Showing posts with label RMI NU. Show all posts
Showing posts with label RMI NU. Show all posts

Friday, March 2, 2018

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan supaya Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama menjalankan misi NU dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi yang akan dikelolanya.

Hal itu disampaikan Ketuan Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang berada di bawah payung Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). 




LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Di antara misi NU yaitu menjalankan prinsip melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil kebaikan, inovasi dan perkembangan baru. 

Persatuan Habib Jawa Timur

“Prinsip itu telah diterapkan di pesantren-pesantren NU. Itu sudah tahan uji, sejak sebelum kemerdekaan hingga kini,” ujarnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Prinsip lain, sambung Kiai Said, yaitu prinsip sebagaimana diterapkan di pesantren, yaitu  kesederhanaan, kebersamaan, toleran, dan sebagainya.

Menurut Kiai Said, selama ini pendidikan formal NU, khususnya perguruan tinggi sangat terpinggirkan. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan politik. “Menteri Dikbud bertahun-tahun dari non-NU, maka NU dipinggirkan,” katanya. 

Pada saat ini, tambah Kang Said, Mendikbudnya NU, mudah-mudahan rencana mendirikan 10 UNNU di Indonesia terlaksana.

Rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang digelar Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU) ini membahas dan menyusun langkah dan strategi pengembangan perguruan tinggi NU, rapat koordinasi dilakukan untuk menghadapi Undang Undang tentang perguruan tinggi yang baru.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Hadits, RMI NU, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, March 1, 2018

Saatnya NU Kembali Berkesenian

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Nahdlatul Ulama (NU) perlu kembali menempatkan kesenian sebagai medan terpenting untuk melakukan kerja-kerja sosial-keagamaan. Sebagai organisasi Islam yang paling gencar mengampanyekan terma “kebudayaan Nusantara” NU akhir-akhir ini semakin jauh dari dunia kesenian.

Hal itu diungkapkan Ahmad Tohari, salah seorang novelis asal pesantren, dalam diskusi bulanan Persatuan Habib Jawa Timur bertajuk “Sastrawan Santri Menatap Realitas Nusantara” di gedung PBNU, Jakarta, Jum’at (30/6).




Saatnya NU Kembali Berkesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Saatnya NU Kembali Berkesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Saatnya NU Kembali Berkesenian

Dikatakan Tohari, para pemeluk Islam awal di Nusantara ini sangat antusias dengan berbagai kesenian tradisional. Belakangan kesenian ini tergusur oleh banyak hal, terutama munculnya pemahaman Islam yang kaku dan serba Arab.

“Yang kita butuhkan sebenarnya dalam komunitas NU adalah memberikan kesempatan kepada para seniman dan budayawan, misalnya, kalau ada acara-acara NU dari tingkat Nasional sampai desa. Jadi ada semacam perubahan pikiran yang diharapkan, agar kita kembali berkesenian seperti dulu,” kata Tohari.

Kesenian yang islami, menurut Tohari, tidak hanya berbentuk kasidah, hadrah, nasyid, dan sejenisnya yang biasa diadakan di mesjid-mesjid atau majelis ta’lim. “Apa salahnya nanggap dalang, wayang, menaggap siteran, dan sejenisnya. Sunan Kalijogo itu ngeronggeng beneran lho,” katanya.

Satrawan lain yang hadir dalam diskusi terbatas itu, Danarto, menimpali, Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam adalah sosok yang sangat senang dengan puisi? yang sangat digandrungi di Arab waktu itu. “Nabi kalau pengen denger puisi langsung memanggil para penyair dari Hanifiah untuk berlomba membaca puisi di hadapan Beliau,” katanya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Ahmad Tohari menambahkan, dalam rangka menggeluti kembali dunia kesenian, NU tidak perlu membuat institusi seni? semacam Lembaga Sei Budaya Muslim NU (Lesbumi). Lesbumi sempat berjaya di era Soekarno dan saat ini dalam keadaan hidup-mati, namun, menurutnya, menghidupkan kembali Lesbumi? sangat tidak kontektual.

“Lesbumi waktu itu kan hanya untuk menyaingi Lekra. Biarkan saja para seniman lahir dari rahim NU, ndak usah memberi label NU. Lagi pula, memberikan lebel dalam kesenian? itu adalah suatu pemasungan yang luar biasa. Biarlah kesenian menjalankan tugasnya, meninggikan martabat manusia,” kata Tohari. (nam)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 28, 2018

NU Mimika Manfaatkan Ramadhan dengan Gelar Safari

Mimika, Persatuan Habib Jawa Timur. Memasuki malam 16 Ramadhan tahun ini, kegiatan Buka Bersama dan Safari Ramadhan PCNU Mimika diselenggarakan di Mushalla Ikhlasul Amal Kampung Semeru SP6 Naeba Muktipura, Distrik Iwaka, Mimika.

Wakil Ketua PCNU, Sugiarso dan Ketua JQH Ust Hasyim Asyari dan Tim Safari Ramadhan PCNU Mimika lainnya mengawali kegiatan dengan berkunjung di rumah Ketua Takmir, Hasyim Asyari.?




NU Mimika Manfaatkan Ramadhan dengan Gelar Safari (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mimika Manfaatkan Ramadhan dengan Gelar Safari (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mimika Manfaatkan Ramadhan dengan Gelar Safari

"Hari ini dua Hasyim Asyari bertemu semoga bisa meneladani pendiri NU, KH Hasyim Asyari. Tafaulan nama semoga barokah untuk NU," urai Sugiarso. Berbagai hal masalah ke-NU-an dibicarakan menunggu waktu Magrib. Akhirnya diusulkan untuk melakukan kegiatan NU yang rutin

"Bekerja itu tidak perlu terlalu ngoyo di ladang atau di pasar. Kita ini kurang keseimbangan dengan doa sehingga hidup kita ini begini begini saja," tegas Ketua Takmir, Hasyim Asyari.

"Karena itu kita mulai rutinan istigotsah tiap malam Ahad legi. Ini usaha kita untuk meminta agar urusan kita dan keaswajaan kita semakin mudah," lanjutnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Selanjutnya pada acara ceramah tarawih di Mushalla Ikhlasul Amal Kampung Sugiarso mengingatkan jamaah agar tidak sibuk mencari nafkah hingga lupa mendidik anak anak

"Jangan kita terpengaruh opini orang sekolah ini favorit karena mahal ada ini-itu, namun kita tak ? meneliti pahamnya serta orang orangnya. Yang paling aman bersekolah di Al Maarif karena ini milik NU," terang Sugiarso.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu, ust Hasyim Asyari mengingatkan jangan sampai anak melawan orang tua. "Kita sedekah buka bersama dan ngaji ini dibilang haram, bahaya. Anak tidak mau diajak tahlilan, bahaya.”

Dijelaskannya, sekarang dunia digenggaman. HP ini isinya lengkap. Ngaji yang keras tinggal klik saja. “Mari kita berjamaah dalam NU agar selamat dunia akhirat karena NU ini didirikan ulama warid yang sanadnya sambung ke Rasulullah Saw," urai ust Hasyim. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kiai, Nasional, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, February 21, 2018

NU Care-LAZISNU Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa S3 Trisakti

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dalam upaya mengoptimalkan program pendidikan, NU Care-LAZISNU membantu biaya pendidikan para mahasiswa. Pertengahan 2017, NU Care membuka dan menyalurkan beasiswa kepada 50 mahasiswa atas kerja sama dengan LAZIS PLN. Beasiswa juga diberikan kepada 10 mahasiswa berkat kerja sama dengan LAZ Alhakim PT Sucofindo.




NU Care-LAZISNU Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa S3 Trisakti (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa S3 Trisakti (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Bantu Biaya Pendidikan Mahasiswa S3 Trisakti

Kedua jenis beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa jenjang S-1 dan S-2 di kampus wilayah Jabodetabek.

Selain beasiswa per tahun kepada mahasiswa S-1 dan S-2, NU Care juga bantu biaya pendidikan salah seorang mahasiswa S-3 Universitas Trisakti Jakarta, Muzahidin Lukman.

Bantuan pendidikan senilai 10 juta rupiah diserahkan oleh Sekretaris Direksi NU Care-LAZISNU Dinny Farwita di Gedung PBNU Lantai 2 Jakarta Pusat, Kamis (28/12) sore.

Dinny mengatakan, bantuan tersebut sebagai upaya pemerataan bantuan pendidikan di tiap jenjang pendidikan.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kita sudah menyalurkan bantuan kepada mahasiswa S-1 dan S-2, sekarang kita bantu mahasiswa S-3 yang memang sangat membutuhkan bantuan," kata Dinny.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dinny menjelaskan bahwa bantuan pendidikan disalurkan tidak hanya kepada para mahasiswa, melainkan juga kepada para siswa jenjang SD sampai SMA/SMK/MA.

"Ya, tidak hanya mahasiswa. Siswa dan santri jenjang SD sampai SMA juga ada yang kita bantu," jelas Dinny.

Sementara Muzahidin, penerima bantuan pendidikan S-3 menuturkan saat ini dirinya sedang membutuhkan biaya untuk bahan atau buku-buku penelitian (disertasi).

"Saat ini sudah mulai penelitian. Kolokium pertama sudah. Januari KKD (Kualifikasi Kandidat Doktor), untuk selanjutnya kolokium kedua di Malaysia; sidang proposal; sidang tertutup, dan; sidang terbuka. Dana stimulan (pendorong) ini sangat membantu proses penelitian," papar Muzahidin.

Muzahidin yang saat ini sudah menempuh tahun kedua di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti berharap bantuan yang diterimanya bermanfaat dan membawa keberkahkan.

"Terima kasih kepada semua pihak di NU Care. Terima kasih sudah diperhatikan. Semoga NU Care semakin maju dan semakin banyak yang dibantu," pungkas Muzahidin. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw RMI NU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 8, 2018

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Kalau diperhatikan dari tahun ke tahun, persentase jemaah haji terus mengalami peningkatan. Dibandingkan puluhan tahun lalu, jemaah haji di masa sekarang lebih banyak. Banyaknya orang berhaji di masa sekarang tentu tidak terlepas dari mudahnya mendapatkan fasilitas haji.

Sekarang sudah banyak travel haji dan transportasi yang siap melayani keberangkatan haji. Apalagi sebagian travel menawarkan ongkos yang menggiurkan dan tidak terlalu mahal, bisa diangsur.




Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Mudahnya naik haji di masa sekarang ini patut kita syukuri. Kita tidak perlu lagi melakukan perjalanan berbulan-bulan untuk sampai di baitullah. Cukup duduk santai di pesawat, tunggu sekitar belasan jam, kita sudah sampai di Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Namun, di balik kemudahan fasilitas itu ada sesuatu yang justru mengkhawatirkan menurut sebagian ulama, yaitu fenomena haji berulang kali.

Almarhum KH Ali Mustafa Yaqub termasuk orang yang berada di garda depan mengkritik fenomena haji berkali-kali ini. Menurutnya, lebih baik mendermakan ongkos haji itu untuk menyejahterakan kaum dhu’afa. “Af’alul muta’addi afdhalu minal qashir (ibadah sosial lebih baik daripada ibadah individual)” Itulah kalimat yang sering beliau sampaikan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kemunculan pendapat ini berkelindan dengan masih banyaknya problem kemiskinan dan kefakiran yang belum tuntas di negeri ini. Sehingga alangkah baiknya harta yang banyak itu digunakan untuk menyelesaikan problem ini, ketimbang beribadah haji berkali-kali. Terlebih lagi, haji kedua dan seterusnya hukumnya sunah, tidak wajib.

Kritik yang dilontarkan almarhum Kiai Ali ini sebenarnya sudah ditegaskan Imam Al-Ghazali sedari dulu. Dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid tiga, ia menjelaskan panjang lebar terkait tipu daya. Siapa saja bisa terpedaya baik orang berilmu, sufi, maupun pemilik harta. Khusus bagi orang berharta (arbabul mal), di antara bentuk tipu dayanya adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Mereka bersikeras mengeluarkan harta untuk pergi haji berulang kali dan membiarkan tetangganya kelaparan. Ibnu Mas’ud berkata, ‘Pada akhir zaman, banyak orang naik haji tanpa sebab. Mudah bagi mereka melakukan perjalanan, rezeki mereka dilancarkan, tapi mereka pulang tidak membawa pahala dan ganjaran. Salah seorang mereka melanglang dengan kendaraannya melintasi sahara, sementara tetangganya tertawan di hadapannya tidak dihiraukannya.”

Mereka menyangka dengan menghabiskan harta untuk naik haji berulang kali itu dianggap lebih mulia di sisi Allah, ketimbang mendermakan harta untuk fakir miskin. Inilah salah satu bentuk tipu daya bagi orang berharta menurut Al-Ghazali. Lebih baik kelebihan harta yang dimiliki diprioritaskan untuk membantu fakir miskin, pesantren yang terbengkalai, anak sekolah yang serba kekurangan, dan amal sosial lainnya.

Karenanya, kita perlu membuat skala prioritas dalam beribadah. Ketika di hadapkan dengan banyak peluang beribadah, pilihlah ibadah yang lebih banyak maslahatnya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sebagaimana dikatakan ‘Izzuddin bin ‘Abdul Salam dalam Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, “Apabila dihadapkan dua kemaslahatan dalam satu waktu, usahakan melakukan keduanya. Bila tidak mungkin, dahulukanlah mana yang paling maslahat dan utama,” Wallahu ‘alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Lomba, AlaSantri, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 1, 2018

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Madiun, Persatuan Habib Jawa Timur?



Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JHQ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyelenggarakan simaan kubro huffadz di Pendopo Muda Kabupaten Madiun Sabtu (15/10/16). Agenda ini merupakan kegiatan ke-37 kalinya yang melibatakan 300 huffadz.

Ketua JQHNU Madiun KH Khoirudin Thohir berharap agar para huffadaz tetap menjaga Al-Qur’an dengan terus memaksimalkan forum sillaturrahim yang difasilitasi NU dan Pemerintah Kabupaten Madiun.




Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Lebih dari itu, para huffadz juga memiliki tanggung jawab keilmuan dengan menebarkan wahyu Allah kepada masyarakat luas, khususnya Kabupaten Madiun.?

Oleh karenanya, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun KH Shodiq mengajak seluruh masyarakat untuk memasyarakatkan Al-Qur’an.?

“Mari seluruh jamaah tetap istiqomah berjuang di jalan Allah SWT dengan dilandasi semangat Al-Qur’an dan spirit hijrah di bulan Muharam ini,” ajak kiai sepuh Madiun ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

Bupati Madiun Muhtarom merasa bersyukur di tengah kesibukanaya sebagai kepala pemerintahan bisa menghadiri dan membuka kegiatan para penjaga Al-Qur’an ini. Meskipun dua tahun ke depan, akan selesai masa kepemimpinan di Madiun, pihaknya akan tetap berkomitmen mengawal kegiatan tersebut.?

Pihaknya berjanji akan meneruskan kepada bupati setelahnya agar memfasilitasi setiap kegiatan kegamaan, seperti simaan Al-Qur’an.

Mbah Tarom, sapaan akrabnya, berpesan kepada siapa pun kepala pemerintahanya, agar berkomitmen melestarikan kegiatan ini.?

“Simaan ini merupakan bagian dari menjaga Al-Qura’an, dan wajib hukumnya siapa pun pimpinan daerah memfasilitasi agenda tersebut,” tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Simaan dan Khataman Kubro tersebut terdiri dari 15 majelis yang telah yang berhasil mengkhatamkan 42 kali khataman. Demi menjaga kenyamanan dan kelancaran kegiatan, pihaknya juga menggandeng puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam agenda khidmat tersebut.?

Kesempatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten Madiun dan jajaran Pimpinan Tingkat Kecamatan (Muspika). (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia hadiah Nobel Perdamaian baru saja mengumumkan bahwa Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).? Organisasi ini bertanggung jawab atas pemusnahan senjata kimia di Suriah.

Pengumuman dikeluarkan oleh Ketua Komite Nobel Norwegia, Thorbjorn Jagland di Oslo pada Jumat, 11 Oktober, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.




Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Raih Nobel Perdamaian

"Komite Nobel Norwegia memutuskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian 2013 diberikan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) atas kerja luas organisasi ini untuk memusnahkan senjata kimia," kata Jagland.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Organisasi yang bermarkas di Den Haag ini didirikan untuk menerapkan pemberlakuan konvensi Senjata Kimia pada 1997, salah satu traktat perlucutan paling berhasil. Belakangan OPCW menerjunkan tim inspektur untuk melaksanakan Klik pemusnahan senjata kimia di Suriah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan kemenangan ini maka OPCW berhak mengantongi medali emas dan hadiah uang US$1,25 juta sebagai hadiah paling bergengsi di antara hadiah Nobel lainnya.

Prediksi NRK

Hadiah akan diserahkan pada tanggal 10 Desember di ibukota Norwegia bertepatan dengan peringatan kematian pendiri Hadiah Nobel asal Swedia, Alfred Nobel. Hadiah Nobel didirikan pada 1895 atas dasar wasiat sang industrialis.

Pemenang Nobel Perdamaian tahun ini sesuai dengan ramalan lembaga penyiaran publik Norwegia NRK. Lembaga penyiaran tersebut sebelumnya memperkirakan hadiah akan diberikan kepada OPCW.

Bukan kali ini saja lembaga penyiaran Norwegia benar menebak pemenang Nobel Perdamaian. Tahun lalu NRK menyebut Uni Eropa adalah pemenang Nobel Perdamaian dan ternyata prediksi itu benar.

Sebelumnya dilaporkan calon-calon kuat penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun ini antara lain adalah remaja Pakistan yang ditembak pada kepala oleh Taliban karena memperjuangkan hak-hak pendidikan perempuan, Malala Yousafzai dan ahli kandungan Denis Mukwege dari Republik Demokratik Kongo. (mukafi niam)

Foto BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, RMI NU, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sunday, January 28, 2018

Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban

Sebagaimana diketahui, kurban pada saat ini sudah diatur dengan baik: mulai dari proses pencarian peserta kurban, pembelian hewan kurban, penyembelihan, dan distribusi daging kurban. Di kebanyakan daerah, pengurus masjid biasanya menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mewujudkan ini.

Model kepanitiaan seperti ini tentu sangat bermanfaat dan berguna. Terutama untuk pendistribusian daging kurban. Pasalnya bila dikelola secara personal, pendistribusiannya mungkin tidak merata dan tidak tepat sasaran.




Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mewakilkan Penyembelihan Kepada Panitia Kurban

Namun bagaimana hukumnya bila penyembelihan hewan kurban tersebut diserahkan semuanya kepada panitia? Bukankah peserta kurban itu sendiri lebih utama untuk menyembelihnya? Anas bin Malik mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, "Nabi SAW menyembelih sendiri dua ekor domba yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk.”

Berdasarkan hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa penyembelihan hewan kurban seyogianya dilakukan sendiri oleh orang yang berkurban. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ini sekaligus merupakan sifat tawaddu’ dan kerendahan hati Rasulullah SAW. Penyembelihan ini perlu dilakukan sendiri karena kurban termasuk bagian dari ibadah. Sangat diutamakan dalam beribadah dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan dan tidak mewakilkannya kepada orang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Al-Qasthalani dalam Irsyadus Sari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ini menjadi dalil disyariatkan penyembelihan kurban dengan tangan sendiri, dengan syarat dia pandai menyembelihnya. Sebab kurban merupakan ibadah dan ibadah lebih utama dilakukan oleh pihak yang bersangkutan.”

Meskipun penyembelihan sendiri lebih diutamakan, hal ini bukan berarti jika diwakilkan kepada orang lain tidak diperbolehkan. Faktanya, memang tidak semua orang mampu menyembelih hewan kurban. Bagi yang tidak pandai menyembelih, mewakilkan kepada orang lain tentu lebih maslahat. Sebab jika ia memaksakan dirinya, padahal dia tidak pandai, ini akan berdampak buruk dan menyiksa hewan kurban.

Badruddin Al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ulama menyepakati kebolehan mewakilkan penyembelihan kurban dan tidak ada keharusan menyembelihnya sendiri. Akan tetapi, ada satu riwayat dari madzhab Malik yang menyatakan tidak sah bila ia mampu menyembelihnya, sementara menurut kebanyakan pendapat madzhab Malik hukumnya makruh. Disunahkan bagi orang yang mewakilkan penyembelihan hewan kepada orang lain untuk menyaksikan prosesnya dan dihukumi makruh bila diwakilkan kepada wanita haidh, anak kecil, dan ahli kitab.”

Zakariya al-Anshari dalam Fathul Wahab berpendapat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Disunahkan menyembelih hewan kurban sendiri bila ia pandai? menyembelihnya dan dianjurkan pula menyaksikan proses penyembelihannya bila diwakilkan, sebagaimana terdapat di riwayat Syaikhani (Bukhari-Muslim). Rasul berkata kepada Fatimah, ‘Pergilah untuk melihat penyembelihan hewan kurbanmu, karena pada tetes darah pertama akan diampuni dosamu yang telah berlalu’. Hadis ini diriwayatkan Hakim dan sanadnya shahih.”

Berdasarkan pemaparan di atas, penyembelihan hewan kurban lebih baik dilakukan sendiri, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ini dianjurkan selama orang yang berkurban pandai dan mampu menyembelihnya sendiri. Apabila tidak mampu, diperbolehkan mewakilkannya kepada orang lain atau panitia kurban yang diamanahkan. Meskipun demikian, tetap disunahkan untuk melihat prosesnya dan mengikutinya hingga selesai.

Panitia kurban dalam hal ini misalnya pengurus masjid juga dituntut bijak untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang berkurban untuk menyembelih sendiri kurbannya. Sementara distribusinya menjadi tanggung jawab panitia. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai

Probolinggo, Persatuan Habib Jawa Timur - Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo rutin menggelar bakti sosial. Salah satunya dengan menyalurkan baju layak pakai.

Dalam kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan menurunkan hampir semua jajaran pengurus. Baju layak pakai ini didapatkan dari hasil pengumpulan para pengurus mulai dari tingkat ranting hingga anak cabang se-Kota Kraksaan.




IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai

Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengatakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran baju layak pakai ini merupakan salah satu aksi nyata dari para generasi muda sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat kurang mampu yang ada di wilayahnya.

“Bagi orang kaya, baju ini tidak ada artinya apa-apa. Tetapi bagi masyarakat kurang mampu, baju seperti ini nilainya sangat berarti. Terlebih bagi mereka yang sudah kesulitan untuk mencari nafkah hidup keluarganya,” katanya, Rabu (14/9).

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurut Masrur, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberi kemampun untuk berbagi kebahagiaan kepada saudara yang membutuhkan bantuan.

“Mudah-mudahan pemberian baju layak pakai ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab dengan adanya bantuan ini, setidaknya masyarakat tidak perlu repot-repot lagi memikirkan untuk membeli baju,” jelasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Masrur menegaskan bahwa baju layak pakai yang diberikan kualitasnya masih bagus dan bukan pakaian yang sudah kusuh. Baju ini diberikan kemungkinan yang bersangkutan sudah tidak suka atau sudah tidak muat lagi.

“Kalau kualitasnya masih bagus dan layak pakai. Intinya kami ingin berbagi kebahagiaan dan senyuman kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur RMI NU, Fragmen Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, January 26, 2018

PMII Sidoarjo Deklarasikan Pilkada Damai, Tiga Paslon Tak Hadir

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara deklarasi pilkada damai 2015 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo bertema "Pilkada Aman, Sidoarjo Nyaman" di aula LP Maarif Sidoarjo, Jumat (4/12), siang berjalan lancar namun tak sesuai harapan.




PMII Sidoarjo Deklarasikan Pilkada Damai, Tiga Paslon Tak Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Deklarasikan Pilkada Damai, Tiga Paslon Tak Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Deklarasikan Pilkada Damai, Tiga Paslon Tak Hadir

Ketua PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa menjelaskan, empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo yang rencananya dihadirkan dalam acara tersebut tak semuanya hadir, hanya paslon nomor 3 (Saiful Ilah-Nur Ahmad Syaifudin) dari partai PKB saja yang hadir.

"Acaranya berjalan lancar tapi tak sesuai harapan. Karena paslon yang hadir cuma nomor 3 saja. Ada rasa kekhawatiran adanya justifikasi PMII mendukung salah satu paslon jika hanya satu paslon saja yang hadir, dan kami kecewa karena adanya kekhawatiran tersebut," cetus Gigin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gigin menyatakan bahwa PMII Sidoarjo ingin berpartisipasi aktif dalam hajat besar yang menentukan pemimpin Sidoarjo 5 tahun ke depan. Dirinya berharap supaya pilkada Sidoarjo aman dan nyaman, sejak pelaksanaan pilkada hingga terpilihnya pasangan calon menjadi bupati dan wakil bupati Sidoarjo yang sah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"PMII Sidoarjo siap mengawal proses pilkada 9 Desember mendatang hingga siapa pun yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Sidoarjo, selama memegang amanah 5 tahun ke depan," tegas Gigin.

Pengawalan kebijakan-kebijakan pemimpin selanjutnya terus menjadi garapan PMII Sidoarjo. "Kami berharap semoga penyelenggara pilkada, aparat keamanan, media massa (wartawan) khususnya bisa menjaga stabilitas politik dan keamanan di Sidoarjo," harap Gigin.

Nampak hadir dalam acara itu, Ketua KPUD Sidoarjo M Zainal Abidin, Ketua Panwaslu Sidoarjo Ulul Azmi, Kodim Sidoarjo yang diwakili Danramil Tulangan, Polres Sidoarjo beserta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, paslon nomor 1 (MG Hadi Sutjipto-Abdul Kholik) tak dapat menghadiri acara tersebut karena bersamaan dengan adanya acara kampanye akbar yang digelar di parkir timur Gelora Delta Sidoarjo. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 23, 2018

Peringati Harlah, PMII Jogja Diskusikan Bonus Demografi

Yogyakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Dalam rangka pelantikan pengurus cabang masa khidmat 2014-2015 dan peringatan hari lahir atau Harlah ke-54, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Studium General tentang optimalisasi Bonus Demografi, di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Rabu (16/4).




Peringati Harlah, PMII Jogja Diskusikan Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PMII Jogja Diskusikan Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PMII Jogja Diskusikan Bonus Demografi

Dalam acara tersebut hadir Anggota DPR RI Akhmad Muqowwam (Mantan Ketua Pansus RUU Desa), Eman Hermawan (Mantan Ketua PC PMII D.I.Yogyakarta), Addin Jauharuddin (Ketua umum PB PMII) dan Taufan E Nugroho (Ketua umum DPP KNPI) sebagai pembicara. Dalam rangkaian acara tersebut, Miftakul Azis menyampaikan Orasi Ilmiah Visi baru PMII. Acara tersebut juga dihadiri oleh alumni-alumni PC PMII D.I Yogyakarta, organisasi kepemudaan dan para kader PMII D.I.Yogyakarta.

Studium General yang mengambil tema “Peran PMII dalam Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia” ini didasari atas pentingnya posisi Indonesia di masa yang akan datang seiring dengan naiknya angka usia produktif (bonus demografi) di Indonesia.

Persatuan Habib Jawa Timur

Berdasarkan hasil kajian ekonomi, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun lembaga internasional seperti World Bank, IMF, McKinsey dan Boston Consulting Group mengatakan bahwa Indonesia mempunyai prospek ekonomi yang cerah di masa mendatang dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata pertahun mencapai 6-7%. Sehingga pada tahun 2025 Indonesia diperkirakan masuk menjadi 7 negara terbesar di dunia.

Persatuan Habib Jawa Timur

"PMII sebagai organisasi kepemudaan harus mengambil posisioning yang jelas dalam mengoptimalkan mesin kaderisasinya untuk mengambil benefit dan manfaat positif dari bonus demografi. Untuk itu PMII harus memiliki visi yang jelas dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki agar tidak terjebak pada Bencana Demografi,”, ujar Miftakul Azis dalam orasi ilmiah Visi Baru PMII.

PMII harus berperan aktif untuk terwujudnya pasar yang lebih adil agar tercipta ketertiban dunia sebagaiman diamanatkan UUD 45 dengan mendorong dan mengawal agar negara ini berperan dan berfungsi sebagaimana mestinya dengan berani mengambil kebijakan yang diarahkan kepada kesejahteraan rakyat, berdaulat dan terhindar dari kerusakan.

“Sebagaimana prinsip bernegara kita Tashorruful imam ‘ala al-ra’iyyah manutun bil maslaha (kebijakan pemerintah atas rakyatnya berdasarkan maslahah bersama),” ujar Miftakul Azis terkait pasar bebas dan kerjasama ekonomi internasional.

Ketua Cabang PMII D.I. Yogyakarta, Zainuddin menyampaikan apresiasi dan kebanggan atas terselenggaranya pelantikan PC PMII cabang D.I. Yogyakarta. Dalam sambutannya, Ketua Cabang PMII D.I.Y. juga menegaskan Rekomendasi kepada Sahabat Miftakul Azis sebagai satu-satunya kandidat Ketua Umum PB PMII dari cabang D.I. Yogyakarta pada Kongres PMII yang akan datang. (Billy Aries/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur RMI NU, Fragmen, Pendidikan Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 22, 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.




Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad

Jepara, Persatuan Habib Jawa Timur. Sayyid Muhammad bin Farid bin Idrus al Muthohhar saat diminta Habib Syech Solo untuk menyampaikan mauidloh mengutarakan bahwa hewan ketika dirundung masalah kemudian melakukan curhat langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu dikemukakannya dalam Jepara Bershalawat yang dilaksanakan di Pendopo Jepara, Jumat (2/9). Selain syekher mania yang hadir, kegiatan juga diikuti habaib dan Forkompinda. ?




Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad

Salah satunya adalah yang diceritakan Umi Salamah. Saat itu kanjeng Nabi kata Habib yang kerap disapa Habib Farid berjalan dengan seorang sahabat. Tiba-tiba mendengar ada seekor rusa memanggil.?

Singkat cerita sebelum ia (rusa, red) diburu oleh seorang a’rabi belum sempat menyusui anaknya. Rusa itu lanjut Habib meminta agar Nabi berkenana melepaskan ikatannya. Setelah menyusui anaknya ia berjanji langsung kembali dan siap diikat lagi.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Mendengar janji tersebut kemudian rusa dilepaskan. Tak lama kemudian si rusa datang dan kembali diikat. Ketika si pemburu datang dan bertemu dengan Nabi, si A’rabi diminta untuk melepaskan rusa hasil buruannya itu.?

“Selain curhat “rusa” ada juga cerita “curhat” seekor unta,” lanjut habib keponakan Habib Syech ini menceritakan.?

Diceritakan Habib asal Semarang itu, unta yang ditemui Nabi di jalan sedang merengek dan menangis. Ceritanya, si unta sering diperintah oleh majikan tetapi jarang dikasih makan.?

Ketika si pemilik unta datang, Nabi pun menegur kepada si fulan. Periharaan yang diberikan Allah merupakan amanat. Waktu itu, Nabi meminta agar pemilik unta menjaga amanat itu baik-baik.?

Persatuan Habib Jawa Timur

“Bertakwalah kepada Allah di manapun berada. Hewan yang kamu pelihara adalah amanat. Kamu banyak menyuruh dia bekerja tapi kenapa sedikit berbuat baik kepadanya,” begitu teguran Nabi sebagaimana diceritakan Habib Farid. ?

Berkenaan dengan cerita itu, Habib Farid meminta kepada syekher mania jika hewan saja mau curhat, kita juga wajib curhat kepada Nabi. Momen Jepara bershalawat salah satu faidahnya merupakan sarana meminta dan mengatasi masalah lewat nabi Muhammad.?

Kenapa harus kepada Nabi Muhammad? Ditegaskannya Nabi Muhammad ialah nabi paling mulia yang mampu mengenal satu persatu umatnya dari zaman nabi adam hingga hari kiamat. Disamping itu, nabi juga tahu amal baik dan buruknya.?

Habib Farid juga menegaskan apa yang dikatakan Umar, bahwa doa tidak bakal diterima Allah jika tidak dibarengi dengan shalawat. “Dengan shalawat urip nikmat. Dengan shalawat bakal dapat syafaat,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Persatuan Habib Jawa Timur