Showing posts with label Habib. Show all posts
Showing posts with label Habib. Show all posts

Friday, February 23, 2018

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Kehidupan damai, rukun, guyub, saling membantu di masyarakat tingkat bawah antara yang anti PKI dan yang PKI sudah berjalan nyaris tanpa kikuk. Sebab, dendam di masyarakat tidak parah, mereka tidak paham politik.

Selain itu, mereka saling tahu kehidupannya sehar-hari, karena bertetangga.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir pada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Rabu (3/9), di ujung telepon. Menurutnya, "Tingkat masyarakat bawah relatif tidak bermasalah, mereka tidak banyak tahu politik."




Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Lalu Kiai Saifuddin bercerita bahwa jamaah pengajiannya tahun 80an sampai 90an banyak bekas anggota PKI. "Ngaji mereka. Ngurus mesjid mereka. Habis ngaji, namanya orang Betawi, ya makan bareng, ngobrol gayeng," ujar Kiai Saifuddin.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut pengakuannya, ketika orang luar menyerbu PKI yang ada di kampungnya, dengan alasan kemanusiaan, warga kampung membendungnya. Kampung kiai yang sehari-hari padat dengan mengisi pengajian ini adalah Kebon Manggis-Matraman, sebelah Berlan, masuk wilayah Jakarta Timur. Di kampung itulah dirinya dilahirkan, pada tanggal 31 Januari 1955.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Saya masih ingat, ibu-ibu di kampung saya, ketika ada penyerbuan berteriak-teriak, jangan dilempari itu, jangan dilembari itu. Itu orang baik, itu orang baik. Terbendung juga itu orang-orang, tidak nerusin nyerbu. Terbendung oleh suara ibu-ibu. Ini suara kemanusiaan."

"Saya mau cerita lagi. Tetagga saya orang PKI, namanya Bebas Pati Mulya, aslinya Medan, agamanya Kristen, punya anak nakal ndak ketulungan. Duit orang tuanya dicuri, pulang malam. Pokoknya nakal sekali. Itu Pak Bebas ngundang kami, untuk tahlilan dan mendoakan agar anak itu jadi bener. Dan namanya diganti tuh,? jadi Muhammad Soleh. Ya kami datang."

"Yang ingin saya katakan adalah, secara kemanusiaan tanpa diminta pun para warga sudah saling memaafkan. Banyak hal yang kami lakukan. Itu upaya warga melakukan rekonsiliasi. Itu perintah agama."

Namun, Kiai Saifuddin Amsir menyatakan dengan tegas bahwa Partai Komunis Indonesia tidak bisa dimaafkan secara politik. "Sudah betul itu PKI ditumpas. Jangan sampai hidup lagi. Trauma kita. Untuk perdamaian bangsa, ubah saja pikiran, bangun satu sikap baru. Pandang ke depan, jangan ada sejarah macam begitu. Kalau saling memaafkan, jangan. Jangan sampai ada. PKI itu terjepit saja bisa berkelit, apalagi diberi jalan."

Saifuddin masih ingat, betapa pahitnya omongan Aidit yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.

"Siapa yang ndak sewot dihina-hina begitu? Lha? Jangankan kite orang pesantren, kan? Mochtar Lubis saja dongkol saat Pram dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay tahun 1995. Mochtar kan sempat mau banting penghargaan yang sama yang lebih awal diterimanya.? Tidak main-main PKI. Mereka punya semboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujarnya.?

Bisa dipahami jika Saifuddin tidak rido pada PKI. Bagaimana tidak, partai berlambang palu-arit itu menghina para ulama yang mendidikan dirinya sedari kecil. Ia sangat dekat dan mencintai para gurunya yang antara lain Muallim Abdullah Syafi’i, Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas, dan Guru Hasan Murtoha. Dan bapaknya, Amsir Naiman, sendiri adalah guru ngaji di Kebon Manggis.

Saifuddin kecil menyaksikan bahwa PKI mengancam orang-orang Islam di Jakarta secara terbuka, bahkan dia melihat sumur-sumur sudah dipersiapkan di sanggar Lekra yang ada di kampungnya.

"Kampung saya kecil, tapi itu sanggar terbesar Lekra di Jakarta dipimpin langsung Profesor Bakri Siregar. Di sanggar mereka memang membuat sumur. Saya melihat sendiri. Anak-anak muda dari pelbagai kampung dilatih secara militer."

Saifuddin mengenang, anak-anak muda, khususnya perempuan, dilatih sebisa mungkin untuk menari. Pelatihnya dari Ansor. Lagunya berjudul "Mencuci Pakaian" yang diciptakan oleh bapaknya: Amsir Naiman. Makna lagu tersebut adalah orang harus mencuci dirinya dari kotan-kotoran yang disebarkan orang-orang PKI.?

Menari merupakan kegiatan yang jauh dari kehidupan sehari-hari warga Kebon Manggis, yang biasanya hanya mengaji. Tapi mereka melakukannya agar bisa melawan tarian dan nyanyian seniman Lekra yang punya kekuatan Prof Bakri Siregar, yang seniman betulan.

Saifuddin bangga anak-anak kampungnya yang bukan seniman bisa melawan Lekra yang seniman. Dia juga senang Orde Baru mampu menyabet PKI secara tuntas. Tapi dia menyayangkan, sabetan Soeharto mengenai banyak sembarang orang.?

Lulusan IAIN Ciputat jurusan Akidah dan Filsafat itu memberi catatan, "Anak PKI yang tidak mengerti PKI mendapatkan hukuman berat juga. Orang-orang yang cuma ikut-ikutan kena juga. Kasihan mereka. Pak Harto tidak cermat. Pak Harto pakai juga tuh semboyan PKI rawe-rawe rantas malang-malang putung."

Cara Ulama

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta M. Jadul Maula menyatakan bahwa perdamaian bangsa ini dapat terlaksana dengan cara dan ilmu ulama.

"Jalan dengan cara ulama adalah memutus mata rantai dendam kebencian dan kekerasan. Menyiram api amarah dengan air dingin yang menyejukkan, berupa iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Begitulah cara dan ilmu ulama menyelesaikan konflik antarsesama," terang M. Jadul Maula, saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw melalui telepon, Rabu (3/10).?

Dia menyebutkan, jalan dan cara para ulama adalah mengikuti Rasulullah.?

"Ketika beliau (Rasulullah, red.) sebagai pemimpin tertinggi umat, di dalam masjid berbicara langsung pada rakyat adakah di antara kalian yang hak-haknya telah aku ambil dan tidak rela? Silakan ambil kembali hak itu dan hukum qishos aku, supaya aku dapat menemui Tuhanku, terbebas dari belitan beban hak-hak anak Adam. Itu teladan panutan kita dalam menyelesaikan urusan dengan sesama. Kita wajib mengikutinya," papar Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak, Bantul.

Jiwa bangsa ini, tegas Jadul, perlu dikembalikan lagi pada jalan rahmat atau kasih sayang, jiwa yang takut melanggar, dan mengambil hak-hak orang lain. "Menurut para ulama kita, tujuan mendirikan bangsa adalah juga untuk menjaga hak-hak manusia tersebut. Itu yang kita kenal dengan al-masholihul ammah, kemaslahatan-kemaslahatan umum. Inilah bagian dari khittah Indonesia 1945 yang kita suarakan di Munas Cirebon itu," tegasnya.

Khusus terkait PKI, Jadul berpendapat bahwa peristiwa 65 serta rangkaian sebelum dan sesudahnya, telah merenggut paksa keseluruhan masholih itu, dan ironisnya pemerintah tidak bisa menjaganya. "Para ulama NU yang ikut mendirikan negara ini, saya yakin menangisi keseluruhan peristiwa 65 tersebut. Karena betapapun, korban-korbannya adalah semua, NU korban, juga saudara-saudara sebagangsa," ujarnya.

"Gus Dur ketika minta maaf atas persitiwa 65, saya yakin mewakili spirit ulama, dan beliau kan ulama juga, spirit para pendiri bangsa dan ingin mengembalikan jiwa bangsa pada fitrahnya, menegakkan kembali negara atas tujuan pendiriannya. Dasarnya rahmat, tujuannya adalah kesejahteraan seluruh rakyat, terlindunginya kemaslahatan bersama,"

Ketika ditanya soal tentang para aktivis PKI, dia menjawab, "Apa PKI masih ada? Kalau masih ada, mereka juga harus meminta maaf. Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu PKI. Kita harus saling meminta maaf dan memaafkan."?

"Mari, semua elemen bangsa mencontoh Gus Dur yang telah minta maaf sebagai pemimpin agama atau ulama, dan sebagai pemimpin bangsa. Dengan meminta maaf, yang tampak dari Gus Dur adalah kebenaran, kekuatan dan kebesarannya," pungkasnya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian, Habib, AlaNu Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 19, 2018

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

Solo, Persatuan Habib Jawa Timur. Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan anggaran khusus yang nantinya akan digunakan untuk membantu para pengungsi Rohingya di Aceh. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungannya pada kegiatan Car Free Day di Solo Jawa Tengah, Ahad (24/5)




Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI Bantu Pengungsi Rohingya

“Sudah ada beberapa kesepakatan dengan beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand, terkait dengan penanganan pengungsi Rohingya,” kata Jokowi.

Dipaparkan dia, kesepakatan penanganan pengungsi nanti diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan dan lokasi untuk penampungan. Jokowi juga berharap, agar PBB dan dunia internasional juga ikut memperhatikan nasib para pengungsi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu, dilansir data dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), disebutkan saat ini jumlah pengungsi muslim Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar di Aceh berjumlah 1.722 jiwa.

Para pengungsi ditempatkan di tempat pengungsian yang tersebar di 4 daerah. Yaitu 560 jiwa di Kabupaten Aceh Utara, 47 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang, 682 jiwa di Kota Langsa, dan 433 jiwa di Kabupaten Aceh Timur. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Persatuan Habib Jawa Timur

Presiden Siapkan Bantuan Khusus Pengungsi Rohingya

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Amalan, Habib Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 18, 2018

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria kelahiran Balubur Limbangan, Garut, 16 April 1949 ini menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Profesi guru dijalani hingga th.1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak th.1966 dengan menjadi koresponden “freelance” untuk beberapa suratkabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan.




Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria yang nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964) sering mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof.Dr.Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan. Kegiatan tersebut dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Masa mudanya pernah aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun1964 mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar “Harian Banteng” (corong PNI Jabar), “Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di “Harian Karya” (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pria ini terampil menulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Para pemerhati bahasa Sunda pasti tahu karyanya Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak) Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), dan belasan karya lain.

Dalam bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak), Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), dan lain-lain.

Ia juga menulis Percikan Hikmah (kumpulan anekdote sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa). Tulisan-tulisan dia masih bisa kita jumpai saban minggu di surat kabar, tabloid, dan majalah daerah Jawa Barat.

Pria bernama Usep Romli HM tersebut telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam dunia penulisan dan kecintaanya terhadap bahasa daerahnya. Dua kali ia menerima Hadiah Rancage dari Yayasan Rancage.

Pada tahun 2014, Usep yang pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001) terpilih sebagai penerima Hadiah Asrul Sani kategori Kesetian Berkarya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Cerita, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 17, 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.




Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 6, 2018

Ali Masykur: ISNU Bertugas "al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah"

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa menjelaskan, tugas sarjana NU adalah menjadi kekuatan al ahdzu biljadidil ashlah atau membaharuai atau menemukan hal baru yang lebih baik.

“Disamping itu, ISNU harus membuat sinergi antar badan otonom sehingga menjadi kekuatan NU yang utuh dan kompak dan menumbuhkan daya enterprenership,” ucapnya saat melantik PC ISNU Kudus di Hotel Griptha, Ahad malam (22/9). 




Ali Masykur: ISNU Bertugas al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: ISNU Bertugas al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: ISNU Bertugas "al-Akhdzu bil-Jadidil Aslah"

Sementara itu, Ketua Cabang ISNU Kudus Kisbiyanto dalam sambutan pelantikannya mengatakan, ISNU kudus dibentuk tim 5 dari PCNU yang prosesnya sangat panjang. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menambahkan, komposisi  kepengurusan berjumlah 63 sarjana yang memiliki latar belakang beragam dari kalangan akedemisi, praktisi hukum, birokrat, politis, profesi dan petani.

“Mohon do’a restu supaya ISNU Kudus ini menjadi media organisasi yang bermanfaat dan barokah bagi organisasi maupun kader-kader NU ke depan,” harapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pjs Ketua PCNU Kudus H Hadziq ZU mengharapkan ISNU sebaga wadah cendekiawan dan ilmuwan harus mampu menjadi dapur pemikiran yang melahirkan gagasan brilian untuk pengembangan Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap ISNU eksis membawa kemanfaatan masyarakat. ISNU harus bisa khoirun nas anfa’uhum linnas,” pesannya.

Struktur kepengurusan ISNU Kudus periode 2013-2018; Pelindung, Dewan Penasehat dengan Ketua H Muslim A Kadir, Dewan Ahli dengan ketua H Subarkah, SH,M. Hum, Wakil ketua Dr H Mochammad Edris MM, dan dilengkapi anggota.

Pengurus Harian, Ketua Kisbiyanto, S.AG, M.Pd, Wakil ketua HM Kafit, MPd. ZamhuriS. Ag, Dr moh Rosyid M. Pd, Siti Malaiha Dewi M.Si. Sekretaris Nur Said, MA,M. Ag, Wakil Sekretarias Syafi’i SH, Yususf Istanto, SH MH, dr Hita Wasena, Muthohar, SPd,M.Pd dan Bendahara Drs Nur Rokhim, MM, Wakil Ir Isa anshori, H Sarmanto,S.Pdi serta dilengkapi dengan 11 departemen. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Makam, Habib, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur untuk ke tujuh kalinya. Istri Presiden ke-4 RI ini datang ke Bondowoso dalam rangka silaturrahim dan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (27/6).

Kegiatan yang bertema Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Keaarifan dan Keteguhan Iman ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Agus Salam.




Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Shinta Nuriyah dalam taushiyahnya mengatakan setiap daerah menjaga dan melestarikan kesenian lokal, kesenian adat tradisional. Hal ini penting untuk meneguhkan identitas kebangsaan dan warisan generasi muda di masa yang akan datang.

"Saya ingin kesenian daerah hidup. Kesenian masyarakat adalah kesenian Indonesia yang sangat indah, mempunya filosofi tinggi, sehingga rakyat Indonesia tidak lupa dengan kesenian daerah masing-masing," jelas ibu 4 orang putri ini.

Ia berharap bila masyarakat makin menghidupan tradisi budaya dari daerah masing-masing, hal ini akan menjadi perisai untuk menghadapi budaya asing yang tidak sesuai dengan prinsip kebaikan budaya Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, Muhammad Afifi, salah satu kader muda penggerak Jaringan Gusdurian Bondowoso mengatakan, tentunya sangat gembira karena dapat bertemu langsung dengan Ibu Shinta. “Beliau memotivasi kita untuk tetap menjaga dan meneruskan perjuangan Gus Dur,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti oleh para jamaah sholawat Masjid At-Taqwa Bondowoso serta para kader-kader muda yang tergabung dalam Komunitas Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso. Selesai taushiyah, dilanjut dengan pemberian bingkisan kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan buka puasa bersama. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 5, 2018

Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif

Mekkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Jamaah haji diimbau untuk selalu membawa air minum dan bergerak dalam kelompoknya selama menjalani kegiatan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) sebagai bentuk antisipasi suhu tinggi yang dapat mencapai di atas 40 derajat Celcius.

Imbauan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid di Kantor Daerah Kerja Mekkah, Jumat.




Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Suhu Melebihi 40 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diimbau Antisipatif

"Dari Mekkah menuju Arafah, bawa minuman, dari Arafah ke Mudzalifah bawa minuman, dan dari Mudzalifah ke Mina juga membawa minuman. Meski satu botol, itu untuk menghilangkan haus dan panas," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jamaah haji Indonesia juga diimbau untuk tertib dan menaati jadwal yang sudah disepakati karena kepatuhan akan jadwal sangat penting untuk membantu kelancaran angkutan.

Pada saat yang sama, seluruh jamaah haji dari berbagai dunia yang jumlahnya jutaan orang juga bergerak menuju tempat yang sama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kalau saling berebut dan tidak taat jadwal, angkutan justru tidak lancar dan tidak sampai ke tujuan," katanya selaku penanggung jawab perpindahan jamaah.

Ia juga meminta jamaah tetap berada di regu dan rombongan, tidak mengambil inisiatif sendiri.

"Jadi (bergerak) sesuai yang disepakati bersama sesuai dengan regu dan rombongan," ujarnya.

Jamaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arafah dari pemondokan masing-masing mulai Jumat (9/9) pagi menggunakan bus.

Setiap maktab disiapkan 21 bus yang akan mengangkut jamaah ke Arafah dalam tiga tahapan. Tahap pertama, jamaah diberangkatkan pada pukul 07.00- 11.30 waktu Arab Saudi.

Karena hari Jumat, tahap kedua baru akan dimulai setelah shalat Jumat, kira-kira pukul 13.00 sampai 16.00 waktu Arab Saudi.

Kemudian, tahap terakhir, dari jam 16.00 sampai 24.00 atau sampai selesainya jamaah terangkut semua ke Arafah. (Antara/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.




30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kiai, Habib Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, February 4, 2018

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Jombang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mengoptimalkan pengaderan di sekolah-sekolah dengan membentuk sejumlah komisariat.




Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Ketua PAC IPPNU Siti Mufarikha mengungkapkan, terobosan dan upaya demikian adalah pertama kali dilakukan pada masa kepengurusannya. Meskipun demikian, ia mengaku program tersebut sangat efektif dilakukan. “Ini merupakan pertama kalinya pergantian pengurus komisariat di Kecamatan Ngoro masa jabatan saya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Ahad (3/4).

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro misalnya, telah terbentuk kepengurusan tingkat komisariat dengan dilakukannya pelantikan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jombang, Kamis (31/3) di Masjid Baitul Makmur Genukwatu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyatakan, kerja sama yang tengah dijalain antarpengurus PAC dan beberapa guru sekolah di sejumlah kecamatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan demikian, hal itu sangat dimungkinkan seluruh sekolahan di Ngoro akan mudah dibentuk komisariat-komisariat. “Pada pelantikan kemrin saja begitu meriah dan disaksikan seluruh jajaran dewan guru dan siswa siswi MTs Bahrul Ulum,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bahkan salah satu dewan guru MTs Bahrul Ulum saat itu, lanjut dia, sangat mendukung terhadap upaya yang dilakukan IPNU-IPPNU saat ini. Ia mengimbau pengurus PAC untuk berkomitmen melakukan pengaderan dan mengembangkan potensi yang dimilki.

“Ahmad Muthohar, guru madrasah MTs Bahrul Ulum memberi pesan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk lebih aktif dalam berorgnisasi. Dan pihak? guru yang lain juga? selalu memberikan support, khususnya kepada pengurus komisariat,” tuturnya."

Sementara itu, Veronika Putri, salah satu Ketua Pengurus Komisariat IPPNU di Ngoro mengungkapkan, akan menjaga kepercayaan dari sejumlah guru dan pengurus IPNU-IPPNU setempat. “Saya meminta dukungan kepada seluruh rekan-rekan agar dapat mengemban amanah dengan maksimal,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Pondok Pesantren, Aswaja Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni

Bojonegoro, Persatuan Habib Jawa Timur . Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) ke V tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan untuk meningkatkan prestasi siswa siswi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun.

Kegiaatan bertema “Dengan ajang kompetisi seni dan olahraga madrasah (aksioma), kita wujudkan tali persaudaraan, prestasi, sportivitas, kreativitas siswa madrasah untuk menggapai insan yang sehat, cerdas, terampil dan berakhlaqul karimah” dibuka pada dan dilaksanakan di halaman MAN 2 Bojonegoro, Sabtu (21/3).




Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Bojonegoro Gelar Aksioma Olahraga dan Seni

Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro, A. Munir mengaku, Aksioma tingkat madrasah ibtidaiyah yang kelima diikuti seluruh siswa siswi setelah seleksi tingkat kecamatan. "Kegiatan rutin ajang siswa untuk melakukan kreativitas meningkatkan prestasi di bidang seni dan olahraga, rutin dilaksanakan setiap tahun," jelasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Tujuannya sebagai bentuk implementasi siswa dan melakukan kreasi bidang seni olahraga. Di samping itu Aksioma juga ajang KSM (sains). "Harapan kita anak-anak bisa melakukan kreatifitas olahraga dan seninya," jelas mantan Kepala Kemenag Paciran itu.

Warga Kecamatan Kepohbaru itu juga menuturkan, selain membangun silaturrohim antar mmadrasah dan lembaga, baik tingkat kecamatan, daerah, provinsi bahkan tingkat nasional nanti.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu ketua panitia Aksioma Kabupaten Bojonegoro, Ali Mujahidin mengaku, pelaksanaanya olah raga dan seni secara teknis mengacu Aksioma Provinsi Jawa Timur. Tetapi masing-masing mengacu cabang perlombaan secara nasional.

"Setelah seleksi di tingkat Kabupaten Bojonegoro, akan dikirim ke tingkat provinsi Jawa Timur," ujarnya usai pembukaan di halaman MAN 2 Bojonegoro.

Ia menambahkan, ada beberapa perlombaan yang dipertandingkan. Di bidang olahraga termasuk bola volly, tenis meja, bulu tangkis, lari sprint, lompat jauh, tolak peluru dan catur. Sedangkan cabang kesenian, diantaranya Munasabah Tilawatil Quran (MTQ), baca puisi, melukis, kaligrafi, pidato resmi 3 bahasa (Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris)seni samroh dan paduan suara.

Rencananya Aksioma Provinsi akan dilaksanakan tanggal 25 sampai 27 Maret 2015 di Kabupaten Gresik. "Yang dikirim ke Provinsi, juara satu semua perlombaan," pungkasnya. [YaZid/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Habib, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 29, 2018

Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU

Khartoum, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan DR Muhammad Mustofa Al-Yakuti menerima kunjungan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Kantor Kementerian Wakaf dan Irsyad di Khartoum, Rabu (9/1).




Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU

Pada pertemuan tersebut turut hadir Mustasyar PCINU Sudan DR Muhammad Sulaiman selaku Ketua Majlis Dakwah Kementerian Wakaf dan Irsyad, Rais Syuriyah PCINU Mirwan Akhmad Taufiq, Wakil Rais Syuriah Abdussalam, Wakatib Syuriah Zainul Alim dan A’wan Lian Fuad.?

Rais Syuriyah menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri yang telah menerima kami atas nama Pengurus NU Sudan, dan memperkenalkan Nahdhatul Ulama lebih dekat lagi kepada bapak menteri, dan menyampaikan gagasan acara pertemuan sufi internasional yang dimotori oleh Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang akan diadakan di Indonesia Mendatang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdlatul Ulama adalah Organisasi kemasyarakatan yang terbanyak pengikutnya, yang memiliki tujuan menjaga ajaran-ajaran ahli sunnah wal jamaah, memiliki lembaga dan lajnah, diantaranya terdiri dari Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang berkecimpung menangani thariqah-thariqahnya di Indonesia yang ? saat ini dipimpin oleh Habib ali Lutfi bin Yahya. ?

Menindaklanjuti pertemuan internasional sufi di Kota Malang, lanjut mirwan, Para Ulama bersepakat untuk membuat jaringan thariqah se-dunia yang disebut “Majma’ As-Sufi Al-Alami”, dengan tujuan menjalin tali silaturahim, menyatukan thariqah di berbagai belahan dunia yang belum terorganisir serta semangat untuk megakkan kalimat tauhid dan mempelopori terwujudnya perdamaian dunia.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan juga menyampaikan rasa bahagia dan senang, ketika mendengar sekilas dakwah perjalanan Nahdlatul Ulama di Indonesia.?

Kami merasa bahagia bisa bertemu dengan PCINU Sudan, dakwah yang dibawakan oleh Nahdlatul Ulama yang menganut paham Ajaran ahli sunnah wal jamaah, dengan mengikuti 4 mazhab dalam fikih, Imam Ghazali dan Imam Junaidi dalam Tasawuf, Abu Musa Al-As’ari dan Abu Hasan al-maturidi dalam bidang teologi, bisa diterima di masyarakat sehingga banyak dari manusia dapat masuk Islam melalui dakwah-dakwah tersebut.?

“Kita selaku hamba Allah SWT dituntut untuk berdakwah, mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran yang dibawa oleh Allah dan Rasulnya untuk menghidupkan citra Islam Rahmatan Lilalamin dan itu termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

“Pertemuan ini semoga hubungan baik antara Sudan dan Indonesia dapat terjalin dengan baik dan kita akan mengundang PCINU Sudan dalam kegiatan-kegiatan atau even-even nanti,” tambahnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Bahtsul Masail, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, January 24, 2018

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).




Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Internasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, January 21, 2018

Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi Sumanto Al-Qurtubi menjelaskan perbedaan antara agama yang dipolitisasi dan politik yang diagamaisasi. Kedua hal itu terjadi diberbagai lapisan masyarakat.

Ia menyebut Pilkada Jakarta sebagai contoh. Menurutnya, hal itu bagian dari agama yang dipolitisasi. "Bahwa auliya dan sebagainya tidak boleh memilih pemimpin kafir itu adalah bagian dari agama yang dipolitisasi," kata Sumanto saat mengisi acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23 /7).




Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Pilkada DKI Itu Politisasi Agama, HTI Gerakan Politik Agama

Kata "auliya" itu multitafsir. Tetapi kenapa di Indonesia hanya diartikan sebagai pemimpin, larangan pemimpin terhadap non-Muslim? "Itu kan bagian dari politisasi terhadap wacana dan teks-teks keislaman," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kata auliya itu tafsir, makna, dan penjelasannya begitu beragam dan plural. Masyarakat Arab sendiri, sambungnya, tidak mengartikan kata “auliya” itu sebagai pemimpin. Mereka mengartikan kata pemimpin itu rujukannya pada “wulah”, bukan kata “auliya”.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Itu masyarakat orang Arab sendiri menerjemahkan kata itu," kata Sumanto.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tetapi kata “auliya” di Indonesia dipelintir sedemikian rupa sehingga seolah-olah ada larangan terhadap kepala daerah.

Selain agama yang dipolitisasi, ada juga politik yang diagamaisasi, contohnya Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir itu, kata Sumanto, gerakan politik bukan gerakan agama. Khilafah itu adalah konsep politik bukan konsep agama.

Tetapi, Hizbut Tahrir mengemas sedemikian rupa seolah-olah konsep khilafah itu adalah konsep agama. Seolah-olah yang mereka perjuangkan itu adalah perjuangan agama. Padahal itu adalah konsep politik dan memperjuangkan politik.

"Hizbut Tahrir itu partai politik, bukan gerakan dakwah. Omong kosong itu kalau mengatakan Hizbut Tahrir itu gerakan dakwah," tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak adil dan seimbang antara fakta hukum dan motif kerusuhan dalam menangani kasus konflik Puger, Jember, yang melibatkan kelompok Sunni dan Syiah.




Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Masyarakat Jangan Mudah Terhasut

Harapan tersebut disampaikan Rais Syuriyah PBNU, KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah di sela-sela acara tahlilan korban kerusuhan di Pugerkulon, Senin malam (16/9).

Menurut Kiai Hasyim, masyarakat sangat menunggu ketegasan polisi dalam menangani kasus Puger, sehingga apapun yang dilakukan polisi akan menjadi sorotan masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Karena itu saya berharap agar aparat adil dalam menangani kasus ini, dengan mempertimbangkan motif terjadinya kerusuhan,” tukasnya.

Kiai Hasyim juga berpesan agar masyarakat waspada dan hati-hati terhadap pancingan kerusuhan yang bisa jadi memang didesain secara nasional.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dikatakannya, pancingan kerusuhan sangat beragam bentuknya, sehingga kehati-hatian sangat perlu sebelum memutuskan sesuatu. “Yang penting, masyarakat jangan mudah terhasut,” ucapnya.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu juga meminta jajaran pengurus NU dan para kiai agar memperkuat ahlussunnah wal jamaah melalui jalur dakwah, baik dakwah dengan ilmu maupun dengan kebaikan terhadap masyarakat.

Kiai Hasyim datang ke Puger didampingi Ketua MUI Prof Halim Subahar, Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam, dan beberapa pengurus NU Cabang Kencong. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 20, 2018

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

Lamongan, Persatuan Habib Jawa Timur. Saat ini, generasi muda NU sudah saatnya mengenal dasar-dasar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang merupakan akumulasi pemikiran keagamaan yang dihasilkan oleh para ulama tempo dulu.

"Untuk menghidari fanatisme ke-NU-an, sudah saatnya ditanamkan kepada generasi muda kita dasar-dasar (pemikiran) yang melandasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," kata Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kedungpring, Lamongan, Drs. Khamim Baidlowie, MM, saat memberikan sambutan dalam sebuah seminar bertajuk: "Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah, Pesantren, dan TPQ" di Gedung MI Nurul Huda Majenang, Kedungpring, Lamongan, Ahad (26/8).




Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

Pernyataan tersebut, menurutnya, dilandasi oleh keprihatinannya terhadap generasi muda NU saat ini yang dinilainya merasa cukup menjalankan ritus-ritus (amaliah) atau tradisi-tradisi keagamaan ala NU tanpa mengetahui dasar-dasar yang melandasinya.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan generasi muda kita dari bentuk fanatisme (buta) terhadap tradisi-tradisi NU, semisal tradisi tahlilan dan lain sebagainya," terang Khamim.

Dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama antara PBNU, British Council Indonesia, MWC NU Kedungpring, dan Yayasan Nurul Huda Majenang itu, Khamim mengungkapkan, penjelasan tentang hujjah-hujjah naqliyyah dan aqliyyah mengenai tradisi-tradisi keagamaan orang-orang NU perlu diperkenalkan kepada generasi muda NU agar mereka memiliki pemahaman bahwa tradisi-tradisi tersebut memang sudah berurat berakar dari pemikiran ulama NU terdahulu.

Persatuan Habib Jawa Timur

Memang, NU pada awalnya merupakan sebuah identitas kultural keagamaan yang dianut mayoritas umat Islam nusantara. Siapapun dia, jika ketika shalat Subuh membaca qunut, ketika keluarganya meninggal membaca tadarrus atau tahlil, atau ketika bulan Maulud gemar mendendangkan syair dan sholawat untuk Rosulullah SAW. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Habib Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, January 19, 2018

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Direktur The Wahid Institute mengoreksi berita di media yang seolah-olah ia hanya mendukung pengosongan kolom agama di KTP. Menurut salah satu sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, ia justru mendukung pula pilihan untuk mengisi kolom agama bagi para pemeluknya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Di sini ada dua solusi. Pertama, komunitas agama dan kepercayaan di luar enam agama bisa mengosongkan. Kedua, mereka juga bisa mengisi agama dan kepercayaan mereka," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (9/11).




Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Selama ini masih ada komunitas dan kelompok di luar enam agama yang dipaksa memilih satu di antara enam agama dan tidak bisa mengosongkan kolom agama. Padahal itu bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 dan direvisi menjadi UU Nomor  24 Tahun 2013 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24  Tahun 2013 disebutkan, "Keterangan tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan."

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Untuk mengatasi masalah diskriminasi dan pemenuhan yang adil terhadap warga negara itu Yenny meminta negara mengakomodasi warga di luar enam agama yang diakui untuk bisa mencantumkan agama dan keyakinan mereka dalam KTP, bukan hanya tanda strip (-). Misalnya untuk komunitas Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Parmalim, atau agama-agama lain di luar yang enam.

"Itu bentuk perlindungan dan pemenuhan keadilan oleh negara," ujar putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Di beberapa tempat seperti Bekasi dan Meneges, Jawa Tengah, ada penganut agama lokal yang bisa mencantumkan  identitas "kepercayaan" di KTP mereka. "Itu bisa jadi contoh bahwa ternyata bisa mengisi kata selain  tanda strip," imbuhnya.

Pengosongan dan pengisian kolom agama dalam KTP di luar agama yang enam sejauh ini dinilai Yenny pilihan yang lebih bijak. "Yang enam dilindungi, di luar mereka juga dijamin," kata mantan jurnalis The Sydney Morning Herald dan The Age Australia itu. lagi.

Dengan begitu setiap warga negara merasa tidak khawatir kehilangan identitas keagamaan mereka. Yang terpenting, tambahnya, justru memastikan bagaimana pelayanan pemerintah di pusat dan lokal tidak diskriminatif dan merugikan hak-hak dasar lain untuk mereka yang di luar yang enam. "Apalagi kita setuju bahwa negara ini tidak mengenai istilah agama resmi dan tidak resmi," pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Habib, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw