Showing posts with label Lomba. Show all posts
Showing posts with label Lomba. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.




Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Sholawat, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 13, 2018

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam rangka melestarikan tradisi di kalangan Nahdlatul Ulama, Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Maarif NU Talang Kabupaten Tegal melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh Tegal, Ahad (19/11).




Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Ziarah berlangsung selama sehari dan diikuti 200 pelajar SMK Maarif NU itu didampingi sejumlah guru pembina.

Kepala SMK Maarif NU Talang, Moh. Hasanudin melalui Pembina IPNU dan IPPNU, Muhamad Royani mengatakan, kegiatan ziarah dimaksudkan untuk melestarikan tradisi para ulama salafus shalihin (orang-orang saleh, red.).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kegiatan ini diikuti oleh anggota IPNU dan IPPNU Komisariat SMK Maarif dengan tujuan untuk tawassul, tafakur dan munajat kepada Allah SWT, melalui perantara waliyullah," ungkap Royani.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, ziarah juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat para pelajar NU untuk lebih mengenal para pendahulunya agar bisa dijadikan uswatun hasanah (teladan baik).

"Harapannya sebagai generasi penerus Nahdliyin, kita dan para pelajar NU mampu melestarikan tradisi dan mempertahankan aqidah Ahlussunah wal-Jama’ah di bumi Nusantara," tandasnya

Para tokoh dan sesepuh Tegal yang diziarahi itu di antaranya KH Miftah Kajen, mantan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal yang menjabat selama 3 periode yang juga ulama ahli falak dan fikih, KH Barmawi Tegalwangi yang merupakan ulama ahli tasawuf pada zamannya.

"Anak-anak juga berziarah ke makam pendiri sekaligus Bupati Tegal, Ki Gede Sebayu yang berlokasi di dekat bendungan Desa Danawarih Kecamatan Balapulang," imbuhnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 12, 2018

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan belasungkawa atas wafat Gus Kelik. Menurutnya, yang kehilangan Gus Kelik itu bukan hanya keluarga Krapyak, tetapi juga PBNU. Karena, Gus Kelik adalah salah seorang yang menjaga husnuz zhan banyak orang terhadap NU. Berkat Gus Kelik itu, hingga hari ini banyak orang masih percaya terhadap NU.

Demikian disampaikan Gus dalam acara tahlil sembilan hari wafatnya Gus Kelik di halaman Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, Rabu (10/8) malam.




Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

“Ketika Gus Kelik wafat, orang-orang banyak saling berdebat sendiri-sendiri tentang persoalan, Gus Kelik itu wali atau bukan. Ada yang yakin kalau Gus Kelik itu wali. Karena berkat khoriqul adah, tidak seperti orang pada umumnya. Kalau khoriqul adah ya wali. Ada yang bantah lagi, wali kok kayak gitu?” ujar Gus Yahya.

Kalau Gus Kelik, lanjut Gus Yahya itu sudah tidak saya pikir lagi, entah wali entah tidak. Tidak saya pikir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Hanya yang saya ingat itu, coba ingat njenengan-njenengan yang bergaul dengan Gus Kelik ketika hidup, kok tidak ada orang yang benci terhadapnya. Itu kok tidak ada. Padahal orang itu, sebaik apa pun itu, di mana-mana ada saja yang benci. Tidak ada orang senyleneh Gus Kelik, tapi banyak yang suka,” ujar Gus Yahya yang disambut gelak tawa para hadirin.

Coba yang hadir ini, lanjut Gus Yahya, bawalah mobil lalu beli bensin setengah liter di penjual eceran. Pasti njenengan dimarah-marahi sama penjualnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Lha kalau Gus Kelik ini, nggak itu. Gus Kelik bawa mobil, beli bensin setengah liter di penjual eceran, ya dikasih. Penjualnya juga tidak marah. Itu kejadian benar, di Mangkuyudan,” cerita Gus Yahya yang sekali lagi disambut tawa para hadirin.

Malahan, kata Gus Yahya, yang kelihatan dengan sangat, banyak orang yang suka terhadap Gus Kelik. Lha orang segini banyaknya yang hadir ini, kan pada suka sama Gus Kelik. Ini kelihatan dengan sangat. Maka, saya yakin bahwa Gus Kelik itu bagian dari orang-orang saleh.

“Allah itu sudah janji, kalau ada hambanya yang saleh, maka Ia akan memberikan mahabbah kepadanya. Gus Kelik itu tidak usah mencari-cari cara, otomatis orang-orang itu pada suka. Kalau yang lainnya kan pada tebar pesona semuanya. Ada yang pencitraan. Gus Kelik itu tidak pernah seperti itu. Tidak pernah berpura-pura baik dengan orang itu tidak pernah,” ungkap Gus Yahya.

Apa pernah Gus Kelik itu, lanjut Gus Yahya, membagi-bagikan buku kepada tukang becak? Tidak pernah. Nyisir rambut saja tidak pernah. Lha kayak gitu kok banyak orang yang suka. Ya entah bagaimana, kok bisa suka itu entah bagaimana.

“Kalau dipikir-pikir, sukanya sama Gus Kelik itu apanya juga tidak jelas kok. Tapi kok yang suka dengan Gus Kelik banyak,” tandas Gus Yahya. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Lomba, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 11, 2018

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat menegaskan bahwa pihak kerajaan menolak semua tuduhan adanya politisasi dan internasionalisasi haji. Menurutnya, haji adalah ibadah dan perilaku yang beradab.

Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berita yang beredar bahwa Arab Saudi melarang jemaah haji dari Qatar, negara yang putus diplomasi dengan Arab Saudi Juni lalu.




Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Khalid Al-Faisal, seperti dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, Senin, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah untuk melakukan melakukan ritual mereka dengan mudah. Pihaknya meminta para jemaah untuk menjadi teladan Muslim yang beretika dan beradab.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Jenderal Cabang Kemeterian Urusan, Panggilan, dan Bimbingan Islam di wilayah Makkah, Ali bin Salem Al-Abdali, Selasa, juga mengutuk tudingan politisasi atau internasionalisas haji. Dia menegaskan bahwa ritual haji hanya untuk Allah SWT, jauh dari segala nafsu, partai, dan afiliasi politik.

Sebelumnya, mengutip surat kabar Al Sharq yang berpusat di Doha, Aljazeera pada 11 Juni lalu melaporkan, Pemerintah Saudi mencegah warga Qatar memasuki Masjidil Haram di Mekah. Peristiwa ini lantas berlanjut dengan protes keras Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kementerian Wakaf Agama Suriah, Selasa (1/7), sebagaimana dilansir AP, melancarkan protes ke Arab Saudi lantaran warga negaranya dilarang ke Tanah Suci. Ia mengkritik dan menyebut kebijakan ini sebagai "eksploitasi politik dan finansial" Riyadh atas ritual ziarah tahunan itu. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Pesantren, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, February 8, 2018

Seni Terbang Papat Raih Anugerah Mahakarya Kebudayaan

Kudus, Persatuan Habib Jawa Timur. Pagelaran tabuh terbang yang diselenggarakan Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kabupaten Kudus sukses mencatat rekor Muri. Bukan hanya itu saja, tabuh terbang terlama yang diadakan di Masjid Agung Kudus sejak Ahad (15/7) hingga Rabu, (19/7)  itu juga meraih penghargaan dunia berkategori Mahakarya Kebudayaan.

Penghargaan diserahkan Manajer MURI Sri Widayati  kepada Bupati Kudus H Musthofa, Ketua FKTP H Kholid Seif dan Direktur Jenang Mubarok Food H Mohammad Hilmi selaku pemrakarsa. Dalam sambutannya, Sri Widayati mengatakan dalam catatan Muri pelaksanaan tabuh terbang terlama ini berlangsung selama 87 jam dengan 131 grup.




Seni Terbang Papat Raih Anugerah Mahakarya Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Terbang Papat Raih Anugerah Mahakarya Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Terbang Papat Raih Anugerah Mahakarya Kebudayaan

“Atas prestasi dan semangat nguri-nguri seni tradisi ini, kami berikan penghargaan sekaligus bukti peraihan penghargaan dunia ber-kategori mahakarya kebudayaan,” ujarnya saat menyerahkan penghargaan bersamaan dengan pelaksanaan kirab prosesi dandangan di alun-alun Kudus, Kamis (19/7).

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara ketua FKTP H Kholid Seif merasa bangga atas tercapainya rekor Muri tabuh Terbang Papat terlama. Menurutnya, peraihan rekor Muri ini melebih waktu yang direncanakan 83 jam dengan 130 group ternyata mampu melebihi perhitungannya yakni 87 jam dan 131 group terbang papat.

“Saya terimakasih kepada semua grup terbang yang mendukung kegiatan ini. Sehingga tercatat bukan hanya rekor nasional tapi juga  masuk rekor dunia dengan meraih anugerah maha karya kebudayaan,” katanya kepada Persatuan Habib Jawa Timur usai menerima penghargaan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Ia menambahkan rekor Muri menjadi titik awal bangkitnya kembali  seni tradisi Kudus terutama Terbang Papat.Terbang Papat, katanya, memiliki kekhasan tersendiri dibanding seni-seni yang sejenis seperti hadrah, rebana dan marawis.

“Dari jenis iramanya memiliki nama yang khas, mulai kemplong, lajer, salahan dan telon ditambah jidur. Iramanya sangat rancak dan enak didengar,” tuturnya.

Sebagai ketua dari pegiat seni Terbang Papat se-Kudus, ia memiliki komitmen akan mengembangkan program melestarikan seni tradisi terbang papat ini dengan melalui festival antar group yang ada di Kudus.

“Ke depan FKTP akan  membuat panduan untuk latihan menabuh irama terbangnya  yang mudah dipahami dan dilakukan generasi muda sekarang. Apalagi dengan dorongan bacaan sholawat sebagai bacaannya, tentu menambah jiwa semangat keikhlasan,” tandas Kholid.

Motivator Terbang Papat Anief Farizi menambahkan kegiatan pencatatan rekor Muri ini sebagai stimulus untuk mengembalikan karakteristik dakwah seni lokal melalui Terbang Papat yakni menebar sholawat menuai syafaat.

“Secara sistemik kita akan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait mendorong orang Islam yang memliki hajat untuk mengalunkan musik Terbang Papat. Dengan demikian, masyarakat terutama generasi muda mempunyai kebiasaan atas terbang seni tradisi Terbang Papat,” ungkapnya.

Dalam konteks sejarah, tuturnya, penjajah pada waktu itu melakukan upaya menjajah  fisik mental masyarakat melalui budaya melean yang didalamnya terdapat keplean atau domino (judi).

“Dari sini umat Islam menangkalnya dengan tradisi terbangan seraya membaca sholawat sampai tengah malam, secara perlahan keplean terkikis,” katanya sambil menunjukkan kebanggaan atas peraihan penghargaan dari Muri.

Usai meraih penghargaan, terbang papat meramaikan prosesi kirab dandangan yang telah menjadi tradisi masyarakat Kudus dalam menyambut datangnya bulan Suci Ramadan.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Tokoh, Pemurnian Aqidah, Lomba Persatuan Habib Jawa Timur

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Kalau diperhatikan dari tahun ke tahun, persentase jemaah haji terus mengalami peningkatan. Dibandingkan puluhan tahun lalu, jemaah haji di masa sekarang lebih banyak. Banyaknya orang berhaji di masa sekarang tentu tidak terlepas dari mudahnya mendapatkan fasilitas haji.

Sekarang sudah banyak travel haji dan transportasi yang siap melayani keberangkatan haji. Apalagi sebagian travel menawarkan ongkos yang menggiurkan dan tidak terlalu mahal, bisa diangsur.




Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Berulang Kali Menurut Kiai Ali M Yakub dan Imam Al-Ghazali

Mudahnya naik haji di masa sekarang ini patut kita syukuri. Kita tidak perlu lagi melakukan perjalanan berbulan-bulan untuk sampai di baitullah. Cukup duduk santai di pesawat, tunggu sekitar belasan jam, kita sudah sampai di Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Namun, di balik kemudahan fasilitas itu ada sesuatu yang justru mengkhawatirkan menurut sebagian ulama, yaitu fenomena haji berulang kali.

Almarhum KH Ali Mustafa Yaqub termasuk orang yang berada di garda depan mengkritik fenomena haji berkali-kali ini. Menurutnya, lebih baik mendermakan ongkos haji itu untuk menyejahterakan kaum dhu’afa. “Af’alul muta’addi afdhalu minal qashir (ibadah sosial lebih baik daripada ibadah individual)” Itulah kalimat yang sering beliau sampaikan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Kemunculan pendapat ini berkelindan dengan masih banyaknya problem kemiskinan dan kefakiran yang belum tuntas di negeri ini. Sehingga alangkah baiknya harta yang banyak itu digunakan untuk menyelesaikan problem ini, ketimbang beribadah haji berkali-kali. Terlebih lagi, haji kedua dan seterusnya hukumnya sunah, tidak wajib.

Kritik yang dilontarkan almarhum Kiai Ali ini sebenarnya sudah ditegaskan Imam Al-Ghazali sedari dulu. Dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid tiga, ia menjelaskan panjang lebar terkait tipu daya. Siapa saja bisa terpedaya baik orang berilmu, sufi, maupun pemilik harta. Khusus bagi orang berharta (arbabul mal), di antara bentuk tipu dayanya adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Mereka bersikeras mengeluarkan harta untuk pergi haji berulang kali dan membiarkan tetangganya kelaparan. Ibnu Mas’ud berkata, ‘Pada akhir zaman, banyak orang naik haji tanpa sebab. Mudah bagi mereka melakukan perjalanan, rezeki mereka dilancarkan, tapi mereka pulang tidak membawa pahala dan ganjaran. Salah seorang mereka melanglang dengan kendaraannya melintasi sahara, sementara tetangganya tertawan di hadapannya tidak dihiraukannya.”

Mereka menyangka dengan menghabiskan harta untuk naik haji berulang kali itu dianggap lebih mulia di sisi Allah, ketimbang mendermakan harta untuk fakir miskin. Inilah salah satu bentuk tipu daya bagi orang berharta menurut Al-Ghazali. Lebih baik kelebihan harta yang dimiliki diprioritaskan untuk membantu fakir miskin, pesantren yang terbengkalai, anak sekolah yang serba kekurangan, dan amal sosial lainnya.

Karenanya, kita perlu membuat skala prioritas dalam beribadah. Ketika di hadapkan dengan banyak peluang beribadah, pilihlah ibadah yang lebih banyak maslahatnya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sebagaimana dikatakan ‘Izzuddin bin ‘Abdul Salam dalam Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, “Apabila dihadapkan dua kemaslahatan dalam satu waktu, usahakan melakukan keduanya. Bila tidak mungkin, dahulukanlah mana yang paling maslahat dan utama,” Wallahu ‘alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Lomba, AlaSantri, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 31, 2018

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gelar guru besar akhirnya bisa diterima Akhmad Muzakki Rabu (11/3). Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya? sebagai profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya.

Kendati demikian, sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan guru besar termuda di kampus Islam negeri di Surabaya ini. Dari mulai berkas yang sempat hilang, saran dari banyak kolega bahwa menjadi guru besar adalah takdir dan jangan terburu nafsu, hingga sejumlah godaan lain.




Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Sekelumit kesulitan tersebut disampaikan Muzakki, sapaan akrabnya saat menyampaikan orasi di auditorium UIN SA. "Dari mulai aturan yang ketat, standarnya semakin tinggi dan seterusnya," katanya di hadapan sejumlah pimpinan kampus tersebut, akademisi? dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama atau Kemenag," kata ayah dua anak ini. Secara rinci, suami dari Erna Mawati tersebut menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor para dosen yang berada di Kemendikbud yang kemudian disebut Kemenristekdikti atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti, lanjutnya.

"Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian," terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra ini. Usai dinyatakan lulus di tingkat universitas, berkas usulan dosen dimaksud dinaikkan ke jenjang check point berikutnya yakni Diktis Pendis Kemenag, lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selesai? Ternyata tidak. Berkas yang ada dinilai oleh sidang dewan guru besar Diktis Pendis Kemenag. Berikutnya adalah penilaian di Dikti Kemendikbud yang sekarang berubah menjadi Kemenristekdikti. "Di sini, berkas mengalami dua penilaian yakni penilaian angkta kredit atau PAK oleh sidang dewan guru besar dan penilaian dalam bentuk validasi oleh tim kecil yang lebih dikenal dengan tim validasi atau tim siluman," ungkap peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU ini.

Tim siluman yang dimiliki dan dipekerjakan oleh Dirjen Dikti ini menelisik masuk ke "bilik-bilik akademik" sekecil dan sesempit apapun. "Konon, tim siluman ini diberi tugas khusus oleh Dirjen Dikti untuk melakukan validasi dokumen calon guru besar," terang alumnus program PhD di School of History, Phi losophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia ini.

Belum lagi kesabarannya diuji karena pada pertengahan 2014 ternyata berkas untuk keperluan mengurus gelar profesornya dinyatakan hilang. Mengapa bisa hilang? "Kemungkinan paling besar ada kaitannya dengan dampak bocor atap dan pindahan kantor sebagaimana disampaikan staf Diktis Jakarta," kenangnya.

Karena saat itu menjelang akhir 2013, Diktis yang berkantor di lantai 8 Kantor Kemang RI di Lapangan Banteng Jakarta sedang dilanda bocor atap yang cukup hebat akibat hujan lebat. "Nah, saat itu juga merupakan momen-momen kepindahan kantor Diktis dari lantai 8 ke lantai 7 yang sudah direncanakan sebelumnya," terangnya. Dan di titik inilah awal kerumitan terjadi, lanjutnya.

Dengan sangat terpaksa, seluruh berkas diurus dari awal. Dan celakanya pihak Diktis hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan copy dokumen yang hilang tersebut. Bisa dibayangkan, kesulitan mengurus berkas di level universitas di Surabaya hingga ke Jakarta. "Karena berkas memang harus diserahkan ke Dikti," ungkapnya. Namun Alhamdulillah, akhirnya tantangan ini bisa terlewati, lanjutnya.

Setelah itu apakah urusan sudah beres? Ternyata tidak. Ujian lain menghadang. Muzakki mendapat? kabar bahwa staf Dikti salah menginput penilaian berkasnya. "Yang? awalnya untuk keperluan guru besar, ternyata beralih menjadi lektor kepala," kata guru besar ke 49 di UIN SA ini.

Akibat salah input ini, mantan dosen di Faculty of Asian Studies ANU Australia ini akhirnya harus rela untuk mengurus berkas kembali serta mau tidak mau menunggu validasi dari berkas yang dibuat dari awal tersebut.

Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mantan Ketua PW LP Maarif NU Jatim ini untuk bisa menyandang gelar profesor bidang sosiologi pendidikan. "Semua proses itu saya lakukan dengan penuh romantika, persis seperti permainan roller coaster yang kadang menggembirakan dan kadang pula menegangkan,"? katanya dengan senyumnya yang khas.

Kabar gembira diterimanya di awal bulan Januari 2015. Anak mantan penjual petis di Pasar Sidoarjo ini terhitung sejak 1 November 2014 layak bergelar profesor dengan SK Nomor 3755/A4.3/KP/2015, yang ditandatangani Mohamad Nasir, Menristekdikti.

"Anda itu wonder child professor!" kata Profesor Sunan Wismer dari Kanada, adviser University Community Engagement (UCE) SILE project. Ucapan itu disampaikan khusus kepada Muzakki saat melakukan review atas capaian program UCE di kantor SILE Project UIN SA awal Februari lalu.

Kini gelar untuk namanya semakin panjang. Di surat resmi PWNU Jatim maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN SA tercantum Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, MAg, MPhil, PhD.

Selamat berkhidmat Mas Zaki, sapaan banyak teman kepadanya di PWNU Jatim. Semoga ilmu yang diraih kian berkah.

Foto: Akh Muzakki bersama ibunda, istri dan dua anaknya usai pengukuhan guru besar.

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, January 25, 2018

Sekolah NU Diminta Pasang Plang NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah meminta warga NU Banten yang mengelola lembaga pendidikan di seantero Provinsi Banten untuk memasang plang NU di muka lembaga pendidikan mereka.

Imbauan ini disampaikan oleh Gubernur Banten saat memberikan kata sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) sore. Peresmian gedung baru PWNU Banten mengambil lokasi di sisi kantor baru PWNU Banten, jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang.




Sekolah NU Diminta Pasang Plang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah NU Diminta Pasang Plang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah NU Diminta Pasang Plang NU

“Menurut data statistik, warga Banten berjumlah 11 juta kepala. Dan mayoritas dari keseluruhan itu merupakan Nahdliyin. Jadi, pemasangan plang NU pada lembaga pendidikan mereka tidak menjadi masalah,” kata Hj Ratu Atut di podium.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gubernur Banten menyatakan, pemasangan plang NU di muka lembaga pendidikan dimaksud agar lembaga pendidikan tersebut bertanggung jawab mengajarkan nilai-nilai ke-NU-an di lembaga mereka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selama ini pendidikan agama di Banten, sudah cukup baik. Madrasah maupun pesantren di wilayah Banten, berkembang cukup pesat. Tidak hanya di kota, perkembangan lembaga pendidikan agama juga berkembang bahkan di pedesaan Banten yang sulit dijangkau, tambah Gubernur Banten yang mengaku dibesarkan dalam tradisi NU.

Perkembangan pendidikan agama di Banten amat pesat. Berkat dukungan para kiai NU, lulusan madrasah dan pesantren mereka turut berkontribusi dalam membangun wilayah Banten. Alhamdulilah, NU di Banten telah memberikan manfaat bagi umat Islam di Banten khususnya sebagai rahmat bagi sekalian alam, tandas Gubernur Banten.

Di akhir pidatonya, Gubernur Banten membacakan dua pantun yang berisi pujian untuk NU yang disambut tawa sedikitnya 4000 hadirin, termasuk Ketua Umum PBNU. Sambutan peresmian kantor PWNU Banten, ditutup dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti kantor PWNU Banten oleh Gubernur yang disaksikan Ketua Umum PBNU, Ketua PWNU Banten, dan sejumlah jajaran Pemda Banten.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Pondok Pesantren, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Solo, Persatuan Habib Jawa Timur. Hari Santri Nasional (HSN) diperingati pada, Sabtu (22/10), di berbagai wilayah se-Indonesia, termasuk di Kota Solo, Jawa Tengah. Di Kota Bengawan, peringatan HSN bahkan sudah dihelat sejak sepekan sebelumnya, dengan menggelar acara kirab dan lain sebagainya.




Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Bagi para tokoh NU di Solo, HSN tidak hanya sekedar peringatan seremonial belaka, akan tetapi lebih dari itu, menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen dari kalangan santri kepada bangsa.

“Hari Santri ini, kita jadikan momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen keindonesiaan,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, saat ditemui di Pesantren Al-Muayyad.

Senada dengan Kiai Dian, Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, M Nagib Sutarno, Resolusi Jihad yang pernah digelorakan Hadratussyaikh, hendaknya menjadi semangat untuk semakin membangkitkan ghirah kaum santri untuk berjuang.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Santri untuk bangsa dan umat. Kita perkuat kembali peran santri di berbagai bidang,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta, M Anwar, berharap lembaga pesantren, khususnya di Wilayah Soloraya, dapat semakin berkembang dan lebih diperhatikan.

Anwar juga berharap Peringatan HSN dapat sinergi dengan agenda pemerintah pusat maupun daerah.

“Acara Peringatan HSN dapat diagendakan pula tiap tahunnya, kalau di Solo, kebetulan sudah ada agenda setiap Hari Santri, yang diadakan kegiatan sholawat bersama Pemkot di Balaikota,” kata Anwar. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Lomba, Berita, Jadwal Kajian Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, January 23, 2018

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep mengeluarkan Maklumat Hari Santri Nasional 2017. Maklumat tersebut dibacakan Pj Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman FM saat Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di GOR A Yani Sumenep, Ahad, (22/10).

Dalam maklmuatnya kepada pemerintah, PCNU Sumenep mendesak pemerintah membuat regulasi seperti membuat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang bisa melindungi lahan-lahan pertanian dan perkebunan produktif, kawasan konservasi, dan daerah-daerah tujuan wisata.




PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Selain itu, PCNU Sumenep mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berbasis warga dan pengembangannya tetap mempertahankan kearifan dan budaya lokal. Pariwisata harus sebesar-besarnya menguntungkan warga dan tidak merusak kearifan dan budaya lokal.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, A Dardiri Zubairi mengatakan, maklumat tersebut sebagai respons atas kegelisahan warga yang tanahnya mulai banyak dijual. Sumenep sudan menghadapi darurat agraria. Saat ini, di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini marak alih fungsi lahan.

"Apa yang disuarakan NU tepat, pas bersamaan dengan lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober dulu. Jika dulu bangsa ini menghadapi kolonialisme, saat ini sebenarnya tak ada bedanya cuma wajahnya berubah. SDA kita, termasuk tanah dan air, sudah dikuasai swasta termasuk asing," tutur Koordinator FNKSDA Sumenep, kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringatan HSN yang dikemas dengan upacara dan istighosah kubro itu mengambil tema? Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara Menjaga Pancasila dan NKRI.? Dalam kegiatan yang diikuti ribuan orang tersebut, tampak hadir Bupati Sumenep A Busyro Karim, sejumlah pengasuh pesantren, dan pengurus NU. (M Kamil Akhyari/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Halaqoh, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, January 19, 2018

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Nahdlatul Ulama sejatinya sejak awal sudah memikirkan ? pemberdayaan dan ? peningkatan taraf ekomomi umat. Bahkan salah satu pilar yang menjadi embrio pendirian NU adalah Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pemberdyaan ekonomi.




Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Demikian disampaikan Wakil Bendahara Umum PBNU, KH Abdul Hamid Wahid saat memberikan sambtuan dalam acara pembukaan pasar rakyat Indoneia di alun-alun Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (15/12).

Menurutnya, pemberdyaan ekonmi umat merupakan salah satu agenda utama NU yang terus dipacu dan dikembangkan ? agar NU memberikan nilai lebih kepada warganya. “Contohnaya, ya ini (pasar rakyat). Jadi sesungguhnya, keberadaan pasar rakyat ini kita mengenang kembali substansi dan ruh perjuagan NU, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tukasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Putra tokoh NU, KH Wahid Zaini itu menambahkan bahwa NU tidak sekedar hadir untuk melayani pendidikan dan dakwah, tapi juga menjangkau sektor yang bersifat prkatis sehari-hari, yaitu ekonomi. ? Lebih jauh lagi, katanya, pergelaran pasar rakyat ini diharapkan bisa merangsang warga NU untuk ambil bagian sebagai pelaku agar mereka tidak hanya menjadi obyek, tapi subyek yang ikut mewarnai perekonomian bangsa. “Dan saya kira kita warga NU mampu, sangat mampu untuk itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan PBNU menggelar pasar rakyat di Bondowoso. Menurutnya, ini pertanda bahwa NU mempunyai keinginan yang kuat untuk menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Diakuinya, sejauh ini secara umum ekonomi warga NU memang masih membutuhkan dorongan dan stimulan ? agar mereka bisa menjadi pelaku pasar yang handal. “Secara umum warga NU adalah pelaku pasar tradisional, dan itu butuh sentuhan agar bisa berdaya guna,” ungkapnya.

Amin menambahan, pihaknya akan terus mengakomodasi pasar tradisional untuk memberikan peluang berkembang menjadi pelaku pasar yang tangguh. Kendai demikian, ia tidak menutup mata terhadap keberadaan pasar modern untuk mengakselerasi perkembangan pasar global. “Jadi kami tampung dan berdayakan pasar tradisional, tapi juga kami akomodasi pasar modern tanpa harus mematikan pasar tradisional, tentu dengan peraturan yang bebitu rupa,” jelasnya.

Selain bupati, acara pembukaan pasar rakyat Indonesia juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Bondowoso, KH. Ali Salam, Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhofir, Mustasyar PCNU, KH. Salwa Arifin, ? sejumlah ketua partai politik dan sekitar 500 undangan. Acara pembukaan pasar rakyat ditandai dengan pelepasan burung merpati bersama-sama oleh Bupati Amin, Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Bondowoso, KH. Abdul Qadir Syam dan Gus Hamid. Setelah pembukaan , Bupati berkeliling meninjau stand.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Lomba Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw