Showing posts with label Kajian. Show all posts
Showing posts with label Kajian. Show all posts

Tuesday, February 27, 2018

Pergunu Jabar Latih Guru Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama

Tasikmalaya, Persatuan Habib Jawa Timur. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jabar bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Umum SPs UPI Bandung melaksanakan kegiatan Pelatihan Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Agama Bagi Guru-guru SMA/MA di Pesantren Riyadul Ulum Waddawah Condong, Jumat (28/8).




Pergunu Jabar Latih Guru Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Latih Guru Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Latih Guru Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 guru dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman, dan Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya.

Yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut KH Wahyu Wibisana, Dr H Mupid Hidayat, Dr Agus Mulyana, Dr H Kama Abdul Hakam, dan Dr H Encep Syarif Nurdin.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam sambutannya, Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sekarang ini degradasi moral harus menjadi sorotan utama. Karena itu, meningkatkan karakter anak didik agar lebih kuat sangat penting.?

“Kekuatan karakter kita sebenarnya ada pada nilai-nilai agama dan budaya kita," tutur Budiman

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut Sekretaris PW Pergunu Jabar H Saepuloh, kegiatan ini akan dilaksanakan juga di Kabupaten Subang, Cianjur dan Bogor, dengan harapan kegiatan ini bisa membantu pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

"Kita jalin kerjasama dengan UPI Bandung untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat," tutur H Saepuloh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Makam, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 23, 2018

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kehidupan damai, rukun, guyub, saling membantu di masyarakat tingkat bawah antara yang anti PKI dan yang PKI sudah berjalan nyaris tanpa kikuk. Sebab, dendam di masyarakat tidak parah, mereka tidak paham politik.

Selain itu, mereka saling tahu kehidupannya sehar-hari, karena bertetangga.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir pada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu (3/9), di ujung telepon. Menurutnya, "Tingkat masyarakat bawah relatif tidak bermasalah, mereka tidak banyak tahu politik."




Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Lalu Kiai Saifuddin bercerita bahwa jamaah pengajiannya tahun 80an sampai 90an banyak bekas anggota PKI. "Ngaji mereka. Ngurus mesjid mereka. Habis ngaji, namanya orang Betawi, ya makan bareng, ngobrol gayeng," ujar Kiai Saifuddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut pengakuannya, ketika orang luar menyerbu PKI yang ada di kampungnya, dengan alasan kemanusiaan, warga kampung membendungnya. Kampung kiai yang sehari-hari padat dengan mengisi pengajian ini adalah Kebon Manggis-Matraman, sebelah Berlan, masuk wilayah Jakarta Timur. Di kampung itulah dirinya dilahirkan, pada tanggal 31 Januari 1955.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya masih ingat, ibu-ibu di kampung saya, ketika ada penyerbuan berteriak-teriak, jangan dilempari itu, jangan dilembari itu. Itu orang baik, itu orang baik. Terbendung juga itu orang-orang, tidak nerusin nyerbu. Terbendung oleh suara ibu-ibu. Ini suara kemanusiaan."

"Saya mau cerita lagi. Tetagga saya orang PKI, namanya Bebas Pati Mulya, aslinya Medan, agamanya Kristen, punya anak nakal ndak ketulungan. Duit orang tuanya dicuri, pulang malam. Pokoknya nakal sekali. Itu Pak Bebas ngundang kami, untuk tahlilan dan mendoakan agar anak itu jadi bener. Dan namanya diganti tuh,? jadi Muhammad Soleh. Ya kami datang."

"Yang ingin saya katakan adalah, secara kemanusiaan tanpa diminta pun para warga sudah saling memaafkan. Banyak hal yang kami lakukan. Itu upaya warga melakukan rekonsiliasi. Itu perintah agama."

Namun, Kiai Saifuddin Amsir menyatakan dengan tegas bahwa Partai Komunis Indonesia tidak bisa dimaafkan secara politik. "Sudah betul itu PKI ditumpas. Jangan sampai hidup lagi. Trauma kita. Untuk perdamaian bangsa, ubah saja pikiran, bangun satu sikap baru. Pandang ke depan, jangan ada sejarah macam begitu. Kalau saling memaafkan, jangan. Jangan sampai ada. PKI itu terjepit saja bisa berkelit, apalagi diberi jalan."

Saifuddin masih ingat, betapa pahitnya omongan Aidit yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.

"Siapa yang ndak sewot dihina-hina begitu? Lha? Jangankan kite orang pesantren, kan? Mochtar Lubis saja dongkol saat Pram dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay tahun 1995. Mochtar kan sempat mau banting penghargaan yang sama yang lebih awal diterimanya.? Tidak main-main PKI. Mereka punya semboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujarnya.?

Bisa dipahami jika Saifuddin tidak rido pada PKI. Bagaimana tidak, partai berlambang palu-arit itu menghina para ulama yang mendidikan dirinya sedari kecil. Ia sangat dekat dan mencintai para gurunya yang antara lain Muallim Abdullah Syafi’i, Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas, dan Guru Hasan Murtoha. Dan bapaknya, Amsir Naiman, sendiri adalah guru ngaji di Kebon Manggis.

Saifuddin kecil menyaksikan bahwa PKI mengancam orang-orang Islam di Jakarta secara terbuka, bahkan dia melihat sumur-sumur sudah dipersiapkan di sanggar Lekra yang ada di kampungnya.

"Kampung saya kecil, tapi itu sanggar terbesar Lekra di Jakarta dipimpin langsung Profesor Bakri Siregar. Di sanggar mereka memang membuat sumur. Saya melihat sendiri. Anak-anak muda dari pelbagai kampung dilatih secara militer."

Saifuddin mengenang, anak-anak muda, khususnya perempuan, dilatih sebisa mungkin untuk menari. Pelatihnya dari Ansor. Lagunya berjudul "Mencuci Pakaian" yang diciptakan oleh bapaknya: Amsir Naiman. Makna lagu tersebut adalah orang harus mencuci dirinya dari kotan-kotoran yang disebarkan orang-orang PKI.?

Menari merupakan kegiatan yang jauh dari kehidupan sehari-hari warga Kebon Manggis, yang biasanya hanya mengaji. Tapi mereka melakukannya agar bisa melawan tarian dan nyanyian seniman Lekra yang punya kekuatan Prof Bakri Siregar, yang seniman betulan.

Saifuddin bangga anak-anak kampungnya yang bukan seniman bisa melawan Lekra yang seniman. Dia juga senang Orde Baru mampu menyabet PKI secara tuntas. Tapi dia menyayangkan, sabetan Soeharto mengenai banyak sembarang orang.?

Lulusan IAIN Ciputat jurusan Akidah dan Filsafat itu memberi catatan, "Anak PKI yang tidak mengerti PKI mendapatkan hukuman berat juga. Orang-orang yang cuma ikut-ikutan kena juga. Kasihan mereka. Pak Harto tidak cermat. Pak Harto pakai juga tuh semboyan PKI rawe-rawe rantas malang-malang putung."

Cara Ulama

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta M. Jadul Maula menyatakan bahwa perdamaian bangsa ini dapat terlaksana dengan cara dan ilmu ulama.

"Jalan dengan cara ulama adalah memutus mata rantai dendam kebencian dan kekerasan. Menyiram api amarah dengan air dingin yang menyejukkan, berupa iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Begitulah cara dan ilmu ulama menyelesaikan konflik antarsesama," terang M. Jadul Maula, saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw melalui telepon, Rabu (3/10).?

Dia menyebutkan, jalan dan cara para ulama adalah mengikuti Rasulullah.?

"Ketika beliau (Rasulullah, red.) sebagai pemimpin tertinggi umat, di dalam masjid berbicara langsung pada rakyat adakah di antara kalian yang hak-haknya telah aku ambil dan tidak rela? Silakan ambil kembali hak itu dan hukum qishos aku, supaya aku dapat menemui Tuhanku, terbebas dari belitan beban hak-hak anak Adam. Itu teladan panutan kita dalam menyelesaikan urusan dengan sesama. Kita wajib mengikutinya," papar Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak, Bantul.

Jiwa bangsa ini, tegas Jadul, perlu dikembalikan lagi pada jalan rahmat atau kasih sayang, jiwa yang takut melanggar, dan mengambil hak-hak orang lain. "Menurut para ulama kita, tujuan mendirikan bangsa adalah juga untuk menjaga hak-hak manusia tersebut. Itu yang kita kenal dengan al-masholihul ammah, kemaslahatan-kemaslahatan umum. Inilah bagian dari khittah Indonesia 1945 yang kita suarakan di Munas Cirebon itu," tegasnya.

Khusus terkait PKI, Jadul berpendapat bahwa peristiwa 65 serta rangkaian sebelum dan sesudahnya, telah merenggut paksa keseluruhan masholih itu, dan ironisnya pemerintah tidak bisa menjaganya. "Para ulama NU yang ikut mendirikan negara ini, saya yakin menangisi keseluruhan peristiwa 65 tersebut. Karena betapapun, korban-korbannya adalah semua, NU korban, juga saudara-saudara sebagangsa," ujarnya.

"Gus Dur ketika minta maaf atas persitiwa 65, saya yakin mewakili spirit ulama, dan beliau kan ulama juga, spirit para pendiri bangsa dan ingin mengembalikan jiwa bangsa pada fitrahnya, menegakkan kembali negara atas tujuan pendiriannya. Dasarnya rahmat, tujuannya adalah kesejahteraan seluruh rakyat, terlindunginya kemaslahatan bersama,"

Ketika ditanya soal tentang para aktivis PKI, dia menjawab, "Apa PKI masih ada? Kalau masih ada, mereka juga harus meminta maaf. Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu PKI. Kita harus saling meminta maaf dan memaafkan."?

"Mari, semua elemen bangsa mencontoh Gus Dur yang telah minta maaf sebagai pemimpin agama atau ulama, dan sebagai pemimpin bangsa. Dengan meminta maaf, yang tampak dari Gus Dur adalah kebenaran, kekuatan dan kebesarannya," pungkasnya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Habib, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 18, 2018

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Bogor,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU menghelat penyusunan Renstra (Rencana Strategis) dan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2015-2020 di Hotel Lor In, Bogor, Jawa Barat. Raker di area sirkuit Sentul ini berlangsung mulai 13 sampai 15 November 2015.

Pada pembukaan acara, Ketua Lakpesdam PBNU Dr. Rumadi Ahmad menekankan bahwa Lakpesdam perlu merumuskan rencana program selama lima tahun ke depan dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan peran yang telah dicantumkan PBNU.




Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Sesi pembukaan acara juga dihadiri oleh para sesepuh dan mantan ketua Lakpesdam dari beberapa periode. Ini digunakan untuk menyerap masukan, pengalaman, dan cerita plus ‘klangenan’ lintas generasi. Hadir diantaranya KH Abdullah Syarwani, Kiai Helmi Ali, MM.Billah, H.Yahya Ma’shum dan Ulil Abshar-Abdalla.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wejangan para sesepuh yang diselingi canda dan saling lempar sindiran inspiratif itu menghasilkan kesimpulan bahwa Lakpesdam perlu tetap mempertahankan sikap kritis, baik itu kepada kondisi sosial politik di luar (eksternal), maupun kritis terhadap internal lakpesdam itu sendiri, terlebih kepada PBNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, perlu mengingat peran Lakpesdam pada awal kelahirannnya sebagai bagian yang dirumuskan dari ikhtiar khittah NU 1926 setelah muktamar pada tahun 1984 di Situbondo. Dari situlah, Lakpesdam kemudian dilahirkan sebagai respon terhadap pentingnya kebutuhan lembaga yang membidani lahirnya generasi-generasi yang unggul secara intelektual dan moral, atau dalam seloroh MM Billah, tangguh, tanggap dan tanggon.

Usai dialog lintas generasi, forum yang difasilitasi Muntajid Billah berlanjut dengan membuat Renstra Lakpesdam NU 2015-20120, mulai dengan pendalaman identitas lakpesdam dan capaian-capaian yang eksisting, serta bicara peluang dan tantangan.

Hingga esok hari, Raker kali ini diharapkan menyelesaikan analisa stakeholders, merumuskan visi dan misi, memilih strategi, program prioritas hingga membincang peran dan struktur kelembagaan. (Saduddin Sabilurrasad/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 13, 2018

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meresmikan kepengurusan 34 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 294 Pimpinan Ranting sekabupaten, Sabtu (26/12). Sebanyak seribu anggota GP Ansor dari perwakilan anak cabang dan ranting sekabupaten menyaksikan pelantikan ini.




Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Mereka mengenakan seragam harian GP Ansor . Tampak hadir seluruh keluarga besar NU dan Bupati Tasikmalaya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep menyatakan, pelantikan ini amerupakan upaya penguatan NU di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Karena, penggerak pembangunan NU dan pembangunan daerah adalah kaum muda khususnya Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya menginginkan pengurus GP Ansor yang dilantik sekarang menjadi pelopor di daerah masing masing,” kata Asep.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada tahun 2015 ini, kata Asep, kita akan melakukan 13 putaran PKD. Kita membangun dan fokus pada Ansor. Pada 2016 kita akan fokus pada Diklatsar.

“Jika ada yang akan menggelar PKD, itu harus dilaksanakan oleh PAC GP Ansor karena 2016 kita ingin mencetak 1000 pasukan Banser di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Asep. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 8, 2018

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pesantren dan santri selalu terlibat dalam setiap peristiwa penting di Indonesia. Salah satunya dalam perumusan dasar negara Pancasila. Peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa diabaikan. Dengan peranan sepenting itu santri tidak perlu malu menunjukkan identitas kesantriannya.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo KH Melvien Zainul Asyiqin (Gus Iing) dalam acara Halal Bihlalal dan Haul Masyayikh Lirboyo di Yayasan Umdaturasikhien, Cakung, Jakarta Timur, Ahad (9/8).




Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

"Jangan malu menjadi santri. Yang menggagas dasar-dasar Indonesia salah satunya adalah (perwakilan) santri," kata Gus Iing di hadapan ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah se-Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah, Gus Iing juga menekankan pentingnya melanjutkan peran yang telah diambil santri zaman dahulu. Peran penting itu, lanjut Gus Iing, harus dipertahankan dan dikembangkan santri masa sekarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peran penting itu, lanjut Gus Iing, bisa ditanggung santri masa sekarang dengan syarat mengusai pengetahuan kemasyarakatan yang memadai. Santri, seperti terlihat pada sosok KH Hasyim Asyari dan santri sezamannya, tidak hanya paham masalah akhirat tapi juga dunia, yaitu urusan kebangsaan dan kenegaraan.

"Santri zaman dulu paham masalah dunia dan akhirat sekaligus," tegas Gus Iing.

Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Lirboyo digelar oleh Ikatan Silaturahim Keluarga Al-Mahrusiyah (Istikmal) Jabodetabek. Selain ceramah agama, acara juga diisi istighotsah kubro yang melibatkan warga dari sejumlah majelis taklim di Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kajian, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menghadapi Ujian Nasional (UN) awal April 2016, seluruh guru dan siswa kelas akhir SMAN 1 Jombang dibekali dengan motivasi spiritual. Bentuk kegiatan yang digelar mengikuti berbagai amaliyah nahdliyah. Mereka melangsungkan shalat dhuha, shalat hajat, istighotsah, tahlil dan shalawatan di lapangan basket sekolah setempat, Jumat (1/4).




Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

"Karena meskipun kalian belajar giat dan rajin, tapi melupakan Allah, itu kosong," kata Kepala SMAN 1 Sih Wihartini. Ia mendorong semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan serius mulai dari awal sampai akhir.

"Kepada siapa lagi kita akan memohon pertolongan jika tidak kepada Allah," ujarnya di depan para peserta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh guru agama Islam. Naskah istighotsah yang dibaca adalah susunan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang KH Muhammad Romli Tamim yang juga dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah. ?

Kegiatan seperti ini secara rutin digelar di SMAN 1 Jombang. "Biasanya kita gelar menjelang ujian, baik UN, UAS maupun UTS," kata Mukani, guru agama Islam sekolah tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Amaliyah nahdliyah ini dipilih, lanjutnya, karena terbukti sesuai dengan kultur masyarakat Jombang. "Juga diharapkan membekali mereka saat di peguruan tinggi nanti, karena di sana pasti banyak gempuran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kerangka NKRI," ujarnya.

Alumni Pesantren Seblak Jombang ini menjelaskan bahwa untuk siswa yang nonmuslim juga digelar peribadatan sesuai agama masing-masing. "Tempatnya di ruang perpustakaan," katanya.

Hal ini merupakan wujud dari sikap toleransi yang sudah menjadi kultur SMAN 1 Jombang. "Sikap ini sejalan dengan ajaran tasamuh dalam budaya NU," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain. Di level SMA se-Jombang, kegiatan serupa sudah digelar di Masjid Agung Jombang, Selasa (29/3). Pesertanya adalah seluruh siswa akhir dari SMA se-Jombang baik negeri maupun swasta.

"Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Wakil Bupati Jombang saat memberikan sambutan. Bahkan Wakil Bupati Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang juga Ketua Muslimat NU Jombang meminta kegiatan positif ini dilanjutkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 6, 2018

Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tahun 1982 silam, Misnun bersama keluarganya berangkat dari Banyuwangi Jawa Timur ke Papua sebagai transmigran. Di Papua, yang saat itu masih disebut Irian Jaya, Misnun seperti warga transmigran lainnya, mendapat sebidang tanah dan dikelola sebagai lahan pertanian.

“Waktu itu tanah yang kami olah masih hutan yang baru ditebang pohonnya. Sekarang sudah ramai dan menjadi pusat distrik (kecamatan),” cerita Misnun.




Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Misnun Dapat Hadiah Umrah dari Anaknya

Perkembangan kemajuan Kabupaten Sorong, juga seiring dengan keberhasilan Misnun dalam menghidupi keluarganya. Kedua anaknya dapat dikatakan menjadi orang-orang sukses dengan mengabdikan diri kepada masyarakat. Anak pertama Misnun saat ini menjadi Kepala Puskesmas, sedangkan anak kedua berprofesi sebagai bidan.

Awal Maret lalu, kedua anaknya menghadiahi Misnun dan istrinya dengan membiayai perjalanan umrah. Misnun lalu mencari informasi bagaimana mengikuti perjalanan umrah yang tepat dan nyaman serta cocok bagi dirinya yang warga nahdliyin.

“Sekitar dua bulan sebelumnya anak saya bilang ingin membiayai ibadah umrah saya dan istri. Lalu saya carilah info. Kebetulan saya kenal dan sering berkomunikasi dengan Pak Sutejo, Ketua PCNU Kabupaten Sorong. Beliau lalu mengajak saya umrah bersama ASBIHU,” kata Misnun.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bersama 38 jamaah lainnya, Misnun dan istrinya merupakan pasangan umrah ASBIHU dari Kabupaten Sorong yang berangkat umrah awal Maret ini. Ia pun mengungkapkan rasa senangnya dapat melaksanakan ibadah umrah.

“Anak-anak tahu perjuangan kami membesarkan dan menyekolahkan mereka. Saat sudah ada rizki mereka membiayai saya dan istri berangkat umrah. Saya senang sekali bisa ikut umrah bersama ASBIHU. Karena dari ASBIHU juga pelayanannya baik sekali,” Misnun melengkapi ceritanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kala itu, ASBIHU memang memberikan bonus tambahan bagi rombongan umrah asal Kabupaten Sorong. Sebelum diterbangkan ke tanah suci, mereka diajak mengunjungi sejumlah tempat di Jakarta, antara lain Taman Mini Indonesia Indah, Gedung PBNU, Monas dan Masjid Istiqlal.

“Alhamdulillah, kami mendapat bonus kejutan. Dan kami sangat senang, karena diajak berkeliling Jakarta. Terima kasih kepada PBNU dan ASBIHU. Ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami,” ungkap Misnun. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemkab Boyolali Bangun Masjid Agung

Boyolali, Persatuan Habib Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Boyolali mulai melaksanakan proyek pembangunan Masjid Agung di kompleks perkantoran Pemkab Boyolali. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama, Jumat (11/4) lalu.




Pemkab Boyolali Bangun Masjid Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Boyolali Bangun Masjid Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Boyolali Bangun Masjid Agung

Peletakan dihadiri Bupati Boyolali Seno Samudero beserta sejumlah tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Boyolali.

Menurut Bupati, selain masjid di tempat tersebut juga akan dibangun beberapa tempat ibadah lainnya, yakni gereja, pura dan wihara. “Ini mungkin yang pertama kali di Indonesia,” ujar Seno.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pihaknya berharap dengan adanya beberapa tempat ibadah dalam satu kompleks ini, pemeluk kelima agama tersebut dapat menjalin kerukunan antar umar beragama. Sehingga akan tercipta suasana aman dan kondusif

Persatuan Habib Jawa Timur

Senada dengan Bupati, Ketua FKUB yang juga menjadi pengurus PCNU Boyolali, KH Habib Masturi berpesan agar tempat ibadah ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan kepada Allah swt. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian, AlaNu Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 4, 2018

Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling

Sukoharjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selama ini teori-teori dalam beragama, baik di sekolah maupun di majelis pengajian telah banyak dipelajari, tetapi kadang masih bingung dalam prakteknya. 

Hal tersebut disampaikan KH Khoirul Anwar dalam pengajian selapan Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, Senin malam (11/2) di Masjid Al-Akbar Jetis Tawangsari Sukoharjo.




Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sukoharjo Gelar Pengajian Keliling

“Kita sudah mengetahui teori-teorinya, lalu prakteknya seperti apa?” tanya Kiai Anwar kepada jamaah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kemudian ia membacakan hadist tentang pertemuan Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw yang sedang bersama para sahabat. Jibril kemudian menanyakan tentang iman, Islam dan ihsan. Sampai pada keterangan ihsan yang bermakna ketika tengah beribadah seolah-olah melihat Allah.

“Disinilah pentingnya bertariqah, berguru kepada salah seorang mursyid. Agar kita bisa merasakan kehadiran Allah,“ terang Mudir Jatman Sukoharjo tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara pembacaan ratibul hadad dan maulid simtudurar itu dihadiri beberapa unsur dari Aswaja di Sukoharjo diantaranya dari Majelis Al-Hidayah, Muslimat Thariqah, Jamuniro dan lain sebagainya.

“Ini menunjukkan persatuan unsur Aswaja,” kata Sekretaris Jatman Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Di akhir acara diumumkan agenda-agenda penting yang akan diselenggarakan diantaranya kegiatan Maulid Nabi di tempat Habib Luthfy Pekalongan dan Khatmil Quran di pesantren Almuayyad Solo. Kegiatan pengajian malam Selasa Pahing ini rutin diselenggarakan setiap 40 hari sekali, berkeliling ke desa-desa di daerah Sukoharjo.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hujan Gol di Hari Ketiga LSN Region Kalimantan III

Pontianak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hari ketiga berlangsungnya Liga Santri Nusantara (LSN) Region Kalimantan III mempertemukan antara Pondok Pesantren Matlaul Anwar dan Pondok Pesantren Nahdlatul Atfal di Lapangan Sepakbola Keboen Sajoek, Pontianak, Rabu (24/8).

Pada pertandingan partai pertama di hari ketiga ini, Matlaul Anwar menggunakan kostum biru kuning, sedangkan Nahdlatul Atfal menggunakan kostum merah-merah.




Hujan Gol di Hari Ketiga LSN Region Kalimantan III (Sumber Gambar : Nu Online)
Hujan Gol di Hari Ketiga LSN Region Kalimantan III (Sumber Gambar : Nu Online)

Hujan Gol di Hari Ketiga LSN Region Kalimantan III

Sejak kick off dimulai, Nahdlatul Atfal lansung mengancam. Tapi kiper dari Matlaul Anwar bisa menghalaunya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akibat serangan bertubi-tubi dilakukan oleh Nahdlatul Atfal, di menit ke-6 gawang Matlaul Anwar bisa dibobol melalui aksi individu sang penyerang Abdul Hadi yang bernomor punggung 10.

Setelah kebobolan di menit ke-6, Matlaul Anwar seakan kehilangan semangat bermain. Pada menit ke-8, pemain lawan kembali berhasil mencetak gol melalui playmaker, Amin Muhaimin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gol berikutnya tercipta menit ke-19 melalui penyerang Abdul Hadi yang mencetak gol keduanya.

Berselang lima menit kemudian gelandang bertahan, Ahmad Zubad menutup kemenangan di babak pertama dengan akor 4-0.

Babak kedua tempo permainan kedua tim lebih meburun dan setelah 12 menit berjalan pertandingan babak kedua, Nahdlatul Atfal berhasil mengubah papan akor menjadi 5-0 berkat golpemain pengganti, Satiji.

Berikutnya Abdul mencetakan hat-trick di menit 52 dan menggenapkan kemenangan timnya menjadi 6-0. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Way Kanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebanyak 36 area pohon seluas 36 lapangan sepak bola rusak setiap menitnya di seluruh hutan di dunia. Lalu apa yang harus dilakukan manusia terhadap pohon-pohon yang memberi udara untuk dihirup? Haruskah manusia diam pada deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi suatu ancaman bagi kualitas udara dan berkontribusi hingga 15 persen dari emisi gas rumah kaca global?




Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Riky Ryan Saputra selaku koordinator gerakan, di Blambangan Umpu, Ahad (26/6), menerangkan, "Sedekah Oksigen" merupakan gerakan menanam pohon 50 buah di setiap pesantren, targetnya 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

"Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Contoh peristiwa cuaca ekstrem telah memakan ribuan nyawa, dari gelombang panas yang mematikan di India dan Pakistan hingga banjir parah di Malawi, Mozambik, dan Madagaskar. Melindungi hutan dari deforestasi dapat membantu membatasi dampak dan tingkat keparahan bencana alam. Menyelematkan pohon berarti menyelamatkan nyawa," kata Riky.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan, pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Hutan tropis adalah penyerap karbon terbesar di bumi. Setiap tahunnya, hutan tropis menyimpan sekitar 2.8 miliar ton karbon—setara dengan dua kali emisi CO2 dari Amerika Serikat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ketika pohon habis, tidak hanya CO2 yang terlepas ke atmosfer, namun hanya ada sedikit pohon yang menyerap gas rumah kaca," ujar dia lagi.

Selain bertujuan untuk mendorong kemandirian pesantren, penanaman pohon melalui gerakan "Sedekah Oksigen" juga diperlukan. Manusia membutuhkan pohon untuk bernafas.

"Pohon juga merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. 75 persen air dunia berasal dari hutan, yang melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi," paparnya.

Dengan demikian, imbuhnya, manusia dan hewan memiliki ketergantungan pada hutan, pada pohon, kehidupan sehari-hari mahkluk hidup harus ditopang dengan keberadaan pohon.

"Untuk menyatakan perlawanan terhadap perubahan iklim, kita harus menjaga hutan, menjaga keberadaan pohon guna memastikan kemungkinan masa depan yang cerah, manusia dan seluruh organisasi harus bersama-sama mengambil tindakan melawan perubahan iklim," paparnya.

"Sedekah Oksigen" diinisiasi Gusdurian Lampung, didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Sedekah Oksigen" berupa satu pohon buah seperti alpukat mentega, mangga Thailand, nangka dak (persilangan nangka dan cempedak), dan kelengkeng aroma durian senilai Rp50 ribu. Diambil dari pembudidaya teruji di Pekalongan, Kota Metro. Bagi yang berminat "Sedekah Oksigen" bisa menghubungi nomor 081540890056, 085367282712, atau 082279005826. Sedekah bisa disalurkan ke rekening BRI: 035701112732504 a.n Disisi Saidi Fatah. (Anisa Yuliani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Halaqoh, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 1, 2018

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Karangasem, Persatuan Habib Jawa Timur. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karangasem, Bali mengawali agenda Safari Dakwah Ramadhan 2017 di Masjid Nurul Yaqin Kampung Islam Gelumpang, Senin (5/6). Safari ini merupakan agenda rutin tahunan, yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan.




Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Ketua PC GP Ansor Karangasem, Hazli Hidafi mengungkap bahwa safari ramadhan 2017 ini momentum untuk merajut kembali tali persaudaraan yang akhir akhir ini sempat mengalami goncangan.

"Ansor sebagai bagian dari aktor pemersatu bangsa, memiliki tanggungjawab moral untuk terus menyuarakan semangat persatuan dan keharmonisan, salah satunya dengan bersilaturahim ke simpul simpul masyarakat pada bulan suci ini," terangnya.

Lebih lanjut, Hazli menyayangkan adanya beberapa kelompok yang mengatasnamakan Islam selalu menggunakan ayat suci dan hadis nabi justru sebagai pemicu perpecahan dan perselisihan.

"Tentu ini masalah serius, karena Islam sebagaimana yang diajarkan kiai kiai NU, tak pernah mengajarkan demikian, justru kita harus menyebarkan pemahaman keislaman yang rahmatal lil alamin," tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebagaimana yang telah diagendakan, Safari Ramadhan GP Ansor Karangasem tahun ini akan dilanjutkan di Kampung Islam Jeruk Manis, Kampung Islam Nyuling, Kampung Islam Gerembeng, dan akan diahiri di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Amlapura Karangasem. (Abraham Iboy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Nahdlatul, Bahtsul Masail, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo dan Kota Kraksaan, Selasa (18/8) melakukan evaluasi pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang digelar di Jombang 1 hingga 5 Agustus 2015 kemarin. Pengurus teras pada pertemuan ini melontarkan sejumlah catatan terkait amatan mereka di forum muktamar NU.

Tampak hadir Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i.




PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Dalam sambutan H Hasan Aminuddin menceritakan pengalamannya saat menghadiri Muktamar Ke-33 NU di Jombang secara langsung. “Muktamar NU adalah sebuah pesta demokrasi struktur NU,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Hasan, dalam evaluasi dari pelaksanaan Muktamar NU ke-33 ini, para pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang datang langsung ke Jombang menyampaikan keluh kesahnya. Mereka menyampaikan adanya kekurangan-kekurangan terkait pelaksanaan Muktamar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kekurangan-kekurangan yang tampak janggal terjadi dari awal pelaksanaan,” tegasnya.

Hasan meminta supaya Nahdliyin di Probolinggo untuk menerima hasil Muktamar, meskipun ditengarai kejanggalan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Tokoh, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LAZISNU Serahkan Daging Kurban untuk Korban Kebakaran Kebon Pala

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kedatangan tim NU Care-LAZISNU disambut meriah oleh warga Kebon Pala-Jatinegara, Jakarta Timur, yang pada 20 Agustus 2017 lalu saat ditimpa musibah kebakaran.




LAZISNU Serahkan Daging Kurban untuk Korban Kebakaran Kebon Pala (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Serahkan Daging Kurban untuk Korban Kebakaran Kebon Pala (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Serahkan Daging Kurban untuk Korban Kebakaran Kebon Pala

Kali ini kedatangan kembali NU Care-LAZISNU pada Jumat (1/9) siang, tak lain untuk menghadiri pemotongan hewan kurban dan mendistribusikan secara langsung daging kurban kepada warga Kebon Pala, Jakarta Timur.

Abdullah Mas’ud, Ketua Panitia Kurban NU Care-LAZISNU 2017 menjelaskan bahwa warga Kebon Pala mendapat 2 (dua) sapi dari perolehan total 63 sapi dan 175 kambing kurban, yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ya, tahun ini kita mendapat amanah 63 ekor sapi dan 175 ekor kambing, untuk kita sebar ke berbagai daerah di Indonesia. Dan hari ini kita menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban di Kebon Pala, di daerah yang kemarin terkena musibah kebakaran. Di sini kita sembelih dua sapi kurban. Pertama dari Alfamart yang kurang lebih bobotnya 1 ton. Satu lagi dari Ibu Chusnul Chotimah dan keluarga,” jelas Mas’ud.

Mas’ud menambahkan, kehadiran NU Care-LAZISNU bisa memberi manfaat dan semangat kepada masyarakat Kebon Pala.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“NU Care hadir di sini mudah-mudahan ada manfaatnya, dan semoga bisa memotivasi masyarakat Kebon Pala,” imbuh Mas’ud.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, Firdaus, salah satu warga Kebon Pala menyampaikan terimakasih kepada NU Care-LAZISNU, yang bisa memberi senyum bahagia kepada warga.

“Alhamdulillah. Hal ini di luar dugaan. Saya nggak kepikiran, nggak tahunya kami dapat dua sapi kurban, dan yang satu sapi beratnya 1 ton. Terimakasih NU Care atas penyaluran kurbannya. Setidaknya (kurban) ini bisa memberi senyum bahagia kepada sekitar 300 warga terdampak musibah kebakaran tempo hari,” tutur Firdaus.

“Semoga ini menjadi satu kebaikan bagi warga bencana kebakaran. Semoga dapat meredam kepedihan warga. Dan semoga kerjasama ini berjalan terus dengan baik,” kata Firdaus, yang juga merupakan Kasatkorcab Banser Jakarta Timur.

Slamet Tuharie, Direktur Penyaluran dan Pendayagunaan NU Care-LAZISNU mengungkapkan, kegiatan ini berjalan berkat kerjasama dengan Banser, Alfamart, dan semua pekurban yang mengamanahkan kurbannya kepada NU Care-LAZISNU.

Ia menerangkan, berkat kerja sama NU Care dengan Banser, Alfamart, dan semua pekurban hal ini berjalan. Kita juga ucapkan banyak terima kasih kepada semuanya dan kepada semua pekurban di NU Care.?

“Mudah-mudahan para pekurban yang telah mengamanahkan kurbannya kepada NU Care, ibadahnya diterima Alloh SWT. Bagi Bapak-Ibu kaum muslimin-muslimat yang tahun ini belum bisa menunaikan ibadah kurban, semoga bisa di tahun depan. Dan kami siap menerima amanah Bapak-Ibu sekalian,” ungkap Slamet. (Wahyu Noerhadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Doa, Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 30, 2018

ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur Muhammad Dawud menyampaikan usulan menarik, yakni jumlah peserta Konferensi Wilayah nanti yang memberikan suara ditentukan berdasarkan jumlah Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) di masing-masing cabang.




ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu

“Tidak dipukul rata bahwa seluruh perwakilan pengurus cabang jumlahnya sama,” katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surabaya, Sabtu (30/3).

Menurut mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, sudah seharusnya para peserta Konferwil nanti ditentukan berdasarkan prestasi yang diperoleh. “Yang lebih mudah adalah bagaimana masing-masing pengurus cabang mampu mensukseskan program Kartanu,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga berapa banyak perserta yang akan hadir dan bisa memiliki suara baik saat sidang komisi, pleno hingga pemilihan calon rais dan ketua hendaknya berbasis prestasi Kartanu. 

“Kepengursan Cabang yang tidak sukses melaksanakan Kartanu, idealnya tidak mendapatkan jatah kontingan Konferensi seperti daerah lain yang bisa sesuai target,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dengan demikian, masing-masing pengurus di daerah dapat berusaha optimal untuk bisa melampaui target yang disyaratkan oleh PWNU Jatim,” kata Komisioner KPID Jawa Timur ini.

Kedepan, ISNU berharap agar keikutsertaan para pengurus pada kegiatan resmi NU di seluruh tingkatan berbasis prestasi. “Sehingga dengan demikian, akan terlihat mana kepengurusan yang bisa mensukseskan program jam’iyah dan tidak,” lanjutnya.

Dawud menadaskan apa yang disampaikannya hanya sebagai usulan. Namun ia berharap akan ada tolok ukur bagi kemajuan organisasi yakni dengan memberikan penghargaan kepada yang bisa melampaui sebuah program. “Dengan demikian setiap pengurus di daerah bisa terpacu atau fastabikul khairat,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 29, 2018

Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di 11 kecamatan yang terbagi dalam 3 (tiga) zona. Selain melantik, juga dilakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) secara serentak, Sabtu dan Ahad (25-26/2).

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengungkapkan bahwa penguatan di tingkat PAC dan Ranting sangat diperlukan sebagai ujung tombak keberadaan roda organisasi. Pasalnya organisasi itu akan berjalan dengan baik dan optimal manakala didukung dengan kader yang loyal dan profesional.




Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik 11 PAC, GP Ansor Probolinggo Gelar PKD Serentak

“Organisasi itu harus dimakmurkan oleh kader. Dengan demikian perjuangan dan kehidupan kader GP Ansor akan barokah,” katanya.

Menurut Muchlis, PKD ini dilakukan demi meningkatkan kualitas dan kapasitas kepemimpinan kader GP Ansor, khususnya di 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC). “Peningkatan kualitas dan kapasitas kader harus terus ditingkatkan. Hal ini sangat diperlukan pasalnya saat ini tantangannya sangat besar dan banyaknya ideologi dan paham baru yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muchlis menegaskan agar GP Ansor Kabupaten Probolinggo semakin kuat, maka kadernya harus dimanage dengan benar. Sehingga nantinya mampu menghasilkan kader yang kuat dan tangguh serta mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“PKD ini salah satunya adalah demi meningkatkan kapasitas dan kemampuan para kader Ansor di Kabupaten Probolinggo. Jika organisasi ini ingin tangguh, maka kadernya harus bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, January 26, 2018

Konferancab, Ansor Tulakan Fokus Penguatan Ekonomi dan Kaderisasi

Pacitan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor NU Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang digelar di Balai Pertemuan Jatigunung, pada Ahad 4 September 2016 kembali mengamanahkan Ulumuddin sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) masa khidmat 2016-2018. Kepengurusan kali ini akan berfokus pada pengembangan sektor ekonomi dan kaderisasi.

Ketua terpilih Ulumuddin mengatakan, Nahdlatul Ulama pada masa lalu pernah memiliki sejarah emas dalam penataan ekonomi ummat. KH Abdul Wahab Hasbullah melalui Nahdlatut Tujar, cikal bakal berdirinya NU, berhasil membangun kemandirian ekonomi warga Nahdliyin melalui jasa perdagangan.?




Konferancab, Ansor Tulakan Fokus Penguatan Ekonomi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferancab, Ansor Tulakan Fokus Penguatan Ekonomi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferancab, Ansor Tulakan Fokus Penguatan Ekonomi dan Kaderisasi

Semangat yang pernah digelorakan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah dalam kemandirian ekonomi, katanya, harus menjadi penyemangat bagi kader Ansor untuk menata kembali sektor ekonomi dalam tubuh organisasinya.

“Sebagai bentuk kemandirian pemuda, maka sangat penting GP Ansor menjadi pelopor dalam sektor kewirausahaan dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada,” ujarnya

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menambahkan, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu program prioritas GP Ansor NU Tulakan. Salah satu program yang akan segera diwujudkan adalah pembentukan lembaga keuangan mikro syariah, yang diharap dapat melayani kebutuhan kader GP Ansor dan warga nahdliyin.

“Melalui penataan ekonomi ini diharapkan nanti muaranya adalah kemandirian organisasi,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, program kaderisasi menjadi sangat penting untuk menumbuhkan militansi kader. Kaderisasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam estafet kepemimpinan GP Ansor NU Tulakan. Oleh karena itu, lanjutnya, program kaderisasi akan dilakukan berjenjang dan rutin.

“Nanti di Ansor akan ada PKD, PKL, PKN. Sementara di Banser akan ada Diklatsar, Susbalan, maupun Susbanpim,” tegasnya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, January 25, 2018

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.




Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 21, 2018

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?




Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Tegal, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 20, 2018

Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana

Yogyakarta, Persatuan Habib Jawa Timur - Liga Santri Nusantara di grup D pada pertandingan pertama mempertemukan kesebelasan Pesantren Daruttalibin-Jawa Timur 2 melawan kesebelasan Hidayatus Salikin-Sumetera 4, Senin (24/10). Laga yang berlangsung di lapangan Stadion Sultan Agung Bantul ini dimenangkan oleh kesebelasan Pesantren Daruttalibin dengan skor 1-0.

Saat peluit panjang dibunyikan, pertandingan kedua tim antara Hidayatus Salikin melawan kesebelsan Daruttaibin berlangsung sengit dan saling serang. Namun kedua tim sama-sama saling kuat menjaga pertahanan masing-masing.




Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana

Kedua tim sama-sama tidak membuat gol pada menit-menit pertama meski saling serang dari kedua tim kerap terjadi. Bahkan di menit pertama para pemain kerap menunjukkan kemampuan dalam berlaga. Tak sedikit pula terjadi pergantian pemain hingga kemudian peluit wasit pertama berbunyi. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Pada babak kedua kedua tim mulai mengubah strategi untuk mendapatkan kemenangan. Hal ini tampak dari irama permainan yang sangat hati-hati dan saling memancung pemain lawan untuk naik memanfaatkan serangan balik.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pada menit awal babak kedua tak tampak gol. Pada menit ke-39 Nando Hendra S pemain bernomor punggung 7 berhasil menemukan peluang tembakan keras. Tendangannya tidak bisa dijaga penjaga gawang lawan.

Keteringgalan 0-1 dari PP Daruttaibin, Hidayatus Salikin mulai menaikkan tensi permainan. Serangan demi serangan dilakukan. Tim yang dinakhodai Agus Tri ini tampil dengan serangan sporadis. Namun berkali-kali usahanya tidak membuahkan satu gol.

Persatuan Habib Jawa Timur

Permainan yang dipimpin oleh wasit Ali Mustafa ini tak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang ditiup, permainan tetap bertahan dengan skor 0-1.

Pelatih PP Daruttalibin Sandri Yardi setelah dikonfirmasi mengaku puas dengan hasil tiga poin itu. Menurutnya, kemenangan itu akan dijadikan modal untuk pertandingan berikutnya.

“Ini menjadi kabar baik bagi kami karena menang dipertandingan pertama,” kata Sandri. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur