Showing posts with label Pameran. Show all posts
Showing posts with label Pameran. Show all posts

Saturday, August 11, 2018

Penetrasi Awal Jokowi Membidik Pemilih Muslim dan Milenial

Penetrasi Awal Jokowi Membidik Pemilih Muslim dan Milenial
Keputusan Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis malam kemarin mengejutkan sebagian kalangan. Kabar kuat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menjadi kandidat wakil Jokowi tiba-tiba tersisih oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin. 

Namun, sebenarnya ada yang mirip dari dua tokoh itu, yakni sama-sama representasi “umat” sebagai penggambaran “muslim santri”. Ini satu di antara segmen besar yang akan diperebutkan pada Pilpres 2019, selain kalangan muda atau milenial.

Upaya Jokowi mendekati muslim santri makin intens sejak tahun lalu. Hal ini seiring pemilihan gubernur DKI Jakarta yang diwarnai gegap-gempita aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang kerap mengusung tema umat. Karena itu, mantan Wali Kota Solo itu tak mengendurkan langkahnya pada tahun ini. Blusukan ke pesantren, bagi-bagi sertifikat tanah hingga sepeda, serta peluncuran bank wakaf mikro di tengah kelompok umat kerap dilakukan.

Misalnya, pada 14 Maret 2018, Jokowi datang ke Pondok Pesantren An Nawawi di Balaraja, Serang, Banten. Mengenakan setelan peci, jas, dan sarung, dia disambut Ma’ruf Amin yang juga pendiri pesantren tersebut. Dalam kesempatan itu, mereka sempat membahas Bank Wakaf Mirko An Nawawi. Menurut Jokowi, lembaga keuangan ini bisa menjadi solusi pendanaan warga sekitar dibandingkan harus berurusan dengan rentenir.

Selain pesantren, Presiden Jokowi kerap datang ke kegiatan-kegiatan ormas Islam. Pertengahan pekan ini, misalnya, dia hadir di aula gedung pemerintahan Kabupaten Bogor untuk membuka Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Angkatan XII.

Dalam kata pengantarnya, Jokowi menekankan bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki sekurangnya 714 suku sehingga wajib menjaga persatuan. Dia sempat meminta agar iklim politik menjelang Pilpres 2019 tidak menimbulkan kebencian, namun prasangka baik sesama umat. “Ini tugas untuk disiarkan terus,” kata Jokowi.

Ketika itu, Jokowi mengenakan jas kenegaraan berbalut sarung beraneka warna. Tidak lupa songkok hitam terpasang rapih di kepala. Narasi besar yang diangkat mulai dari semangat menjaga ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah alias persaudaraan Islam dan kebangsaan hingga janji meningkatkan harkat umat melalui perbaikan kondisi ekonomi.

Walau kegiatannya banyak disorot sebagai upaya politik mendekati golongan muslim, Jokowi memiliki alasan sendiri mengapa pesantren selalu disempatkan dalam setiap kunjungannya ke daerah. Menurut dia, pesantren merupakan salah satu pendukung utama pembangunan karakter bangsa sehingga perlu perhatian khusus. “Hal-hal terkait akhlak, perilaku, dan etika dibangun sangat baik di pondok pesantren,” ujarnya.

Bila melihat serangkain langkah yang diambil, tidak mengherankan ketika Jokowi akhirnya memilih Ma’ruf Amin sebagai bakal calon Wakil Presidennya. Dengan menggandeng Amin, dia merasa telah memunculkan komponen pemimpin bangsa yang nasionalis-religius untuk berlaga menghadapi rivalnya nanti, pasangan capres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. “Beliau sosok ulama bijaksana, dihormati umat Islam Tanah Air,” kata Jokowi.

Bukan hanya kelompok Islam, pendulum mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga kerap berayun kepada wajah-wajah muda atau milenial. Berbeda ketika mendatangai kelompok sebelumnya, di kalangan ini Jokowi muncul dengan penampilan lebih modis, misanya memakai sepatu sneakers, jaket jeans, hingga t-shirt. Biasanya, agenda diisi dengan petuah Jokowi kepada generasi tersebut dan diakhiri dengan swafoto. Foto-foto unggahan kerap bermunculan di akun media sosial milenial yang mayoritas memiliki pengikut banyak tersebut.

Representasi blusukan di kelompok ini misalnya mendatangi acara festival musik elektronik, mencicipi kopi di kedai khas anak muda, membeli jaket jeans, hingga memesan motor chopper untuk dikendarainya. Saat bertemu santri Jokowi kerap melontarkan pesan memperkuat semangat keagamaan dan kebangsaan, ketika bertemu para milenial dia memiliki seruan lain.

Jokowi mengaku ingin membaca pemikiran kaum muda agar pemerintah tidak keliru dalam mempersiapkan kebijakan ke depan. “Kami harus melihat bagaimana anak muda dan generasi milenial kita,” kata Jokowi usai menonton acara musik “We The Fest” tahun lalu.

Segmen milenial memang memiliki potensi pemilih cukup besar. Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang bertajuk Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik Generasi Milenial menyebutkan bahwa dari 600 milenial, elektabilitas Jokowi mencapai 33 persen, lebih tinggi Prabowo Subianto yang hanya mendapat tingkat kesukaan 25 persen. 

Dari survei yang sama, 30,6 persen pengguna media sosial Facebook memilih Jokowi sebagai Presiden, 2 persen lebih banyak dari Prabowo. Selain itu lebih dari 80 persen milenial optimistis pemerintahan di bawah Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mampu meningkatkan pembangunan. 

Kejadian berbanding lurus juga terjadi di kelompok muslim. Survei Populi Center menyebut Jokowi unggul atas Prabowo di banyak organisasi Islam besar seperti Nahdatul Ulama (NU) sebanyak 66 %, Muhammadiyah (56,4 %), hingga Persatuan Islam atau Persis (61,9 %). Bahkan, Jokowi juga masih unggul dari Prabowo di segmen umat Islam yang tidak terikat organisasi dengan rasio 57,1 persen. “NU adalah pendukung terbesar Jokowi,” kata peneliti Populi Center Hartanto Rosojadi sebagaimana dikutip Kompas.

Pilihan Jokowi menggarap dua segmen ini diyakini akan menjadi kekuatannya dalam Pilpres mendatang. Dengan menggandeng Ma’ruf Amin, Jokowi dapat berfokus untuk menggarap kalangan milenial sementara Ma’ruf menggarap pemilih muslim.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qadari bahkan memprediksi kekuatan Jokowi sesungguhnya berada pada milenial. Hal itu mengingat Jokowi telah menggarap pemilih ini sejak 2014. Tak hanya itu, Qadari memastikan lawan terdekatnya yakni Sandiaga Uno bahkan tidak memiliki orisinalitas tersebut. “Hanya Jokowi yang tidak berubah gaya sejak lama,” ujarnya.

Meski demikian, Jokowi juga memiliki potensi berebut pemilih milenial dengan keberadaan Agus Harimurti Yudhoyono. Ini lantaran umur Agus masih berada di bawah 45 tahun dan dapat menjadi faktor mengejutkan Jokowi. “Sedangkan untuk pemilih Islam sudah tidak ada masalah.” kata pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio.

katadata.co.id

Tuesday, March 13, 2018

Kader IPNU Tasikmalaya Terjun ke Sawah Kembangkan Pertanian Organik

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sistem penanaman Organik (Simpatik) melatih para kader IPNU setempat untuk bisa bertani secara organik.

Pelatihan yang digelar di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya,? ini diikuti kader dari setiap Pimpinan Anak Cabang PAC IPNU. Mereka dilatih dalam jangka panjang mengikuti alur petani dalam menggarap sawah? sampai masa panen sehingga para pelajar NU ini mengerti secara detail cara mengolah alam secara organik. Diharapkan, mereka menjadi pemuda pelopor pertanian organik kemudian bisa menggarap daerah masing-masing dan menjadi penyuluh kelompok petani di daerah.




Kader IPNU Tasikmalaya Terjun ke Sawah Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Tasikmalaya Terjun ke Sawah Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Tasikmalaya Terjun ke Sawah Kembangkan Pertanian Organik

Selain dibekali materi materi tentang pertanian organic, para kader IPNU tersebut juga melakukan praktik lapangan dengan turun langsung ke sawah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi, saat ditemui di Sekretariat IPNU Kabupaten Tasikamalaya Jalan Raya Timur Nomor 505 Badakpaeh Singaparna, Senin (29/02), mengatakan, pihaknya menamakan program kali ini dengan “Pelajar Mandiri”.

Pelajar mandiri, katanya, adalah pelajar yang bisa mengolah daerahnya di ancaman Tasikmalaya ditinggalkan generasi mudanya karena urbanisasi. Urbanisasi dinilai menimbulkan dampak negatif bagi warga desa lantaran tercemarinya budaya desa yang masih baik oleh budaya kota yang belum tentu cocok.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Fikri melanjutkan, oleh karena itu IPNU berusaha menyadarkan anak muda Tasikmalaya untuk menghilangkan rasa gengsi dan bisa mengolah alam serta memajukan daerahnya. Bertani baginya adalah salah satu cara strategis, mengingat basis NU adalah desa dan warga desa mayoritas adalah petani. Ia lantas mengingatkan pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari bahwa “Pak tani itulah penolong negeri”.

“Kami juga lebih memilih untuk bisa bertani secara organik karena organik ramah lingkungan dan bisa meringankan biaya subsidi pupuk kimia yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu juga pertanian yang digarap dengan cara organik hasilnya lebih melimpah,” ujar Fikri. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, March 9, 2018

Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya kembali menggelar konferensi cabang, Ahad (8/11) kali ini ditempatkan di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 9 Surabaya, Jatim. Konfercab ulang ini dilaksanakan oleh tim karteker yang dibentuk oleh PWNU Jatim atas mandat dari Pengurus Besar NU.




Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot

Ketua Karteker NU Surabaya Prof Dr H Sonhaji Sholeh mengatakan, konfercab ulang Surabaya ini menerapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Agustus lalu. "Dengan Sistem AHWA saya berharap akan terpilih Rais Syuriyah melalui musyawarah untuk mufakat," jelasnya.

Saat registrasi para Rais Syuriyah MWC NU dan Ranting NU se-Surabaya menyetorkan nama-nama anggota AHWA. Selanjutnya karteker kemudian menabulasi secara terbuka. Dari pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah pendataan yang dimulai sejak siang hari itu, selesai hingga sore hari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari pendataan itu muncul sembilan nama teratas, kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA. KH Mas Sulaiman Nur berada di urutan pertama, disusul KH Sholeh Sahal, KH Ahmad Dzul Hilmi, KH Qodli S, KH Abdul Bari, KH Hasyim Rowie, KH Ali Maghfur, KH Ghozali Said dan yang kesembilan adalah KH Farochi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dari Sembilan nama ini akan melakukan rapat dengan waktu satu jam, untuk memilih ketua dan sekretaris Ahwa lalu memilih Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas Ir Muhammad Qoderi, pimpinan sidang.

Para anggota AHWA yang didampingi oleh Prof Shonhaji (Ketua Karteker) dan Prof M Nuh (Ketua PBNU) melaksanakan rapat tertutup di ruang VVIP PWNU Jatim. "Sidang AHWA berjalan sangat alot hingga memakan waktu dua jam lebih dan akhirnya KH Mas Sulaiman Nur terpilih sebagai Ketua AHWA dan sekaligus Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas KH Ghozali Said, sekretaris sidang AHWA kepada para pengurus MWC dan Ranting NU se Surabaya. (Rof Maulana/Mahbib)

?

Foto: (Dari kiri) KH Mas Sulaiman Nur dan Prof M Nuh

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Pendidikan, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 23, 2018

PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program sertifikasi pendidikan bagi guru yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menggunakan pendekatan yang lebih arif dan bijaksana terhadap pondok pesantren (ponpes). Pasalnya, selama ini pesantren seakan-akan berada di luar dan tidak menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.

Demikian diungkapkan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Tolhah Hasan saat menjadi narasumber pada seminar nasional bertajuk “Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Sertifikasi Guru” di Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6).




PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren

Acara hasil kerja sama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dihadiri Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika dan Anggota Komisi X DPR RI Masduki Baidlowi.

Kiai Tolhah, demikian mantan Menteri Agama RI itu akrab disapa, menilai, sedikitnya ada tiga dampak buruk sebagai akibat jika pemerintah tak bersikap arif terhadap pesantren. Pertama, dampak psikologis. Para guru atau ustaz di pesantren yang metode pendidikannya lebih bersifat kultural dapat merasa tidak diakui oleh pemerintah. Padahal, peran pesantren dalam pendidikan nasional tak bisa dikecilkan.

“Salah-salah mereka (guru atau ustaz, Red) merasa tidak diakui kompetensinya sebagai guru oleh negara. Padahal mereka menjadi guru sudah puluhan tahun, misal. Bisa jadi mereka akan merasa didiskriminasikan oleh pemerintah,” kata Kiai Tolhah yang juga mantan Rektor Universitas Islam Malang itu.

Kedua, dampak psikologis. Selama ini, menurutnya, pesantren tak mengenal jenjang pendidikan sebagaimana terjadi pada lembaga pendidikan umum. Program sertifikasi Depdiknas yang mensyaratkan bahwa seorang guru harus melewati jenjang pendidikan formal tertentu itu sulit dipenuhi oleh pesantren.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara, lanjutnya, jika dilihat dari segi kemampuan dan pengetahuan, para guru di pesantren pun memiliki kelayakan tersendiri sebagai tenaga pendidik walaupun tak pernah menempuh jenjang pendidikan formal semacam strata 1, strata 2 dan strata 3. “Mereka belajarnya ke mana-mana walaupun tidak formal, dan itu banyak,” tandasnya.

Ketiga, dampak sosial. Ia menjelaskan, program sertifikasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi dalam Jabatan itu bisa mengucilkan pesantren di masyarakat. Pesantren seakan-akan tak diakui pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kalau itu terjadi, kerugian bagi pemerintah,” tegas Kiai Tolhah pada acara yang diikuti para guru se-Kota Malang itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 18, 2018

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Bogor,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU menghelat penyusunan Renstra (Rencana Strategis) dan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2015-2020 di Hotel Lor In, Bogor, Jawa Barat. Raker di area sirkuit Sentul ini berlangsung mulai 13 sampai 15 November 2015.

Pada pembukaan acara, Ketua Lakpesdam PBNU Dr. Rumadi Ahmad menekankan bahwa Lakpesdam perlu merumuskan rencana program selama lima tahun ke depan dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan peran yang telah dicantumkan PBNU.




Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Sesi pembukaan acara juga dihadiri oleh para sesepuh dan mantan ketua Lakpesdam dari beberapa periode. Ini digunakan untuk menyerap masukan, pengalaman, dan cerita plus ‘klangenan’ lintas generasi. Hadir diantaranya KH Abdullah Syarwani, Kiai Helmi Ali, MM.Billah, H.Yahya Ma’shum dan Ulil Abshar-Abdalla.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wejangan para sesepuh yang diselingi canda dan saling lempar sindiran inspiratif itu menghasilkan kesimpulan bahwa Lakpesdam perlu tetap mempertahankan sikap kritis, baik itu kepada kondisi sosial politik di luar (eksternal), maupun kritis terhadap internal lakpesdam itu sendiri, terlebih kepada PBNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, perlu mengingat peran Lakpesdam pada awal kelahirannnya sebagai bagian yang dirumuskan dari ikhtiar khittah NU 1926 setelah muktamar pada tahun 1984 di Situbondo. Dari situlah, Lakpesdam kemudian dilahirkan sebagai respon terhadap pentingnya kebutuhan lembaga yang membidani lahirnya generasi-generasi yang unggul secara intelektual dan moral, atau dalam seloroh MM Billah, tangguh, tanggap dan tanggon.

Usai dialog lintas generasi, forum yang difasilitasi Muntajid Billah berlanjut dengan membuat Renstra Lakpesdam NU 2015-20120, mulai dengan pendalaman identitas lakpesdam dan capaian-capaian yang eksisting, serta bicara peluang dan tantangan.

Hingga esok hari, Raker kali ini diharapkan menyelesaikan analisa stakeholders, merumuskan visi dan misi, memilih strategi, program prioritas hingga membincang peran dan struktur kelembagaan. (Saduddin Sabilurrasad/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, sudah saatnya kader GP Ansor bangkit dari segala keterpurukan.

"Ketika hari ini orang lain menilai bahwa kemiskinan itu sebuah isu, saya tegaskan bahwa kemiskinan itu sudah nyata," ujar Deni saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Subang di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).




GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Dikatakan, sebagai organisasi kaderisasi, GP Ansor harusnya tampil untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para anggotanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Salah satunya dengan penguatan kapasitas dan revitalisasi pemberdayaan kader. Jika itu dijalankan, niscaya GP Ansor menjelma sebagai organisasi yang besar," katanya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, lanjut Deni, hendaknya bisa memanfaatkan potensi dan peluang yang ada sehingga kader Ansor tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan kreativitasnya itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terlebih, kader-kader Ansor sebetulnya memiliki skill individu yang bisa dikembangkan menjadi sebuah hasil karya yang baik. Tentu didorong dengan semangat yang tinggi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 17, 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.




Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Magetan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jamaah pengajian rutin Lintang Songo Kabupaten Magetan memperingati harlah perdana, di halaman gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Magetan Jln. MT. Haryono No. 9 Ahad Pahing (13/4).




Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Kegiatan diawali dengan majelis shalawat yang diiringi grup hadrah Ahbabul Musthofa Magetan. Didaulat untuk tausyiah Kiai Marzuki Mustamar, pengasuh Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Karangbesuki Sukun Malang

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur tersebut menjelaskan beberapa amalan Kiai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yang terbit dengan judul Himpunan Putusan Madlis Tardjih Muhammadijah 1969.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, amalan Kiai Dahlan memiliki banyak kesamaan dengan amaliyah NU, seperti do’a Qunut, shalat memakai “usholi”, adzan 2 kali pada shalat Jum’at, serta dzikir berjamaah.

Pada kegiatan itu panitia memberikan cinderamata berupa hadiah kepada jama’ah serta disiarkan langsung di Radio Aswaja NU Magetan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian Lintang Songo rutin diselenggarakan tiap tanggal 9 bulan Hijriyah. Harla perdana digelar divisi Kiswah (Kajian Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah) Aswaja NU Center Magetan. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Sejarah, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Nganjuk, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di bulan yang penuh dengan rahmat ini IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk berupaya mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Pada Senin (05/06) tidak kurang dari 500 kader pelajar NU se-Kabupaten Nganjuk tumpah ruah di Kantor NU Nganjuk, untuk mengikuti ceramah kebangsaan dan berbuka puasa bersama.?

Para kader pelajar NU yang datang berasal dari PAC, PR dan PK yang ada di Nganjuk. Agenda dilaksanakan juga bertepatan dengan penutupan rutinan khotmil qur’an yang istiqomah dilaksanakan kader IPNU-IPPNU sejak awal puasa kemarin.




Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Agenda ceramah kebangsaan dimulai sejak pukul 16.00 WIB diisi langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said. Ia menyampaikan pentingnya memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air dan peduli kemanusiaan yang sekarang mulai pudar di kalangan pelajar dan remaja.?

“Kita sekarang mengalami tantangan yang tidak mudah. Banyak kekuatan-kekuatan yang ingin menghancurkan Indonesia, baik dari dalam maupun dari luar. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi garda depan dalam penanaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah dan cinta tanah air kepada pelajar dan remaja. IPNU-IPPNU harus jemput bola untuk pendirian komisariat IPNU-IPPNU,” tutur Kiai Ali dalam ceramahnya.

Ceramah kebangsaan berakhir setelah terdengar adzan maghrib. Peserta menikmati berbuka puasa bersama dengan cara santap konsumsi berhadap-hadapan ala pesantren. Sebelumnya peserta melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di sisi lain, lembaga sayap IPNU-IPPNU yakni CBP dan KPP juga tidak mau ketinggalan menyemarakkan buan Ramadhan. Pasukan elit IPNU-IPPNU ini turun ke jalan untuk membagikan takjil dari tempat satu ke tempat lain. Sabtu (03/05) kader korp pelajar NU memulai program turun ke jalan di lampu merah jalan Panglima Soedirman, Kota Nganjuk. Program ini akan dilaksanakan selama empat kali dengan harapan memberikan pendidikan kepada pasukan, untuk peduli sesama dan sebagai sumbangsih kecil korp untuk masyarakat.

“Dalam program ini kami mengajak seluruh dermawan yang berkenan untuk sama-sama berbagi di bulan suci. Program ini bekerja sama dengan Gemasaba Nganjuk dan membuka lebar-lebar donasi yang dapat kami salurkan lewat pembagian takjil kepada masyarakat,” ungkap Nizar selaku Komandan CBP IPNU.

Program-program Ramadhan lain yang juga dilakukan oleh IPNU-IPPNU Nganjuk adalah rutinan khataman khotmil qur’an, mengisi kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah-sekolah dan konsolidasi pendirian PAC dan Komisariat IPNU-IPPNU. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin bersama ribuan jemaah haji Indonesia menghadiri Silaturahim NU Sedunia di Mahbas Jin, Makkah. Silaturahim ini digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi.

Tampak hadir dalam silaturahim ini, KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, sejumlah Pengurus PBNU. Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin yang hadir, Menag menegaskan kembali tentang komitmen dan kontribusi NU terhadap eksistensi NKRI.?




Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

“NU sebagai jamiyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menag, Selasa (29/08) sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Menag menilai ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.?

“Nilai yang selama ini diajarkan pendahulu kita semakin relevan. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan. Menurutnya, dalam menebarkan nilai-nilai NU, Nahdliyyin jangan ikut tergoda melakukan tindakan yang justru bertolak belakang dengan nilai itu sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Menag menyambut baik agenda tahunan yang diselenggarakan PCI NU Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan ini positif. Selain karena temanya relevan dengan perkembangan zaman, yaitu meneguhkan NKRI, pertemuan ini memberi peluang warga NU untuk bersilaturahim dan mendengarkan tausiah dari para ulama. ?

“Alhamdulillah tadi dihadiri KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri dan banyak tokoh ulama selain dari PBNU dan dari berbagai kalangan,” tuturnya. “Ini sesuatu yang penting agar di tengah musim haji, warga NU bisa berkumpul dan bersilaturahim sambil mendoakan bangsa Indonesia senantiasa terjaga keutuhannya sebagai bangsa di tengah kemajemukan,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain: Yahya Cholil Tsaquf dan Rumadi Ahmad. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 16, 2018

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

Waykanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Waykanan menyatakan syukur atas pelaksanaan pilkada di daerah setempat yang berlangsung damai dan tertib. Suasana damai pemilihan ini menandai peningkatan pemahaman masyarakat setempat dalam perbedaan pilihan politik.

"Pesta demokrasi 9 Desember 2015 telah usai. Patut disyukuri perhelatan di Waykanan berlangsung dan berakhir damai. Suatu penanda proses dan pemahaman demokrasi berlangsung baik di masyarakat," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/12).




Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

Pilkada Waykanan diikuti pasangan nomor urut 1 Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Nasdem. Serta pasangan nomor urut 2 Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berdasarkan data KPU setempat sebanyak 337.827 pemilih terdiri atas pemilih lelaki berjumlah 172.810. sedangkan pemilih perempuan berjumlah sebanyak 165.017 orang sebagai pemilik suara yang bisa menggunakan suaranya di 780 TPS yang ada.

Berdasarkan hitung cepat Rakata Institute dari data masuk 95,10 persen dengan tingkat partisipasi 67,72 persen, Bustami-Adinata mendulang suara 39,73 persen. Lalu Berani meraup 60,27 persen.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jabatan adalah amanah. Siapapun yang terpilih, tugas kami sebagai pemuda adalah berpartisipasi dalam pembangunan, bukan sebaliknya. Ini kami buktikan pada 2015, GP Ansor Waykanan dibantu sejumlah pihak seperti Tim Penggerak PKK, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN," kata Gatot lagi.

Gatot mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ansor Waykanan H Raden Adipati Surya dan Ketua PD Muhammadiyah Waykanan Dr H Edward Anthoni atas perolehan suara terbanyak pada Pilkada 9 Desember 2015. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kabar Duka, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan Basith Wafat di Dubai

Jakarta,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... kabar duka bagi warga NU karena salah seorang panutannya, KH Abdul Basith wafat di Dubai, Uni Emirat Arab pada Rabu (15/3) sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Ia adalah Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug, dan Ketua Majelis Silaturahim Pondok Pesantren dan Majelis Talim Kota dan Kabupaten Sukabumi.




Kabar Duka, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan Basith Wafat di Dubai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan Basith Wafat di Dubai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan Basith Wafat di Dubai

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi Daden Sukendar, Ajengan Basith sedang menjalankan ibadah umrah bersama Bupati Kabupaten Sukabumi H. Marwan Hamami dan 18 orang lain. Sebelum ke Arab Saudi, rombongan berziarah ke Yordania. Kemudian transit di Dubai.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketika di Dubai tersebut, lanjut dia, yang mendapat informasi dari salah seorang rombongan, Ajengan Basith meninggal karena serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit, tapi jiwanya tidak tertolong. (Abdullah Alawi)

?

(Baca juga:? Belajar dari Kesuksesan Gerakan Sedekah di Sukabumi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 15, 2018

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Kapolsek Sulang Kabupaten Rembang AKP Hariyanto hadir sebagai inspektur upacara pembukaan Diklatatsar Banser ke-4 yang diselenggarakan oleh GP Ansor Rembang di Desa Glebeg Kecamatan Sulang Rembang, Jumat-Ahad (9-11/9). Hariyanto mengapresiasi pemuda setempat yang berkenan bergabung dengan aktivitas GP Ansor dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam sambutan, Hariyanto menyampaikan bahwa peran ulama NU dalam menegakkan negara kesatuan Indonesia sangatlah besar. Sangat wajar jika NKRI harga mati? bagi GP Ansor dan Banser adalah hal yang sudah sepantasnya karena pewaris sah negeri ini.




Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

"Kami atas nama pemerintah kecamatan Sulang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GP Ansor dan Banser yang senantiasa menyelenggarakan kegiatan positif ini. Terima kasih juga buat GP Ansor yang terus berada di garda terdepan dalam mengawal NKRI dari kelompok dan aliran anti-Pancasila dan kelompok yang ingin mendirikan negara di dalam negara,” jelas Hariyanto.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada dengan Hariyanto, salah satu pengurus harian Pimpinan Pusat GP Ansor Musyafa menyampaikan bahwa meski tidak ditulis dalam sejarah, para ulama NU mempunyai andil besar dalam kemerdekaan NKRI.

"Pada saat Laskar Hisbullah maju di medan pertempuran, mengusir penjajah para kiai aman dahulu mulai jajaran mustasyar hingga jajaran tanfidziyah NU pasti bermujahadah,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di hadapan 100 calon anggota Banser yang akan mengikuti pelatihan, Musyafa mengajak kader NU untuk memerangi tiga hal yang menjadi pokok permasalahan kekinian negara, di antaranya narkoba, terorisme-radikalisme, dan pornografi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Khutbah, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, February 14, 2018

Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80%

Makassar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Proses pembangunan gedung PWNU Sulawesi Selatan sudah berjalan 80%. Pendanaan pembangunan ini hampir seluruhnya didukung dari hasil swadaya warga NU di Sulsel di samping bantuan dari lain pihak.

Demikian dikatakan Ketua PWNU Sulsel Iskandar Idy dalam rapat pleno hasil Muskerwil NU Sulsel di aula Universitas Islam Makassar, Rabu (27/4).




Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80% (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80% (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung PWNU Sulsel Sudah 80%

“Perampungannya sudah 80%. Dalam waktu dekat gedung baru itu sudah bisa ditempati,” kata Iskandar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk pembangunan itu, Iskandar Idy menyebutkan, PWNU Sulsel sudah menghabiskan dana sekitar lima milyar. Besaran angka itu berasal dari swadaya warga NU Sulsel. Sementara Gubernur Sulsel membantu sebesar satu milyar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait rapat pleno pemaparan hasil Muskerwil NU Sulsel yang dibawakan Katib Syuriah Ruslan dan Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid, Iskandar menjelaskan pemaparan itu bertujuan mengoreksi secara teknis hasil Muskerwil sebelum dibukukan.

“Sebelum naik cetak, semua putusan Muskerwil NU itu dikoreksi terlebih dahulu. Pasalnya, hasil musyawarah itu akan menjadi pedoman serta tata kelola organisasi secara internal untuk 5 tahun ke depan bagi pengurus wilayah dan cabang NU di Sulawesi Selatan,” tandas Iskandar. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Pacitan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu pesantren kenamaan di Kota 1001 Goa Pacitan, Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Jawa Timur, Sabtu-Ahad (24-25/05) menggelar Festival Rebana Klasik 2014 se-Kab. Pacitan. 




Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Acara tersebut diadakan dalam rangka Peluncuran Album Perdana Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. Tidak kurang dari 32 Grup Rebana Klasik dari berbagai Pesantren, Sekolah, Jamaah Pengajian dan Masyarakat umum dari Wilayah Kabupaten Pacitan turut ambil bagian dalam festival ini

Festival Rebana dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren Al Fattah Kikil. KH. Burhanuddin HB dengan ditandai pemukulan salah satu rebana. Pada festival kali ini peserta merebutkan Trofi Piala Bupati Pacitan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh panitia, Peserta diberi waktu 15 menit untuk  menampilkan satu lagu wajib yakni Busro Lanaa selebihnya peserta lomba menampilkan lagu sholawat sesaui kreasinya. aspek penilaian dalam Festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrument dan penampilan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keluar sebagi juara pada Festival Rebana Klasik 2014 Se-Kab Pacitan adalah, Juara I diraih oleh grup Rebana Al Faza dari Jatimalang Arjosari, Juara II Grup Rebana Dari Bunderan Tanjungsari dan Juara II diraih oleh Grup Nurul Hidayah dari Ploso Pacitan. para pemenag berhak menerima hadiah Trofi, Piagam penghargaan serta uang pembinaan. 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pimpinan Hammam Fathullah meluncurkan album perdana, pada album tersebut berisikan 8 komposisi lagu, dengan mengangkat tema kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock.

“Kesenian rebana merupakan salah satu kesenian bernafaskan islam, keberdaanya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat pantai selatan mulai dari pedesaan hingga perkotaan,” demikian rilis pers dari panitia seperti yang dikutip dari laman Resmi pesantren Al Fattah. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung

Tangerang Selatan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejak diluncurkan Ahad (28/1) siang, kedai Mi Ayam Pelangi milik PC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan, Banten ramai pengunjung. Mereka menyerbu warung yang digawangi para ibu muda tersebut hingga terjadi antrean panjang.

Kedai yang dibuka di Jalan Surya Kencana Blok A No 10 RT 01/04  Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ini tampak ramai hingga penjualnya tak tampak jika dilihat dari seberang jalan. Pasalnya, pelanggan baru tersebut tampak sibuk mengelilinginya.




Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedai Mi Ayam Pelangi Fatayat NU Tangsel Ramai Pengunjung

Pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, para pengunjung yang datang ke gerai mi ayam tersebut dari beragam usia. Tak hanya bapak dan ibu saja, namun juga anak remaja hingga para sosialita. Mereka datang dengan aneka kendaraan. Mulai roda dua hingga roda empat.

  

Ketua Divisi Kaderisasi PC Fatayat NU Tangsel Mega Yuliana Lukita mengatakan, pihaknya menyiapkan 100 porsi untuk acara peluncuran. Namun melihat antusiasme pengunjung, porsinya pun ditambah 20.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

Senada dengan Mega, salah satu pengurus Fatayat Tangsel lainnya, Iffaty Zamimah, mengatakan sebenarnya tim menyiapkan hingga 150 porsi. “Tadi sudah laku 120 porsi. Padahal target cuma 100 porsi. Jadi ini melebihi target," ujarnya bahagia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Iffa, sapaan akrabnya, mengaku sebagai salah satu anggota yang menanam saham untuk pembukaan warung Fatayat tersebut. Menurut dia, tanam saham dilakukan supaya para pengurus amanah dan tanggung jawab. Outlet mi yang buka sejak pukul 10.00 pagi rencananya buka sampai pukul 10.00 malam.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Tangsel Nurul Mudrika yang turut menjaga hingga tutup mengaku gembira melihat sambutan hangat pengunjung. Targetnya menarik pelanggan ia sebut sangat menggembirakan.

“Untuk memudahkan para pelanggan, kami telah bekerja sama dengan Go Food. Jadi, tinggal pencet android, mi ayam langsung diantar. Kami berharap, ini bisa ditiru pengurus di tingkat Anak Cabang di tiap kecamatan,” ujar alumnus Jurusan IPS FITK UIN Jakarta ini.

Nurul menambahkan, PC Fatayat NU Tangsel sebelumnya mendapat pelatihan entrepreneur. Kepengurusan yang membawahi tujuh PAC, yakni PAC Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Setu ini bagi dia sangat potensial. Apalagi sebagai daerah penyangga Jakarta, Tangsel sudah cukup maju.

“Oleh karena itu, kegiatan yang bisa digarap musti yang menarik dan kekinian. Karena program menarik di suatu daerah belum tentu cocok di sini. Nah, kami pilih pemberdayaan ekonomi yaitu entrepreneur,” pungkas Nurul. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memperingati milad ke-70, Yayasan Riyadlotut Thalabah Sedan, Rembang, Jawa Tengah mengadakan pengajian akbar dan riyadl bershalawat, Selasa (16/1) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan Madrasah Riyadlotut Thalabah tersebut dihadiri ribuan jamaah dan mendatangkan pembicara KH Abdul Ghofur.

Banyak hal yang disampaikan saat mauidhah berlangsung. Salah satunya adalah tiga amalan yang bisa memperlancar rezeki. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jawa Temur ini, syarat utama agar bisa kaya adalah bejo atau beruntung.




Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur

“Pak kiai, bagaimana cara agar bisa kaya seperti panjenengan?” ucapnya dengan nada bertanya.

“Syaratnya adalah bejo,” jawabnya atas pertanyaan yang dilontarkan sendiri. Syarat agar bejo adalah tidak sial atau apes, imbuhnya dibarengi tawa hadirin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Agar seseorang tidak sial, maka bisa mengamalkan zikir Subhanallahi wabihamdihi. “Zikir ini dibaca selepas Shalat Ashar sebanyak seratus kali," terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, agar bisa mendapatkan keberuntungan atau bejo, juga dilanjut dengan mengamalkan zikir Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim. Zikir tersebut hendaknya dibaca seratus kali secara rutin usai Shalat Maghrib.

Ada satu lagi zikir yang menurut kiai keturunan Sunan Drajat tersebut yakni Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim, Astaghfirullah. Zikir dibaca sebelum melaksanakan Shalat Subuh sebanyak seratus kali. “Boleh juga dilaksanakan selepas Shalat Subuh, tapi yang utama itu sebelum melaksanakan Shalat Subuh,” jelasnya. (Hanan/Ibnu Nawawi) 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Kiai, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, February 13, 2018

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.

Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.




Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.

Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam rangka melestarikan tradisi di kalangan Nahdlatul Ulama, Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Maarif NU Talang Kabupaten Tegal melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh Tegal, Ahad (19/11).




Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Ziarah berlangsung selama sehari dan diikuti 200 pelajar SMK Maarif NU itu didampingi sejumlah guru pembina.

Kepala SMK Maarif NU Talang, Moh. Hasanudin melalui Pembina IPNU dan IPPNU, Muhamad Royani mengatakan, kegiatan ziarah dimaksudkan untuk melestarikan tradisi para ulama salafus shalihin (orang-orang saleh, red.).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kegiatan ini diikuti oleh anggota IPNU dan IPPNU Komisariat SMK Maarif dengan tujuan untuk tawassul, tafakur dan munajat kepada Allah SWT, melalui perantara waliyullah," ungkap Royani.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, ziarah juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat para pelajar NU untuk lebih mengenal para pendahulunya agar bisa dijadikan uswatun hasanah (teladan baik).

"Harapannya sebagai generasi penerus Nahdliyin, kita dan para pelajar NU mampu melestarikan tradisi dan mempertahankan aqidah Ahlussunah wal-Jama’ah di bumi Nusantara," tandasnya

Para tokoh dan sesepuh Tegal yang diziarahi itu di antaranya KH Miftah Kajen, mantan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal yang menjabat selama 3 periode yang juga ulama ahli falak dan fikih, KH Barmawi Tegalwangi yang merupakan ulama ahli tasawuf pada zamannya.

"Anak-anak juga berziarah ke makam pendiri sekaligus Bupati Tegal, Ki Gede Sebayu yang berlokasi di dekat bendungan Desa Danawarih Kecamatan Balapulang," imbuhnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah