Showing posts with label Sholawat. Show all posts
Showing posts with label Sholawat. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.




Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Sholawat, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, March 2, 2018

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para karyawan dan staf kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, mulai dari satpam sampai cleaning service, juga tak mau ketinggalan ? menonton film ‘Sang Kiai’. Karena itu, Sabtu (2/6) di Bioskop 21 TIM.




Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Mereka mengikuti acara nonton bareng film yang menceritakan sejarah kebesaran dan nasionalisme pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Koordinator acara Kholili Muhammad menjelaskan, acara dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan PBNU untuk menonton film ‘Sang Kiai’ secara lengkap.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kemarin pada saat acara Harlah NU kan baru potongan-potongan film yang dipertunjukkan,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, para karyawan PBNU merupakan bagian dari keluarga besar NU dan warga Nahdliyyin yang sepatutnya turut meneladani KH Hasyim Asy’ari atau paling tidak dapat mengetahui bagaimana sosok utama pendiri organisasi Islam terbesar tempat para karyawan itu sekarang mengabdi.

KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankannya, yakni melalui Resolusi Jihad 10 November 1949.?

“Apa yang dilakukan Hadratusysyaikh itu merupakan penggalan pengorbanan NU sebagai pengejawantahan semangat kebangsaan yang tidak bisa diragukan lagi komitmennya,” ungkap Idy Muzayyad, yang menginisiasi dan menfasilitasi acara nonton bareng tersebut.

Idy yang pernah menjadi ketua umum IPNU periode 2006-2009 menambahkan, tanpa Resolusi Jihad bisa saja perjalanan bangsa ini akan berbeda. ?

“Sangat mungkin kalau Mbah Hasyim tidak mencetuskan Resolusi Jihad, maka kondisi bangsa akan kembali ke alam penjajahan, atau setidaknya bangsa Indonesia akan lebih lama lagi berada dalam alam penindasan,” katanya.

Karenanya, orang NU harus bangga terhadap sejarah Resolusi Jihad dan keunggulan politik kebangsaan KH. Hasyim Asy’ari. Harapannya, generasi NU sekarang tidak sekedar berhenti di kebanggaan terhadap tokoh pendahulu, tiba berikhtiar dengan kuat dan benar untuk meneruskan serta mengaktualisasikan keluhuran politik tokoh pendiri NU.

Acara nonton bareng yang diikuti 100-an orang itu juga mengajak para pedagang kaki lima di sekitar PBNU dan sebagian pengurus Banom dan Lajnah, antara lain IPNU, IPPNU, Ansor, Warga NU DKI dan lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 20, 2018

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya

? Sebagaimana tradisi suku Quraisy dan kabilah Arab pada umumnya, pada hari kedelapan selepas dilahirkan oleh Siti Aminah, Muhammad kecil harus diungsikan ke pedalaman dan baru akan dikembalikan ke ibunya ketika kelak berusia delapan atau sepuluh tahun. Tentu hal ini membuat Siti Aminah gundah. Tapi, tradisi tetaplah tradisi, mau nggak mau harus tetap dilaksanakan.

Aminah pun sadar, ini penting untuk ia lakukan. Ia pun mengikhlaskan putranya untuk dikirim ke pedalaman. Lagipula ia tahu bahwa tujuan dikirimkannya supaya kemampuan berbahasa sang anak bagus—di pedalaman bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab asli, belum campuran dan bukan bahasa pasar (fush-ha)—dan bisa mencecap udara pedalaman yang bersih, tidak seperti di kota yang dianggap telah tercemar.

Di pedalaman itu, Muhammad kecil diasuh oleh Halimah bint Abi Dzuaib (Halimatus Sa’diyah) selama tiga tahun. Muhammad pun tumbuh menjadi anak yang cepat tanggap, telaten dan jujur. Ia juga kerap membantu temannya yang kesusahan dan selalu bersikap bersahaja walaupun ia terkenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dibandingkan anak seumurannya, apalagi ia adalah keturunan salah satu suku terpandang di kabilah Arab. Hal itu membuatnya disukai banyak orang. Tak terkecuali teman sebayanya.




Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Ibunya

Suatu ketika, saat ia bermain bersama anak-anak lain, ia didatangi oleh dua orang berbaju putih. Ia pun sempat bertanya, tapi tidak dijawab. Dua orang itu berkata dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Muhammad? kecil.

Sontak, hal ini pun membuatnya ketakutan. Tak terkecuali teman-temannya. Mereka pun berlari mendatangi? rumah Halimatus Sa’diyah dan melaporkan peristiwa yang terjadi.

“Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki,” ujar salah seorang dari mereka, agak berteriak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Halimah pun agak terkaget. Tapi, ia berusaha tetap tenang.

“Apa benar yang kau katakan?”

“Benar. Dan ia telah dibaringkan di sebuah batu, perutnya dibedah sambil dibolak-balikkan.”

Seketika itu pula wajah Halimah pucat. Ia pun berlari menuju tempat yang diceritakan itu. Tak butuh waktu lama, ia pun sampai di tempat yang diceritakan itu.

Di sana, ia melihat Muhammad yang terdiam, Halimah pun berusaha menenangkannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Apa yang telah terjadi, Anakku.”

Muhammad melihat wajah Halimah. Kemudian merangkulnya. Lalu, dengan agak terbata-bata ia menjawab, ”Dua orang itu berbaju putih. Ia berusaha mengambil sesuatu dari tubuhku.”

“Apakah itu?”

“Aku tidak tahu, Ibu.”

Halimah pun merangkulnya sekali lagi. Ia pun sebenarnya ketakutan dan takut jika anak ini sedang kesurupan atau ada keanehan lain yang tidak mengerti. Untuk itu, ia bersepakat dengan keluarganya untuk mengembalikan Muhammad kecil ke Makkah.

Kelak, selepas Muhammad kecil tumbuh dewasa dan diangkat menjadi Rasul, baru ia mengerti bahwa dua orang berbaju putih itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah subhanahu wataala untuk mencari dan mengangkat keburukan dalam dirinya.

?

*Diceritakan ulang dari biografi Sejarah Hidup Muhammad karya Mohammad Husain Haekal oleh Dedik Priyanto, alumni Pesantren Attanwir, Talun, Sumberrejo, Bojonegoro. ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 16, 2018

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.




Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

Persatuan Habib Jawa Timur

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Cerita, Daerah, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Pamekasan menggelar sunatan massal, Senin (30/1). Mereka bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Asyifa Husada.

Ketua Kopri Pamekasan Nidiyatus Solehah menegaskan, kegiatan ini dimaksudkan ingin berbagi pada kepentingan masyarakat khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan yang kurang mampu. Karenanya, aksi sunatan massal berlangsung gratis.




Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

"Ini sebagai perwujudan dari komitmen kami untuk bertindak nyata melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Dea, panggilan akrab Nidiyatus Solehah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dokter yang dihadirkan dalam sunatan massal adalah mereka yang telah berpengalaman di bidangnya. Untuk teknologi sunat mereka menggunakan teknik terbaru.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yakni, teknik yang dapat meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh peserta sunat. Bahkan mungkin peserta tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun. Teknik tersebut juga mempercepat tingkat kesembuhan luka bekas sunat," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 11, 2018

Tatacara Puasa Dawud

?Assalamu’alaikuw warahmatullahi wabarakatuh. Redaksi Yth saya berinisiatif membuat jadwal puasa Nabi Dawud pada Senin, Kamis, dan Sabtu (di antara Senin dengan Kamis, dua hari berbuka). Bolehkan hal tersebut saya lakukan? Terimkasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh (Ega Prasetya Noor)

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam ajaran Islam, terdapat yang yang dikategorikan sebagai wajib, yaitu puasa pada bulan Ramadlan. Disamping puasa wajib, masih banyak puasa yang status hukumnya adalah sunnah. Di antaranya adalah puasa Senin-Kamis, Arafah, puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 atau yang dikenal dengan ayyam al-bidl, dan puasa Dawud.




Tatacara Puasa Dawud (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Puasa Dawud (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Puasa Dawud

Apa yang dimaksud dengan puasa Dawud adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Dawud AS dan merupakan puasa yang paling utama dibanding dengan puasa sunnah yang lainnya. Sedang tatacaranya adalah dengan sehari puasa kemudian sehari tidak berpuasa dan seterusnya. Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam hadits berikut ini:  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Dawud AS, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari” (H.R. An-Nasa`i)

Persatuan Habib Jawa Timur

Kenapa puasa Dawud menjadi puasa sunnah yang paling utama? Karena puasa dawud merupakan puasa yang paling berat. Dengan puasa Dawud seseorang bersua dengan apa yang sudah menjadi disenangi sehari kemudian berpisah sehari.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Karena puasa dawud itu memberatkan jiwa dengan mendapati apa yang disengani jiwa sehari sehari kemudian meninggalkannya sehari pula” (Abdurrauf al-Munawi, at-Taisir bi Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, Riyadl-Maktabah al-Imam asy-Syafi’i, cet ke-3, 1408 H/1988 M, juz, 1, h. 374)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dengan kata lain, seseorang tersebut mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya bisa melakukan apa saja yang sudah terbiasa dilakukan dan dihalalkan seperti makan-minum, menggauli istri, dan lain-lain. Baru sehari merasakan hal itu kemudian pada hari berikutnya harus dihentikan karena melakukan puasa. Hal ini tentunya sangat memberatkan.      

Jika penjelasan singkat ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka puasa sebagaimana dideskripsikan dalam pertanyaan tersebut bukanlah termasuk puasa dawud. Sebab, puasa dawud adalah sehari puasa sehari tidak berpuasa.

Namun apabila anda tetap melakukan puasa sehari kemudian jeda selama dua hari, terus puasa sehari, jeda sehari, lalu puasa sehari dan jeda dua hari lagi itu tidak masalah, tetapi bukan merupakan puasa Dawud.  Dan sebaiknya melakukan puasa sunnah Senin-Kamis saja. Meskipun puasa pada hari sabtu itu juga tidak masalah, tetapi dihukumi makruh kalau sebelumnya tidak berpuasa atau tidak disambung dengan hari berikutnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Dimakruhkan menyendirikan puasa pada hari Sabtu, tetapi apabila seseorang pada hari sebelumnya berpuasa atau setelahnya berpuasa maka tidak dimakruhkan,” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Jeddah-Maktabah al-Irsyad, tt, juz, 6, h. 481)

Demikian jawaban singkat dari kami. Saran kami jangan anda memaksakan diri untuk melakukan puasa dawud sekiranya akan mengganggu kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sebaiknya melakukan puasa sunnah Senin-Kamis saja. Meskipun puasa pada hari sabtu itu juga tidak masalah, tetapi dihukumi makruh kalau tidak disambung dengan hari berikutnya atau sebelumnya sudah berpuasa.     

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Meme Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 9, 2018

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Situbondo, Persatuan Habib Jawa Timur. Dalam perjalanan panjangnya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memberikan peran sangat penting bagi bangsa Indonesia. Lewat refleksi khittah yang ke 33 tahun, diharapkan sumbangsih dari organisasi sosial keagamaan tersebut kian dirasakan.

"Negara ini sangat membutuhkan kiprah NU," kata Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (12/1) sore.?




Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Harapan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada kegiatan Halaqoh Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

"Inti ajaran NU adalah moderasi tidak hanya dalam keberagamaannya, juga sikap kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara," kata Lukman Hakim di hadapan undangan, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Ajaran tersebut diimplementasikan NU dengan sikap tasamuh atau toleran, tawazun yakni sikap seimbang yang selama ini dijunjung tinggi.

"NU memiliki energi dan resource atau sumber daya manusia yang luar biasa. Sehingga sangat wajar kalau banyak harapan disematkan kepada NU," kata putra mantan Menag, KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selanjutnya, kelebihan umat Islam yang tentu saja di dalamnya adalah NU memiliki kearifan lokal yang selalu bermuatan agama.?

Kelebihan seperti inilah yang akhirnya membuat bangsa ini siap menghadapi berbagai perubahan. "Termasuk menghadapi revolusi teknologi komunikasi serta media sosial," jelas Lukman.

Di akhir sambutannya, Lukman berharap NU selalu menjadi lokomotif lewat ? pendekatan Islam yang promotif. "Maksudnya, Islam yang mempromosikan atau mengajak, bukan konfrontatif," katanya. Karena ajaran seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia dan menjadi model bagi peradaban dunia, pungkasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini, diantaranya Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH Afifuddin Muhajir, serta KH Raden Ahmad Azaim Ibrohimy selaku pengasuh pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Sholawat, Quote Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 8, 2018

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pesantren dan santri selalu terlibat dalam setiap peristiwa penting di Indonesia. Salah satunya dalam perumusan dasar negara Pancasila. Peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa diabaikan. Dengan peranan sepenting itu santri tidak perlu malu menunjukkan identitas kesantriannya.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo KH Melvien Zainul Asyiqin (Gus Iing) dalam acara Halal Bihlalal dan Haul Masyayikh Lirboyo di Yayasan Umdaturasikhien, Cakung, Jakarta Timur, Ahad (9/8).




Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Punya Peran Penting, Santri Tak Perlu Malu Tampilkan Identitas

"Jangan malu menjadi santri. Yang menggagas dasar-dasar Indonesia salah satunya adalah (perwakilan) santri," kata Gus Iing di hadapan ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah se-Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah, Gus Iing juga menekankan pentingnya melanjutkan peran yang telah diambil santri zaman dahulu. Peran penting itu, lanjut Gus Iing, harus dipertahankan dan dikembangkan santri masa sekarang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peran penting itu, lanjut Gus Iing, bisa ditanggung santri masa sekarang dengan syarat mengusai pengetahuan kemasyarakatan yang memadai. Santri, seperti terlihat pada sosok KH Hasyim Asyari dan santri sezamannya, tidak hanya paham masalah akhirat tapi juga dunia, yaitu urusan kebangsaan dan kenegaraan.

"Santri zaman dulu paham masalah dunia dan akhirat sekaligus," tegas Gus Iing.

Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Lirboyo digelar oleh Ikatan Silaturahim Keluarga Al-Mahrusiyah (Istikmal) Jabodetabek. Selain ceramah agama, acara juga diisi istighotsah kubro yang melibatkan warga dari sejumlah majelis taklim di Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pendidikan, Kajian, Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 7, 2018

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

Rembang, Persatuan Habib Jawa Timur - Selama perayaan Natal 2017 dan persiapan tahun baru 2018, Satkorcab Banser Rembang menerjunkan sedikitnya 30 anggota yang diminta secara resmi oleh pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk ikut menciptakan iklim yang dondusif di wilayah Kabupaten Rembang menjelang pergantian tahun.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Zaenal Arifin mengatakan, partisipasi yang dilakukan oleh pihak Banser muncul karena ada permintaan secara resmi untuk membantu aparat kepolisian dan pemerintah.




Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

"Kami berpartisipasi diundang secara resmi. Spirit Banser memenuhi permintaan membantu polisi dalam mengamankan Natal adalah ingin mengamankan sesama anak bangsa saat beribadah," kata Satkorcab Banser Rembang kepada Persatuan Habib Jawa Timur.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan, aparat yang bertugas dalam mengamankan Natal dan tahun baru sangat terbantu dengan kehadiran para kader GP Ansor.

"Kami bersama aparat terkait lainnya saat menjaga perayaan Natal dan persiapan tahun baru 2018 sangat terbantu dengan kehadiran Banser Satkorcab Rembang," kata Pungky.

Persatuan Habib Jawa Timur

Saat apel gelar pasukan operasi lilin candi 2017 di Mapolres Rembang pada 22 Desember 2017, Banser diundang secara resmi untuk mengikuti apel bersama aparat TNI-Polri, dan pihak terkait di Kabupaten Rembang.

Banser Rembang berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan preventif, dan intelijen sebagai bagian penegakan hukum. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 5, 2018

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Globalisasi yang ditandai dengan lintas-batasnya negara-negara, liberalisasi, internasionalisasi dan? universalisasi adalah perubahan besar tata dunia. Persoalannya bukan lagi apakah globalisasi sebuah keniscayaan, akan tetapi bagaimana menghadapi itu.

Sesi kedua Halaqoh II Pra-Munas dan Konbes di Jakarta, Sabtu (8/7), membuka kembali perbincangan tentang globalisasi, universalisme dan HAM dalam perpektif NU. Bertindak sebagai pembicara, Guru Besar UIN Qodri Azizi, Ketua PBNU Fajrul Falakh dan? KH. Hasyim Muzadi.




Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Mengawali pembicaraan, Qodri Azizi mengungkapkan, globalisasi adalah proses yang dialami oleh sebuah peradaban besar bernama dunia. Kekhawatiran bahwa globalisasi adalah proyek besar negara-negara Barat sama sekali tidak beralasan.

“Kita tak mungkin bisa setuju atau tidak? menghadapi globalisasi. Dan globalisasi itu sebenarnya netral, hanya saja Barat saat ini memang mendominasi. Dalam sejarah sebenarnya globalisasi dimulai oleh Islam pada abad pertengahan,” kata Qodri Azizi.

Fajrul Falah menyoroti beberapa persoalan penting dalam globalisasi seperti terorisme, perdagangan orang dan obat-obat terlarang, penyebaran virus dan penyakit secara mendunia, perdagangan uang dan hak milik intelektual, serta ekspor-impor limbah beracun. Menurutnya, saat ini setiap bangsa panik dengan berbagai isu yang kemudian disebut sebagai isu dunia.

Dikatakan Dosen Fakultas Hukum UGM itu, ada tiga pilihan yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap bangsa yang “kalah” dalam persaingan global.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Apakah bertahan atau uzlah seperti China dulu menerapkan "tirai bambo", apakah kita beradaptasi dengan kesiapan peralatan jejaring masyarakat sipil global, atau berintegrasi dengan kemungkinan menyerah dan larut, mewarnai, atau memimpin,” kata Fajrul.

Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi berpandangan, globalisasi perlu dihadap dengan filter ketat. Menurutnya, tatanan nilai yang ada menjadi ukuran apakah suatu proses globalisasi dilanjutkan atau tidak.

“Kalau tidak? bertentangan ya nggak masalah sebagai bagian dari sebuah perkembangan, bahwa kata Nabi antum a’lamu bi’umuri dunyakum (kalian lebih mengerti urusan kalian sendiri: Red),” kata Hasyim.

Qodri Azizi menyangkal. “Kita jangan berfikir filter dulu,” katanya. Keinginan untuk membuat filter dapat menghambat kemajuan. Menut Qodri, berbicara filter adalah tanda-tanda kalah dalam berkompetisi. (nam)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Aswaja Persatuan Habib Jawa Timur

Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Jenewa, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pembicaraan antara sejumlah negara besar dunia dengan Iran menyoal program nuklirnya kembali berakhir tanpa hasil pasti.

Menurut Menteri Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton sudah muncul "banyak kemajuan tetapi beberapa beda pandang masih tetap ada", seperti dilansir BBC Indonesia.




Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Baroness Ashton yang memimpin jalannya perundingan dengan Teheran mengatakan negosiasi akan digelar lagi nanti pada 20 November.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javaz Zarif mengatakan Klik tak kecewa dengan hasil akhir perundingan ini karena ujung negosiasi tersebut "masih bisa dikembangkan".

Ia mengatakan semuanya pihak "sudah ada di gelombang yang sama" dan "ada kesetujuan untuk menuju kesepakatan".

Di sisi lain Menlu AS John Kerry menyatakan perundingan ini "lebih mendekati (hasil) dari yang pernah digelar sebelumnya".

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Negara-negara berkuasa di dunia mencurigai Iran tengah membangun kekuatan nuklir, tetapi Teheran berkeras kekuatan itu untuk tujuan damai.

Dalam sebuah proposal yang muncul sebagai syarat dicapainya kesepakatan terdapat klasul yang mewajibkan Iran untuk membekukan seluruh pengembangan nuklirnya sebagai imbalan agar tekanan ekonomi dilonggarkan dan sebagian sanksi yang dijatuhkan terhadap negara itu dicabut.

Sejumlah utusan yang datang dalam perundingan ini mengatakan muncul "kemajuan berarti" selama perundingan namun menurut sejumlah sumber diplomatik, Prancis menghendaki sanksi lebih keras diberlakukan terhadap Iran.

Adalah Menlu Prancis Laurent Fabius yang sebelum konferensi pers pasca perundingan digelar mengatakan pada wartawan bahwa negosiasi dengan Iran Klik selama tiga hari ini tak membuahkan hasil.

Sebaliknya Menlu Kerry mengatakan "Kami berhasil mempersempit jurang perbedaan dan memperjelas hal yang masih bertentangan."

"Selain itu kami juga membuat kemajuan signifikan dalam upaya menjelaskan pendekatan apa yang tepat untuk memberi jawaban atas pertanyaan tentang langkah guna memastikan program ini dilakukan hanya untuk tujuan damai." (mukafi niam)

foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 4, 2018

Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni

Bojonegoro, Persatuan Habib Jawa Timur . Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) ke V tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan untuk meningkatkan prestasi siswa siswi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun.

Kegiaatan bertema “Dengan ajang kompetisi seni dan olahraga madrasah (aksioma), kita wujudkan tali persaudaraan, prestasi, sportivitas, kreativitas siswa madrasah untuk menggapai insan yang sehat, cerdas, terampil dan berakhlaqul karimah” dibuka pada dan dilaksanakan di halaman MAN 2 Bojonegoro, Sabtu (21/3).




Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni

Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro, A. Munir mengaku, Aksioma tingkat madrasah ibtidaiyah yang kelima diikuti seluruh siswa siswi setelah seleksi tingkat kecamatan. "Kegiatan rutin ajang siswa untuk melakukan kreativitas meningkatkan prestasi di bidang seni dan olahraga, rutin dilaksanakan setiap tahun," jelasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Tujuannya sebagai bentuk implementasi siswa dan melakukan kreasi bidang seni olahraga. Di samping itu Aksioma juga ajang KSM (sains). "Harapan kita anak-anak bisa melakukan kreatifitas olahraga dan seninya," jelas mantan Kepala Kemenag Paciran itu.

Warga Kecamatan Kepohbaru itu juga menuturkan, selain membangun silaturrohim antar mmadrasah dan lembaga, baik tingkat kecamatan, daerah, provinsi bahkan tingkat nasional nanti.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu ketua panitia Aksioma Kabupaten Bojonegoro, Ali Mujahidin mengaku, pelaksanaanya olah raga dan seni secara teknis mengacu Aksioma Provinsi Jawa Timur. Tetapi masing-masing mengacu cabang perlombaan secara nasional.

"Setelah seleksi di tingkat Kabupaten Bojonegoro, akan dikirim ke tingkat provinsi Jawa Timur," ujarnya usai pembukaan di halaman MAN 2 Bojonegoro.

Ia menambahkan, ada beberapa perlombaan yang dipertandingkan. Di bidang olahraga termasuk bola volly, tenis meja, bulu tangkis, lari sprint, lompat jauh, tolak peluru dan catur. Sedangkan cabang kesenian, diantaranya Munasabah Tilawatil Quran (MTQ), baca puisi, melukis, kaligrafi, pidato resmi 3 bahasa (Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris)seni samroh dan paduan suara.

Rencananya Aksioma Provinsi akan dilaksanakan tanggal 25 sampai 27 Maret 2015 di Kabupaten Gresik. "Yang dikirim ke Provinsi, juara satu semua perlombaan," pungkasnya. [YaZid/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Habib, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, February 3, 2018

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Way Kanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebanyak 36 area pohon seluas 36 lapangan sepak bola rusak setiap menitnya di seluruh hutan di dunia. Lalu apa yang harus dilakukan manusia terhadap pohon-pohon yang memberi udara untuk dihirup? Haruskah manusia diam pada deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi suatu ancaman bagi kualitas udara dan berkontribusi hingga 15 persen dari emisi gas rumah kaca global?




Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Riky Ryan Saputra selaku koordinator gerakan, di Blambangan Umpu, Ahad (26/6), menerangkan, "Sedekah Oksigen" merupakan gerakan menanam pohon 50 buah di setiap pesantren, targetnya 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

"Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Contoh peristiwa cuaca ekstrem telah memakan ribuan nyawa, dari gelombang panas yang mematikan di India dan Pakistan hingga banjir parah di Malawi, Mozambik, dan Madagaskar. Melindungi hutan dari deforestasi dapat membantu membatasi dampak dan tingkat keparahan bencana alam. Menyelematkan pohon berarti menyelamatkan nyawa," kata Riky.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan, pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Hutan tropis adalah penyerap karbon terbesar di bumi. Setiap tahunnya, hutan tropis menyimpan sekitar 2.8 miliar ton karbon—setara dengan dua kali emisi CO2 dari Amerika Serikat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ketika pohon habis, tidak hanya CO2 yang terlepas ke atmosfer, namun hanya ada sedikit pohon yang menyerap gas rumah kaca," ujar dia lagi.

Selain bertujuan untuk mendorong kemandirian pesantren, penanaman pohon melalui gerakan "Sedekah Oksigen" juga diperlukan. Manusia membutuhkan pohon untuk bernafas.

"Pohon juga merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. 75 persen air dunia berasal dari hutan, yang melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi," paparnya.

Dengan demikian, imbuhnya, manusia dan hewan memiliki ketergantungan pada hutan, pada pohon, kehidupan sehari-hari mahkluk hidup harus ditopang dengan keberadaan pohon.

"Untuk menyatakan perlawanan terhadap perubahan iklim, kita harus menjaga hutan, menjaga keberadaan pohon guna memastikan kemungkinan masa depan yang cerah, manusia dan seluruh organisasi harus bersama-sama mengambil tindakan melawan perubahan iklim," paparnya.

"Sedekah Oksigen" diinisiasi Gusdurian Lampung, didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Sedekah Oksigen" berupa satu pohon buah seperti alpukat mentega, mangga Thailand, nangka dak (persilangan nangka dan cempedak), dan kelengkeng aroma durian senilai Rp50 ribu. Diambil dari pembudidaya teruji di Pekalongan, Kota Metro. Bagi yang berminat "Sedekah Oksigen" bisa menghubungi nomor 081540890056, 085367282712, atau 082279005826. Sedekah bisa disalurkan ke rekening BRI: 035701112732504 a.n Disisi Saidi Fatah. (Anisa Yuliani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Halaqoh, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Tangerang, Persatuan Habib Jawa Timur

Sebanyak 300 pesilat dari Perguruan Silat Pagar Nusa Cabang Kabupaten Tangerang, Banten, mengikuti ujian akbar kenaikan tingkat. Mereka berasal dari tujuh kecamatan, yakni Curug, Pasarkemis, Sepatan, Tigaraksa, Rajeg, Cikupa dan Sukadiri.

Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu (13/3) di Pesantren Miftahul Khaer Curug tersebut berlangsung cukup khidmat. Ujian yang diikuti para pesilat dari berbagai tingkatan itu dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00, yang diawali dengan Istighotsah dan doa bersama.




300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)

300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Ketua Dewan Pendekar Pagar Nusa Kabupaten Tangerang, Mbah Aris mengatakan, ujian tersebut dilaksanakan secara besar untuk meningkatkan silaturahim dan memperluas pengembangan perguruan silat di wilayah Tangerang.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Ujian ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan fisik dan mental para pendekar mengingat tantangan agama dan bangsa semakin nyata” ucapnya.

Selaras dengan Mbah Aris, Qolbin Salim selaku ketua panita menyampaikan bahwa ujian kenaikan tingkat di samping sebagai? ritual wajib bagi para pesilat juga sebagai penghargaan kepada anggota perguruan yang sudah menguasai jurus-jurus dasar dalam perguruan Pagar Nusa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurutnya, Pagar Nusa sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan agama dan bangsa dari rongrongan berbagai kelompok yang ingin memecah belah. “Pagar Nusa siap menjadi tameng benteng keutuhan NKRI,” tambahnya.

Ujian kenaikan tingkat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setahun sekali. Dalam acara tersebut juga dirangkai dengan beberapa? acara antara lain Istighotsah, pengisian batin, dan berbagai atraksi oleh para pendekar. (Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Humor Islam, Pendidikan Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 29, 2018

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi melepas sebanyak 25 peserta karnaval yang diikuti beberapa sekolah baik SD, SMP, SMA dan kalangan lintas agama dalam rangka Karnaval Budaya Muharram yang diselenggarakan Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jepara, Selasa (5/11). 




Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Jepara H Subroto, Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik, Wakil Ketua DPRD Subangun dan perwakilan dari Kejaksaan dan Polres Jepara.

Bupati Jepara dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. “Datangnya tahun Baru ini kita harus meningkatkan kualitas kebaikan agar apa yang kita inginkan bisa terkabul,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertajuk Karnaval Budaya Muharram urai Marzuqi agar dijadikan momentum di tahun-tahun yang akan datang  dan penyelangaraannya lebih baik dan lebih besar. “Peringatan tahun baru ini merupakan bentuk kita selalu bersyukur kepada Allah SWT  agar Jepara aman dan kondusif,” tambahnya.

Pembina Remaja Masjid, Setyanto menyatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut lain dari yang lain karena para peserta tidak hanya diikuti oleh agama Islam saja akan tetapi lintas agama juga turut serta. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tujuannya untuk menjalin dan menjaga hubungan antara umat beragama, saling hormat-menghormati dan ikut serta dalam perannya sebagai warga masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara agar tetap kondusif,” paparnya Totok, sapaan akrabnya.

Kedepan tambahnya lintas agama yang turut serta agar tidak kapok untuk mengikutinya lagi. Pihaknya juga berharap partisipasi kelompok seni budaya di Jepara agar tahun depan kegiatan semakin meriah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Sholawat, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 27, 2018

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Gerakan Pemuda Ansor melalui lembaganya Majelis Dzikir Rijalul Ansor menggelar acara Peringatan Nuzulul Qur’an yang di selenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang (5/7). Mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara, Membangun Peradaban Bangsa” Ansor Tangerang ingin menegaskan bahwa pilihan Islam Nusantara adalah jalan tengah ditengah maraknya ideologi–ideologi Islam baik yang fundamentalis maupun yang liberalis. 

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa pilihan tema tersebut dianggap pas dimana saat ini wacana Islam Nusantara begitu ramai dan menjadi bahan diskusi banyak orang. Banyak kelompok yang “menggugat” dan merasa “terancam” terhadap munculnya wacana ini karena dianggap sebagai sebuah konsep yang tidak jelas atau bahkan penuh dengan muatan asing.




Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Diskusikan Islam Nusantara dan Bagi Takjil

Padahal, menurut Huda ibarat produk, Islam Nusantara ini produk lama yang dikemas dan dipasar baru, jadi tidak perlu diributin. “Islam Nusantara merupakan cerminan Islam yang Rahmatan lil Alamin, sangat sesuai dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama yakni tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal, jadi ya  harus kita dukung,” kata Huda. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Huda menambahkan bahwa Islam Nusantara telah terbukti mampu merajut dan menjaga keindonesiaan kita yang multi etnik, suku, ras, dan agama. Sebuah capaian yang belum tentu bisa diraih oleh negara Muslim lainya sehingga bukan sesuatu yang mengada-ada jika konsep Islam Nusantara ini ditawarkan kepada dunia sebagai sebuah konsep membangun peradaban dunia Islam.

Sementara KH Rosyidin yang bentindak sebagai penceramah dalam acara tersebut mengingatkan kepada Ansor dan Banser untuk senantiasa ikut mengawal dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jamaahsesuai yang diajarkan oleh para pendiri NU. Ia juga mengingatkan agar Ansor dan Banser selalu waspada terhadap berbagai gerakan dan penyebaran paham yang mengancam keutuhan NKRI.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu  takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Tangerang,  serta pada malam harinya dilakukan shalat Tarawih berjama’ah..

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pembagian ta’jil yang melibatkan puluhan anggota Banser tersebut dilakukan di depan sekretariat GP Ansor Tangerang. Para Banser membagi-bagikan takjil kepada pengguna lalu lintas di sekitar Jalan Pasar Kemis Tangerang.

Kepala Banser Kabupaten Tangerang Anwari mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa. 

“Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Ansor dan Banser terhadap sesama,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Pangandaran, Persatuan Habib Jawa Timur. Tak kurang dari 10 ribu warga Pangandaran, Jawa Barat menghadiri Taushiyah Kebangsaan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ujung tol pantai Pangandaran Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Rabu (22/3/2017). Mereka menyemut di lapangan sisi pantai, meski ketika mendengar taushiyah harus menutupi kepala dengan koran atau sorban karena teriknya panas matahari.




Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Kiai Said pun sesekali mengusap muka karena derasnya keringat. Namun tetap bersemangat, apalagi syiar Islam Aswaja ke Pangandaran sudah beberapa kali dilakukan, salah satunya atas undangan Menteri Perikanan asal daerah tersebut, Susi Pudji Astuti.

Bupati Pangandaran Jeje Wiriadinata, Wakil Bupati Adang Hadari dan jajaran pengurus Parpol serta pengurus PCNU Kabupaten Pangandaran, duduk mendampingi Kiai Said. Mereka turut panas-panasan sambil menikmati Salawatan Habib Umar Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Kiai Said kembali menegaskan bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan. Agama dan nasionalisme dua faktor kunci yang menjaga eksistensi sekaligus memelihara kesinambungan peradaban bangsa.

"Apabila pemahaman agama dan nasionalisme sudah mengakar dalam suatu bangsa, maka tidak akan ada perang maupun kekerasan atas nama apa pun," kata Kiai Said.

Persatuan Habib Jawa Timur

Seperti taushiyah sebelumnya, Kiai Said mencontohkan kondisi di Timur Tengah yang tidak memiliki konsep titik temu antara agama dan negara, antara Islam dan prinsip kebangsaan. Namun di Indonesia karena kiai-kiai pesantren berhasil membangun jembatan antara prinsip agama dan negara maka Indonesia aman.

Taushiyah Kiai Said dalam rangka Harlah PDI Perjuangan ke-44 ini diapresiasi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran yang juga Bupati Pangandaran, Jeje Wiriadinata.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Jeje menyebutkan, kenapa mengundang Kiai Said, karena NU dan PDI Perjuangan memiliki perjuangan sama dalam membangun NKRI dengan spirit nasionalisme.

"Kita masih ingat kaum penjajah melakukan berbagai upaya untuk memisahkan antara Islam dan nasionalisme. Dan hal ini ingin dilakukan lagi oleh pihak-pihak yang tidak mau melihat bangsa kita kuat dan maju. Maka dengan NU, nasionalsme dan agama terwujud termasuk di bumi Pangandaran ini," ujar Jeje.

Kiai Said sendiri masih di Pangandaran dan akan bertolak ke Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah esok hari, Kamis (23/3). (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Halaqoh, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 23, 2018

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada momen Ramdhan ini, Lembaga Dakwah PBNU berkesempatan mengadakan ngaji bareng dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj atau Kang Said. Kegiatan ini dilaksnakan, Jumat (30/6) lalu di Ma’had Tahfidzul Qur’an Nurani Ciganjur, Jakarta Selatan pimpinan KH Ilyas Marwal.?




LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Dalam kegiatan bertajuk Islam Nusantara, Menebar Rahmat Meneguhkan Tasamuh ini, Sekretaris LD PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq berharap bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan keagamaan, dan memperkokoh ukhuwah di antara umat muslim.

“Kesempatan ini sangat berharga karena semua hadir bisa berdialog langsung secara terbuka dengan Kang Said, termasuk isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Nurul Yaqin.

Menurutnya, secara umum Kang Said menjelaskan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan kegamaan seperti aqidah, fiqih, Islam Nusantara, soal kepemimpinan yang adil, manhaj pendidikan NU, sumber amaliyah NU, dan lain sebagainya.

Hadir dalam kesempatan ini di antaranya, pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah, para Asatidz Jabodetabek, FKPP DKI Jakarta, FUHAB Jakarta, tokoh masyarakat dan alim ulama Ciganjur, dan beberapa pengurus LD PBNU. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 22, 2018

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Pada awal Lebaran (Syawwal 1434 H), Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw mendapatkan kesempatan untuk menelusuri jejak para penyebar Agama Islam di Kabupaten Tuban. Di daerah yang mendapat julukan sebagai Kota Wali ini, kami berziarah ke makam para wali, menelusuri goa-goa yang konon pernah disinggahi para wali dan berkunjung ke tempat bersejarah lainnya.

Tentang julukan Tuban sebagai Kota Wali ini, dari penuturan tokoh dan masyarakat setempat yang menjelaskan hal ini dikarenakan banyaknya wali yang dilahirkan, pernah bermukim atau dimakamkan di kota pesisir pantai utara ini. Sebut saja Sunan Kalijaga, Sunan Bonang dan lain sebagainya. Juga karena banyaknya pesantren berdiri yang berdiri di tanah Tuban.

Sebelum disebut sebagai daerah wali, Tuban pernah pula disebut sebagai Bumi Ranggalawe (merujuk pada tokoh pada zaman sebelum Majapahit yang bernama Ranggalawe). Bahkan pernah juga disebut sebagai Kota Tuak, karena memang terkenal sebagai penghasil minuman tuak.




Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ki Cokrojoyo, Sunan Geseng

Namun, beberapa tahun belakangan, sejak tampuk pimpinan Bupati dipegang oleh tokoh dari kalangan pesantren, KH Fathul Huda, trademark sebagai Kota Wali kembali dimunculkan. Hingga sekarang, daerah ini menjadi salah satu destinasi utama rombongan ziarah Walisongo dari berbagai penjuru Tanah Air.

Makam di Tengah Hutan

Perjalanan di Tuban dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yakni dua hari. Dimulai dari daerah Alas Pakah, sekitar 7 Km dari kota. Di daerah antara Pakah dan Palang, terdapat sebuah makam, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Sunan Geseng.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunan Geseng ini adalah murid dari Sunan Kalijaga. Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Kyai Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya sehingga merelakan badannya menjadi hangus (Jawa : geseng).

Untuk menuju ke makam, kami harus masuk sedikit ke dalam area hutan, di mana jalan menuju lokasi masih dipenuhi dengan rimbunnya pohon-pohon jati dan pepohonan besar lainnya. Sampai di kompleks makam yang masuk dalam kawasan Desa Gesing Kecamatan Semanding, akan ada pelataran yang cukup luas. Di tempat tersebut hanya ada dua bangunan utama, masjid dan makam yang terletak di sebelah baratnya.

Sampai di makam, terdapat gapura yang bernuansakan seperti masuk ke sebuah pura, bertuliskan Makam Sunan Geseng. Di sana kami bertemu dengan Sutaji, sang penjaga makam. Dia menjelaskan sedikit banyak tentang bangunan itu. Kompleks makam kemudian direnovasi mulai tahun 1985-an. Dananya diperoleh dari masyarakat sekitar dan peziarah yang ikut membantu. “Bangunan pertama dulu cuma patok (makam), belum seperti sekarang, Mas,” kata Sutaji yang sedang ditemani dua istrinya.

Masuk ke dalam ruangan makam, terdapat penerangan 4 lampu dan satu lampu di atas makam. Di ruangan tersebut terdapat dua makam, yakni makam Sunan Geseng. “yang sebelahnya itu istrinya, namanya Siti Zubaedah,” terang Sutaji.

Masing-masing makam panjangnya kurang lebih 2 m. Di sekelilingnya terdapat pagar kayu sehingga para peziarah tidak dapat memegang langsung makam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada saat kami berziarah, terdapat beberapa rombongan peziarah, yang diantaranya mengaku datang dari Lamongan. Pemimpin rombongan tersebut, Suwandi, mengaku pada hari itu mereka sudah berziarah ke makam para wali, dinataranya Sunan Ampel dan Sunan Lamongan. Rencananya setelah itu mereka juga akan ke makam Sunan Bonang.

Setiap harinya memang terdapat banyak peziarah yang datang ke makam Sunan Geseng. Mereka kebanyakan datang dari daerah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Para peziarah ada yang datang dengan menaiki motor adapula yang datang rombongan dengan menaiki bus. Mereka terus berdatangan, padahal mereka tahu bahwa di daerah lain juga terdapat makam dengan nama yang sama.

Ya, seperti juga makam aulia yang lainnya, makam ataupun juga petilasan Sunan Geseng ini, di beberapa tempat lainnya diyakini sebagai makamnya. Selain di Desa Gesing ini, ada pula di Kediri, Purworejo, Pati yang berada di Pegunungan Kendeng utara dan lain-lain. Dan tentunya setiap daerah tersebut masyarakatnya meyakini bahwa makam Sunan Geseng tersebut bersemayam.

Belum sampai satu jam kami di tempat itu, senja telah tiba. Waktunya untuk segera bergegas melanjutkan perjalanan, agar kami tidak kemalaman di tengah hutan Pakah. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw