Friday, February 2, 2018

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.




Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes

Nur Azizah, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Brebes Nur Azizah SPd berkeinginan keras menyelamatkan menu-menu tradisional khas Brebes yang nyaris punah. Satu-persatu menu dikumpulkan dan dibuat ulang dengan penampilan yang mengundang selera hati untuk bernostalgia saat menyantapnya.

“Saya khawatir, menu tradisional khas Brebes punah sehingga harus kita selamatkan bersama-sama,” ungkap Azizah saat ditemui di MAN Brebes 01 Jalan Yos Sudarso Brebes, Awal Juli 2015 lalu.

Menurut alumni UNNES, lebih dari 50 menu tradisional yang harus dilestarikan. Namun dirinya baru membuat ulang 17 menu tradisonal khas Brebes. Antara lain Kapal Burak, Randa Keci, Jalabia, Bandeng Lumpur, Randa Kemul, Sate Blengong dan lain-lain.

“Saya akan membukukannya untuk disebarluaskan ke masyarakat dan dijadikan bahan ajar,” tutur guru Tata Boga yang mengajar sejak 2008 ini.




Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madrasah ini Selamatkan Menu Tradisional Khas Brebes

Dengan dibukukannya menu tradisional tersebut, tidak lagi ada yang mengklaim makanan khas tersebut dari mana berasal. “Para siswa juga harus mengerti benar dan menghargai warisan nenek moyang yang sehat dan alamiah,” terang istri dari Teguh Mulyono SPd dan ibu dari M Raihan Bagaskara (12) dan Maudi Nafizatus Zahra (7).

Dari kemahirannya memasak tradisional, ia menjadi pemenang pada ajang lomba masak ibu dan anak di Masak Musikal di ANTV tahun 2011 silam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya membuat masakan menu tradisional khas Brebes, ternyata kata Juri waktu itu menarik dan bernilai gizi tinggi,” ungkapnya.

Dia diganjar hadiah Rp 100 juta dan hadiah tersebut waktu itu bisa untuk membuat rumah di jalan Limbangan Baru B3, Brebes. “Sungguh bahagia, karena hadiah saat itu bisa bikin rumah,” kenangnya sembari tersenyum.

Terakhir, Azizah juga menjadi juara 1 lomba menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Jawa Tengah. Anak didiknya juga selalu menjadi juara 1 ketika ikut berlomba ditingkat Kabupaten.

Apa yang dilakukan Guru kelahiran Brebes 21 Juni 1976 ini menjadi inspirasi bagi rakyat Brebes untuk melestarikan menu tradisional yang ternyata bernilai gizi tinggi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jejak langkah Azizah tidak hanya berkutat menularkan ilmunya di MAN saja. Tetapi bersama Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Darma Wanita Kabuapaten Brebes tanpa henti mensosialisasikan dan menularkan ilmunya kepada warga masyarakat. “Saya setiap saat menjadi tutor dan juri diberbagai kesempatan,” ucapnya.

Untuk menambah penghasilannya, dia membuka kafe kupat blengong di Jogja Mall Brebes. Ditempat itu juga dibuka konsultasi tentang berbagai menu tradisional bagi yang ingin mengembangkannya.

“Yang penting saya berbuat yang terbuat untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (Wasdiun)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Sumenep, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan melibatkan pondok pesantren untuk merehabilitasi para pengguna narkoba.




BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

BNN Libatkan Pesantren untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba

"Rehabilitasi tidak hanya dilakukan dari sisi medis, akan tetapi juga dari sisi mental atau rohani. Oleh karena itu, kami akan melibatkan pengasuh pondok pesantren," kata Kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno di Sumenep, Jumat.

Sejak terbentuk pada 29 September 2015, BNN Sumenep secara berkala menggelar sosialisasi bahaya narkoba ke publik, baik di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, maupun pesantren.

"Dalam kegiatan tersebut, kami sekaligus mengajak warga untuk berperan aktif mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika, termasuk mendukung program BNN untuk merehabilitasi korban," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini, pengasuh dua pesantren di Sumenep bersedia untuk menjadi mitra BNN.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami memang diperkenankan melibatkan elemen luar untuk merehabilitasi korban narkotika. Nantinya elemen luar yang bersedia dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BNN akan ditetapkan sebagai lembaga rehabilitasi," katanya.

Sejak beberapa waktu lalu, BNN Sumenep melakukan pemetaan untuk mencari dan menjaring pemangku kepentingan lainnya guna terlibat dalam rehabilitasi.

"Selain dua ponpes, ada satu rumah sakit di Sumenep yang bersedia menjadi mitra kerja BNN. Namun, untuk sementara, lembaga milik mereka belum ditetapkan sebagai tempat rehabilitasi. Saat ini masih dalam proses pemetaan," ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bambang juga mengemukakan, pada tahun ini BNN Sumenep fokus menyiapkan klinik pratama sebagai tempat rehabilitasi.

"Kami menargetkan klinik pratama tersebut bisa beroperasi pada 2017. Sementara untuk elemen luar yang akan kami libatkan dalam program rehabilitasi korban narkotika masih dalam pemetaan atau belum diformalkan," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur

Menyeruaknya tuntutan seputar penghapusan lembaga sensor film di Indonesia, membuat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kebakaran jenggot. Betapa bahaya tuntutan semacam itu bila dikabulkan.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengingatkan, adanya tuntutan untuk menghapuskan lembaga sensor itu merupakan salah satu bentuk perang opini.




Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Sensor Film Harus Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Sensor Film Harus Diperkuat

Ia mengharapkan agar umat Islam memperhatikan masalah itu. “Sebab kalau mereka menang, bisa lepas semua aturan-aturan yang ada. Mau jadi apa negara ini,” katanya saat ditemui Persatuan Habib Jawa Timur di Kanwil NU Jatim pada Rabu (23/1) lalu.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Sekarang ini masih ada badan sensor saja kita bebas menikmati tayangan berbau kekerasan, pornografi, dan lainya. Apa jadinya kalau lembaga itu tidak ada,” lanjutnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Kedungtarukan Surabaya itu, bencana yang telah sekian banyak mengoyak negeri ini adalah akibat dari semakin jauhnya masyarakat dari kebenaran.

"Masyarakat sudah terlanjur jauh dari agama dan kejujuran. Kini, malah muncul tuntutan semacam itu, yang malah akan membuka pintu bencana lebih besar lagi," katanya.

Kiai Miftah meyakini, sebagian kalangan yang menginginkan dihapuskannya lembaga sensor itu akibat otak mereka telah dicuci oleh para “juragan”. Menurutnya, setiap gerakan yang merusak keyakinan masyarakat, baik berupa narkoba, aliran sesat maupun penghapusan lembaga sensor, dipastikan ada juragan besar di belakangnya.

Merekalah yang mengatur dan membiayai gerakan itu. “Tujuannya agar Indonesia semakin mumet. Kalau sudah begitu akan mudah dikalahkan,” tandasnya.

Ada indikasi kesengajaan untuk memancing perkara peka semacam itu. Sebab penduduk muslim di Indonesia adalah terbesar di seluruh dunia, demikian juga ormas Islamnya, yang terbesar di seluruh dunia. Jika rusak Indonesia, maka rusak pula sebagian besar umat Islam di dunia.

Oleh karena itu, secara tegas Kiai Miftah mengambil sikap mengharapkan agar lembaga itu tetap dipertahankan. Keberadaannya sebagai filter budaya dan akhlak bangsa masih sangat dibutuhkan di negeri ini.

Bahkan tidak hanya itu, ia mengharap agar posisinya diperkuat dan kontrol semakin diperketat. “Kita harus menutup setiap pintu kemungkinan mereka memanfaatkan celah,” kata Kiai Miftah. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kyai, News, Pesantren Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 1, 2018

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menggelar Kongres XV pada 25-28 November 2015 di Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi dalam organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama ini.

Kongres GP Ansor akan digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5, Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta. Kongres akan diikuti oleh sekitar 3.000 utusan dari unsur pimpinan pusat, pimpinan wilayah, dan pimpinan cabang se-Indonesia.




GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ziarahi Makam Pendiri Muhammadiyah

Sebelum Kongres digelar, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan di antaranya pada hari ini Senin (23/11) dilaksanakan Ziarah ke makam sejumlah tokoh dan alim ulama di Yogyakarta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ziarah yang diikuti oleh Kader GP Ansor, khususnya Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) yakni ke makam KH Moenawir, KH Ali Maksum.

GP Ansor juga akan menziarahi makam pendiri dan tokoh Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan di Karangkajen dan Ki Bagus Hadikusumo di Kuncen. “Ini adalah bagian dari tradisi GP Ansor dan NU untuk selalu menghormati dan menghargai para pendahulu kita yang telah banyak berjasa,” kata Alfa Isnaeni, Ketua Satuan Koordinasi Nasional BANSER di sela-sela acara Ziarah, Senin (23/11/2015).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah itu kemudian ziarah ke makam KH Nur Iman Mlangi. Terakhir ke makam KH Mufid Masud, pendiri Pesantren Sunan Pandanaran.

Alfa menambahkan, melalui ziarah ini kader-kader Ansor dan Banser berharap dapat barokah, mengambil hikmah sejarah? dan inspirasi dari perjuangan mereka untuk umat, bangsa, negara dan agama.

“Kami berharap Kongres XV GP Ansor di Yogyakarta nanti berjalan sukses, mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru untuk bangsa Indonesia, dan ummat,” kata Alfa.

Kongres XV GP Ansor

Kongres adalah forum tertinggi untuk pengambilan keputusan. Kongres XV GP Ansor akan membahas dan menetapkan sejumlah keputusan-keputusan penting terkait dengan arah dan kebijakan organisasi, masalah kebangsaan, dan keummatan.

Kongres XV juga akan melaksanakan regenerasi kepengurusan Pimpinan Pusat GP Ansor dalam periode 5 tahun mendatang. Kongres XV GP Ansor mengambil tema “Menjaga Keutuhan Bangsa, memperkuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan.”

Kongres XVGP Ansor juga dirangkai dengan kegiatan Silaturahmi Akbar, Apel BANSER, Pameran dan Bazaar, Dialog Sosok Inspiratif dan Sukses, Khalaqoh Kiai Muda,? Batsul Massail, hingga Pentas Seni dan Budaya.

GP Ansor

Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP Ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. (Faktkhul Maskur/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, Kiai, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa dunia Islam memerlukan dukungan PBB dan menyerukan proses damai jangan ditunda guna mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara.?

Solusi Dua Negara ini telah cukup lama diutarakan kepada Israel, namun belum ada langkah konkret apapun menuju ke sana, kata Presiden di Balai Sidang Jakarta, Senin.




Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Israel berada di tanah yang sama dengan tanah di mana Palestina berdiri. Sejak 1967, aneksasi militer dan politik internasional Israel secara ilegal bekerja pada Palestina dan semua warganya di sana.

Jalur Gaza menjadi contoh sempurna soal ini, di mana Israel hanya membuka satu pintu, Rafah, sebagai satu-satunya jalur keluar dan masuk warga Palestina ke Jerusalem.?

Posisi dan sikap Indonesia soal kemerdekaan Palestina, menurut Presiden Jokowi, sangat jelas dan tetap, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Presiden Jokowi pun menyitir pernyataan Presiden RI 1945-1966 Soekarno (Bung Karno) pada 1962 bahwa selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menantang penjajahan Israel.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI, yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam, mengadakan konperensi tingkat tinggi luar biasa (KTT LB) membahas kemerdekaan Palestina dan perdamaian Tanah Kudus (Al Quds) Jerusalem di Jakarta, 6 dan 7 Maret 2016. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Karangasem, Persatuan Habib Jawa Timur. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karangasem, Bali mengawali agenda Safari Dakwah Ramadhan 2017 di Masjid Nurul Yaqin Kampung Islam Gelumpang, Senin (5/6). Safari ini merupakan agenda rutin tahunan, yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan.




Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Ketua PC GP Ansor Karangasem, Hazli Hidafi mengungkap bahwa safari ramadhan 2017 ini momentum untuk merajut kembali tali persaudaraan yang akhir akhir ini sempat mengalami goncangan.

"Ansor sebagai bagian dari aktor pemersatu bangsa, memiliki tanggungjawab moral untuk terus menyuarakan semangat persatuan dan keharmonisan, salah satunya dengan bersilaturahim ke simpul simpul masyarakat pada bulan suci ini," terangnya.

Lebih lanjut, Hazli menyayangkan adanya beberapa kelompok yang mengatasnamakan Islam selalu menggunakan ayat suci dan hadis nabi justru sebagai pemicu perpecahan dan perselisihan.

"Tentu ini masalah serius, karena Islam sebagaimana yang diajarkan kiai kiai NU, tak pernah mengajarkan demikian, justru kita harus menyebarkan pemahaman keislaman yang rahmatal lil alamin," tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebagaimana yang telah diagendakan, Safari Ramadhan GP Ansor Karangasem tahun ini akan dilanjutkan di Kampung Islam Jeruk Manis, Kampung Islam Nyuling, Kampung Islam Gerembeng, dan akan diahiri di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Amlapura Karangasem. (Abraham Iboy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Nahdlatul, Bahtsul Masail, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur