Showing posts with label Aswaja. Show all posts
Showing posts with label Aswaja. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat kajian keuangan syariah di auditorium Ipmafa, Kajen, Pati, Kamis (19/11). Forum seminar dengan narasumber dari sejumlah institusi terkait mengulas asuransi syariah dalam konteks takdir.




Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Mathaliul Falah Bahas Asuransi Syariah dari Aspek Takdir

Hadir sebagai narasumber delegasi Pengurus Pusat MES Muhammad Hidayat, utusan Asuransi Syariah Allianz Hendra Gunawan, dan Alis Subiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan. Lebih dari 250 orang mengikuti seminar ini yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh masyarakat, aktivis LSM, lembaga keuangan, dan mahasiswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Pati, Blora, Jepara dan Kudus.

Seminar ini sesungguhnya digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang konsep asuransi syariah sekaligus menyosialisasikan keberadaan asuransi syariah di hadapan publik. Rektor Ipmafa Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan, perkembangan ekonomi syariah di Pati cukup baik khususnya terkait asuransi syariah.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Asuransi konvensional yang selalu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim tentu meniscayakan asuransi syariah menjadi terobosan yang sangat penting,” kata Gus Rozin yang kini diamanahkan sebagai Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara M Hidayat menjelaskan perkembangan asuransi syariah dan keuntungan dalam berasuransi secara syariah. "Asuransi syariah sebenarnya bukan melawan takdir, melainkan untuk meminimalisir risiko dan mempersiapkan sesuatu jika takdir itu terjadi. Hal ini sesuai dengan surah Al-Hasyr (59:18)," kata H Hidayat.

Sedangkan Hendra dari Allianz memaparkan praktik asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional, dan tips dalam berasuransi agar klaim yang dipertanggungkan berjalan mulus.

"Asuransi syariah adalah praktik tolong menolong antarpeserta di mana dana (premi) yang diberikan masuk dalam rekening tabarru dan dana tersebut dikelola secara secara syariah. Jadi tidak ada unsur gharar, maisir, dan riba," jelas Hendra.

Forum diskusi ini berakhir pada pukul 13:00 WIB dengan khidmat yang diiringi jabat tangan oleh para peserta seminar. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, March 1, 2018

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Bondowoso, Persatuan Habib Jawa Timur

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangkan majelis-majelis dzkir dan shalawat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang kian jauh dari forum dan amalan-amalan keagamaan.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi di acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Curahdami di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir pekan kemarin (7/8) sore.




Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Gus Jun, panggilan akbranya, menilai bahwa kini banyak anak-anak muda NU yang sudah tidak senang lagi dengan kegiatan tahlil, sholawat, dan lainnya. “Karena meraka sibuk dengan persoal-persoalan kehidupan sendiri, persoalan-persoalan kehidupan warga generasi muda sebagai anak muda,” tuturnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Karena itu Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Curahdami pun mengajak kepada para pemuda untuk kembali memadati forum-forum dzikir, shalawat, serta amaliyah-amaliyah NU lainnya agar kegiatan positif ini tetap lestari.

Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso Muzammil, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, lebih dari 500 kader Ansor dari berbagai anak cabang. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja, Warta, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 5, 2018

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Globalisasi yang ditandai dengan lintas-batasnya negara-negara, liberalisasi, internasionalisasi dan? universalisasi adalah perubahan besar tata dunia. Persoalannya bukan lagi apakah globalisasi sebuah keniscayaan, akan tetapi bagaimana menghadapi itu.

Sesi kedua Halaqoh II Pra-Munas dan Konbes di Jakarta, Sabtu (8/7), membuka kembali perbincangan tentang globalisasi, universalisme dan HAM dalam perpektif NU. Bertindak sebagai pembicara, Guru Besar UIN Qodri Azizi, Ketua PBNU Fajrul Falakh dan? KH. Hasyim Muzadi.




Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Mengawali pembicaraan, Qodri Azizi mengungkapkan, globalisasi adalah proses yang dialami oleh sebuah peradaban besar bernama dunia. Kekhawatiran bahwa globalisasi adalah proyek besar negara-negara Barat sama sekali tidak beralasan.

“Kita tak mungkin bisa setuju atau tidak? menghadapi globalisasi. Dan globalisasi itu sebenarnya netral, hanya saja Barat saat ini memang mendominasi. Dalam sejarah sebenarnya globalisasi dimulai oleh Islam pada abad pertengahan,” kata Qodri Azizi.

Fajrul Falah menyoroti beberapa persoalan penting dalam globalisasi seperti terorisme, perdagangan orang dan obat-obat terlarang, penyebaran virus dan penyakit secara mendunia, perdagangan uang dan hak milik intelektual, serta ekspor-impor limbah beracun. Menurutnya, saat ini setiap bangsa panik dengan berbagai isu yang kemudian disebut sebagai isu dunia.

Dikatakan Dosen Fakultas Hukum UGM itu, ada tiga pilihan yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap bangsa yang “kalah” dalam persaingan global.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Apakah bertahan atau uzlah seperti China dulu menerapkan "tirai bambo", apakah kita beradaptasi dengan kesiapan peralatan jejaring masyarakat sipil global, atau berintegrasi dengan kemungkinan menyerah dan larut, mewarnai, atau memimpin,” kata Fajrul.

Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi berpandangan, globalisasi perlu dihadap dengan filter ketat. Menurutnya, tatanan nilai yang ada menjadi ukuran apakah suatu proses globalisasi dilanjutkan atau tidak.

“Kalau tidak? bertentangan ya nggak masalah sebagai bagian dari sebuah perkembangan, bahwa kata Nabi antum a’lamu bi’umuri dunyakum (kalian lebih mengerti urusan kalian sendiri: Red),” kata Hasyim.

Qodri Azizi menyangkal. “Kita jangan berfikir filter dulu,” katanya. Keinginan untuk membuat filter dapat menghambat kemajuan. Menut Qodri, berbicara filter adalah tanda-tanda kalah dalam berkompetisi. (nam)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Aswaja Persatuan Habib Jawa Timur

Buka Rakornas LAZISNU, Ini Harapan Kiai Sulton

Sragen, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PBNU H Sulton Fathoni mengharapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU yang digelar di Sragen, para peserta mendapatkan barokah, ilmu dan pengalaman dari para kiai di Kabupaten Sragen.




Buka Rakornas LAZISNU, Ini Harapan Kiai Sulton (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Rakornas LAZISNU, Ini Harapan Kiai Sulton (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Rakornas LAZISNU, Ini Harapan Kiai Sulton

Ia mengatakan pada pelantikan pengurus PBNU (masa khidmah 2015-2020), Rais Aam Kiai Ma’ruf Islamuddin menyampaikan kiprah NU sudah luar biasa menghoidupkan amaliyah nahdliyah.

“Enam triliun disedekahan untuk amaliyah NU melalui lailatul ijtima’, tahlilan, yasinan.  Maka pada raker PBNU coba dicari cara yang sekiranya dari amaliyah NU dapat menular ke kegiatan sosial,” kata Kiai Sulthon pada pembukaan Rakornas NU Care-LAZISNU di Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah (29/1) petang.

Ia mengilas balik tujuan NU didirikan sesuai cita-cita KH Hasyim Asy’ari yaitu melindungi orang banyak, meningkatkan kualitas hidup dan kemakmuran masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Maka pada Raker PBNU itu diungkap dengan jumlah warga NU yang mencapai 92 juta orang bagaimana caranya mengumpulkan aktivitas sosial,” sambung Kiai Sulthon.

Pemikiran serupa lalu dituangkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-2016 tahun 2016.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ada 80 LAZISNU sama-sama memikirkan caranya seperti apa? Lalu dipututuskan dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah masing-maisng,” tandas Kiai Sulthon.

Pemaksimalan potensi tersebut diawali dengan belajar zakat di Sukabumi yang diikuti pengurus NU Care-LAZISNU seluruh Indonesia.

“Pembelajaran pemaksimalan potensi daerah juga dilakukan Rakornas di Sragen kali ini,” kata Kiai Sulthon.

Dikatakan hasil Rakornas ini akan disampaikan ke PBNU sebagai rekomendasi yang akan dilakukan bersama-sama. 

“Apa yang perlu dikerjakan PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU,” pungkas Kiai Sulthon. 

Pada kesempatan tersebut Kiai Sulthon membuka secara resmi Rakornas ditandai dengan pemukulan beduk.

Rakornas NU Care-LAZISNU berlangsung hingga Rabu (31/1). Rakornas ini diikuti sedikitnya 300 orang pengurus LAZISNU dari ringkat Wilayah, Cabang, beberapa Kecamatan dan beberapa desa. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 4, 2018

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mengoptimalkan pengaderan di sekolah-sekolah dengan membentuk sejumlah komisariat.




Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Ketua PAC IPPNU Siti Mufarikha mengungkapkan, terobosan dan upaya demikian adalah pertama kali dilakukan pada masa kepengurusannya. Meskipun demikian, ia mengaku program tersebut sangat efektif dilakukan. “Ini merupakan pertama kalinya pergantian pengurus komisariat di Kecamatan Ngoro masa jabatan saya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (3/4).

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro misalnya, telah terbentuk kepengurusan tingkat komisariat dengan dilakukannya pelantikan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jombang, Kamis (31/3) di Masjid Baitul Makmur Genukwatu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyatakan, kerja sama yang tengah dijalain antarpengurus PAC dan beberapa guru sekolah di sejumlah kecamatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan demikian, hal itu sangat dimungkinkan seluruh sekolahan di Ngoro akan mudah dibentuk komisariat-komisariat. “Pada pelantikan kemrin saja begitu meriah dan disaksikan seluruh jajaran dewan guru dan siswa siswi MTs Bahrul Ulum,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bahkan salah satu dewan guru MTs Bahrul Ulum saat itu, lanjut dia, sangat mendukung terhadap upaya yang dilakukan IPNU-IPPNU saat ini. Ia mengimbau pengurus PAC untuk berkomitmen melakukan pengaderan dan mengembangkan potensi yang dimilki.

“Ahmad Muthohar, guru madrasah MTs Bahrul Ulum memberi pesan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk lebih aktif dalam berorgnisasi. Dan pihak? guru yang lain juga? selalu memberikan support, khususnya kepada pengurus komisariat,” tuturnya."

Sementara itu, Veronika Putri, salah satu Ketua Pengurus Komisariat IPPNU di Ngoro mengungkapkan, akan menjaga kepercayaan dari sejumlah guru dan pengurus IPNU-IPPNU setempat. “Saya meminta dukungan kepada seluruh rekan-rekan agar dapat mengemban amanah dengan maksimal,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Pondok Pesantren, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, January 25, 2018

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Padangpariaman, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw?

Innalillahi wainnailaihi raji’un. Sumatera Barat berduka. Ulama kharismatik dan pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Nagari Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat Syekh H. Ali Imran Hasan wafat pukul 04.00 WIB Rabu (12/4) dini hari. Ia wafat di kediamannya yang berada di komplek Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Kabar duka ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan singkat hingga kawasan Pesantren Nurul Yaqin terlihat dipadati masyarakat yang datang berbagai daerah.?

Sebelumnya, Syekh Ali Imran sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Rahman Padang. Di rumah dirawat selama satu minggu karena kesulitan bernapas. Pada Minggu (9/4) kemarin Syekh Ali Imran dibawa pulang. ? ?




Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw menyebutkan, sebagai murid kami sangat berduka atas kepergian Buya Syekh Ali Imran untuk selamanya. Ini berarti masyarakat Sumatera Barat sudah kehilangan lagi seorang ulama yang alim, kharismatik dan memiliki keilmuan keislaman yang mendalami.

“Sesuai dengan pesan beliau, bagaimana Nurul Yaqin terus berkembang dan tetap bertahan hingga hari kiamat datang. Nurul Yaqin harus terus berkibar. Baik sebagai paham maupun sebagai kelembagaan. Sebagai paham, bagaimana pemahaman keagamaan Islam yang diwariskan beliau dapat diamalkan oleh para murid-muridnya dan masyarakat. Sedangkan secara kelembagaan Nurul Yaqin terus berkembang,” kata Rahmat Tuanku Sulaiman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ali Imran lahir pada subuh 30 Juni 1926 di Tanjung Aur, Pakandangan, Padangpariaman. Ayahnya Pakiah Hasan Tuanku Bagindo dan ibunya Siti Marin. Jika dirunut silsilah nenek moyang, darah ulama memang sudah dimilikinya. Syeikh Muhammad Amin bin Abdullah lebih dikenal dengan sebutan Syekh Mato Aie di Pakandangan yang terkenal di wilayah Padang Pariaman, adalah kakek buyut Syekh H. Ali Imran Hasan.

Dari perkawinan dengan Azar Mainis, Syekh Ali Imran dikarunia lima orang anak. Yakni Almuhdi Karim, Darussalam, Asyaidul Akram, Muzi Latunil Isma dan Imma Latukhaira. Dari kelima anaknya, kini dikarunia 17 cucu.

Syekh Ali Imran pulang ke Pakandangan tahun 1960 dari belajar agama di Malalo. Kemudian mendirikan pondok pesantren Nurul Yaqin. Sebelum mendirikan pesantren, Syekh Ali Imran sudah berguru pada 17 ulama yang mengajari berbagai ilmu. Gurunya dimulai dari ayahnya sendiri, Syekh Hasan bin Muhammad Rahim yang bergelar Tuanku Bagindo (lahir 1897 M dan wafat 1980).

Kemudian Ali Imran berguru pula kepada Syekh Muhammad Aminullah bin Abdullah yang dikenal dengan Buya Mato Aia. Syekh Muhammad lahir 1776 dan wafat 1926 M. Guru lainnya Tuanku Pakandangan, Tuanku Sutan Pakandangan, Tuanku Andah Pakandangan, Syekh Muhammad Yatim Tuanku Sutan Ampalu Tinggi Tandikek Mudiak Padang, Syekh Muhammad Yasin Tuanku Qadhi Koto Tujuh Malin Bandaro (lahir 1227 H, wafat 1367 H), Muhammad Zein Tuanku Hitam yang bertempat tinggal di Surau Ampaleh Ringan-Ringan, Syekh Zakaria Tuanku Labai Sati Padang Laweh Malalo (wafat 1973 M atau 10 Ramadhan 1393 H),

Ia juga berguru kepada Syekh Syahidan Syarbaini Mungo Padang Manggateh Payakumbuh, Syekh Ibrahim Harun Tiakar Payo Basuang Payakumbuh, Syekh Tuanku Shalih karamat yang bermaqam di Pasar Panjang Sungai Sarik, wafat 14 Rajab 1394 H atau 1974 M. Syekh Dura Tuanku Angin, bermaqam di Padang Magek Batu Sangkar wafat Selasa pukul 10.00 WIB pagi 4 Zulkaedah 1402 H, Syekh H. Abu Bakar Sampan VII Koto Pariaman, Syekh H. Ibrahim Ampalu Tinggi, Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak Pasaman, Syekh Tuanku Sidi Talua Sampan Pariaman.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pondok Pesantren Nurul Yaqin hingga kini terus berkembang. Saat ini jumlah santri sudah mencapai hampir 1.000-an orang. Selain menempati bangunan awal yang berada di kawasan kediaman Syekh Ali Imran, kini memiliki bangunan rusunawa yang mampu menampung hampir 400- an santri laki-laki. Selain itu juga sedang dibangun ruangan belajar yang masih berada di kawasan rusunawa. Pesantren Nurul Yaqin juga sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pawai kebudayaan tampak meriah dalam peringatan haul perintis Islam di kampung Kranji Kedungwuni, Mbah Nurul Anam. Pawai yang diiringi musik drumben Naga Anom siswa MI Walisongo dan SMP Walisongo menampilkan aneka kesenian seperti Ondel-Ondel dan lainnya.




Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Kebudayaan Meriahkan Haul Mbah Nurul Anam

Ratusan warga Kranji, Pekalongan dari pelbagai usia ini ikut serta dalam pawai. Mengawali rangkaian haul, mereka berbaris rapi mengelilingi kampung, Sabtu (10/5) malam. Sedangkan puncak haul digelar Selasa (13/5) yang diisi dengan manaqiban dan pengajian umum di makam kampung Kranji.

Ketua panitia haul Thoriqul Huda menerangkan, kegiatan pawai kebudayaan ini merupakan rangkaian acara peringatan haul Mbah Nurul Anam dan para sesepuh masyarakat Kranji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Pawai kebudayaan ini, merupakan hal baru dalam rangkaian kegiatan haul Mbah Nurul Anam. Syukurnya, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” ujar Thoriq yang juga anggota Ansor Kranji.

Haul Mbah Nurul Anam digelar selama empat hari, Sabtu-Selasa (10-13/5). Setelah diawali pawai kebudayaan, haul dilanjutkan dengan sema’an Al-Qur’an dan acara lain sejak Senin hingga Selasa.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Senin kemarin, Fatayat NU sejak pagi menggelar semaan yang terus berlanjut hingga malam harinya dengan pengisi acara berbeda,” kata Thoriq. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Aswaja, Tegal Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 23, 2018

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada momen Ramdhan ini, Lembaga Dakwah PBNU berkesempatan mengadakan ngaji bareng dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj atau Kang Said. Kegiatan ini dilaksnakan, Jumat (30/6) lalu di Ma’had Tahfidzul Qur’an Nurani Ciganjur, Jakarta Selatan pimpinan KH Ilyas Marwal.?




LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Dalam kegiatan bertajuk Islam Nusantara, Menebar Rahmat Meneguhkan Tasamuh ini, Sekretaris LD PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq berharap bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan keagamaan, dan memperkokoh ukhuwah di antara umat muslim.

“Kesempatan ini sangat berharga karena semua hadir bisa berdialog langsung secara terbuka dengan Kang Said, termasuk isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Nurul Yaqin.

Menurutnya, secara umum Kang Said menjelaskan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan kegamaan seperti aqidah, fiqih, Islam Nusantara, soal kepemimpinan yang adil, manhaj pendidikan NU, sumber amaliyah NU, dan lain sebagainya.

Hadir dalam kesempatan ini di antaranya, pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah, para Asatidz Jabodetabek, FKPP DKI Jakarta, FUHAB Jakarta, tokoh masyarakat dan alim ulama Ciganjur, dan beberapa pengurus LD PBNU. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Mataram, Persatuan Habib Jawa Timur. Kabar tentang akan digelarnya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-25 November 2017 telah tersebar di berbagai media. Bahkan, serangkaian acara pendahuluan sudah digelar di sejumlah kota.

Meski demikian, sebagian orang masih bertanya tentang beberapa pengertian istilah teknis forum internal NU ini. Misalnya, apa perbedaan antara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama?




Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau disingkat Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah dua forum berbeda. Namun keduanya kerap digelar dalam satu waktu penyelenggaraan. Munas Alim Ulama dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Sebagaimana penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU didesain untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, bagi keutuhan bangsa dan negara ini.?

Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori: (1) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), (2) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan (3) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Sementara Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Konbes NU ini forum permusyawaratan dikerucutkan ke dalam tiga komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Jika kepesertaan Munas Alim Ulama secara terbuka mengundang dan melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan para pakar, maka kepesertaan dalam forum Konbes NU sifatnya lebih tertutup. Peserta Konbes NU dalam hal ini terdiri hanya anggota pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah saja. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja Persatuan Habib Jawa Timur

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Para penyelenggara negara melakukan sesuatu yang membuat jengkel banyak orang, termasuk NU. Dunia perpajakan di Indonesia membuat jemu masyarakat banyak.

Bagaimana bisa? Dirjen Perpajakan memang sudah mengamalkan Pasal 23 UUD 1945 yang merupakan dasar hukum pemungutan pajak.




Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Pasal tersebut berbunyi “Segala pajak-pajak untuk kegunaan kas negara berdasarkan undang-undang.” Dirjen Pajak sampai kini terus memungut pajak dari wajib pajak yang ditentukan dalam undang-undang. Hanya saja hasil pungutan pajak tidak masuk sepenuhnya ke dalam kas negara. Penyebabnya tentu rupa-rupa, antara lain pengemplangan pajak oleh pengusaha menengah sampai kakap. Kebocoran ini membuat banyak orang susah tidur nyenyak.

Mengingat tetangga dan warga NU banyak yang mengigau sewaktu tidur, bahkan ada yang penyakit Asmanya kambuh karena kenyataan itu, PBNU memasukkan persoalan perpajakan dalam Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September lalu di Pesantren Kempek, Cirebon.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam sidang khusus yang terbentuk dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Alwaqi’iyah, permasalahan pajak dikupas serius oleh syuriah PWNU se-Indonesia. Pertanyaan ”Bagaimana hukum penerapan pajak di Indonesia?” mengapung di ruang sidang. Dua kelas pondok yang dibobol menjadi lorong panjang, sementara dijadikan ruang sidang oleh para kiai NU se-Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara bangku panjang jajaran ketua panitia sidang komisi, tepat berada di bawah sebuah banner bertuliskan ”Komisi Bahtsul Masa’il Diniyah Alwaqi’iyah, Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September 2012, Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon.” Di saat yang sama, empat baris kitab fikih masing-masing bertumpuk setinggi 1,3 meter di sisi kanan meja ketua komisi sidang.

Usai membahas sejumlah persoalan, masalah perpajakan dibahas tepat pada pukul 11.00 Sabtu (15/9) siang. Sementara itu dua santri Pesantren Kempek membagikan minuman kaleng untuk menyegarkan peserta sidang dari sengatan matahari Cirebon. Selain panasnya bumi Cirebon, pajak adalah satu persoalan yang cukup menyita waktu dan keseriusan para peserta sidang. Karena persoalan pajak menyangkut kas negara yang menjadi urat nadi kehidupan semua warga.

Berdasarkan fikih, peserta sidang memutuskan bahwa pada dasarnya pajak adalah bukan merupakan kewajiban agama yang harus dibayar oleh semua orang Islam. Pajak sebagai satu sumber pendapatan negara, bisa dihapus sejauh negara mampu mengongkosi pengeluarannya sendiri.

Tetapi kalau negara sudah mengelola kekayaan alam dengan benar dan maksimal, sementara kas negara tetap tidak mampu mengongkosi dirinya, maka negara boleh mewajibkan pajak kepada semua rakyatnya yang mampu.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Peserta sidang komisi mengharamkan negara memungut pajak dari mereka. Peserta sidang khawatir menarik syaraf ketersinggungan negara karena dianggap selain tidak mengurangi kesusahan orang miskin, justru membanduli punggung mereka dengan aneka pungutan.

Meskipun banyak penyelewangan dan pengemplangan pajak di sana-sini oleh konglomerat dan petugas pajak, peserta yang datang ke ruang sidang tetap memiliki kewarasan yang utuh walau tanpa tes kejiwaan sebelumnya. Peserta sidang tetap mewajibkan pemungutan pajak dari wajib pajak. Kiai NU tidak mau menutup satu pendaringan negara; pajak.

Di saat yang sama, para kiai NU yang mengikuti sidang mendesak pemangkasan korupsi dan kebocoran di kanan-kiri baik lewat pintu depan atau jendela belakang rumah pajak. Kalau negara masih bercanda dalam menyiangi penggelapan pajak dan tidak mengalirkannya untuk kesejahteraan rakyat, maka kewajiban rakyat untuk membukakan pintu bagi petugas pajak dipertimbangkan. (Alhafiz Kurniawan / Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 21, 2018

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?




Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Tegal, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 20, 2018

Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana

Yogyakarta, Persatuan Habib Jawa Timur - Liga Santri Nusantara di grup D pada pertandingan pertama mempertemukan kesebelasan Pesantren Daruttalibin-Jawa Timur 2 melawan kesebelasan Hidayatus Salikin-Sumetera 4, Senin (24/10). Laga yang berlangsung di lapangan Stadion Sultan Agung Bantul ini dimenangkan oleh kesebelasan Pesantren Daruttalibin dengan skor 1-0.

Saat peluit panjang dibunyikan, pertandingan kedua tim antara Hidayatus Salikin melawan kesebelsan Daruttaibin berlangsung sengit dan saling serang. Namun kedua tim sama-sama saling kuat menjaga pertahanan masing-masing.




Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Daruttalibin Kalahkan Tim Hidayatus Salikin di Pertandingan Perdana

Kedua tim sama-sama tidak membuat gol pada menit-menit pertama meski saling serang dari kedua tim kerap terjadi. Bahkan di menit pertama para pemain kerap menunjukkan kemampuan dalam berlaga. Tak sedikit pula terjadi pergantian pemain hingga kemudian peluit wasit pertama berbunyi. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Pada babak kedua kedua tim mulai mengubah strategi untuk mendapatkan kemenangan. Hal ini tampak dari irama permainan yang sangat hati-hati dan saling memancung pemain lawan untuk naik memanfaatkan serangan balik.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pada menit awal babak kedua tak tampak gol. Pada menit ke-39 Nando Hendra S pemain bernomor punggung 7 berhasil menemukan peluang tembakan keras. Tendangannya tidak bisa dijaga penjaga gawang lawan.

Keteringgalan 0-1 dari PP Daruttaibin, Hidayatus Salikin mulai menaikkan tensi permainan. Serangan demi serangan dilakukan. Tim yang dinakhodai Agus Tri ini tampil dengan serangan sporadis. Namun berkali-kali usahanya tidak membuahkan satu gol.

Persatuan Habib Jawa Timur

Permainan yang dipimpin oleh wasit Ali Mustafa ini tak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang ditiup, permainan tetap bertahan dengan skor 0-1.

Pelatih PP Daruttalibin Sandri Yardi setelah dikonfirmasi mengaku puas dengan hasil tiga poin itu. Menurutnya, kemenangan itu akan dijadikan modal untuk pertandingan berikutnya.

“Ini menjadi kabar baik bagi kami karena menang dipertandingan pertama,” kata Sandri. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 17, 2018

Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua baru Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama HZ Arifin Junaidi berjanji akan bekerja secara cepat selama sisa masa kepengurusan ini. Hal ini untuk mengejar sejumlah ketertinggalan yang selama ini belum bisa dicapai.

PBNU mengukuhkan HZ Arifin Junaidi sebagai ketua baru PP LP Ma’arif NU mengantikan Mansyur Ramly di Gedung PBNU, Jakart Pusat, Rabu (16/1) pekan lalu. Pengukuhan dan pelantikan dihadiri Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud dan jajaran PP LP Maarif NU.




Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat

Menurut Arifin, pihaknya memiliki jaringan yang luas yang perlu diperdayakan secara baik. Terlebih, masa khidmat yang ia emban akan berakhir 2015, ditambah masa jabatan pemerintahan yang akan banyak berperan untuk madrasah NU sisa kurang dari dua tahun lagi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pernyataan ini disampaikan pada upacara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Wisma Syahida Inn, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabun (23/1). PP LP Ma’arif akan segera menyebar luaskan hasil rapat ini kepada seluruh pengurus di bawah.

”Itulah komitmen saya untuk bekerja cepat di bidang pendidikan,” ujarnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Arifin menyatakan, PBNU penting untuk selalu melibatan LP Ma’arif NU dalam semua persoalan yang menyangkut pendidikan di lingkungan NU. Sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan, pihaknya wajib turut menyelesaikan berbagai masalah, termasuk dalam urusan proses rekrutmen beasiswa pendidikan ke luar negeri.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja Persatuan Habib Jawa Timur