Wednesday, July 18, 2018
PCNU Pamekasan Tanya Kesiapan Mahfud MD Soal Cawapres
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru Palengaan, Pamekasan tersebut menanyakan kesiapan Mahfud MD, andai dipercaya mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019.
Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada Mahfud MD saat menghadiri acara Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh PCNU Pamekasa, Rabu (18/07/2018) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95.
"Apakah Bapak Mahfud siap, jika 2019 mendatang ditunjuk untuk menjadi Cawapres?” tanya Kiai Misbah. Pertanyaan tersebut sontak mengundang tepuk tangan seisi Aula PCNU Pamekasan.
Dalam kesempatan menjawab, Mahfud MD menyebutkan, jika hal tersebut dikembalikan kepaada mekanisme konstitusi.
“Menurut Konstitusi, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden itu diangkat oleh partai politik ataupun partai politik yang berkoalisi,” jawab Mahfud.
Mahfud juga menyebutkan dirinya tetap menunggu keputusan Joko Widodo bersama partai koalisi yang mendukungnya dalam memilih Calon Wakil Presiden.
“Serahkan kepada yang berwenang (partai koalisi.red), jangan rebutan. Negara ini harus selamat. Prinsipnya, Bapak Jokowi sudah tahu siapa yang harus dipilih,” pungkas Mahfud menanggapi pertanyaan.
Friday, February 16, 2018
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian
| Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online) |
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian
Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.
Persatuan Habib Jawa Timur
“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?Persatuan Habib Jawa Timur
Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur Cerita, Daerah, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur
Thursday, February 15, 2018
Hukum Cambuk di Aceh akan Gencar Disosialisasikan
Banda Aceh, Persatuan Habib Jawa Timur
Pelaksana tugas Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) H. Azwar Abubakar mengharapkan sosialisasi hukum cambuk dilakukan lebih gencar kepada seluruh lapisan masyarakat di provinsi itu.
"Masyarakat harus mengetahui, Aceh kini telah memberlakukan hukum cambuk sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah (Pemda) dalam melaksanakan Syariat Islam," katanya kepada pers yang menyertai kunjungannya di Kabupaten Pidie belum lama ini.
Petunjuk teknis pelaksanaan hukum (uqubat) cambuk bagi mereka yang melanggar Syariat Islam dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor.10 tahun 2005 sebagai pengganti Peraturan daerah (Qanun).
Dalam Pergub Aceh itu, setidaknya ditetapkan empat kasus pelanggaran Syariat Islam yang harus dikenakan hukum cambuk, yaitu berdjudi, berduaan ditempat gelap dengan pasangan bukan muhrim, minum minuman keras dan berzina. "Pergub ini, sudah diterapkan di Aceh sejak 10 Juni 2005," kata Gubernur Azwar Abubakar.
Dalam sosialisasi berlakunya hukum cambuk bagi masyarakat Aceh di wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Kabupaten Pidie, ia mengatakan pemerintah konsisten menlaksanakan hukum cambuk itu.
Menurut dia, masyarakat di Aceh harus menyadarai, pelaksanaan hukum cambuk tersebut jangan dianggap sebagai beban, tetapi sudah menjadi keharusan sebagai komitmen kita melaksanakan Syariat Islam secara kaffah (menyeluruh).
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bireuen Mustafa A Glanggang menyatakan masyarakat di daerahnya kini sudah siap melaksanakan hukum cambuk, guna menjadikan daerahnya sebagai wilayah yang bebas dari berbagai bentuk kejahatan. "Masyarakat bersama ulama dan masyarakat di Bireuen sudah sepakat untuk melaksanakan Syariat Islam secara kaffah," katanya.
Syariat Islam dilaksanakan di Nanggroe Aceh, setelah lahirnya Undang-Undang Nomor.44/1999 tentang pengisian Keistimewaan Aceh, guna "memerangi" permainan judi yang akhir-akhir ini dinilai semakin marak di Kabupaten Bireuen.
Ulama terkenal di Aceh Barat, Teungku HM Nasir Waly Lc, menyatakan dukungannya kepada pemerintah daerah yang telah mengeluarkan Pergub Nomor.10/2005 tentang teknis pelaksanaan hukum cambuk di daerah "Serambi Mekah" ini. "Saya sependapat, bagi siapa saja yang melanggar Syariat Islam harus dicambuk," katanya.(ant/mkf)
Persatuan Habib Jawa Timur Daerah, Budaya Persatuan Habib Jawa Timur
| Hukum Cambuk di Aceh akan Gencar Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hukum Cambuk di Aceh akan Gencar Disosialisasikan
Thursday, February 8, 2018
Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini
Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat dipastikan akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Oktober 2016 di di Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, Garut. Surat undangan dan jadwal acara telah PCNU Kabupaten Sumedang.
| Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online) |
Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini
Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Jujun Juhanda mengapresiasi pelaksanaan Konferwil ke-17 tersebut."PCNU Sumedang sangat mengapresiasi dan akan mendukung penuh kegiatan Konferwil PWNU Jawa Barat ini. Ini Konferwil yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga NU Jawa Barat," katanya Sabtu, (8/10).
Jujun menambahkan, PCNU Sumedang siap mengirimkan peserta dan penggembira dalam Konferwil tersebut. Banser Sumedang akan dikirimkan satu hari menjelang hari H untuk membantu pengamanan dalam berjalannya Konferwil.
Persatuan Habib Jawa Timur
“Semoga Konferwil bertema "Meneguhkan khidmat jamiyyah untuk umat dan bangsa" ini berjalan lancar dan penuh khidmat serta dapat terpilih ketua dan rais PWNU Jawa Barat yang kompeten dan kapabel,” tutup Jujun.Berdasarkan surat undangan, Konferwil akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)?
Persatuan Habib Jawa Timur
Dari Nu Online: nu.or.idPersatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, Jadwal Kajian, Daerah Persatuan Habib Jawa Timur
Wednesday, February 7, 2018
Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok
Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.
“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.
| Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok
Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”
“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
“Di mana kamu meletakkannya?”PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.
Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.
Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.
“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.
“Empat puluh dinar.”
“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”
“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”
Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggeledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.?
“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”
“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.
Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”
Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.
Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani.? (Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Monday, February 5, 2018
Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik
Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 tidak hanya menerangkan ihwal hubungan organisasi NU dengan politik, tetapi juga hal-hal mendasar lainnya terkait soal ibadah kepada Allah SWT dan soal kemasyarakatan.
| Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik (Sumber Gambar : Nu Online) |
Khittah NU 1926 Tak Hanya Bicara Hubungan NU-Politik
"Khittah NU mencakup tujuan didirikannya NU, gerakan-gerakan NU dan lain-lain yang sudah dilupakan banyak orang. Kalau orang bicara khittah itu ya bicara hubungan NU dengan PKB, PPP dan partai politik lainnya. Padahal khittah bukan itu," kata Mustasyar PBNU KH Muchit Muzadi di sela-sela acara Puncak Peringatan Harlah Ke-82 NU di Jakarta, Ahad (3/1).Pada Muktamar Ke-27 tahun 1984 secara resmi NU kembali ke "Khittah NU 1926" dan ditandai dengan keluarnya NU dari PPP dengan kembali menjadi organisasi sosial keagamaan sebagaimana saat didirikan pada 31 Januari 1926. Karena itu pembicaraan Khittah NU sering dikaitkan dengan urusan politik saja.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
"Saya termasuk orang yang terlibat dalam proses kembali ke khittah itu. Saya tahu persis ceritanya. Khittah NU itu ya dasar agamanaya, akidahnya, syariatnya, tasawufnya, faham kenegaraannya, dan lain-lain," kata kiai Muchit.Keputusan Muktamar Ke-27 NU di Situbondo, Jawa Timur, pada pasal pengertian khittah menyebutkan bahwa Khitthah Nahdlatul Ulama adalah landasan berfikir, bersikap clan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta daIam setiap proses pengambilankeputusan.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Landasan tersebut adalah faham Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan di Indonesia, meliputi dasar-dasar amal keagamaan maupun kemasyarakatan. Khitthah Nahdlatul Ulama juga digali dari intisari petjalanan sejarah khidmahnya dari masa ke masa.Kiai Muchit menegaskan, khittah NU dalam masalah kenegaraan misalnya terkait dengan persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahwa dalam khittah NU, NKRI sudah final, dan NU tidak sepakat dengan pemberlakukan hukum Islam secara legal formal. "Jadi Khittah NU itu adalah NU secara keseluruhan," katanya.
Dalam keputusan Muktama Ke-27 itu juga disebutkan bahwa sebagai organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari umat Islam Indonesia.
Namun dijelaskan juga bahwa NU senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan, toleransi, kebersamaan dan hidup berdampingan baik dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan atau agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Sunday, February 4, 2018
Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik
Untuk mengumpulkan santri santrinya yang saat ini tersebar di seluruh penjuru tanah air, setiap bulan maulud, Habib Luthfi menggelar acara mauludan di samping untuk memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, juga untuk mengumpulkan para santrinya? yang ribuan jumlahnya. Acara mauludan yang digelar selalu lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan hadir secara khusus bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Apalagi beberapa kegiatan penunjangnya seperti? nikah masal, pawai panjang jimat dan pentas musik samer El Balasik asal Jember Jawa Timur dua malam berturut turut, menjadikan suasana peringatan terasa lebih hidup.
| Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik (Sumber Gambar : Nu Online) |
Habib Luthfi, Kanzus Sholawat, dan Kepiawaiannya Bermusik
Bahkan, untuk menjamu ribuan tamu yang hadir pada acara mauludan, Habib Luthfi tidak mengalami kesulitan yang berarti. Pasalnya, segala ubo rampe hidangan seperti kambing, beras, dan lain lain sudah disiapkan santri-santrinya dari berbagai pelosok di tanah air. Sehingga panitia tinggal mengatur dan mendistribusikan saat acara berlangsung. Bahkan sejak 10 tahun terakhir terjadwal secara rutin menggelar maulid keliling di beberapa daerah dan saking padanya jadwal hingga bulan Syawal masih ada kegiatan maulid Rasulullah SAW.Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kegiatan mauludan yang digelar pada tahun 1437 Hijriyah kemarin merupakan kegiatan rutin tahunan santri santri Habib Luthfi. Bahkan jauh sebelumnya telah pula diadakan, meski secara sederhana. Namun sejak lima belas tahun terakhir, dimana sejak dibangunnya gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr. Wahidin Pekalongan, kegiatannya semakin intensif. Tidak saja peringatan mauludan saja yang digelar. Akan tetapi beberapa kegiatan lainnya seperti pengajian malam reboan, Rabu pagi dan Minggu pagi selalu mengisi gedung Kanzus Sholawat.Sebegitu pentingkah acara itu sehingga menjadi magnet bagi masyarakat secara luas? kegiatan peringatan mauludan memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya yang oleh santri santri senior di panggil abah. Sebagai ulama berpengaruh, beliau sering menjadi rujukan pendapat, baik masalah sosial, politik, ekonomi, budaya dan keagamaan. Sehingga rakyat jelata hingga pejabat tinggi pun seringkali datang ketemu beliau untuk sekadar silaturahim hingga minta fatwa.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Suatu ketika Jamal Mirdad seorang seniman musik asal Jepara mampir ke rumah Habib Luthfi. Oleh Habib kemudian diantar ke salah satu sudut ruangan yang berisi seperangkat alat musik dan hasil rekaman suaranya, tampak sekali kekaguman Jamal atas suara dan kreasi musik yang dihasilkan. Pasalnya untuk mencapai tingkat kualitas yang diperlukan hingga masuk dapur rekaman diperlukan berbagai persiapan, ternyata Habib Luthfi tidak memerlukan waktu yang cukup lama.Sebagai ulama yang sangat disegani oleh masyarakat, musik sudah merupakan bagian dari kehidupan Habib Luthfi. Apalagi ayahandanya juga seniman musik yang amat disegani pada waktu itu, sehingga tidak heran jika Habib Luthfi di samping ahli dibidang agama juga mahir memainkan seperangkat alat musik, terutama piano.
Bagi Habib, bermusik adalah sebuah sarana untuk bergaul dengan siapa saja, terutama dengan anak-anak muda dan komponen masyarakat yang heterogen, bagaimana membuat daya tarik sehingga mereka mengikuti kita. Apalagi para pendahulu ulama salaf juga pernah menekuni bidang musik, seperti Jalaluddin Ar Rumi dengan bermusik dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Musik yang menurut sebagian ulama dianggap bidah dan haram, justru oleh Habib Luthfi menjadi hiburan sehari-hari. Tidak saja sebagai penikmat musik, akan tetapi beliau juga ahli memainkan alat-alat musik dan mengarang lagu, terutama alat musik piano/organ. Di rumahnya saat ini saja ada seperangkat alat musik gambus yang siap dimainkan sewaktu-waktu. Bahkan untuk mengaktualisasikan hobinya, Habib Luthfi memiliki satu grup musik gambus yang biasa disebut “marawis”. Puluhan lagu irama padang pasir mengalun melalui dentingan jari-jari seorang ulama besar, siap menyirami kalbu yang gersang oleh denyut nadi kehidupan dunia yang semakin tak menentu.
Bahkan untuk memberikan nuansa lain pada peringatan maulid, Habib tak segan segan memanggil grup musik ternama seperti Balasyik asal Jember Jawa Timur, juga menggelar pentas wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal. Maka lengkaplah kehidupan seorang ulama Habib Luthfi bin Ali bin Yahya yang ahli dalam bidang agama dan membaur dengan masyarakat dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya. Sesekali dalam waktu senggangnya, dirinya selalu menyempatkan menekan tombol tut tut piano yang berada di salah satu ruangan rumahnya dan mengalunlah dentingan irama padang pasir yang cukup dikenal dan akrab di telinga kita, baik irama klasik maupun modern.
Penempatan kembali muktamar thariqoh ke-10 Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah di Pekalongan pada tahun 2005 kemarin sempat memunculkan kecurigaan dari berbagai pihak dengan ingin tampilnya kembali Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai Rais Aam Jatman. Pasalnya
pada muktamar ke-9 lima tahun silam juga telah digelar di tempat yang sama dan menghasilkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Rais Aam. Meski akhirnya muktamirin sepakat kembali mememilih dan menunjuk Habib Luthfi untuk menjadi Rais Am yang kedua kalinya. Akan tetapi tudingan itu ditepis oleh Habib Luthfi. Yang jelas keinginan Pekalongan sebagai tuan rumah bukan atas kehendak dirinya, akan tetapi merupakan keputusan rapat pleno pengurus Idarah Aliyah.
Sebenarnya Lampung juga telah menyatakan siap, akan tetapi para pengurus yang sudah sepuh-sepuh itu keberatan jika muktamar diletakkan di luar Jawa. Akhirnya Pekalongan kembali ditunjuk sebagai tuan rumah, ujar Habib suatu ketika. Hal ini tak lain adalah semata-mata demi kemudahan pelaksanaan saja. Baginya, jabatan merupakan amanah dan tidak bisa diminta-minta. Dimanapun tempatnya, dirinya menyatakan siap diposisikan. Pasalnya, seseorang yang ingin berjuang bukan harus pada jabatan ketua
umum saja. Artinya, pengabdian dan perjuangan dapat dilakukan seseorang sesuai dengan kemampuannya masing masing dan saya siap mendukung siapapun yang terpilih, ujarnya.
Bahkan pada saat digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kota Pekalongan, Habib Luthfi tidak berada di Pekalongan, beliau malah sedang ada acara di Jawa Timur. Toh demikian seluruh peserta musda sepakat menempatkan kembali Habib Luthfi menjadi Ketua Umum MUI Kota Pekalongan untuk yang kedua kalinya di gedung Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan di Kota Pekalongan. Kehadiran gedung Kanzus Sholawat sejak sepuluh tahun terakhir ini telah memberikan andil yang tidak sedikit terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus Islam melalui perbagai kegiatan yang digelar setiap hari, mingguan maupun tahunan.
Bangunan gedung yang cukup megah bantuan dari para aghniya yang peduli terhadap perkembangan Islam di Kota Pekalongan telah mampu menjadi magnet tidak saja bagi masyarakat di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Akan tetapi masyarakat dari berbagai penjuru yang setiap hadir hadir secara? bergelombang baik untuk sekadar transit setelah menempuh perjalanan jauh maupun untuk menemui tokoh ulama kharismatik yakni Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Belum lagi masyarakat tidak jarang menggunakan untuk keperluan sosial, tempat diskusi hingga kajian-kajian
keagamaan seperti pengajian Selasa malam khusus untuk bapak-bapak, pengajian Rabu pagi khusus untuk ibu-ibu, pengajian Jumat Kliwon maupun majelis-majelis tahunan seperti nikah maulid dan peringatan maulid Nabi Agung Muhammad SAW hingga tempat penyelenggaraan kegiatan tingkat
nasional yakni Muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah ke-9 dan ke-10.
Melihat nilai manfaat yang dirasakan masyarakat cukup nyata, tentu saja pengurus/pengelola Gedung Kanzus Sholawat berusaha untuk dapat memenuhi segala sarana maupun prasaran yang menjadi penunjang kegiatan agar masyarakat yang hadir dapat merasa nyaman. Bahkan Kanzus Sholawat sebagai pusat kegiatan keagamaan telah berkali kali dikunjungi oleh Mursyid Thariqah manca negara, duta besar negara sahabat hingga Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono beserta Hj Ani Yudhoyono dan beberapa menteri Kabinet Indonesia bersatu. (*)
KEGIATAN KANZUS SHOLAWAT
Mingguan :
• Pengajian rutin Selasa malam “Kitab Ihya Ulumuddin”
• Pengajian rutin Rabu pagi “Kitab Fathul Qorib”
Bulanan :
• Pengajian rutin Jum’at Kliwon pembacaan kitab “Jami’ Ushulil Aulia”
• Pengajian Jum’at Legi pembacaan “Dalailul Khoirot”
• Ahad Pahing pengajian thariqah khusus ibu-ibu.
Tahunan :
•? ? ? Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW
• Nikah Maulid
• Pawai Panjang Jimat Pekalongan
• Pembacaan Dalailul Khoirot
• Pembacaan Kitab Ihya Ulumuddin dan manaqib
• Khotmil Qur’an
• Rangkaian Haflah Maulid Rasulullah di 60 tempat
• Halal bi Halal tanggal 2 Syawwal
Sekretariat :
Jalan dr. Wahidin 70 Pekalongan Jawa Tengah Phone / Fax. 0285-427997
*)? Penulis adalah Ketua PC LTN NU Kota Pekalongan dan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw tinggal di Kota Pekalongan Jawa Tengah
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Daerah, Nusantara Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Friday, February 2, 2018
BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan melibatkan pondok pesantren untuk merehabilitasi para pengguna narkoba.
| BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online) |
BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba
"Rehabilitasi tidak hanya dilakukan dari sisi medis, akan tetapi juga dari sisi mental atau rohani. Oleh karena itu, kami akan melibatkan pengasuh pondok pesantren," kata Kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno di Sumenep, Jumat.Sejak terbentuk pada 29 September 2015, BNN Sumenep secara berkala menggelar sosialisasi bahaya narkoba ke publik, baik di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, maupun pesantren.
"Dalam kegiatan tersebut, kami sekaligus mengajak warga untuk berperan aktif mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika, termasuk mendukung program BNN untuk merehabilitasi korban," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini, pengasuh dua pesantren di Sumenep bersedia untuk menjadi mitra BNN.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
"Kami memang diperkenankan melibatkan elemen luar untuk merehabilitasi korban narkotika. Nantinya elemen luar yang bersedia dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BNN akan ditetapkan sebagai lembaga rehabilitasi," katanya.Sejak beberapa waktu lalu, BNN Sumenep melakukan pemetaan untuk mencari dan menjaring pemangku kepentingan lainnya guna terlibat dalam rehabilitasi.
"Selain dua ponpes, ada satu rumah sakit di Sumenep yang bersedia menjadi mitra kerja BNN. Namun, untuk sementara, lembaga milik mereka belum ditetapkan sebagai tempat rehabilitasi. Saat ini masih dalam proses pemetaan," ujarnya.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Bambang juga mengemukakan, pada tahun ini BNN Sumenep fokus menyiapkan klinik pratama sebagai tempat rehabilitasi."Kami menargetkan klinik pratama tersebut bisa beroperasi pada 2017. Sementara untuk elemen luar yang akan kami libatkan dalam program rehabilitasi korban narkotika masih dalam pemetaan atau belum diformalkan," katanya. (Antara/Mukafi Niam)
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Wednesday, January 31, 2018
PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017
| PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online) |
PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017
Ketua Panitia HSN Kabupaten Rembang, Hamzah Iklil menyebutkan perayaan HSN tersebut merupakan bentuk dukungan dalam menyatukan dan mengingat kembali bahwa santri mempunyai peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, tepat 22 Oktober 1945 dimana KH Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad yang berhasil mengusir penjajah.“Perayaan ini rencananya akan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu-Ahad, 21-22 Oktober berpusat di Alun-alun Kota Rembang. Kegiatan bertemakan Santri Rembang untuk Nusantara,” kata Hamzah, Ahad (15/10).
Adapun bentuk perayaan, Hamzah menyebut sebelum hari H akan diisi Dzikir Pesisir, Pembacaan Sholawat Nariyah, Parade 1001 Rebana, dan Diskusi Kebangsaan.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
“Tepat di hari puncak acara akan dimeriahkan Apel Hari Santri, dan Kirab Bendera merah,” ujarnya.Pria yang juga pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Rembang menuturkan momentum tersebut juga merepukan bentuk syiar dan dakwah, serta tempat berkumpul para kiai.
“Kami ingin sekali mendatangkan warga Rembang yang sudah berkiprah di tingkat nasional untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Rembang, khususnya para santri,” tambah Hamzah.
Beberapa tokoh akan dihadirkan diantaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, KHYahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, KH M Arwani Tomafi, M Imdadun Rahmat, Puthut EA, Maryono. Selain itu juga diundang perwakilan banom NU, para kiai, santri, dan semua warga Rembang.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Peringatan Hari Santri Rembang juga didukung Kemkominfo dan Bank BTN. (Onji/Kendi Setiawan)Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tuesday, January 30, 2018
Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan
Bengkulu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Wakil Presiden RI, H. Hamzah Haz menyatakan bila bangsa Indonesia sudah melaksanakan shalat dan membaca Al Qur’an dengan baik, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa teladan di dunia.
"Bila umat 85 persen Islam di Indonesia melaksanakan hablum minallah dan hablum minannas yang diujudkan dengan shalat dan baca qur’an, Insya Allah bangsa Indonesia akan jadi bangsa teladan," kata Hamzah Haz, dalam sambutannya ketika menutup STQN ke XVII di Kota Bengkulu, Minggu malam.
Untuk bisa menjadi bangsa teladan itu, umat Islam haruslah mampu membangun ahlakul qorimah yang diimplementasikan dengan shalat lima waktu tepat waktu begitu azan dikumandangkan.
Begitu juga dengan kegiatan membaca al qur’an jangan hanya dilaksanakan pada saat akan seleksi dan musabaqah saja, tapi harus dilakukan dirumah, dimajelis taklim serta dikhatamkan.
Hamzah menekankan yang diperlukan sekarang adalah akhlak yang mulia. Masjid lebih cepat dalam membentuk ahlakul qarimah dan untuk mengatasi keadaan sekarang tidak cukup dengan tertib hukum.
Wapres yang akan mengakhiri jabatannya Oktober 2004 mendatang itu meminta pihak terkait agar menempatkan Depertemen Agama dan Departemen Pendidikan sebagai pilar pembangunan guna memperbaiki akhlak kepribadian Bangsa Indonesia.
"Krisis kepribadian bangsa Indonesia saat ini dinilai oleh bangsa lain sangat merosot seperti Amerika mengangap negara kita sebagai jaringan terorisme dan juga negara nomor enam korupsi terbesar di dunia," ujar mantan Menko Kesra itu.
Kini kondisi bangsa Indonesia makin memprihatinkan dengan maraknya perjudian, penyalahgunaan narkoba yang sudah merusak generasi muda serta pornografi. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar didunia seharusnya Indonesia mampu memberikan teladan kepada negara lain dengan memiliki pribadi yang akhlaqul karimah.
Dalam kaitan STQN yang merupakan bagian penting dalam membangun akhlak, sudah seharusnya pendidian agama diberikan biaya lebih besar dari sekolah umum. Hal itu didasari dari dua manfaat sekaligus yang dihasilkan dari sekolah agama yaitu mencetak manusia yang memiliki otak/intelektual dan kedua berhati mulia.
"Kalau sekolah umum hanya otak saja, tapi jiwa dan hati masih kosong hingga akhlak jadi runtuh karena anak tak dididik dengan pendidkan agama memadai," ujarnya.
Tugas guru dan ustadz jauh lebih berat daripada guru dipendidikan umum. Oleh karena itu ia mengharapkan gubernur, walikota dan bupati untuk mengalokasikan dana pendidikan besar dibidang agama.(mkf/an)
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
| Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Shalat dan Al Quran Jadikan Indonesia Bangsa Teladan
Monday, January 29, 2018
Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU
| Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU
Pada pertemuan tersebut turut hadir Mustasyar PCINU Sudan DR Muhammad Sulaiman selaku Ketua Majlis Dakwah Kementerian Wakaf dan Irsyad, Rais Syuriyah PCINU Mirwan Akhmad Taufiq, Wakil Rais Syuriah Abdussalam, Wakatib Syuriah Zainul Alim dan A’wan Lian Fuad.?Rais Syuriyah menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri yang telah menerima kami atas nama Pengurus NU Sudan, dan memperkenalkan Nahdhatul Ulama lebih dekat lagi kepada bapak menteri, dan menyampaikan gagasan acara pertemuan sufi internasional yang dimotori oleh Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang akan diadakan di Indonesia Mendatang.
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Nahdlatul Ulama adalah Organisasi kemasyarakatan yang terbanyak pengikutnya, yang memiliki tujuan menjaga ajaran-ajaran ahli sunnah wal jamaah, memiliki lembaga dan lajnah, diantaranya terdiri dari Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang berkecimpung menangani thariqah-thariqahnya di Indonesia yang ? saat ini dipimpin oleh Habib ali Lutfi bin Yahya. ?Menindaklanjuti pertemuan internasional sufi di Kota Malang, lanjut mirwan, Para Ulama bersepakat untuk membuat jaringan thariqah se-dunia yang disebut “Majma’ As-Sufi Al-Alami”, dengan tujuan menjalin tali silaturahim, menyatukan thariqah di berbagai belahan dunia yang belum terorganisir serta semangat untuk megakkan kalimat tauhid dan mempelopori terwujudnya perdamaian dunia.?
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Selain itu, Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan juga menyampaikan rasa bahagia dan senang, ketika mendengar sekilas dakwah perjalanan Nahdlatul Ulama di Indonesia.?Kami merasa bahagia bisa bertemu dengan PCINU Sudan, dakwah yang dibawakan oleh Nahdlatul Ulama yang menganut paham Ajaran ahli sunnah wal jamaah, dengan mengikuti 4 mazhab dalam fikih, Imam Ghazali dan Imam Junaidi dalam Tasawuf, Abu Musa Al-As’ari dan Abu Hasan al-maturidi dalam bidang teologi, bisa diterima di masyarakat sehingga banyak dari manusia dapat masuk Islam melalui dakwah-dakwah tersebut.?
“Kita selaku hamba Allah SWT dituntut untuk berdakwah, mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran yang dibawa oleh Allah dan Rasulnya untuk menghidupkan citra Islam Rahmatan Lilalamin dan itu termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
“Pertemuan ini semoga hubungan baik antara Sudan dan Indonesia dapat terjalin dengan baik dan kita akan mengundang PCINU Sudan dalam kegiatan-kegiatan atau even-even nanti,” tambahnya.?
Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam
Kontributor : Zainul Alim
Dari Nu Online: nu.or.id
PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Bahtsul Masail, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sunday, January 28, 2018
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU
Hal ini dia sampaikan lewat Staf Ahli mendikbud Hari Budiman ketika memberika sambutan di pembukaan Rakernas IPPNU, Jumat (23/12) di Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan.?
| Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU
“Untuk Rakernas IPPNU ini, saya berharap mampu menghasilkan, pertama, agar rakernas ippnu mampu menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran bernas sebagai sumbangsih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta khususnya upaya-upaya perjuangan perdamaian terhadap perempuan,” ujarnya.Kedua, IPPNU mampu meningkatkan konsolidasi internal dan melakukan mepitalisasi organisasi menuju organisasi pembelajaran yang modern yang sesuai dengan visi kebangsaan NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang beragam.
Ketiga, membekali seluruh pengurus dan Anggota organisasi dengan keterampilan abad ke-21 yaitu insan yang mampu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komuniksi yang baik dan mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bangsa.
Persatuan Habib Jawa Timur
Keempat, seluruh aktivitas ippnu agar berlandaskan nilai-nilai utama dalam gerakan nasional Revolusi mental yaitu integritas,kerja keras dan gotong royong, untuk tampil ke depan mendukung terwujudnya gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.“Kelima, IPPNU sangat diharapkan mampu mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Dan khusunya memperkuat peran perembuan sebagai ibu bangsa dan melahirkan generasi emas di tahun 2045 mendatang,” tandas Hari Budiman. (Anty Husnawati/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Persatuan Habib Jawa Timur
Persatuan Habib Jawa Timur Daerah, Pahlawan, Bahtsul Masail Persatuan Habib Jawa TimurWednesday, January 24, 2018
PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana
Kali ini, pilot project pelatihan ini dilakukan di Ponpes Nurul Islam Jember, Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, dan Pesantren Assidiqiyyah Jakarta. Masing-masing pesantren melibatkan 200 orang.
Project Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM NU) Ir. Avianto Muhtadi, MM, yang tengah berada di Jember mengungkapkan terdapat 18 pilot project yang akan digarap sampai tahun 2009 di daerah-daerah riskan bencana. Jika target tersebut tercapai, akan terdapat 3600 kader siaga bencana.
| PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online) |
PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana
“Dari kader-kader yang sudah terlatih itu, diharapkan bisa mmbentuk kelompok-kelompok siaga bencana yang berbasis santri dan masyarakat. Paling tidak mereka sudah punya bekal,” tukas Avintao kepada kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Kamis.Untuk memfasilitasi pelatihan ini, CBDRM NU membuat modul penanganan bencana ala NU yang bisa dijadikan panduan. Istimewanya, modul ini memasukkan pendekatan keagamaan yang menjadi ciri khas NU.
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Assiten II Pemkab Jember Fadalah yang menjadi narasumber dalam pelatihan itu menyambut baik progarm tersebut. Menurutnya, dalam menangani bencana, Pemkab memang tidak bisa sendirian, Satkorlak juga kewalahan. Karena itu, Pemkab perlu membangun sinergi dengan segenap elemen masyarakat. “Nah, kalau ini NU yang memulai lebih dahulu, saya angkat jempol”, ujarnyaUstadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Pelatihan penanganan bencana di Jember berlangsung pada 27-31 Maret. Para peserta diambil dari 5 desa yang merupakan daerah rawan bencana. (ary).Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
