Showing posts with label Anti Hoax. Show all posts
Showing posts with label Anti Hoax. Show all posts

Tuesday, February 27, 2018

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II)

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur 

Personel Wali Band, Aan Kurnia bertanya tentang arti ulama kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Pertanyaan itu, menurut dia, tidak hanya pertanyaannya sendiri, tapi fansnya melalui Twitter dan grup Wathsapp. 

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I)




Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II) (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II) (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II)

“Mohon maaf Pak Kiai, kami jangan dianggap selebritis. Kami santri Pak Kiai,” kata Aan yang akrab disapa Apoy yang ditemani personel lain, Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said.

(Baca: Inilah Pesan Kiai Said untuk Grup Musik Wali)

Kiai Said menjawab pertanyaan tersebut pada pertemuan di gedung PBNU, Jakarta (18/1) dalam rangka penjajakan pelibatan Wali pada program Ayo Mondok yang akan dilakukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU).

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut kiai asal Cirebon tersebut, ulama adalah orang yang ahli dalam ilmu agama. “Kerjaaannya para ulama itu ta’lim, menyampaikan ilmu agama, mengajari masyarakat agar paham agama. Kalau ada orang yang tiap hari ngamuk-ngamuk, bilang “kurang ajar”, apa itu ulama?” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta itu.  

Menurut Kiai Said, seorang ulama harus meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah. 

Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).

Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.

“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.

Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal. 

“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Syariah Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 21, 2018

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Ribuan alumni Pondok Pesantren Annuqayah memadati aula Syarqawi Annuqayah, Sabtu (31/10). Pesantren yang berlokasi di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep Madura tersebut tengah menggelar silaturrahim alumni.

Acara yang diprakarsai pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tersebut dihadiri masyaikh Annuqayah mulai dari kiai sepuh hingga kiai muda. Para dosen dan staf Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) juga hadir.




Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Dalam kesempatan itu, Travel IAA Investama dilaunching. Travel Annuqayah ini menerima order paket wisata, rekreasi, study tour, ziarah wali.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Travel yang dikelola para santri tersebut melayani ziarah wali 5 + Gus Dur, wali 9, dan wali 7 Pulau Wali serta carter untuk berbagai tujuan perjalanan. (Hairul Anam/Adullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Quote, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 18, 2018

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.




Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Jumat (18/9).

 

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Anti Hoax, Quote Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Bogor,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU menghelat penyusunan Renstra (Rencana Strategis) dan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2015-2020 di Hotel Lor In, Bogor, Jawa Barat. Raker di area sirkuit Sentul ini berlangsung mulai 13 sampai 15 November 2015.

Pada pembukaan acara, Ketua Lakpesdam PBNU Dr. Rumadi Ahmad menekankan bahwa Lakpesdam perlu merumuskan rencana program selama lima tahun ke depan dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan peran yang telah dicantumkan PBNU.




Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Sesi pembukaan acara juga dihadiri oleh para sesepuh dan mantan ketua Lakpesdam dari beberapa periode. Ini digunakan untuk menyerap masukan, pengalaman, dan cerita plus ‘klangenan’ lintas generasi. Hadir diantaranya KH Abdullah Syarwani, Kiai Helmi Ali, MM.Billah, H.Yahya Ma’shum dan Ulil Abshar-Abdalla.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wejangan para sesepuh yang diselingi canda dan saling lempar sindiran inspiratif itu menghasilkan kesimpulan bahwa Lakpesdam perlu tetap mempertahankan sikap kritis, baik itu kepada kondisi sosial politik di luar (eksternal), maupun kritis terhadap internal lakpesdam itu sendiri, terlebih kepada PBNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, perlu mengingat peran Lakpesdam pada awal kelahirannnya sebagai bagian yang dirumuskan dari ikhtiar khittah NU 1926 setelah muktamar pada tahun 1984 di Situbondo. Dari situlah, Lakpesdam kemudian dilahirkan sebagai respon terhadap pentingnya kebutuhan lembaga yang membidani lahirnya generasi-generasi yang unggul secara intelektual dan moral, atau dalam seloroh MM Billah, tangguh, tanggap dan tanggon.

Usai dialog lintas generasi, forum yang difasilitasi Muntajid Billah berlanjut dengan membuat Renstra Lakpesdam NU 2015-20120, mulai dengan pendalaman identitas lakpesdam dan capaian-capaian yang eksisting, serta bicara peluang dan tantangan.

Hingga esok hari, Raker kali ini diharapkan menyelesaikan analisa stakeholders, merumuskan visi dan misi, memilih strategi, program prioritas hingga membincang peran dan struktur kelembagaan. (Saduddin Sabilurrasad/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 15, 2018

Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek

Trenggalek, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Caban Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek periode 2016-2021 resmi dilantik kemarin (1/9). Bertempat di Gedung NU Trenggalek, duet KH M. Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Mashum sebagai Rais Syuriah bersama segenap Pengurus Harian dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Disamping prosesi pelantikan, yang menarik ribuan hadirin dalam acara tersebut adalah pengajian yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Dalam ceramahnya, Kyai Said mengingatkan akan bahaya terorisme dan ajaran wahabi yang menjadi cikal bakal ideologi teroris.




Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Sampaikan Ceramah di Pelantikan PCNU Trenggalek

Menurut dia, kiai-kiai NU mengajarkan kepada masyarakat tentang etika sosial. Namun ada kelompok lain yang mengaku ahli agama, tapi pada kenyataannya mengajarkan cara merakit bom. "Karena itu, tanggung jawab kita warga NU, menyebarkan Islam yang toleran, Islam Ahlussunnah wal Jamaah."

Persatuan Habib Jawa Timur

Selain Kiai Said dan Kiai Mutawakkil, tampak hadir pula Bupati Trenggalek beserta wakilnya, Ketua DPRD Trenggalek, Ketua MUI Trenggalek, Wakapolres Trenggalek, Kasdim Trenggalek, dan segenap jajaran birokrat.

Persatuan Habib Jawa Timur

Acara pelantikan yang berlangsung malam hari itu dimeriahkan dengan gema shalawat oleh Rijalul Ansor dan Kanzus Shalawat. Kegiatan tersebut disiarkan live di TV 9. (Abid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Khutbah, Kiai, Anti Hoax Persatuan Habib Jawa Timur

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Persatuan Habib Jawa Timur?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.




Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, February 10, 2018

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

New York, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw
Kalangan muslim di New York mengharapkan pesantren-pesantren ataupun yayasan-yayasan Islam di Nanggroe Aceh Darussalam perlu diperkuat, terutama dalam pendanaan sehingga mereka juga mampu menampung lebih banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Dalam suatu pertemuan untuk membahas bencana tsunami Asia di New York, Jumat, sejumlah perwakilan organisasi muslim seperti Islamic Centre of New York, Muslim Student Asociation (MSA), dan komunitas-komunits muslim di kota tersebut menyatakan cemas dengan masa depan anak-anak Muslim di Aceh.

Keprihatinan tersebut ditambah lagi dengan kabar bahwa sejumlah anak telah dibawa keluar Aceh oleh orang yang tidak dikenal, bahkan ada dugaan menjadi korban eksploitasi. "Kami cukup prihatin dengan banyaknya anak di Aceh yang menjadi yatim piatu," kata Ketua Islamic Center of New York, Shamsi Ali dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip ANTARA.

Masyakarat Muslim di New York, katanya, saat ini terus melakukan penggalangan dana yang antara lain akan disalurkan bagi organisasi yang menyantuni anak-anak yatim piatu tersebut. Shamsi Ali sendiri pekan ini merencanakan akan ke Aceh untuk membawa sumbangan dari komunitas Muslim New York dan menemui sejumlah yayasan yang siap menampung dan mendidik anak-anak korban
tsunami tersebut.

"Kami ingin yayasan Islam itu memiliki kemampuan, dan kami di New York siap untuk memberi dukungan dana," kata Shamsi. Ia juga mendukung sikap Pemerintah RI yang melarang anak-anak yatim piatu Aceh dibawa keluar Aceh, dan ketetapan bahwa anak Muslim harus diadopsi oleh keluarga Muslim juga dengan sejumlah persyaratan.

Kalangan Muslim di New York juga merencanakan suatu penggalangan dana besar-besaran pada 13 Februari mendatang untuk korban tsunami tersebut. Sementara ini dari komunitas Muslim New York sudah terkumpul dana lebih dari 100.000 dolar AS untuk Aceh. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw




Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NY Inginkan Pesantren dI Aceh Diperkuat

Wednesday, February 7, 2018

Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe

Khartoum, Persatuan Habib Jawa Timur. Tempe, makanan tradisional khas Nusantara itu, barangkali hanya dikenal terbatas di Indonesia. Tapi, jangan salah. Tak lama lagi, makanan berbahan baku kedelai itu bakal bisa dinikmati di luar negeri, setidaknya di Sudan.

Begitu barangkali yang dipikirkan para Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) di Sudan yang tergabung dalam Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Sudan. Mereka membuat terobosan luar biasa dengan memproduksi makanan khas Indonesia, seperti tempe, toge, dan lain-lain.




Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe

Tak tanggung-tanggung. Demi mewujudkan gagasan cemerlang itu, PCINU Sudan telah mendirikan sebuah badan usaha yang diberi nama Syirkah Nahdlatut Tujjar Al-Mahdudah atau PT Nahdlatut Tujjar. Badan usaha berbentuk industri rumahan (home industri) itu, nantinya juga akan memproduksi makanan khas Asia.

“Karena sekarang orang-orang Asia di Sudan sudah mulai banyak, kami terpanggil untuk membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Mustasyar PCINU Sudan Moh Badrussalam Shof dalam sambutannya pada peluncuran dan peresmian PT Nahdlatut Tujjar di Khortoum, Sudan, Jumat (6/7) lalu.

Kang Badrus—begitu panggilan akrabnya—yang juga Manajer Utama badan usaha tersebut menjelaskan, nama Nahdlatut Tujjar (Pergerakan Kaum Sudagar) sengaja dipakai untuk mengenang kembali cikal-bakal berdirinya jam’iyah NU yang pada awalnya merupakan sebuah organisasi yang menghimpun kaum saudagar, pada 1917.

Ia menambahkan, PT Nahdlatut Tujjar diharapkan dapat menjadi semangat untuk membangkitkan kembali perekonomian warga NU dan bangsa Indonesia pada umumnya. Ia yakin, melalui usaha-usaha kecil seperti yang ia rintis itulah, perekonomian kalangan Nahdliyin akan bangkit.

Persatuan Habib Jawa Timur

Murwan Ahmad Taufik, Manajer Produksi badan usaha tersebut, mengatakan, langkah awal untuk memulai usaha itu, akan dilakukan pada Rabu (11/7) mendatang. “Kalau dimulai hari Rabu, insya Allah berkah. Jadi, insya Allah, hari Sabtu produk ini sudah bisa beredar,” terang Mirwan yang juga ahli dalam pembuatan tempe.

Acara peresmian tersebut dihadiri pejabat Kedutaan Besar RI di Sudan, antara lain, Syahid Nur Karim (Kepala Sub Bidang Ekonomi), Bambang Purwanto (Kepala Sub Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya) dan sejumlah petinggi PCINU Sudan, di antaranya, Taufiqurrahman Azhari (Wakil Bendahara), KH Moh Ali Zamroni Malik (Katib Syuriah) dan KH Zulham Qudsi FA (Wakil Katib Syuriah). (rif/nus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Budaya, Anti Hoax, Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tingginya angka pengguna narkoba di kalangan pelajar di Indonesia mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Di Jakarta saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 20 persen dari 500.000 pengguna Narkoba adalah pelajar. Sementara itu, dari 100.000 kasus yang ditangani polisi, 40 persen di antara tersangkanya adalah usia muda.

Melihat hal tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 yang bakal digelar di Bandung, Sabtu-Senin 18-20 November 2017 akan membahas isu tersebut.




IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bakal Bahas Upaya Tekan Narkoba Pelajar

Rencananya, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan hadir pada hari pertama Rapimnas, Sabtu (18/11). Bersama Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir, BNN akan menyampaikan materi dengan tema Merawat Keindonesiaan dari Ancaman Bahaya Narkoba di Kalangan Pelajar dan Pemuda.

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid menyampaikan, tingginya kasus narkoba perlu dilakukan upaya preventif guna menekan angka tersebut.

“Kasus Narkoba begitu tinggi sehingga diperlukan upaya preventif pemerintah dengan menggandeng organisasi pelajar dan pemuda guna memahami pentingnya bahaya Narkoba,” katanya di Kantor PBNU Lantai 5, Rabu (15/11).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapimnas 2017 PP IPNU Wahyono Annajih mengatakan, bahwa Rapimnas merupakan momen yang tepat bagi BNN untuk melakukan tindakan preventif.

“Rapimnas merupakan momen yang tepat bagi BNN untuk melakukan ikhtiar bersama dalam menjelaskan berbagai hal yang dilakukan BNN selama ini. Selain itu, sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program pencegahan dengan menggandeng OKP IPNU,” katanya.

Kandidat doktor Universitas Negeri Jakarta itu juga berharap agar kerja sama yang baik itu dapat berkesinambungan dan menyeluruh ke semua tingkatan pimpinan IPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ini momen yang tepat karena IPNU sebagai organisasi pelajar terbesar yang menduduki seluruh tingkatan pemerintahan dari ranting atau desa hingga pusat, termasuk di komisariat-komisariat sekolah dan perguruan tinggi. Tentunya melalui koordinasi PP IPNU,” ungkapnya. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 4, 2018

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

Jombang,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih akrab disebut Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan melangsungkan gawe besar yakni peringatan seabad madrasah dan 191 tahun pesantrennya. Untuk menyambut itu kepanitiaan mengupayakan pusat dokumentasi atau museum.

"Kami terus berburu testimoni atau pengakuan dari para pelaku sejarah, dalam hal ini siapa saja yang mengetahui kiprah pesantren di masa awal," kata divisi dokumen, H Muhyiddin Zainul Arifin, Sabtu (26/3).




Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

Bersama panitia yang lain, H Muhyiddin melakukan serangkaian wawancara dan pencarian dokumen demi mengukuhkan keberadaan dan kiprah para pendahulu maupun pesantren. "Sejumlah sesepuh yang masih bisa diajak komunikasi terkait kiprah para pendahulu pesantren satu demi satu kami datangi," katanya. Demikian pula dokumen yang membenarkan usia madrasah serta sejumlah barang penting dari para pengasuh masa awal juga terus diupayakan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Bahkan ada piagam yang berhasil ditemukan panitia yang menerangkan bahwa usia madrasah ternyata lebih tua dari data yang dimiliki panitia," terang dosen di Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah atau Unwaha Jombang ini. Demikian pula benda bersejarah yang pernah dimiliki para pendahulu pesantren turut diinventarisir, lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai langkah awal dan berdasarkan masukan saat koordinasi dengan anggota devisi telah disepakati untuk menggali data dari para putra dan putri pengasuh. "Para panitia sudah kami bagi agar bisa menyebar ke sejumlah dzurriyah atau keluarga pesantren," katanya. Karena dari para keluarga dalem tersebut nantinya akan muncul temuan baru atau bahkan rekomendasi siapa saja yang layak untuk dikonfirmasi terkait kiprah para pendahulu pesantren.

"Kami akan mengumpulkan sebanyak mungkin pandangan dan pengakuan hingga barang bersejarah dari berbagai kalangan sebagai upaya untuk mengungkap kiprah para sesepuh dan pendahulu," ungkapnya. Beberapa keluarga juga tidak berkeberatan berbagi koleksi foto dan benda pusaka yang nantinya akan dipamerkan. "Tidak menutup kemungkinan, foto dan dokumen serta benda bersejarah tersebut belum terpublikasi," lanjutnya.

Terhadap pihak yang tidak berkenan untuk menyerahkan benda bersejarah yang ada kaitannya dengan pesantren dan para pengasuh, divisi ini tidak akan memaksa. "Kami bisa menggunakan kamera atau scan agar bisa mendapatkan materi yang ada," jelasnya. Dan nantinya seluruh koleksi tersebut akan dipamerkan di Gedung Serba Guna KH Abdullah Said dari tanggal 27 hingga 2 Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesantren Tambakberas yang didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah akan memperingati ulang tahun. Dan di pesantren yang mulai mengenalkan model madrasah secara klasikal tahun 1915 ini juga mengadakan sejumlah kegiatan dari mulai 26 April hingga 4 Juni mendatang. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, Anti Hoax, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Membandingkan Kepemimpinan

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Raymond White menuliskan sekitar 40 tahun yang lalu, bahwa ada perbedaan antara kepemimpinan (leadership) Richard Nixon dengan John F. Kennedy. White menggambarkan kepemimpinan model Nixon itu sebagai kepemimpinan kepala kelasi (boatswain). Ia memimpin para kelasi di ruangan bawah untuk menimba air yang masuk akibat badai dan membuangnya ke laut. Sepanjang waktu badai berlangsung ia harus siaga memimpin para kelasi untuk menjaga agar kapal mereka tidak sarat dengan air yang dibawa badai itu. Kalau ia lupa sekitar 15 menit saja, kapal yang ditumpanginya akan tengelam. Artinya, ia harus menjaga, dengan kepemimpinannya itu agar keselamatan kapal laut mereka tidak tenggelam dalam perjalanan. Kepemimpinan seperti ini sangat diperlukan dalam berbagai bidang.




Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membandingkan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membandingkan Kepemimpinan

Tentu saja model kepemimpinan seperti Nixon itu berbeda dari kepemimpinan Kennedy. Kalau White menamai kepemimpinan Nixon sebagai kepemimpinan yang sibuk dengan hal-hal teknis, maka kepemimpinan Kennedy justru sebaliknya. Hal itu digambarkan White sebagai kepemimpinan nahkoda kapal di anjungan kemudi. Seorang nahkoda melihat laut luas di hadapan matanya. Ketika cuaca menjadi gelap, angin mulai bertiup kencang dan hujan mulai turun, sang nakhoda akan memerintahkan sauh dibuang ke laut untuk menahan agar supaya kapal tetap berada di tempat dan layar mulai digulung agar kapal laut itu tidak dibawa angin kemana-mana. Sang nahkoda sendiri kembali ke kabinnya dan tidur di sana. Nanti, setelah ia bangun dari tidur, cuaca sudah baik, badai sudah berlalu dan angin sepoi-sepoi saja yang terasa, maka ia pun memerintahkan sauh diangkat dari laut, dan layar dikembangkan kembali. Kepemimpinan seperti ini tidak terlalu terpaku oleh rincian-rincian, melainkan lebih memperhatikan ke arah mana kapal laut harus diarahkan.

Contoh lain yang dapat dikemukakan di sini, terjadi ketika penulis masih menjadi santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Kabupaten Jombang. Tiap Jum’at dan Selasa siang, sehabis dzuhur atau sekitar jam 1 siang hingga jam 4 sore penulis mengaji kepada kakeknya dari Ibu, KH. M. Bisri Syansuri di Denanyar, Kabupaten Jombang. Pada suatu ketika seorang pemimpin lokal Nahdlatul Ulama (NU) menunggu dengan sabar hingga acara penulis mengaji selesai di waktu Ashar itu. Ia lalu mengatakan kepada Kiai Bisri, bahwa ia mempunyai delapan orang anak dan berniat berqurban bagi mereka. Namun uangnya hanya cukup untuk membeli seekor lembu. Padahal sesuai dengan ketentuan fiqh/ hukum Islam, binatang itu hanya dapat dijadikan qurban bagi tujuh orang anaknya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Bisri menyatakan kepadanya, bahwa ia harus memilih antara dua hal: menunda qurban hingga tahun depan atau berqurban tahun ini hanya untuk tujuh orang anak. Orang itu pun dengan mata kuyu dan muka sangat sedih segera meninggalkan tempat itu. Kiai Bisri meminta kepada penulis artikel ini, untuk membonceng di atas sepeda orang tersebut mengantarkan ke rumah ipar Kiai Bisri yaitu Kiai A. Wahab Chasbullah, Ra’is ’Aam atau orang pertama NU. Penulis membonceng orang itu di atas sepedanya ke Tambak Beras, empat kilometer jauhnya. Di sana penulis menyatakan kepada Kiai Wahab, bahwa orang itu disuruh Kiai Bisri untuk bertemu dengan sang ipar. Orang itu lalu menyampaikan kepada Kiai Wahab seperti apa yang dikemukakannya kepada Kiai Bisri.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kiai Wahab lalu menanyakan, apakah ia punya uang untuk membeli seekor lembu dan seekor kambing? Orang itu menyatakan, bahwa ia mempunyai uang sejumlah itu. Kata Kiai Wahab, lembu itu dapat dijadikan qurban untuk tujuh orang anak. Adapun kambing digunakan sebagai binatang ancik-ancik (alat untuk mencapai sesuatu yang tinggi) bagi anak ke delapan. Orang itu lalu sangat gembira dengan “pemecahan” seperti itu. Ia keluar dari rumah Kiai Wahab dengan senyum gembira. Kiai Wahab telah memperlihatkan kepemimpinannya pada saat itu. Berkat kepemimpinan itu, ia membuat sang pengurus lokal NU itu sangat bergembira dan tentunya merasa berhutang budi pada Kiai Wahab seumur hidupnya.

Sudah tentu kepemimpinan seperti itu, memiliki dimensinya masing-masing. Hal ini terlihat ketika Bung Karno merencanakan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Kiai Wahab menerima gagasan itu, karena NU adalah satu-satunya kekuatan politik formal gerakan Islam yang masih ‘bertahan’ dalam dunia politik. Kalau gagasan itu ditolak, maka dalam DPR-GR yang akan dibentuk itu, tentu tak ada wakil gerakan Islam. Karena itu ia menerima gagasan tersebut. Ini bertentangan dengan iparnya sendiri, Kiai Bisri yang menjadi Wakil Ra’is ‘Aam atau orang kedua dalam NU. Menurutnya, DPR yang dibubarkan Soekarno adalah hasil pemilu tahun 1955. Kalau itu dibubarkan maka sebagai gantinya, lembaga perwakilan rakyat tersebut haruslah hasil sebuah pemilu. Kiai Bisri dan Kiai Wahab bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing, sehingga berbulan-bulan lamanya tidak ada keputusan tentang hal itu. Baru kemudian Kiai Wahab menyatakan secara formal bahwa ia menerima gagasan tersebut, sedangkan Kiai Bisri tetap menolak gagasan itu. Hingga berakhirnya Demokrasi Terpimpin dua orang itu menunjukkan kepemimpinan yang saling berlawanan, bukan?

*) Pernah dimuat di Sindo, 20 Febuari 2008

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Anti Hoax, Amalan, Kyai Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 2, 2018

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, Sabtu (25/1) malam, menggelar tahlilan dan shalat gaib atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH MA Sahal Mahfudh.




PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teladani Mbah Sahal

Ketua PWNU Sumut? H Ashari Tambunan mengatakan, NU dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh ulama kharismatik yang memiliki pengetahuan sangat luas. Menurutnya, Kiai Sahal Mahfudh adalah seorang ulama isitiqamah dan hidupnya semata-mata untuk umat.

“Kiai Sahal mampu menegakkan khittah NU 1926 dengan menjaga kebersihan dirinya dari kepentingan politik praktis. Sampai akhir hayatnya, Kiai Sahal tidak pernah tergiur untuk masuk partai politik. Figur seperti ini sangat langka di negeri ini. Karena itu, kita sangat kehilangan Kiai Sahal,” ungkap Ashari Tambunan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dia mengajak Nahdliyin di Sumut agar tetap menjadikan Kiai Sahal sebagai panutan. Sebab, sosok Kiai Sahal dikenal sebagai ulama yang santun, moderat, dan toleran, namun tegas dalam penegakan akidah. Sehingga pemikirannya bisa diterima oleh semua generasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, tambah Ashari, Kiai Sahal punya pengetahuan dan penguasaan yang luas di bidang fiqih sosial, kenegaraan, dan ekonomi. “Karenanya, Kiai Sahal mendapat gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut H Imron Hasibuan dalam kesempatan itu mengatakan, Kiai Sahal merupakan tokoh yang tetap mampu menjaga kehormatan ulama. “Beliau tidak pernah tergoda oleh hal-hal duniawi seperti tawaran kekuasaan di bidang politik yang terus menghampirinya. Kiai Sahal lebih memilih mengurusi umat lewat MUI, NU dan pesantren yang diasuhnya di Pati, Jawa Tengah,” tutur Imron.

Tahlilan dan shalat gaib untuk kiai sahal dilaksanakan di aula kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batang Hari Medan. Tahlilan diikuti ratusan warga NU yang datang dari Binjai, Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan. (Hamdani Nasution/Mahbib)

?

Foto: Kiai Sahal bersama para kiai dalam sebuah Munas Alim Ulama di Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Kyai Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 31, 2018

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo yang digelar di aula MWCNU Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (2-3/1), menetapkan Muhammad Mahmuda sebagai Ketua PMII Sidoarjo periode 2016-2017. Mahmuda terpilih setelah unggul dengan 10 suara dari Doni Gunawan yang memperoleh 5 suara.

Konferensi dihadiri seluruh Pengurus Komisariat PMII se-Sidoarjo dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny, Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha), Universitas Sunan Giri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sebagai peninjau dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida). Muhammad Mahmuda berasal dari IAI Al-Khoziny sedangkan Doni Gunawan dari Umaha.




Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru PMII Sidoarjo Siap Laksanakan Serentetan Program Unggulan

"Rasa bangga yang telah kami dapat atas dukungan sahabat/sahabati mulai dari awal hingga akhir yang telah memperjuangkan. Kami akan menjalankan putaran organisasi ini dan selalu berkoordinasi dengan komisariat hingga rayon se-Sidoarjo, serta selalu bersikukuh untuk menjalan putaran organisasi dengan baik demi PMII ke depannya lebih baik," kata Mahmuda, Ahad (3/1) malam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menurutnya, ke depan masih banyak program yang perlu diperbaiki. Seperti menghidupkan kembali komisariat PMII STKIP PGRI Sidoarjo, membuat website resmi Pimpinan Cabang PMII Sidoarjo, merintis rayon di setiap komisariat yang belum memiliki rayon, serta program unggulan lainnya. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh PK PMII se-Sidoarjo.

Gigin Anggi Zuarinsa, mantan Ketua PC PMII Sidoarjo berpesan kepada ketua terpilih supaya menjadi pemimpin yang ikhlas dan sabar dalam mengabdi di PMII. Gigin berharap program-program yang baik supaya dilanjutkan, dan dapat memperbaiki yang belum sempurna.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Program yang belum terealisasi adalah pembuatan website cabang, perintisan LSO bidang ekonomi serta menghidupkan lagi komisariat Ronggowarsito STKIP. Untuk itu, saya berpesan kepada Ketum yang baru supaya tetap sabar dan ikhlas melanjutkan program tersebut. Tidak hanya itu saja, pengawalan kaderisasi di semua komisariat se- Sidoarjo khususnya komisariat Umsida dan Unusida," ungkap Gigin.

Ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabat M Mahmuda menjadi Ketua PC PMII Sidoarjo masa gerak 2016-2017. "Semoga bisa membawa PMII Sidoarjo lebih maju dan jaya serta sanggup menegakkan kalimat Tuhan (Allah). Salam Pergerakan," ucapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 30, 2018

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Brebes, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Keberadaan Fatayat NU harus mampu membawa diri, jangan sampai di bawa ke sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, bersikap netral dalam sikap politik ataupun pengabdian pada masyarakat. Tidak di bawa-bawa ke mana yang disukai oleh pemimpinnya, sehingga akan menjadi organisasi yang bermartabat dengan pelayanan yang prima dan tidak memihak.

“Mengelola Fatayat itu, harus dengan sinar keikhlasan dengan mampu mambawa diri,” demikian pesan Ketua Pemimpin Wilayah (PW) bidang Pendidikan dan Pengkaderan Fatayat NU Jawa Tengah  Hj Muta’alimah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Brebes di Hotel Dedy Jaya Brebes, Ahad (16/12).




Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Tidak berarti, kata Muta’alimah, Fatayat menghindar dari berbagai partai politik tetapi justru harus mampu bekerja sama. Kader-kader Fatayat bertebaran diberbagai partai politik juga menempati posisi pekerjaan diberbagai sektor. Sehingga kerjasama antar lembaga harus terus dibangun sesuai dengan koridor dan tidak melenceng dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kerja sama itu bukan kenikmatan yang di bagi bersama-sama, tetapi membangun sinergi untuk menggolkan visi dan misi organisasi,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengelola Fatayat harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dalam berorganisasi. Sebab berorganisasi itu memerlukan sentuhan tangan-tangan trampil yang ikhlas dan rela berkorban. 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Yang lebih utama, Muta’alimah menambahkan, dalam kiprahnya Fatayat harus berpegang teguh membantu NU dalam pengembangan Islam ahlussunah wal jamaah. Dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 

“Kita harus waspada dengan aliran-aliran Islam di Indonesia yang melenceng dari ajaran ahlussunah wal jamaah dan berupaya memporakporandakan NKRI,” tandasnya.

Untuk itu, kuantitas keanggatoaan Fatayat diupayakan dengan peningkatan kualitas keanggotaanya pula. “Kami bersyukur, ternyata anggota Fatayat tidak ketinggalan dalam pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Brebes H Athoillah meminta kepada Fatayat jangan seperti tukang parkir. Artinya, tidak merasa memiliki tetapi hanya merasa dititipi. Sebab kalau hanya merasa dititipi maka pengelolaannyapun tidak maksimal. 

“Merawat Fatayat itu harus dengan niatan, Fatayat itu hak milik sehingga di rawat dengan temen (sepenuh hati, red),” ajak Athoillah.

Termasuk, dengan merawat NU berarti menjalin kemitraan dengan pemerintah di daerahnya. “Tidak ada alasan, untuk tidak mendukung pemerintahan di daerah,” tegas Athoillah.  

Hanya saja, lanjut Atho, Fatayat harus mampu menjaga diri agar tidak terserang penyakit kurap (kurang disiplin), kudis (kurang disiplin) dan kutil (kurang terapkan ilmu). Semua penyakit itu, bersumber dari kuman (kurang iman). “Kalau sudah kurang iman, maka akan mudah tergoyahkan keteguhannya mempertahankan islam ahlussunah wal jamaah,” kata Athoillah mengingatkan.

Konferensi Cabang dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Dalam sambutannya mampu memberi kontribusi terhadap pemerintahan. Termasuk didalamnya menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian kerakyatan. 

Ketua panitia penyelenggara Amaliyah menerangkan, kegiatan konfercab diikuti oleh 288 dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) se Kabupaten Brebes. “PAC Banjarharjo, tidak mengirimkan delegasinya tanpa alasan yang jelas,” kata Amaliyah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Anti Hoax, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, January 26, 2018

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Negeri Sakura juga meramaikan pasar busana Muslim di Indonesia dengan memamerkan koleksi pakaian Muslim yang terbuat dari bahan kimono.

Japan Muslim Fashion Chiharu Collection di Indonesia Fashion Week 2016 membawa beragam model busana berpotongan longgar dan santun menutup tubuh dengan motif bunga warna-warni.




Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)
Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

"Menurut saya, kimono dan baju Muslim punya kemiripan," kata desainer Chiharu Horiuchi pada Antara News saat ditemui di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jumat.

Chiharu mencari inspirasi lewat gambar busana Muslim yang didapatnya dari berbagai sumber, sampai ke mal Jakarta untuk melihat langsung baju-baju Muslim yang dipakai para pengunjung.

Hasil observasinya dituangkan dalam bentuk kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perempuan paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu terpukau dengan gaya berbusana Muslimah Tanah Air yang dinilai modis dan berani memadu padan warna serta motif.

Baju Muslim bahan kimono yang sebagian besar terbuat dari kain sutra itu ditujukan untuk kelas premium dengan kisaran harga Rp3 juta-Rp25 juta. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Koshi Kubo dari Jepang membawa koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yang bisa dipakai oleh Muslimah. 

Khusus untuk Indonesia, ia membuat dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yang sama. Koleksinya dijual dengan kisaran harga 50-250 dolar AS.

"Orang Muslim di Indonesia jauh lebih modis dari bayangan saya," komentar Kubo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 20, 2018

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Kudus, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan silaturahim lebaran kepada pembina dan tokoh NU wilayah setempat, Ahad malam (3/8). Saat di kediaman pembina Ansor KH. Hamdan Suyuti Desa Loram, mereka diimbau turut serta menjaga aset-aset NU.




Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Dalam pesannya KH Hamdan mengatakan, Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan memiliki banyak aset yang harus diselamatkan, seperti masjid, mushala dan beberapa tanah yang diwakafkan untuk kemaslahatan.

“Aset tersebut harus dijaga, jangan sampai hilang. Jika bisa dibuatkan sertifikat NU,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

KH Hamdan mengakui kelemahan NU dan badan otonom terlihat pada pengarsipan dokumentasi maupun administrasi. Oleh karena itu harus segera dilakukan pembenahan sehingga aset NU bisa aman dan terdata dengan baik.

“Termasuk makam-makam harus segera dibuatkan sertifikat dan diberi nama makam Islam,” harap mantan Ketua PC GP Ansor Kudus era tahun 90-an ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara menurut penuturan Sekretaris PAC GP Ansor Jati Eko Budi Setiawan, kunjungan ke sejumlah tokoh NU ini banyak memperoleh manfaat berupa masukan saran, dan informasi untuk kemajuan organisasi.

Dikatakan, ragam persoalan yang terjadi di masyarakat seperti ISIS maupun prilaku umat menjadi topik perbincangan yang hangat. “Yang jelas? silaturahim ini penuh makna demi kemajuan organisasi NU maupun Ansor sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan, momentum idul fitri ini mampu mempererat silaturahim dan memperkuat? komponen organisasi untuk selalu berperan aktif di masyarakat. “Dalam berorganisasi sering kali ada perbedaan, tetapi kita harus tetap jaga komitmen demi keutuhan generasi muda NU,” tutur Eko. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Nahdlatul, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw