Tuesday, January 16, 2018

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Putri sulung Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menyatakan bahwa Isomil (International Summit of The Moderate Islamic Leaders) yang diselenggarakan PBNU merupakan sikap dan langkah proaktif NU dalam mengampanyekan Islam ramah melalui karakter Islam Nusantara yang masih menjadi tema besarnya.

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini kepada Persatuan Habib Jawa Timur saat memenuhi undangan acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.




Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

“Saat ini wajah Islam di dunia yang muncul wajah Islam yang marah. Sebab itu, karakter Islam Nusantara yang lentur dan inklusif sangat dibutuhkan di tengah kondisi dunia Islam khususnya di Timur Tengah yang dipenuhi dengan radikalisme dan tindakan terorisme,” jelas Alissa.

Dia menerangkan, tak sedikit penduduk dunia yang terkesan dengan cara beragama di Indonesia. Hal ini memberi dampak bahwa banyak warga dunia yang berharap pada Indonesia untuk terus memberikan inspirasi dan mendorong perdamaian dunia.

Persatuan Habib Jawa Timur

Perempuan yang kini aktif menjabat sebagai Sekretaris LKKNU ini juga menceritakan ketika beberapa minggu yang lalu dirinya memenuhi undangan pertemuan International di Berlin dan negara-negara muslim. Di sana, terang Alissa, yang muncul adalah wajah Islam yang bengis dalam menyikapi berbagai perbedaan.

“Sebab itu kemudian ketika mereka melihat keharmonisa Islam di Indonesia, mereka semacam mendapatkan oase di di tengah padang pasar yang panas dan gersang,” tutur anak pertama Gus Dur dari empat bersaudara ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

Keharmonisan di Indonesia yang telah tumbuh dan teguh selama berabad-abad jangan sampai ternodai dengan perilaku beragama yang marah, keras, tertutup, dan anti-perbedaan. “Karena kalau sedikit-sedikit menolak perbedaan, pokoknya harus begini dan begitu, maka yang timbul pemahaman hitam putih yang mengarah pada radikalisme,” terang Alissa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaNu, Pondok Pesantren Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 15, 2018

Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah”

Jakarta, NU.Online
Workshop “Revitalisasi Peran Agamawan Dalam Pemulihan  dan Pengembangan Pariwisata Nusantara” yang dilaksanakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Hotel Aston Atrium Jakarta 7-8 Mei Mengusulkan diwujudkannya pariwisata yang berbasiskan syariah.

Secara kongret Ketua Umum PP LPNU H. Basofi Soedirman menyatakan akan mengembangkan konsep wisata pesantren. Pesantren merupakan sebuah institusi pendidikan yang unik, yang tidak ada di Barat. Ini adalah suatu hal yang menarik “Asalkan aman dan nyaman, mereka akan berbondong-bondong datang pesantren” ujar Basofi.

Basofi yang memiliki sejumlah biro perjalanan mengatakan bahwa semasa menjadi gubernur di Jawa Timur ia sudah pernah mengembangkan wisata pesantren. Lokasi yang dipilihnya adalah pesantren Salafiah Syafiiyah Asembagus yang diasuh oleh KH As’ad Samsul Arifin. Namun demikian, proyek tersebut berhenti ditengah jalan ketika ia turun dari jabatannya.

Menanggapi usulan dari Basofi tersebut, Syuriah PBNU KH Said Aqil Siraj yang juga hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut sambil bercanda menannyakan “Nanti yang dilihat turisnya apa santrinya?”. Pengembangan pesantren sebagai lokasi wisata perlu dipersiapkan konsep yang matang agar dikemudian hari tidak timbul masalah.

Bagaimanapun juga kegiatan wisata harus dikembangkan untuk menunjang kegiatan Perekonomian. Said Aqil yang merupakan direktur pascasarjana Universitas Islam Malang dalam ceramahnya mengatakan bahwa bagaimanapun juga kita harus mengembangkan suatu konsep wisata yang memiliki nilai agama atau bisa juga dikatakan sebagai wisata syariah, mengacu konsep yang sudah ada sebelumnya seperti bank syariah, asuransi syariah, atau hotel syariah yang saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat.

Kita tidak boleh hanya melarang saja atas kegiatan wisata yang bersifat negatif. Kita harus memberikan satu alternatif dulu yang sesuai dengan ajaran agama sebelum melarangnya. “Amal Ma’ruf dulu, baru Nahi Munkar, jangan kebalik ” ujarnya.

Saat ini sebetulnya sudah ada wisata yang bernilai ibadah, yaitu wisata ziarah. Warga NU sudah akrab sekali dengan ziarah wali songo. Akan tetapi selama lokasi wisata belum dikembangkan dengan baik sehingga nilai tambahnya kurang baik. Secara internasional Taj Mahal di India, Piramid di Mesir, ataupun makam-makam lainnya juga merupakan wisata ziarah, namun mereka sudah dikelola dengan baik. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pemurnian Aqidah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur




Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah”

Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal

Pakistan, Persatuan Habib Jawa Timur. Indonesia dan Pakistan adalah dua negara dengan total populasi penduduk muslim mencapai 350 juta jiwa. Kedua negara memiliki peluang menjadi pemain utama dalam industri halal dunia.?

Peningkatan perdagangan industri halal Indonesia-Pakistan akan menciptakan keseimbangan perdagangan bilateral kedua negara yang saat ini secara signifikan masih didominasi oleh ekspor Indonesia ke Pakistan.?




Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia-Pakistan Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Industri Halal

"Keseimbangan perdagangan sangat penting untuk suatu kerjasama perdagangan yang sustainable," kata Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri saat berkunjung ke Punjab Halal Development Authority (PHDA) di Lahore, Jumat (27/5).

PHDA adalah lembaga khusus yang bergerak di bidang formalisasi sektor halal di Pakistan seperti; sertifikasi halal, proyeksi bisnis halal, capacity building, dan pengatur standar kehalalan suatu produk. PHDA dipimpin oleh pakar bisnis dan hukum syariah, Khalil-u-Rehman Khan. ? ?

Dubes Iwan dan Khalil u-Rehman membicarakan upaya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara khususnya di sektor industri halal. Indonesia memiliki permintaan daging halal yang selalu meningkat jumlahnya tiap tahun.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Menanggapi hal itu, PHDA menyampaikan potensi Pakistan sebagai eksportir daging halal bagi Indonesia. Dubes RI menyambut baik penawaran itu dan menekankan pentingnya dilakukan pertemuan PHDA dengan badan otorisasi halal (LPPOM MUI), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan lembaga terkait di Indonesia. Rencananya delegasi PHDA akan berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2016 bertepatan dengan Trade Expo Indonesia.

Disamping produk daging halal, PHDA juga menyampaikan perkembangan ekspor Jeruk Kinnow (Mandarin Pakistan) ke Indonesia. PHDA sangat berharap KBRI dapat terus memfasilitasi kelancaran perdagangan Jeruk Kinnow di Indonesia, agar terwujud suatu kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Dubes RI dan PHDA menyadari pentingnya mewujudkan potensi produk halal RI-Pakistan di pasar global seraya menyadari tantangan yang harus dihadapi bersama. Kerja sama antara lembaga terkait di Indonesia dengan PHDA Pakistan akan memberikan keuntungan bagi Indonesia dan Pakistan dalam mengembangkan kapasitas di sektor industri halal. (Muladi/Zunus)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nahdlatul, Fragmen, Makam Persatuan Habib Jawa Timur

Kementarian PPPA Temukan Ribuan Anak Terjadi Kelompok Gay

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur



Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak menemukan ribuan anak telah terjaring dalam kelompok berorientasi seksual menyimpang gay.

"Data di Kementerian kami belum ada, tetapi yang saya dapat dari media sosial dan grup percakapan itu ada 3.000-an anak-anak yang sekarang masuk jaringan gay ini," kata Menteri PPA Yohana Yembise di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis.




Kementarian PPPA Temukan Ribuan Anak Terjadi Kelompok Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementarian PPPA Temukan Ribuan Anak Terjadi Kelompok Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementarian PPPA Temukan Ribuan Anak Terjadi Kelompok Gay

Dia mengatakan angka temuan tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah, khususnya Kementerian PPPA, sehingga pihaknya akan menggelar rapat koordinasi untuk mengatasi hal itu.

"Itu merupakan hal emergensi yang perlu ditangani secepatnya, khusus untuk anak-anak yang terjaring ini. Oleh karena itu pekan depan kami, bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan duduk bersama membicarakan hal ini," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan penyimpangan orientasi seks warga tidak perlu diatur oleh Pemerintah melalui pembentukan undang-undang.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut Wapres, hal itu merupakan urusan pribadi masing-masing warga negara dan tidak perlu dikhawatirkan sepanjang kelompok tersebut tidak melakukan kampanye kepada orang lain untuk bergabung.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Negara dalam hal itu tidak perlu mencampuri urusan internal orang, selama itu urusan pribadi. Yang dilarang itu kalau ada ajakan hey kalian-kalian, mari semua sama-sama (menjadi) lesbian dan gay, itu salah," kata Kalla, Kamis.

Perilaku seksual yang menyimpang memang merupakan urusan pribadi masing-masing orang, namun hal itu tidak perlu diutarakan kepada publik apalagi mengajak orang lain untuk ikut mendukung berbagai kegiatan terkait kelompok LGBT.

"Kita ini di Indonesia tetap berdasarkan kepada moral, budaya dan keagamaan," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kiai, Sejarah, Olahraga Persatuan Habib Jawa Timur

Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon

Cirebon, Persatuan Habib Jawa Timur - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar konferensi cabang di Gedung MTs Mafatihul Huda Kecamatan Depok, Sabtu (21-22). Sejumlah rekanita yang dianggap pantas untuk memimpin IPPNU Cirebon ke depan tidak ada yang bersedia maju sebagai kandidat Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon.

Konferensi Cabang yang dimulai sejak Sabtu sore terus berlangsung sampai Ahad (22/1) pukul 02.40 dini hari. Sebelum pemilihan ketua baru IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon berlangsung peserta konferensi menggelar beberapa sidang pleno.




Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Dorong, Nurjannah Akhinya Maju Jadi Ketua IPPNU Cirebon

Peserta konferensi akhirnya mengamanahkan Mohammad Mu’min sebagai Ketua IPNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2017-2019. Forum ini juga mengamanahkan Nurjannah sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2017-2019.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kita semua enggan untuk maju. Sama seperti dorong-dorongan para kiai untuk menjadi imam shalat di masjid. Saya sendiri tidak berkenan. Karena diminta oleh banyak orang, terpaksa saya maju juga,” kata Nurjannah kepada Persatuan Habib Jawa Timur.

Sementara Mu’min mengatakan, IPNU Cirebon ke depan akan lebih sensitif terhadap isu yang berkembang saat ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Terus menjalin kerja sama dengan lembaga sekolah, baik yang sudah terbentuk IPNU-IPPNU-nya, atau yang belum terbentuk,” tambahnya.

Sementara Nurjannah berjanji fokus pada pengkaderan dan pembentukkan PAC maupun PK yang ada di Kabupaten Cirebon. “Penting untuk terus melaksanakan proses kaderisasi yang lebih massif, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki PAC maupun PK,” kata Jannah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Ubudiyah, Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,Persatuan Habib Jawa Timur. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.




Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

Persatuan Habib Jawa Timur

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Fragmen Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 14, 2018

Diklat Tim Karakter, Cara MINU Sumberrejo Ajari Siswanya Berorganisasi

Bojonegoro, Persatuan Habib Jawa Timur. Perlahan namun pasti karakter anak-anak sekitar Sumberrejo harus terpantau dan terdeteksi. Hal inilah yang menjadi dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama Sumberrejo mengadakan Diklat (pendidikan dan pelatihan) Tim Karakter angkatan II pada hari Sabtu-Ahad (29-30 November 2014) di Kompleks Masjid Jami’ Walisongo Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Diklat rutin yang diikuti siswa-siswi terpilih dari kelas I-VI ini mirip sebagaimana yang dilaksanakan di banyak sekolah menengah/atas yang dikenal dengan LDKS (latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Materi yang diberikan pun berkaitan dengan kepemimpinan dan keorganisasian, dan tidak lupa kekarakteran itu sendiri.




Diklat Tim Karakter, Cara MINU Sumberrejo Ajari Siswanya Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Tim Karakter, Cara MINU Sumberrejo Ajari Siswanya Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Tim Karakter, Cara MINU Sumberrejo Ajari Siswanya Berorganisasi

Semenjak 4 tahun terakhir madrasah yang baru berumur 7 tahun ini mengadakan pembiasaan yang jarang dimiliki oleh sekolah-sekolah lain. Pembentukan Tim Karakter ini bertujuan untuk mengader dan mendidik anak-anak didik agar sedapat mungkin berorganisasi sejak dini. Hal ini diperlukan untuk mewadahi bakat dan minat mereka selain itu hal ini bertujuan untuk mengarahkan anak didik agar menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tapi juga tegas.

Persatuan Habib Jawa Timur

Tim karakter dibentuk untuk memantau, mencatat dan menyampaikan hal-hal yang menyangkut karakter siswa setiap bulan sekali kepada seluruh warga madrasah. Dengan cara ini semua hal yang berkaitan dengan karakter siswa siswi akan diketahui oleh segenap warga madrasah baik orangtua atau siswa-siswi itu sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Ini sebagai shochk therapy agar perilaku belum terpuji mereka terkikis pelan,” tutur Mariyanto, kepala MINU Sumberrejo.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang terplih ini dari hari Sabtu bermalam lantas pulang Ahad pagi. Mulai dari shalat berjamaah, shalawat, shalat malam, olahraga, makan bersama, menerima materi keorganisasian dan kepemimpinan, serta tes tulis, tes lisan, outbond.

Penutupan sekaligus pengukuhan Tim Karakter dilaksanakan pada pukul 07.30 Ahad setelah prosesi pengambilan bandana Tim. Dengan dipandu seksi kesiswaan siswa-siswi mengucapkan sumpah dan janji Tim Karakter kemudian berjalan beriring bergatian mencium bendera merah putih Negara Indonesia serta bendera almamater MINU. “Ketika mencium bendera merah putih saya merinding” ucap Fiqih Nizzora yang didapuk sebagai ketua Tim karakter oleh-teman-temannya tersebut.

“Dengan cara ini kami ingin mereka semakin mencintai almamter MINU,” tutup Ahsanul Amilin, seksi kesiswaan MINU yang berasal dari Kota Lamongan tersebut. (Nasihul Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Internasional, Nasional, Budaya Persatuan Habib Jawa Timur