Showing posts with label Khutbah. Show all posts
Showing posts with label Khutbah. Show all posts

Monday, August 6, 2018

Memahami Hadits Akhir Zaman

Memahami Hadits Akhir Zaman
Hadits akhir zaman termasuk tema yang cukup sering dibahas belakang ini. Ada beberapa media online dan ustadz kerap kali mengangkat topik hadits yang berkaitan dengan tanda kiamat atau akhir zaman.

Sebagian kelompok radikal menjadikan hadits-hadits itu untuk menguatkan dan menunjukkan kepada khalayak bahwa apa yang mereka lakukan itu dilegitimasi oleh hadits Nabi.

Perlu diketahui, tidak semua hadits akhir zaman itu benar atau shahih. Sebagian dari hadits tersebut ada juga yang lemah dan tidak bisa dijadikan pedoman. Kemudian, hadits akhir zaman sebagian besar hanya berupa informasi (khabar), bukan perintah yang harus diikuti ataupun larangan yang harus ditinggalkan.

Karena itu, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim mengatakan:

ليس كلُّ ما أخبر صلى الله عليه وآله وسلم بكونه من علامات الساعة يكون محرمًا أو مذمومًا؛ فإن تطاولَ الرعاء في البنيان وفُشُوَّ المال وكونَ خمسين امرأة لهنَّ قَيِّمٌ واحد: ليس بحرام بلا شك، وإنما هذه علاماتٌ، والعلامة لا يُشتَرَطُ فيها شيءٌ من ذلك، بل تكون بالخير والشر، والمباح والمحرم، والواجب وغيره

Artinya, “Setiap informasi dari Nabi tentang tanda-tanda kiamat tidak mesti itu haram dan tercela. Misalnya, meninggikan bangunan, banyak harta, dan situasi di mana perempuan lebih banyak dari laki-laki (50 perempuan dan laki-laki hanya satu), tidak diragukan lagi bahwa itu bukanlah keharaman. Ini hanya sebatas tanda. Tanda tidak mensyaratkan (berimplikasi pada) apa pun. Tanda bisa jadi baik dan bisa juga buruk, bisa boleh dan bisa juga haram, bahkan wajib.”

Tanda-tanda kiamat dalam pandangan Imam Nawawi hanya sebatas tanda dan tidak berimplikasi pada larangan. Karena belum tentu setiap tanda kiamat itu buruk atau haram. Misalnya, meninggikan bangunan, banyak harta, atau situasi di mana perempuan lebih banyak dari laki-laki, pada dasarnya boleh dan tidak haram.

Menghiasi masjid atau membuat masjid lebih bagus misalnya, sebagian orang melarang karena merujuk pada hadits akhir zaman. Salah satu hadits yang dirujuk adalah:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ

Artinya, “Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid,” (HR Abu Dawud).

Dikarenakan membuat masjid megah atau bagus itu termasuk tanda kiamat, sebagian orang melarang dan mengharamkannya. Padahal sejak dulu, selain tempat ibadah, masjid juga menjadi simbol kemajuan peradaban Islam. Semakin bagus masjid menunjukkan semakin tingginya sebuah peradaban.

Karena itu, yang dikritik sebetulnya bukanlah membangun masjid megah, tapi substansi dari pembangunan masjid itu sendiri. Membuat masjid bagus-bagus, tapi jemaahnya kosong. Percuma masjid bagus, kalau tidak ada yang shalat di dalamnya. Inilah sebetulnya yang dikritik dalam hadits di atas, bukan semata-mata karena membangun masjid megah. Sebab dalam hadits lain disebutkan:

يَأْتِي عَلَى أُمَّتِي زَمَانٌ يَتَبَاهَوْنَ بِالْمَسَاجِدِ وَلاَ يَعْمُرُونَهَا إِلَّا قَلِيلًا

Artinya, “Akan datang suatu masa di mana banyak orang yang membangun masjid megah dan orang yang memakmurkannya sangat sedikit,” (HR Ibnu Khuzaimah).

Sebab itu, menurut sebagian ulama, menghiasi masjid atau membangun masjid megah dibolehkan dalam Islam. Bahkan, itu bagian dari memakmurkan masjid dengan catatan tidak hanya fokus pada bentuk formal masjid, tapi juga memerhatikan substansinya.

Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan:

وما كل علامة على قرب الساعة تكون مذمومة، بل ذكر لها أمورًا ذمَّها كارتفاع الأمانة، وأمورًا حمدها كزخرفة المساجد، وأمورًا لا تُحْمَدُ ولا تُذَمُّ كنزول عيسى

Artinya, “Tidak semua tanda kiamat tercela. Ada tanda yang tercela semisal hilangnya amanah dan ada juga tanda yang bagus atau terpuji seperti menghiasi masjid. Ada pula tanda yang tidak dipuji dan tidak pula dicela semisal turunnya Nabi Isa.”

Dengan demikian, kalau menemukan hadits akhir zaman telitilah terlebih dahulu kualitas haditsnya. Andaikan hadits tersebut memang shahih, perhatikan makna dan penjelasan ulama terhadap hadits tersebut. Jangan sampai semua tanda kiamat dalam hadits Nabi itu dipukul rata haram, karena tidak semua tanda kiamat berimplikasi pada keharaman. Wallahu a‘lam. 

www.nu.or.id | Hengki Ferdiansyah

Monday, February 26, 2018

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Jember, Persatuan Habib Jawa Timur

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-82 Nahdlatul Ulama kali berbeda dengan Harlah sebelumnya. Menurut rencana yang sudah disusun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), akan ada telekonferensi pidato Rais Aam yang bisa disimak secara serentak di seluruh Pengurus Wilayah di seluruh Indonesia.

Di masing-masing Pengurus Wilayah para pengurus NU berkumpul dalam jumlah besar. “Ini yang bernilai istimewa,” kata KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua Pengurus Cabang NU Jember, saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Rabu (16/1).




Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Menurut Kiai Muhyiddin, warga NU sebenarnya sudah biasa berkumpul, baik di masjid maupun dalam acara-acara yang lain. Hal itu sekaligus sebagai bukti kalau jumlah warga NU memang besar. Namun untuk kali ini kumpul-kumpul itu akan bernilai luar biasa, karena difasilitasi dengan alat teknologi canggih yang bisa menampilkan gambar serentak ke seluruh Indonesia dalam waktu bersamaan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selain adanya teleconference, nilai istimewa lain harlah kali ini adalah adanya semangat untuk meneguhkan kembali jati diri organisasi, lepas dari pemanfaatan kepentingan orang luar terhadap NU. Gambaran yang jelas adalah adanya penolakan sebagian besar PCNU di Jawa Timur atas rencana majunya Ketua PWNU Dr Ali Maschan Moesa, MSi, dalam ajang Pilgub yang akan datang.

Pemandangan itu bisa dilihat dari pertemuan yang diadakan PBNU di Pesma Al-Hikam Malang pada Sabtu (12/1) lalu. Hal itu, menurut Kiai Muhyiddin, menunjukkan kalau mayoritas PCNU keberatan kalau NU dijadikan kendaraan untuk kepentingan politik.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dalam pandangan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) itu, kalau NU sudah lepas dari politik praktis, maka kran komunikasi dengan sesama warga NU yang ada di manapun langsung terbuka lancar. Tidak lagi tersumbat. “Sebab pada pengalaman selama ini, partai-partai itu selalu menjadi sekat komunikasi antar sesama warga NU,” tuturnya.

Hal lain yang bernilai istimewa dalam harlah kali ini, adalah timbulnya semangat dari warga NU untuk mengibarkan panji-panji NU di seluruh pelosok daerah, sesuai instruksi PBNU. Apalagi dalam waktu yang lama, selama satu bulan penuh. Bahkan sampai banyak Ranting yang berlomba memperpanjang bendera dan spanduk agar suasana di sekitar mereka semakin ramai. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pesantren, Nasional, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 15, 2018

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Kapolsek Sulang Kabupaten Rembang AKP Hariyanto hadir sebagai inspektur upacara pembukaan Diklatatsar Banser ke-4 yang diselenggarakan oleh GP Ansor Rembang di Desa Glebeg Kecamatan Sulang Rembang, Jumat-Ahad (9-11/9). Hariyanto mengapresiasi pemuda setempat yang berkenan bergabung dengan aktivitas GP Ansor dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam sambutan, Hariyanto menyampaikan bahwa peran ulama NU dalam menegakkan negara kesatuan Indonesia sangatlah besar. Sangat wajar jika NKRI harga mati? bagi GP Ansor dan Banser adalah hal yang sudah sepantasnya karena pewaris sah negeri ini.




Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Ekstremisme dan Narkoba, Polsek Sulang Dukung Kaderisasi GP Ansor

"Kami atas nama pemerintah kecamatan Sulang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GP Ansor dan Banser yang senantiasa menyelenggarakan kegiatan positif ini. Terima kasih juga buat GP Ansor yang terus berada di garda terdepan dalam mengawal NKRI dari kelompok dan aliran anti-Pancasila dan kelompok yang ingin mendirikan negara di dalam negara,” jelas Hariyanto.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada dengan Hariyanto, salah satu pengurus harian Pimpinan Pusat GP Ansor Musyafa menyampaikan bahwa meski tidak ditulis dalam sejarah, para ulama NU mempunyai andil besar dalam kemerdekaan NKRI.

"Pada saat Laskar Hisbullah maju di medan pertempuran, mengusir penjajah para kiai aman dahulu mulai jajaran mustasyar hingga jajaran tanfidziyah NU pasti bermujahadah,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di hadapan 100 calon anggota Banser yang akan mengikuti pelatihan, Musyafa mengajak kader NU untuk memerangi tiga hal yang menjadi pokok permasalahan kekinian negara, di antaranya narkoba, terorisme-radikalisme, dan pornografi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Khutbah, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek

Trenggalek, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Caban Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek periode 2016-2021 resmi dilantik kemarin (1/9). Bertempat di Gedung NU Trenggalek, duet KH M. Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Mashum sebagai Rais Syuriah bersama segenap Pengurus Harian dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Disamping prosesi pelantikan, yang menarik ribuan hadirin dalam acara tersebut adalah pengajian yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Dalam ceramahnya, Kyai Said mengingatkan akan bahaya terorisme dan ajaran wahabi yang menjadi cikal bakal ideologi teroris.




Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek

Menurut dia, kiai-kiai NU mengajarkan kepada masyarakat tentang etika sosial. Namun ada kelompok lain yang mengaku ahli agama, tapi pada kenyataannya mengajarkan cara merakit bom. "Karena itu, tanggung jawab kita warga NU, menyebarkan Islam yang toleran, Islam Ahlussunnah wal Jamaah."

Persatuan Habib Jawa Timur

Selain Kiai Said dan Kiai Mutawakkil, tampak hadir pula Bupati Trenggalek beserta wakilnya, Ketua DPRD Trenggalek, Ketua MUI Trenggalek, Wakapolres Trenggalek, Kasdim Trenggalek, dan segenap jajaran birokrat.

Persatuan Habib Jawa Timur

Acara pelantikan yang berlangsung malam hari itu dimeriahkan dengan gema shalawat oleh Rijalul Ansor dan Kanzus Shalawat. Kegiatan tersebut disiarkan live di TV 9. (Abid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, Kiai, Anti Hoax Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 13, 2018

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Drs H Fuad Anwar menegaskan, Pagar Nusa merupakan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan pengurus sehingga organisasi pencak silat ini merupakan bagian terpenting dalam setiap gerak dan langkah NU.

“Sejak ditetapkan sebagai badan otonom (banom) lewat Muktamar NU di Solo 2004 lalu, Pagar Nusa sudah sejajar dengan Banom NU lainnya yang sudah ada seperti GP Ansor, Muslimat NU, dan lainnya,” tegas Fuad usai melantik Pengurus IPSNU Pagar Nusa Sumut dan Kota Medan di Sumatera Village Medan, Ahad (20/1), seperti dilaporkan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Muhammad Safii Sitorus dari Medan.




Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Pada kesempatan itu Fuad berharap, Pagar Nusa secepatnya untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang bagi pengurus yang baru dilantik di tingkat Sumut, dan membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan bagi pengurus Pagar Nusa Kota Medan yang baru dibentuk.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami meberikan waktu dua tahun kepada pengurus yang baru dilantik untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi guna menghasilkan kepengurusan yang defentif lima tahun yang akan datang,” ujar Fuad.

Dikatakannya, Pagar Nusa harus mengamankan setiap agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus NU dimanapun berada baik diminta atau tidak, dan harus datang dalam setiap rapat pleno lengkap NU diundang atau tidak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU DR H Andi Djamaro Dulung yang menyatakan bahwa Pagar Nusa merupakan asset NU yang bertugas menjaga keutuhan NU dari pihak luar khususnya menjaga keutuhan faham-faham NU dari pihak luar .

“Kalau ada rongrongan datang dari pihak luar terhadap NU maka Pagar Nusa berada di garis terdepan menjaga keutuhan NU,” tegas Andi Jamaro. Andi Jamaro juga mengatakan agar PWNU Sumut dan PCNU Medan bisa bersinergi terhadap kepengurusan Pagar Nusa yang baru dibentuk.

Sementara itu Ketua Tanfdiziyah NU Sumut H Ashari Tambunan mengatakan Pagarnusa memiliki potensi besar berkemban di Sumut sebab Pagarnusa merupakan satu-satunya wadah warga Nahdliyin untuk mendidik seni belada diri.

”Warga Nahdliyin cukup besar di Sumut apalagi banyak sekolah-sekolah NU di Sumut yang bisa menjadi peluang bagi Pagarnusa untuk mengembangkan jaringan dan mengembangkan organisasi,” ujar Ashari.

Asahri juga meminta agar Pagarnusa Sumut dan Kota Medan bersama-sama mensukseskan acara Bulan Harlah Ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januri 2008 dan akan berakhir pada 3 Februari 2008 dengan acara puncak pelaksanaan Istigosah di halaman Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso .

Ketua Pagar Nusa Sumut Ahcmad Firdausi Hutasuhut dalam sambuatannya siap mengemban amanah organisasi khususnya dalam menjaga kutuhan NU di Sumut.

”Kami bersama dengan anggota siap berada di garda terdepan mengamankan dan menjaga NU dari gangguan pihak luar," ujar Firdaus.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu diwakili Wakil Bendahara Agung, Ketua Tanfdziyah NU Medan Ir H Wahid ,MSi,Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Medan H Amin Daulay, serta sejumlah pengurus olahraga pencak silat lainnya di Sumut dan Kota Medan.

Adapun pengurus IPSNU Pagarnusa Sumut yang dilantik adalah Ketua Achmad Firdausi Hutasuhut,SH,MSi, Sekretaris Achyar Daulay,SE Pengurus Pagarnusa Kota Medan yang dilantik Ketua Drs Iksan Syahria Lubis,Sekretaris Muhammad Safii Sitorus dilengkapi dengan wakil ketua sekretaris dan biro-biro. (msy)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Khutbah, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 11, 2018

Peringati Harlah, 50 Ribu Nahdliyin Padati Bumi Perkemahan Poncol

Magetan, Persatuan Habib Jawa Timur - Pada penutupan peringatan hari lahir (harlah) Ke-83 GP Ansor, Ke-94 NU, dan Ke-76 Muslimat NU, sebanyak 50 ribuan umat Islam dari kaum nahdliyin memadati area bumi perkemahan Poncol, Magetan, Senin (24/4). Acara tersebut dimeriahkan oleh grup Semut Ireng dan diisi oleh KH Ali Sodikin dari Semarang.

Ketua GP Ansor Poncol Gus Toev sekaligus sebagai ketua pelaksana gelaran harlah selama seminggu penuh dalam sambutannya mengatakan, acara tersebut bisa sukses dikarenakan kerja sama seluruh pihak.




Peringati Harlah, 50 Ribu Nahdliyin Padati Bumi Perkemahan Poncol (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, 50 Ribu Nahdliyin Padati Bumi Perkemahan Poncol (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, 50 Ribu Nahdliyin Padati Bumi Perkemahan Poncol

"Ini juga menjadikan bukti bahwa ketika semua bersatu, maka tak ada yang tak bisa diwujudkan," tegasnya.

Acara penutupan pagelaran harlah dimulai dengan penyerahan hadiah-hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan sebelumnya seperti lomba shalawat, lomba Mars Subbanul Wathan, dan lomba-lomba yang lainya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Kerja sama antarbanom NU tampak dalam acara kali ini. Itu dibuktikan yang bertugas MC dari IPNU-IPPNU, pembacaan ayat suci Al-Quran dari Banser dengan seragam kebesarannya. Sementara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathan oleh Muslimat NU. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, February 10, 2018

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

New York, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kalangan muslim di New York mengharapkan pesantren-pesantren ataupun yayasan-yayasan Islam di Nanggroe Aceh Darussalam perlu diperkuat, terutama dalam pendanaan sehingga mereka juga mampu menampung lebih banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Dalam suatu pertemuan untuk membahas bencana tsunami Asia di New York, Jumat, sejumlah perwakilan organisasi muslim seperti Islamic Centre of New York, Muslim Student Asociation (MSA), dan komunitas-komunits muslim di kota tersebut menyatakan cemas dengan masa depan anak-anak Muslim di Aceh.

Keprihatinan tersebut ditambah lagi dengan kabar bahwa sejumlah anak telah dibawa keluar Aceh oleh orang yang tidak dikenal, bahkan ada dugaan menjadi korban eksploitasi. "Kami cukup prihatin dengan banyaknya anak di Aceh yang menjadi yatim piatu," kata Ketua Islamic Center of New York, Shamsi Ali dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip ANTARA.

Masyakarat Muslim di New York, katanya, saat ini terus melakukan penggalangan dana yang antara lain akan disalurkan bagi organisasi yang menyantuni anak-anak yatim piatu tersebut. Shamsi Ali sendiri pekan ini merencanakan akan ke Aceh untuk membawa sumbangan dari komunitas Muslim New York dan menemui sejumlah yayasan yang siap menampung dan mendidik anak-anak korban
tsunami tersebut.

"Kami ingin yayasan Islam itu memiliki kemampuan, dan kami di New York siap untuk memberi dukungan dana," kata Shamsi. Ia juga mendukung sikap Pemerintah RI yang melarang anak-anak yatim piatu Aceh dibawa keluar Aceh, dan ketetapan bahwa anak Muslim harus diadopsi oleh keluarga Muslim juga dengan sejumlah persyaratan.

Kalangan Muslim di New York juga merencanakan suatu penggalangan dana besar-besaran pada 13 Februari mendatang untuk korban tsunami tersebut. Sementara ini dari komunitas Muslim New York sudah terkumpul dana lebih dari 100.000 dolar AS untuk Aceh. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw




Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

Wednesday, February 7, 2018

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

Rembang, Persatuan Habib Jawa Timur - Selama perayaan Natal 2017 dan persiapan tahun baru 2018, Satkorcab Banser Rembang menerjunkan sedikitnya 30 anggota yang diminta secara resmi oleh pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk ikut menciptakan iklim yang dondusif di wilayah Kabupaten Rembang menjelang pergantian tahun.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Zaenal Arifin mengatakan, partisipasi yang dilakukan oleh pihak Banser muncul karena ada permintaan secara resmi untuk membantu aparat kepolisian dan pemerintah.




Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

"Kami berpartisipasi diundang secara resmi. Spirit Banser memenuhi permintaan membantu polisi dalam mengamankan Natal adalah ingin mengamankan sesama anak bangsa saat beribadah," kata Satkorcab Banser Rembang kepada Persatuan Habib Jawa Timur.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan, aparat yang bertugas dalam mengamankan Natal dan tahun baru sangat terbantu dengan kehadiran para kader GP Ansor.

"Kami bersama aparat terkait lainnya saat menjaga perayaan Natal dan persiapan tahun baru 2018 sangat terbantu dengan kehadiran Banser Satkorcab Rembang," kata Pungky.

Persatuan Habib Jawa Timur

Saat apel gelar pasukan operasi lilin candi 2017 di Mapolres Rembang pada 22 Desember 2017, Banser diundang secara resmi untuk mengikuti apel bersama aparat TNI-Polri, dan pihak terkait di Kabupaten Rembang.

Banser Rembang berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan preventif, dan intelijen sebagai bagian penegakan hukum. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Semangat NU Care Bantu Pesantren Tahfidh di Bogor

Bogor, Persatuan Habib Jawa Timur

Mendung yang menggantung di langit Pondok Pesantren Annur di Jalan Cibeureum Gang Menteng, Kampung Nyalindung, Desa Sukamantri Kecamata Tamansari, Bogor Jawa Barat sejak sebelum shalat Jumat (24/30) berubah jadi hujan. Selama dan beberapa saat setelah pelaksanaan shalat, hujan masih turun, hingga perlahan berubah gerimis.




Semangat NU Care Bantu Pesantren Tahfidh di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat NU Care Bantu Pesantren Tahfidh di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat NU Care Bantu Pesantren Tahfidh di Bogor

Suasana basah dan dingin mengantar jamaah shalat Jumat terutama penduduk sekitar meninggalkan masjid di kompleks pesantren. Keadaan menjadi hangat saat beberapa santri menabuh rebana, membawakan musik hadrah. Sementara para santri lainnya mendendangkan shalawat.

Setelah sajian musik hadrah dan shalawat, Ustadz Fathurrohman, salah satu pengajar di pesantren tersebut, mengumumkan bahwa siang itu Pondok Pesantren Annur kedatangan tamu.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kepada para tamu, Ustadz Fathurrohman menjelaskan Pondok Pesantren Annur merupakan pesantren tahfidh Al-Qur’an. Dirintis pada tahun 2007, semula pesantren itu hanya memiliki delapan santri. Berdiri di atas lahan seluas 1, 8 hektar, Pesantren Annur dibangun atas cita-cita H Amran yang ingin mewadahi para yatim dan dhuafa untuk menghafal Al-Quran.

“Perkembangan berikutnya, dilihat dari hasil yang cukup memuaskan terbukti dengan hafalan yang baik, masyarakat mulai tertarik untuk menitipkan anak mereka menghafal Al-Quran di sini,” kata Ustadz Fathurrohman.

Persatuan Habib Jawa Timur

Saat ini ada 125 santri di Pesantren Annur. Para santri yang berada pada rentang usia SMP-SMA, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka belajar secara gratis di pesantren tersebut, baik untuk makan, tempat tinggal, maupun biaya pendidikan. Sementara alumninya banyak yang meneruskan belajar maupun mengabdikan diri di berbagai tempat termasuk luar negeri seperti Qatar dan Turki. ?

Para tamu yakni tim NU Care LAZISNU siang itu datang ke pondok pesantren Annur untuk menyerahkan bantuan berupa beras seberat 1,5 ton.

“Setelah saya bertemu dengan dan berbicara dengan para pengasuh dan ustadz di Pesantren Annur, saya dipenuhi pikiran apa yang bisa kami (NU Care) lakukan. Adalah? tanggung jawab kita untuk saling berbagi. Kalau ada sedikit yang kami salurkan sekarang, ini adalah apresiasi dan penghormatan kepada para santri di sini,” kata Samsul.

Menurutnya, suasana menyenangkan dan melegakan di pondok pesantren sebagai tempat belajar harus selalu diciptakan. Karenanya ia berharap akan ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam waktu ke depan untuk pesantren tersebut.

“Apa yang kurang di sini dan bisa kita tambahkan untuk perbaikan, akan kita diskusikan. Semuanya untuk meningkatkan semangat dan konsentrasi para santri di sini,” harapnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Santri, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Tangerang Selatan, Persatuan Habib Jawa Timur - Pengurus Besar (PB) Koprs PMII Putri (Kopri) bekerja sama dengan Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan deklarasi “Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Acara deklarasi dirangkai dengan dialog publik tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gedung Kopertais Wilayah I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (16/12). Deklarasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya menimpa perempuan dan anak.




Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri-KPPPA Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ketua Kopri PB PMII mengungkapkan sederetan peristiwa yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, kekerasan itu tampak sadis bahkan sistematis.

"Hari Senin 12 Desember 2016 lalu telah terjadi aksi pembacokan pelajar SMA Muhammadiyah Yogyakarta, mereka diserang saat melintasi Jalan Imogiri, Dusun Lanteng Bantul. Kemudian Selasa pagi, seorang remaja tega menggorok leher 7 siswa/i SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Selanjutnya Selasa sore, di Bandung seorang pemuda membabi buta menyerang 8 orang menggunakan pisau yg mengakibatkan seorang tewas," terangnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Perempuan yang akrab disapa Teh Ai itu menambahkan, berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, Kopri memandang bahwa faktor kekerasan terhadap anak tidak hanya datang dari pola pengasuhan saja tapi dari faktor konteks sosial yang sedang berkembang. ?

"Maka dari itu kami menolak segala bentuk ekstrimisme dan kekerasan atas nama apapun, entah itu atas nama agama atau yg lainnya," imbunnya.

Karena itu pula, Kopri bersinergi dengan KPPPA melakukan Deklarasi Bersama Gerakan Pemuda Dalam Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak:

1. Mengutuk keras peristiwa di NTT, Yogyakarta dan Bandung.

2. Meminta masyarakat agar waspada terhadap situasi keamanan dan perkembangan politik nasional termasuk isu-isu yg sifatnya provokatif.

3. Meminta aparat hukum untuk bisa menjamin rasa aman bagi masyarakat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia hadiah Nobel Perdamaian baru saja mengumumkan bahwa Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).? Organisasi ini bertanggung jawab atas pemusnahan senjata kimia di Suriah.

Pengumuman dikeluarkan oleh Ketua Komite Nobel Norwegia, Thorbjorn Jagland di Oslo pada Jumat, 11 Oktober, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.




Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian

"Komite Nobel Norwegia memutuskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian 2013 diberikan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) atas kerja luas organisasi ini untuk memusnahkan senjata kimia," kata Jagland.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Organisasi yang bermarkas di Den Haag ini didirikan untuk menerapkan pemberlakuan konvensi Senjata Kimia pada 1997, salah satu traktat perlucutan paling berhasil. Belakangan OPCW menerjunkan tim inspektur untuk melaksanakan Klik pemusnahan senjata kimia di Suriah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan kemenangan ini maka OPCW berhak mengantongi medali emas dan hadiah uang US$1,25 juta sebagai hadiah paling bergengsi di antara hadiah Nobel lainnya.

Prediksi NRK

Hadiah akan diserahkan pada tanggal 10 Desember di ibukota Norwegia bertepatan dengan peringatan kematian pendiri Hadiah Nobel asal Swedia, Alfred Nobel. Hadiah Nobel didirikan pada 1895 atas dasar wasiat sang industrialis.

Pemenang Nobel Perdamaian tahun ini sesuai dengan ramalan lembaga penyiaran publik Norwegia NRK. Lembaga penyiaran tersebut sebelumnya memperkirakan hadiah akan diberikan kepada OPCW.

Bukan kali ini saja lembaga penyiaran Norwegia benar menebak pemenang Nobel Perdamaian. Tahun lalu NRK menyebut Uni Eropa adalah pemenang Nobel Perdamaian dan ternyata prediksi itu benar.

Sebelumnya dilaporkan calon-calon kuat penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun ini antara lain adalah remaja Pakistan yang ditembak pada kepala oleh Taliban karena memperjuangkan hak-hak pendidikan perempuan, Malala Yousafzai dan ahli kandungan Denis Mukwege dari Republik Demokratik Kongo. (mukafi niam)

Foto BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, RMI NU, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU

Brebes, Persatuan Habib Jawa Timur. Kondisi masyarakat Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang mengalami kesulitan dalam menempuh wajib belajar 9 tahun, menjadi keprihatinan generasi muda NU desa setempat. Tokoh-tokoh muda NU Desa Siandong berembug dengan tokoh NU serta Kepala Desa setempat untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah.




Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Madrasah Atas Desakan Generasi Muda NU

?

“Generasi muda sangat bersemangat mendirikan madrasah agar adik-adiknya bisa menempuh pendidikan,” papar Kepala MTs Maarif NU 08 Siandong H Hasan Bisri, saat berbincang dengan Persatuan Habib Jawa Timur di ruang kerjanya, Senin (13/2).

Persatuan Habib Jawa Timur

Bertepatan dengan pemekaran desa, lanjutnya, anak-anak desa Siandong mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena jaraknya jauh. Jalan terbaik yang disepakati generasi muda NU, yayasan dan Kepala Desa akhirnya didirikanlah MTs Maarif NU 08 Siandong.?

Hasan menceritakan, saat pendirian pada tahun pelajaran 1994/1995 langsung banyak peminatnya karena mencapai 114 siswa. Gedung yang digunakan milik Diniyah Wushto, tapi selanjutnya diniyah berpindah ke pondok pesantren tak jauh dari lokasi MTs.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Madrasah yang terletak di jalan Imam Bonjol 12 desa Siandong Larangan, ternyata laris, banyak peminatnya. Terbukti hingga saat ini tetap bertahan dengan jumlah siswa mencapai 300 anak dengan bimbingan 19 guru dan 4 orang staf.?

Madrasah yang memiliki tanah seluas 3.720 meter persegi dengan luas bangunan 933 meter persegi termasuk masjid, proses pembelajaran berlangsung dinamis. Beragam kegiatan pembiasaan menjadi pedoman untuk mengukur karakter siswa antara lain setiap pagi dilakukan pembacaan Surat Yasin bersama-sama yang dipandu lewat pengeras suara dari Masjid Madrasah. Kegiatan IPNU-IPPNU juga semarak yang sebelumnya mengikuti kegiatan Makesta usai masa orientasi siswa. Jamaah shalat dhuhur juga dilakukan tiga tahap.?

Baca Tulis Quran (BTQ) menjadi muatan lokal dengan alokasi waktu 1 jam per minggu. Termasuk kegiatan ekstrakurikuler menjadi kebanggaan siswa karena bisa menyalurkan bakat dan minat peserta didik. Ekstra kurikuler yang digelar antara lain Pramuka, rebana, olahraga, bulu tangkis, bola voli, PBB dan pencak silat. “Saat ini, kami membutuhkan pelatih silat Pagar Nusa,” ungkapnya.

?

Hasan juga memaparkan prestasi para siswa tidak mengecewakan karena setiap ujian lulus 100 persen. Pramukanya juga berkibar dengan sering menjadi peserta tergiat di Jambore Ranting. Ketika Jamnas 2016 berlangsung di Jakarta pun, salah seorang siswanya ikut menjadi tim di Regu Kwarcab Brebes.?

“Ke depan mudah-mudahan lebih maju lagi, bisa membangun gedung lagi karena saat ini sudah terdapat 140 calon siswa yang sudah mendaftar ke sini,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, Ahlussunnah Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 23, 2018

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Balikpapan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan penolakannya terhadap keberadaan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) atau Negara Islam Irak dan Syam di daerah tersebut.

"NU Balikpapan tolak ISIS. Kita tolak keberadaannya dan penyebarannya di Kota Balikpapan. PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga telah menegaskan penolakannya terhadap ISIS," kata Sekretaris PCNU Kota Balikpapan Drs. Imam Warosy (26/8).




PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Menurutnya, ISIS merupakan organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), bahkan bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mengimbau agar umat Islam, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan agar tidak perngaruh oleh ISIS dan paham radikal lainnya. "Kita menghimbau agar umat Islam tidak terpengaruh ISIS, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS dan paham-paham radikal lainnya", imbaunya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ustadz Warosy, panggilan akrabnya, mengatakan keberadaan ISIS menimbulkan keresahan dan bisa memperkeruh hubungan antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan kondusivitas Kota Balikpapan yang sudah terkenal sebagai kota yang aman, tentram dan nyaman.  

"Kita pertahankan kondusifitas kota Balikpapan. Jangan biarkan ISIS dan paham radikal lainnya menganggu keamanan dan ketenteraman Kota Balikpapan," pungkasnya. (Abdurrahman/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 20, 2018

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Bandung, Persatuan Habib Jawa Timur

Alhusaeni yang berasal dari Kabupaten Bandung sebenarnya lebih akrab dengan Stadion Siliwangi tempat laga digelar. Tapi kenyataannya tetabuhan dan nyanyian suporter tim asal Kota Reog Ponorogo, Darul Huda, yang memenuhi seisi stadion hampir sepanjang pertandingan.

Namun di lapangan kesebelasan Alhusaeni memulai pertandingan lebih tenang. Beberapa kali serangan kedua sayap mereka memaksa lawan melakukan pelanggaran. Di saat kehilangan bola, disiplin penempatan posisi tim berseragam hijau putih ini pun memudahkan mereka melakukan pressing kepada lawan.




Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Babak pertama baru mulai beberapa menit, tim tuan rumah membuka peluang bagus lewat sontekan Al-Ikhsan yang menerima operan tendangan bebas Divie dari sisi kiri pertahanan Darul Huda. Tapi kiper Darul Huda Humaidi bergerak dengan cepat menepis bola yang mengarah sisi kanan gawangnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Alhusaeni kembali mendapatkan peluang pada menit 17 ketika Al-Ikhsan berhasil mencuri bola lawan dan melakukan solo run di sayap kiri. Tapi Ardi yang kurang tenang saat menyambut crossing Al-Ikhsan hanya melihat tendangan pelannya diamankan kiper lawan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Darul Huda yang banyak mendapat tekanan hanya sesekali membalas secara sporadis, mengandalkan kecepatan dan kemampuan membaca ruang dari Wiranto yang kerap melebar ke sisi kiri.

Jelang akhir babak pertama sekelompok pendukung Alhusaeni memasuki stadion dan mulai berkompetisi adu keriuhan dengan pendukung tim lawan, membuat suasana tambah meriah. Mereka menyaksikan gol Alhusaeni dianulir wasit lantaran offside. Babak pertama yang cukup sengit berakhir tanpa gol.

Persaingan adu riuh kedua kelompok pendukung mendahului dimulainya babak kedua. Ketika bola mulai bergulir, tim Darul Huda langsung menunjukkan determinasi yang lebih baik ketimbang di babak pertama.

Wiranto sempat membuat kerepotan lini belakang Alhusaeni ketika melakukan akselerasi di derah berbahaya. Tapi pemain belakang lawan berhasil mengisolasi, membuatnya sulit mengoper kepada rekan.

Alhusaeni ganti memberikan sinyal bahaya buat Darul Huda ketika sebuah umpan terobosan membuat Al-ikhsan menembus pertahanan Darul Huda. Tapi tendangan kaki kirinya tak akurat mengarah gawang. Pemain bernomor 88 tersebut kembali menunjukkan kemampuan ketika melakukan kombinasi operan 1-2 dengan Bayu. Tapi kiper Humaidi sigap merebut bola.

Wiranto yang sejak babak kedua lebih melebar ke sisi kanan, menunjukkan kelasnya untuk mengubah skor pertandingan menjadi 1-0 dan menyulut keriuhan di tribun pendukungnya. Gol bermula dari akselerasi pemain nomor 7 ini yang dengan gesit mengejar umpan terobosan di kotak penalti lawan. Dengan satu sentuhan ia mengirim bola melewati jangkauan kiper Alhusaeni.

Gol di laga yang ketat seperti membakar semangat para pemain Darul Huda untuk mengambil alih dominasi laga. Wiranto kembali mendapatkan peluang berbahaya ketika berhasil melewati dua pemain lawan. Tapi tendangannya melenceng di sisi kanan gawang.

Memasuki paruh akhir babak kedua, Darul Huda menurunkan garis pertahanan untuk mengamankan keunggulan. Sesekali mereka melakukan serangan balik mengandalkan Wiranto.

Meski mengembalikan dominasi, Alhusaeni kesulitan memproduksi peluang berkualitas dan gagal membalas gol lawan sampai laga usai.

Meski kecewa dan timnya tidak memenuhi target, pelatih Alhusaeni Arif Herawan mengaku kehebatan tim lawan. Ia mengatakan para pemainnya sudah berusaha maksimal dan lebih banyak mendominasi laga. Tapi kenyataannya lawan bisa mencuri gol.

Sementara pelatih Darul Huda Agus Susanto mengatakan bahwa di laga ini para pemainnya memang lebih banyak diinstruksikan mengandalkan serangan balik. Hal ini menimbang faktor kelelahan akibat jadwal yang padat, serta kondisi lapangan yang kurang ideal.

Di laga 16 Besar lain yang bertempat di Lapangan Progresif, tim Kebumen Alkahfi mengalahkan Manbaul Hikmah asal Kendal, dengan skor 1-0. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pondok Pesantren, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 17, 2018

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

Tasikmalaya, Persatuan Habib Jawa Timur. Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin mengatakan tanggungjawab NU kian besar. NU bukan hanya punya tanggungjawab keumatan, tetapi tanggung jawab terhadap sejarah, terhadap kebangsaan dan tanggung jawab terhadap NU itu sendiri serta kepada para Ulama.

Menurut Kiai Maruf, kenapa NU bertanggung jawab kepada umat, karena ketika menjelang wafat, Rasul SAW pun hanya mengkhawatirkan umatnya. Rasul tidak mengkhawatirkan istri dan anak-anaknya tapi berpesan bagaimana dengan umatnya.




Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

"Pesan Rasul, ummatii, ummatii, ummatii. Jadi tanggung jawab besar NU bagaimana menjaga dan memelihara umat karena siapa yang mengabdi untuk umat, Insyaallah akan ditinggikan derajatnya," kata Kiai Maruf dalam taushiyah pelantikan PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/4).

Untuk itu, Kiai Maruf mengingatkan bahwa tugas Ulama menyiapkan generasi-generasi Ulama juga serta tokoh-tokoh perubahan. Sehingga Ulama jangan hanya dipesantren tapi harus terjun ditengah masyarakat.

NU pun, ucap Kiai Makruf, memiliki tanggung jawab juga terhadap sejarah karena pendiri Indonesia adalah NU. Maka NU wajib memelihara dan menjaga NKRI sehingga siapa saja yang mengancam Indonesia akan berhadapan dengan NU.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Selanjutnya tanggung jawab NU terhadap ulama karena NU organisasinya para ulama. Sehingga ulama NU harus beraqidah Ahlussunah wal Jamaah yang An-Nahdiyah jangan Aswaja tapi harokahnya beda. Jangan sampai mengaku NU, berakidah Aswaja tapi harokah (gerakan)-nya wahabi dan khawarij," tuturnya. 

Persatuan Habib Jawa Timur

Setelah memberi taushiyah di Pelantikan, KH Makruf meresmikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Badak Paeh Singaparna. Di sana ia meminta Ketua PWNU Jabar, KH Hasan Nuri Hidayatullah untuk menjadikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya sebagai Gedung Kantor percontohan di Jawa Barat. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pendidikan, Cerita, Khutbah Persatuan Habib Jawa Timur