Rasulullah SAW pernah menegur rombongan sahabat yang ikut seperjalanan dengannya karena bertakbir terlalu keras serupa teriak. Rombongan Rasulullah SAW ini biasa bertakbir saat melintasi jalan mendaki dan bertasbih ketika melalui jalan menurun.
روينا في "صحيح البخاري" عن جابر رضي الله عنه قال: كنا إذا صعدنا كبرنا، وإذا نزلنا سبحنا
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Bukhari dari Jabir RA, ia berkata, ‘Bila melintasi jalan menanjak, kami bertakbir. Ketika melewati jalan menurun, kami bertasbih,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 190).
Ketika tiba di sebuah lembah, sebagian sahabat bertakbir dengan keras seperti teriak. Hal ini menuai teguran Rasulullah SAW. Menurut Rasulullah SAW, Allah yang diseru itu bukan Tuhan yang tuli dan jauh. Dia adalah Tuhan yang maha mendengar dan maha dekat sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim yang dikutip Imam An-Nawawi berikut ini:
وروينا في "صحيحيهما" عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم، فكنا إذا أشرفنا على واد هللنا وكبرنا وارتفعت أصواتنا، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: "يا أيها الناس اربعوا على أنفسكم، فإنكم لا تدعون أصم ولا غائبا، إنه معكم، إنه سميع قريب"
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Sahabat Abu Musa Al-Asy’ari, ia bercerita bahwa bila melewati sebuah lembah, kami saat bersama Rasulullah SAW membaca tahlil dan takbir. Dan suara kami meninggi, lalu Rasulullah SAW mengingatkan, ‘Wahai manusia, bersikaplah yang lembut terhadap diri kalian karena kalian semua tidak sedang menyeru tuhan yang tuli dan ghaib. Dia bersama kalian. Dia maha mendengar, lagi dekat,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 190-191).
Ibnu Alan dalam Syarah Al-Adzkar mengatakan bahwa seseorang tidak perlu berteriak dalam melafalkan takbir dan lafal zikir lainnya. Pasalnya, takbir dan zikir secara umum dengan suara yang wajar tanpa teriak menunjukkan adab terhadap Allah atau bahkan makrifat seseorang sebagai keterangan berikut ini:
معناه ارفقوا بأنفسكم واخفضوا أصواتكم فإن رفع الصوات يحتاج إليه الإنسان لبعد من يخاطبه ليسمعه وأنتم تدعون الله وليس هو بأصم ولا غائب بل هو سميع قريب وهو معكم أينما كنتم بالعلم والإحاطة ففيه الندب إلى خفض الصوت بالذكر إذا لم تدع حاجة إلى رفعه فإذا خفضه كان أبلغ في توقيره وتعظيمه فإن دعت الحاجة إلى الرفع رفع كما جاءت به الأحاديث ذكره المصنف في شرح مسلم
Artinya, “Pengertian ‘bersikaplah yang lembut terhadap diri kalian dan rendahkan suara kalian’ karena mengeraskan suara dibutuhkan seseorang untuk mengajak bicara orang yang jauh agar ia mendengar. Sedangkan kalian menyeru Allah, Tuhan yang tidak tuli dan tidak lenyap. Dia maha mendengar dan dekat. Dia (ilmu dan cakupan-Nya) bersama kalian di mana pun kalian berada. Hadits ini merupakan anjuran untuk merendahkan suara dalam berzikir bila tidak diperlukan mengeraskannya. Bila seseorang merendahkan suaranya, maka itu sangat menunjukkan kerendahan hati dan takzimnya kepada Allah. Tetapi bila diperlukan suara untuk mengeraskannya, maka perlu dikeraskan sebagaimana keterangan sejumlah hadits yang disebutkan oleh penulis (Imam An-Nawawi) dalam Syarah Muslim,” (Lihat Muhammad bin Alan As-Shiddiqi, Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz V, halaman 144-145).
Riwayat ini bukan berarti melarang seseorang mengeluarkan suara dalam bertakbir atau zikir secara umum.
Takbir boleh dilafalkan dengan suara tinggi, serupa teriak, atau dengan dengan bantuan pengeras suara bila ada hajat syar‘i. Hajat syar‘i antara lain adalah takbiran pada malam Id atau takbir dalam adzan dan iqamah. Tanpa ada hajat syar’i, takbir cukup dilafalkan dengan level suara yang wajar, tanpa teriakan atau suara tinggi. Wallahu a‘lam.
www.nu.or.id
Showing posts with label Syariah. Show all posts
Showing posts with label Syariah. Show all posts
Sunday, June 24, 2018
Thursday, March 1, 2018
Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat
Bondowoso, Persatuan Habib Jawa Timur
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangkan majelis-majelis dzkir dan shalawat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang kian jauh dari forum dan amalan-amalan keagamaan.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi di acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Curahdami di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir pekan kemarin (7/8) sore.
Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso Muzammil, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, lebih dari 500 kader Ansor dari berbagai anak cabang. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)
Persatuan Habib Jawa Timur Aswaja, Warta, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangkan majelis-majelis dzkir dan shalawat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang kian jauh dari forum dan amalan-amalan keagamaan.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi di acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Curahdami di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir pekan kemarin (7/8) sore.
| Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat
Gus Jun, panggilan akbranya, menilai bahwa kini banyak anak-anak muda NU yang sudah tidak senang lagi dengan kegiatan tahlil, sholawat, dan lainnya. “Karena meraka sibuk dengan persoal-persoalan kehidupan sendiri, persoalan-persoalan kehidupan warga generasi muda sebagai anak muda,” tuturnya.Persatuan Habib Jawa Timur
Karena itu Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Curahdami pun mengajak kepada para pemuda untuk kembali memadati forum-forum dzikir, shalawat, serta amaliyah-amaliyah NU lainnya agar kegiatan positif ini tetap lestari.Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso Muzammil, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, lebih dari 500 kader Ansor dari berbagai anak cabang. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)
Persatuan Habib Jawa Timur
Dari Nu Online: nu.or.idPersatuan Habib Jawa Timur Aswaja, Warta, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Tuesday, February 27, 2018
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II)
Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur
Personel Wali Band, Aan Kurnia bertanya tentang arti ulama kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Pertanyaan itu, menurut dia, tidak hanya pertanyaannya sendiri, tapi fansnya melalui Twitter dan grup Wathsapp.
(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I)
(Baca: Inilah Pesan Kiai Said untuk Grup Musik Wali)
Kiai Said menjawab pertanyaan tersebut pada pertemuan di gedung PBNU, Jakarta (18/1) dalam rangka penjajakan pelibatan Wali pada program Ayo Mondok yang akan dilakukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU).
Menurut Kiai Said, seorang ulama harus meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah.
Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).
Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.
“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal.
“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad. (Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Personel Wali Band, Aan Kurnia bertanya tentang arti ulama kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Pertanyaan itu, menurut dia, tidak hanya pertanyaannya sendiri, tapi fansnya melalui Twitter dan grup Wathsapp.
(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I)
| Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II) (Sumber Gambar : Nu Online) |
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II)
“Mohon maaf Pak Kiai, kami jangan dianggap selebritis. Kami santri Pak Kiai,” kata Aan yang akrab disapa Apoy yang ditemani personel lain, Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said.(Baca: Inilah Pesan Kiai Said untuk Grup Musik Wali)
Kiai Said menjawab pertanyaan tersebut pada pertemuan di gedung PBNU, Jakarta (18/1) dalam rangka penjajakan pelibatan Wali pada program Ayo Mondok yang akan dilakukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU).
Persatuan Habib Jawa Timur
Persatuan Habib Jawa Timur
Menurut kiai asal Cirebon tersebut, ulama adalah orang yang ahli dalam ilmu agama. “Kerjaaannya para ulama itu ta’lim, menyampaikan ilmu agama, mengajari masyarakat agar paham agama. Kalau ada orang yang tiap hari ngamuk-ngamuk, bilang “kurang ajar”, apa itu ulama?” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta itu.Menurut Kiai Said, seorang ulama harus meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah.
Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).
Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.
“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal.
“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad. (Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Thursday, February 22, 2018
Pengurus Fatayat Jombang Dibekali Kecakapan sebagai Orang Tua
Jombang, Persatuan Habib Jawa Timur. Menjadi perempuan aktivis, idealnya tidak menanggalkan peran utama di rumah. Apalagi mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan lebih agar peran di dalam maupun di luar rumah tetap terjaga dengan baik.
Semangat inilah yang kini tengah ditekankan bagi para Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Jombang. Selama dua hari (27-28/9), mereka mengikui "Workhsop Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan". Kegiatan yang diikuti para pengurus ini diselenggarakan di Kantor PC Muslimat NU Jombang. Sejumlah narasumber dihadirkan demi memberikan wawasan terhadap sejumlah materi.
Kegiatan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan Pimpinan Pusat Fatayat NU ini dibagi dalam dua tahapan yakni workshop pendidikan kecakapan keorangtuaan dan pendampingan.
Dari kegiatan ini diharapkan akan mampu memberikan bekal kepada masyarakat, juga organisasi atau lembaga mitra Fatayat NU agar memperoleh pengetahuan dan keterampilan sebagai orang tua untuk melakukan pengasuhan, pembimbingan, pelatihan dan pendidikan bagi perkembangan pribadi dan sosial anak. "Tidak hanya dalam kehidupan keluarga, tapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas," tandas Ketua Fraksi PPP Jombang ini..
Nantinya, dari kegiatan ini diharapkan akan lahir peserta pelatihan yang mampu melaksanakan pendampingan di 21 kecamatan se-Jombang melalui Pimpinan Anak Ranting di masing-masing desa.
"Inilah sumbangsih yang bisa diberikan Fatayat NU kepada rumah tangga dan masyarakat sekitar," tandas Ning Ema. Semakin banyak pihak yang peduli terhadap perkembangan rumah tangga, maka cita-cita untuk menciptakan lingkungan yang baik tentunya bukan hal yang sulit. "Kita berharap semua pihak dapat bersinergi untuk tujuan mulia ini," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Berita, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Semangat inilah yang kini tengah ditekankan bagi para Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Jombang. Selama dua hari (27-28/9), mereka mengikui "Workhsop Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan". Kegiatan yang diikuti para pengurus ini diselenggarakan di Kantor PC Muslimat NU Jombang. Sejumlah narasumber dihadirkan demi memberikan wawasan terhadap sejumlah materi.
| Pengurus Fatayat Jombang Dibekali Kecakapan sebagai Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pengurus Fatayat Jombang Dibekali Kecakapan sebagai Orang Tua
"Pendidikan kecakapan keorangtuaan adalah pendidikan sepanjang hayat yang memberi dukungan kepada orang tua dalam membesarkan anak, membentuk watak serta peradaban yang bermartabat," kata Ema Umiyyatul Chusnah (28/9). Ketua PC Fatayat NU Jombang periode kedua ini juga menandaskan bahwa yang juga harus dikembangkan adalah keluarga beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.Persatuan Habib Jawa Timur
Bagi Ning Ema, sapaan akrabnya, orangtua yang terdiri dari ayah dan ibu terikat dalam peran dan fungsi orang tua yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan keluarga. "Peran orang tua sangat diharapkan dapat mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam beraktivitas dalam rumah maupun lingkungan," tandas salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini. Orang tua punya kewajiban melaksanakan pendidikan keluarga untuk menanamkan nilai agama dan moral serta keterampilan kepada anggota keluarganya, lanjutnya.Persatuan Habib Jawa Timur
Untuk itu setiap orang tua perlu mempunyai pengetahuan dan keterampilan memberikan pengasuhan, pembimbingan atau pendampingan serta pendidikan dan pelatihan kepada anaknya. "Hal ini harus dilakukan dari sejak masa kehamilan, kelahiran, pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, dilanjutkan masa anak remaja dan dewasa," tandas cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.Kegiatan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan Pimpinan Pusat Fatayat NU ini dibagi dalam dua tahapan yakni workshop pendidikan kecakapan keorangtuaan dan pendampingan.
Dari kegiatan ini diharapkan akan mampu memberikan bekal kepada masyarakat, juga organisasi atau lembaga mitra Fatayat NU agar memperoleh pengetahuan dan keterampilan sebagai orang tua untuk melakukan pengasuhan, pembimbingan, pelatihan dan pendidikan bagi perkembangan pribadi dan sosial anak. "Tidak hanya dalam kehidupan keluarga, tapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas," tandas Ketua Fraksi PPP Jombang ini..
Nantinya, dari kegiatan ini diharapkan akan lahir peserta pelatihan yang mampu melaksanakan pendampingan di 21 kecamatan se-Jombang melalui Pimpinan Anak Ranting di masing-masing desa.
"Inilah sumbangsih yang bisa diberikan Fatayat NU kepada rumah tangga dan masyarakat sekitar," tandas Ning Ema. Semakin banyak pihak yang peduli terhadap perkembangan rumah tangga, maka cita-cita untuk menciptakan lingkungan yang baik tentunya bukan hal yang sulit. "Kita berharap semua pihak dapat bersinergi untuk tujuan mulia ini," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Berita, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Sunday, February 18, 2018
Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU
Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama sungguh membuktikan NU milik rakyat.
Meski forumnya sangat ilmiah, dan delegasi yang datang adalah orang-orang terpilih tingkat wilayah (provinsi), gawe besar NU yang diselnggarakan di Pondok Pesantren Kempak, Palimanan, Cirebon ini dinikmati masyarakat. Tak hanya warga sekitar desa Kempek, melainkan dari berbagai daerah.
Ada panggung besar di tengah sawah yang baru saja dipanen padinya. Setiap sore hingga malam hari sejak tanggal 14 menampilkan atraksi seni maupun alunan musik hadroh.
Ribuan orang tumpel blek di sawah bertanah keras di musim kemarau ini. Tanpa alas duduk, mereka menikmati bermacam-macam tontonan teresbut. Ribuan pula yang lalu lalang mengelilingi berpuluh stand pameran aneka produk dan jasa.
Di sawah kering pula, puluhan tratak didirikan, yang diisi perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, dan bakul-bakul makanan untuk menarik minat pengunjung.
Tentu saja, ratusan pedagang dan tukang parkir adakan memanfaatkan keramaian orang tersebut. Mereka berjualan di sepanjang jalan yang dilewati pengunjung, dan banyak pula yang berjualan di antara pepohonan atau di tengah semak-semak sekitar komplek Ponpes Kempek yang diterangi lampu neon.
Mulai yang jualan es sampai mainan anak, yang memamerkan karya kerajinan hingga tukang pijat, dari pelukis kaligrafi sampai tukang sulap, semua mendapat berkah Munas-Konbes NU.
Stand pameran resmi yang disediakan panitia tak pernah sepi dari pengunjung. Di stand berpendingin udara dan beralas karpet ini, digelar aneka produk dan jasa. Ada badan penanggulangan bencana, ada beberapa SMK dan lembaga sekolah swasta, ada stand Lajnah Falakiyah dengan mobil observasi langit dan bintang. Ada pula stand energi surya untuk listrik rumah tangga.
Kurang lebih tiga jam reporter Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw berkeliling di setiap lokasi, terlihat tak ada dagangan yang tak laku. Tak ada pameran yang tak ramai dikunjungi. Tak ada jasa yang tak terpakai. Bahkan penjual kitab kelas berat macam Tafsir Al-Jailani yang harga satu paketnya Rp 600 ribu, dikerubung juga oleh masyarakat. Dan laku!.
“Suasana pasar malam bernar-benar terasa. Persis seperti haul waliyullah di berbagai tempat. Jika dikatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta, ulama adalah pembawa berkah bagi umatnya, hal itu terbukti di acara Munas & Konbes ini,” kata Arif, angota Banser yang menjaga parkir mobil.
Arif mengaku, keluarganya datang ramai-ramai di tempat tersebut. Selain ingin mencium tangan para kyai dan meminta doa ulama, juga untuk menonton pameran di arena Munas.
Penulis: Ichwan
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Kiai, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama sungguh membuktikan NU milik rakyat.
Meski forumnya sangat ilmiah, dan delegasi yang datang adalah orang-orang terpilih tingkat wilayah (provinsi), gawe besar NU yang diselnggarakan di Pondok Pesantren Kempak, Palimanan, Cirebon ini dinikmati masyarakat. Tak hanya warga sekitar desa Kempek, melainkan dari berbagai daerah.
| Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Masyarakat Ikut Nikmati Munas-Konbes NU
Terbukti puluhan bus, ratusan mobil dan kendaraan roda dua berplat nomor macam-macam. Terlihat berasal tak hanya dari Jawa Barat, bahkan. Melainkan juga dari Banten, DKI dan Jawa Tengah.Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Mereka bukanlah penggembira yang menonton forum tertinggi kedua setelah muktamar tersebut. Melainkan menikmati aneka hiburan dan stand pameran yang digelar di persawahan kering di sebelah barat pondok Kempek.Ada panggung besar di tengah sawah yang baru saja dipanen padinya. Setiap sore hingga malam hari sejak tanggal 14 menampilkan atraksi seni maupun alunan musik hadroh.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Artis-artis ibukota pun didatangkan, khususnya yang berjilbab. Juga penampilan grup sholawat lokal dan kolaborasi kesenian Jawa serta atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ada juga tarian model keraton dan drama singkat yang dilakonkan siswa sekolah. Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) menjadi organizer pentas ini.Ribuan orang tumpel blek di sawah bertanah keras di musim kemarau ini. Tanpa alas duduk, mereka menikmati bermacam-macam tontonan teresbut. Ribuan pula yang lalu lalang mengelilingi berpuluh stand pameran aneka produk dan jasa.
Di sawah kering pula, puluhan tratak didirikan, yang diisi perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, dan bakul-bakul makanan untuk menarik minat pengunjung.
Tentu saja, ratusan pedagang dan tukang parkir adakan memanfaatkan keramaian orang tersebut. Mereka berjualan di sepanjang jalan yang dilewati pengunjung, dan banyak pula yang berjualan di antara pepohonan atau di tengah semak-semak sekitar komplek Ponpes Kempek yang diterangi lampu neon.
Mulai yang jualan es sampai mainan anak, yang memamerkan karya kerajinan hingga tukang pijat, dari pelukis kaligrafi sampai tukang sulap, semua mendapat berkah Munas-Konbes NU.
Stand pameran resmi yang disediakan panitia tak pernah sepi dari pengunjung. Di stand berpendingin udara dan beralas karpet ini, digelar aneka produk dan jasa. Ada badan penanggulangan bencana, ada beberapa SMK dan lembaga sekolah swasta, ada stand Lajnah Falakiyah dengan mobil observasi langit dan bintang. Ada pula stand energi surya untuk listrik rumah tangga.
Kurang lebih tiga jam reporter Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw berkeliling di setiap lokasi, terlihat tak ada dagangan yang tak laku. Tak ada pameran yang tak ramai dikunjungi. Tak ada jasa yang tak terpakai. Bahkan penjual kitab kelas berat macam Tafsir Al-Jailani yang harga satu paketnya Rp 600 ribu, dikerubung juga oleh masyarakat. Dan laku!.
“Suasana pasar malam bernar-benar terasa. Persis seperti haul waliyullah di berbagai tempat. Jika dikatakan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta, ulama adalah pembawa berkah bagi umatnya, hal itu terbukti di acara Munas & Konbes ini,” kata Arif, angota Banser yang menjaga parkir mobil.
Arif mengaku, keluarganya datang ramai-ramai di tempat tersebut. Selain ingin mencium tangan para kyai dan meminta doa ulama, juga untuk menonton pameran di arena Munas.
Penulis: Ichwan
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Kiai, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Friday, February 16, 2018
Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh
Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa membuka diskusi terbatas perihal implementasi perlindungan sosial oleh pemerintah di komunitas pesantren, madrasah, serta panti asuhan. Muslimat NU menilai layanan sosial terutama pendidikan dan kesehatan pemerintah selama ini belum menyasar tiga lembaga pendidikan potensial tersebut.
Pada diskusi yang terselenggara atas kerja sama Muslimat NU dan Network For Education ? Watch (NEW) Indonesia, Hj Khofifah mengutip pembukaan UUD 1945 dan sejumlah pasal yang menyebut negara sebagai penjamin hak-hak pendidikan dan pelayan kesehatan bagi warganya.
“Sejumlah program bantuan sosial ? pemerintah seperti BOS, BSM, CSR dari perusahaan BUMN maupun swasta, atau pos bantuan sosial yang melekat di beberapa kementerian seperti Pendidikan, Kemenag, Sosial, UKM, Daerah Tertinggal, Kesehatan, BUMN, perlu dialihkan untuk kebutuhan kemajuan pendidikan di pesantren, madrasah dan panti asuh,” terang Khofifah di lokasi diskusi Hotel Sofyan, Jakarta.
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Tokoh, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Pada diskusi yang terselenggara atas kerja sama Muslimat NU dan Network For Education ? Watch (NEW) Indonesia, Hj Khofifah mengutip pembukaan UUD 1945 dan sejumlah pasal yang menyebut negara sebagai penjamin hak-hak pendidikan dan pelayan kesehatan bagi warganya.
| Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh (Sumber Gambar : Nu Online) |
Muslimat NU Pertanyakan Jaminan Sosial di Pesantren, Madrasah, dan Panti Asuh
“Peserta didik madrasah sebagai satuan pendidikan berciri khas agama Islam baik MI, MTS, maupun MA lebih didominasi penduduk berstatus sosial ekonomi rendah. Demikian halnya dengan pesantren. Sementara panti asuh menampung, membimbing, dan mendidik anak yatim, yatim piatu, serta anak terlantar,” kata Khofifah, Rabu (1/10).Persatuan Habib Jawa Timur
Mereka secara umum tidak mendapatkan berbagai program perlindungan sosial, baik kesehatan, pendidikan maupun bantuan sosial lainnya. Sementara UUD 1945 menyebut segenap warga indonesia berhak mendapatkan layanan sosial baik pendidikan maupun kesehatan.“Sejumlah program bantuan sosial ? pemerintah seperti BOS, BSM, CSR dari perusahaan BUMN maupun swasta, atau pos bantuan sosial yang melekat di beberapa kementerian seperti Pendidikan, Kemenag, Sosial, UKM, Daerah Tertinggal, Kesehatan, BUMN, perlu dialihkan untuk kebutuhan kemajuan pendidikan di pesantren, madrasah dan panti asuh,” terang Khofifah di lokasi diskusi Hotel Sofyan, Jakarta.
Persatuan Habib Jawa Timur
Perlindungan dan bantuan sosial pemerintah selama ini, kata Khofifah, masih belum mencakup seluruh penduduk Indonesia. Semua itu masih terbatas diakses pekerja sektor formal seperti PNS, TNI, dan POLRI. (HM Misbahus Salam/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Tokoh, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur
Thursday, February 15, 2018
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati
Pacitan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pembacaan tahlil, maulidurrosul dan rotibul hadad mengawali rangkaian malam peringatan 1000 hari wafatnya ulama kharismatik asal Pondok Tremas, Al Magfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba’bud di Desa Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur, Selasa (21/5) malam lalu.
Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama’ dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan ? Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.
Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya ? para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.
“Karena pewaris nabi adalah para ulama’ , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama’, karena ulama’ adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi,” katanya.
Peringatan 1000 hari digelar untuk mendo’akan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama’ sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.
Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba’bud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.
Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam
Kontributor: Zaenal Faizin
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama’ dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan ? Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.
| 1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online) |
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati
Acara dibuka dengan muqoddimah oleh KH Luqman Harist, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan yang mewakili sohibul bait sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para muhibbin dari berbagai daerah pada peringatan 1000 hari wafatanya cucu dari Simbah KH Dimyathi Abdulloh Bin Abdul Manan Dipomenggelo tersebut.Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Gema sholawat dan senandung pujian kepada nabi Muhammad SAW dibacakan oleh ? muhibbin yang memenuhi halaman Kediaman Al Magfurlah KH Toyyib Hasan Ba’bud.Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Acara tersebut juga diisi dengan mauidoh hasanah yang disampaikan oleh yang pertama KH Mamik dari Nganjuk yang menyampaikan tentang hikmah dari sebuah ayat Al-Qur’an tentang kasih sayang “Qul in kuntum tuhibbu-na Allaha fattabi ‘u-ni yuhbibkumullahu,“ atas cintanya Allah kepada baginda nabi Muhammad SAW.Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya ? para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.
“Karena pewaris nabi adalah para ulama’ , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama’, karena ulama’ adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi,” katanya.
Peringatan 1000 hari digelar untuk mendo’akan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama’ sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.
Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba’bud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.
Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam
Kontributor: Zaenal Faizin
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Pemikiran Islam: Hukum Allah (2)
Oleh KH Muhammad Machasin
Hukum boleh dipahami sebagai ketentuan yang mengatur atau memberikan ruang yang di dalamnya subyek yang berkenaan boleh berbuat dan batas-batas yang tidak boleh dilanggar; ketentuan ini bersifat kaku, tidak pandang bulu dan berlaku untuk semua tanpa pengecualian. Pengecualian terjadi karena adanya hukum lain yang juga berlaku umum. Tabiat api adalah membakar, misalnya, tetapi tidak semua benda terbakar oleh api. Asbestos, contohnya, tidak terbakar.
Dengan batasan seperti ini, hukum Allah ada dalam beberapa tingkatan. Yang pertama pada tingkatan seluruh wujud; hukum yang berlaku di sini adalah sunnatullah yang disebut juga dengan hukum alam. Bahwa semua makhluk berada sesuai dengan kodratnya: makhluk hidup mengikuti jalan lahir, tumbuh, layu dan musnah; air mengalir ke tempat yang lebih rendah, kecuali kalau ada yang menghalanginya.
Pada proses alamiah yang berkaitan dengan tubuh manusia, berlaku hukum alam, sementara pada hal-hal yang berkaitan dengan kehendak dan perbuatannya, berlaku hukum-hukum Allah yang khas untuk manusia, yang boleh disebut hukum sosial. Karena banyaknya manusia dengan aneka ragam kehendak, hukum ini kelihatan tidak kaku seperti pada tingkatan pertama, melainkan luwes, berupa kemungkinan-kemungkinan. Misalnya, seseorang tidak mau dipaksa patuh kepada orang lain. Ini hukum alam sosial. Kepatuhan terjadi karena hal-hal “pemaksa”, yang berupa cinta, kasihan, pemahaman, ketakutan, kesamaan tujuan dan harapan akan adanya hasil yang lebih besar dan sebagainya.
Ketiga, hukum Allah yang bekerja pada tataran perilaku manusia yang dikaitkan dengan keimanan kepada-Nya. Di sini hukum itu berupa ketentuan-ketentuan yang diturunkan Allah kepada umat manusia. Akan tetapi, wahyu Allah yang turun kepada manusia itu terbatas karena sudah selesai proses turunnya, sementara persoalan yang dihadapi manusia terus bertambah. Karena itu diperlukan metodologi untuk memahami pesan dasar yang ada pada wahyu agar dapat memberikan pegangan kepada mereka di mana pun dan kapan pun.
Selain itu, banyak dari teks-teks Al-Qur’an mengandung kemungkinan pemahaman yang berbeda-beda. Karena itu diperlukan ijtihad atau usaha keras untuk menangkap ketentuan yang dimaksudkannya. Di sinilah lalu muncul perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai ketentuan atau hukum Allah yang berkaitan dengan perbuatan manusia (mukallaf).
Dengan demikian, apa yang disebut dengan hukum Allah pada tingkatan ini adalah pemahaman manusia terhadap firman Allah. Boleh juga dikatakan bahwa yang sering kali disebut hukum Allah dalam hal ini adalah hukum buatan manusia yang didasarkan pada firman Allah atau hukum yang dinisbahkan kepada Allah. (Bersambung)
Penulis adalah Mustasyar PBNU
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Syariah, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Hukum boleh dipahami sebagai ketentuan yang mengatur atau memberikan ruang yang di dalamnya subyek yang berkenaan boleh berbuat dan batas-batas yang tidak boleh dilanggar; ketentuan ini bersifat kaku, tidak pandang bulu dan berlaku untuk semua tanpa pengecualian. Pengecualian terjadi karena adanya hukum lain yang juga berlaku umum. Tabiat api adalah membakar, misalnya, tetapi tidak semua benda terbakar oleh api. Asbestos, contohnya, tidak terbakar.
Dengan batasan seperti ini, hukum Allah ada dalam beberapa tingkatan. Yang pertama pada tingkatan seluruh wujud; hukum yang berlaku di sini adalah sunnatullah yang disebut juga dengan hukum alam. Bahwa semua makhluk berada sesuai dengan kodratnya: makhluk hidup mengikuti jalan lahir, tumbuh, layu dan musnah; air mengalir ke tempat yang lebih rendah, kecuali kalau ada yang menghalanginya.
| Pemikiran Islam: Hukum Allah (2) (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pemikiran Islam: Hukum Allah (2)
Kedua, pada tingkatan hubungan antarmanusia. Sebenarnya manusia termasuk ke dalam subyek hukum alam, tetapi karena adanya kehendak dan kemampuan untuk—sampai batas tertentu—menyiasati hukum alam, kelihatan bahwa berlakunya hukum alam pada sebahagian dari kehidupan manusia tidak sama persis dengan yang berlakunya hukum alam pada umumnya.Pada proses alamiah yang berkaitan dengan tubuh manusia, berlaku hukum alam, sementara pada hal-hal yang berkaitan dengan kehendak dan perbuatannya, berlaku hukum-hukum Allah yang khas untuk manusia, yang boleh disebut hukum sosial. Karena banyaknya manusia dengan aneka ragam kehendak, hukum ini kelihatan tidak kaku seperti pada tingkatan pertama, melainkan luwes, berupa kemungkinan-kemungkinan. Misalnya, seseorang tidak mau dipaksa patuh kepada orang lain. Ini hukum alam sosial. Kepatuhan terjadi karena hal-hal “pemaksa”, yang berupa cinta, kasihan, pemahaman, ketakutan, kesamaan tujuan dan harapan akan adanya hasil yang lebih besar dan sebagainya.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Sementara itu, kekuatan memaksa ada batasnya, sebagaimana ketakutan orang. Karena itu, penguasa mesti memperhatikan kepentingan rakyatnya, agar kepatuhan mereka lebih tahan lama. Begitu hal-hal yang memaksa rakyat untuk patuh melemah, mereka sangat mungkin akan tidak patuh lagi. Ini hukum alam sosial. Termasuk di dalam hukum alam sosial ini apa yang dapat dipahami dari hadis Nabi bahwa jiwa bertabiat mengelompok, yang saling memahami akan bergabung, sementara yang tak saling memahami akan berceraiKetiga, hukum Allah yang bekerja pada tataran perilaku manusia yang dikaitkan dengan keimanan kepada-Nya. Di sini hukum itu berupa ketentuan-ketentuan yang diturunkan Allah kepada umat manusia. Akan tetapi, wahyu Allah yang turun kepada manusia itu terbatas karena sudah selesai proses turunnya, sementara persoalan yang dihadapi manusia terus bertambah. Karena itu diperlukan metodologi untuk memahami pesan dasar yang ada pada wahyu agar dapat memberikan pegangan kepada mereka di mana pun dan kapan pun.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Di sinilah lalu muncul pentingnya petunjuk Nabi yang sejak proses turunnya Al-Qur’an sudah memberikan penjelasan dan kadang-kadang perincian, pembatasan pengertian, perluasan makna dan sebagainya. Kemudian datang pula praktik pengamalan generasi awal setelah Nabi wafat, kebiasaan di suatu tempat (‘urf) dan penalaran.Selain itu, banyak dari teks-teks Al-Qur’an mengandung kemungkinan pemahaman yang berbeda-beda. Karena itu diperlukan ijtihad atau usaha keras untuk menangkap ketentuan yang dimaksudkannya. Di sinilah lalu muncul perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai ketentuan atau hukum Allah yang berkaitan dengan perbuatan manusia (mukallaf).
Dengan demikian, apa yang disebut dengan hukum Allah pada tingkatan ini adalah pemahaman manusia terhadap firman Allah. Boleh juga dikatakan bahwa yang sering kali disebut hukum Allah dalam hal ini adalah hukum buatan manusia yang didasarkan pada firman Allah atau hukum yang dinisbahkan kepada Allah. (Bersambung)
Penulis adalah Mustasyar PBNU
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Syariah, Budaya Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Wednesday, February 14, 2018
Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur
Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memperingati milad ke-70, Yayasan Riyadlotut Thalabah Sedan, Rembang, Jawa Tengah mengadakan pengajian akbar dan riyadl bershalawat, Selasa (16/1) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan Madrasah Riyadlotut Thalabah tersebut dihadiri ribuan jamaah dan mendatangkan pembicara KH Abdul Ghofur.
Banyak hal yang disampaikan saat mauidhah berlangsung. Salah satunya adalah tiga amalan yang bisa memperlancar rezeki. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jawa Temur ini, syarat utama agar bisa kaya adalah bejo atau beruntung.
“Syaratnya adalah bejo,” jawabnya atas pertanyaan yang dilontarkan sendiri. Syarat agar bejo adalah tidak sial atau apes, imbuhnya dibarengi tawa hadirin.
Dijelaskan lebih lanjut, agar bisa mendapatkan keberuntungan atau bejo, juga dilanjut dengan mengamalkan zikir Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim. Zikir tersebut hendaknya dibaca seratus kali secara rutin usai Shalat Maghrib.
Ada satu lagi zikir yang menurut kiai keturunan Sunan Drajat tersebut yakni Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim, Astaghfirullah. Zikir dibaca sebelum melaksanakan Shalat Subuh sebanyak seratus kali. “Boleh juga dilaksanakan selepas Shalat Subuh, tapi yang utama itu sebelum melaksanakan Shalat Subuh,” jelasnya. (Hanan/Ibnu Nawawi)
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Kiai, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Banyak hal yang disampaikan saat mauidhah berlangsung. Salah satunya adalah tiga amalan yang bisa memperlancar rezeki. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jawa Temur ini, syarat utama agar bisa kaya adalah bejo atau beruntung.
| Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tiga Amalan Melancarkan Rezeki Menurut Kiai Ghofur
“Pak kiai, bagaimana cara agar bisa kaya seperti panjenengan?” ucapnya dengan nada bertanya.“Syaratnya adalah bejo,” jawabnya atas pertanyaan yang dilontarkan sendiri. Syarat agar bejo adalah tidak sial atau apes, imbuhnya dibarengi tawa hadirin.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Agar seseorang tidak sial, maka bisa mengamalkan zikir Subhanallahi wabihamdihi. “Zikir ini dibaca selepas Shalat Ashar sebanyak seratus kali," terangnya.Dijelaskan lebih lanjut, agar bisa mendapatkan keberuntungan atau bejo, juga dilanjut dengan mengamalkan zikir Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim. Zikir tersebut hendaknya dibaca seratus kali secara rutin usai Shalat Maghrib.
Ada satu lagi zikir yang menurut kiai keturunan Sunan Drajat tersebut yakni Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim, Astaghfirullah. Zikir dibaca sebelum melaksanakan Shalat Subuh sebanyak seratus kali. “Boleh juga dilaksanakan selepas Shalat Subuh, tapi yang utama itu sebelum melaksanakan Shalat Subuh,” jelasnya. (Hanan/Ibnu Nawawi)
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.idPP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Kiai, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tuesday, February 13, 2018
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian
Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.
Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.
Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.
Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.
Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.
Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.
Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.
| Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online) |
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian
Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.
Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.
Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.
Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.
Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tuesday, February 6, 2018
Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi
Cirebon, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Komisi Informasi Pusat (KIP) meminta kepada lembaga publik untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai habit atau perilaku yang menjadi kebiasaan baik sehingga menjadi norma untuk kepentingan masyarakat.
Menurut salah seorang Komisioner KIP Henny S. Widyaningsih, 7 tahun penerapan Undang-Undang (UU) 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masih ada lembaga publik yang tidak menyadari tugasnya tersebut.
"Jadi tidak perlu ada polisinya. Kalau bicara keterbukaan informasi, bukan lagi punya ini itu, tidak perlu ada pemohon, sengketa, baru terbuka. Tapi keterbukaan informasi publik sudah harus mendarah daging," ujar Henny dalam Forum Diskusi dan Media Gathering KIP, Selasa (23/5) malam.
"Maka dari itu komitmen penting. Ini tugas semua, teman-teman PPID perlu bahu-membahu membuat gerakan besar, gerakan nasional keterbukaan informasi publik," tegas Henny.
Henny menambahkan, dengan keterbukaan informasi sejatinya dapat membantu lembaga publik terhindar dari informasi bohong (hoax).
"Cara melawan hoax adalah dengan cepat PPID melawan, kalau terlambat maka hoax (yang sengaja dibuat atau tidak) akan menjadi suatu yang dianggap benar," imbuh Komisioner KIP yang telah menjabat selama dua periode ini.?
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Menurut salah seorang Komisioner KIP Henny S. Widyaningsih, 7 tahun penerapan Undang-Undang (UU) 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masih ada lembaga publik yang tidak menyadari tugasnya tersebut.
| Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lembaga Publik Harus Sadar Perannya dalam Keterbukaan Informasi
Menurut Henny, lembaga publik perlu diingatkan untuk terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Padahal keterbukaan informasi harus menjadi habit (kebiasaan) yang tidak perlu selalu diingatkan."Jadi tidak perlu ada polisinya. Kalau bicara keterbukaan informasi, bukan lagi punya ini itu, tidak perlu ada pemohon, sengketa, baru terbuka. Tapi keterbukaan informasi publik sudah harus mendarah daging," ujar Henny dalam Forum Diskusi dan Media Gathering KIP, Selasa (23/5) malam.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Dia menyebut, keterbukaan informasi di lembaga publik masih banyak hambatan. Dia berharap di tahun-tahun mendatang keterbukaan informasi ini bisa terus digalakkan, terutama di tingkat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang menjadi pintu keluar informasi dari suatu lembaga."Maka dari itu komitmen penting. Ini tugas semua, teman-teman PPID perlu bahu-membahu membuat gerakan besar, gerakan nasional keterbukaan informasi publik," tegas Henny.
Henny menambahkan, dengan keterbukaan informasi sejatinya dapat membantu lembaga publik terhindar dari informasi bohong (hoax).
"Cara melawan hoax adalah dengan cepat PPID melawan, kalau terlambat maka hoax (yang sengaja dibuat atau tidak) akan menjadi suatu yang dianggap benar," imbuh Komisioner KIP yang telah menjabat selama dua periode ini.?
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Selain para Komisioner KIP lainnya, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah awak media, baik cetak, televisi, maupun eletronik serta perangkat di lembaga dan kementerian. (Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Sunday, February 4, 2018
Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan
Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tewasnya Cliff Muntu, Praja Madya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), menurut mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disebabkan kampus tersebut masih memelihara praktik-praktik kekerasan. Ia meminta agar para pelaku penganiayaan tersebut dihukum seberat-beratnya.
"Kalau kekerasan dibiarkan, jadinya seperti ini. Mereka yang saling membunuh adalah sesama praja dan harus dikenakan hukuman yang berat," ujar Gus Dur usai membuka Halaqah Kebangsaan dan Temu Wicara Hukum Acara Mahkamah Konstitusi RI, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/4).
Namun demikian, Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu menolak usulan banyak pihak yang meminta agar IPDN dibubarkan. "Bukan dibubarkan, tetapi diperbaiki," tukasnya.
Cliff Muntu, praja madya, ditemukan tewas di kampus IPDN tepatnya di Barak DKI atas, Senin (2/4) malam. Awalnya pihak IPDN membantah Cliff meninggal akibat tindak kekerasan. Namun belakangan ada informasi yang menyatakan Cliff tewas akibat dianiaya para seniornya.
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
"Kalau kekerasan dibiarkan, jadinya seperti ini. Mereka yang saling membunuh adalah sesama praja dan harus dikenakan hukuman yang berat," ujar Gus Dur usai membuka Halaqah Kebangsaan dan Temu Wicara Hukum Acara Mahkamah Konstitusi RI, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/4).
| Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Gus Dur Nilai IPDN Memelihara Kekerasan
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menegaskan, pihak kampus yang dulu bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) itu juga mempunyai tugas yang harus diselesaikan dalam mencari siapa pelakunya. "Pimpinan IPDN harus segera mencari siapa otak penganiayaan," imbuhnya.Namun demikian, Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu menolak usulan banyak pihak yang meminta agar IPDN dibubarkan. "Bukan dibubarkan, tetapi diperbaiki," tukasnya.
Cliff Muntu, praja madya, ditemukan tewas di kampus IPDN tepatnya di Barak DKI atas, Senin (2/4) malam. Awalnya pihak IPDN membantah Cliff meninggal akibat tindak kekerasan. Namun belakangan ada informasi yang menyatakan Cliff tewas akibat dianiaya para seniornya.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tewasnya Cliff bukan kejadian satu-satunya. Sejak 1990-an hingga 2005 tercatat 35 praja tewas. Namun dari total praja yang tewas, hanya 10 kasus saja yang terungkap di media massa. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Friday, February 2, 2018
Mencari Keberkahan Hidup
Khotbah I
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Orang tua kita juga memberi pesan agar dalam hidup, yang kita cari adalah berkah. Dan berkah ini tidak selalu berkorelasi dengan banyaknya harta yang kita miliki. Ada sebuah hadits yang sering dijadikan doa, terutama kepada pengantin yang seringkali dijadikan sebuah kutipan dalam undangan pernikahan.
? ? ? ? ? ? ?
Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, memberi bekas atasmu, dan menghimpun yang terserak di antara kalian berdua.” (HR At-Turmudzi)
Dalam kajian ilmu Nahwu kalimat “laka”, itu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan atau menyenangkan. Kalau yang tidak enak, menggunakan kata “alaika”. Ternyata, bahasa laka dan alaika digunakan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut supaya orang itu mendapat keberkahan baik dari hal yang enak maupun yang tidak enak. Semuanya ada nilai keberkahannya. Bagi sementara orang, keberkahan itu sesuatu yang enak secara fisik saja. Padahal bisa jadi, yang tidak enak itu lah yang sebenarnya menjadi berkah.
Misalnya, setelah menjadi seorang anggota DPR harus masuk penjara. Ini menunjukkan sesuatu yang tampaknya enak, berupa jabatan tinggi yang dihormati banyak orang, ternyata malah membawa bencana. Orang sakit juga bisa mendapat keberkahan karena dengan beristirahat, maka ia memiliki kesempatan untuk mengevaluasi dirinya, momen yang tai a peroleh lantaran kesibukan dirinya. Ini menunjukkan bahwa antara yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, sama-sama mendapat peluang mendapat keberkahan.
Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah. Demikian pula, orang yang tambah ilmu juga belum tentu mendapatkan berkah jika ilmu tersebut hanya menjadi kebanggaan diri, bukan untuk diajarkan kepada orang lain atau untuk menambah keimanan kepada Allah.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Artinya, Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuk yang ia raih, niscaya dia hanya menambah jauh jarak dari Allah
Jadi ilmu tambah bukan berarti semakin dekat dengan Allah. Ini adalah cerminan dari ilmu yang tidak berkah.
Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah,
Berkah itu maknanya kebahagiaan. Orang berbahagia itu sering diukur hanya dari ukuran fisiknya. Benarkah demikian? Dalam pandangan agama, tanda-tanda kebahagiaan tidak selalu yang tampak secara dhahir. Karena tampilan lahiriah sejumlah orang bisa saja seolah bahagia, tapi batin mereka menderita.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS: al-Rum 21)
Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan istri-istri yang dapat menentramkan jiwa dan menciptakan kasih sayang antara keduanya. Kebahagian rumah tangga bukan terletak pada kecantikan istri atau kekayaan suami. Misalnya, apa iya kalau punya istri cantik terus berbahagia. Mungkin iya, tetapi mungkin saja tambah pusing. Belum tentu mendapat kebahagiaan. Betapa banyak pasangan cantik rupawan yang justru berakhir pada perceraian. Bahkan rata-rata penggugat dating dari perempuan. Ini bukti bahwa mereka tidak bahagia. Karena itu, hal yang bersifat dhahir menarik tidak menjamin rasa bahagia. Standar untuk menilai kebahagiaan keluarga tidak dilihat dari harta apa yang dimiliki, tetapi apakah suami istri tersebut memiliki akhlak yang baik. Jika mereka memiliki akhlak yang mulia, insyaallah mereka akan berbahagia.
Keberkahan bisa kita raih dengan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala seraya terus menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, seperti syukur, qana’ah, gemar bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain.
Khotbah II
? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
Oleh Ustadz H Syamsul Maarif, Pengurus LDNU
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Syariah, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
| Mencari Keberkahan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mencari Keberkahan Hidup
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Jamaah Jum’at yang dimuliakan AllahUstadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Berkah ini sering kita jadikan tujuan hidup di samping mencari ridho Allah. Keberkahan membuat hidup kita menjadi bahagia. Di pesantren, kita diajarkan yang penting mencari berkah, bukan sekadar kepintarannya. Kalau sekadar pintar saja tetapi tidak berkah maka ilmu tersebut bisa menjadi malapetaka.Orang tua kita juga memberi pesan agar dalam hidup, yang kita cari adalah berkah. Dan berkah ini tidak selalu berkorelasi dengan banyaknya harta yang kita miliki. Ada sebuah hadits yang sering dijadikan doa, terutama kepada pengantin yang seringkali dijadikan sebuah kutipan dalam undangan pernikahan.
? ? ? ? ? ? ?
Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, memberi bekas atasmu, dan menghimpun yang terserak di antara kalian berdua.” (HR At-Turmudzi)
Dalam kajian ilmu Nahwu kalimat “laka”, itu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan atau menyenangkan. Kalau yang tidak enak, menggunakan kata “alaika”. Ternyata, bahasa laka dan alaika digunakan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut supaya orang itu mendapat keberkahan baik dari hal yang enak maupun yang tidak enak. Semuanya ada nilai keberkahannya. Bagi sementara orang, keberkahan itu sesuatu yang enak secara fisik saja. Padahal bisa jadi, yang tidak enak itu lah yang sebenarnya menjadi berkah.
Misalnya, setelah menjadi seorang anggota DPR harus masuk penjara. Ini menunjukkan sesuatu yang tampaknya enak, berupa jabatan tinggi yang dihormati banyak orang, ternyata malah membawa bencana. Orang sakit juga bisa mendapat keberkahan karena dengan beristirahat, maka ia memiliki kesempatan untuk mengevaluasi dirinya, momen yang tai a peroleh lantaran kesibukan dirinya. Ini menunjukkan bahwa antara yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, sama-sama mendapat peluang mendapat keberkahan.
Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah. Demikian pula, orang yang tambah ilmu juga belum tentu mendapatkan berkah jika ilmu tersebut hanya menjadi kebanggaan diri, bukan untuk diajarkan kepada orang lain atau untuk menambah keimanan kepada Allah.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Artinya, Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuk yang ia raih, niscaya dia hanya menambah jauh jarak dari Allah
Jadi ilmu tambah bukan berarti semakin dekat dengan Allah. Ini adalah cerminan dari ilmu yang tidak berkah.
Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah,
Berkah itu maknanya kebahagiaan. Orang berbahagia itu sering diukur hanya dari ukuran fisiknya. Benarkah demikian? Dalam pandangan agama, tanda-tanda kebahagiaan tidak selalu yang tampak secara dhahir. Karena tampilan lahiriah sejumlah orang bisa saja seolah bahagia, tapi batin mereka menderita.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS: al-Rum 21)
Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan istri-istri yang dapat menentramkan jiwa dan menciptakan kasih sayang antara keduanya. Kebahagian rumah tangga bukan terletak pada kecantikan istri atau kekayaan suami. Misalnya, apa iya kalau punya istri cantik terus berbahagia. Mungkin iya, tetapi mungkin saja tambah pusing. Belum tentu mendapat kebahagiaan. Betapa banyak pasangan cantik rupawan yang justru berakhir pada perceraian. Bahkan rata-rata penggugat dating dari perempuan. Ini bukti bahwa mereka tidak bahagia. Karena itu, hal yang bersifat dhahir menarik tidak menjamin rasa bahagia. Standar untuk menilai kebahagiaan keluarga tidak dilihat dari harta apa yang dimiliki, tetapi apakah suami istri tersebut memiliki akhlak yang baik. Jika mereka memiliki akhlak yang mulia, insyaallah mereka akan berbahagia.
Keberkahan bisa kita raih dengan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala seraya terus menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, seperti syukur, qana’ah, gemar bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain.
Khotbah II
? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
Oleh Ustadz H Syamsul Maarif, Pengurus LDNU
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Syariah, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Thursday, February 1, 2018
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU
Pontianak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kalbar Ekspo 2012 turut menyemarakkan suasana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII dan MTQ Internasioanl I, serta Musyawarah Nasional IV Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di kota Pontianak, Kalimantan Barat.
“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.
Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.
Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00.
“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya.
Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Syariah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
| Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU
Kalbar Ekspo 2012 ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung dari tanggal 3 Juli dan akan berakhir 8 Juli, sesuai jadwal MTQ dan Munas JQH NU.“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Biasanya, sambung Nadia, helat tahunan ini digelar di Pontianak Convention Center (PCC). Tapi tahun ini, atas saran Gubernur Kalbar, dilaksanakan di sekitar lapangan Sultan Syarif Abdurrahman, tempat pembukaan, penutupan dan salah satu lokasi MTQ JQHNU.PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Kategori produk yang dipamerkan adalah handicraft, souvenir dan asesoris, komputer dan peralatan elektronik, perbankan dan asuransi, properti, otomotif, hotel dan resort, tekstil, peralatan rumah tangga, agrobisnis, mainan, kuliner dan, produk-produk lainnya.Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.
Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00.
“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya.
Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Syariah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tuesday, January 23, 2018
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga
Waykanan, Persatuan Habib Jawa Timur. Antusias masyarakat kabupaten Waykanan Lampung mengikuti donor darah cukup tinggi. Aksi sosial yang digelar GP Ansor dan sejumlah institusi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 berhasil mencapai 37 kantung darah sehubungan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) kehabisan stok kantung untuk menampung darah.
"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).
Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.
Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.
Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Syariah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur
"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).
| Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online) |
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga
Selaku koordinator kegiatan "Bakti Sosial Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Anti Golput" dengan tema "Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman", yang ditunjuk Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Agung mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga daerah itu.Persatuan Habib Jawa Timur
"GP Ansor dan seluruh panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal ibadah para pedonor dinilai baik oleh Allah SWT," paparnya.Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.
Persatuan Habib Jawa Timur
"Namun intensitasnya semoga bisa terus ditambah mengingat donor darah belum populer bagi masyarakat daerah ini. Lihat saja yang ikut donor darah, sebagian besar justru aparatur sipil negara. Ke depan bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif," ujar warga kelurahan Blambangan Umpu itu lagi.Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.
Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Syariah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur
Sunday, January 21, 2018
Nabi Muhammad Juga Memikirkan Teknologi, Ini Kisahnya
Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nabi Muhammad Saw suatu ketika pernah digigit kalajengking. Usai menunaikan shalat Nabi tidak lantas wiridan tetapi langsung pergi ke dapur untuk mengambil air dan sarem (garam). Di samping itu, Muhammad juga membacakan surat al-ihklas dan annas.?
Kisah itu dipaparkan kiai asal Sarang Rembang, lantaran semasa masih hidup dirinya pernah diajak berpikir bersama dengan almarhum tentang cerita nabi tersebut.?
Ternyata, air putih dan garam dalam ilmu kedokteran merupakan antibiotik yang bisa menolak racun. Dari kisah itu, kiai yang mengelola lembaga An-Nawawiyah itu menjelaskan Nabi jelas memikirkan teknologi. Teknologi yang digabungkan dalam konteks qur’an.?
Menurutnya itulah kemudian yang diterjemahkan KH Nur Kholiq Ma’ruf merintis Yayasan Az Zahra Sekuro yang di dalamnya mengelola SMP, SMK dan Pesantren.?
“Saya sempat berpikir Kiai Kholiq yang dulu alumnus Madrasah Gazaliyah Sarang dan murid Sayyid Abuya setelah pulang kemudian mendirikan pesantren salaf murni,” terangnya.?
Az Zahra Berbagi?
Kegiatan yang dibarengkan dengan Haul Abuya Assayyid Maliki ke-12 ini paginya juga disemarakkan dengan Pasar Murah Ramadhan. Kegiatan yang fasilitasi H. Mukhlisin anggota DPR RI menggandeng Bulog dan PPI mendapat antusias dari masyarakat sekitar.?
Lutfiatin Anisah warga desa Jambu Timur RT.03 RW.01 Mlonggo Jepara itu mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Karena barang-barang dijual di bawah harga pasaran. “Karena harga terjangkau saya membeli beras, bawang dan minyak,” terangnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. ?
Sebagai referensi, gula di pasaran di jual Rp16.000/kg di bazar dijual Rp12.000/kg. Minyak goreng dijual Rp11.800/kg di pasaran Rp13.000/kg. Daging dijual Rp85.000/kg di pasaran Rp90.000/kg. Beras dijual Rp7.800/kg di pasaran Rp8.500/kg. Bawang putih dan bawang merah dijual Rp.7.500/kg di pasaran Rp8.500/kg.?
H Abdur Rosyid Ma’ruf, sesepuh Az Zahra mengemukakan kegiatan merupakan bentuk kepedulian Az Zahra kepada masyarakat. Kedepan kegiatan itu rencananya menjadi agenda rutin tiap tahun. (Syaiful Mustaqim/Fathoni) ? ? ?
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
| Nabi Muhammad Juga Memikirkan Teknologi, Ini Kisahnya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Nabi Muhammad Juga Memikirkan Teknologi, Ini Kisahnya
Cerita itu disampaikan KH Ahmad Nawawi dalam Haul KH Nur Kholiq Ma’ruf ke-3 yang berlangsung di pesantren Az Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara, Ahad (19/6).?Kisah itu dipaparkan kiai asal Sarang Rembang, lantaran semasa masih hidup dirinya pernah diajak berpikir bersama dengan almarhum tentang cerita nabi tersebut.?
Ternyata, air putih dan garam dalam ilmu kedokteran merupakan antibiotik yang bisa menolak racun. Dari kisah itu, kiai yang mengelola lembaga An-Nawawiyah itu menjelaskan Nabi jelas memikirkan teknologi. Teknologi yang digabungkan dalam konteks qur’an.?
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Jika ditarik dalam konteks kekinian, ilmu pengetahuan dan agama tidak boleh dipisahkan. Agama dan ilmu pengetahuan juga tidak boleh dipisahkan. ?Menurutnya itulah kemudian yang diterjemahkan KH Nur Kholiq Ma’ruf merintis Yayasan Az Zahra Sekuro yang di dalamnya mengelola SMP, SMK dan Pesantren.?
“Saya sempat berpikir Kiai Kholiq yang dulu alumnus Madrasah Gazaliyah Sarang dan murid Sayyid Abuya setelah pulang kemudian mendirikan pesantren salaf murni,” terangnya.?
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Ternyata tidak anggapannya tidak terbukti. Selain pesantren salaf Az Zahra juga mengelola pendidikan formal SMP dan SMK.?Az Zahra Berbagi?
Kegiatan yang dibarengkan dengan Haul Abuya Assayyid Maliki ke-12 ini paginya juga disemarakkan dengan Pasar Murah Ramadhan. Kegiatan yang fasilitasi H. Mukhlisin anggota DPR RI menggandeng Bulog dan PPI mendapat antusias dari masyarakat sekitar.?
Lutfiatin Anisah warga desa Jambu Timur RT.03 RW.01 Mlonggo Jepara itu mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Karena barang-barang dijual di bawah harga pasaran. “Karena harga terjangkau saya membeli beras, bawang dan minyak,” terangnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. ?
Sebagai referensi, gula di pasaran di jual Rp16.000/kg di bazar dijual Rp12.000/kg. Minyak goreng dijual Rp11.800/kg di pasaran Rp13.000/kg. Daging dijual Rp85.000/kg di pasaran Rp90.000/kg. Beras dijual Rp7.800/kg di pasaran Rp8.500/kg. Bawang putih dan bawang merah dijual Rp.7.500/kg di pasaran Rp8.500/kg.?
H Abdur Rosyid Ma’ruf, sesepuh Az Zahra mengemukakan kegiatan merupakan bentuk kepedulian Az Zahra kepada masyarakat. Kedepan kegiatan itu rencananya menjadi agenda rutin tiap tahun. (Syaiful Mustaqim/Fathoni) ? ? ?
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Syariah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Subscribe to:
Posts (Atom)
