Showing posts with label AlaSantri. Show all posts
Showing posts with label AlaSantri. Show all posts

Sunday, February 18, 2018

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, sudah saatnya kader GP Ansor bangkit dari segala keterpurukan.

"Ketika hari ini orang lain menilai bahwa kemiskinan itu sebuah isu, saya tegaskan bahwa kemiskinan itu sudah nyata," ujar Deni saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Subang di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).




GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Dikatakan, sebagai organisasi kaderisasi, GP Ansor harusnya tampil untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para anggotanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Salah satunya dengan penguatan kapasitas dan revitalisasi pemberdayaan kader. Jika itu dijalankan, niscaya GP Ansor menjelma sebagai organisasi yang besar," katanya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, lanjut Deni, hendaknya bisa memanfaatkan potensi dan peluang yang ada sehingga kader Ansor tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan kreativitasnya itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terlebih, kader-kader Ansor sebetulnya memiliki skill individu yang bisa dikembangkan menjadi sebuah hasil karya yang baik. Tentu didorong dengan semangat yang tinggi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 17, 2018

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin bersama ribuan jemaah haji Indonesia menghadiri Silaturahim NU Sedunia di Mahbas Jin, Makkah. Silaturahim ini digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi.

Tampak hadir dalam silaturahim ini, KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, sejumlah Pengurus PBNU. Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin yang hadir, Menag menegaskan kembali tentang komitmen dan kontribusi NU terhadap eksistensi NKRI.?




Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

“NU sebagai jamiyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menag, Selasa (29/08) sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Menag menilai ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.?

“Nilai yang selama ini diajarkan pendahulu kita semakin relevan. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan. Menurutnya, dalam menebarkan nilai-nilai NU, Nahdliyyin jangan ikut tergoda melakukan tindakan yang justru bertolak belakang dengan nilai itu sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Menag menyambut baik agenda tahunan yang diselenggarakan PCI NU Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan ini positif. Selain karena temanya relevan dengan perkembangan zaman, yaitu meneguhkan NKRI, pertemuan ini memberi peluang warga NU untuk bersilaturahim dan mendengarkan tausiah dari para ulama. ?

“Alhamdulillah tadi dihadiri KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri dan banyak tokoh ulama selain dari PBNU dan dari berbagai kalangan,” tuturnya. “Ini sesuatu yang penting agar di tengah musim haji, warga NU bisa berkumpul dan bersilaturahim sambil mendoakan bangsa Indonesia senantiasa terjaga keutuhannya sebagai bangsa di tengah kemajemukan,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain: Yahya Cholil Tsaquf dan Rumadi Ahmad. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, February 14, 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.




Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, AlaSantri, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 10, 2018

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Pengamat ISIS dari Universitas Vienna, Dr Nico Prucha, mengatakan, ISIS menggunakan media sosial sebagai strategi komunikasi untuk merekrut dan menyebarkan pahamnya.

"Mereka merekrut anggota baru dari video dan jaringan media sosial yang mereka sebarluaskan," kata ? Prucha, pada International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil), di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Selasa.




ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

Oleh sebab itu, paham ISIS gampang tersebar karena sebagian besar penyebaran pemahaman mereka menggunakan pendekatan berbasis sosial.

Hal ini juga berdampak pada wajah Islam di mata dunia yang mengaggap ISIS adalah Islam sebenarnya.

Dia mengatakan ISIS mengunggah dua video dalam sehari, menggunakan bahasa Arab dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa lainnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jadi sebanyak 95 persen menggunakan bahasa Arab dan sebanyak lima persen menggunakan bahasa lain, seperti Jerman, Belanda, Inggris," kata Nico.

Dia mengatakan ISIS mempunyai simpatisan atau anggota di berbagai negara Eropa yang masuk sebagai imigran.

Kejadian ini berdampak pada penolakan negara-negara Eropa atas imigran Muslim di negaranya.

Dia mengatakan ISIS mengklaim dirinya sebagai Islam yang paling benar sesuai Al-Qur’an dan sunnah Rasul, mereka juga menolak Islam yang berbeda dari paham mereka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Seperti mereka menolak Islam yang ada di Indonesia, mereka menganggap Islam Nusantara salah karena menjunjung toleransi kepada umat beragama," kata dia.

Selain itu, ISIS juga menguasai tanah seperti di Suriah dan di Irak. Prucha mengatakan gerakan ISIS ini berbahaya karena menggunakan pendekatan kekerasan dan perang. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Momen Syawwal 1438 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu menggelar silaturahmi dengan ? Pemuda Lintas Agama, Organisasi dan Komunitas yang ada di Kabupaten Jejama Secancanan bersenyum manis ini. Kegiatan dalam bentuk Halal Bil Halal ini dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (16/7/17).

Ditemui disela-sela kegiatan, Ketua PC GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kekompakan antar elemen pemuda.




Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

"Kita ingin seluruh pemuda yang tergabung dalam berbagai Organisasi dan Komunitas dapat bersinergi untuk memberikan sumbangsih dalam membangun di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Saat memberikan sambutan pada Acara yang dihadiri oleh Kapolres dan Dandim Tanggamus ini, Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi memberikan Apresiasi kepada para pemuda Pringsewu yang memiliki inisiatif untuk menggelar acara tersebut.

Menurutnya saat ini banyak Organisasi Kepemudaan yang bersemangat dalam berorganisasi hanya pada momentum pergantian pengurus. Setelah mendapatkan hasrat jabatan organisasi, kiprah organisasi kembali tidak terlihat. "Banyak Organisasi pemuda yang ramai jelang Musyawarah Pergantian Pengurus. Tapi terpilih tidur lagi," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H. Fauzi yang juga Ketua LP Maarif NU Provinsi Lampung ini berharap kedepan Organisasi Pemuda di Pringsewu untuk meningkatkan intensitas komunikasi baik dengan sesama organisasi maupun dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu.

Kedepan Ia menggagas adanya pertemuan khusus yang rutin digelar dari elemen Pemda dan Pemuda untuk menjalin silaturahmi, dan menyerap masukan serta informasi yang ada. "Bisalah kita Kopi Darat atau Ngobras Ngobrol Bareng dan Santai," ujarnya seraya mengingatkan akan pentingnya keberagaman yang perlu dikelola dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Pemaparan Wawasan Kebangsaan oleh Kapolres dan Komandan Kodim Tanggamus. Pada akhir acara juga dilakukan Penanda Tanganan dan Ikrar Bersama Komitmen Pernyataan Bersama Menjaga NKRI dan Merawat Persatuan oleh Perwakilan Ketua Organisasi Kepemudaan.

Selain Pemuda GP Ansor, Organisasi dan Komunitas Kepemudaan yang bergabung dalam kegiatan yang bertema Membingkai Kebhinekaan dan menggalang Persaudaraan tersebut diantaranya Organisasi Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Komunitas Oi, Komunitas RX King, dan Komunitas Berbagi Nasi. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Olahraga, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 8, 2018

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Palembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Drs H Mal’an Abdullah resmi menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pria yang juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel itu dilantik oleh Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman MM, di Aula Bina Praja Provinsi Sumsel, pada Rabu (7/3) lalu.

Kepada kontributor PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Palembang Hamzah Jajak, Mal’an mengatakan, dalam periode kepemimpinannya, ia berjanji akan untuk menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi di tubuh lembaga yang dipimpinnya saat ini.




Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Pernyataan itu disampaikan Mal’an pada acara pisah sambut dan serah terima jabatan dari Kakanwil sebelumnya yang digelar di Gedung PSSB Madrasah Aliyah 3 Palembang.

Korupsi, menurut Mal’an, adalah permasalahan yang mengakar yang sangat sulit untuk diberantas. Namun demikian, ia yakin penyakit masyarakat tersebut dapat teratasi jika mengamalkan yang dimiliki Depag, yakni ikhlas beramal.

“Dengan ikhlas beramal kita akan bisa memperbaiki moral bangsa ini sedikit-demi sedikit,” tutur mantan Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah, Palembang itu. (hmz/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, AlaSantri, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Kalau diperhatikan dari tahun ke tahun, persentase jemaah haji terus mengalami peningkatan. Dibandingkan puluhan tahun lalu, jemaah haji di masa sekarang lebih banyak. Banyaknya orang berhaji di masa sekarang tentu tidak terlepas dari mudahnya mendapatkan fasilitas haji.

Sekarang sudah banyak travel haji dan transportasi yang siap melayani keberangkatan haji. Apalagi sebagian travel menawarkan ongkos yang menggiurkan dan tidak terlalu mahal, bisa diangsur.




Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Mudahnya naik haji di masa sekarang ini patut kita syukuri. Kita tidak perlu lagi melakukan perjalanan berbulan-bulan untuk sampai di baitullah. Cukup duduk santai di pesawat, tunggu sekitar belasan jam, kita sudah sampai di Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Namun, di balik kemudahan fasilitas itu ada sesuatu yang justru mengkhawatirkan menurut sebagian ulama, yaitu fenomena haji berulang kali.

Almarhum KH Ali Mustafa Yaqub termasuk orang yang berada di garda depan mengkritik fenomena haji berkali-kali ini. Menurutnya, lebih baik mendermakan ongkos haji itu untuk menyejahterakan kaum dhu’afa. “Af’alul muta’addi afdhalu minal qashir (ibadah sosial lebih baik daripada ibadah individual)” Itulah kalimat yang sering beliau sampaikan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kemunculan pendapat ini berkelindan dengan masih banyaknya problem kemiskinan dan kefakiran yang belum tuntas di negeri ini. Sehingga alangkah baiknya harta yang banyak itu digunakan untuk menyelesaikan problem ini, ketimbang beribadah haji berkali-kali. Terlebih lagi, haji kedua dan seterusnya hukumnya sunah, tidak wajib.

Kritik yang dilontarkan almarhum Kiai Ali ini sebenarnya sudah ditegaskan Imam Al-Ghazali sedari dulu. Dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid tiga, ia menjelaskan panjang lebar terkait tipu daya. Siapa saja bisa terpedaya baik orang berilmu, sufi, maupun pemilik harta. Khusus bagi orang berharta (arbabul mal), di antara bentuk tipu dayanya adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Mereka bersikeras mengeluarkan harta untuk pergi haji berulang kali dan membiarkan tetangganya kelaparan. Ibnu Mas’ud berkata, ‘Pada akhir zaman, banyak orang naik haji tanpa sebab. Mudah bagi mereka melakukan perjalanan, rezeki mereka dilancarkan, tapi mereka pulang tidak membawa pahala dan ganjaran. Salah seorang mereka melanglang dengan kendaraannya melintasi sahara, sementara tetangganya tertawan di hadapannya tidak dihiraukannya.”

Mereka menyangka dengan menghabiskan harta untuk naik haji berulang kali itu dianggap lebih mulia di sisi Allah, ketimbang mendermakan harta untuk fakir miskin. Inilah salah satu bentuk tipu daya bagi orang berharta menurut Al-Ghazali. Lebih baik kelebihan harta yang dimiliki diprioritaskan untuk membantu fakir miskin, pesantren yang terbengkalai, anak sekolah yang serba kekurangan, dan amal sosial lainnya.

Karenanya, kita perlu membuat skala prioritas dalam beribadah. Ketika di hadapkan dengan banyak peluang beribadah, pilihlah ibadah yang lebih banyak maslahatnya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sebagaimana dikatakan ‘Izzuddin bin ‘Abdul Salam dalam Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, “Apabila dihadapkan dua kemaslahatan dalam satu waktu, usahakan melakukan keduanya. Bila tidak mungkin, dahulukanlah mana yang paling maslahat dan utama,” Wallahu ‘alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Lomba, AlaSantri, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

Jombang, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua PC Fatayat Nahdhatul Ulama’ (NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ema Umiyatul Chusna menyatakan bahwa sebagian besar warga Indonesia belum siap menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Commonity (AEC), hal ini ditandai dengan minimnya pengetahuan di berbagai kalangan masyarakat.kecil mengenai MEA .




Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang: Mayoritas Masyarakat Belum Siap Hadapi MEA

“Jangan jauh-jauh kita ambil sampel, coba kita teliti memakai angket di berbagai daerah Jombang sendiri, saya pastikan mereka belum mengetahui banyak hal terkait MEA itu,” katanya, Selasa kemarin, saat ditemui di kediamannya.

Menurut Neng Ema, sapaan akrabnya, MEA akan menghasilkan persaingan dengan produk-produk dari negara lain yang bisa meminggirkan produk dalam negeri sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Karena nanti sudah pasti akan ada pemilahan dalam satu macam produk, misalnya bawang merah Indonesia dan bawang merah Cina. Warga kita kecendrungan akan mencoba membeli bawang merah Cina itu dan seterusnya,” tuturnya.

Lebih jauh ia menilai, selama ini belum ada upaya dari pihak pemerintah daerah atau organisasi kemasyarakatan untuk lebih mempersiapkan warga Indonesia agar memiliki pemahaman tentang pola dan sistem pasar bebas tersebut secara lebih merata.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Makanya pihak pemerintah daerah khususnya, dan organisasi-orgnisasi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia itu (harus) lebih berperan aktif untuk mempersiapkan warga kita menghadapi MEA, karena selama ini masih belum tampak,” sarannya.

Anggota DPRD Jombang di Komisi A menambahkan, saat ini masih ada waktu untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan MEA kepada masyarakat, termasuk kesiapan mental atau pola intraksi dengan negara lain. “Saat ini masih bisa menggalakkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan atau entrepreneurship, bekerja sama dengan pihak yang berkompten,” tambahnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Nusantara, Sunnah, AlaSantri Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

Makassar, Persatuan Habib Jawa Timur. Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco mengaku senang mendengar massifnya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor. Menurut dia, hal itu pertanda cerah bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU).




AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

"Alhamdulillah. Itu pertanda masa depan NU cerah," ujarnya saat menerima pengasuh Pesantren Al Anwar III Sarang, Rembang KH Abdul Ghofur Maimoen, Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni didampingi jajaran Satkornas, Kasat Provost H Imam Kusnin, Asinfokom Gatot Arifianto dan Ikhwan Nasai di kedimannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (26/3).

Dalam silaturahim itu, Kasatkornas Banser menyampaikan, dalam seminggu sekali Pemuda Ansor berikut Banser menggelar kaderisasi. Per bulan, jumlahnya terus bertambah.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Kaderisasi kita di beberapa kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia selalu berjalan setiap bulan. Jadi kader kita selalu bertambah, jumlahnya sekitar itu," ujar H Alfa Isnaeni.

Persatuan Habib Jawa Timur

Adapun di Makassar, dilakukan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), mulai 23 hingga 29 Maret 2017.

"Upaya tersebut untuk mencetak calon-calon pemimpin Banser di tingkat kabupaten hingga provinsi. Paradigma Banser hari juga sudah berubah. Alhamdulillah, sahabat-sahabat Banser tingkat pendidikannya sudah ada yang S1, S2 hingga S3," papar Kasatkornas.

Mendengar penyampaian itu, AGH Sanusi mengapresiasi positif upaya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor yang selalu berkomitmen menjaga NKRI dan keberagaman. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Meme Islam, AlaSantri, Berita Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

Hukum Memilih “Kotak Kosong” dalam Pilkada

Oleh: KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib






Hukum Memilih “Kotak Kosong” dalam Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Memilih “Kotak Kosong” dalam Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Memilih “Kotak Kosong” dalam Pilkada

Tulisan ini semata-mata berangkat dari keprihatinan penulis terhadap fatwa yang berisi “vonis sesat dan zalim” terhadap calon pemilih kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pembahasan ini tidak bermaksud untuk menggiring opini, mengajak, atau menyerukan memilih salah satu dari dua pilihan yang sudah dijamin oleh konstitusi yang sah.



Pertama; “vonis sesat dan zalim” atas calon pemilih kotak kosong adalah vonis yang tidak berdasar sama sekali, baik dalam kacamata agama maupun kacamata hukum negara. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa hak memilih kotak kosong adalah hak yang dijamin oleh undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Karenanya, menghormati hak konstitusi adalah wajib menurut agama.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Dalam Bughyatul Mustarsyidîn, kitab yang berisi tentang ringkasan fatwa para ahli hukum Islam (fuqahâ`) karya Sayyid Abdurrahman (w. 1320 H), mufti Hadlramaut Yaman, pada halaman 189 disebutkan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw





“Wajib mentaati segala perintah pemimpin dalam segala hal yang menjadi kewenangannya”.



Dalam hal ini pemerintah memiliki kewenangan mengatur jalannya Pemilu atau Pilkada, di mana di antaranya dinyatakan bahwa “hak memilih kotak kosong adalah hak yang legal”.






Masih dalam kitab dan halaman yang sama disebutkan:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?



“Kesimpulannya adalah wajib menaati pemimpin dalam setiap perintahnya secara lahir dan batin selama tidak haram atau makruh. Maka (yang semula) wajib, menjadi semakin kuat (kewajibannya atas perintah pemimpin), dan (yang semula) sunnah, menjadi wajib (atas perintah pemimpin) dan demikian juga yang mubah.”




Kesimpulan poin pertama adalah bahwa hak memilih siapa
pun dan apa pun adalah hak konstitusional dan Islam memberikan tambahan legalitas atas hak tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk menganggap sesat calon pemilih kotak kosong, sebagaimana juga tidak ada alasan mengecam secara agama dan negara bagi yang menjatuhkan pilihan kepada pasangan calon.

Kedua; Jika orang yang memberikan fatwa atas sesat dan zalim memilih kotak kosong berdalih bahwa kewajiban memilih pimpinan adalah “memilih orang” bukan “memilih kotak”, maka itu hanya permainan kata-kata belaka.





Semua orang paham bahwa tidak mungkin kotak kosong akan menjadi pemimpin. Ini hanya merupakan permainan kata yang tidak layak disampaikan di muka umum dalam situasi menjelang Pilkada.





Memilih kotak kosong bukan berarti menjadikan kotak kosong sebagai pemimpin, melainkan sebagai bentuk keinginan dilaksanakannya pengulangan Pilkada supaya terbuka peluang pencalonan yang lebih dari satu pasangan calon.





Dalam kacamata agama, hal ini sama sekali tidak ada madlarat-nya, tidak ada kerugiannya. Barangkali ada yang memiliki pemahaman bahwa jika Pilkada diulang, maka akan menghambur-hamburkan anggaran negara. Jika demikian halnya, maka dapat dinyatakan pemikiran seperti berikut: “Dalam Pilkada biasa terdapat pasangan calon lebih dari satu, kemungkinan pengulangan Pilkada menjadi dua putaran juga akan tetap terbuka lebar dan kas negara telah menyiapkan back-up anggaran untuk Pilkada yang berlangsung lebih dari satu putaran.”





Ketiga; Tugas ulama adalah sebagai pengayom ummat, bukan pemberi vonis. Dalam Islam ada aturan “nahnu du’ât, lâ qudlât (kita hanya bisa menyeru, bukan menghakimi)”. Hanya hakim pengadilan yang berhak memberi vonis soal-soal duniawi. Dan hanya Allah yang berhak memberi vonis di akhirat.





Keempat; wajib ditandaskan sekali lagi, bahwa hak memilih apa pun dan siapa pun adalah hak legal dan tidak sesat, apalagi zalim.





Kelima; yang lebih wajib lagi adalah menjaga kesatuan dan persatuan warga baik sebelum maupun sesudah Pilkada.





Tulisan ini hanya ingin memberikan tanggapan terhadap fatwa yang menyatakan “sesat” memilih kotak kosong dalam Pilkada. Apalagi sebenarnya soal nashbul imâm atau memilih pemimpin hukumnya fardlu kifâyah (kewajiban komunal yang cukup ditunaikan oleh satu atau dua orang sebagai perwakilan), bukan fardlu ‘ain (kewajiban individual). Karena itu, memilih kotak kosong dalam Pilkada jelas tidak ada kaitannya dengan sesat atau zalim. Tak kurang dan tidak lebih. Soal menjatuhkan pilihan adalah soal hati nurani, tidak ada yang berhak merampas kebebasan individu untuk memilih “ini” atau “itu”. Wallahu A’lam bi-shshawâb.





Penulis adalah Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 29, 2018

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Pilkada DKI Jakarta kali ini merupakan momen politik paling hiruk-pikuk dan paling panas dalam sejarah pemilihan kepala daerah di Indonesia. Sekalipun hanya peristiwa politik lokal, tetapi daya jangkauannya bersifat nasional mengingat posisi Jakarta sebagai pusat informasi dan rujukan politik nasional. Sedemikian besar energi masyarakat yang digunakan untuk berdebat terkait dengan dukungan yang diberikan kepada masing-masing calon, sampai-sampai banyak urusan penting lainnya terabaikan.

Salah satu yang membuat daya getarnya merambat ke seluruh pelosok Indonesia adalah  keberadaan media sosial. Pada era media cetak masih menjadi andalan publik mencari informasi, sebaran berita sifatnya lokal sehingga pengaruhnya hanya melingkupi daerah di mana media tersebut diedarkan. Medsos mampu menembus batas lokalitas. Apa yang terjadi di satu tempat, dalam waktu sangat singkat, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Sayangnya, informasi yang beredar di medsos susah diverifikasi kebenarannya. Berita palsu atau hoax untuk mendiskreditkan lawan dari masing-masing kubu beredar secara viral  dari grup ke grup tanpa verifikasi kebenarannya yang mengakibatkan kegaduhan di mana-mana. Era posttruth di mana masyarakat mencari penegasan atas keyakinan yang dipeluknya menyebabkan mereka hanya menerima dan membagi informasi yang mendukung keyakinannya. Sifat kritis untuk memeriksa informasi dari dua belah pihak sudah hilang. Yang terjadi selanjutnya adalah, dukungan pada satu calon semakin militan.




Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Media sosial, dengan sifatnya yang anonim telah menjadi ajang caci-maki pada pihak lain yang  tidak sependapat dengannya. Siapa saja bisa melempar isu tanpa merasa perlu bertanggung jawab atau enggan kepada orang lain yang lebih dihormati sebagaimana terjadi di dunia nyata. Pernyataan-pernyataan yang tidak dibaca utuh, ditanggapi dengan komentar atau cacian sekenanya tanpa berpikir panjang. Dengan mudah dan tanpa pikir panjang, remaja tanggung tanpa ilmu pengetahuan memadai memberi komentar pedas pada kiai terhormat yang tidak sependapat dengannya. Teman yang sebelumnya baik-baik saja di-unfriend karena beda pendapat. Hubungan antarkeluarga besar bisa menjadi kaku, semua akibat ketidakdewasaan dalam mensikapi pilkada dan ketidakkritisan pada berita-berita palsu yang menyertainya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Politik memang kejam, di balik sikap santun yang ditunjukkan para calon di hadapan publik, para tim sukses bekerja dengan segala cara untuk meraih kemenangan. Para buzzer, menciptakan kegaduhan-kegaduhan di masyarakat melalui jaringan media sosial yang dikelolanya. Mereka tidak peduli soal efek sosial yang ditimbulkan dari status-status yang mereka unggah, yang penting, secara pribadi dapat bayaran, dan secara kelompok, target kemenangan dicapai. Fenomena ini bukan hanya di Indonesia, kejadian yang sama terjadi di Amerika Serikat di mana, banyak orang secara pribadi mengambil keuntungan dari mengunggah berita-berita palsu karena masyarakat suka atas informasi tersebut dan kemudian membaginya dengan sukarela. Dengan demikian, situs yang dikelolanya mendapat banyak kunjungan. Dari situlah uang dihasilkan. Faktor inilah yang dinilai oleh sebagian orang sebagai kunci kemenangan Donald Trump.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jika tidak dikelola dengan baik dan diambil pelajaran atas kejadian seperti ini, maka ke depan metode-metode buruk untuk bersaing ini akan terus digunakan, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi dalam peristiwa politik selanjutnya seperti pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019 mendatang.  Obor Rakyat, tabloid abal-abal yang dgunakan untuk menjatuhkan lawan dengan sejumlah berita palsu saat pilpres 2014 sudah cukup meresahkan. Kala itu, cara yang digunakan masih konvensional. Redaksi yang bertanggung jawab masih bisa diminta pertanggungjawabannya di depan hukum.  Informasi di media sosial dengan kecepatan persebaran yang luar biasa, dengan sumber yang tidak jelas, akan memiliki daya rusak yang dahsyat jika digunakan untuk kepentingan negatif.  

Pilkada DKI menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk segera menyiapkan perangkat hukum dan teknologi guna mengantisipasi meluasnya berita palsu pada peristiwa politik di masa mendatang. Sebagai contoh, pemerintah Jerman telah meminta facebook dan aplikasi media sosial lainnya untuk mengambil tindakan lebih guna mengantisipasi penyebaran berita palsu karena adanya anggapan bahwa selama ini perusahaan-perusahaan tersebut belum mengambil tindakan yang memadai atas beredarnya hoax. Jika tidak, maka akan ada denda sangat besar yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan tersebut. Para pemimpin harus mendidik masyarakat bagaimana bersikap lebih rasional dalam menghadapi pilkada karena pilkada bukanlah segalanya, melainkan sesuatu yang rutin digelar. Pusat-pusat layanan untuk memverifiksi kebenaran berita harus ditambah. Sudah banyak komunitas yang peduli terhadap maraknya berita palsu, tetapi ini belum cukup. Semuanya demi menjaga tertib sosial.  

Pilkada DKI Jakarta memang sempurna sebagai sebuah pertunjukan politik. Karakter msing-masing calon beserta kelebihan dan kelemahannya menjadi bahan pujian dan cacian pada kawan dan lawan, untuk menggerakkan dukungan dan mengintimidasi lawan. Menusia memang tidak ada yang sempurna, tapi bukan berarti boleh dicaci dengan semena-mena. Selamat kepada pemenang, pasangan Anies-Sandi. Semoga bisa menunaikan janji yang disampaikan selama masa kampanye. (Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 24, 2018

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perkembangan LP Maarif NU menjadi salah satu tolok ukur kemajuan Nahdlatul Ulama. Bila pendidikan NU baik dan maju secara administratif dan prestasi, maka kualitas organisasi NU akan kelihatan berkembang besar.




Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Pernyataan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Mashum AK saat membuka rapat kerja cabang (Rakercab) LP Maarif NU Kudus di  aula kantor PCNU setempat, Sabtu (10/5).

PCNU Kudus, lanjut KH Ma’shum, memberi perhatian serius terhadap lembaga pendidikan Maarif. Karenanya, pengelalolaan Ma’arif harus baik. Ia mengharap dukungan kerja sama antarpengurus Maarif.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Termasuk pula membiasakan tertib dan disiplin waktu pada saat kegiatan maupun acara musyawarah. Jangan biasakan datang terlambat," ujarnya di hadapan 80 peserta rakercab.

Ia juga meminta keterbukaan LP Maarif dalam mengelola keuangan. "Jangan pat gulipat atau ada yang disembunyikan tanpa koordinasi. Pengurus harus transparan sekaligus bisa dipercaya," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada pengurus LP Maarif, Kiai Ma’shum mengharapkan pengurus menghindari kesalahan yang disengaja. Bila terjadi kesalahan, jajaran pengurus harus saling membenahi dan tidak saling menyalahkan.

Sementara Ketua LP Maarif Kudus Ali Asyhari mengatakan, rakercab dimaksudkan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2008-2013 dan merumuskan program kerja LP Maarif 2013-2018.

"Ke depan Maarif NU akan maju, kompak dan tertib administrasi maupun managemennya," katanya dalam sambutan.

Rakercab diikuti 80 peserta dari unsur pengurus LP Maarif NU Kudus, satuan dinas pendidikan dan pengurus majelis wakil cabang Maarif NU sekabupaten Kudus. Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH CHusnan, Mustasyar PCNU Kudus H Muslim A Kadir, dan Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, AlaSantri, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, January 21, 2018

Filosofi Kenyelenehan Gus Dur

Judul buku : Nyeleneh itu Indah

Penulis : Achmad Mufid AR

Penerbit : Kutub Yogyakarta

Cetakan : 1, 2010




Filosofi Kenyelenehan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Filosofi Kenyelenehan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Filosofi Kenyelenehan Gus Dur

Tebal : 112 halaman

Peresensi : Siti Muyassarotul Hafidzoh*


Persatuan Habib Jawa Timur

Kehebohan ini bermula dari kejadian sederhana. Saat itu, Gus Dur telah diwawancarai oleh majalah Amanah, edisi Mei, 1987, selama lima jam dalam bulan puasa. Gus Dur saat itu tanyai ihwal ide pribumisasi Islam yang dilontarkannya. Gus Dur mencontohkan idenya tersebut dengan bolehnya menggunakan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, sebagai ganti dari assalamu’alaikum.

Saat majalah Amanah tersebar di publik, suara miring langsung menyeruak untuk memojokkan Gus Dur. Bahkan para kiai sepuh di lingkungan nahdliyyin juga resah dengan ulah nakal cucu pendiri NU ini. Tidak tanggung-tanggung, para kiai yang resah dengan Gus Dur ini akhirnya menggelar “pengadilan” buat Gus Dur. Pada 8-9 Maret 1989, sekitar 200 kiai berkumpul di Pesantren Darut Tauhid Cirebon untuk mengadili pemikiran Gus Dur.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sekitar 200 kiai tersebut menyusudutkan dan mendakwa Gus Dur dengan beragam sebutan. Berbagai pertanyaan diajukan para kiai dengan nada marah dan menggugat. Tetapi dengan santai dan percaya diri, Gus Dur saat itu menjelaskan bahwa apa yang dilakukan sebenarnya meniru Wali Songo. Gus Dur ingin mempertemukan antara budaya (al-‘adah) dan norma (syariah). Karena Wali Songo menjadi rujukan utama dalam dakwah NU, bagi Gus Dur, maka melanjutkan metode Wali Songo dalam berdakwah adalah tugas para kiai dan ulama’ di Nusantara.

Walaupun telah menjelaskan panjang lebar ihwal ide pribumisasi Islamnya, tetap saja Gus Dur menjadi tokoh yang terkadung mendapat cibiran dari sebagian kiai. Tak terkecuali kiai sepuh yang sangat disegani saat itu, yakni KH As’ad Samsul Arifin, dari Situbondo. Bahkan Kiai As’ad inilah yang melapangkan jalan Gus Dur menuju Ketua Umum PBNU saat Muktamar NU tahun 1984 di pesantrennya Kiai As’ad sendiri. Karena tidak sepakat dengan Gus Dur, Kiai As’ad menyebut Gus Dur saat itu sebagai kiai ketoprak. 

Peristiwa tersebut menjadi monumen penting untuk membaca Gus Dur sebagai sosok nyeleneh, alias kontroversial. Dan buku  ini berusaha membedah kenyelenehan Gus Dur tersebut dalam sebuah tafsir yang juga nyeleneh, karena kalau menggunakan logika positivistik, maka sulit sekali menemukan ritme gerak pemikiran yang diwacanakan Gus Dur. Kaca mata nyeleneh, namun kritis, menjadi perspektif paling menarik untuk membaca segala kenyelenehan Gus Dur.

Logika yang tidak linier yang digunakan penulis untuk membaca ragam kenyelenehan Gus Dur menjadi menarik, karena melihat Gus Dur bukan dengan tafsir sebagaimana selama ini digunakan publik seperti biasanya. Penulis mampu melihat Gus Dur sebagai sosok yang ingin membuka pencerahan, bukanlah dengan cara umumnya, karena masyarakat santri akan mengalami kelambanan dalam gerak mobilitas vertikalnya.

Beragam gerak nyeleneh Gus Dur kalau didalami dengan seksama, justru mengasyikkan dan menyenangkan. Karena pembaca akan menemukan sesuatu yang baru yang sulit menemukannya dalam berbagai fenomena social yang linier. Gus Dur membuka mata batin pemikiran kita agar tidak terjebak dalam simbolisme yang seringkali ambigu.

Kasus mengganti assalamu’alaikum dengan “selamat pagi” bukanlah keinginan Gus Dur untuk mengganti syariat, tetapi sebuah upaya Gus Dur yang sangat brilian karena berupaya mendekatkan syariat dengan tradisi. Gus Dur juga tidak menginginkan masyarakat terjebak dalam tafsir simbolik apa adanya. Gus Dur ingin menggugah kesadaran beragama umat agar kritis dan terbuka. Beragama bukanlah dengan terikat berlebihan dengan simbol. Karena yang jauh lebih penting adalah memahami substansi dari ajaran agama itu sendiri. Terjebak dalam symbol hanya akan membuat keberagamaan menjadi artifisial dan dangkal. Sedangkan kalau mampu memahami ajaran agama substansi ajaran, maka keberagamaan akan semakin jernih.

Gus Dur menginginkan masyarakat agar tidak terjebak dalam dangkalnya keberagamaan. Dalam sebuah ungkapan dijelaskan bahwa yang dianggap adalah yang substansi, bukan pada sisi luarnya (al-‘ibroh bil jauhar la bil madzhar). Gus Dur menginginkan mutiara (jauhar) dalam keberagamaan, bukan pada kulit luar (madzhar) yang seringkali menipu seseorang. Meneguhkan mutiara dalam bersikap di ruang kehidupan inilah yang selalu diasah Gus Dur dengan berbagai kontroversi pemikiran dan tindakan yang kerap kali tidak dipahami secara jernih oleh warga nahdliyyin maupun bangsa Indonesia .

Berbagai sikap kontroversial Gus Dur lahir mengalir begitu saja. Seperti menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKI), membukam malam puisi Yesus, bekerjasama dengan Israel, gabung dengan Institute Simon Peres, menolak hadirnya kaum sektarian (ICMI), hubungan antar agama, dan sbagainya. Semua gerak kontroversi ini lahir mengalir begitu saja, sehingga public menilainya pun dengan beragam tafsir. Ragam tafsir yang tidak searah dan sepihak itulah justru yang diharapkan Gus Dur, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam tafsir tunggal yang absolute yang hegemonic.

Dengan berbagai uraian renyah dan kritis, Mufid menyajikan buku ini agar kita bisa melihat kontroversi Gus Dur bukan para aras yang serba salah dan serba disalahkan. Tetapi Mufid menginginkan agar kita terus membaca setiap jejak langkah, agar tak kabur dengan fenomena. Gus Dur hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk mengajak kita semua untuk bersikap kritis, teguh dengan prinsip, dan terbuka tanpa harus tersekat.

*Peresensi dalah peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaNu, AlaSantri, Internasional Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, January 19, 2018

Dubes RI untuk Saudi Tolak Honor Haji

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur



Pernyataan mengejutkan dilontarkan Dubes LBBP RI untuk Arab Saudi dan OKI, Agus Maftuh Abegebriel dalam Rapat Evaluasi Haji 2017 di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (6/11). Maftuh menyebutkan karena urusan haji merupakan salah satu misi dan visi utama sebagai Duta Besar maka selama dua tahun musim haji (2016 dan 2017) Dubes menolak honor sebagai petugas haji. 




Dubes RI untuk Saudi Tolak Honor Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI untuk Saudi Tolak Honor Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI untuk Saudi Tolak Honor Haji

“Bagi seorang santri, tak etis kalau saya terima honor harian hanya untuk sebuah pekerjaan yang sudah menjadi kewajiban saya. Saya berpegangan dengan taqdimul adab alal amri (mendahulukan etika ketimbang formalitas), dan tidak semua yang boleh itu otomatis patut,” tegas Maftuh dalam Raker yang dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tampil dengan membawa perangkat WPS (Wireless Presentation System) atau presentasi nirkabel, Dubes Maftuh menampilkan di dua layar besar copy dari surat-surat penting yang diterima dari beberapa menteri dan juga para gubernur Arab Saudi. Slinan surat merupakan balasan dan respons dari Arab Saudi kepada Dubes RI atas kerja sama yang harmonis dan kompak dari pemerintah Indonesia terkait suksesnya penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2017 ini. 

Sehari setelah selesainya semua rangkaian ibadah haji 2017, Dubes RI mengirimkan ucapan terimakasih atas semua fasilitas dan kemudahan dari Kerajaan Arab Saudi kepada seluruh jamaah haji Indonesia. 

KBRI Riyadh mengirimkan 12 Surat untuk semua Menteri terkait, dan dua Gubernur Mekkah Madinah serta tentu saja ke level tertinggi Khadimul Haramain as-Syarifain Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman.  

Persatuan Habib Jawa Timur

Di antara surat apresiasi yang sempat ditampilkan adalah Surat dari Mendagri Arab Saudi Abdul Aziz bin Saud bin Nayif bin Abdul Aziz, dan Menteri Haji dan Umroh yang masih berdarah Indonesia M Saleh bin Taher Benten yang secara khusus mengapresiasi kedisiplinan yang tinggi dari jamaah haji Indonesia.

Dubes juga menampilkan visual tentang alur kuota haji yang merupakan kebijakan tunggal Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Alur kuota Haji berasal dari Raja kemudian dimatangkan di Diwan Malaki (Royal Court, Kantor Pusat Kerajaan, semacam Setneg) baru turun ke Menteri Negara Urusan Luar Negeri, dan terakhir turun ke Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Penambahan kuota istimewa 10 ribu jamaah pada musim haji tahun 2017 merupakan realisasi dari komunikasi Presiden Jokowi dengan Raja Salman, dan juga dengan Prince Mohammed bin Salman dilanjutkan dengan pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Nizar Madani. 

Persatuan Habib Jawa Timur

Disebut kuota istimewa karena hanya Indonesia yang mendapatkan tambahan tersebut.

“Untuk kuota tahun 2018, saya menunggu arahan dari Bapak Presiden karena hal ini merupakan ranah beliau sebagai level tertinggi diplomasi dan kami di KBRI siap menindaklanjuti arahan Bpk Presiden untuk penambahan kuota,” tandas Maftuh Abegebriel yang juga alumni Pesantren Futuhiyyah Mranggen ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaSantri, Tokoh, Kiai Persatuan Habib Jawa Timur