Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, February 24, 2018

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Duta Besar Norwegia Stig Traavik bersama First Secretary First Hana Ryba Cervenka dan Uskup Gereja Norwegia Gunnar Stålsett bersilaturahmi ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/11). Rombongan diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.




Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Rombongan dari Norwegia dalam kesempatan itu mengeluhkan perihal situasi mutakhir di dunia yang diwarnai kekerasan atas nama agama, di antaranya yang dilakukan oleh ISIS. Mereka juga menyinggung soal teror mengerikan yang terjadi di Perancis.

Dalam pertemuan itu, PBNU menyatakan secara tegas mengutuk berbagai bentuk terorisme atas nama Islam, termasuk yang memakan korban nyawa di Perancis, baru-baru ini. Kang Said, sapaan akrab Ketum PBNU, mengatakan terorisme bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Indonesia, imbuh Kang Said, melalui Pancasila telah menyelesaikan hubungan kusut antara Islam dan negara. NU bersama ormas-ormas Islam moderat lain berkomitmen menjaga Indonesia dengan segenap kebhinnekaannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menjawab pertanyaan Gunnar Stålsett pandangan NU tentang syariat Islam, Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Effendy Yusuf yang turut menyambut saat itu mengatakan, sebagai organisasi Islam NU taat terhadap syariat, meski tak memaksakan masuk ke konstitusi.

Bagi NU, kata Slamet, hukum Islam mesti kontekstual dengan situasi kekinian. Bentuk formal negara Islam juga bukan sesuatu yang harus diperjuangkan selama nilai-nilai Islam menjiwai dasar negara dan peraturan perundang-undangan.

Kepada rombongan, PBNU juga menegaskan moderatisme Islam ala NU bisa berkembang menjadi pandangan alur umum dunia Islam di berbagai negara. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua PBNU H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 23, 2018

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw . Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jepara turut menyemarakkan hari lahir (Harlah) ke-65 Fatayat NU yang dilaksanakan di gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah, Ahad (26/4/15).




15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Kegiatan dimeriahkan dengan Lomba Mars Fatayat dan Mars Jepara, Rebana Klasik, dan Lomba Cerdas Cermat serta Bazar Kuliner. Sebelumnya PC Fatayat NU juga mengadakan kegiatan doa bersama di tempat yang sama, Senin (20/5/15).

“Lewat kegiatan ini kami berharap Fatayat semakin kokoh ke-NU-annya dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran lain,” terang Ketua Fatayat NU Jepara Imronah Hanani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya. Rebana, tambahnya, merupakan budaya Islami yang harus dilestarikan. “Kalo bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi?” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Imronah melanjutkan, Jepara juga mempunyai Mars yang harus disosialisasikan. “Syair Mars Jepara bagi kami sangat memberikan semangat. Untuk itu lewat lomba Mars Jepara merupakan upaya untuk mensosialisasikannya kepada Fatayat dan khalayak umum,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia juga berharap Fatayat mandiri dalam hal perekonomian. Mampu berbuat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakatnya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Itu semua dilakukan tidak lain untuk mengambil semangat Kartini,” harapnya.

Pekan Madaris

Di tempat lain LP Maarif NU Jepara menggelar Pekan Madaris Madrasah Awwaliyah dan Wustho yang dipusatkan di Madrasah Salafiyah Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 328 peserta itu melombakan beberapa cabang Cerita Islami, CC Aswaja, MTQ, Imla’, Baca Kitab, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi, Fustal, MTQ dan Baca Kitab.  

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya berharap kegiatan melahirkan kompetisi yang jujur dan berkualitas. Sedangkan Mariyoto, ketua panitia menambahkan, kegiatan merupakan wahana silaturrahim antarmadrasah se–Jepara.

“Harapannya kegiatan ini memunculkan bibit-bibit madrasah yang mumpuni dan berkualitas dalam hal agama, seni dan budaya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Cerita, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 18, 2018

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria kelahiran Balubur Limbangan, Garut, 16 April 1949 ini menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Profesi guru dijalani hingga th.1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak th.1966 dengan menjadi koresponden “freelance” untuk beberapa suratkabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan.




Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Usep Romli HM Setia Menulis Sepanjang Usia

Pria yang nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964) sering mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof.Dr.Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan. Kegiatan tersebut dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Masa mudanya pernah aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tahun1964 mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar “Harian Banteng” (corong PNI Jabar), “Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di “Harian Karya” (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pria ini terampil menulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Para pemerhati bahasa Sunda pasti tahu karyanya Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak) Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), dan belasan karya lain.

Dalam bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak), Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), dan lain-lain.

Ia juga menulis Percikan Hikmah (kumpulan anekdote sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa). Tulisan-tulisan dia masih bisa kita jumpai saban minggu di surat kabar, tabloid, dan majalah daerah Jawa Barat.

Pria bernama Usep Romli HM tersebut telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam dunia penulisan dan kecintaanya terhadap bahasa daerahnya. Dua kali ia menerima Hadiah Rancage dari Yayasan Rancage.

Pada tahun 2014, Usep yang pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001) terpilih sebagai penerima Hadiah Asrul Sani kategori Kesetian Berkarya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pahlawan, Cerita, Habib Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, sudah saatnya kader GP Ansor bangkit dari segala keterpurukan.

"Ketika hari ini orang lain menilai bahwa kemiskinan itu sebuah isu, saya tegaskan bahwa kemiskinan itu sudah nyata," ujar Deni saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Subang di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).




GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Dikatakan, sebagai organisasi kaderisasi, GP Ansor harusnya tampil untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para anggotanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Salah satunya dengan penguatan kapasitas dan revitalisasi pemberdayaan kader. Jika itu dijalankan, niscaya GP Ansor menjelma sebagai organisasi yang besar," katanya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, lanjut Deni, hendaknya bisa memanfaatkan potensi dan peluang yang ada sehingga kader Ansor tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan kreativitasnya itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terlebih, kader-kader Ansor sebetulnya memiliki skill individu yang bisa dikembangkan menjadi sebuah hasil karya yang baik. Tentu didorong dengan semangat yang tinggi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 16, 2018

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.




Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.




Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

Persatuan Habib Jawa Timur

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Cerita, Daerah, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis

Pariaman, Persatuan Habib Jawa Timur. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman diminta sejak dini untuk membekali diri dengan kemampuan menulis. Hal itu dinilai penting karena dengan kemampuan menulis berbagai ide dan gagasan kader PMII bisa diketahui publik. ?

Demikian diungkapkan Kontributor Persatuan Habib Jawa Timur di Sumatera Barat Armaidi Tanjung di hadapan? kader PMII Kota Pariaman,? Jumat (14/11) pada acara follow up Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di sekretariat PMII Kota Pariaman, di Desa Toboh Palabah, Pariaman. Acara dipandu Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Rozi Yardinal,? dihadiri Sekretaris Umum PKC PMII Sumbar Idris dan? Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal.




Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis

Menurut Armaidi Tanjung, mahasiswa yang memilki kemampuan menulis di media massa akan memberikan banyak manfaat. Dengan menulis pikiran dan ide-ide segar dari seorang mahasiswa di media massa seperti koran, majalah, tabloid, maka mahasiswa tersebut? bisa menyumbangkan ide dan gagasan ke khalayak. Walaupun tidak pernah bertemu, bertatap muka, tapi mahasiswa tersebut bisa diketahui orang lain pikirannya.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Karena itu, dalam menumbuhkan kemampuan menulis mahasiswa ini harus dengan konsep 3 M. Yakni, mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, mulai dari hal-hal yang kecil dan berhubungan langsung dengan diri sendiri atau pengalaman. Insya Allah dengan dengan konsep 3 M tersebut, kader PMII bisa melahirkan tulisan," kata Armaidi Tanjung yang juga Bendahara PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat ini.

Dikatakan Armaidi, melalui tulisan seseorang dapat mendorong masyarakat atau kelompok tertentu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan mengemukakan alasan dan alternatif yang perlu dilakukan sehingga mendorong masyarakat berubah ke hal-hal yang positif dan mendatangkan manfaat kepada masyarakat itu sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Sebaik apa pun ide yang dimiliki seseorang, selama hanya terpendam dalam pikirannya maka ide tersebut tidak akan memberikan manfaat apa-apa pada dirinya dan orang lain,” katanya.

Namun, tambah dia, jika ide atau gagasan yang dimiliki seseorang disampaikan kepada orang lain melalui tulisan yang baik, maka tulisan tersebut bisa memberikan manfaat. Beruntung mahasiswa sekarang? banyak dibantu oleh teknologi informasi? yang memudahkannya dalam proses menuliskan ide.

Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Rozi Yardinal menyebutkan, tema jurnalistik dan menulis ini dinilai penting bagi kader PMII. Sehingga kita sengaja mendatangkan pemateri yang sudah puluhan tahun berkarir dalam dunia jurnalistik dan menulis.

"Dari materi yang disampaikan, terlihat kader PMII semakin termotivasi untuk memulai menulis di media massa. Dari potensi yang ada, cukup banyak kader PMII Pariaman yang diharapkan bisa menghasilkan karyanya dimuat di koran," tambah Rozi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Cerita Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 7, 2018

Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok

Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Bagdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka.

Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.

“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.




Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani Dirampok

Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.

Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”

“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Di mana kamu meletakkannya?”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.

Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.

Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.

“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.

“Empat puluh dinar.”

“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”

“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggeledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.?

“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”

“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.

Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”

Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.

Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani.? (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 5, 2018

Berharap pada Sidang Itsbat

Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H tahun ini di kantor Kementerian Agama Jakarta mungkin terasa agak berbeda jika benar Muhammadiyah tidak ikut. Namun kalau pun Muhammadiyah ikut, apa perlunya? Mereka sudah lebih dulu menetapkan awal bulan jauh sebelum sidang itsbat digelar.

Benar keluhan Muhammadiyah bahwa kedatangan mereka tidak akan dihiraukan oleh Menteri Agama yang memimpin sidang itsbat. Muhammadiyah dipersilahkan berbicara, tetapi aspirasi mereka tidak akan dipertimbangkan dalam keputusan sidang itbat.?




Berharap pada Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap pada Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap pada Sidang Itsbat

Muhammadiyah pernah menetapkan awal bulan berdasarkan rukyatul hilal. Namun kemudian mereka berubah drastis. Saat ini Muhammadiyah menetapkan bawa awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah ditentukan berdasarkan pada hasil hisab saja, tepatnya berdasar pada kriteria wujudul hilal. Secara awam kriteria ini barangkali bisa dijelaskan bahwa asal hilal sudah berada di atas ufuk atau di atas ketinggian nol derajat pada saat matahari terbenam pada tanggal 29, maka keesokan harinya berarti sudah masuk awal bulan, tanpa perlu mempertimbangkan apakah hilal bisa dilihat atau tidak.

Sementara sidang itsbat Kementerian Agama menetapkan awal bulan berdasar pada dua kriteria; hisab dan rukyat. Jika dua kriteria ini dipakai sekaligus, maka otomatis rukyatlah yang dimenangkan, dan hisab hanya menjadi pemandu pelaksanaan rukyat. Wajar jika keinginan Muhammadiyah yang hanya berpedoman pada hisab tidak akan dihiraukan dalam sidang ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Standar keputusan sidang itsbat dengan dua kriteria, hisab dan rukyat, telah dikukuhkan dalam keputusan Ijtima’ Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 16 Desember 2003 lalu yang sebenarnya juga dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah. Pada pertemuan dengan Kementerian Agama di Cisarua Jawa Barat 2011 yang juga dihadiri perwakilan Muhammdiyah bahkan telah dibahas mengenai kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan atau batas minimal posisi hilal yang bisa diamati. Namun Muhammadiyah tetap bersikeras pada keputusan organisasi. Mereka hanya memakai hisab saja.

Persoalannya barangkali terletak pada cara memahami dalil syariat mengenai rukyat dan hilal. Muhammadiyah menyatakan tetap memakai rukyat, tapi ruyat bil ilmi, atau rukyat dengan ilmu hisab dan tidak harus menggunakan penglihatan secara langsung. Sementara bagi NU rukyat harus menggunakan penglihatan. Ada penjelasan yang agak rumit dari NU bahwa kata “ra’a” dalam bahasa arab mempunyai dua bentuk masdar: “ra’yun” artinya berpikir atau berpendapat dan “ruyah” artinya melihat dengan mata. Rukyat bil ilmi yang dimaksud oleh Muhammdiyah mendekati apa yang disebut ra’yun, sementara dalam semua redaksi hadits yang menjelaskan penetapan awal bulan semua memakai kata ruyah.?

Lalu soal hilal, bagi NU, hilal dibedakan dengan qamar (bulan). Hilal adalah cahaya dari bulan yang bisa dilihat dari bumi, dalam bahasa astronomi disebut dengan crescent atau bulan sabit. Syarat dinamakan hilal haruslah bisa dilihat, tidak hanya bisa diperkirakan dengan ilmu hisab. Maka kemudian NU menerima kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan. Bahwa hilal hanya bisa dilihat jika sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat ini.

Sebenarnya dengan menerima kriteria imkanur rukyat ini, NU telah menurunkan standar, tidak hanya berdasar pada rukyat, tapi rukyat yang didukung oleh imkanur rukyat. Negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan. Itu pun oleh pakar astronomi Indonesia masih mau dinaikkan menjadi 4 atau 5 derajat, karena hilal dalam ketinggian dua derajat itu belum pernah ada. Namun dengan menerima kriteria imkanurrukyat itu berarti NU menyatakan bahwa jika ada warga NU yang melaporkan telah berhasil melihat hilal pada saat belum imkanur rukyat, maka laporan dapat ditolak, karena secara astronomi hilal tidak akan bisa di lihat dari bumi. Ini persis seperti Ramadhan tahun ini dimana posisi ketinggian hilal dinyatakan tidak imkanur rukyat. Maka dengan ini NU juga lebih ketat dalam menerapkan hisab. Namun Muhammadiyah masih keras hati.

Jalan penyatuan awal bulan Islam di Indonesia masih panjang. Jika pun kemudian Muhammadiyah menerima hisab dengan kriteria imkanur rukyat atau wujudul hilal plus 2 derajat, seperti dipakai oleh Persis saat ini, persoalan belum akan selesai. Bagi NU dan beberapa ormas lain dan juga Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), penetapan awal bulan harus berdasar pada hisab dan rukyat. Dan sekali lagi, ketika hisab dan rukyat dipakai sekaligus maka rukyat akan menang, dan hisab dengan kriteria imkanur rukyat pun tidak akan menjadi pertimbangan penting dalam penetapan awal bulan.

Konferensi Alim Ulama NU di Cipanas, Jawa Barat pada ? 1954 silam yang membahas persoalan waliyyul amri atau pemerintahan yang sah secara Islam, telah menegaskan bahwa salah satu kewenangan? dari pemerintah yang sah adalah menetapkan (itsbat) awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama merealisasikan kewenangan? ini dengan sangat bijaksana, yakni dengan menggelar sidang itsbat yang menghadirkan perwakilan organisasi Islam yang ada di Indonesia.

Maka sebenarnya sidang itsbat adalah pintu harapan untuk menyamakan persepsi mengenai kriteria penetapan awal bulan. Pemerintah tidak jumawa dalam memegang kewenangan.

Sayang, sidang itsbat tidak lagi dipercaya. Muhammadiyah menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat. Bahkan secara berseloroh Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak akan mengikuti sidang itsbat, selamanya.

Atau jika sidang itsbat dinilai tidak terlalu kondusif, terlalu terburu-buru karena harus memutuskan awal bulan pada saat itu juga, maka Kementerian Agama, MUI dan ormas-ormas Islam harus bertemu di luar sidang itsbat itu. Pertemuan antar ormas Islam untuk membahas soal ini memang sudah sering dilakukan, dan belum menemukan titik temu. Namun titik temu itu harus terus dicari, dan harus ditemukan. Kehadiran para pakar astronomi dari berbagai ormas Islam maupun dari lembaga formal seperti LAPAN, Observatorium Bosca dan Bakosurtanal dalam sidang itsbat atau apapun namanya bisa mempercepat penemuan titik temu itu.

A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, February 4, 2018

Kang Said: Bahtsul Masail sebagai "Dapur Inti" NU

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siradj (Kang Said) menegaskan kembali posisi "bahtsul masail" sebagai forum diskusi keagamaan warga nahdliyyin dalam menyikapi semua persoalan yang berkembang di masyarakat.

Sejak awal berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama, bahtsul masail menjadi forum inti dibicarakannya semua persoalan kenegaran semisal resolusi jihad melawan sekutu, penerimaan Soekarno sebagai presiden, sampai soal Irian Barat.




Kang Said: Bahtsul Masail sebagai Dapur Inti NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bahtsul Masail sebagai Dapur Inti NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bahtsul Masail sebagai "Dapur Inti" NU

"Dapur Inti NU adalah bahtsul masail yang menggodok semua persoalan yang berkembang dalam masyarakat," kata Kang Said dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBMNU) di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (5/9) malam.

Namun demikian, lanjut Kang Said, bahtsul masail jangan jampai hanya terfokus pada soal bagaimana memberikan hukum syariah atas persoalan yang sedang berkombang, atau hanya terpaku pada  persoalan halal haram.

"Kerja LBM perlu terus ditingkatkan. Tidak hanya menghukumi sesuatu tetapi mendongkrak peran NU dalam mengatasi semua persoalan yang berkembang," katanya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Ditambahkan, musyawarah nasional (munas) alim ulama NU di Bandar Lampung tahun 1992 telah merumuskan metode terapan penting dalam menyikapi persoalan. Ada metode yang disebut dengan ilhaqul masail binadzairiha, memutuskan persoalan hukum syariah yang tidak dijelaskan langsung dalam Al-Quran dan hadits dengan teknik deduksi atau silogisme (qodliyah).

Bahtsul masail dengan demikian dapat disebut sebagai ijtihad kolektif warga nahdliyyin. "Namun keputusan Munas 1992 itu masih butuh eksen, para kiai muda barangkali yang bisa melakukan trobosan-trobosan itu," kata Kang Said di hadapan para delegasi LBM seluruh Indonesia.

Bahtsul masail perlu "memasyarakatkan" penjelasan-penjelasan dalam khasanah keilmuan klasik (kitab-kitab kuning) ke dalam istilah yang berkembang dalam masyarakat. Misalnya, memaknai bab-bab tentang transaksi muamalat dengan istilah-istilah yang digunakah dalam dunia perbankan.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Semuanya memanng sudah dirumuskan dalam kitab kuning yang ditulis sejak ratusan tahun yang lalu. Namun yang terpenting setelah kita melakukan bahtsul masail berdasarkan kitab-kitab itu adalah eksennya, kita akan melakukan apa," kata Kang Said.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Ubudiyah, Cerita, Pemurnian Aqidah Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo dan Kota Kraksaan, Selasa (18/8) melakukan evaluasi pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang digelar di Jombang 1 hingga 5 Agustus 2015 kemarin. Pengurus teras pada pertemuan ini melontarkan sejumlah catatan terkait amatan mereka di forum muktamar NU.

Tampak hadir Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i.




PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Dalam sambutan H Hasan Aminuddin menceritakan pengalamannya saat menghadiri Muktamar Ke-33 NU di Jombang secara langsung. “Muktamar NU adalah sebuah pesta demokrasi struktur NU,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Hasan, dalam evaluasi dari pelaksanaan Muktamar NU ke-33 ini, para pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang datang langsung ke Jombang menyampaikan keluh kesahnya. Mereka menyampaikan adanya kekurangan-kekurangan terkait pelaksanaan Muktamar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kekurangan-kekurangan yang tampak janggal terjadi dari awal pelaksanaan,” tegasnya.

Hasan meminta supaya Nahdliyin di Probolinggo untuk menerima hasil Muktamar, meskipun ditengarai kejanggalan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Tokoh, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur Muhammad Dawud menyampaikan usulan menarik, yakni jumlah peserta Konferensi Wilayah nanti yang memberikan suara ditentukan berdasarkan jumlah Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) di masing-masing cabang.




ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Jatim Usulkan Jumlah Peserta Konferwil sesuai Kartanu

“Tidak dipukul rata bahwa seluruh perwakilan pengurus cabang jumlahnya sama,” katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surabaya, Sabtu (30/3).

Menurut mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, sudah seharusnya para peserta Konferwil nanti ditentukan berdasarkan prestasi yang diperoleh. “Yang lebih mudah adalah bagaimana masing-masing pengurus cabang mampu mensukseskan program Kartanu,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga berapa banyak perserta yang akan hadir dan bisa memiliki suara baik saat sidang komisi, pleno hingga pemilihan calon rais dan ketua hendaknya berbasis prestasi Kartanu. 

“Kepengursan Cabang yang tidak sukses melaksanakan Kartanu, idealnya tidak mendapatkan jatah kontingan Konferensi seperti daerah lain yang bisa sesuai target,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dengan demikian, masing-masing pengurus di daerah dapat berusaha optimal untuk bisa melampaui target yang disyaratkan oleh PWNU Jatim,” kata Komisioner KPID Jawa Timur ini.

Kedepan, ISNU berharap agar keikutsertaan para pengurus pada kegiatan resmi NU di seluruh tingkatan berbasis prestasi. “Sehingga dengan demikian, akan terlihat mana kepengurusan yang bisa mensukseskan program jam’iyah dan tidak,” lanjutnya.

Dawud menadaskan apa yang disampaikannya hanya sebagai usulan. Namun ia berharap akan ada tolok ukur bagi kemajuan organisasi yakni dengan memberikan penghargaan kepada yang bisa melampaui sebuah program. “Dengan demikian setiap pengurus di daerah bisa terpacu atau fastabikul khairat,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 28, 2018

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Sejumlah kader Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Banyuwangi menghadiri acara pelatihan jurnalistik di Seblang Room Radar Banyuwangi, Banyuwangi Jawa Timur.




Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

Mereka mengikuti diskusi ini guna peningkatan ketajaman dibidang jurnalistik. Pelatihan terbatas yang berlangsung , Selasa (3/1), tersebut diselenggarakan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) bekerja sama dengan Radar Banyuwangi.?

"Kami menghadiri pelatihan ini selain untuk pengembangan SDM, juga pengembangan kemampuan di bidang jurnalistik. Karena di sini, kami belajar bagaimana teknis penulisan berita secara profesional, wawancara, dan seni fotografi," papar Moh. Awang Nuryaddin, salah satu pengurus badan Student Crisis Center (SCC) PC IPNU Banyuwangi.

Menurutnya, pihaknya selama ini hanya langsung praktik menulis berita tanpa ada bimbingan teknis menulis secara profesional. "Selepas ini selain diberikan pembekalan menjadi jurnalis ideal. Juga, ke depan kita akan menjadi relawan dari jurnalis KPA untuk mengedukasi masyarakat khususnya tentang penyebaran, penyebab, dan penanggulangan virus HIV/AIDS," ungkap Awang pelajar asal Purwoharjo ini.

Sementara itu, Sekretaris KPA Banyuwangi Waluyo mengatakan, banyak pihak bermimpi tahun 2020 mendatang di Provinsi Jawa Timur tidak akan ada kasus lagi terkait HIV/AIDS. "Saya ingin dari Banyuwangi mengawali mimpi tersebut sebelum kabupaten lain di Jawa Timur, mewujudkan impian ini," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Teknisnya, kata dia, dengan memanfaatkan website resmi yang dimiliki KPA. Dari sini peranan relawan jurnalis sangat dibutuhkan melalui tulisan-tulisannya untuk mengedukasi masyarakat. "Sejauh ini masyarakat kita sangat fobia khususnya di kalangan ODHA (Orang Dengan HIV/AID). Kebanyakan masyarakat menjauhi bahkan mengintimidasi eksistensi mereka yang terkena HIV/AIDS," katanya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia menyimpulkan, sejauh ini edukasi tentang proses penyebaran dan penanggulangan virus HIV/AIDS di masyarakat masih kurang. Perlu adanya penambahan relawan untuk melakukan edukasi ini. Bisa melalui media online atau dengan kerja sama media koran radar Banyuwangi.

Redaktur Pelaksana Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud mengatakan siap membantu bagaimana teknis penulisan berita bagi wartawan pemula. "Karenanya jika terjadi kesalahan menulis atau menentukan angle dalam pemberitaan sangat vital sekali dampak kepada masyarakat. Untuk itu kami bersedia membantu relawan wartawan pemula tips bagaimana menulis, wawancara, dan pemberitaan di media secara profesional," tutupnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari lintas komunitas dan organisasi di setiap kecamatan. Juga tak lupa jajaran pengurus KPA dan Radar Banyuwangi juga turut menghadiri acara pelatihan ini. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Doa, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 27, 2018

Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Taufikurrahman Saleh mengakhiri masa tugasnya di parlemen dengan manis. Mantan aktivis Ansor ini menerbitkan buku “Membangun Pendidikan Indonesia” yang berisi catatannya soal pendidikan Indonesia selama menjadi anggota DPR RI.

“Buku ini salah satu kenang-kenangan saya selama menjadi anggota DPR RI,” kata Taufikurrahman Saleh kepada wartawan dalam acara syukuran akhir masa jabatan di Jakarta, Rabu (29/09). Pada kesempatan tersebut, Taufik ditemani rekannya yang juga purna tugas dari DPR, Fuad Anwar.




Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU

Taufik Sudah 10 tahun atau dua periode menjadi anggota DPR RI. Buku tersebut, katanya, merupakan salah satu bentuk pertanggung jabawan kepada rakyat. ”Sebagian pengalaman saya selama menjadi anggota DPR ada di buku ini,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, mantan Ketua Fraksi PKB ini akan tetap mengabdi kepada rakyat, meskipun telah berada di luar parlemen. ”Saya akan tetap berjuang mengawal kebijakan pemerintah dari luar DPR,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut, Taufik yang sejak lahir dibesar di kalangan nahdliyin, ingin mengabdikan diri kepada NU, organisasi yang membesarkan namanya. “Diminta atau tidak, saya akan mengabdi kepada NU. sebelum menjadi anggota DPR saya juga aktivis di organisasi ini,” kata putra Kiai Saleh ini.

Tidak lupa, Taufik mengucapkan banyak terima kasih kepada media massa yang selama ini telah banyak bekerjasama dengannya selama berada di Senayan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman wartawan. Selama ini, media massa selalu bekerjasama dengan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Fuad Anwar mengaku akan pindah kantor dari gedung DPR di Senayan ke gedung PBNU. Sebab, katanya, saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa NU.

“Mulai hari ini dan seterusnya, saya pindah kantor ke kramat 164 (Gedung PBNU). Kebetulan saya menjabat Ketua Umum Pagar Nusa. Jadi, kalau kemarin di DPR biasa silat lidah, nanti silat yang sebenarnya,” kata Fuad.

Senada dengan Taufik, Fuad juga mengucapkan terima kasih kepada media massa yang kerap bekerjasama dengannya selama menjadi anggota DPR. “Saya juga mohon maaf bila ada salah,” katanya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Khutbah I




Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya Kîmiyâ’us Sa‘âdah mengatakan bahwa mengenal diri (ma‘rifatun nafs) adalah kunci untuk mengenal Allah. Logikanya sederhana: diri sendiri adalah hal yang paling dekat dengan kita; bila kita tidak mengenal diri sendiri, lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenali Allah? Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam Surat Fusshilat ayat 53 juga ditegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.”

Tentu saja yang dimaksudkan Imam al-Ghazali di sini lebih dari sekadar pengenalan diri secara lahiriah: seberapa besar diri kita, bagiamana anatomi tubuh kita, seperti apa wajah kita, atau sejenisnya. Bukan pula atribut-atribut yang sedang kita sandang, seperti jabatan, status sosial, tingkat ekonomi, prestasi, dan lain-lain. Lebih dalam dari itu semua, yang dimaksud dengan “mengenal diri” adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar:

Siapa aku dan dari mana aku datang? Ke mana aku akan pergi, apa tujuan kedatangan dan persinggahanku di dunia ini, dan di manakah kebahagiaan sejati dapat ditemukan?

Di sini kita diantarkan untuk memilah, mana yang bersifat hakiki dalam diri kita dan mana yang tidak. Serentetan pertanyaan sederhana namun sangat kompleks. Butuh perenungan diri untuk menjawab satu persatu pertanyaan tersebut. Jawabannya mungkin sudah sangat kita hafal, tapi belum tentu mampu kita resapi sehingga menjiwai keseluruhan aktivitas kita.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Untuk mengenali diri sendiri, Imam al-Ghazali mengawali penjelasan dengan menyebut bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat: (1) sifat-sifat binatang (shifâtul bahâ’im), sifat-sifat setan (shifâtusy syayâthîn), sifat-sifat malaikat (shifâtul malâikah).

Apa itu sifat-sifat binatang? Seperti banyak kita jumpai, binatang adalah makhluk hidup dengan rutinitas kebutuhan bilogis yang sama persis dengan manusia. Mereka tidur, makan, minum, kawin, berkelahi, dan sejenisnya. Manusia pun menyimpan kecenderungan-kecenderugan ini, dan bahkan memiliki ketergantungan yang nyaris tak bisa dipisahkan. Watak-watak tersebut bersifat alamiah dan dalam konteks tertentu dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Yang kedua, sifat-sifat setan. Setan adalah representasi keburukan. Ia digambarkan selalu mengobarkan keja¬hatan, tipu daya, dan dusta. Demikian pula orang-orang yang memiliki sifat setan. Sementara yang ketiga, sifat-sifat malaikat berarti sifat-sifat yang senantiasa menerungi keindahan Allah, memuji-Nya, dan mentaati-Nya secara total.

Ringkasnya, kebahagiaan hewani adalah ketika ia kenyang, mampu memuaskan hasrat dirinya, atau sanggup mengalahkan lawan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri—atau paling banter untuk keluarganya. Sedangkan kebahagiaan setan adalah tatkala berhasil mengelabuhi yang lain atau memproduksi keburukan. Sementara kebahagiaan malaikat ialah saat diri kian mendekat kepada Allah dan semua aktivitas merupakan cerminan dari kedekatan itu.?

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa diri manusia layaknya sebuah kerajaan yang terbagi dalam empat struktur pokok: jiwa sebagai raja, akal sebagai perdana menteri, syahwat sebagai pengumpul pajak, dan amarah sebagai polisi.

Syahwat memiliki karakter untuk menarik manfaat, kenikmatan, dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia befungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu. Sementara amarah berfungsi melindungi dari berbagai ancaman atau mudarat, karenanya ia identik dengan karakter berani, cenderung kasar dan keras. Keduanya penting untuk kehidupan manusia. Dengan syahwat manusia tahu akan kebutuhan makan, misalnya; dengan amarah, ia mengerti akan perlunya membela diri ketika serangan mengancam. Namun syahwat dan amarah harus didudukkan di bawah kendali akal dan tentu saja di bawah raja.

Apabila syahwat dan amarah menguasai akal/nalar maka kerajaan terancam runtuh. Sebab susunan “kekuasaan” tak terjalan menurut kontrol seharusnya. Syahwat yang di luar kendali akal dan jiwa akan memunculkan sifat-sifat buruk seperti rakus atau tamak. Sementara amarah yang tak terkendali akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan berlebihan sehingga muncul sikap-sikap membabi buta dan semena-mena.?

Akal pun mesti berada di bawah kendali jiwa atau hati (qalb). Akal memang memiliki potensi yang istimewa: berpikir, berimajinasi, menghafal, dan lain-lain. Bila ia bertindak liar maka potensi akal untuk menjadikan manusia sebagai tukang tipu daya atau semacamnya sangat mungkin. Kalau kita pernah mendengar kalimat “orang pintar yang gemar minterin (memperdaya) orang lain” maka itu tak lain akibat akal bertolak belakang dengan nurani alias tak berada dalam naungan jiwa yang bersih.

Untuk mencapai jiwa yang berkuasa utuh, Imam al-Ghazali menekankan adanya perjuangan keras dalam olah rohani (mujâhadah) demi proses pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs. Jiwa yang jernih akan memicu munculnya cahaya ilahi yang member petunjuk manusia akan jalan terbaik bagi langkah-langkahnya.

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (muhajadah) untuk untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Semoga kita termasuk orang-orang yang lebih banyak belajar mengenali diri sendiri, ketimbang menilai orang lain, untuk menggapai kebahagiaan hakiki.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw