Showing posts with label Bahtsul Masail. Show all posts
Showing posts with label Bahtsul Masail. Show all posts

Friday, March 2, 2018

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Para karyawan dan staf kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, mulai dari satpam sampai cleaning service, juga tak mau ketinggalan ? menonton film ‘Sang Kiai’. Karena itu, Sabtu (2/6) di Bioskop 21 TIM.




Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Karyawan dan PKL di PBNU Juga Nonton Bareng

Mereka mengikuti acara nonton bareng film yang menceritakan sejarah kebesaran dan nasionalisme pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Koordinator acara Kholili Muhammad menjelaskan, acara dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan PBNU untuk menonton film ‘Sang Kiai’ secara lengkap.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kemarin pada saat acara Harlah NU kan baru potongan-potongan film yang dipertunjukkan,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, para karyawan PBNU merupakan bagian dari keluarga besar NU dan warga Nahdliyyin yang sepatutnya turut meneladani KH Hasyim Asy’ari atau paling tidak dapat mengetahui bagaimana sosok utama pendiri organisasi Islam terbesar tempat para karyawan itu sekarang mengabdi.

KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankannya, yakni melalui Resolusi Jihad 10 November 1949.?

“Apa yang dilakukan Hadratusysyaikh itu merupakan penggalan pengorbanan NU sebagai pengejawantahan semangat kebangsaan yang tidak bisa diragukan lagi komitmennya,” ungkap Idy Muzayyad, yang menginisiasi dan menfasilitasi acara nonton bareng tersebut.

Idy yang pernah menjadi ketua umum IPNU periode 2006-2009 menambahkan, tanpa Resolusi Jihad bisa saja perjalanan bangsa ini akan berbeda. ?

“Sangat mungkin kalau Mbah Hasyim tidak mencetuskan Resolusi Jihad, maka kondisi bangsa akan kembali ke alam penjajahan, atau setidaknya bangsa Indonesia akan lebih lama lagi berada dalam alam penindasan,” katanya.

Karenanya, orang NU harus bangga terhadap sejarah Resolusi Jihad dan keunggulan politik kebangsaan KH. Hasyim Asy’ari. Harapannya, generasi NU sekarang tidak sekedar berhenti di kebanggaan terhadap tokoh pendahulu, tiba berikhtiar dengan kuat dan benar untuk meneruskan serta mengaktualisasikan keluhuran politik tokoh pendiri NU.

Acara nonton bareng yang diikuti 100-an orang itu juga mengajak para pedagang kaki lima di sekitar PBNU dan sebagian pengurus Banom dan Lajnah, antara lain IPNU, IPPNU, Ansor, Warga NU DKI dan lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sholawat, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 24, 2018

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Duta Besar Norwegia Stig Traavik bersama First Secretary First Hana Ryba Cervenka dan Uskup Gereja Norwegia Gunnar Stålsett bersilaturahmi ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/11). Rombongan diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.




Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Rombongan dari Norwegia dalam kesempatan itu mengeluhkan perihal situasi mutakhir di dunia yang diwarnai kekerasan atas nama agama, di antaranya yang dilakukan oleh ISIS. Mereka juga menyinggung soal teror mengerikan yang terjadi di Perancis.

Dalam pertemuan itu, PBNU menyatakan secara tegas mengutuk berbagai bentuk terorisme atas nama Islam, termasuk yang memakan korban nyawa di Perancis, baru-baru ini. Kang Said, sapaan akrab Ketum PBNU, mengatakan terorisme bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Indonesia, imbuh Kang Said, melalui Pancasila telah menyelesaikan hubungan kusut antara Islam dan negara. NU bersama ormas-ormas Islam moderat lain berkomitmen menjaga Indonesia dengan segenap kebhinnekaannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menjawab pertanyaan Gunnar Stålsett pandangan NU tentang syariat Islam, Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Effendy Yusuf yang turut menyambut saat itu mengatakan, sebagai organisasi Islam NU taat terhadap syariat, meski tak memaksakan masuk ke konstitusi.

Bagi NU, kata Slamet, hukum Islam mesti kontekstual dengan situasi kekinian. Bentuk formal negara Islam juga bukan sesuatu yang harus diperjuangkan selama nilai-nilai Islam menjiwai dasar negara dan peraturan perundang-undangan.

Kepada rombongan, PBNU juga menegaskan moderatisme Islam ala NU bisa berkembang menjadi pandangan alur umum dunia Islam di berbagai negara. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua PBNU H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 22, 2018

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendesak agar pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan para tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi yang overstay karena tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja.




Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

“Kami mendesak pemerintah segera memulangkan TKI overstay di Arab Saudi agar tidak menimbulkan ekses yang tidak menyenangkan dan berkepanjangan. Ini juga untuk menjaga martabat dan harga diri bangsa,” kata KH Said Aqil Siroj, ketua umum LPOI di Jakarta, Kamis (7/11).

Berdasarkan laporan Antara, ribuan tenaga kerja Indonesia yang dokumen keimigrasiannya melebihi batas waktu izin tinggal (overstay) meninggalkan Jembatan Palestine Street menuju Imigrasi Sumayshi, Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Area di bawah Jembatan Palestine Street pada hari ini lengang. Ribuan TKI overstayers itu, sejak Ahad malam (3/11) hingga Senin dini hari (4/11), dibawa petugas Imigrasi Saudi ke Imigrasi Sumayshi," kata Syech Razie Ali Maula Dawilah, Penasihat Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi, kepada Antara, Selasa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Informasi dia terima dari para TKI, mereka diminta menyediakan uang tiket pulang. Sebagian besar, kata Razie, merasa berat karena selama masa amnesti mereka mengeluarkan banyak biaya.

"Mereka pun diminta membawa barang-barang perlengkapan secukupnya dan tidak membawa barang berlebih seperti tas koper," kata Razie, yang pernah bekerja selama empat tahun di Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum memberi lampu hijau pemulangan massal. Pemulangan dari Imigrasi Sumayshi ini, menurut dia, akan cepat jika TKI overstayers punya uang membeli tiket. 

Sebaliknya, bagi TKI overstayers yang tidak punya uang harus menunggu uang bantuan pemulangan dari pengusaha-pengusaha Saudi turun. Tiket bantuan ini, kata Razie, juga untuk warga negara lain, bukan hanya Indonesia. 

Razie menjelaskan, warga negara asing, termasuk TKI overstayers, yang mendapat kesempatan pulang lebih awal adalah mereka yang masuk ke Arab Saudi dengan visa haji dan umrah atau jika ada kebijakan pemulangan massal TKI overstayers dari pemerintah Indonesia.

Bersama para TKI overstayers itu, terdapat juga anak-anak, perempuan hamil, dan kaum manula. Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi mengimbau pemerintah Indonesia bisa secepatnya merealisasikan pemulangan massal mereka.

"Mereka sempat ditempatkan di area terbuka karena petugas imigrasi harus mendata satu per satu TKI overstayers sebelum masuk pusat deportasi. Sekarang ini sudah selesai pendataan dan mereka sudah masuk ke gedung pusat deportasi," kata Razie. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail, Pertandingan, Kajian Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Banyaknya tantangan berupa pendangakalan Aswaja hendaknya menyadarkan semua pihak untuk semakin giat dalam menyapa umat. Mereka harus semakin intensif didatangi agar tidak sampai dimasuki oleh paham lain yang cenderung merusak.

"Para pemimpin umat, khususnya pegiat Aswaja jangan hanya menyukupkan ceramah sesuai jadwal yang ada, tapi semakin giat memantau perkembangan di akar rumput," kata Ustadz Idrus Ramli, Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Ahad (13/3), saat menjadi narasumber pada kegiatan Daurah Aswaja Internasional lil Gawagis se-Jawa Timur.




Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Menurutnya,? kalangan penyerang amaliyah NU kerap memanfaatkan tempat ibadah seperti mushalla dan masjid yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya. "Dari mulai mencoba aktif sebagai tenaga kebersihan, menjadi muadzin hingga akhirnya menguasai jadwal imam rawatib dan pengajian di masjid dan mushalla yang ada," terangnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan para tokoh agama adalah dengan terus berupaya menyapa masyarakat di luar jadwal pengajian rutin yang dimiliki. "Karena mereka akan menguasai tempat ibadah yang jarang disapa dan dikunjungi tokoh agama di komunitas tersebut," ungkapnya.

Bagi Ustadz Idrus, kelebihan kelompok yang sering menguasai masjid dan mushalla tersebut adalah konsistensinya dalam menjaga dan menguasai jadwal ibadah. "Maklum, mereka didukung oleh pendanaan yang besar, sehingga tidak lagi disibukkan dengan kegiatan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya," katanya.

"Saya yakin, pemahaman peserta daurah tentang Aswaja sudah benar dan tidak diragukan karena berasal dari kalangan gus dan ning yang notabene adalah putra-putri kiai serta pengampu pesantren," jelasnya. Namun, yang sangat mendesak adalah bagaimana jadwal menyapa dan mendampingi masyarakat awam kian ditingkatkan agar merasa semakin terayomi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kegiatan yang diikuti ratusan gus dan ning utusan dari kota dan kabupaten se-Jatim tersebut, Ustadz Idrus berharap ada rutinan pengajian yang diisi tokoh agama setempat agar umat tidak kecolongan. "Kalau kerap menyapa umat dan warga, pasti mereka akan terus merasa hormat," katanya.

Ustadz Idrus Ramli menjadi narasumber pertama pada kegiatan yang berlangsung di aula PWNU Jatim, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Narasumber lain adalah Ustadz Maruf Khozin (Surabaya), Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman al-Khauli al-Rifai al-Husaini (Lebanon) serta KH Marzuki Mustamar dari Malang. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 18, 2018

Islam Ramah dan Pondok Pesantren

Oleh Suwendi






Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Ramah dan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Ramah dan Pondok Pesantren



Seperti yang dimaklumi bersama, Indonesia merupakan negara yang amat besar. Negara ini telah dikaruniakan oleh Allah SWT dengan limpahan kenikmatan yang beragam. Bentangan luas wilayah dari Sabang sampai Merauke, dengan luas daratan sepanjang 1.922.570 Km2 dan luas perairan 3.257.483 Km2, yakni terletak di antara 6° LU sampai 11° LS dan 95° BT sampai 141° BT. Ia memiliki setidaknya 17.000 pulau. Posisinya terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga dikenal sebagai posisi silang (cross position).?

Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang beragam, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang dimiliki.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kondisi agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia juga demikian beragam. Setidaknya ada 6 agama yang berkembang di Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Berdasarkan Data Jumlah Penganut Agama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, penganut agama Islam merupakan mayoritas, yakni sebanyak ? 207.176.162 jiwa (87,18%), disusul dengan penganut Kristen Protestan sebanyak 16.528.513 jiwa (6,96%), Katolik sebanyak 6.907,873 jiwa (2,91%), Hindu sebanyak 4.012.116 jiwa (1,69%), Buddha sebanyak 1.703.254 jiwa (0,72%), dan Kong Hu Cu sebanyak 117.091 jiwa (0,05%).

Sebagai agama mayoritas, Islam yang hadir di Indonesia merupakan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil’alamin, yakni Islam yang memiliki karakter tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (tenggang rasa) dan berkarakter keindonesiaan. Islam lahir dan berkembang selaras dengan kondisi budaya dan tradisi Indonesia.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Relasi antara Islam dengan Indonesia yang dikembangkan di Indonesia mengambil format relasi substansialisik. Yakni, Indonesia bukanlah negara yang secara formal menjadi negara Islam, tetapi negara yang substantif menjamin keberlangsungan dan memenuhi semua kebutuhan dalam menjalankan kehidupan semua agama, termasuk agama Islam.?

Demikian juga, Islam di Indonesia adalah Islam yang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat muslim di Indonesia memiliki militansi kebangsaan (nasionalisme) yang bersatu padu dengan semangat keagamaan (keislaman). Masyarakat muslim memperjuangkan keindonesiaan dengan tanpa melupakan keislamannya; demikian juga Islam-Indonesia adalah Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keindonesiaan dan menegakkan jati diri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Antara Islam dan Indonesia, keduanya tidak bisa dipisahkan. Inilah karakter Islam yang berkembang di Indonesia.

Dalam kondisi seperti ini, Islam di Indonesia sangat menghargai keragaman dan perbedaan baik agama, pendapat, maupun budaya. Perbedaan-perbedaan agama dan kultural ini tidak dipapahami sebagai lawan yang harus disisihkan, tetapi sebagai kawan sekaligus kekayaan bangsa yang terus dipelihara dan menjadi perekat bangsa.?

Semua itu dapat disatukan dan diikat dalam satu pandangan yang sangat prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disusun oleh pendiri bangsa Indonesia yang kemudian dikenal dengan 4 Pilar Berbangsa-Indonesia, yakni Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pilar berbangsa dan bernegara inilah yang menjadi penguat dan landasan bagi seluruh bangsa Indonesia sehingga Islam di Indonesia tampil dengan Islam yang penuh kedamaian.

Indonesia menjadi berpenduduk mayoritas muslim dan mengembangkan Islam yang rahmatan lil’alamin sesungguhnya itu tidak dapat dilepaskan dari peranan pondok pesantren. Melalui jaringan intelektual yang dikembangkan oleh pondok pesantren dan alumninya yang kemudian berperan dan mengakar pada sejumlah lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah diniyah takmiliyah yang tersebar di setiap peloksok desa dan kelurahan, majelis taklim yang tersebar di hampir setiap RT dan RW, serta pengisi acara di sejumlah ceremoni peringatan hari besar Islam, serta tokoh-tokoh agama di tengah masyarakat pedesaan dan perkotaan, penyebaran dan penanaman nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas sangat nyata. Dalam amatan sederhana, mereka-mereka inilah yang sesungguhnya sangat berperan dalam mempertahankan Islam di tengah masyarakat Indonesia.?

Pondok pesantren merupakan dunia tradisonal Islam yang mampu mewarisi dan memelihara kesinambungan tradisi Islam yang dikembangkan ulama dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu. Ketahanan lembaga pesantren agaknya secara implisit menunjukkan bahwa dunia Islam tradisi dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah perkembangan zaman.?

Keniscayaan bahwa pesantren tetap utuh hingga kini itu bukan hanya disebabkan oleh kemampuannya dalam melakukan akomodasi-akomodasi tertentu, tetapi juga lebih banyak disebabkan oleh karakter eksistensialnya. Karakter yang dimaksud adalah, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Nurcholish Madjid, seorang cendekiawan muslim Indonesia, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan.?

Di samping berkarakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman keagamaan Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak radikal. Jauh dari doktrin terorisme, saling mengkafir-bid’ahkan, apalagi pembenaran atas gerakan takfiri dan letupan-letupan bom bunuh diri. Dalam kondisi Indonesia yang begitu pluralistik, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.?

Kita patut untuk melakukan revitalisasi atas budaya yang berkembang di pondok pesantren. Di antara budaya dimaksud pesantren adalah budaya ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan saling gotong royong. Di pondok pesantren, dilatih dan dibiasakan untuk mendapatkan kekuatan dan semangat menimba ilmu pengetahuan yang tinggi. Para santri diajari dengan berbagai disiplin ilmu yang sangat luas sehingga tidak picik dan berwawasan sempit serta tidak mudah menyalahkan pendapat orang lain.?

Di pondok pesantren, para santri juga dilatih untuk saling membantu antar sesama. Meski santri itu berasal dari daerah yang berbeda, jika ia?

kehabisan bekal atau uang, dibantu dengan semampunya. Rasa persaudaraan antar santri benar-benar ditumbuhkembangkan dalam suasana kebersamaan di pondok pesantren. Demikian juga, para santri terbiasa dengan melakukan kegiatan secara bergotong royong, yang di sebagian pesantren dikenal dengan sebuta ro`an. Kebersihan, keamanaan, dan upaya melakukan perbaikan suatu bangunan di sekitar pesantren, dilakukan secara bersama-sama dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.?

Budaya-budaya yang berkembang di pesantren ini sangat tepat untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara luas. Jika budaya-budaya yang sudah terbiasa dilaksanakan di pesantren itu diterapkan di masyarakat, diyakini masyarakat Indonesia akan menjadi damai, tenteram, dan bahagia.

Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam pembinaan masyarakat, termasuk dalam mengasah nilai-nilai kebangsaan dan keumatan. Oleh karenanya, pondok pesantren patut untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa ini, dengan pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin.

Penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Olahraga, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 10, 2018

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).




RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

“Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafi’atul Umami, Ph.D.

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. “Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing,” ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 9, 2018

Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak

Sukoharjo, Persatuan Habib Jawa Timur. Cuaca yang agak tidak bersahabat tak membuat luntur semangat sejumlah ibu, untuk mengikuti pengajian “Selagi Berkah”, yang diselenggarakan Bidang Hidmat Muslimat NU Sukoharjo, Jawa Tengah.




Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Sukoharjo Diingatkan Tentang Pola Pengasuhan Anak

Kegiatan pada Sabtu (22/11) tersebut diadakan di Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Acara diawali dengan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji.

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap Selasa Legi keliling dari satu daerah ke daerah lainnya. Kali ini yang bertindak tuan rumah, yakni Ranting Makamhaji,” terang salah satu pengurus, Nyai Hj. Murtafi’ah Mubarokah.

Persatuan Habib Jawa Timur

Ditambahkan Nyai Murtafi’ah, selain pembacaan maulid, pada kesempatan itu, para jamaah juga mengikuti pembacaan sema’an Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan ceramah dari pengasuh Pondok Al-Muayyad Windan, KH M. Dian Nafi’.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam ceramahnya, Kiai Dian menerangkan tentang metode pendidikan terhadap anak, berdasarkan pada keterangan ayat di Surah Maryam.

“Maka Ibu-ibu Muslimat juga perlu diperkuat pengetahuannya terkait pendidikan kepada anak, agar juga dapat menjadi teladan yang baik dalam pengasuhan anak,” tutur Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara tasyakuran, Senin (10/11) malam ini. Presiden Jokowi secara formal menyematkan gelar kepahlawanan Mbah Wahab, Jumat (7/11) lalu.

Dalam acara yang akan dilakasanakan di Gedung PBNU lantai 8 pukul 19.00 WIB ini, dijadwalkan hadir para menteri kader NU, perwakilan pihak keluarga Kiai Wahab, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.




PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Selain keluarga Mbah Wahab, testimoni juga akan diberikan Wakil Ketua Umum PBNU H. As’ad Said Ali sebagai pengusul gelar pahlawan tersebut.

Persatuan Habib Jawa Timur

PBNU seperti yang dikonfirmasi oleh pihak sekretariat, Herman, Senin (10/11) di Jakarta, menegaskan, bahwa acara ini hanya bertajuk tasyakuran atas anugerah pahlawan nasional Mbah Wahab.

Herman juga menjelaskan, perjuangan selama 2 tahun dalam mengusulkan Mbah Wahab menjadi pahlawan nasional patut menjadi kebanggaan seluruh warga NU agar semakin meneladani sosok Kiai Wahab dalam mengabdi, berdakwah, berbangsa, dan bernegara.? (Fathoni/Mahbib)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 1, 2018

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Karangasem, Persatuan Habib Jawa Timur. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karangasem, Bali mengawali agenda Safari Dakwah Ramadhan 2017 di Masjid Nurul Yaqin Kampung Islam Gelumpang, Senin (5/6). Safari ini merupakan agenda rutin tahunan, yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan.




Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Karangasem Bali Rajut Persaudaraan Lewat Safari Ramadhan

Ketua PC GP Ansor Karangasem, Hazli Hidafi mengungkap bahwa safari ramadhan 2017 ini momentum untuk merajut kembali tali persaudaraan yang akhir akhir ini sempat mengalami goncangan.

"Ansor sebagai bagian dari aktor pemersatu bangsa, memiliki tanggungjawab moral untuk terus menyuarakan semangat persatuan dan keharmonisan, salah satunya dengan bersilaturahim ke simpul simpul masyarakat pada bulan suci ini," terangnya.

Lebih lanjut, Hazli menyayangkan adanya beberapa kelompok yang mengatasnamakan Islam selalu menggunakan ayat suci dan hadis nabi justru sebagai pemicu perpecahan dan perselisihan.

"Tentu ini masalah serius, karena Islam sebagaimana yang diajarkan kiai kiai NU, tak pernah mengajarkan demikian, justru kita harus menyebarkan pemahaman keislaman yang rahmatal lil alamin," tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebagaimana yang telah diagendakan, Safari Ramadhan GP Ansor Karangasem tahun ini akan dilanjutkan di Kampung Islam Jeruk Manis, Kampung Islam Nyuling, Kampung Islam Gerembeng, dan akan diahiri di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Amlapura Karangasem. (Abraham Iboy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Nahdlatul, Bahtsul Masail, Kajian Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo yang digelar di aula MWCNU Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (2-3/1), menetapkan Muhammad Mahmuda sebagai Ketua PMII Sidoarjo periode 2016-2017. Mahmuda terpilih setelah unggul dengan 10 suara dari Doni Gunawan yang memperoleh 5 suara.

Konferensi dihadiri seluruh Pengurus Komisariat PMII se-Sidoarjo dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny, Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha), Universitas Sunan Giri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sebagai peninjau dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida). Muhammad Mahmuda berasal dari IAI Al-Khoziny sedangkan Doni Gunawan dari Umaha.




Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

"Rasa bangga yang telah kami dapat atas dukungan sahabat/sahabati mulai dari awal hingga akhir yang telah memperjuangkan. Kami akan menjalankan putaran organisasi ini dan selalu berkoordinasi dengan komisariat hingga rayon se-Sidoarjo, serta selalu bersikukuh untuk menjalan putaran organisasi dengan baik demi PMII ke depannya lebih baik," kata Mahmuda, Ahad (3/1) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, ke depan masih banyak program yang perlu diperbaiki. Seperti menghidupkan kembali komisariat PMII STKIP PGRI Sidoarjo, membuat website resmi Pimpinan Cabang PMII Sidoarjo, merintis rayon di setiap komisariat yang belum memiliki rayon, serta program unggulan lainnya. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh PK PMII se-Sidoarjo.

Gigin Anggi Zuarinsa, mantan Ketua PC PMII Sidoarjo berpesan kepada ketua terpilih supaya menjadi pemimpin yang ikhlas dan sabar dalam mengabdi di PMII. Gigin berharap program-program yang baik supaya dilanjutkan, dan dapat memperbaiki yang belum sempurna.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Program yang belum terealisasi adalah pembuatan website cabang, perintisan LSO bidang ekonomi serta menghidupkan lagi komisariat Ronggowarsito STKIP. Untuk itu, saya berpesan kepada Ketum yang baru supaya tetap sabar dan ikhlas melanjutkan program tersebut. Tidak hanya itu saja, pengawalan kaderisasi di semua komisariat se- Sidoarjo khususnya komisariat Umsida dan Unusida," ungkap Gigin.

Ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabat M Mahmuda menjadi Ketua PC PMII Sidoarjo masa gerak 2016-2017. "Semoga bisa membawa PMII Sidoarjo lebih maju dan jaya serta sanggup menegakkan kalimat Tuhan (Allah). Salam Pergerakan," ucapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Sejumlah kegiatan mengiringi peringatan Satu Abad Madrasah dan 191 Tahun Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Ahad (22/5). Setelah bersepeda keliling kota dan wilayah sekitar pesantren serta tanam pohon, pihak pesantren menyelenggarakan kontes burung.

"Lomba ini juga sebagai mata rangkai dari peringatan seabad madrasah dan keberadaan pesantren yang memasuki usia 191 tahun," kata Muhammad Abdullah Rifan kepada media ini, Senin (23/5).




Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati 1 Abad Madrasah, Pesantren Tambakberas Gelar Kontes Burung

Kontes burung juga dimaksudkan untuk semakin mengenalkan keberadaan Pesantren Tambakberas, sebutan untuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum kepada seluruh lapisan masyarakat. "Kita ingin, kalangan komunitas pecinta burung dan masyarakat secara lebih luas bisa semakin kenal dengan pesantren," kata Gus Rifan.

Dengan mengenalkan pesantren lewat komunitas pecinta burung, keberadaan pesantren khususnya Tambakberas kian dikenal masyarakat. "Tidak hanya pecinta burung, kita sapa juga penggemar tanaman bonsai," kata pengajar Madrasah Muallimin-Muallimat di Pesantren Tambakberas tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Harus diakui bahwa tidak banyak kalangan masyarakat yang mengenal dengan baik keberadaan pesantren," katanya. Karena itu, dengan menyapa dan menghadirkan komunitas pecinta burung sebagai cara terobosan, mereka diharapkan semakin akrab dengan pesantren, lanjutnya.

Kontes burung juga dimaksudkan sebagai sarana untuk mendongkrak perekonomian warga. "Karena di sini mereka juga dapat melakukan transaksi jual-beli yang saling menguntungkan," terang Gus Rif’an.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Serba Guna KH Abdullah Said ini ternyata diminati komunitas burung lintas kota. "Bahkan ada peserta dari Blora, termasuk tentunya dari berbagai kota di Jawa Timur," tegasnya.

Dalam catatan panitia, setidaknya ada 498 peserta yang mengikuti kontes burung tersebut. "Ini melebihi perkiraan yang ditargetkan panitia yakni sekitar 300 peserta," ungkapnya. Para peserta datang dari Ngawi, Madiun, Surabaya, Ponorogo, Nganjuk, Lamongan dan kota lain di Jawa Timur.

Kehadiran pengunjung juga sangat membanggakan. "Lebih dari dua ribu pengunjung yang melihat dan menikmati kontes burung ini," katanya. Mereka dengan seksama menyaksikan seluruh kontes dari mulai jam 11.00 hingga 17.00 WIB.

Dari pihak pesantren tampak hadir Ketua Majlis Pengasuh Pesantren Tambakberas KH Muhammad Hasib Wahab dan Ketua Panitia Peringatan 1 Abad Madrasah dan 191 Tahun Pesantren Tambakberas Jombang KH M Fadlulloh Malik. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masyarakat Madura Jarang Akses Berita Toleransi

Sumenep, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mayoritas masyarakat Madura, Jawa Timur, masih jarang mengakses pemberitaan terkait toleransi atau perdamaian. Karena itu media perlu ikut mempromosikan isu-isu toleransi dan perdamaian.

Demikian hasil survei Search for Common Groud Indonesia dan Asian Muslim Action Network yang bekerja sama dengan Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM PPA) di tiga kabupaten di Madura, yaitu Sumenep, Pamekasan, dan Sampang.




Masyarakat Madura Jarang Akses Berita Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Madura Jarang Akses Berita Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Madura Jarang Akses Berita Toleransi

Dari hasil survei terungkap, masyarakat yang jarang mengakses pemberitaan tentang toleransi sebanyak 40,7 persen, sering 34,3 persen, sering sekali 9.8 persen, jarang sekali 2,8 persen, tidak pernah 6,5 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 6,5 persen.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Survei tersebut dilakukan kepada 350 responden dengan sasaran anak muda dan rumah tangga pada tanggal 12-14 Mei 2014. Pemaparan hasil survei disampaikan di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Rabu (16/7) di hadapan tokoh agama.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua PCNU Sumenep A Pandji Taufiq mengatakan, pemberitaan terkait dengan toleransi dan perdamaian di Madura memang tidak banyak tersentuh media.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh karenanya, ia mendorong media untuk memberikan porsi yang dominan dan gencar mempromosikan isu-isu toleransi dan perdamaian.

"Peran media sangat penting untuk menggiring opini publik. Oleh karenanya, media harus ikut andil dalam promosi kedamaian dan toleransi," tuturnya. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hablu minal Alam, NU Pasirwangi Tanam 3000 Pohon

Garut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 



Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Kecamatan Pasirwangi, Garut memotori Gerakan Kemanusiaan Penyelamatan Hutan dan Lingkungan-Tatar Sunda (GERAKPAHALA-TS). Gerakan tersebut melibatkan masyarakat, Paskibra, dan Muspika Pasirwangi pada Ahad (21/5).

Mereka turun menjaga lingkungan dengan menanam 3.000 pohon di Pasirwangi agar Garut tidak dihantam banjir bandang lagi di kemudian hari. 




Hablu minal Alam, NU Pasirwangi Tanam 3000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Hablu minal Alam, NU Pasirwangi Tanam 3000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Hablu minal Alam, NU Pasirwangi Tanam 3000 Pohon

Ketua Pelaksana GERAKPAHALA-TS, Yunus menyampaikan, tujuan gerakan tersebut sebagai wujud pengimplementasian nilai-nilai hablu minal alam.

“Kita sebagai manusia membutuhkan terhadap alam untuk kelangsungan manusia di masa sekarang dan masa yang akan datang,” katanya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, Garut pada tahun lalu dilanda bencana banjir bandang yang menyebabkan ratusan nyawa melayang. Hal itu akibat kurang harmonisnya antara masyarakat dengan alam. 

“Banjir bandang tersebut menjadi pengingat untuk kita agar selalu merawat dan menjaga alam demi kemaslahatan bersama.”

Penanaman pohon, lanjutnya, sebagai edukasi bagi masyarakat agar mampu menjaga lahan-lahan yang digarap tetap memberi manfaat kepada anak cucu di masa yang akan datang. (Muhammad Salim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Oleh: Slamet

Pelbagai kasus kekerasan, anarki dan teror atas nama agama atau yang dilakukan oleh kaum beragama sebenarnya menunjukkan bahwa mereka bukanlah kaum “beragama”. Kesimpulan singkat ini merupakan analisis dasar dari pemahaman makna agama sebagai sebuah institusi yang mengatur kehidupan manusia untuk menuju kedamaian abadi.

Namun sayangnya, banyak kaum-kaum beragama yang justru memanfaatkan dalil-dalil agama untuk melakukan kekerasan. Bahkan, lebih spesifik lagi untuk kepentingan-kepentingan politik. Tragedi Muslim Rohingya, Bom di Gereja Oikumene Samarinda dan tragedi-tragedi kekerasan atas nama agama lainnya menjadi contoh tentang masih banyaknya kaum beragama yang tak “beragama”.




Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Padahal, hakikat beragama bukan terletak pada pengakuan seseorang bahwa ia telah memeluk agama tertentu, kemudian menuliskannya di kartu identitas sebagai bukti ia telah beragama. Begitu pula, dalam beragama juga tidak cukup sekadar membaca terjemah kitab suci, kemudian menelan mentah-mentah tanpa melihat aspek historis dan sosiologis yang melatar belakangi ayat tersebut diturunkan.

Namun, hakikat beragama terletak pada seberapa jauh pemeluk agama mengetahui makna dasar agama itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk menjadikan kaum yang—mengaku—beragama menjadi benar-benar “beragama.” Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna dasar agama adalah prasyarat mutlak bagi kaum beragama untuk memahami agama secara hakiki.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menilik pengertian agama dari sudut pandang bahasa, maka agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” dan “gama”. Huruf “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Lebih gampangnya, agama berarti kedamaian atau menghilangkan kekacauan.

Dari pengertian dasar ini saja, manusia yang mengaku sebagai kaum beragama tidak akan mungkin melakukan kekacauan, karena bertentangan dengan makna agama itu sendiri. Maka, hanya dengan melihat makna agama dari sudut pandang etimologisnya, pantaskah kaum beragama melakukan kekacauan? Atau bahkan lebih dari itu, bolehkan kaum beragama melakukan tindakan anarkis dan teror?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tentu jawabannya tidak. Karena dengan melakukan hal-hal itu, maka kaum beragama telah mengotori hakikat “agama” itu sendiri. Namun sayangnya, justru yang terjadi hari ini adalah tindak kekerasan, anarkis dan teror yang menggunakan dalil agama, khususnya dalil tentang jihad. Salah kaprah pemahaman tentang jihad inilah yang kemudian membuat makna jihad menjadi sesuatu yang dikonotasikan pada aktivitas yang berbau kekerasan bahkan hingga memunculkan the Holy War Doctrine.

Doktrin “Holy War”

Doktrin ”Holy War” adalah sebuah doktrin yang mengajarkan tentang perang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Bahkan, lebih jauh lagi kelompok yang meyakini bahwa Tuhan memerintahkan perang ini menganggap aktivitas ini sebagai sebuah tugas suci dan mulia demi mendapatkan derajat tinggi di sisi Tuhannya. Doktrin ini akan mudah sekali dicerna oleh kaum-kaum tekstualis yang hampir selalu mengabaikan latar belakang sebuah ayat diturunkan.

Singkatnya, kaum tektualis memahami sebuah teks ke dalam alih bahasa yang itu pun sebenarnya tidak mesti sama maknanya. Kelompok-kelompok ini pula yang memahami bahwa perang adalah bagian tak terpisahkan dari jihad. Akibatnya, pemahaman ini seolah membuat relasi antara “jihad” dan “perang” sebagai satu kesatuan yang utuh. Padahal tidak demikian adanya. Jihad tidak semata-mata menyoal perang, namun juga perjuangan intelektual (al Ijtihad) dan perjuangan sprititual (al Mujahadah).

Keberadaan kelompok tekstualis yang pada perjalanannya menjadi kaum ekstrimis tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kesadaran yang sangat rendah terhadap kesetaraan manusia di mata hukum, HAM maupun Tuhan menjadikan mereka gelap mata dengan tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal, memanusiakan manusia adalah salah satu tujuan utama adanya agama di muka bumi. Sebaliknya, manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia sejatinya belum mampu memahami tentang makna agama yang sesungguhnya.

Kondisi ini masih diperkuat dengan akses informasi tentang pemahaman-pemahaman doktrin ekstrimis yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat melalui teknologi informasi. Blog-blog hingga portal-portal berita yang menyajikan referensi tentang doktrin-doktrin kelompok ekstrimis masih terus bertebaran dan jumlahnya terus meningkat.

Hal ini masih diperparah dengan ketiadaan batas usia untuk bisa mengakses informasi tersebut, sehingga upaya filterisasi terhadap informasi sangatlah rendah. Alhasil, informasi yang didapat langsung ditelan mentah-mentah tanpa melihat dari mana sumbernya, siapa yang menyampaikan dan dari media apa.

Oleh karena itu, demi menjaga toleransi yang sudah sekian lama dibangun di Indonesia sekaligus menjadi kekuatan bangsa, pemerintah harus tegas terhadap aktivitas-aktivitas yang membahayakan keutuhan bangsa, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Keterbukaan informasi memang sudah menjadi hal yang wajib di era globalisasi. Begitu pula dengan kebebasan berpendapat yang menjadi nilai utama dari berdemokrasi.

Namun, jangan sampai keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat justru menjadi bumerang bagi bangsa ini. Khusus untuk hal ini, Indonesia perlu mengingat kembali sejarah Uni Soviet yang justru hancur karena kebijakan Glasnost di masa pemerintahan Mikhail Gorbachev pada pertengahan 1980-an. Kebijakan tentang keterbukaan informasi (Glasnost) ini justru menjadi bumerang hingga menyebabkan runtuhnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991 selain kebijakan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan Uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi).

Jika pemerintah Indonesia belum juga bertindak tegas pada aktivitas-aktivitas kelompok ini yang sudah semakin merajalela dalam arus informasi digital, maka bukan tidak mungkin kelompok-kelompok ekstrim yang menganggap aktivitas teror sebagai bagian dari Holy War akan terus bertambah. Termasuk ancaman terhadap toleransi dan keberagamaan di Indonesia akan semakin pudar. Sekali lagi, bahwa pemerintah memiliki peran vital dalam mengontrol dan mengatur aktivitas kehidupan masyarakatnya demi menjaga keutuhan bangsanya.

Penulis adalah Direktur NU Care – LAZISNU dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 29, 2018

Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU

Khartoum, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan DR Muhammad Mustofa Al-Yakuti menerima kunjungan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Kantor Kementerian Wakaf dan Irsyad di Khartoum, Rabu (9/1).




Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Wakaf Sudan Terima Kunjungan PCINU

Pada pertemuan tersebut turut hadir Mustasyar PCINU Sudan DR Muhammad Sulaiman selaku Ketua Majlis Dakwah Kementerian Wakaf dan Irsyad, Rais Syuriyah PCINU Mirwan Akhmad Taufiq, Wakil Rais Syuriah Abdussalam, Wakatib Syuriah Zainul Alim dan A’wan Lian Fuad.?

Rais Syuriyah menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri yang telah menerima kami atas nama Pengurus NU Sudan, dan memperkenalkan Nahdhatul Ulama lebih dekat lagi kepada bapak menteri, dan menyampaikan gagasan acara pertemuan sufi internasional yang dimotori oleh Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang akan diadakan di Indonesia Mendatang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdlatul Ulama adalah Organisasi kemasyarakatan yang terbanyak pengikutnya, yang memiliki tujuan menjaga ajaran-ajaran ahli sunnah wal jamaah, memiliki lembaga dan lajnah, diantaranya terdiri dari Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah yang berkecimpung menangani thariqah-thariqahnya di Indonesia yang ? saat ini dipimpin oleh Habib ali Lutfi bin Yahya. ?

Menindaklanjuti pertemuan internasional sufi di Kota Malang, lanjut mirwan, Para Ulama bersepakat untuk membuat jaringan thariqah se-dunia yang disebut “Majma’ As-Sufi Al-Alami”, dengan tujuan menjalin tali silaturahim, menyatukan thariqah di berbagai belahan dunia yang belum terorganisir serta semangat untuk megakkan kalimat tauhid dan mempelopori terwujudnya perdamaian dunia.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan juga menyampaikan rasa bahagia dan senang, ketika mendengar sekilas dakwah perjalanan Nahdlatul Ulama di Indonesia.?

Kami merasa bahagia bisa bertemu dengan PCINU Sudan, dakwah yang dibawakan oleh Nahdlatul Ulama yang menganut paham Ajaran ahli sunnah wal jamaah, dengan mengikuti 4 mazhab dalam fikih, Imam Ghazali dan Imam Junaidi dalam Tasawuf, Abu Musa Al-As’ari dan Abu Hasan al-maturidi dalam bidang teologi, bisa diterima di masyarakat sehingga banyak dari manusia dapat masuk Islam melalui dakwah-dakwah tersebut.?

“Kita selaku hamba Allah SWT dituntut untuk berdakwah, mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran yang dibawa oleh Allah dan Rasulnya untuk menghidupkan citra Islam Rahmatan Lilalamin dan itu termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

“Pertemuan ini semoga hubungan baik antara Sudan dan Indonesia dapat terjalin dengan baik dan kita akan mengundang PCINU Sudan dalam kegiatan-kegiatan atau even-even nanti,” tambahnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Bahtsul Masail, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning

Banjar, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar, Ari Anggraini memastikan mahasiswa yang berada di jajaran kepengurusannya telah memahami dan mempunyai bekal agama Islam, khususnya paham Ahlus sunnah wal jamaah.

Disela-sela persiapan pelantikan BEM STAIMA masa khidmat 2016-2017, Ari mengungkapkan proses pemilihan ketua BEM di kampusnya tidak hanya mengandalkan massa, namun ada seleksi khusus dari pimpinan kampus, salah satunya melalui tes kitab kuning.

"Ini sudah tradisi di kampus STAIMA Kota Banjar sejak dulu. Pada saat penentuan calon ketua, semua dites membaca kitab kuning serta? menjelaskan isinya. Tidak hanya satu bidang keilmuan, tapi kitab yang menyangkut nahwu shorof, fiqih, tasawuf dan bidang lainnya," ungkapnya kepada Persatuan Habib Jawa Timur, Rabu (27/4).




Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning

Dibalik panjangnya proses mendapatkan kursi ketua BEM STAIMA, lanjut Ari, ada hikmah yang dipetik oleh dirinya dan calon lain untuk berpacu mempertahankan tradisi pesantren.

"Jadi kami akan lebih serius mendorong mahasiswa lain, terutama jajaran kepengurusan untuk membudayakan dan mengembangkan kitab kuning? melalui program kerja yang akan kami buat," imbuhnya.

Ditempat berbeda, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STAIMA, Rozak Robbani, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, ada nilai positif yang ditanamkan oleh pihak kampus dalam mempertahankan nilai-nilai Aswaja.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Semua mahasiswa di perguruan tinggi Islam, khususnya yang di bawah naungan Nahdlatul Ulama dapat menjaga tradisi kajian kitab kuning.? Jangan sampai sebaliknya," pungkasnya. (Muhafid/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 28, 2018

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan saran dan rekomendasi untuk IPPNU yang sedang melaksanakan Rakernas.?

Hal ini dia sampaikan lewat Staf Ahli mendikbud Hari Budiman ketika memberika sambutan di pembukaan Rakernas IPPNU, Jumat (23/12) di Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan.?




Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

“Untuk Rakernas IPPNU ini, saya berharap mampu menghasilkan, pertama, agar rakernas ippnu mampu menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran bernas sebagai sumbangsih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta khususnya upaya-upaya perjuangan perdamaian terhadap perempuan,” ujarnya.

Kedua, IPPNU mampu meningkatkan konsolidasi internal dan melakukan mepitalisasi organisasi menuju organisasi pembelajaran yang modern yang sesuai dengan visi kebangsaan NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang beragam.

Ketiga, membekali seluruh pengurus dan Anggota organisasi dengan keterampilan abad ke-21 yaitu insan yang mampu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komuniksi yang baik dan mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bangsa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Keempat, seluruh aktivitas ippnu agar berlandaskan nilai-nilai utama dalam gerakan nasional Revolusi mental yaitu integritas,kerja keras dan gotong royong, untuk tampil ke depan mendukung terwujudnya gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.

“Kelima, IPPNU sangat diharapkan mampu mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Dan khusunya memperkuat peran perembuan sebagai ibu bangsa dan melahirkan generasi emas di tahun 2045 mendatang,” tandas Hari Budiman. (Anty Husnawati/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Daerah, Pahlawan, Bahtsul Masail Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, January 27, 2018

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.




Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, January 25, 2018

Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren

Bantul, Persatuan Habib Jawa Timur. Ratusan santri dari 15 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bantul tampak antusias mengikuti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) antar santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Bantul 2012 di PP Al-Imdad Pandak Bantul. 

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kab. Bantul ini dibuka oleh Drs. Sudaryanto dari Dinsos Pemda Bantul, atas nama Bupati Kabupaten Bantul. 




Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren

Dalam sambutannya, Sudaryanto menyampaikan rasa terima kasih atas upaya FKPP dalam membangun silaturahim yang baik antar pesantren-pesantren di Bantul. 

Persatuan Habib Jawa Timur

Sudaryanto juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dalam mendukung kegiatan-kegiatan berbasis pesantren di wilayah Kabupaten Bantul. 

Sebelumnya, KH Drs. Habib A. Syakur dalam sambutannya selaku Ketua FKPP Bantul merangkap tuan rumah menegaskan pentingnya ajang MQK sebagai arena unjuk kemampuan membaca kitab kuning di kalangan santri-santri. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa kemampuan qira`atul kutub ini adalah salah nilai inti dari pesantren. 

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kayaknya kok kurang pantes kalau ada lulusan pesantren yang tidak bisa baca kitab gundul. Itulah sebabnya, kami sangat bersyukur acara ini bisa terselenggara setelah digagas cukup lama, tepatnya sejak September 2011 lalu,” demikian ujar Habib.  

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Muhammad Yusuf Anas

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Bahtsul Masail, Halaqoh Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 24, 2018

Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Islam Nusantara menjadi tema utama dalam muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, yang dilaksanakan di Jombang, 1-5 Agustus 2015. Beragam kajian tentang Islam Nusantara telah dilaksanakan oleh beberapa lembaga, baik lembaga keagamaan maupun universitas. Dalam hal ini, rumusan kajian Islam Nusantara perlu dilakukan dengan kembali mengaji khazanah pesantren.




Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara

Ketua Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) NU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed mengungkapkan bahwa basis tradisi dan khazanah keilmuan pesantren menjadi pondasi utama Islam Nusantara.

“Pesantren menjadi basis kajian Islam Nusantara. Mengkaji Islam Nusantara, perlu diawali dengan mengkaji kembali khazanah pesantren. Nah, saat ini, RMI mengajak jaringan pesantren untuk berbenah, dengan menyegarkan kembali system pesantren untuk bersiap menghadapi tantangan global,” ungkap Gus Rozien, pada Musyarawah Kaum Muda NU, di Universitas Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang, Ahad (2/8) kemarin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Rozien menilai, saat ini perlu ada penyelamatan tradisi pesantren yang pada waktu dulu menjadi ciri khas tapi saat ini ditinggalkan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pesantren memiliki khazanah yang lengkap, dari kebudayaan, supranatural, hingga pengetahuan. Ilmu supranatural kiai-kiai pesantren dulu banyak manfaatnya, dan terbukti di tengah masyarakat. Akan tetapi, saat ini justru ditinggalkan dan bahkan dipakai untuk dikemas ulang oleh kelompok lain, menjadi rukyah. Contoh lain masih sangat banyak,” terang Gus Rozien.

Untuk itu, Gus Rozien berharap dengan #Gerakan Ayo Mondok, kiai-kiai dari pesantren-pesantren di seluruh Indonesia dapat bergerak bersama untuk memperbaiki kembali beberapa masalah krusial yang dihadapi pesantren.

“Ada beberapa tantangan yang dihadapi pesantren, di antaranya yakni persoalan manajemen, kurikulum, infrastruktur, kemandirian hingga masalah ideologi. Inilah yang perlu kita garap bersama untuk menyegarkan kembali pesantren, sebagai basis Islam Nusantara,”ungkapnya. (Munawir Aziz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah