Showing posts with label Kajian Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Kajian Sunnah. Show all posts

Thursday, March 1, 2018

Ini Cara Santri Jadi Supporter Sepakbola

Semarang, Persatuan Habib Jawa Timur - Perhelatan Liga Santri Nusantara mulai digelar di seluruh penjuru tanah air. Sebanyak 1.024 pesantren yang tergabung di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI NU) atau asosiasi pesantren se-Indonesia mengikuti ajang bergengsi ini. Di antara yang sudah mulai pertandingan adalah LSN Jawa Tengah Region II yang dihelat mulai 1-4 September 2016 di Lapangan Yon Arhanudse Semarang.

Ada yang berbeda pada supporter sepakbola khusus para santri ini. Jika pada umumnya supporter menggemakan yel-yel yang tak sedikit berbau mengejek pemain lawan sehingga menyulut pertengkaran, para santri ini menyemangati para pemain dengan bait-bait nadzam seperti nadzam sharaf sebagaimana yang lazim mereka hafalkan di pesantren.




Ini Cara Santri Jadi Supporter Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Santri Jadi Supporter Sepakbola (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Santri Jadi Supporter Sepakbola

Seperti yang disuarakan oleh supporter SirBin FC. Saat mereka ingin menyemangati pemain untuk segera memasukkan bola ke gawang, dengan serentak mereka lalu melantunkan gubahan Sang Maestro Sharaf Nusantara, Kiai Maksum bin Ali secara bersama-bersama "Dakhala... dakhalaaa, dakhaluuuu, dakhalat, dakhalata, dakhalna...." atau ketika para supporter ini ingin memberikan semangat untuk menyerang, mereka melantunkan "dlaraba.. dlaraba... dharabu..." dan seterusnya.

Salah satu supporter, Amin Zuhdi, santri Sirojuth Tholibin, Brabo, Grobogan ini mengatakan bahwa dengan model lantunan seperti ini, para santri ingin menunjukkan bahwa selain mereka bisa menguasai literasi keagamaan yang cenderung selalu berbahasa arab dengan penguasaan detail, saat mereka ditunjuk untuk merumput di lapangan hijau, para santri juga siap.

Persatuan Habib Jawa Timur

Di samping itu, mereka ingin menunjukkan, yang membedakan antara santri dengan orang lain adalah adab. "Santri harus punya adab". Dengan yel-yel yang ala santri, pertandingan akan tetap seru dengan tanpa menyakiti pihak lawan.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Tujuan kami seperti ini supaya masyarakat tahu, supporter santri itu punya adab baik, hingga sebagai supporter pun kita harus santun, tanpa ada pihak manapun yang merasa dirugikan," tandas santri asal Lampung ini. (Mundzir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 26, 2018

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dua ratus pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 14-17 September mendatang. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurahman di kantor Pagar Nusa, gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/9).




200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

“Kami akan menurunkan 200 pendekar. Mereka adalah pasukan inti yang akan mengamankan Munas dan Konbes,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurut Ketua Pagar Nusa yang biasa disapa Gus Aiz ini, pasukan inti berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Jawa Barat, ditambah Ansor dan Banser. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Dan bisa dipastikan ada pasukan yang suka rela datang. Jadi, jumlahnya bisa lebih 200,” tambahnya. 

Sebenarnya, sambung Gus Aiz, 200 orang, tidak cukup untuk mengamankan acara sebesar Munas dan Konbes. “Tapi, saya mengharapkan, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.  

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Muslimat NU perlu mengembangkan nalar kewirausahaan. Kader Muslimat NU memiliki banyak waktu luang untuk mengembangkan diri pada lini perekonomian. Kewirausahaan menjadi celah strategis bagi Muslimat NU.

Perihal ini dikatakan oleh oleh Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim dalam pembukaan pelatihan wirausaha bagi kader Muslimat NU DKI Jakarta di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/4) siang.




Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Hizbiyah: Muslimat NU Harus Berwirausaha

“Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926 merupakan kelanjutan dari Nahdlatut Tujjar, serikat perekonomian kalangan ulama dan kelompok terpelajar pada tahun 1918,” ungkap Hizbiyah di hadapan sedikitnya 70 peserta pelatihan wirausaha, Kamis (4/4) siang.

Menurutnya, perkumpulan NU tidak hanya sekadar mengurusi aspek sosial, dakwah, dan pengembangan pendidikan agama Islam. Para kiai NU yang dipelopori oleh KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Chasbullah telah memperhatikan sisi kesejahteraan umat melalui perkumpulan Nahdlatut Tujjar.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Nahdlatut Tujjar menunjukkan besar cakupan pandangan para kiai NU. Mereka memandang sisi ekonomi merupakan jantung masalah kesejahteraan umat Islam, tambah Hj Hizbiyah yang juga seorang putri KH Abdul Wahab Chasbullah.

Melihat sisi sejarah NU, lanjut Hj Hizbiyah, kewirausahaan bukan persoalan baru bagi warga NU. Kewirausahaan menjadi satu ruang pendistribusian kader NU selain ruang politik, sosial, teknologi, dan agama. 

Pelatihan kewirausahaan dipandu oleh Direktur CV Golden Ways Mansur Syaerozi. Pelatihan kewirausahaan terselenggara atas kerja sama PW Muslimat NU DKI Jakarta, PP LTMNU, dan  CV Golden Ways.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelatihan berlangsung selama dua hari berturut-turut, Kamis-Jumat, (4-5/4) siang. Peserta pada hari pertama adalah kader PC Muslimat NU DKI Jakarta Pusat dan Timur. Sedangkan pada hari ini, pesertanya ialah kader PC Muslimat NU DKI Jakarta Utara, Barat, dan Selatan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, Hadits, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 19, 2018

Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama

Pacitan, Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1), Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati. Karena kisah-kisah ulama mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.




Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar Muthohar Dorong Jamaah Baca Kisah Para Ulama

"Kisah para wali, orang shaleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar.

Habib umar menjelaskan, dibalik kisah para orang shaleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik. Membaca kisah ulama bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang shaleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Persatuan Habib Jawa Timur

Allah SWT  dalam Al-Quran menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabianya. "Nabi muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan Maulid dan Shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang shaleh dan para ulama. Sebab mereka pasti bersambung dengan Rosulullah Muhammad SAW," pungkasnya. 

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun. Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al-Hafidz. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 14, 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.




Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah, AlaSantri, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 8, 2018

Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini

Sumedang, Persatuan Habib Jawa Timur?

Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat dipastikan akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Oktober 2016 di di Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, Garut. Surat undangan dan jadwal acara telah PCNU Kabupaten Sumedang.




Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil PWNU Jawa Barat Dilaksanakan Bulan Ini

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Jujun Juhanda mengapresiasi pelaksanaan Konferwil ke-17 tersebut.

"PCNU Sumedang sangat mengapresiasi dan akan mendukung penuh kegiatan Konferwil PWNU Jawa Barat ini. Ini Konferwil yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga NU Jawa Barat," katanya Sabtu, (8/10).

Jujun menambahkan, PCNU Sumedang siap mengirimkan peserta dan penggembira dalam Konferwil tersebut. Banser Sumedang akan dikirimkan satu hari menjelang hari H untuk membantu pengamanan dalam berjalannya Konferwil.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Semoga Konferwil bertema "Meneguhkan khidmat jamiyyah untuk umat dan bangsa" ini berjalan lancar dan penuh khidmat serta dapat terpilih ketua dan rais PWNU Jawa Barat yang kompeten dan kapabel,” tutup Jujun.

Berdasarkan surat undangan, Konferwil akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)?

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, Jadwal Kajian, Daerah Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 30, 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.




Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kyai, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 29, 2018

Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

Turki, Persatuan Habib Jawa Timur. Untuk kali pertama, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di kota Bursa, Turki menyelenggarakan acara perkenalan budaya Indonesia yang dikemas dalam program Endonezya ?le Bir Gün, atau "Sehari Bersama Indonesia" di Graha Budaya Prof Dr Mete Cengiz, Uludag University, Bursa, Rabu (27/4) waktu setempat.

“Acara ini merupakan implementasi dari suatu ide yang sangat brilian, juga merupakan acara perdana yang dilaksanakan di kota terbesar keempat di Turki oleh PPI Bursa. Hasilnya pun sangat memuaskan para penonton,” kata Pelaksana Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul, Harlan H. Hakim.

Ketua PPI Bursa Teuku Muammar Rizki mengatakan, acara ini didukung penuh oleh KBRI Ankara, KJRI Istanbul, serta Uludag University sebagai tuan rumah. ?




Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

Sejak pukul 17.00 waktu Turki, pengunjung telah berdatangan dan langsung mengerumuni beberapa stan pameran yang menyuguhkan makanan-makanan khas nusantara serta beragam koleksi budaya yang langsung dibawa dari Indonesia.

Puncak acara terjadi pukul 20.30. Berbagai aliran musik dan tarian daerah ditampilkan, drama Rama-Sinta juga menjadi sajian menarik bagi pengunjung. Menjelang berakhirnya acara muncul sejumlah penari Saman yang langsung mendapat sambutan lebih? dari? 1500 penonton yang memenuhi ruangan terbesar di graha budaya tersebut.

“Saya sangat surprise melihat kegiatan mahasiswa Indonesia di sini. Tahun depan jika kegiatan semacam ini akan diadakan lagi, kami siap memberikan dukungan penuh,” terang Rektor Uludag University, Prof Dr Yusuf Ulcay.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pada kesempatan tersebut, Indonesia melalui KBRI Ankara juga menjalin kerjasama dengan Uluda? University dalam bidang pendidikan. Rencana ini meliputi kerjasama dengan 10 universitas besar di Indonesia serta pertukaran pelajar antarkampus. (M Mu’afi Himam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 28, 2018

Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek

Trenggalek, Persatuan Habib Jawa Timur - Setiap malam tahun baru selalu disuguhkan dengan tradisi mencari kesenangan yang seolah-olah wajib bagi elemen masyarakat terutama kaum remaja dan pemuda. Ada yang bersenang-senang dengan berpesta pora, berwisata ria, dan tentunya tidak lupa dengan menyalakan kembang api serta tiupan terompetnya.

Dalam momen euforia tahun baru 2018 Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Trenggalek membuat agenda yang cukup berani serta menguji militansi para kadernya, yaitu menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-II IPNU-IPPNU Trenggalek. Rakercab II ini menghadirkan seluruh pengurus pimpinan cabang ditambah 10 delegasi kader dari 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang diselenggarakan selama dua hari, 31 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 di Aula Lantai 3 Gedung PCNU Trenggalek.




Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek

“Rakercab II ini kita agendakan pada momen tahun baru dengan tujuan melihat militansi kader-kader kita, apakah mereka mementingkan kesenangan pribadi dengan euforia tahun barunya atau mementingkan kepentingan perjuangan keumatan di IPNU-IPPNU,” kata Ketua IPNU Trenggalek Mokhamad Nurul ‘Izza.

Kharis selaku Ketua Panitia menambahkan, pelaksanaan mengambil waktu dua hari yang bertepatan hari di akhir tahun bertujuan untuk evaluasi realisasi program kerja kita tahun yang kemarin dan awal tahun kita gunakan untuk merencanakan program kerja yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kehadiran peserta cukup maksimal, mayoritas pengurus cabang hadir dan seluruh PAC mendelegasikan kader-kader terbaiknya, total kehadiran peserta Rakercab II mencapai 154 kader,” tambah Kharis.

Persatuan Habib Jawa Timur

Rapat ini diawali dengan pembukaan, penyampaian laporan perkembangan terkini seluruh pimpinan anak cabang yang meliputi pemaparan laporan kegiatan serta permasalahan yang dihadapi secara bergantian.

Forum ini kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi yang sifatnya rekomendasi program kerja yang diikuti seluruh peserta Rakercab dan kemudian penetapan program kerja oleh internal PC IPNU-IPPNU Trenggalek. Forum ini diakhiri dengan sosialisasi program kerja yang telah ditetapkan kepada seluruh peserta rapat. (Ilham Bai/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, January 25, 2018

Harmonisasi Program Lembaga, PBNU Gelar Rakernas

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. PBNU menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (27/10). Kegiatan tersebut diikuti 3 perwakilan tiap lembaga di NU seperti LP Ma’arif, LTN NU, LWNU, LBMNU, RMINU, LPBHNU, LTTMNU, LDNU, LPNU, LPTNU, LPPNU, LKNU, LKKNU, Lakpesdam, Lesbumi dan lainya.

Menurut Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Rakernas ini adalah mandat AD/ART Muktamar ke-33 di Jombang beberapa waktu lalu. Dalam amanat itu disebutkan bahwa Rakernas harus dilaksanakan setelah 3 bulan selepas muktamar. “Kami selenggarakan hari ini,” katanya ketika ditemui di sela-sela Rakernas.  




Harmonisasi Program Lembaga, PBNU Gelar Rakernas (Sumber Gambar : Nu Online)
Harmonisasi Program Lembaga, PBNU Gelar Rakernas (Sumber Gambar : Nu Online)

Harmonisasi Program Lembaga, PBNU Gelar Rakernas

Sebelum Rakernas ini, lanjut dia, telah diadakan pra-Rakernas. “Jadi, pada Rakernas ini melakukan harmonisasi program, yang kita rapikan atau kita kelompokkan dalam empat gugus tugas,” jelasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Empat gugus tugas itu, kata dia, pertama, pemantapan keaswajaan. Kedua, mengawal NKRI dan Pancasila. Ketiga, penguatan organisasi. Dan keempat, penguatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut dia, setiap kegiatan lembaga-lembaga di NU harus memiliki misi ini. “Jadi tidak mungkin ada organisasi NU yang tidak punya komitmen keaswajaan dan ke-NKRI-an. Semua mencakup ini,” ujarnya.  

Persatuan Habib Jawa Timur

Rakernas yang berlangsung sehari tersebut dibuka dengan arahan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Kajian Sunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 24, 2018

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Perkembangan LP Maarif NU menjadi salah satu tolok ukur kemajuan Nahdlatul Ulama. Bila pendidikan NU baik dan maju secara administratif dan prestasi, maka kualitas organisasi NU akan kelihatan berkembang besar.




Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Lembaga Maarif Tolok Ukur Kemajuan NU Kudus

Pernyataan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Mashum AK saat membuka rapat kerja cabang (Rakercab) LP Maarif NU Kudus di  aula kantor PCNU setempat, Sabtu (10/5).

PCNU Kudus, lanjut KH Ma’shum, memberi perhatian serius terhadap lembaga pendidikan Maarif. Karenanya, pengelalolaan Ma’arif harus baik. Ia mengharap dukungan kerja sama antarpengurus Maarif.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Termasuk pula membiasakan tertib dan disiplin waktu pada saat kegiatan maupun acara musyawarah. Jangan biasakan datang terlambat," ujarnya di hadapan 80 peserta rakercab.

Ia juga meminta keterbukaan LP Maarif dalam mengelola keuangan. "Jangan pat gulipat atau ada yang disembunyikan tanpa koordinasi. Pengurus harus transparan sekaligus bisa dipercaya," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kepada pengurus LP Maarif, Kiai Ma’shum mengharapkan pengurus menghindari kesalahan yang disengaja. Bila terjadi kesalahan, jajaran pengurus harus saling membenahi dan tidak saling menyalahkan.

Sementara Ketua LP Maarif Kudus Ali Asyhari mengatakan, rakercab dimaksudkan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2008-2013 dan merumuskan program kerja LP Maarif 2013-2018.

"Ke depan Maarif NU akan maju, kompak dan tertib administrasi maupun managemennya," katanya dalam sambutan.

Rakercab diikuti 80 peserta dari unsur pengurus LP Maarif NU Kudus, satuan dinas pendidikan dan pengurus majelis wakil cabang Maarif NU sekabupaten Kudus. Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Rais Syuriyah PCNU Kudus KH CHusnan, Mustasyar PCNU Kudus H Muslim A Kadir, dan Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, AlaSantri, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, January 19, 2018

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa meminta peserta Konbes IPPNU 2014 untuk membahas poin penting kaderisasi dalam sidang dan rapat lanjutan. Karena, kualitas kaderisasi pelajar NU masa kini, menurutnya, akan sangat menentukan warna kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Dalam forum nasional ini, Ali Masykur yang lazim disapa Cak Ali mengatakan, mengubah wajah Indonesia tidak lain dengan pendidikan politik yang dirintis dalam pelatihan-pelatihan kepemimpinan.




Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

“Perlu rumusan matang kaderisasi untuk melahirkan sistem kepemimpinan berkarakter dan memiliki makna,” lanjut Cak Ali di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (28/2) petang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Cak Ali menyebutkan karakter sebagai pilar pokok kepemimpinan. Ia menyatakan keprihatinannya ketika karakter remaja mengalami erosi seperti turunnya rasa empati di kalangan mereka. Mereka misalnya tidak lagi menaruh rasa hormat ketika ada jenazah lewat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara di lain sisi, kalangan remaja cenderung menjadikan selebritis sebagai panutan. “Di sinilah tantangan bagi IPPNU dan IPNU,” tandas Cak Ali di hadapan utusan belasan pimpinan wilayah IPPNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw