad madrasah dan keberadaan pesantren yang memasuki usia 191 tahun," kata Muhammad Abdullah Rifan kepada media ini, Senin (23/5).




Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung

Kontes burung juga dimaksudkan untuk semakin mengenalkan keberadaan Pesantren Tambakberas, sebutan untuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum kepada seluruh lapisan masyarakat. "Kita ingin, kalangan komunitas pecinta burung dan masyarakat secara lebih luas bisa semakin kenal dengan pesantren," kata Gus Rifan.

Dengan mengenalkan pesantren lewat komunitas pecinta burung, keberadaan pesantren khususnya Tambakberas kian dikenal masyarakat. "Tidak hanya pecinta burung, kita sapa juga penggemar tanaman bonsai," kata pengajar Madrasah Muallimin-Muallimat di Pesantren Tambakberas tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Harus diakui bahwa tidak banyak kalangan masyarakat yang mengenal dengan baik keberadaan pesantren," katanya. Karena itu, dengan menyapa dan menghadirkan komunitas pecinta burung sebagai cara terobosan, mereka diharapkan semakin akrab dengan pesantren, lanjutnya.

Kontes burung juga dimaksudkan sebagai sarana untuk mendongkrak perekonomian warga. "Karena di sini mereka juga dapat melakukan transaksi jual-beli yang saling menguntungkan," terang Gus Rif’an.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Serba Guna KH Abdullah Said ini ternyata diminati komunitas burung lintas kota. "Bahkan ada peserta dari Blora, termasuk tentunya dari berbagai kota di Jawa Timur," tegasnya.

Dalam catatan panitia, setidaknya ada 498 peserta yang mengikuti kontes burung tersebut. "Ini melebihi perkiraan yang ditargetkan panitia yakni sekitar 300 peserta," ungkapnya. Para peserta datang dari Ngawi, Madiun, Surabaya, Ponorogo, Nganjuk, Lamongan dan kota lain di Jawa Timur.

Kehadiran pengunjung juga sangat membanggakan. "Lebih dari dua ribu pengunjung yang melihat dan menikmati kontes burung ini," katanya. Mereka dengan seksama menyaksikan seluruh kontes dari mulai jam 11.00 hingga 17.00 WIB.

Dari pihak pesantren tampak hadir Ketua Majlis Pengasuh Pesantren Tambakberas KH Muhammad Hasib Wahab dan Ketua Panitia Peringatan 1 Abad Madrasah dan 191 Tahun Pesantren Tambakberas Jombang KH M Fadlulloh Malik. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Keberadaan Fatayat NU harus mampu membawa diri, jangan sampai di bawa ke sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, bersikap netral dalam sikap politik ataupun pengabdian pada masyarakat. Tidak di bawa-bawa ke mana yang disukai oleh pemimpinnya, sehingga akan menjadi organisasi yang bermartabat dengan pelayanan yang prima dan tidak memihak.

“Mengelola Fatayat itu, harus dengan sinar keikhlasan dengan mampu mambawa diri,” demikian pesan Ketua Pemimpin Wilayah (PW) bidang Pendidikan dan Pengkaderan Fatayat NU Jawa Tengah  Hj Muta’alimah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Brebes di Hotel Dedy Jaya Brebes, Ahad (16/12).




Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Tidak berarti, kata Muta’alimah, Fatayat menghindar dari berbagai partai politik tetapi justru harus mampu bekerja sama. Kader-kader Fatayat bertebaran diberbagai partai politik juga menempati posisi pekerjaan diberbagai sektor. Sehingga kerjasama antar lembaga harus terus dibangun sesuai dengan koridor dan tidak melenceng dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kerja sama itu bukan kenikmatan yang di bagi bersama-sama, tetapi membangun sinergi untuk menggolkan visi dan misi organisasi,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengelola Fatayat harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dalam berorganisasi. Sebab berorganisasi itu memerlukan sentuhan tangan-tangan trampil yang ikhlas dan rela berkorban. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Yang lebih utama, Muta’alimah menambahkan, dalam kiprahnya Fatayat harus berpegang teguh membantu NU dalam pengembangan Islam ahlussunah wal jamaah. Dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 

“Kita harus waspada dengan aliran-aliran Islam di Indonesia yang melenceng dari ajaran ahlussunah wal jamaah dan berupaya memporakporandakan NKRI,” tandasnya.

Untuk itu, kuantitas keanggatoaan Fatayat diupayakan dengan peningkatan kualitas keanggotaanya pula. “Kami bersyukur, ternyata anggota Fatayat tidak ketinggalan dalam pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Brebes H Athoillah meminta kepada Fatayat jangan seperti tukang parkir. Artinya, tidak merasa memiliki tetapi hanya merasa dititipi. Sebab kalau hanya merasa dititipi maka pengelolaannyapun tidak maksimal. 

“Merawat Fatayat itu harus dengan niatan, Fatayat itu hak milik sehingga di rawat dengan temen (sepenuh hati, red),” ajak Athoillah.

Termasuk, dengan merawat NU berarti menjalin kemitraan dengan pemerintah di daerahnya. “Tidak ada alasan, untuk tidak mendukung pemerintahan di daerah,” tegas Athoillah.  

Hanya saja, lanjut Atho, Fatayat harus mampu menjaga diri agar tidak terserang penyakit kurap (kurang disiplin), kudis (kurang disiplin) dan kutil (kurang terapkan ilmu). Semua penyakit itu, bersumber dari kuman (kurang iman). “Kalau sudah kurang iman, maka akan mudah tergoyahkan keteguhannya mempertahankan islam ahlussunah wal jamaah,” kata Athoillah mengingatkan.

Konferensi Cabang dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Dalam sambutannya mampu memberi kontribusi terhadap pemerintahan. Termasuk didalamnya menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian kerakyatan. 

Ketua panitia penyelenggara Amaliyah menerangkan, kegiatan konfercab diikuti oleh 288 dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) se Kabupaten Brebes. “PAC Banjarharjo, tidak mengirimkan delegasinya tanpa alasan yang jelas,” kata Amaliyah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan

Bengkulu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Wakil Presiden RI, H. Hamzah Haz menyatakan bila bangsa Indonesia sudah melaksanakan shalat dan membaca Al Qur’an dengan baik, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa teladan di dunia.

"Bila umat 85 persen Islam di Indonesia melaksanakan hablum minallah dan hablum minannas yang diujudkan dengan shalat dan baca qur’an, Insya Allah bangsa Indonesia akan jadi bangsa teladan," kata Hamzah Haz, dalam sambutannya ketika menutup STQN ke XVII di Kota Bengkulu, Minggu malam.

Untuk bisa menjadi bangsa teladan itu, umat Islam haruslah mampu membangun ahlakul qorimah yang diimplementasikan dengan shalat lima waktu tepat waktu begitu azan dikumandangkan.

Begitu juga dengan kegiatan membaca al qur’an jangan hanya dilaksanakan pada saat akan seleksi dan musabaqah saja, tapi harus dilakukan dirumah, dimajelis taklim serta dikhatamkan.

Hamzah menekankan yang diperlukan sekarang adalah akhlak yang mulia. Masjid lebih cepat dalam membentuk ahlakul qarimah dan untuk mengatasi keadaan sekarang tidak cukup dengan tertib hukum.

Wapres yang akan mengakhiri jabatannya Oktober 2004 mendatang itu meminta pihak terkait agar menempatkan Depertemen Agama dan Departemen Pendidikan sebagai pilar pembangunan guna memperbaiki akhlak kepribadian Bangsa Indonesia.

"Krisis kepribadian bangsa Indonesia saat ini dinilai oleh bangsa lain sangat merosot seperti Amerika mengangap negara kita sebagai jaringan terorisme dan juga negara nomor enam korupsi terbesar di dunia," ujar mantan Menko Kesra itu.

Kini kondisi bangsa Indonesia makin memprihatinkan dengan maraknya perjudian, penyalahgunaan narkoba yang sudah merusak generasi muda serta pornografi. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar didunia seharusnya Indonesia mampu memberikan teladan kepada negara lain dengan memiliki pribadi yang akhlaqul karimah.

Dalam kaitan STQN yang merupakan bagian penting dalam membangun akhlak, sudah seharusnya pendidian agama diberikan biaya lebih besar dari sekolah umum. Hal itu didasari dari dua manfaat sekaligus yang dihasilkan dari sekolah agama yaitu mencetak manusia yang memiliki otak/intelektual dan kedua berhati mulia.

"Kalau sekolah umum hanya otak saja, tapi jiwa dan hati masih kosong hingga akhlak jadi runtuh karena anak tak dididik dengan pendidkan agama memadai," ujarnya.

Tugas guru dan ustadz jauh lebih berat daripada guru dipendidikan umum. Oleh karena itu ia mengharapkan gubernur, walikota dan bupati untuk mengalokasikan dana pendidikan besar dibidang agama.(mkf/an)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw




Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan

Monday, January 29, 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggadakan annual check up gratis. Yang unik peserta pengecekan kesehatan itu adalah para kiai, nyai dan warga sekitar rumah sakit. Sedikitnya 150 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Koordinator annual check up RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Endah Nugrohowati mengatakan, para peserta mendapatkan layanan dari rumah sakit seperti pemeriksaan kesehatan, laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan berat badan.




RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Layani Check Up Gratis

Setelah masing-masing peserta diperiksa, keesokan harinya mereka mendapatkan resep dan obat sesuai penyakitnya masing-masing serta mendapatkan tambahan gizi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Karena pesertanya para kiai, nyai dan rata-rata sudah berumur, jadi sakitnya bermacam-macam. Ada yang sakit kencing manis, darah tinggi, tulang keropos, dan yang paling banyak adalah penyakit linu," terang Endah, Kamis (18/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu berjalan selama tiga hari sejak 16-18 Pebruari. Bagi yang diperiksa tanggal 16 Pebruari, konsultasi kesehatan serta pengambilan obatnya jatuh pada tanggal 17 Pebruari. Demikian juga mereka yang diperiksa pada tanggal 17, pengambilan obat, pemberian gizi, dan konsultasi kesehatannya jatuh pada tanggal 18 Pebruari.

Gelombang pertama, sambung Endah, pesertanya sekitar 100 orang. Sedangkan gelombang kedua sekitar 50 orang. Jadi total pesertanya sekitar 150 orang.

Ia juga berpesan kepada para peserta layanan ini agar menghindari makanan maupun minuman yang bisa mengganggu kesehatan. "Kalau bisa makannya harus diatur, seperti tidak makan melinjo, bebek dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan penyakit. Karena kondisinya sudah lanjut," pesan Kepala Instalasi Laboratorium itu.

Sementara KH Asmuni A Umar (82) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menyatakan senang bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan itu, dirinya bisa mengetahui kondisi dan kesehatannya. "Alhamdulillah, saya juga rutin setiap tahun mengikuti kegiatan ini," kata Kiai Asmuni. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU

Brebes, Persatuan Habib Jawa Timur. Kondisi masyarakat Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang mengalami kesulitan dalam menempuh wajib belajar 9 tahun, menjadi keprihatinan generasi muda NU desa setempat. Tokoh-tokoh muda NU Desa Siandong berembug dengan tokoh NU serta Kepala Desa setempat untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah.




Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU

?

“Generasi muda sangat bersemangat mendirikan madrasah agar adik-adiknya bisa menempuh pendidikan,” papar Kepala MTs Maarif NU 08 Siandong H Hasan Bisri, saat berbincang dengan Persatuan Habib Jawa Timur di ruang kerjanya, Senin (13/2).

Persatuan Habib Jawa Timur

Bertepatan dengan pemekaran desa, lanjutnya, anak-anak desa Siandong mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena jaraknya jauh. Jalan terbaik yang disepakati generasi muda NU, yayasan dan Kepala Desa akhirnya didirikanlah MTs Maarif NU 08 Siandong.?

Hasan menceritakan, saat pendirian pada tahun pelajaran 1994/1995 langsung banyak peminatnya karena mencapai 114 siswa. Gedung yang digunakan milik Diniyah Wushto, tapi selanjutnya diniyah berpindah ke pondok pesantren tak jauh dari lokasi MTs.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Madrasah yang terletak di jalan Imam Bonjol 12 desa Siandong Larangan, ternyata laris, banyak peminatnya. Terbukti hingga saat ini tetap bertahan dengan jumlah siswa mencapai 300 anak dengan bimbingan 19 guru dan 4 orang staf.?

Madrasah yang memiliki tanah seluas 3.720 meter persegi dengan luas bangunan 933 meter persegi termasuk masjid, proses pembelajaran berlangsung dinamis. Beragam kegiatan pembiasaan menjadi pedoman untuk mengukur karakter siswa antara lain setiap pagi dilakukan pembacaan Surat Yasin bersama-sama yang dipandu lewat pengeras suara dari Masjid Madrasah. Kegiatan IPNU-IPPNU juga semarak yang sebelumnya mengikuti kegiatan Makesta usai masa orientasi siswa. Jamaah shalat dhuhur juga dilakukan tiga tahap.?

Baca Tulis Quran (BTQ) menjadi muatan lokal dengan alokasi waktu 1 jam per minggu. Termasuk kegiatan ekstrakurikuler menjadi kebanggaan siswa karena bisa menyalurkan bakat dan minat peserta didik. Ekstra kurikuler yang digelar antara lain Pramuka, rebana, olahraga, bulu tangkis, bola voli, PBB dan pencak silat. “Saat ini, kami membutuhkan pelatih silat Pagar Nusa,” ungkapnya.

?

Hasan juga memaparkan prestasi para siswa tidak mengecewakan karena setiap ujian lulus 100 persen. Pramukanya juga berkibar dengan sering menjadi peserta tergiat di Jambore Ranting. Ketika Jamnas 2016 berlangsung di Jakarta pun, salah seorang siswanya ikut menjadi tim di Regu Kwarcab Brebes.?

“Ke depan mudah-mudahan lebih maju lagi, bisa membangun gedung lagi karena saat ini sudah terdapat 140 calon siswa yang sudah mendaftar ke sini,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, Ahlussunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, January 25, 2018

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan wafatnya istri KH A Wahab Chasbullah, Nyai Rohma Wahab, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mendaulat Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus, Rabu malam (17/12), untuk memimpin pembacaan shalawat.

Pembacaan shalawat habib asal Jakarta itu dipusatkan di kediaman Mbah Wahab Chasbullah ini. “Malam ini tidak ada ceramah, kita akan bershalawat bersama yang akan dipimpin oleh Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus,” kata KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Bahrul Ulum Tambakberas.




Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hasib, Habib Ahmad merupakan salah satu spiritualis. “Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa semangat kepada kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa memperoleh syafaat nabi,” sambungnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ratusan orang memadati tempat yang disediakan panitia. Mulai dari seluruh keluarga besar pondok tersebut, para santri, jama’ah muslimat se-Kabupaten Jombang, serta beberapa jajaran pemerintah daerah, termasuk Drs H Alimudin yang mewakili bupati Jombang.

Menurut Alimudin, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci. “Kami mohon maaf kepada semuanya atas berhalangan hadirnya bupati Jombang dikarenakan sedang umroh,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tidak hanya bupati, Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab juga tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas ke Jakarta.

Walaupun demikian, acara ini tetap lebih meriah dari pelaksanaan sebelumnya. "Acara peringatan haul ini berbeda, dan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya hanya diperingati oleh santri dan alumni dari Pondok Pesantren Al-Lathifiyah 1, tanpa mengundang ratusan orang seperti malam hari ini,” tandas Fithrotin Nahdhiyah panitia pada acara haul itu. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, January 24, 2018

Jelang Pemilu, Ratusan Banser Klaten Gelar Apel

Klaten, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Klaten memenuhi Lapangan Jombor Klaten, Ahad (23/3). Mereka menggelar apel bersama menjelang pemilu yang dihelat awal bulan mendatang.




Jelang Pemilu, Ratusan Banser Klaten Gelar Apel (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pemilu, Ratusan Banser Klaten Gelar Apel (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pemilu, Ratusan Banser Klaten Gelar Apel

Kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Klaten Jafar Rodhi mengatakan, ratusan anggotanya akan disebar untuk ikut mengamankan jalannya Pemilu nanti.

“Kami akan menyebar mereka ke kota dan desa guna pemantauan dan pengamanan jalannya Pemilu,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kegiatan itu, para anggota Banser Klaten mendapatkan pengarahan dari Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo yang diwakili Kapolsek Ceper AKP Sugeng Handoko.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dijelaskan Jafar, penyelenggaraan apel Banser ini, selain dalam rangka pengamanan Pemilu, juga bertujuan untuk mengonsolidasi internal dalam rangka Konferensi Cabang (Konfercab) Ansor Klaten, yang rencananya digelar usai Pemilu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Internasional, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Masud menengarai adanya kerancuangn pemahaman pada sebagian masyarakat, termasuk peserta didik di sekolah dan madrasah, terhadap istilah terorisme dan jihad. Untuk itu, Rahman berharap para guru pendidikan agama mampu memberikan pemahaman yang benar tentang kedua istilah tersebut kepada para peserta didiknya.




Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Hal ini disampaikan Rahman saat memberikan sambutan pada Workshop “Model Pembelajaran Agama untuk Menjawab Perkembangan Terorisme atau Radikalisme di Kalangan Anak Usia Dini dan Remaja” di Gedung Hall B7 Universitas Malang, Sabtu (14/11). Workshop ini digagas oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag bekerjasama dengan Universitas Malang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.?

Di hadapan ? 150 ? peserta yang terdiri dari guru SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA se ? Kota Malang, Abd. Rahman mengatakan bahwa secara konseptual, ada perbedaan signifikan antara terorisme dengan jihad karena keduanya memiliki misi dan ideologi yang berbeda.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Terorisme bersifat destruktif dan berdampak sosiologis-psikologis terhadap sasaran aksi teror, sedangkan jihad, jika dimaknai dalam pengertian “peperangan fisik”, memiliki kode etik,” terang Rahman.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kode etik yang dimaksud, lanjut Rahman, antara lain kooperatif dan meminimalisasi efek terhadap warga sipil dan konsern pada kerusakan lingkungan.?

“Para pendidik, guru dan dosen, dalam proses pembelajaran agama di sekolah dan kampus, dapat menjelaskan kepada peserta didik soal perbedaan ini,” katanya.?

Selain itu, hal penting yang perlu dipahami generasi bangsa Indonesia adalah varian makna kata jihad.?

“Anak usia dini dan remaja harus dipahamkan, bahwa jihad yang merupakan ajaran suci dalam agama Islam, maknanya bukan hanya berperang mengangkat senjata melainkan juga termasuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Juga berbakti kepada orang tua secara baik,” tuturnya.

Termasuk yang harus dipahamkan juga terkait pengertian “radikalisme”. Menurut Rahman, radikal dalam beragama, dalam arti meyakini dan memahami agama kita secara mendalam, justeru adalah keharusan. Namun radikalisme agama dalam makna penggunaan kekerasan untuk suatu motif agama, dan ini sering dilekatkan ke Islam, harus ditolak. ? ?

Pemahaman seperti ini penting, menurut Rahman, karena Indonesia adalah negara yang majemuk. Penduduk Indonesia lebih dari 250 juta, meliputi 300 suku bangsa yang memiliki 750-an bahasa daerah, yang menghuni di lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang di belahan Barat hingga Papua di belahan Timur. Selain itu, terdapat 6 agama ? utama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk, yaitu: Islam (87,21%), Kristen (6,9%), Katholik (2,91%), Hindu (1,69%), Buddha (0,72%), dan Khonghucu (0,05%), serta ratusan kepercayaan lokal (local faith) yang dianut masyarakat Indonesia

“Kesadaran kemajemukan atau kesadaran pluralisme, multikulturalisme menjadi suatu prakondisi yang harus dibangun, dicipta dan diperkokoh keberadaannya,” kata Rahman.?

Dalam kaitan ini, Rahman berharap Perguruan Tinggi Agama seperti Unisma Malang dapat memerankan tugas tridharma-nya secara lebih optimal. Melalui fungsi edukasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kampus dapat memberikan pengayaan wawasan peserta didik tentang hidup bernegara dan beragama secara integral. Dengan fungsi riset, kampus dapat mengkaji secara akademis berbagai dinamika kehidupan keagamaan masyarakat dan menyampaikan hasil dan simpulannya kepada para pengambil kebijakan.?

“Kajian soal radikalisme, terorisme, atau bahkan ISIS, belum banyak dilakukan dan dikontribusikan hasilnya,” ujarnya.?

Sedangkan melalui fungsi pengabdian masyarakat, Rahman berharap kampus dapat turut serta membiakkan budaya damai dalam masyarakat, memberdayakan potensi dan kapasitas umat, serta menyumbangkan ilmu dan wawasan untuk pembentukan masyarakat yang inklusif, moderat, dan damai. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 22, 2018

Guru Mulia Karena Karya

Oleh KH Asep Saifuddin Chalim?

Judul di atas merupakan tema Hari Guru Nasional (HGN) 2016. Jika diperhatikan, frase tersebut di atas mengandung 2 variabel, yaitu : pertama, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), dan kedua, hasil karya GTK. Mari kita ulas kedua hal tersebut satu per satu dikaitkan dengan realitas yang terjadi di Indonesia.?




Guru Mulia Karena Karya (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Mulia Karena Karya (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Mulia Karena Karya

Sebagaimana diketahui bersama bahwa beberapa survey menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada jauh di bawah rata-rata tingkat pendidikan dunia, bahkan di jajaran negara-negara ASEAN-pun peringkatnya tidak cukup menggembirakan bila dibandingkan Thailand, Brunei, Malaysia, apalagi Singapore.?

Hal ini menunjukkan bahwa ada 3 komponen, yaitu: GTK, sistem pendidikan, dan fasilitas pendidikan yang dapat dipastikan tidak berkualitas baik, sehingga luarannya (learning outcomes) menjadi bermutu rendah. Mengapa GTK Indonesia tidak berkualitas?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pertama, pola rekrutmen GTK yang tidak mengedepankan pada standar kompetensi keilmuan, pedagogik, dan perilaku serta moral yang ketat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perilaku koruptif, kolusif dan nepotisme.?

Kedua, GTK tidak lagi dipandang sebagai suatu profesi keahlian yang dituntut tidak hanya memiliki kecakapan di bidangnya, akan tetapi membutuhkan komitmen, kreativitas, ketangguhan, dedikasi, keikhlasan, welas asih, dan kepedulian. Dengan demikian, dewasa ini, fungsi GTK menjadi tereduksi sedemikian rupa sehingga tidak ubahnya sebagai suatu pekerjaan yang merupakan sumber mata pencaharian semata.?

Ketiga, aktibat dari kenyataan tersebut di atas, maka tidak dapat dihindari bahwa kemudian perilaku sebagian besar GTK adalah bersifat transaksional, sekedar menghabiskan paket waktu di kelas saja. Dengan kata lain, banyak GTK tidak bersemangat mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu untuk membangun dirinya serta beraktivitas demi peningkatan kualias peserta didiknya. Hal ini menjadi semakin jelas ketika banyak suara GTK bernada resisten terhadap wacana pemerintah menerapkan 8 jam kerja per hari.?

Keempat, adanya fenomena yang menunjukkan bahwa profesi GTK tidak lain sebagai pelarian bagi banyak orang ketika mereka tidak mampu bersaing merebut kesempatan kerja di bidang keahliannya. Tidak sedikit pengajar matematika berlatar belakang pendidikan teknik elektro, arsitek atau teknik mesin dikarenakan mereka tidak mampu memperoleh pekerjaan atau berusaha di bidang keahliannya. Demikian potret wajah GTK di Indonesia dewasa ini, yang barang tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sistem Pendidikan Nasional?

Sementara itu, dilihat dari sistem pendidikan nasional, Indonesia telah mengalami sejarah panjang dengan berbagai kontroversi, ambil saja contoh penentuan dan implementasi kurikulum nasional. Karena dianggap tidak memadai untuk memenuhi tuntutan zaman, maka kurikulum KTSP telah diganti oleh sistem kurikulum 2013.?

Dalam perjalanannya, kurikulum 2013 ternyata juga mendapat kritikan dari berbagai penjuru yang pada intinya kurikulum 2013 tidak bisa dilanjutkan, atau paling tidak perlu direvisi secara mendasar. Sekarang, muncul wacana pemberlakuan sistem Kurikulum Hidup (Living Curriculum) yang telah terbukti berhasil di beberapa negara. Salah satu prinsip dasarnya adalah kurikulum ini tidak pernah usang dan lekang oleh tuntutan lingkungan yang terus berubah. Mengapa demikian? Karena kurikulum disusun bak bangunan rumah-tumbuh yang penghuninya bisa, bahkan harus. berubah kecakapan, tampilan dan perilakunya sesuai dengan perubahan lingkungan sekitarnya.?

Artinya, guru harus tumbuh (growing) untuk meningkatkan dirinya agar tidak ketinggalan zaman, kreatif (creative) dalam pembelajaran dan menelurkan ide-ide baru, adaptif (adaptive) dengan ? kondisi lingkungan, responsif ? (responsive) terhadap segala bentuk perubahan. Di samping itu guru harus peduli (caring) terhadap peserta didiknya, memberikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan (nurturing) dan merangsang (stimulating) para peserta didik, menyayangi (love), memberikan suri-tauladan (patron) dengan cara berperilaku dan bermoral mulia layaknya orang tua (parent) sekaligus sebagai seorang pemimpin (leader).?

Dengan demikian, guru tidak lain merupakan episentrum getaran aktivitas pendidikan yang dapat dirasakan oleh setiap peserta didik terus menerus yang tidak pernah berhenti. Proses pembelajaran adalah hidup, tidak kaku yang terbatasi oleh kurikulum tradisional dengan rambu-rambu yang sangat ketat (rigid curriculum). Oleh karena itu, adalah tepat jika kemudian, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan bahwa guru adalah kurikulum ? yang nyata (the real curriculum) karena guru tidak pernah berhenti untuk membangun dirinya senantiasa menjadi lebih baik (never stop getting better).

Jika akhirnya, kurikulum hidup (living curriculum) diputuskan menjadi pilihan, maka sudah barang tentu harus dipertimbangkan semasak mungkin mengingat prasyaratnya begitu berat terutama kapabilitas guru yang ada pada saat ini. Dalam model kurikulum hidup, di samping memiliki kapabilitas sebagaimana disebutkan di atas, guru harus pula mau (willing to) dan mampu (able to) menyediakan waktunya untuk memotivasi peserta didiknya satu per satu (one on one motivation). Dalam hal ini, kiranya perlu diingat bahwa meski guru dianggap sebagai kurikulum nyata (the real curriculum), namun bukan berarti guru bergerak bebas tanpa batas sehingga tidak menutup kemungkinan akan menjadi liar. Oleh karena itu, seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa kurikulum hidup (living curriculum) ibarat sebuah bangunan rumah yang memiliki pondasi dan pilar-pilar yang kokoh.?

Dengan demikian, dalam konteks pendidikan di Indonesia, maka pondasi tersebut tidak lain adalah wawasan kebangsaan yang terdiri dari 4 pilar, yaitu: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI ditambah lagi dengan koridor berupa sistem budaya termasuk kehidupan beragama, politik dan hukum serta sistem ekonomi.

Kinerja GTK

Secara umum, penyelenggaraan pendidikan terdiri dari 3 tahapan, yaitu masukan (input), proses dan luaran (learning outcomes). Jelas kiranya, luaran tidak ? lain merupakan indikator kunci dari kinerja (key performance indicator) ? GTK . Secara sempit, indikator kinerja dari GTK adalah kualitas lulusan dengan indikasi antara lain: memiliki nilai ujian nasional (UNAS) rata-rata di atas nilai rata-rata regional dan nasional, mampu meneruskan pendidikan lanjut sesuai dengan pilihannya, mampu berkompetisi dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) atau swasta favorit sesuai dengan keinginannya, mampu bersaing mendapatkan bea-siswa kuliah dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu, untuk perguruan tinggi, lulusannya mampu memenangi persaingan memperebutkan lowongan pekerjaan dan jabatan, mampu menciptakan dan menggapai reputasi dalam perusahaan, mampu mengembangkan usaha sendiri (wirausaha) dan mampu berkiprah dalam organisasi masa. Di samping itu, indikator kinerja pendidikan tinggi dapat dilihat pula dari jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, jumlah temuan yang dipatentkan dan sebagainya. Dengan demikian untuk mengukur kinerja GTK dalam arti sempit, antara lain dengan menghitung berapa banyak lulusan yang mampu mencapai posisi tersebut di atas.?

Sementara itu, dalam arti yang luas, kinerja GTK dapat diukur dari tingkat kepuasan para pemangku-kepentingan (stake holders), yaitu: peserta didik termasuk para alumninya, orang tua, dunia usaha, birokrasi, para pegawai lembaga pendidikan, masyarakat luas, dan yayasan pemilik lembaga pendidikan. Untuk mengukur kinerja GTK secara keseluruhan adalah dengan melakukan penyebaran angket (questionnaires) kepada para pemangku kepentingan dengan berbagai model pendekatan. Sedangkan untuk mengukur kinerja GTK secara individual salah satunya adalah dengan pendekatan 3600 (three hundred sixty degree approach) yang dianggap obyektif, atau tidak bias. Pertanyaannya adalah apakah hal ini telah dipraktekkan di Indonesia? Jika tidak, maka jangan berharap kita bisa mengetahui bagaimana kinerja GTK sesungguhnya.

Simpulan

Karena berbagai persoalan sebagaimana dikemukakan pada bagian awal tulisan ini, tidak dapat dibantah bahwa kualitas GTK di Indonesia perlu ditingkatkan karena luarannya (learning outcomes) belum memuaskan semua pihak. Hal ini tercermin dari hasil survey oleh lembaga independen yang menempatkan peringkat kualitas pendidikan Indonesia pada level yang rendah, baik secara global maupun regional. Di samping rendahnya kualitas GTK, dunia pendidikan Indonesia dibebani dengan persoalan penetapan model kurikulum yang selama ini penuh kontroversi, sehingga akhir-akhir ini pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melemparkan wacana kurikulum hidup (living curriculum) yang telah sukses diimplementasikan di beberapa negara maju (developed countries). ? Dalam hal ini, pemerintah perlu mempertimbangkan dan berkalkulasi dengan cermat apakah kondisi GTK, sarana dan prasarana, fasilitas pendukung lainnya, serta budaya bangsa yang nota-bene sebagai suatu negara baru berkembang (developing country), kita telah siap dan memenuhi prasyarat bagi penerapan kurikulum hidup tersebut.?

Akhirnya, sejauh ini, kita tidak bisa menyatakan bahwa GTK telah berkarya dengan baik atau buruk manakala kita tidak melakukan pengukuran kinerja (performance evaluation) dengan pendekatan yang benar, sehingga menghasilkan simpulan yang riil dan obyektif. Oleh karena itu, adalah sulit men-justifikasi apakah GTK adalah mulia karena mereka telah berkarya, atau sebaliknya. ?

Selamat merayakan Hari Guru Nasional 2016. Semoga tema perayaan tahun ini “GTK Mulia Karena Karya” bukan merupa sebaris kata-kata bermakna sarkasme, tetapi sebuah do’a. Aamiin Ya Robbal’alamin

KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua Umum ? Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, January 19, 2018

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur The Wahid Institute mengoreksi berita di media yang seolah-olah ia hanya mendukung pengosongan kolom agama di KTP. Menurut salah satu sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, ia justru mendukung pula pilihan untuk mengisi kolom agama bagi para pemeluknya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Di sini ada dua solusi. Pertama, komunitas agama dan kepercayaan di luar enam agama bisa mengosongkan. Kedua, mereka juga bisa mengisi agama dan kepercayaan mereka," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (9/11).




Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Selama ini masih ada komunitas dan kelompok di luar enam agama yang dipaksa memilih satu di antara enam agama dan tidak bisa mengosongkan kolom agama. Padahal itu bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 dan direvisi menjadi UU Nomor  24 Tahun 2013 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24  Tahun 2013 disebutkan, "Keterangan tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk mengatasi masalah diskriminasi dan pemenuhan yang adil terhadap warga negara itu Yenny meminta negara mengakomodasi warga di luar enam agama yang diakui untuk bisa mencantumkan agama dan keyakinan mereka dalam KTP, bukan hanya tanda strip (-). Misalnya untuk komunitas Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Parmalim, atau agama-agama lain di luar yang enam.

"Itu bentuk perlindungan dan pemenuhan keadilan oleh negara," ujar putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Di beberapa tempat seperti Bekasi dan Meneges, Jawa Tengah, ada penganut agama lokal yang bisa mencantumkan  identitas "kepercayaan" di KTP mereka. "Itu bisa jadi contoh bahwa ternyata bisa mengisi kata selain  tanda strip," imbuhnya.

Pengosongan dan pengisian kolom agama dalam KTP di luar agama yang enam sejauh ini dinilai Yenny pilihan yang lebih bijak. "Yang enam dilindungi, di luar mereka juga dijamin," kata mantan jurnalis The Sydney Morning Herald dan The Age Australia itu. lagi.

Dengan begitu setiap warga negara merasa tidak khawatir kehilangan identitas keagamaan mereka. Yang terpenting, tambahnya, justru memastikan bagaimana pelayanan pemerintah di pusat dan lokal tidak diskriminatif dan merugikan hak-hak dasar lain untuk mereka yang di luar yang enam. "Apalagi kita setuju bahwa negara ini tidak mengenai istilah agama resmi dan tidak resmi," pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw