Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Ada Ormas Buka Pendaftaran Jihad ke Myanmar, GP Ansor Surabaya: Itu Tak Perlu

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Konflik kemanusiaan yang diderita oleh etnis Rohingya, Myanmar, mengundang keprihatinan banyak pihak. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur melakukan aksi sekaligus mengingatkan akan bahaya informasi hoax atas kasus di Myanmar itu.

Aksi dilakukan dengan konvoi menuju Kantor PWNU Jatim di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya dan dilanjutkan dengan melakukan shalat ghaib, istighotsah, dan pernyataan sikap, Senin (4/9).




Ada Ormas Buka Pendaftaran Jihad ke Myanmar, GP Ansor Surabaya: Itu Tak Perlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Ormas Buka Pendaftaran Jihad ke Myanmar, GP Ansor Surabaya: Itu Tak Perlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Ormas Buka Pendaftaran Jihad ke Myanmar, GP Ansor Surabaya: Itu Tak Perlu

Pernyataan sikap ini dibacakan Rudi Triwahid didampingi Ahmad Tamim selaku Sekretaris PW GP Ansor Jatim serta pengurus harian lainnya.

"Kami mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya, untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya," kata Rudi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berdasarkan berbagai sumber yakni informasi, berita, kajian, penelitian, survei dan lain-lain, GP Ansor Jawa Timur berkeyakinan bahwa benar telah terjadi tragedi kemanusiaan di Myanmar tepatnya di daerah Arakan, Rakhine yang menimpa etnis Rohingya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Maka atas dasar keyakinan tersebut PW GP Ansor Jawa Timur, mengutuk keras terjadinya tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar dan berharap agar segera dihentikan," kata Rudi Triwahid.

Ketua GP Ansor Surabaya Faridz Afif yang juga mengutus anggotanya mengikuti aksi solidaritas yang digelar oleh GP Ansor Jatim meminta masyarakat Indonesia tak gegabah menanggapi peristiwa yang terjadi pada etnis Rohingya.

"Jangan sampai kepedulian kita malah menimbulkan konflik baru yang terjadi di dalam negeri. Peduli ya, tapi jangan memprovokasi. Apalagi sampai menyebarkan berita hoax dan menyebarkan foto yang tak berkaitan dengan peristiwa yang terjadi," kata Gus Afif.

Ia mengaku mendapatkan informasi ada sebuah organisasi membuka pendaftaran untuk memberangkatkan masyarakat berjihad di Myanmar. "Itu tidak perlu. Karena masyarakat Rohingya saat ini tidak butuh perang, melainkan solusi hidup dan perdamaian," tegasnya.

Ia melanjutkan, ada saluran resmi yang saat ini tengah bekerja untuk mengupayakan penyelesaian konflik kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya.

"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Aliansi Kemanusian Indonesia untuk Myanmar (AKIM)? tengah melakukan diplomasi perdamaian. Mari kita bersama mendoakan semoga konflik ini segera selesai dan mendapatkan jalan keluar yang baik," kata Gus Afif. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 26, 2018

IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menegaskan penolakan terhadap segala bentuk doktrin dan gerakan semacam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sedang gencar menyasar kalangan muda, terutama pelajar di sekolah umum.

Ketua Umum PP IPNU Puti Hasni menyampaikan hal itu di Kantor IPPNU Lantai 6, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (4/5). Menurutnya, ideologi HTI tentang khilafah di NKRI bertentangan dengan visi bangsa.




IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum

Ia mengatakan, ideologi tersebut telah menjangkau para anggota Rohis di sekolah-sekolah dan menjadikan para pelajar ikut-ikutan mendukung kampanye khilafah dan HTI.

Persatuan Habib Jawa Timur

IPPNU mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengeluarkan surat kepada Dirjen terkait agar mengizinkan organisasi IPPNU menjadi salah satu wadah ekstrakurikuler. Bagi Puti, langkah ini relevan karena badan otonom NU ini memiliki visi mengajak pelajar dan remaja putri Indonesia mencintai agama dan tanah air secara bersama-sama tanpa mempertentangkan keduanya.

“IPPNU seharusnya memiliki akses yang mudah untuk dapat masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah umum, selain Rohani Islam (Rohis),” ujarnya.

IPPNU dalam hal ini menimbang bahwa pelajar putri Indonesia harus mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar berbangsa dengan cara memupuk kembali nasionalisme, toleransi, dan cinta damai.

Persatuan Habib Jawa Timur

Puti juga menjelaskan hari ini IPPNU akan terus-menerus berjuang masuk ke sekolah umum, melakukan kaderisasi secara optimal, kampanye hubbul wathan minal iman, memperkuat sosial media, dan menginstruksikan secara resmi kepada seluruh jajaran di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, dan komisariat agar mulai melakukan kaderisasi di sekolah umum. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Tokoh, Nusantara Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, February 17, 2018

Selapanan Ranting IPNU-IPPNU Tieng dengan Peringati Pahlawan

Wonosobo, Persatuan Habib Jawa Timur. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Tieng menyelenggarakan Selapanan (35 haarian) rutin. Bulan ini digelar di Gedung Olah Raga Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Ahad (17/11).

Kegiatan tersebut, pelajar NU mengusung tema “Reorientasi Pergerakan Pelajar NU dalam Semangat Perjuangan Baru”. Tema tersebut tak lepas dari peringatan besar di bulan November yaitu Hari Pahlawan. Di samping itu juga Tahun Baru Hijriyah.




Selapanan Ranting IPNU-IPPNU Tieng dengan Peringati Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selapanan Ranting IPNU-IPPNU Tieng dengan Peringati Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selapanan Ranting IPNU-IPPNU Tieng dengan Peringati Pahlawan

 

Hakim Muzaki dalam taushiyahnya mengatakan bahwa momentum Pertempuran 10 November di Surabaya yang hingga kini diperingatai sebagai Hari Pahlawan, tak lepas dari peran para ulama NU yang berjuang mempertahankan kemerdekaan RI.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Jika dulu ulama NU tidak mengeluarkan fatwa perang fii sabilillah atau yang terkenal dengan nama Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945 maka tidak akan ada Pertempuran 10 November,” katanya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Ia menilai, sekarang banyak generasi muda NU yang tidak tahu apa itu Resolusi Jihad NU, “Olah karaenanya IPNU IPPNU harus tahu bahwa ternyata peran ulama NU dalam mempertahankan kemerdekaan RI sangatlah besar,” katanya.

Artinya, tambah dia, pemuda pemudi NU yang tergabung dalam IPNU IPPNU haruslah punya semangat juang yang tinggi baik itu berjuang untuk NU, maupun terhadap bangsanya.

Ketua PC IPNU Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto menegaskan bahwa kenakalan Remaja di Wonosobo akhir-akhir ini sudah semakin memperihatinkan “Perlu kami tegaskan bahwa sekarang di Wonosobo kasus HIV AIDS sudah semakin banyak dan yang lebih parah lagi penderita HIV AIDS adalah mereka yang berusia 24-35 tahun,” ungkapnya.

Itu artinya, tambah dia, bahwa kebanyakan dari mereka yang terkena penyakit ini adalah usia produktif dimana seharusnya mereka bisa meraih prestasi atau melakukan hal positif.

“Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Wonosobo berusaha meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas yaitu dengan upaya kami bekerja sama dengan PC LKNU untuk membentuk PIKM (Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat) yang dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto.

Kegiatan itu dihadiri 13 Ranting IPNU IPPNU se-Kecamatan Kejajar 2 Komisariat IPNU IPPNU atau sekitar 450 Kader IPNU IPPNU.

Hadir pula Pengurus MWC NU Kejajar, Pengurus Ranting NU Desa Tieng, Pimpinan Ranting MUSLIMAT NU Desa Tieng, Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Tieng, Pimpinan GP Ansor Desa Tieng, Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Wonosobo.

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 15, 2018

KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak

Kudus, Persatuan Habib Jawa Timur. Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi mengingatkan dalam mendidik seorang anak harus dengan ilmu dan akhlakul karimah. Dengan begitu, anak tersebut akan menjadi orang terhormat.

"Orang terhormat itu ‘alim dan berakhlakul karimah. Karenanya, didiklah anak dengan ilmu dan akhlak," tegasnya saat menyampaikan mauidhah hasanah dalam acara peresmian Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Plus Keterampilan Raudlatus Shibyan desa Peganjaran Bae Kudus, Selasa (28/4).




KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak

Ulama kharismatik asal Kudus ini mengajak untuk meneladani Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang dikenal pintar dan memiliki keistimewaan akhlakul karimah. Diceritakannya, Ali ? saat menuju masjid untuk sholat berjamaah melihat orang tua (Yahudi) bertongkat yang berjalan di depannya. Ali hanya mengawasi dari jauh tidak mau mendahului orang tua tersebut.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Meskipun Yahudi, Ali bin Abi Thalib ini tetap menghormati orang tua dengan tidak mendahuluinya. Padahal saat itu sholat berjamah sudah berlangsung bersama Nabi Muhammad sebagai imamnya," tutur Kiai Syaroni.

Kemudian, lanjutnya, Nabi pada rekaat pertama tidak bisa Itidal karena ditahan oleh malaikat Jibril supaya tidak bisa berdiri dari ruku. Karena untuk menunggu Ali yang masih di jalan menuju masjid.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Ketika sahabat bertanya, Nabi menjawab, menunggu Ali yang menghormati orang tua berjalan. Ini bukti keistimewaan akhlaknya Ali, meskipun bukan muslim tetap dihormati," ujar Pengasuh Pengajian Tafsir Al-Quran setiap Jumat fajar di Masjid Menara Kudus.

Di akhir ceramahnya, Kiai Syaroni mengharapkan Madrasah Aliyah NU Raudlatus Shibyan supaya pendidikan agamanya mantap dengan menerapkan segala ilmu yang tercantum dalam Al- Quran sebagaimana Surat At-taubah ayat 122.

Kegiatan peresmian yang berlangsung siang hari itu, ? turut hadir juga ? Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah Agus Hadi Sofwan, Wakil Rais PCNU Kudus, KH Chusnan Ms dan KH Maksum AK serta seluruh jajaran pengurus madrasah, dewan guru dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Warta, Nusantara Persatuan Habib Jawa Timur

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

Oleh Muh Sulaiman SH

--Teringat pada saat saya menjadi salah satu kuasa hukum dalam perkara PUU/PHPU di mahkamah konstitusi, cukup mata kepala ini tercengang dengan desainer tempat yang begitu mewah serta jajaran hakim mahkamah kontitusi yang begitu berwibawa dalam memeriksa perkara. Alat peraga serta fasilitas yang dimiliki sangat jauh berbeda di peradilan-peradilan umum lainnya.

Betapa bangganya kita selaku pengacara bisa beradu argumentasi dengan para hakim yang notabenenya berangkat dari berbagai disiplin keilmuan serta jabatan yang cukup bombastis, tidak hanya itu secara keilmuan cukup mumpuni dalam membuat terobosan hukum (rechfinding).




Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

Namun saat bersidang, sontak perasaan ini tercengang ketika begitu rapuhnya permohonan yang kita ajukan dipretele satu persatu oleh hakim konstitusi, dan pada saat itulah kita sebagai lawyer diuji dalam perbedaan cara pandang dalam menilai frasa ataupun dalil-dalil permasalahan yang kita sampaikan dalam perkara di Mahkamah konstitusi.

“Saudara pemohon, Siapa saja yang hadir dalam persidangan hari ini, ucap hakim konstitusi, saat menanyakan kami para pemohon/kuasanya untuk menjelaskan siapa saja yang hadir dalam persidangan. Dengan bahasa agak gugup dengan menggunakan microphone, dengan sigap kuasa hukum menjawab pertanyaan hakim konstitusi.

Cerita ini membayangkan betapa Mahkamah Konstitusi ( MK ), memiliki kewibawaan besar dalam mengambil sebuah keputusan perkara konstitusional yang memiliki putusan final dan mengikat. Harapan besar dari balik putusan mahkamah konstitusi memberikan warna tersendiri bagi kelompok yang memiliki kepentingan dalam menguji persoalan yang mereka sampaikan dalam kondisi antara menang dan kalah. Hal itu tercermin pada saat terjadi Permohonan Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh pasangan Prabowo-hatta.

Persatuan Habib Jawa Timur

Hiruk pikuk opini pro kontra terhadap permohonan tersebut menambah keyakinan kita betapa Mahkamah Konstitusi memiliki ruang peradilan yang begitu besar dalam hukum ketatanegaraan kita. Bukti, para saksi, dan ahli dihadirkan oleh ketiga kubu yang berseteru. Disitulah diuji seluruh kemampuan para akademisi maupun para lawyer untuk membuktikan dan memberikan keyakinan kepada hakim konstitusi telah terjadi kecurangan yang begitu masif, struktur, dan sistematis.

Merujuk persoalan Perselisihan pemilu 2014 oleh pasangan Prabowo-hatta yang pada akhirnya di menangkan pasangan Jokowi-JK, tentu ini menjadi pelajaran besar bangsa dimana perkara perselisihan pemilu presiden yang di ikuti dua pasang calon di uji dalam posisi lawan dan kawan, tarik ulur opini yang terus berkembang di balik perselisihan pasca pemilu menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda dikalangan masyarakat Indonesia. Perdebatan dari ruang persidangan Mahkamah Konstitusi membawa aura negatif sampai ke polosok pulau negeri ini, mereka bergunjing dari warung kopi jalanan sampai dengan rumah makan dan perkantoran elite.

Dan perdebatan itu pun menjadi asumsi negatif dan positif dalam ruang berbincangan yang tak kunjung selesai di kalangan masyarakat, sehingga banyak di antara para keluarga terjadi keributan internal demi mempertahankan argumentasi mereka masing-masing.

Persatuan Habib Jawa Timur

Persoalan asumsi hukum yang diterima oleh kalangan bawah dengan asumsi yang utuh atau mentah akan sangat berefek pada distabilitas negara, karena masyarakat dalam menilai masalah perselisihan pemilihan presiden bukan menilai cara pandang secara normatif semata (asumsi hukum) tapi bicara di luar nalar logika. Dimana ketika nalar logika itu di imbangi oleh perasaan kecewa maka yang timbul adalah anarkisme serta menolak argumentasi apapun walau itu benar adanya.

Pasca putusan Mahkamah Konstitusi memiliki arti besar untuk melakukan rekontruksi mental masyarakat dalam memupuk kebersamaan yang secara tidak langsung telah terjadi perpecahan diantara dua kubu, dalam kondisi demikian peran penting pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, ataupun mereka yang memiliki central figur harus mampu membantu pemerintah untuk menjernihkan negatifisme dalam kacamata pikiran masyarakat, dengan memberikan pemahaman untuk lebih menerima putusan Hakim Konstitusi sebagai lembaga negara yang memiliki obyektifitas dan kemampuan untuk memutus persoalan perselisihan dalam perkara PHPU atupu PUU.

Kita semua harus menyakini bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa pemilihan Presiden yang telah diputus merupakan representatif dari masyarakat keadilan yang diwakili oleh mahkamah konstitusi. Sehingga keputusan apapun yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi harus kita jaga dan kita hormati sebagai bagian dari keputusan kita bersama.

Tugas Kita hari ini adalah bagaimana kita mampu mengawal semua kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh founding father dengan cara mengkritisi kebijkan itu dengan cermat, teliti dan kritis. Apakah kebijakan tersebut masih dalam koridor kepentingan bersama ataukah hanyalah kepentingan perseorang, ataupun kelompok. Hal ini lebih penting ketimbang kita masih berdebat pada persoalan menang atau kalah, karena hakikatnya kemenangan hanyalah milik tuhan dan kekalahan adalah bagian dari keseimbangan ciptaannya.

Masyarakat sudah saatnya kembali dengan cara berfikir lokal menuju nasional, dimana mereka punya mata untuk menilai para wakilnya yang telah dilantik beberapa minggu lalu,  agar bekerja secara maksimal dalam mengawal anggaran dalam ruang kontrol yang lebih baik dalam merumuskan kebijakan program-program daerah yang sifatnya kearifan lokal menuju rakyat sejahtera.

Kita berharap berbagai perdebatan pendapat pasca putusan Mahkamah Konstitusi tidak meninggalkan bekas apapun baik itu dendam pribadi, kelompok ataupun cara-cara inskonstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita bangun kembali kebersamaan yang telah rapuh dari mulai pemilihan legislatif, pilpres, sampai pasca pilpres, untuk duduk bersama menjaga stabilitas negeri yang amat kita cintai ini, dalam rangka mewujudkan negeri yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Wujud tersebut tidak akan bisa tercipta kalau di antara sesama bangsa saling menghujat serta mencari kelemahan satu dengan lainnya hanya demi kekuasaan dan kepentingan belaka tanpa menghiraukan dampak yang ditimbulkan bagi keberlangsungan hidup masyarakat serta anak-anak bangsa yang menunggu perubahan dari balik tirai keputusan Mahkamah Konstitusi. Semoga putusan Mahkamah Konstitusi memberikan arti penting bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan bukan malah sebaliknya memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

 

Moh Sulaiman SH, Pengurus Lembaga Peyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-PBNU)

 

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara, Sejarah Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 11, 2018

Ketua PCNU Kota Tasik Raih BKPRMI Award

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya meraih BKPRMI Award pada Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), dan Festival Ustaz Ustazah TKA TPA TQA Tingkat Kota Tasikmalaya di Pondok Pesantren Al-Ihsan Ciharashas Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (18/12).

Didi dinilai paling getol mendukung kegiatan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya, salah satunya tampak saat Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat Jabar dan MTQ tingkat Jabar di Kota Tasikmalaya.




Ketua PCNU Kota Tasik Raih BKPRMI Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Kota Tasik Raih BKPRMI Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Kota Tasik Raih BKPRMI Award

Selain Didi ada enam tokoh lain yang mendapat penghargaan serupa. Antara lain Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Achef Noor Mubarok, Anggota DPRD Jabar dari PKB H Oleh Soleh, Mantan Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Ahmad Fatoni, Kasipenda Kemenag Kota Tasikmalaya H Suryana, dan Pemimpin Pondok Pesantren Al-Ihsan Ciharashas Tamansari, KH Abas.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya Heryanto mengatakan, TKA, TPA dan TQA merupakan metode pendidikan keagamaan yang dilahirkan dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Maka sangat layak kalau Ketua PCNU Kota Tasikmalaya mendapat penghargaan dari BKPRMI.

"Sumbangsih NU begitu besar terhadap BKPRMI. Maka sangat layak KH Didi mendapat award," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Didi pun merasa apa yang diraih tidak ada apa-apanya. Pengembangan syiar Islam di Kota Tasikmalaya menurutnya adalah tanggung jawab semua, termasuk Nahdlatul Ulama. (Nurjani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 9, 2018

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur?



Sebanyak 14 organisasi massa (ormas) Islam menolak kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekolah Lima Hari. Penolakan ormas-ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Islam (LPOI) tersebut disampaikan pada konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (7/7).?




LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)
LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj mengatakan, ormas-ormas Islam mengapresiasi langkah pemerintah yang membatalkan Permendikbud yang akan menggantinya dengan Perpres.

“Namun kami menunggu bukti nya Permen itu telah dibatalkan karena nyatanya Mendikbud masih bersikeras menjalankan Permen yang dibatalkan itu,” katanya.?

Madrasah yang ada di desa-desa ada sekitar 76 ribu lebih telah menjadi bagian dari masyarakat Islam.?

Persatuan Habib Jawa Timur

“Sampai kapan pun, tidak dialog, tidak diskusi, tidak ada tawar-menawar, kami, NU, LPOI juga meminta (kebijakan) itu dibatalkan.”

Sekjen LPOI H. Luthfi At-Tamimi mengatakan, kebijakan tersbut mengancam keberadaan pendidikan di madrasah dan pesantren.?

“Mereka tidak membubarkan pesantren, tapi mereka membuat acara sampai jam lima supaya pesantren tidak laku,” katanya. (Abdullah Alawi) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Jadwal Kajian, IMNU, Nusantara Persatuan Habib Jawa Timur

Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara

Pasuruan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Usai perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Islam Nusantara menjadi pembicaraan di berbagai forum. Bahkan dunia internasional turut mengapresiasi keberadaan Islam khas Indonesia tersebut. Islam Nusantara mengedepankan jejaring ulama.

"Islam Nusantara adalah menghidupkan semangat silaturahmi, toleran, akan tetapi berani tegas pada kemungkaran," kata penulis buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milal Bizawie, Sabtu (14/5).




Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara

Menurut Milal, Silaturahmi Nasional Gerakan Ayo Mondok yang digagas Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU adalah mengulang kembali bagaimana ulama Nusantara membangun jejaring keilmuan dan potensi di masa lalu. "Silatnas adalah pengulangan untuk saling bertemu dan mengirimkan energi positif pegiat pesantren," katanya.

Baginya, kegiatan ini menghidupkan kembali semangat spiritualitas yang pernah hendak dipatahkan para penjajah. "Karena dari transmisi intelektualitas dan spiritualitas akhirnya Islam Nusantara bisa bertahan dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan," katanya saat live di salah satu TV swasta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghafar Rozin mengapresiasi buku karya Zainul Milal ini. "Sudah saatnya fakta sejarah terkait kiprah para ulama ditulis dalam bentuk buku, bukan semata mitos," kata Gus Rozin.

Salah seorang penulis Munawir Aziz mengemukakan bahwa nilai lebih dari jejaring pesantren adalah komitmennya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Hal tersebut terejawantah dalam lagu hubbul wathan minal iman," kata pembanding dari bedah buku tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan keberadaan pesantren yang mencapai tiga ribu lebih, dan jutaan santri yang ada di dalamnya, komitmen keindonesiaan pesantren sangat tinggi. "Kalau pesantren mengajarkan terorisme, tidak akan ada NKRI," ungkapnya yang disambut aplaus hadirin.

Bedah buku Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri (1830-1945) yang dipandu Yulia Kamila tersebut berlangsung meriah. Ratusan gus dan ning serta peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok memadati pendopo Candra Wilwatikta. Antusias peserta kian tinggi lantaran panitia menyediakan buku gratis bagi lima penanya terbaik. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 8, 2018

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

Jombang, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua PC Fatayat Nahdhatul Ulama’ (NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ema Umiyatul Chusna menyatakan bahwa sebagian besar warga Indonesia belum siap menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Commonity (AEC), hal ini ditandai dengan minimnya pengetahuan di berbagai kalangan masyarakat.kecil mengenai MEA .




Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

“Jangan jauh-jauh kita ambil sampel, coba kita teliti memakai angket di berbagai daerah Jombang sendiri, saya pastikan mereka belum mengetahui banyak hal terkait MEA itu,” katanya, Selasa kemarin, saat ditemui di kediamannya.

Menurut Neng Ema, sapaan akrabnya, MEA akan menghasilkan persaingan dengan produk-produk dari negara lain yang bisa meminggirkan produk dalam negeri sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Karena nanti sudah pasti akan ada pemilahan dalam satu macam produk, misalnya bawang merah Indonesia dan bawang merah Cina. Warga kita kecendrungan akan mencoba membeli bawang merah Cina itu dan seterusnya,” tuturnya.

Lebih jauh ia menilai, selama ini belum ada upaya dari pihak pemerintah daerah atau organisasi kemasyarakatan untuk lebih mempersiapkan warga Indonesia agar memiliki pemahaman tentang pola dan sistem pasar bebas tersebut secara lebih merata.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Makanya pihak pemerintah daerah khususnya, dan organisasi-orgnisasi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia itu (harus) lebih berperan aktif untuk mempersiapkan warga kita menghadapi MEA, karena selama ini masih belum tampak,” sarannya.

Anggota DPRD Jombang di Komisi A menambahkan, saat ini masih ada waktu untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan MEA kepada masyarakat, termasuk kesiapan mental atau pola intraksi dengan negara lain. “Saat ini masih bisa menggalakkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan atau entrepreneurship, bekerja sama dengan pihak yang berkompten,” tambahnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara, Sunnah, AlaSantri Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

Kenapa Perlu Membaca, Menulis, dan Diskusi?

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Ketua PBNU, H Syahrizal Syarif mengapresiasi secara positif kegiatan bedah dan diskusi buku, yang digelar Senin (21/3) di kampus STAINU/UNU Indonesia Jakarta, Jl. Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat.



“Membaca itu mempengaruhi, menulis membuat cermat, diskusi membuat siap,” demikian dikatakannya dalam bedah buku Catatan Perut, sebuah buku karya para pegiat Omah Aksoro, komunitas pecinta buku dan sastra yang digagas oleh mahasiswa dan dosen STAINU/UNU Indonesia Jakarta. Syahrizal mencontohkan membaca dikatakan mempengaruhi, misalnya karya-karya Leo Tolstoy, sastrawan Rusia. Karya-karya Leo Tolstoy, mempengaruhi banyak kosakata bahasa Rusia.? Bahkan sampai ada anggapan, Rusia adalah tiga hal, yaitu raja, gereja Koptik, dan Leo Tolstoy.?

Menulis membuat cermat, menurut Syahrizal karena untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik, seorang penulis harus cermat dengan data-data dan fakta agar isi tulisannya tidak menyimpang dari kebenaran. Tidak terkecuali sastra, karena tulisan sastra, juga merepresentasikan suatu masyarakat pada zamannya.




Kenapa Perlu Membaca, Menulis, dan Diskusi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Perlu Membaca, Menulis, dan Diskusi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Perlu Membaca, Menulis, dan Diskusi?

Adapun diskusi dikatakan membuat lebih siap, karena dalam diskusi terjadi proses menyimak perbedaan-perbedaan pendapat. Orang yang terbiasa mendengar perbedaan pendapat akan siap menghadapi situasi tertentu yang datang mendadak sekalipun.

Oleh sebab itu, Syahrizal sangat mendorong agar kegiatan Omah Aksoro (diskusi, bedah buku, menulis) terus berkesinambungan diadakan. Syahrizal yang berlatar belakang dunia kedokteran (gelar dokter diraihnya dari Universitas Indonesia; dan PhD dari University of Newcastle-Australia) ini membaca novel Grota Azura karya Sutan Takdir Alisjahbana pada saat duduk di kelas satu SMP.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bedah buku Catatan Perut merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian “1 Tahun Omah Aksoro”. Kegiatan diskusi berlanjut dengan pentas seni berupa pembacaan puisi, pembacan cerpen, stand up comedy, dan khutbah kebudayaan.

Tampil sebagai pengkutbah adalah Dwi Winarno, yang antara lain menyampaikan bahwa peradaban adalah hasil kombinasi dari mereka yang menjadi pecinta dan kurang cinta buku, komposisinya selalu lebih dominan dilakukan oleh mereka yang menicntai buku. Pecinta buku mampu mencampuradukan banyak ide dan mengaduknya dengan ide segarnya. Hasilnya adalah inovasi. Sementara yang kurang cinta, meskipun ada di antaranya terdapat elite yang dibekali insting kecepatan dan ketepatan layaknya ayunan pedang di medan perang, dibutuhkan sebagai follower. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 6, 2018

Gandeng Media Lokal, LAZISNU Lampung Adakan Program "Puasa Sang Dhuafa"

Bandar Lampung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Provinsi Lampung adakan program unggulan di bulan Ramadhan 1438 H. Program bertajuk "Puasa Sang Dhuafa" ini bekerja sama dengan media online duajurai.co dan akun media sosial berpengaruh @lampuung (Lampung Geh!).

Menurut Didi Wahyudi, direktur manajemen NU Care-LAZISNU Lampung, tahun ini pihaknya gencar sosialisasi program, terlebih di bulan ini memasuki usia 1 tahun LAZISNU Provinsi Lampung. “ Menjadi momentum spesial untuk mengangkat nama NU yang berkiprah di dunia perzakatan Provinsi Lampung,” ujar Didi, Selasa (6/6).?




Gandeng Media Lokal, LAZISNU Lampung Adakan Program Puasa Sang Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Media Lokal, LAZISNU Lampung Adakan Program Puasa Sang Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Media Lokal, LAZISNU Lampung Adakan Program "Puasa Sang Dhuafa"

"Puasa Sang Dhuafa" ini mirip program “orang pinggiran” yang tayang di salah satu tv nasional. Hanya saja formatnya berupa tulisan reportase yang dimuat di laman www.duajurai.co dan akun instagram @lampuung (Lampung Geh). Setiap mustahik (penerima zakat) yang menjadi narasumber mendapatkan santunan.

Prioritas mustahik dari prgram ini adalah para lansia yang masih jualan demi menyambung hidup tanpa mengemis, di samping ia tetap menjaga puasanya selama Ramadhan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, IMNU, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 4, 2018

Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik

Oleh Much. Ngisom Cholil

Untuk mengumpulkan santri santrinya yang saat ini tersebar di seluruh penjuru tanah air, setiap bulan maulud, Habib Luthfi menggelar acara mauludan di samping untuk memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, juga untuk mengumpulkan para santrinya? yang ribuan jumlahnya. Acara mauludan yang digelar selalu lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan hadir secara khusus bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Apalagi beberapa kegiatan penunjangnya seperti? nikah masal, pawai panjang jimat dan pentas musik samer El Balasik asal Jember Jawa Timur dua malam berturut turut, menjadikan suasana peringatan terasa lebih hidup.




Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik

Bahkan, untuk menjamu ribuan tamu yang hadir pada acara mauludan, Habib Luthfi tidak mengalami kesulitan yang berarti. Pasalnya, segala ubo rampe hidangan seperti kambing, beras, dan lain lain sudah disiapkan santri-santrinya dari berbagai pelosok di tanah air. Sehingga panitia tinggal mengatur dan mendistribusikan saat acara berlangsung. Bahkan sejak 10 tahun terakhir terjadwal secara rutin menggelar maulid keliling di beberapa daerah dan saking padanya jadwal hingga bulan Syawal masih ada kegiatan maulid Rasulullah SAW.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan mauludan yang digelar pada tahun 1437 Hijriyah kemarin merupakan kegiatan rutin tahunan santri santri Habib Luthfi. Bahkan jauh sebelumnya telah pula diadakan, meski secara sederhana. Namun sejak lima belas tahun terakhir, dimana sejak dibangunnya gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr. Wahidin Pekalongan, kegiatannya semakin intensif. Tidak saja peringatan mauludan saja yang digelar. Akan tetapi beberapa kegiatan lainnya seperti pengajian malam reboan, Rabu pagi dan Minggu pagi selalu mengisi gedung Kanzus Sholawat.

Sebegitu pentingkah acara itu sehingga menjadi magnet bagi masyarakat secara luas? kegiatan peringatan mauludan memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya yang oleh santri santri senior di panggil abah. Sebagai ulama berpengaruh, beliau sering menjadi rujukan pendapat, baik masalah sosial, politik, ekonomi, budaya dan keagamaan. Sehingga rakyat jelata hingga pejabat tinggi pun seringkali datang ketemu beliau untuk sekadar silaturahim hingga minta fatwa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suatu ketika Jamal Mirdad seorang seniman musik asal Jepara mampir ke rumah Habib Luthfi. Oleh Habib kemudian diantar ke salah satu sudut ruangan yang berisi seperangkat alat musik dan hasil rekaman suaranya, tampak sekali kekaguman Jamal atas suara dan kreasi musik yang dihasilkan. Pasalnya untuk mencapai tingkat kualitas yang diperlukan hingga masuk dapur rekaman diperlukan berbagai persiapan, ternyata Habib Luthfi tidak memerlukan waktu yang cukup lama.

Sebagai ulama yang sangat disegani oleh masyarakat, musik sudah merupakan bagian dari kehidupan Habib Luthfi. Apalagi ayahandanya juga seniman musik yang amat disegani pada waktu itu, sehingga tidak heran jika Habib Luthfi di samping ahli dibidang agama juga mahir memainkan seperangkat alat musik, terutama piano.

Bagi Habib, bermusik adalah sebuah sarana untuk bergaul dengan siapa saja, terutama dengan anak-anak muda dan komponen masyarakat yang heterogen, bagaimana membuat daya tarik sehingga mereka mengikuti kita. Apalagi para pendahulu ulama salaf juga pernah menekuni bidang musik, seperti Jalaluddin Ar Rumi dengan bermusik dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

Musik yang menurut sebagian ulama dianggap bidah dan haram, justru oleh Habib Luthfi menjadi hiburan sehari-hari. Tidak saja sebagai penikmat musik, akan tetapi beliau juga ahli memainkan alat-alat musik dan mengarang lagu, terutama alat musik piano/organ. Di rumahnya saat ini saja ada seperangkat alat musik gambus yang siap dimainkan sewaktu-waktu. Bahkan untuk mengaktualisasikan hobinya, Habib Luthfi memiliki satu grup musik gambus yang biasa disebut “marawis”. Puluhan lagu irama padang pasir mengalun melalui dentingan jari-jari seorang ulama besar, siap menyirami kalbu yang gersang oleh denyut nadi kehidupan dunia yang semakin tak menentu.

Bahkan untuk memberikan nuansa lain pada peringatan maulid, Habib tak segan segan memanggil grup musik ternama seperti Balasyik asal Jember Jawa Timur, juga menggelar pentas wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal. Maka lengkaplah kehidupan seorang ulama Habib Luthfi bin Ali bin Yahya yang ahli dalam bidang agama dan membaur dengan masyarakat dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya. Sesekali dalam waktu senggangnya, dirinya selalu menyempatkan menekan tombol tut tut piano yang berada di salah satu ruangan rumahnya dan mengalunlah dentingan irama padang pasir yang cukup dikenal dan akrab di telinga kita, baik irama klasik maupun modern.

Penempatan kembali muktamar thariqoh ke-10 Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah di Pekalongan pada tahun 2005 kemarin sempat memunculkan kecurigaan dari berbagai pihak dengan ingin tampilnya kembali Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai Rais Aam Jatman. Pasalnya

pada muktamar ke-9 lima tahun silam juga telah digelar di tempat yang sama dan menghasilkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Rais Aam. Meski akhirnya muktamirin sepakat kembali mememilih dan menunjuk Habib Luthfi untuk menjadi Rais Am yang kedua kalinya. Akan tetapi tudingan itu ditepis oleh Habib Luthfi. Yang jelas keinginan Pekalongan sebagai tuan rumah bukan atas kehendak dirinya, akan tetapi merupakan keputusan rapat pleno pengurus Idarah Aliyah.

Sebenarnya Lampung juga telah menyatakan siap, akan tetapi para pengurus yang sudah sepuh-sepuh itu keberatan jika muktamar diletakkan di luar Jawa. Akhirnya Pekalongan kembali ditunjuk sebagai tuan rumah, ujar Habib suatu ketika. Hal ini tak lain adalah semata-mata demi kemudahan pelaksanaan saja. Baginya, jabatan merupakan amanah dan tidak bisa diminta-minta. Dimanapun tempatnya, dirinya menyatakan siap diposisikan. Pasalnya, seseorang yang ingin berjuang bukan harus pada jabatan ketua

umum saja. Artinya, pengabdian dan perjuangan dapat dilakukan seseorang sesuai dengan kemampuannya masing masing dan saya siap mendukung siapapun yang terpilih, ujarnya.

Bahkan pada saat digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kota Pekalongan, Habib Luthfi tidak berada di Pekalongan, beliau malah sedang ada acara di Jawa Timur. Toh demikian seluruh peserta musda sepakat menempatkan kembali Habib Luthfi menjadi Ketua Umum MUI Kota Pekalongan untuk yang kedua kalinya di gedung Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kota Pekalongan. Kehadiran gedung Kanzus Sholawat sejak sepuluh tahun terakhir ini telah memberikan andil yang tidak sedikit terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus Islam melalui perbagai kegiatan yang digelar setiap hari, mingguan maupun tahunan.

Bangunan gedung yang cukup megah bantuan dari para aghniya yang peduli terhadap perkembangan Islam di Kota Pekalongan telah mampu menjadi magnet tidak saja bagi masyarakat di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Akan tetapi masyarakat dari berbagai penjuru yang setiap hadir hadir secara? bergelombang baik untuk sekadar transit setelah menempuh perjalanan jauh maupun untuk menemui tokoh ulama kharismatik yakni Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Belum lagi masyarakat tidak jarang menggunakan untuk keperluan sosial, tempat diskusi hingga kajian-kajian

keagamaan seperti pengajian Selasa malam khusus untuk bapak-bapak, pengajian Rabu pagi khusus untuk ibu-ibu, pengajian Jumat Kliwon maupun majelis-majelis tahunan seperti nikah maulid dan peringatan maulid Nabi Agung Muhammad SAW hingga tempat penyelenggaraan kegiatan tingkat

nasional yakni Muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah ke-9 dan ke-10.

Melihat nilai manfaat yang dirasakan masyarakat cukup nyata, tentu saja pengurus/pengelola Gedung Kanzus Sholawat berusaha untuk dapat memenuhi segala sarana maupun prasaran yang menjadi penunjang kegiatan agar masyarakat yang hadir dapat merasa nyaman. Bahkan Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan telah berkali kali dikunjungi oleh Mursyid Thariqah manca negara, duta besar negara sahabat hingga Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono beserta Hj Ani Yudhoyono dan beberapa menteri Kabinet Indonesia bersatu. (*)

KEGIATAN KANZUS SHOLAWAT

Mingguan :

• Pengajian rutin Selasa malam “Kitab Ihya Ulumuddin”

• Pengajian rutin Rabu pagi “Kitab Fathul Qorib”

Bulanan :

• Pengajian rutin Jum’at Kliwon pembacaan kitab “Jami’ Ushulil Aulia”

• Pengajian Jum’at Legi pembacaan “Dalailul Khoirot”

• Ahad Pahing pengajian thariqah khusus ibu-ibu.

Tahunan :

•? ? ? Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW

• Nikah Maulid

• Pawai Panjang Jimat Pekalongan

• Pembacaan Dalailul Khoirot

• Pembacaan Kitab Ihya Ulumuddin dan manaqib

• Khotmil Qur’an

• Rangkaian Haflah Maulid Rasulullah di 60 tempat

• Halal bi Halal tanggal 2 Syawwal

Sekretariat :

Jalan dr. Wahidin 70 Pekalongan Jawa Tengah Phone / Fax. 0285-427997

*)? Penulis adalah Ketua PC LTN NU Kota Pekalongan dan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw tinggal di Kota Pekalongan Jawa Tengah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 30, 2018

Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban

Bila Idul Fitri identik dengan zakat fitrah, maka Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Kedua hari besar tersebut, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sebenarnya momentum untuk berbagi dengan sesama manusia.

Sebab itu, pada hari raya Idul Fitri kita diwajibkan membayar zakat sebelum Shalat Id dilangsungkan, dan pada hari Idul Adha dianjurkan bagi orang yang mampu menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada orang lain.




Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban

Ulama berbeda pendapat terkait awal waktu dan batas waktu penyembelihan hewan kurban, serta kebolehan menyembelih hewan kurban di malam hari. Akan tetapi, menurut Syeikh Wahbah Az-Zuhaily, seluruh ulama sepakat bahwa waktu paling baik menyembelih hewan kurban ialah hari pertama setelah Shalat ‘Id sampai sebelum tergelincir matahari atau sebelum masuk waktu shalat Zuhur.

Persatuan Habib Jawa Timur

Syeikh Wahbah Az-Zuhaily dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu mengatakan.

Persatuan Habib Jawa Timur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ada perbedaan pendapat ulama fikih terkait awal dan akhir waktu penyembelihan hewan kurban, serta kemakruhan menyembelih di malah hari. Tetapi, mereka seluruhnya sepakat bahwa waktu utama menyembelih kurban ialah hari pertama sebelum tergelincir matahari, karena hal itu sunah.”

Kesunahan waktu penyembelihan ini didasarkan pada hadits riwayat Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa Rasulullah SAW berkata.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini ialah shalat, kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan kurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah shalat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah kurban,” (HR Al-Bukhari).

Kendati waktu penyembelihan kurban ada empat hari, dimulai dari tanggal 10 sampai 13 Dzulhijah, tetapi lebih baiknya penyembelihan hewan kurban dimulai pada hari pertama sebelum tergelincir matahari agar memperoleh kesunahan.

Tetapi perlu diingat, seluruh ulama sepakat bahwa tidak boleh menyembelih hewan kurban sebelum Shalat Id dilaksanakan. Bagi siapa yang menyembelih pada waktu itu, maka penyembelihan itu tidak dianggap ibadah kurban. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 29, 2018

Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini

Batam, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mempunyai wilayah garapan yang penting, tidak sekadar belajar jurus beladiri, ujar pelatih PSNU Pagar Nusa, Batam, Kepulauan Riau, Suhermanto.

“Sepandai dan berprestasi apa pun tanpa berakhlaqul karimah maka tidak ada artinya menjadi pendekar Pagar Nusa,” ujar dia, di Perumahan Hang Leukir Blok CC 4 nomor 3 dan 4, Kota Batam, Kamis (9/12).




Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Percuma Jadi Pendekar Pagar Nusa Tanpa Ini

PSNU Pagar Nusa, kata Suhermanto melanjutkan, menekankan filosofi padi bagi calon-calon pendekar yang digembleng, semakin berisi, harus semakin merunduk.

“Hal itu terus dan terus ditanamkan kepada mereka di tengah masyarakat yang semakin krisis akhlak. Karena selain prestasi dan kemampuan bela diri, Pagar Nusa punya wilayah garapan yang jauh lebih penting yaitu dakwah,” ujar dia menjelaskan.

Ia lalu meyakinkan, belajar bela diri di Pagar Nusa membuat individu yang takut menjadi pemberani. “Tapi tanpa akhlak bagus, tidak akan pernah bisa lulus. Sopan santun, bisa salat dan tahlil sebagai amaliah NU juga merupakan syarat kelulusan di Pagar Nusa,” demikian Suhermanto. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 23, 2018

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Tiada hari tanpa prestasi. Tampaknya hal itu melekat pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sumber Bungur, Desa dan Kecamatan Pakong, Pamekasan. Madrasah itu sudah bertahun-tahun berlangganan juara dalam ajang kompetisi lokal, regional, nasional, dan bahkan internasional.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Sumber Bungur tersebut, baru-baru ini meraih juara Olimpiade Agama dan Sains tingkat SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Timur. Lomba tersebut digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Probolinggo.




MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

"Alhamdulillah, siswi kami juara dalam kompetisi tersebut," kata Kepala MTs.N Sumber Bungur Mohammad Holis, Selasa (24/1).

Siswi tersebut bernama Ananda Farhatun. Dia juara III. Farhatun berhasil menumbangkan ratusan peserta se-Jawa Timur pada Kamis (19/1) lalu. Peserta dari Malang, Kediri, Surabaya, Jombang, dan sebagainya dapat dia kalahkan.

Jenis mata pelajaran yang dilombakan oleh panitia meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Total peserta yang berpartisipasi sebanyak 651 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sejatinya, MTsN Sumber Bungur mengirimkan 6 peserta untuk berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Rinciannya, satu peserta di mata pelajaran PAI, 2 peserta IPA, 2 peserta di Bahasa Arab, dan 1 peserta Bahasa Inggris.

Bagi Ananda Farhatun, kompetisi yang dilakoninya itu adalah pengalaman yang paling berkesan. Sebab, kali pertama yang yang diikutinya. Bimbingan dan pendampingan dari guru mapel PAI selama persiapan lomba adalah salah satu kunci sukses keberhasilannya, di samping semangat dan ketekunan dalam belajar.

"Satu hal yang Ananda inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi MTsN Sumber Bungur, lembaga pendidikan yang telah memberikan banyak hal berharga selama ini dalam hidup kami," terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, para peserta didik didampingi oleh Mohammad Holis, M.PdI, Fawaid Arifin, S.PdI, dan Achmad Muhlis, S.Pd. Holis dan Fawaid merupakan guru pembimbing. Sementara Achmad Muhlis adalah Koordinator Bina Prestasi MTsN Sumber Bungur Pamekasan.

"Ini prestasi awal tahun yang manis. Akhir tahun lalu, MTsN Sumber Bungur berhasil mengumpulkan 22 juara dalam lomba Aksioma yang digelar Kementerian Agama Pamekasan," tukas Fawaid. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah