Showing posts with label PonPes. Show all posts
Showing posts with label PonPes. Show all posts

Saturday, February 17, 2018

Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir

Pasuruan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pasuruan membuat aktivitas warga lumpuh. Beberapa daerah seperti di kawasan Rejoso terendam banjir selama 8 hari berturut-turut. Kondisi ini menggerakkan aktivis PMII Merdeka untuk menggelar aksi sosial.

Sejak Kamis (19/1) aktivis PMII Merdeka mendirikan Posko Pergerakan Peduli Bencana Banjir. Posko yang terletak di jalan utama Rejoso ini tampak mencolok karena letaknya yang strategis di jalur utama Pantura-Bali.




Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasuruan Tergenang, PMII Merdeka Bangun Posko Peduli Banjir

Terlihat beberapa CSR perusahaan menyalurkan donasi sosialnya melalui posko pergerakan PMII Merdeka.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Komisariat PMII Merdeka M Solichin Ichromullah mengatakan, posko pergerakan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial warga pergerakan melihat situasi bencana banjir yang datang bertubi-tubi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Segala upaya kami optimalkan termasuk menghubungi relasi startegis dan ideologis kami untuk bersama-sama membantu saudara kita yang tertimba musibah," kata Solichin.

Terlihat para aktivis PMII Merdeka sedang sibuk melakukan pengemasan paket sembako yang akan disalurkan ke warga terdampak banjir. Hasanudin, salah satu kader PMII, mengatakan, semangat melakukan aksi ini digerakkan oleh situasi memprihatinkan masyarakat terdampak banjir.

"Rasa sosial dan kemanusiaan kita tergugah melihat situasi ini. Sahabat-sahabat semuanya turun ke jalan walau mereka sedang menjalani Ujian Akhir Semester (UAS),” kata Hasan, mahasiswa semester tujuh ini. (Nain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw IMNU, Warta, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 13, 2018

Akademisi NU: Semi Ahlul Halli Bisa Jadi Solusi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Akademisi NU Prof Dr M Mas’ud Said berpendapat, terdapat tiga alternatif model pemilihan pemimpin, yaitu ahlul halli, semi ahlul halli dan pemilihan langsung. Sistem semi ahlul halli ini bisa menjadi alternatif solusi.

Dengan sistem ini, maka cabang dan wilayah yang akan mengusulkan orang terbaik dan kemudian merekalah yang nantinya akan memilih pemimpin.




Akademisi NU: Semi Ahlul Halli Bisa Jadi Solusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akademisi NU: Semi Ahlul Halli Bisa Jadi Solusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akademisi NU: Semi Ahlul Halli Bisa Jadi Solusi

“Artinya cabang dan wilayah ngak kehilangan hak suara,” katanya.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dosen Universitas Indonesia ini menjelaskan, keinginan untuk menggunakan sistem ahlul halli di lingkungan NU selalu muncul menjelang muktamar sebagai bagian dari upaya untuk menempatkan ulama sebagai kelompok strategis dan pengendali dalam NU. Kehendak itu juga sesuai dengan kaidah awal NU, bahwa organisasi ini jamiyyah diniyah yang menempatkan ulama sebagai bagian yang strategis. Ini merupakan sesuatu yang sangat elementer.

Namun demikian, wakil ketua PP Lakpesdam NU ini mengingatkan sejumlah masalah yang berpotensi muncul. Pertama, secara sosiologis siapa ulama-ulama yang memenuhi kriteria ahlul halli seperti penggunaan ahlul halli pada muktamar ke-27 NU. Dulu ada KH Mahrus Ali, KH Ahmad Siddiq Jember ? dan beberapa kiai luhur yang sangat tinggi dan dihormati.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Sekarang kiai-kiai senior yang utama, yang tidak punya ambisi itu sebagian kan sudah wafat. Apa sekarang masih cukup orang-orang yang utama tadi.”

Kedua, ahlul halli ini risikonya, cabang tidak punya hak pilih, “apakah mau, cabang yang 550-an ini datang tanpa hak pilih. Jangan-jangan setelah pembukaan pulang, karena ngak memilih, lalu ngak ikut bertanggung jawab atas siapa yang terpilih sehingga ada jarak antara rais aam dengan muktamirin, dengan wilayah.”?

Tetapi ada sisi positifnya dengan sistem ahlul halli, yaitu tidak ada kandidat yang saling bersaing. “Kan itu secara akhlak NU kan ngak perlu terjadi. Kiai yang dihormati banyak orang bersaing dengan kiai B yang juga punya banyak pengikut. Ini ngak akan tabrakan. Itu bagusnya, kiai tidak berhadap-hadapan,” paparnya.

Kedua, karena kiai yang memilih itu nomor wahid, yang top-top, maka akan terpilih orang yang terbaik, tidak pakai uang, tidak pakai apa-apa. Ini keunggulannya. Ketiga, mungkin NU menjadi damai muktamarnya.

Sistem semi ahlul halli ini mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem ini. Cabang diberi hak, tapi yang menentukan nanti kelompok terpercaya, disitu salah satu jalan keluar. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 7, 2018

Warga NU Pontianak Perdalam Kajian Aswaja di Masjid Mujahidin

Pontianak, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Pengurus harian PCNU Pontianak menggelar kajian Aswaja di Masjid Mujahidin, Pontianak, Ahad (4/9). Mereka menghadirkan KH Marzuki Mustamar dari PWNU Jatim dan Pengasuh Pesantren Asy-Sirojiah Sampang KH Itqan. Tampak hadir Kakanwil Kemenag Kalbar Syahrul Yadi.

“Diadakannya acara ini, karena beberapa hal. Antara lain takmir Mujahidin mendorong supaya para ulama NU juga aktif dalam khotbah Jumat dalam mengembangkan da’wah Islam di Kalbar,” ujar Ketua PCNU Pontianak H Ahmad Faruki.




Warga NU Pontianak Perdalam Kajian Aswaja di Masjid Mujahidin (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Pontianak Perdalam Kajian Aswaja di Masjid Mujahidin (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Pontianak Perdalam Kajian Aswaja di Masjid Mujahidin

Sementara Syahrul Yadi berpesan bahwa tugas dan fungsi NU itu sama dengan Kementerian Agama. NU adalah kepanjangan tangan dari Kanwil dalam berdakwah. Banyak aliran Islam di Indonesia. Paham Aswaja berfungsi menetralisasi semua aliran. Paham Aswaja NU sudah menjadi kultural sejak dulu, dan mulai dikenal secara struktural beberapa tahun ini di Kalbar.

“Kita hadir di pengajian ini ntuk mengejar berkah ulama. Karena pesan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, ‘Siapa yang mengamalkan Aswaja dan mengurus NU, saya anggap santriku dan kudoakan husnul khotimah’,” kata Kiai Itqan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara KH Marzuki Mustamarmenerangkan secara umum paham Aswaja NU. Menurutnya, sekarang ini ada beberapa paham yang suka menyesatkan kelompok lain dan membid’bahkan amalan sunah orang lain. “Aswaja punya patokan dalam amaliyah, yakni mengikuti mazhab. Itulah argumentasi paham Aswaja.? Setiap tindakan ibadahnya Aswaja NU selalu ada dalilnya.” (Red Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hadits, PonPes, Santri Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, February 5, 2018

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil)." Lantas ada seseorang yang berkata: Sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda: “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain (al-Hadits).

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?




Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat tercela yang tidak terampuni dan merupakan waisan iblis adalah kesombongan. Apakah sombong itu? Rasulullah saw bersabda ? ? ? ? ? sombong adalah menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meskipun jelas bahwa mausia adalah tempatnya kesalahan dan kealpaan sebagaimana ucapan ‘al-Insan mahallul khatha’ wan nisyan’ tetapi menjadi kewajiban manusia itu sendiri berusaha menghindarkan diri dari kesalahan. Terkadang manusia merasa amat berat dalam mengekang diri dari kemaksiatan karena bisikan nafsu yang tiada henti berhembus seperti angin yang terus mengelilingi kehidupan ini. Ketika itu hendaklah manusia meminta pertolongan kepada Allah swt untuk menundukkan kebiadaban nafsu yang ada dalam diri manusia sendiri. Karena hanya Allahlah yang dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan nafsu ini. Namun demikian, jikalau kemaksiatan sudah tidak terhindar lagi maka bersegeralah memohon pengampuanan kepada-Nya yang disertai dengan penyesalan setulus hati.? ?

Akan tetapi jikalau kemaksiatan yang tidak terhindar itu hadir tanpa ada penyesalan karena memandang remeh suatu kemaksiatan atau rasa sombong atas tindakan kemaksiatan itu, maka sesungguhnya orang itu telah terperosok ke lubang kesalahan dua kali. Lubang pertama adalah kesalahan itu sendiri dan lubang kedua adalah kesalahan atas keberaniannya menyengaja mengerjakan sebuah kesalahan. Inilah maksiat kepada Allah yang paling besar. Inilah kedurhakaan yang pernah dilakukan oleh Iblis kepada Allah, yaitu dengan sengaja membangkang apa yang diperintahkan-Nya, padahal iblis mengerti sepenuhnya bahwa melawan perintah-Nya berarti melakukan kemakaran kepada-Nya. Inilah jenis maksiat yang tidak bisa diharapkan ampuanan dari Allah swt. na’udzubillah min dzalik

Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan Allah.

Itulah dua macam kemaksiatan sebagaimana diterangkan oleh Sufyan as-Tsauri bahwa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Setiap maksiat yang terlahir karena dorongan nafsu, sesungguhnya masih ada harapan ampunan dari-Nya. Namun setiap maksiat yang lahir karena dorongan rasa sombong, sungguh tidak ada harapan pengampuanan dari-Nya. Karena demikianlah kedurhakaan yang dilakukan iblis berawal dari rasa sombong dan kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam (dengan memakan buah huldi) berawal dari dorongan syahwat.

Dari mutiara Sufyan as-Tsauri ini hendaknya diambil pelajaran bahwa kesombongan merupakan sumber kemaksiatan yang tidak dapat diampuni. Karena kesombongan itu pada hakikatnya hanyalah milik-Nya.

? ? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - :? ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? )? ? ? ? ? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Oleh karenanya Allah dalam surat luqman ayat 18 dengan jelas-jelas menyatakan ketidak suakaan-Nya kepada orang yang sombong:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Jelas sekali ayat di atas bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong. Jika demikian dapat dibayangkan bagaimana posisi orang-orang yang tidak disukai Allah di akhirat kelak, sedangkan alam ini (dunia dan akhirat) adalah milik-Nya? pastilah Allah swt memberinya tempat yang buruk.

Sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud menjelaskannya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ?.

Demikianlah khutbah kali ini bahwasannya kemaksiatan lahir melalui dua sumber kemungkinan. Pertama melalui nafsu syahwat dan kedua melalui perasaan sombong. Sesungguhnya kemaksiatan yang lahir dari kesombongan tidak dapat lagi diharapkan ampunan dari-Nya.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulillah Saw berkata: tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil). Lantas ada seseorang yang berkata: sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Nasional, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 2, 2018

Mencari Keberkahan Hidup

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?




Mencari Keberkahan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencari Keberkahan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencari Keberkahan Hidup

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berkah ini sering kita jadikan tujuan hidup di samping mencari ridho Allah. Keberkahan membuat hidup kita menjadi bahagia. Di pesantren, kita diajarkan yang penting mencari berkah, bukan sekadar kepintarannya. Kalau sekadar pintar saja tetapi tidak berkah maka ilmu tersebut bisa menjadi malapetaka.

Orang tua kita juga memberi pesan agar dalam hidup, yang kita cari adalah berkah. Dan berkah ini tidak selalu berkorelasi dengan banyaknya harta yang kita miliki. Ada sebuah hadits yang sering dijadikan doa, terutama kepada pengantin yang seringkali dijadikan sebuah kutipan dalam undangan pernikahan.

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, memberi bekas atasmu, dan menghimpun yang terserak di antara kalian berdua.” (HR At-Turmudzi)

Dalam kajian ilmu Nahwu kalimat “laka”, itu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan atau menyenangkan. Kalau yang tidak enak, menggunakan kata “alaika”. Ternyata, bahasa laka dan alaika digunakan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut supaya orang itu mendapat keberkahan baik dari hal yang enak maupun yang tidak enak. Semuanya ada nilai keberkahannya. Bagi sementara orang, keberkahan itu sesuatu yang enak secara fisik saja. Padahal bisa jadi, yang tidak enak itu lah yang sebenarnya menjadi berkah.

Misalnya, setelah menjadi seorang anggota DPR harus masuk penjara. Ini menunjukkan sesuatu yang tampaknya enak, berupa jabatan tinggi yang dihormati banyak orang, ternyata malah membawa bencana. Orang sakit juga bisa mendapat keberkahan karena dengan beristirahat, maka ia memiliki kesempatan untuk mengevaluasi dirinya, momen yang tai a peroleh lantaran kesibukan dirinya. Ini menunjukkan bahwa antara yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, sama-sama mendapat peluang mendapat keberkahan.

Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah. Demikian pula, orang yang tambah ilmu juga belum tentu mendapatkan berkah jika ilmu tersebut hanya menjadi kebanggaan diri, bukan untuk diajarkan kepada orang lain atau untuk menambah keimanan kepada Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuk yang ia raih, niscaya dia hanya menambah jauh jarak dari Allah

Jadi ilmu tambah bukan berarti semakin dekat dengan Allah. Ini adalah cerminan dari ilmu yang tidak berkah.

Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah,

Berkah itu maknanya kebahagiaan. Orang berbahagia itu sering diukur hanya dari ukuran fisiknya. Benarkah demikian? Dalam pandangan agama, tanda-tanda kebahagiaan tidak selalu yang tampak secara dhahir. Karena tampilan lahiriah sejumlah orang bisa saja seolah bahagia, tapi batin mereka menderita.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS: al-Rum 21)

Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan istri-istri yang dapat menentramkan jiwa dan menciptakan kasih sayang antara keduanya. Kebahagian rumah tangga bukan terletak pada kecantikan istri atau kekayaan suami. Misalnya, apa iya kalau punya istri cantik terus berbahagia. Mungkin iya, tetapi mungkin saja tambah pusing. Belum tentu mendapat kebahagiaan. Betapa banyak pasangan cantik rupawan yang justru berakhir pada perceraian. Bahkan rata-rata penggugat dating dari perempuan. Ini bukti bahwa mereka tidak bahagia. Karena itu, hal yang bersifat dhahir menarik tidak menjamin rasa bahagia. Standar untuk menilai kebahagiaan keluarga tidak dilihat dari harta apa yang dimiliki, tetapi apakah suami istri tersebut memiliki akhlak yang baik. Jika mereka memiliki akhlak yang mulia, insyaallah mereka akan berbahagia.

Keberkahan bisa kita raih dengan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala seraya terus menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, seperti syukur, qana’ah, gemar bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain.

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.



Oleh Ustadz H Syamsul Maarif, Pengurus LDNU


Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Syariah, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 1, 2018

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Semarang, Persatuan Habib Jawa Timur

Rektor Institut Keguruan Ilmu Pendidikan  (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang Dr Bambang Triono mengatakan, lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan telah terbukti sukses menghasilkan orang-orang bermental baik adalah pesantren.




Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Karena itulah pihaknya merekrut para alumni pesantren yang memenuhi syarat menjadi tenaga pengajar di kampusnya, dan memprioritaskan kerja sama dengan pesantren dalam pelaksanaan program pendidikannya.

"Kami dekatkan lembaga kami dengan pesantren. Kami lakukan kerja sama dengan pesantren. Kami ingin menghasilkan guru yang bermoral baik dan mendidik para murid menjadi orang baik," tuturnya dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis ke-50 Ivet Semarang di Auditorium  Kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa (23/2/2016).

Persatuan Habib Jawa Timur

Program terbaru, kata dia, adalah penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dikerjakan bersama para santri. Dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMK berbasis pesantren.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu, Pembina Yayasan IKIP Veteran Ali Rosyad mengatakan pihaknya meminta pemerintah mewujudkan revolusi mental melalui pendidikan nasional. Satu-satunya cara adalah dengan cara membangun sistem yang membina membina moral mendidik jiwa manusia, hanya mengurus otak dan mengasah akal bukan seperti sekarang.

Menurutnya, pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hanya menghasilkan orang pintar dan berakal, bukan orang baik yang terdidik. Akibatnya, bangsa ini punya masalah mental yang besar. Kejahatan sistemik yang membuat negara ini terpuruk dalam aneka problem. Sehingga Presiden Joko Widodo mengampanyekan revolusi mental nasional.

"Jika pemerintah serius ingin melakukan revolusi mental, benahi sistem pendidikan nasional. Ganti  total dari mengasah akal menjadi mendidik moral. Ini satu-satunya cara," tegasnya saat meresmikan Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis Ivet Semarang.

Di hadapan para civitas academika Ivet dan para tamu undangan yang terdiri dari kepala SMK berbasis pesantren se-Jawa Tengah, Ali  Rosyad bertekad menjadikan Ivet sebagai kampus yang mempersiapkan calon guru yang mampu mendidik moral bangsa. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Tangerang Selatan, Persatuan Habib Jawa Timur - Pengurus Besar (PB) Koprs PMII Putri (Kopri) bekerja sama dengan Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan deklarasi “Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Acara deklarasi dirangkai dengan dialog publik tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gedung Kopertais Wilayah I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (16/12). Deklarasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya menimpa perempuan dan anak.




Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ketua Kopri PB PMII mengungkapkan sederetan peristiwa yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, kekerasan itu tampak sadis bahkan sistematis.

"Hari Senin 12 Desember 2016 lalu telah terjadi aksi pembacokan pelajar SMA Muhammadiyah Yogyakarta, mereka diserang saat melintasi Jalan Imogiri, Dusun Lanteng Bantul. Kemudian Selasa pagi, seorang remaja tega menggorok leher 7 siswa/i SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Selanjutnya Selasa sore, di Bandung seorang pemuda membabi buta menyerang 8 orang menggunakan pisau yg mengakibatkan seorang tewas," terangnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Perempuan yang akrab disapa Teh Ai itu menambahkan, berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, Kopri memandang bahwa faktor kekerasan terhadap anak tidak hanya datang dari pola pengasuhan saja tapi dari faktor konteks sosial yang sedang berkembang. ?

"Maka dari itu kami menolak segala bentuk ekstrimisme dan kekerasan atas nama apapun, entah itu atas nama agama atau yg lainnya," imbunnya.

Karena itu pula, Kopri bersinergi dengan KPPPA melakukan Deklarasi Bersama Gerakan Pemuda Dalam Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak:

1. Mengutuk keras peristiwa di NTT, Yogyakarta dan Bandung.

2. Meminta masyarakat agar waspada terhadap situasi keamanan dan perkembangan politik nasional termasuk isu-isu yg sifatnya provokatif.

3. Meminta aparat hukum untuk bisa menjamin rasa aman bagi masyarakat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Pameran Media NU di Arena Munas

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para peserta Munas-Konbes di Kempek-Cirebon pertengahan September mendatang akan disuguhi karya-karya para penulis NU berupa media-media yang pernah terbit dan masih diterbit. Dari mulai Soeloeh Nadlatoel Oelama, Berita Nahdlatoel Oelama, Duta Masyarakat, hingga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Sekarang kami masih koordinasi dengan para pengelola media dan para pemegang dokumen media yang ada," kata inisiator pameran media NU, Hakim Jayli yang dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui telepon, tadi malam, Rabu (5/9).




Pameran Media NU di Arena Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Media NU di Arena Munas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Media NU di Arena Munas

Dia mengatakan, saat ini sekurang-kurangnya ada enam media cetak yang terbit di lingkungan NU dan dikelola oleh organanisasi di lingkungan NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Tashwirul Afkar diterbitkan PP Lakpesdam NU, majalah Aula yang diterbitkan PWNU Jawa Timur, Risalah NU yang diterbitan PBNU, Duta Masyarakat, tabloid Suara NU oleh PWNU Jawa Tengah, buletin Jumat oleh LDNU," jelasnya.

"Untuk media elektronik ada TV9 di Surabaya dan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta. Sebetulnya ada banyak radio dan website, tapi kalau dikumpulin semua tidak muat tempatnya," tambah Hakim yang juga direktur TV9.

Hakim berharap, dengan dipamerkannya media-media itu, warga NU bisa terlibat aktif untuk menghidupkan media di lingkungannya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"NU ini punya kekuatan yang dahsyat di dunia kepenulisan, sejarahnya juga panjang. Jurnal Afkar itu jurnal langka di negeri ini. Hayo mana ada jurnal keislaman yang terbit nasional. Afkar itu sudah lebih dari 12 tahun eksis. Majalah Aula itu sudah terbit sejak tahun 86, sekarang masih terbit. Apa tidak hebat?" ungkap Hakim.

Hanya saja Hakim mengingatkan, dunia penerbitan ini cenderung menurun, NU harus mengantisipasi. "Tapi jangan semua terjun ke online. Kasihan yang tidak bisa akses internet, karena jumlahnya lebih banyak, apalagi warga NU, kebanyakan di desa. Untuk itu kami akan membicarakannya di arena Munas nanti. Media harus menjadi perhatian bersama. Kita mesti berjamaah agar terus terbit," jelasnya.

Selain memamerkan media-media yang masih terbit, pameran juga akan menyuguhkan media-media lama, seperti Soeloeh NO, Chazanah, Berita NO, Warta NO, LINO, Risalah Islamiyah, Oetoesan NO, Berkala Sarbumusi, dan sebagainya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 28, 2018

Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek

Trenggalek, Persatuan Habib Jawa Timur - Setiap malam tahun baru selalu disuguhkan dengan tradisi mencari kesenangan yang seolah-olah wajib bagi elemen masyarakat terutama kaum remaja dan pemuda. Ada yang bersenang-senang dengan berpesta pora, berwisata ria, dan tentunya tidak lupa dengan menyalakan kembang api serta tiupan terompetnya.

Dalam momen euforia tahun baru 2018 Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Trenggalek membuat agenda yang cukup berani serta menguji militansi para kadernya, yaitu menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-II IPNU-IPPNU Trenggalek. Rakercab II ini menghadirkan seluruh pengurus pimpinan cabang ditambah 10 delegasi kader dari 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang diselenggarakan selama dua hari, 31 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 di Aula Lantai 3 Gedung PCNU Trenggalek.




Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Peringatan Tahun Baru 2018 ala Pelajar NU Trenggalek

“Rakercab II ini kita agendakan pada momen tahun baru dengan tujuan melihat militansi kader-kader kita, apakah mereka mementingkan kesenangan pribadi dengan euforia tahun barunya atau mementingkan kepentingan perjuangan keumatan di IPNU-IPPNU,” kata Ketua IPNU Trenggalek Mokhamad Nurul ‘Izza.

Kharis selaku Ketua Panitia menambahkan, pelaksanaan mengambil waktu dua hari yang bertepatan hari di akhir tahun bertujuan untuk evaluasi realisasi program kerja kita tahun yang kemarin dan awal tahun kita gunakan untuk merencanakan program kerja yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kehadiran peserta cukup maksimal, mayoritas pengurus cabang hadir dan seluruh PAC mendelegasikan kader-kader terbaiknya, total kehadiran peserta Rakercab II mencapai 154 kader,” tambah Kharis.

Persatuan Habib Jawa Timur

Rapat ini diawali dengan pembukaan, penyampaian laporan perkembangan terkini seluruh pimpinan anak cabang yang meliputi pemaparan laporan kegiatan serta permasalahan yang dihadapi secara bergantian.

Forum ini kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi yang sifatnya rekomendasi program kerja yang diikuti seluruh peserta Rakercab dan kemudian penetapan program kerja oleh internal PC IPNU-IPPNU Trenggalek. Forum ini diakhiri dengan sosialisasi program kerja yang telah ditetapkan kepada seluruh peserta rapat. (Ilham Bai/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Sunnah, PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 23, 2018

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sistem pendidikan pesantren berusaha mencetak anak yang pandai dan cerdas. Selain itu, mengarahkan pola hidup anak dalam rangka menjalani hidupnya di masa mendatang.




Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

“Menentukan pendidikan anak sangat vital termasuk pendidikan yang berlandaskan agama. Cerdas kalau tidak dasari agama maka anak manusia akan mengandalkan logika akal itu rentan dengan aqidahnya,” kata KH Buchori Masruri saat memperingati 1000 hari wafatnya Ibu Nyai Hj Mujahadah Musyafak, pengasuh Pesantren Nurul hikmah Merbotan Bintoro Demak, Selasa malam 10/3.

Mantan ketua PWNU Jateng tersebut mengapresiasi perjuangan almarhumah yang peduli pada pendidikan anak lewat dunia pesantren. Menurutnya pesantren memiliki karakter, watak dan tradisi tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, pesantren memiliki keunikan sendiri dalam aspek-aspek kehidupannya pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri. Kitab-kitab rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad dalam bentuk kitab kuning dan sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas dan dianggap mampu mengajarkan pendidikan dan tidak mudah kena dengan budaya negatif

“Jangan menyesal memasukkan anak ke pesantren karena di sini anak akan menerima pendidikan dengan sistim kehidupan berdasarkan agama, mereka disiapkan untuk masa depan maka anak tidak akan ketinggalan jaman,” jelas kiai Buchori. (A.Shiddiq Sugiarto/Anam)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Nahdlatul, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 22, 2018

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pesantren Al-Badri FC tidak bisa dianggap remeh. Buktinya, Nuris United FC harus bersusah payah untuk menaklukkan tim yang bermarkas di Pesantren Al-Badri, Kotok, Kalisat, Jember itu. Sang juara bertahan tersebut baru bisa memastikan kemenangan di injury time babak kedua. Gol semata wayang itu terjadi lewat tendangan penalti.

Kedua tim menyajikan pertandingan menarik dalam babak perempat final Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur? yang dihelat di lapangan Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Sabtu (3/9) tersebut.




Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Serangan silih berganti dilakukan. Sejumlah peluang juga sama-sama diperoleh. Namun tidak berhasil dikonversi jadi gol. Kendati Al-Badri FC sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, tapi hingga 30 menit babak pertama usai, tak sebuah gol pun tercipta.

Di babak kedua, penampilan Nuris United tetap menawan. Namun serangan yang bertubi-tubi dilakukan? barisan depan Nuris United tak mampu menggetarkan jala gawang Al-Badri FC. Pertandingan pun diprediksi akan berlanjut dalam adu tendangan penalti. Tapi memasuki injury time, pemain belakang Al-Badri dinyatakan hands ball oleh wasit saat menyundul bola di kotak penalti sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wasitpun tanpa ragu? mengusir pemain tersebut dengan kartu merah sekaligus memberi hadiah penalti kepada Nuris United FC. Meski sempat terjadi protes yang keras dari para pemain Al-Badri FC, namun wasit bergeming. Richard Rahmad yang menjadi algojo berhasil menunaikan? tugasnya dengan baik.

Di pertandingan lain, Al-Qodiriyah FC berhasil menaklukkan Bustanul Makmur FC dengan skor 2-0. Sementara tuan rumah, Darussalam FC memastikan maju ke semifinal setelah mengelontor Mambaul Huda dengan 4 gol tanpa balas. Sedangkan Al-Mubarok menang tipis atas? Persatuan? Sepak Bola Nurul Jadid (PSNJ),? Probllinggo dengan angka 1-0.

"Babak semifinal insya Allah semakin seru," tukas Wakil RMI Jember kepada? PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, PonPes, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 21, 2018

Santri Al-Muniroh Peroleh Kesempatan Pertukaran Pelajar di Taiwan

Gresik, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Baru-baru ini Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah, Gresik Jawa Timur menerima kunjugan akademis dari Taiwan Shoufu University. 

Rombongan dari Shoufu University yang dipimpin oleh Prof When Sen Huang, Ph.D disambut langsung oleh KH Mahmudi Ambar, pengasuh pesantren di gedung serbaguna Pesantren Al-Muniroh.




Santri Al-Muniroh Peroleh Kesempatan Pertukaran Pelajar di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Muniroh Peroleh Kesempatan Pertukaran Pelajar di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Muniroh Peroleh Kesempatan Pertukaran Pelajar di Taiwan

Kunjungan ini adalah kali kedua dari Shoufu University ke Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YPPP) Al-Muniroh setelah tahun sebelumnya juga pernah ke Al-Muniroh. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Setelah kunjungan pertama, saya selalu teringat Al-Muniroh dan ingin datang ke sini lagi. Bahkan, hal itu sampai terbawa dalam mimpi saya,” ujar Huang dengan logat mandarinnya yang khas. 

Suasana guyub dan kekeluargaan di Al-Muniroh lah yang telah membuatnya jatuh hati dan ingin berkunjung kembali.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ada beberapa agenda penting dalam kunjungan delegasi dari Shoufu University kali ini. Di antaranya adalah memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMA Al-Muniroh yang berprestasi dan lolos seleksi untuk dapat mengikuti program pertukaran pelajar dengan Shoufu University. 

Selain itu juga ada misi pertukaran budaya antara China dan Indonesia, khususnya kultur Islam Pesantren. 

“Kami sangat tertarik dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Islam pesantrennya yang egaliter, toleran dan damai. Secara filosofis ada beberapa kemiripan dengan apa yang juga kami yakini selama ini,” terang Huang.

Tidak ketinggalan, Huang juga memberikan motivasi kepada para santri untuk tetap semangat dalam belajar, tidak pernah putus asa dan serius dalam segala hal. 

Ia juga menekankan bahwa kunci sukses bagi para santri untuk dapat menaklukkan dunia salah satunya adalah dengan penguasaan terhadap bahasa-bahasa asing yang digunakan dalam percaturan global saat ini. 

“Jika di sini sekarang sudah diajarkan Bahasa Arab dan Inggris, maka tidak ada salahnya juga kalau ditambah dengan kemahiran berbahasa Mandarin. Karena bahasa adalah kunci dunia,” pesannya.

Sementara itu, dari pihak Pesantren Al-Muniroh yang diwakili oleh ustadz Kurdi Muhammad, Kepala Madrasah Diniyah Al-Muniroh, dalam pengantarnya menyambut baik kunjungan dan agenda Shoufu University tersebut. Menurutnya, ini adalah kesempatan emas bagi para santri untuk menambah pengetahuan dan pengalamannya tentang dunia internasional, 

“Untuk menjadi umat yang rahmatan lil alamin, santri harus paham dan menguasai globalisasi dan acara semacam ini adalah salah satu pintu masuknya,” katanya. 

Ia juga menambahkan bahwa santri dan seluruh elemen Pesantren Al-Muniroh harus merasa bangga bahwa kini dunia sudah mulai melirik mereka untuk menjadi partner dalam usaha turut memajukan dunia dan mewujudkan perdamaian antarumat manusia. 

“Meskipun tidak secara total dan radikal, saya yakin acara lintas kultural antar negara semacam ini bisa menjadi kompos yang pada gilirannya mampu menyemai benih kemajuan dunia dan perdamaian antar umat manusia,” pungkas ayah dua orang anak ini mengakhiri. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp

Bogor, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sebagai upaya membekali dan membentengi kader-kader baru angkatan 2016 atau biasa disebut angkatan 53, Ahad (9/10), KMNU IPB kembali menggelar Aswaja Youth Camp ? (AYC). Membekali kader baru KMNU IPB mengenai tiga aspek penting, yaitu Aswaja, NU, dan KMNU itu sendiri merupakan tujuan dari AYC yang merupakan acara pengaderan rutin tahunan.




KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Bekali Kader Baru Melalui Aswaja Youth Camp

Acara yang dipandu oleh MC Sirojul Abidin dan Nalbas Suny Lazuardy ini dimulai tepat pukul 10 waktu setempat dan bertempat di RK.U 3.01 Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor. Selain dibuka dengan pembacaan tilawah, lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon juga turut mengawali acara ini.

Ismatul Hakim, salah satu pembina KMNU IPB dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya mengkaji kitab kuning yang merupakan pustaka Islam yang terjaga keotentikannya. Salah satu asaatidz di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihya Dramaga, Ustadz Abdurrahman hadir menyampaikan materi mengenai ilmu fiqih dasar Madzhab Imam Syafi’i. Senada dengan Ismatul Hakim, Ustadz Abdurrahman juga menyampaikan betapa pentingnya belajar kitab kuning kepada guru yang sanadnya tidak terputus hingga Rasulullah SAW.?

Menjelang ishoma, adik-adik kader baru KMNU 53 dihibur oleh seni wayang kulit yang dibawakan oleh Aditya Bayu Anggara dan diiringi oleh tim hadrah IPB. Usai ishoma, peserta disuguhkan video singkat tentang dokumenter KMNU, sejarah NU dll. Materi tentang Aswaja disampaikan oleh Ustadz Khotimi, ? ke-NU-an oleh Ustadz Rizqon dan ke-KMNU-an oleh presidium nasional I KMNU Nasional, Hasan Bisri, yang sebelumnya juga merupakan kader KMNU IPB.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Di akhir acara, dilakukan pemilihan ketua angkatan. Pemilihan ketua angkatan penting karena ketua angkatan tidak hanya bertugas satu atau dua tahun tapi selamanya memiliki amanah menjaga kerekatan anggota dalam satu angkatannya. Dua mahasiswa yang berasal dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Abdul Muiz dan Adlinnisa N., terpilih sebagai pasangan ketua angkatan KMNU IPB 53. Semoga di tangan mereka, KMNU IPB 53 –yang juga menamakan diri sebagai Garda Adhikarya– bisa ? lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selamat meneruskan perjuangan NU lewat KMNU, semoga amanah! (M. Kholili/Kholilah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Hadits, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw