Showing posts with label Amalan. Show all posts
Showing posts with label Amalan. Show all posts

Friday, March 9, 2018

Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ada yang beda dengan penampilan Presiden RI Ir H Joko Widodo di acara pembukaan Muktamar Ke-33 NU, Sabtu (1/8) malam. Mantan Wali Kota Solo ini mengenakan sarung, kain khas warga NU pada umumnya.




Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

“Saya sangat bahagia berada di antara para Nahdliyin (warga NU) dalam Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang. Saya memakai sarung untuk menjiwai kultur Nahdliyin,” tulis Jokowi di Fan Page resminya, “Presiden Joko Widodo”, Sabtu (1/8) yang diposting pukul 23.25 WIB.

Sejarah mencatat, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, sejak berdiri tahun 1926, Nahdlatul Ulama turut melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, teguh menjunjung semangat kebangsaan, menegakkan ke-Indonesia-an serta menghargai kebhinekaan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Oleh karena itu, saya juga mengusulkan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada KH A Wahab Chasbullah, atas jasa-jasa beliau kepada bangsa dan negara kita,” lansirnya mengungkapkan.

Dalam rilisnya ini, Jokowi menandaskan dengan mengucapkan, selamat dan sukses atas terselenggarnya Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. (Red: Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 23, 2018

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Putri sulung Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menyatakan bahwa Isomil (International Summit of The Moderate Islamic Leaders) yang diselenggarakan PBNU merupakan sikap dan langkah proaktif NU dalam mengampanyekan Islam ramah melalui karakter Islam Nusantara yang masih menjadi tema besarnya.




Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw saat memenuhi undangan acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat ini wajah Islam di dunia yang muncul wajah Islam yang marah. Sebab itu, karakter Islam Nusantara yang lentur dan inklusif sangat dibutuhkan di tengah kondisi dunia Islam khususnya di Timur Tengah yang dipenuhi dengan radikalisme dan tindakan terorisme,” jelas Alissa.

Dia menerangkan, tak sedikit penduduk dunia yang terkesan dengan cara beragama di Indonesia. Hal ini memberi dampak bahwa banyak warga dunia yang berharap pada Indonesia untuk terus memberikan inspirasi dan mendorong perdamaian dunia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perempuan yang kini aktif menjabat sebagai Sekretaris LKKNU ini juga menceritakan ketika beberapa minggu yang lalu dirinya memenuhi undangan pertemuan International di Berlin dan negara-negara muslim. Di sana, terang Alissa, yang muncul adalah wajah Islam yang bengis dalam menyikapi berbagai perbedaan.

“Sebab itu kemudian ketika mereka melihat keharmonisa Islam di Indonesia, mereka semacam mendapatkan oase di di tengah padang pasar yang panas dan gersang,” tutur anak pertama Gus Dur dari empat bersaudara ini.

Keharmonisan di Indonesia yang telah tumbuh dan teguh selama berabad-abad jangan sampai ternodai dengan perilaku beragama yang marah, keras, tertutup, dan anti-perbedaan. “Karena kalau sedikit-sedikit menolak perbedaan, pokoknya harus begini dan begitu, maka yang timbul pemahaman hitam putih yang mengarah pada radikalisme,” terang Alissa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 19, 2018

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

Solo, Persatuan Habib Jawa Timur. Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan anggaran khusus yang nantinya akan digunakan untuk membantu para pengungsi Rohingya di Aceh. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungannya pada kegiatan Car Free Day di Solo Jawa Tengah, Ahad (24/5)




Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

“Sudah ada beberapa kesepakatan dengan beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand, terkait dengan penanganan pengungsi Rohingya,” kata Jokowi.

Dipaparkan dia, kesepakatan penanganan pengungsi nanti diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan dan lokasi untuk penampungan. Jokowi juga berharap, agar PBB dan dunia internasional juga ikut memperhatikan nasib para pengungsi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu, dilansir data dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), disebutkan saat ini jumlah pengungsi muslim Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar di Aceh berjumlah 1.722 jiwa.

Para pengungsi ditempatkan di tempat pengungsian yang tersebar di 4 daerah. Yaitu 560 jiwa di Kabupaten Aceh Utara, 47 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang, 682 jiwa di Kota Langsa, dan 433 jiwa di Kabupaten Aceh Timur. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Persatuan Habib Jawa Timur

Presiden Siapkan Bantuan Khusus Pengungsi Rohingya

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan, Habib Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 11, 2018

Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes

Semarang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Tanggal 5 April 2013 digelar kegiatan Halaqoh “Maiyah” oleh Departemen Pengembangan Organisasi IPNU-IPPNU Komisariat Universitas Negeri Semarang bertempat di samping PKMU Unnes.

Kegiatan ini mengambil tema “Sosok Pemimpin Idaman”. Hadir Saratri Wilonoyudho yang mengisi sekaligus memandu diskusi. Ia aktif Menemani Jamaah Maiyah Gambang Syafaat Semarang, sehingga diharapkan bahwa kultur diskusi Maiyah bisa tertularkan dalam forum Halaqoh Maiyah Mahasiswa Unnes.




Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqoh “Maiyah” Mahasiswa Unnes

Diskusi terbuka itu dihadiri oleh kalangan mahasiswa Unnes dalam berbagai jurusan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam diskusi itu Saratri mengawali dengan pernyataan tentang fenomena krisis kepemimpinan yang terjadi sekarang adalah buah dari kurangnya kesadaran dari para pemimpin untuk memberikan pengabdiannya dalam memimpin. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan berkorban. Jangan sampai pemimpin memberikan contoh yang tidak baik seperti korupsi dan kegiatan negatif lainnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan yang digelar mulai jam 16.00 itu diakhiri menjelang Maghrib.

“Diskusi ini diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat mahasiswa Unnes untuk dapat duduk bersama tanpa melihat suku, daerah, ras, warna kulit dan lainnya. Diskusi ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa Unnes untuk bertukar pikiran, saling membantu, berbagi dan menjalin silaturahmi, melihat banyaknya egoisme karena perpecahan dan perbedaaan kelompok,” ujar Rodli selaku Moderator. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Fragmen Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun

Makkah, Persatuan Habib Jawa Timur. Haji diwajibkan bagi yang mampu. Namun kemampuan tidak selalu identik dengan kekayaan materi. Karena, berapa banyak orang yang mampu secara materi tidak kunjung berhaji. Sebaliknya, ada juga orang yang tidak mampu secara materi, mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji.




Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukang Becak Ini Nabung Haji Selama 20 Tahun

Salah satunya adalah Maksum Sapii Bunet bin Wahab. Secara materi, kakek 79 tahun asal Madura ini jauh dari kesan mampu. Maklum, profesinya adalah tukang becak dengan penghasilan harian yang tidak menentu. Ada kalanya sampai Rp50ribu, namun tidak jarang juga jauh dari angka itu.

Kondisi ini tidak menyurutkan niatnya untuk berhaji. Pelajaran rukun iman yang didapatnya sewaktu kecil, menjadi pondasi dasar akan keyakinannya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Saya dulu ngaji arkanul iman (rukun iman). Satu, harus percaya kepada Allah, baik dan buruknya takdir Allah,” ujarnya saat ditemui di hotel 605 tempatnya menginap yang berada di wilayah Syisyah, Makkah, Rabu (23/08).

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kedua, saya meyakini pesan ayat Surat Yasin, Innama amruhu idza arada syaian an yaquula lahu kun fayakun. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya percaya itu,” sambungnya sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

“Jadi kuncinya percaya kepada Allah, lalu berusaha sambil meminta. Kalau Allah mentakdirkan, saya yakin. Kalau Allah menghendaki, saya akan berangkat,” katanya lagi.

Kepercayaan akan kekuasaan Allah adalah pondasi utama. Selanjutnya, Maksum berusaha untuk mewujdukan niatnya berhaji di Baitullah.

Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk dirinya yang kini sudah tidak lagi direpoti anak-anaknya. Enam dari empat belas keturunannya yang masih hidup sudah mempunyai kehidupan sendiri-sendiri. Maka, jika masih ada sisa dari hasil menarik becak, Maksum mengumpulkannya sampai 20 tahun hingga dia bisa mendaftar haji pada 2010 lalu.

“Saya nabung sedikit demi sedikit. Sebab, pendapatannya tidak tentu, kadang dapat 50ribu, kadang kurang,” kenangnya.

“Saya narik becak di Pasar Atum Surabaya. Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu,” sambungnya.

Setelah menunggu selama tujuh tahun, Maksum bisa berangkat haji tahun ini. Tergabung dalam kloter 6 Embarkasi Surabaya (SUB 06), dia mengaku bahagia dan kaget bisa memenuhi panggilan Allah, sesuai yang dicitakannya sejak lama. “Alhamdulillah. Sampai disini juga. Saya merasa kagum dan kaget,” tuturnya dalam Bahasa Jawa.

Maksum mengaku sampai sekarang masih menarik becak, meski usianya sudah mulai senja. Sepulang haji, dia juga mengaku ingin terus menarik becak, karena profesi itu yang selama ini ia jalani.

“Setelah haji, tetap narik becak. Kalua masih kuat kerja, masih pengen terus agar tidak merepotkan anak,” katanya.

“Kita ke sini kehendak Allah. Kalau Allah tidak menghendaki ya tidak bisa,” tutupnya.

Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Mashum beroleh haji mabrur. Amiin. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

Rembang, Persatuan Habib Jawa Timur. Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Mustofa Bisri, Jumat (15/8) pagi, mengawali kembali pengajian rutin di aula pesantren Raudhotut Tholibin, Leteh, Rembang. Pengajian yang digelar setiap hari Selasa dan Jumat itu mulai ramai diikuti ribuan warga Nahdlatul Ulama sekabupaten Rembang.

Menurut Wakil Ketua PCNU Rembang H Bisri Adib Hattani, pengajian itu kembali dibuka dan digelar setelah libur puasa. Sementara pada bulan Ramadhan lalu, pengajian tafsir Al-Ibriz untu sementara digantikan dengan ngaji pasan (pengajian setiap bulan Ramadhan).




Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

"Pengajian ini memang kembali digelar dan dibuka secara langsung KH Ahmad Mustofa Bisri semenjak libur bulan puasa 1435 H, di mana aula dialihfungsikan sebagai kegiatan bulan Ramadhan dengan kajian kitab Riyadhus Sholihin,” kata pria yang lazim disapa Gus Adib.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pengajian ini, kata Gus Adib, disiarkan langsung oleh Mataair Radio dengan frekuensi 105,1 MH.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara Samiran menjelaskan, dirinya sering mengikuti pengajian itu sejak tahun 2000. Hingga sekarang, ia secara istiqomah mengikuti pengajian meski banyak kesibukannya di luar itu. Menurutnya pengajian yang membacakan kitab karya simbah KH Bisri Mustofa itu selalu ramai diikuti para jamaah meski telah lama dikaji sejak pada zamannya.

"Kitab ini selalu ramai jamaah mas, sejak jaman penulisnya. Masyarakat tak pernah bosan mengikuti pengajian rutinan ini. Karena kita sudah menjadwalkannya setiap Selasa dan Jumat,” tandas Samiran, salah satu jamaah pengajian tafsir Al-Ibriz. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan, Jadwal Kajian, Quote Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 5, 2018

Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban

Amsterdam, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Sedikitnya 1200 orang jamaah Persatuan Pemuda Muslim se-eropa (PPME) Al-Ikhlash Amsterdam mengikuti shalat hari raya Idul Adha 1438 H di Basisschool El-Amin, Saaftingetsraat 312, 1069 BW Amsterdam Jumat (1/9).?




Ketua PCINU Belanda  Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban

Pada kesempatan itu, Ketua PCINU Belanda Ust. Ibnu Fikri bertindak sebagai khotib. Pada khutbahnya, ia mengajak para jamaah merenungi tiga aspek penting yang merupakan esensi dari pelaksanaan ibadah kurban, yaitu aspek historis, filosofis, dan sosiologis.

Menurutnya, esensi historis dari pensyariatan kurban dalam Islam adalah untuk meluruskan nilai historis peradaban manusia yang keliru, yaitu kebiasaan mengorbankan manusia sebagai tumbal para dewa.?

Ia contohkan, di Mesir, jauh sebelum Islam datang, masyarakatnya secara rutin mengorbankan gadis yang masih perawan sebagai persembahkan Dewa sungai Nil. Juga, sebuah suku di wilayah Irak sebelum Islam, masyarakatnya mempersembahkan bayi yang baru lahir untuk Dewa mereka.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Oleh karenanya kurban dengan seekor hewan, sebagaimana disyariatkan dalam ajaran Islam datang sekaligus meluruskan ajaran-ajaran menyimpang tersebut yang sejatinya telah merusak nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara nilai filosofis ibadah kurban berkaitan dengan‘simbolisasi dari penyembelihan atas nafsu-nafsu hayawaniyah (hewani) yang ada pada diri manusia.?

Ia menegaskan, melalui ibadah kurban, nafsu-nafsu hewani dalam diri harus kita sembelih seiring dengan disembelihnya binatang kurban, sambil terus berharap agar kita terbebas dari belenggu sifat-sifat hewani.?

Pilar esensial yang ketiga dari ibadah kurban berkaitan dengan nilai sosiologis. Proses pelaksanaan ibadah kurban yang baik harus tetap memperhatikan dimensi sosial dan budaya masyarakat setempat dengan baik dan proporsional.?

“Kaitanya dengan ini, kita bisa belajar dari semangat dakwah Sunan Kudus dalam mensinergikan nilai-nilai keislaman dengan nilai budaya masyarakat setempat,” ungkapnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di akhir khutbah, kandidat doktor bidang antropologi dari Vrije universiteit Amsterdam ini juga mengajak para jamaah untuk mendoakan saudara muslim kita di Rohingya, Myanmar.?

“Bagaimanapun kejahataan kemanusiaan di Myanmar merupakan bentuk genosida yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, juga sesungguhnya bertentangan dengan esensi ibadah kurban. Semoga Allah berikan kekuatan lahir batin bagi umat Islam di Rohingya,” katanya. (Dito Alif Pratama/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Membandingkan Kepemimpinan

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Raymond White menuliskan sekitar 40 tahun yang lalu, bahwa ada perbedaan antara kepemimpinan (leadership) Richard Nixon dengan John F. Kennedy. White menggambarkan kepemimpinan model Nixon itu sebagai kepemimpinan kepala kelasi (boatswain). Ia memimpin para kelasi di ruangan bawah untuk menimba air yang masuk akibat badai dan membuangnya ke laut. Sepanjang waktu badai berlangsung ia harus siaga memimpin para kelasi untuk menjaga agar kapal mereka tidak sarat dengan air yang dibawa badai itu. Kalau ia lupa sekitar 15 menit saja, kapal yang ditumpanginya akan tengelam. Artinya, ia harus menjaga, dengan kepemimpinannya itu agar keselamatan kapal laut mereka tidak tenggelam dalam perjalanan. Kepemimpinan seperti ini sangat diperlukan dalam berbagai bidang.




Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membandingkan Kepemimpinan

Tentu saja model kepemimpinan seperti Nixon itu berbeda dari kepemimpinan Kennedy. Kalau White menamai kepemimpinan Nixon sebagai kepemimpinan yang sibuk dengan hal-hal teknis, maka kepemimpinan Kennedy justru sebaliknya. Hal itu digambarkan White sebagai kepemimpinan nahkoda kapal di anjungan kemudi. Seorang nahkoda melihat laut luas di hadapan matanya. Ketika cuaca menjadi gelap, angin mulai bertiup kencang dan hujan mulai turun, sang nakhoda akan memerintahkan sauh dibuang ke laut untuk menahan agar supaya kapal tetap berada di tempat dan layar mulai digulung agar kapal laut itu tidak dibawa angin kemana-mana. Sang nahkoda sendiri kembali ke kabinnya dan tidur di sana. Nanti, setelah ia bangun dari tidur, cuaca sudah baik, badai sudah berlalu dan angin sepoi-sepoi saja yang terasa, maka ia pun memerintahkan sauh diangkat dari laut, dan layar dikembangkan kembali. Kepemimpinan seperti ini tidak terlalu terpaku oleh rincian-rincian, melainkan lebih memperhatikan ke arah mana kapal laut harus diarahkan.

Contoh lain yang dapat dikemukakan di sini, terjadi ketika penulis masih menjadi santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Kabupaten Jombang. Tiap Jum’at dan Selasa siang, sehabis dzuhur atau sekitar jam 1 siang hingga jam 4 sore penulis mengaji kepada kakeknya dari Ibu, KH. M. Bisri Syansuri di Denanyar, Kabupaten Jombang. Pada suatu ketika seorang pemimpin lokal Nahdlatul Ulama (NU) menunggu dengan sabar hingga acara penulis mengaji selesai di waktu Ashar itu. Ia lalu mengatakan kepada Kiai Bisri, bahwa ia mempunyai delapan orang anak dan berniat berqurban bagi mereka. Namun uangnya hanya cukup untuk membeli seekor lembu. Padahal sesuai dengan ketentuan fiqh/ hukum Islam, binatang itu hanya dapat dijadikan qurban bagi tujuh orang anaknya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Bisri menyatakan kepadanya, bahwa ia harus memilih antara dua hal: menunda qurban hingga tahun depan atau berqurban tahun ini hanya untuk tujuh orang anak. Orang itu pun dengan mata kuyu dan muka sangat sedih segera meninggalkan tempat itu. Kiai Bisri meminta kepada penulis artikel ini, untuk membonceng di atas sepeda orang tersebut mengantarkan ke rumah ipar Kiai Bisri yaitu Kiai A. Wahab Chasbullah, Ra’is ’Aam atau orang pertama NU. Penulis membonceng orang itu di atas sepedanya ke Tambak Beras, empat kilometer jauhnya. Di sana penulis menyatakan kepada Kiai Wahab, bahwa orang itu disuruh Kiai Bisri untuk bertemu dengan sang ipar. Orang itu lalu menyampaikan kepada Kiai Wahab seperti apa yang dikemukakannya kepada Kiai Bisri.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Wahab lalu menanyakan, apakah ia punya uang untuk membeli seekor lembu dan seekor kambing? Orang itu menyatakan, bahwa ia mempunyai uang sejumlah itu. Kata Kiai Wahab, lembu itu dapat dijadikan qurban untuk tujuh orang anak. Adapun kambing digunakan sebagai binatang ancik-ancik (alat untuk mencapai sesuatu yang tinggi) bagi anak ke delapan. Orang itu lalu sangat gembira dengan “pemecahan” seperti itu. Ia keluar dari rumah Kiai Wahab dengan senyum gembira. Kiai Wahab telah memperlihatkan kepemimpinannya pada saat itu. Berkat kepemimpinan itu, ia membuat sang pengurus lokal NU itu sangat bergembira dan tentunya merasa berhutang budi pada Kiai Wahab seumur hidupnya.

Sudah tentu kepemimpinan seperti itu, memiliki dimensinya masing-masing. Hal ini terlihat ketika Bung Karno merencanakan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Kiai Wahab menerima gagasan itu, karena NU adalah satu-satunya kekuatan politik formal gerakan Islam yang masih ‘bertahan’ dalam dunia politik. Kalau gagasan itu ditolak, maka dalam DPR-GR yang akan dibentuk itu, tentu tak ada wakil gerakan Islam. Karena itu ia menerima gagasan tersebut. Ini bertentangan dengan iparnya sendiri, Kiai Bisri yang menjadi Wakil Ra’is ‘Aam atau orang kedua dalam NU. Menurutnya, DPR yang dibubarkan Soekarno adalah hasil pemilu tahun 1955. Kalau itu dibubarkan maka sebagai gantinya, lembaga perwakilan rakyat tersebut haruslah hasil sebuah pemilu. Kiai Bisri dan Kiai Wahab bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing, sehingga berbulan-bulan lamanya tidak ada keputusan tentang hal itu. Baru kemudian Kiai Wahab menyatakan secara formal bahwa ia menerima gagasan tersebut, sedangkan Kiai Bisri tetap menolak gagasan itu. Hingga berakhirnya Demokrasi Terpimpin dua orang itu menunjukkan kepemimpinan yang saling berlawanan, bukan?

*) Pernah dimuat di Sindo, 20 Febuari 2008

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Amalan, Kyai Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 28, 2018

Banser dan Komitmen Kemanusiaan

Oleh Ruchman Basori

Masih ada saja orang yang sensi terhadap Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sayap organisasi Gerakan Pemuda Ansor anak Nahdlatul Ulama. Pada saat Natal dan Tahun Baru mereka bertanya, kenapa Banser menjaga gereja? Pun tempat ibadah agama lain pada setiap hari-hari besar umat beragama? Lalu Banser ngapain pada saat menyambut Hari Raya Idul Fitri dan hajat umat Islam lainnya?




Banser dan Komitmen Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Komitmen Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Komitmen Kemanusiaan

Keluarga Besar Ansor dan Banser tidak pernah marah dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, yang bernaga sinis dan mengecilkan perhatian Banser pada sesama Muslim. Namun Banser menjawab dengan kerja nyata, bukan dengan kata-kata dan tentu komitmennya telah dicatat dalam sejarah bangsa dalam peran sosial kemasyarakatan, kebangsaan dan kemanusiaan.?

Di akhir Ramadhan ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, Banser Ansor kembali menunjukan komitmennya terlibat pengamanan mudik Lebaran. Tidak tanggung-tanggung sebagaimana dituturkan oleh Yaqut Cholil Qaumas (Gus Yaqut) Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor membuka 604 Posko Mudik Lebaran di seluruh Indonesia dengan menurunkan ribuan anggota Banser Lalu Lintas (Balantas).

Anggota Balantas diturunkan untuk bertugas membantu aparat keamanan melakukan pengamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran mulai H-5 dan H+7 Lebaran. Gus Yaqut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sahabat-sahabat Ansor dan Banser yang bersedia mewakafkan waktu Lebarannya untuk masyarakat guna membantu pengamanan mudik. Apa yang dilakukan Banser merupakan dharma bakti kepada bumi pertiwi, negara atas nama kemanusiaan.?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni Posko menyebutkan Mudik Banser 2017 dengan jargon "Istirahat untuk Selamat" didirikan di 604 titik di seluruh Indonesia. Ratusan Posko tersebut tersebar di Sumatera (50 titik); Kalimantan, Papua, Sulawesi, Bali, NTT dan NTB (41 titik); Jakarta (6); Jabar (83); Jateng (201); Jatim (201); Yogyakarta (12), dan Banten (10 titik).

Persatuan Habib Jawa Timur

Tujuan pendirian posko mudik Banser kata Alfa Isnaini adalah untuk memberikan pelayanan mudik pada masyarakat, membantu berjalannya mudik yang lebih aman dan nyaman, sehingga proses mudik berjalan efektif, efisien, serta mengurangi risiko kecelakaan dan korban jiwa. Selain itu untuk mengetahui akar permasalahan yang terjadi seputar mudik Lebaran, sehingga dapat memberi masukan pemerintah untuk melakukan perbaikan kualitas pelayanan public di masa yang akan datang.?

Pengamanan Mudik Lebaran adalah satu diantara kiprah Banser dalam khidmahnya menolong sesama, mempererat kebangsaan dan kemanusiaan. Para ulama telah mengajarkan kepada kami Ansor dan Banser tentang ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah. Nilai-nilai demikian diajarkan secara sistematis dalam setiap kaderisasi Ansor. Di samping secara sunnatullah Ansor dibentuk untuk menolong sesama sebagaimana mengikuti (tafaulan) Sahabat Ansor membantu sahabat Muhajirin di Madinah.?

Sikap organisasi Banser menjaga rumah ibadah agama lain adalah implementasi dari kecintaannya terhadap NKRI (hubbul wathan minal iman). Komitmen kebangsaan yang diajarkan oleh Islam dan para ulama. Bagaimana menjaga dan membuat NKRI dengan 245 juta penduduk ini hidup rukun, aman dan damai. Jangan sampai ada warga negara tidak tenang menjalankan agama dan keyakinanya. Hakikatnya, yang dijaga adalah negeri tempat dimana kita makan, minum, hidup dan berjuang bersama dari gangguan manapun.?

Kita tahu semua, menjaga keamanan dan kesefahaman sebagai sebuah bangsa (nation state) amat sulit di negara besar dan sangat plural seperti Indonesia ini. Makanya kita harus saling merekatkan tangan dalam menciptakan NKRI sebagai rumah bersama. Oleh karenanya Banser NU bersama Polri dan TNI ikut mengamankan rumah ibadah, perayaan-perayaan dan ritus-ritus keagamaan baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

Persatuan Habib Jawa Timur

Banser mempunyai protap yang jelas, dalam melakukan pengamanan. bertindak atas bimbingan para ulama. Umat agama lain yang ingin Banser terlibat pengamanan, mengajukan permohonan ke Ansor Banser. Bahwa kemudian ternyata lebih banyak Gereja yang diamankan, karena surat yang masuk lebih banyak dari kalangan saudara-saudara kita Kristen dan Katolik. Saudara kita Muhammadiyah sudah mempunyai pasukan sendiri, apalagi FPI dan mereka tidak pernah mengajukan permohonan untuk dilakukan pengamanan.

Keterlibatan Ansor-Banser dalam pengamanan dan partisipasi kegiatan sosial keagamaan lainnya bukan dalam dua tiga tahun ini saja, namun sudah puluhan tahun sejak sebelum organisasi keagamaan baru yang sering mengkafir-kafirkan saudara muslim itu berdiri. Bagi Ansor itu adalah tantangan dalam berbangsa dan bernegara. Bagaimana menjalankan agama di tengah pluralitas. Santai saja saudaraku, keterlibatan Ansor dan Banser dalam pengamanan rumah ibadah, tidak akan mengganggu anda, tetapi malah sebaliknya, anda akan lebih nyaman melihat umat bangsa ini hudup rukun dan merasa di rumahnya sendiri.

Ada yang bertanya, bukankah masalah pengamanan itu domain dan tugasnya Polri dan TNI? Ya betul sekali. Banser-Ansor hanya ikut membantu dan berpartisipasi sebagai bagian dari anak bangsa yang terpanggil hati nuraninya. Dan kami tidak akan melampaui kewenangan Polri dan TNI. ?

Urusan pendidikan dan segala masalah yang melingkupinya itu juga domain pemerntah, utamanya Kemdikbud, Kemenag dan Kemristek Dikti, namun NU, Muhammadiyah, Al Wasliyah, Nahdlatul Wathan, Al-Irsyad, Al-Khairat dan lain-lain ikut mengurusi pendidikan. Apa itu salah, lagi-lagi itu sifatnya membantu pemerintah sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Untuk membuat jutaan anak bangsa menjadi melek huruf, menjadi santun, taat pada agama dan negaranya tidak bisa kalau hanya diserahkan kepada negara, namun harus melibatkan masyarakat.?

Hajat hidup masyarakat lainnya seperti kesehatan dan kesejahteraan sosial adalah menjadi domain pemerintah utamnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial, tetapi Muhammadiyah membangun RS Muhammadiyah dan PKU, NU mendirikan Rumah Sakit NU dan Pesantren Ramah Anak, di berbagai pondok pesantren menjamur berdiri Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren). Lihat juga peran Pamswakarsa, FPI, Pemuda Muhammadiyah juga dalam rangka membantu pemerintah, karena menyadari pemerintah mempunyai segudang keterbatasan.

Kenapa juga ormas-ormas termasuk Ansor melakukan kegiatan peduli bencana? Bukankah sudah ada Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)? Ini adalah wujud civil society agar negara dan rakyat sama-sama membangun dan bersinergi secara kuat. Bagi Ansor dan Banser ini adalah panggilan kemanusiaan karena agama kita adalah agama kasih sayang. ?

Semoga yang masih salah paham dengan wadah Ansor dan Banser bisa menjadi jawaban walau tentu keputusan ada di tangan Anda. Lagi pula komitmen kebangsaan dan kemanusiaan Ansor tidak hanya pada penjagaan rumah ibadah, namun pada di hampir berbagai kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan. Untuk melakukan aksi sosial dan kemanusiaan Ansor tidak memerlukan persetujuan anda, tapi Ansor mengajak kepada anak bangsa ini yang masih mempunyai kepedulian.

Penulis adalah Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor 2015-2020.

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, January 27, 2018

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.




Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saatnya Menghidupi Ansor, Bukan Hidup dari Ansor

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur

Untuk membangun organisasi modern yang solid, sudah saatnya kader Gerakan Pemuda Ansor sebagai penopang utama organisasi menjadi kader mandiri yang mampu "menghidupi Ansor, bukan hidup dari Ansor". Artinya, kader mesti memberi manfaat kepada organisasi bukan semata mengambil untung dari organisasi. Kemandirian kader antara lain dapat diwujudkan dengan berwirausaha.




Saatnya Menghidupi Ansor, Bukan Hidup dari Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Saatnya Menghidupi Ansor, Bukan Hidup dari Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Saatnya Menghidupi Ansor, Bukan Hidup dari Ansor

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Barat Alfanny dalam Pelatihan Kewirausahaan yang diadakan PC GP Ansor Jakarta Barat pada 17-19 Juni 2016 di Pesantren Darur Rosyid Kalideres, Jakarta Barat.

Dalam pelatihan kewirausahaan tersebut, sejumlah pemateri dari Kementerian Koperasi dan UKM, perbankan, akademisi, dan pengusaha berbagi pengetahuan kepada peserta antara lain tentang koperasi, manajemen keuangan, analisis peluang usaha, akses modal atau kredit usaha rakyat (KUR), strategi pemasaran dan sebagainya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pelatihan diikuti sekitar 40 peserta utusan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Jakarta Barat, santri/ustadz Pesantren Darur Rosyid, utusan IPNU-IPPNU, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar pesantren.? Mereka tampak antusias menyimak dan berdiskusi seputar materi pelatihan dengan para instruktur.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebagian dari peserta adalah pelaku UMKM yang sudah aktif berwirausaha di sejumlah sektor bisnis seperti kuliner, pakaian, suvenir, percetakan dan sebagainya.? Pada kesempatan tersebut, PC GP Ansor Jakarta Barat juga memberikan kenang-kenangan kepada para instruktur berupa produk oleh-oleh unggulan khas Jakarta yang dimiliki kader Ansor Jakarta Barat.

Pelatihan Kewirausahaan tersebut akan ditindaklanjuti antara lain dengan Pelatihan Marketing Online yang akan diadakan pasca Idul Fitri agar peserta dapat lebih efektif memasarkan produknya secara online. (Abdurrahman/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 24, 2018

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

Kendal, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Cabang NU Kendal menggelar serangkaian kegiatan dalan rangka memperingati hari lahir ke-92 NU. Kegiatan harlah kali ini tergolong meriah dan padat kegiatan yang berlangsung selama dua pekan.

Menurut ketua panitia harlah NU, KH Mustamsikin banyaknya kegiatan Harlah NU tahun ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi program PCNU Kendal tentang rencana pembangunan Rumah sakit NU (RSNU).




PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

"Sudah saatnya NU Kendal punya rumah sakit," tegas Mustamsikin saat sambutan Seminar Kesehatan di Pendopo kabupaten Kendal Sabtu (9/5).

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebelumnya kegiatan harlah NU dimulai dengan mengadakan istighotsah serempak di masing-masing MWC NU (1/5) dengan dihadiri utusan PCNU Kendal untuk memberikan sosialisasi harlah NU dan pendirian rumah sakit.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kemudian sepekan berikutnya (6/5) kegiatan dilanjutkan dengan istighotsah kubro oleh jamaah Al Hikmah di masjid Agung Kendal.

Puncak acara sendiri akan dilaksanakan besok Ahad (10/5) dengan acara simaan & pengajian akbar di GOR Bahurekso Kendal yang akan dihadiri oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Sebagai penutup kegiatan Harlah Kamis (14/5) mendatang akan digelar kegiatan jalan sehat di alun-alun Kendal dengan berbagai macam door prize. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Tokoh, Amalan, Budaya Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 23, 2018

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Banyak perkembangan baru yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama. Karena itu, Muktamar ke-33 NU mendatang harus bisa memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi jamiyah ini, termasuk soal penguatan posisi syuriyah di semua tingkatan.

"Di antara yang harus menjadi perhatian adalah posisi syuriyah yang mestinya lebih dominan dan kuat serta berwibawa bila dibandingkan dengan tanfidziyah," kata H Muslimin Abdilla, Senin (13/4).




Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Sekretaris PCNU Jombang ini menandaskan bahwa dengan banyaknya peristiwa politik serta perkembangan organisasi di berbagai kepengurusan NU, terkadang ditemukan ketidakharmonisan hubungan antara syuriah dan tanfidziyah. "Bila ada kejadian seperti ini, mestinya komando berada di bawah syuriyah," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena dalam pandangannya, eksistensi dari NU adalah kebangkitan ulama yang direpresentasikan dalam jajaran syuriah. "Bahkan untuk memastikan superioritas ulama, dalam kegiatan konferensi hingga Muktamar NU di semua tingkatan, para kandidat ketua tanfidziyah serta ketua umum terlebih dahulu dimintakan persetujuannya kepada rais terpilih," ungkapnya. Bila ternyata rais atau rais am terpilih tidak setuju dengan salah seorang kandidat ketua umum atau ketua, maka secara otomatis yang bersangkutan tidak bisa bersaing dan dipilih sebagai calon, lanjutnya.

Keadaan ini semestinya memberikan pesan bahwa pemangku jabatan tertinggi di NU adalah kepengurusan syuriah yang memang diisi para kiai dan ulama pilihan. "Dan dalam perjalanan kepengurusan NU di semua tingkatan harusnya juga berlaku ketentuan tersebut, yakni para kiai dan ulama yang berada di kepengurusan syuriyah menjadi penentu bagi arah dan gerak NU," katanya. Sedangkan posisi tanfidziyah adalah pelaksana seluruh kebijakan strategis yang telah ditentukan para kiai dan ulama di syuriyah, lanjutnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muslimin membandingkan betapa berwibawanya kepengurusan NU di awal pendirian. "Dalam sejarahnya, para pendiri atau muassis NU yang notabene para ulama-lah yang demikian dominan dalam perjalanan gerak dan langkah jamiyah," katanya.

Sedangkan peran tanfidziyah hanya menjadi pelayan dan pelaksana seluruh kebijakan strategis berdasarkan amanah hasil keputusan muktamar dan konferensi setempat.

"Dengan cukupnya waktu yang tersedia jelang muktamar, maka pembicaraan seputar masalah ini hendaknya mendapatkan perhatian para peserta muktamar," katanya. Tidak hanya fokus dalam membincang calon rais am maupun ketua umum, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Warta, Sunnah, Amalan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Waykanan, Persatuan Habib Jawa Timur. Antusias masyarakat kabupaten Waykanan Lampung mengikuti donor darah cukup tinggi. Aksi sosial yang digelar GP Ansor dan sejumlah institusi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 berhasil mencapai 37 kantung darah sehubungan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) kehabisan stok kantung untuk menampung darah.

"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).




Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Selaku koordinator kegiatan "Bakti Sosial Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Anti Golput" dengan tema "Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman", yang ditunjuk Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Agung mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga daerah itu.

Persatuan Habib Jawa Timur

"GP Ansor dan seluruh panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal ibadah para pedonor dinilai baik oleh Allah SWT," paparnya.

Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Namun intensitasnya semoga bisa terus ditambah mengingat donor darah belum populer bagi masyarakat daerah ini. Lihat saja yang ikut donor darah, sebagian besar justru aparatur sipil negara. Ke depan bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif," ujar warga kelurahan Blambangan Umpu itu lagi.

Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.

Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Syariah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur

Kabar Duka: KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

Jakarata, Persatuan Habib Jawa Timur. Innalillahi wainnailaihi raijiun. Ketua Umum PBNU periode 1999-2010 KH Hasyim Muzadi tutup usia pada Kamis (16/3) sekitar pukul 06.25 WIB. Kabar duka ini segera menyebar di dunia maya dan memenuhi lapan media massa.




Kabar Duka: KH Hasyim Muzadi Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka: KH Hasyim Muzadi Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka: KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

"Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah," tulis Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, beberapa menit lalu melalui akun Twitter pribadinya.

Rabu kemarin Presiden Joko Widodo sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi ini dan mendoakan agar Kiai Hasyim segera sembuh. Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh istri dan anak-anak Kiai Hasyim.

Kondisi kesehatan Kiai Hasyim menurun minggu-minggu terakhir dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Lavalette.?

Setelah dirawat beberapa hari, kondisi kesehatannya pun sempat membaik dan diperbolehkan pulang ke kediaman di Lowokwaru. Hingga akhinya mengembuskan nafas terakhir di sini.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Hasyim merupakan salah satu tokoh NU yang berkiprah hingga dilevel internasional. ? Hingga kini ia tercatat sebagai Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS).?

Hasyim muda menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, dan menuntaskan pendidikannya tingginya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pada tahun 1992 ia terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang di kemudian hari mengantarkannya menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999. Tercatat, suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986, yang ketika itu masih bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan, Pendidikan, Pesantren Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 22, 2018

Santri Krapyak MA Ali Maksum Raih Prestasi LKIR Santri 2015

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rabu, 17 Juni 2015 santri dari Pondok Pesantren Krapyak Ali Maksum berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya ilmiyah remaja (LKIR) santri 2015 yang diadakan oleh Kanwil Kementrian Agama DI Yogyakarta.




Santri Krapyak MA Ali Maksum Raih Prestasi LKIR Santri 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Krapyak MA Ali Maksum Raih Prestasi LKIR Santri 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Krapyak MA Ali Maksum Raih Prestasi LKIR Santri 2015

Sebelumnya, santri yang masih duduk di bangku XI MA Ali Maksum ini memberikan presentasi terbaiknya di hadapan dewan juri yang terdiri dari tiga orang yakni Dr Ahmad Mustaqim [UIN Sunan Kalijaga], Dr Taufiq [UIN Sunan Kalijaga], dan Arief Gunadi, MPdI [Kasubbag Informasi dan Humas Kemenag DIY]. Pertanyaan dari dewan juri berhasil dijawabnya dengan baik.

Kelompok KIR yang terdiri dari Az-Zuhaira, Aminatun Rofingatus Saadah dan Shoffatul Izzah mempresentasikan karya ilmiahnya dengan judul "Sorogan Sebagai Salah Satu Metode Efektif dalam Pembelajaran Bahasa Arab". Hasil penelitiannya adalah dengan metode sorogan, santri dapat menambah kosa kata bahasa Arab, mengetahui kedudukan nahwu dan shorofnya serta melatih santri untuk menulis sastra Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Muyassarotul Hafidzoh, Pembimbing kelompok KIR Pesantren Krapyak menyampaikan, bahwa sebenarnya metode sorogan itu bukan hanya efektif diterapkan untuk mempelajari bahasa Arab saja, namun juga bisa diterapkan untuk bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggris.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Ya, sebenarnya metode sorogan ini juga bisa digunakan dalam mempelajari bahasa Inggris, karena melatih santri untuk sering aktif membuka kamus dan mengucapkan kalimat-kalimat asing," jelas Muyas yang juga termasuk salah satu redaktur Majalah Bangkit PWNU DIY.

"Sebenarnya kami mengirim 2 kelompok, alhamdulillah meraih juara pertama dan juara harapan. Kelompok yang meraih juara harapan membawakan karya berjudul (Pesantren dalam Tantangan Globalisasi: Studi Kasus di PP Ali Maksum Yogyakarta). Semoga dengan adanya lomba karya ilmiah remaja santri ini bisa memicu semangat para santri untuk melakukan penelitian,” lanjut Muyassaroh. (Iyas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Amalan, Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 15, 2018

Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah”

Jakarta, NU.Online
Workshop “Revitalisasi Peran Agamawan Dalam Pemulihan  dan Pengembangan Pariwisata Nusantara” yang dilaksanakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Hotel Aston Atrium Jakarta 7-8 Mei Mengusulkan diwujudkannya pariwisata yang berbasiskan syariah.

Secara kongret Ketua Umum PP LPNU H. Basofi Soedirman menyatakan akan mengembangkan konsep wisata pesantren. Pesantren merupakan sebuah institusi pendidikan yang unik, yang tidak ada di Barat. Ini adalah suatu hal yang menarik “Asalkan aman dan nyaman, mereka akan berbondong-bondong datang pesantren” ujar Basofi.

Basofi yang memiliki sejumlah biro perjalanan mengatakan bahwa semasa menjadi gubernur di Jawa Timur ia sudah pernah mengembangkan wisata pesantren. Lokasi yang dipilihnya adalah pesantren Salafiah Syafiiyah Asembagus yang diasuh oleh KH As’ad Samsul Arifin. Namun demikian, proyek tersebut berhenti ditengah jalan ketika ia turun dari jabatannya.

Menanggapi usulan dari Basofi tersebut, Syuriah PBNU KH Said Aqil Siraj yang juga hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut sambil bercanda menannyakan “Nanti yang dilihat turisnya apa santrinya?”. Pengembangan pesantren sebagai lokasi wisata perlu dipersiapkan konsep yang matang agar dikemudian hari tidak timbul masalah.

Bagaimanapun juga kegiatan wisata harus dikembangkan untuk menunjang kegiatan Perekonomian. Said Aqil yang merupakan direktur pascasarjana Universitas Islam Malang dalam ceramahnya mengatakan bahwa bagaimanapun juga kita harus mengembangkan suatu konsep wisata yang memiliki nilai agama atau bisa juga dikatakan sebagai wisata syariah, mengacu konsep yang sudah ada sebelumnya seperti bank syariah, asuransi syariah, atau hotel syariah yang saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat.

Kita tidak boleh hanya melarang saja atas kegiatan wisata yang bersifat negatif. Kita harus memberikan satu alternatif dulu yang sesuai dengan ajaran agama sebelum melarangnya. “Amal Ma’ruf dulu, baru Nahi Munkar, jangan kebalik ” ujarnya.

Saat ini sebetulnya sudah ada wisata yang bernilai ibadah, yaitu wisata ziarah. Warga NU sudah akrab sekali dengan ziarah wali songo. Akan tetapi selama lokasi wisata belum dikembangkan dengan baik sehingga nilai tambahnya kurang baik. Secara internasional Taj Mahal di India, Piramid di Mesir, ataupun makam-makam lainnya juga merupakan wisata ziarah, namun mereka sudah dikelola dengan baik. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pemurnian Aqidah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur




Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil Siraj: “Kembangkan Wisata Syariah”