Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Monday, July 16, 2018

Antara Bekas Sujud dan Bekas Karpet

Antara Bekas Sujud dan Bekas Karpet
Banyak kisah di balik kemuliaan seseorang yang meninggal dalam keadaan sujud. Banyak juga dari seorang hamba yang menginginkan akhir hayatnya dalam posisi sujud, menyembah dan mengagungkan Allah SWT.

Mengakhiri hayat dalam keadaan sujud kepada Allah merupakan salah satu wujud husnul khotimah. Biasanya orang-orang yang demikian ialah orang yang mengisi hidupnya dengan akhlak mulia, selain keikhlasan dalam beramal dan beribadah.

Berbicara tentang orang-orang mulia, tentu Nabi Muhammad SAW merupakan manusia yang paling mulia di sisi Allah, selain manusia sempurna karena dia merupakan satu-satunya manusia yang pernah bertemu dan berhadapan langsung dengan Allah SWT, Sang Penguasa Alam Semesta.

Kemuliaan tersebut berusaha Rasulullah hadirkan kepada segenap sahabat dan umatnya. Para sahabat Rasulullah merupakan orang-orang terdekat yang mendapatkan pancaran kemuliaan berupa nur (cahaya) Allah yang didapat Nabi Muhammad ketika melakukan Isra’ Mi’raj.

Dijelaskan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan dalam bukunya Secercah Tinta (2012), setelah Nabi Muhammad turun dari langit dan bertemu dengan para sahabat, orang yang mendapat barakah nur nazhar ilaa wajhil karim ialah mereka para sahabat.

Dengan dasar ini, para sahabat mendapat dua nur. Pertama, nur atsar min an-nazhar ila wajhil karim. Kedua, mendapatkan nur Rasulullah SAW sendiri setiap hari. Karena mereka duduk, ruku’, sujud, dan sebagainya bersama-sama dengan Rasulullah tiap harinya.

Allah SWT menyatakan dalam Firman-Nya:

سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ 

“...Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud...” (QS Al-Fath: 29)

Ayat di atas menjelaskan kemuliaan para sahabat Nabi SAW yang mendapat nur Allah sekaligus nur Rasulullah. Kemuliaan itu tampak pada muka mereka yang ikut bercahaya. Muka bercahaya itulah bekas sujud mereka. Bukan semata bekas sujud dalam artian tanda atau simbol di jidat.

Habib Luthfi dalam buku yang sama menyebutkan, yatala’la’u nuruhum min atsaris sujud, muka mereka (para sahabat) semakin bercahaya karena sujud mereka kepada Allah. Bukan karena jidat terus menempel pada tempat sujud.

Allah SWT memberikan nuruhum min atsaris sujud karena sikap tawadhu’ para sahabat, akhlak mulianya, tauhidnya, keyakinannya, ma’rifatnya, dan dari sujudnya. Bukan min atsaril karpet, bukan bekas karpet. Wallahu’alam bisshawab. 

www.nu.or.id | Fathoni

Saturday, March 17, 2018

Akhir Pekan ini, KMNU IPB Kenalkan Ke-NUan ke Mahasiswa Baru

Bogor, Persatuan Habib Jawa Timur. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB rencananya akan mengadakan pelatihan ke-NUan pada Sabtu-Ahad (19/20/9). Pada pertemuan silaturahmi di RK Pinus 2 Fakultas Pertanian dan RK X Fakultas Kehutanan IPB ini, mereka juga akan membahas penguatan internal kepengurusan.




Akhir Pekan ini, KMNU IPB Kenalkan Ke-NUan ke Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan ini, KMNU IPB Kenalkan Ke-NUan ke Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan ini, KMNU IPB Kenalkan Ke-NUan ke Mahasiswa Baru

“Keutuhan semangat pengurus dalam suatu organisasi merupakan hal yang harus dijaga selama periode kepemimpinan. Pimpinan sampai anggota dalam suatu organisasi bak satu tubuh yang harus bersinergi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Maka dari itu, diperlukan suatu ? kegiatan yang dapat membuat semua elemen semangat kembali sehingga terjalin silaturrahmi yang kokoh,” kata Hamdan selaku Ketua Divisi PSDM KMNU IPB.

Forum ini merupakan acara motivasi yang dikhususkan bagi pengurus aktif KMNU IPB. Sementara forum silaturahmi ini memuat kegiatan bersama mahasiswa baru yang hendak bergabung dengan KMNU IPB.

Persatuan Habib Jawa Timur

Dua acara di bawah program kerja divisi PSDM KMNU IPB ini merupakan sebuah rangkaian acara sebelum dilakukannya upgrading puncak; Aswaja Youth Camp dan Isti’la’ul Qudroh? nanti.

“Kedua acara ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan kinerja pengurus dan perekrutan anggota baru,” kata Hamdan.

Persatuan Habib Jawa Timur

Pertemuan ini rencananya dihadiri narasumber antara lain Pemred Persatuan Habib Jawa Timur Syafi’e Ali elha dan Pembina KMNU IPB Pramudya. Forum ini juga akan diisi dengan acara pengenalan ke-NUan dan ke-KMNUan bagi 60 mahasiswa baru yang menjadi peserta.

“Kami berharap kedua acara ini dapat terlaksana dengan baik tanpa suatu halangan apapun,” ucap Hamdan. (Hidayah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Hikmah, Internasional Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 23, 2018

PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program sertifikasi pendidikan bagi guru yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menggunakan pendekatan yang lebih arif dan bijaksana terhadap pondok pesantren (ponpes). Pasalnya, selama ini pesantren seakan-akan berada di luar dan tidak menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.

Demikian diungkapkan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Tolhah Hasan saat menjadi narasumber pada seminar nasional bertajuk “Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Sertifikasi Guru” di Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6).




PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Program Sertifikasi Guru Diharapkan Bijak pada Pesantren

Acara hasil kerja sama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dihadiri Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika dan Anggota Komisi X DPR RI Masduki Baidlowi.

Kiai Tolhah, demikian mantan Menteri Agama RI itu akrab disapa, menilai, sedikitnya ada tiga dampak buruk sebagai akibat jika pemerintah tak bersikap arif terhadap pesantren. Pertama, dampak psikologis. Para guru atau ustaz di pesantren yang metode pendidikannya lebih bersifat kultural dapat merasa tidak diakui oleh pemerintah. Padahal, peran pesantren dalam pendidikan nasional tak bisa dikecilkan.

“Salah-salah mereka (guru atau ustaz, Red) merasa tidak diakui kompetensinya sebagai guru oleh negara. Padahal mereka menjadi guru sudah puluhan tahun, misal. Bisa jadi mereka akan merasa didiskriminasikan oleh pemerintah,” kata Kiai Tolhah yang juga mantan Rektor Universitas Islam Malang itu.

Kedua, dampak psikologis. Selama ini, menurutnya, pesantren tak mengenal jenjang pendidikan sebagaimana terjadi pada lembaga pendidikan umum. Program sertifikasi Depdiknas yang mensyaratkan bahwa seorang guru harus melewati jenjang pendidikan formal tertentu itu sulit dipenuhi oleh pesantren.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara, lanjutnya, jika dilihat dari segi kemampuan dan pengetahuan, para guru di pesantren pun memiliki kelayakan tersendiri sebagai tenaga pendidik walaupun tak pernah menempuh jenjang pendidikan formal semacam strata 1, strata 2 dan strata 3. “Mereka belajarnya ke mana-mana walaupun tidak formal, dan itu banyak,” tandasnya.

Ketiga, dampak sosial. Ia menjelaskan, program sertifikasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi dalam Jabatan itu bisa mengucilkan pesantren di masyarakat. Pesantren seakan-akan tak diakui pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kalau itu terjadi, kerugian bagi pemerintah,” tegas Kiai Tolhah pada acara yang diikuti para guru se-Kota Malang itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 10, 2018

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pada Momen Syawwal 1438 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu menggelar silaturahmi dengan ? Pemuda Lintas Agama, Organisasi dan Komunitas yang ada di Kabupaten Jejama Secancanan bersenyum manis ini. Kegiatan dalam bentuk Halal Bil Halal ini dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (16/7/17).

Ditemui disela-sela kegiatan, Ketua PC GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kekompakan antar elemen pemuda.




Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pringsewu Gelar Halal Bihalal Pemuda Lintas Agama

"Kita ingin seluruh pemuda yang tergabung dalam berbagai Organisasi dan Komunitas dapat bersinergi untuk memberikan sumbangsih dalam membangun di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Saat memberikan sambutan pada Acara yang dihadiri oleh Kapolres dan Dandim Tanggamus ini, Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi memberikan Apresiasi kepada para pemuda Pringsewu yang memiliki inisiatif untuk menggelar acara tersebut.

Menurutnya saat ini banyak Organisasi Kepemudaan yang bersemangat dalam berorganisasi hanya pada momentum pergantian pengurus. Setelah mendapatkan hasrat jabatan organisasi, kiprah organisasi kembali tidak terlihat. "Banyak Organisasi pemuda yang ramai jelang Musyawarah Pergantian Pengurus. Tapi terpilih tidur lagi," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

H. Fauzi yang juga Ketua LP Maarif NU Provinsi Lampung ini berharap kedepan Organisasi Pemuda di Pringsewu untuk meningkatkan intensitas komunikasi baik dengan sesama organisasi maupun dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu.

Kedepan Ia menggagas adanya pertemuan khusus yang rutin digelar dari elemen Pemda dan Pemuda untuk menjalin silaturahmi, dan menyerap masukan serta informasi yang ada. "Bisalah kita Kopi Darat atau Ngobras Ngobrol Bareng dan Santai," ujarnya seraya mengingatkan akan pentingnya keberagaman yang perlu dikelola dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Pemaparan Wawasan Kebangsaan oleh Kapolres dan Komandan Kodim Tanggamus. Pada akhir acara juga dilakukan Penanda Tanganan dan Ikrar Bersama Komitmen Pernyataan Bersama Menjaga NKRI dan Merawat Persatuan oleh Perwakilan Ketua Organisasi Kepemudaan.

Selain Pemuda GP Ansor, Organisasi dan Komunitas Kepemudaan yang bergabung dalam kegiatan yang bertema Membingkai Kebhinekaan dan menggalang Persaudaraan tersebut diantaranya Organisasi Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Komunitas Oi, Komunitas RX King, dan Komunitas Berbagi Nasi. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw AlaSantri, Olahraga, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 9, 2018

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Tegal,Persatuan Habib Jawa Timur

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

"Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai, kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat," ujarnya pada Halal Bihalal Warga Desa Kalijambe, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, di Masjid Jami Asy-Syukur, Sabtu (1/7).




Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Bagaimana Islam Menerima Budaya

Marsudi mencontohkan, prosesi aqiqah adalah budaya yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah SAW. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau unta. Kemudian darahnya diusapkan di wajah.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi. Begitulah jugs cara NU menerima budaya," ungkapnya.

Menurut dia, di Indonesia, banyak sekali budaya masyarakat yang cocok dengan ajaran Islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh ulama terdahulu sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan umat Islam di Indonesa.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat Islam yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya Timur Tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, ia meminta Nahdliyin selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu," tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan qori internasional H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan yatim dan dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, February 8, 2018

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Palembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Drs H Mal’an Abdullah resmi menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pria yang juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel itu dilantik oleh Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman MM, di Aula Bina Praja Provinsi Sumsel, pada Rabu (7/3) lalu.

Kepada kontributor PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Palembang Hamzah Jajak, Mal’an mengatakan, dalam periode kepemimpinannya, ia berjanji akan untuk menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi di tubuh lembaga yang dipimpinnya saat ini.




Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Pernyataan itu disampaikan Mal’an pada acara pisah sambut dan serah terima jabatan dari Kakanwil sebelumnya yang digelar di Gedung PSSB Madrasah Aliyah 3 Palembang.

Korupsi, menurut Mal’an, adalah permasalahan yang mengakar yang sangat sulit untuk diberantas. Namun demikian, ia yakin penyakit masyarakat tersebut dapat teratasi jika mengamalkan yang dimiliki Depag, yakni ikhlas beramal.

“Dengan ikhlas beramal kita akan bisa memperbaiki moral bangsa ini sedikit-demi sedikit,” tutur mantan Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah, Palembang itu. (hmz/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, AlaSantri, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam

Islam adalah ajaran yang memerhatikan sanad keilmuan. Kalangan ulama penting mengetahui asal suatu ajaran agama, sehingga apa yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan. Seorang ulama bernama Abdullah bin Al-Mubarak menyebutkan, “Isnad adalah sebagian dari agama. Tanpa adanya sanad, maka siapa saja akan berbicara apa saja yang ia kehendaki.”

Ajaran Islam disampaikan dari generasi ke generasi, dari kalangan ulama ke murid-muridnya. Semua ajaran ini diharapkan tersambung hingga Rasulullah SAW, supaya ajaran Islam benar-benar terjaga. Lebih-lebih dalam bidang hadits, para ahli sangat ketat bersikap.




Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Fundamental Sistem Sanad bagi Ajaran Islam

Adanya sistem sanad dalam riwayat ini begitu diperhatikan ulama. Salah satu wujud perhatian ini adalah salah satu syarat hadits shahih yaitu tersambungnya sanad dari satu perawi hadits dengan lainnya, hingga sampai kepada Nabi. Meski pengumpulan hadits baru berkembang pada kurun kedua hijriyah, namun perhatian kepada sanad ini sudah dilakukan sejak masa sahabat.

Imam Muslim mencatat dalam pengantar kitab Shahih Muslim dari riwayat Abdullah bin ‘Abbas, “Sungguh kami menghapal hadits, dan hadits itu dihapalkan di sisi Rasulullah.”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Lebih lanjut Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa jika seseorang berkata, “Rasulullah bersabda ini...”, maka para sahabat akan sangat mencermatinya. Jika mereka tidak mengetahui asalnya dari Nabi, maka mereka tidak akan menyampaikannya. Demikian perhatian para sahabat kepada penyandaran sanad kepada Nabi.

Persebaran hadits semakin meluas setelah wafatnya Nabi, seiring perluasan dakwah Islam. Sanad hadits semakin diperhatikan, terlebih pada masa memanasnya perpolitikan di masa Khalifah Ali bin Abu Thalib, yang oleh para ulama disebut sebagai masa fitnah. Karena konflik politik ini mulai disertai klaim-klaim atas Nabi, umat Islam tersadar akan pentingnya sanad dalam ajaran agama.

Berlanjut ke era tabiin, salah satu pemuka tabiin bernama Muhammad bin Sirin menyatakan setelah terjadinya masa fitnah tersebut, “Sungguh ilmu ini (yaitu tentang hadits dan sanadnya) adalah bagian dari agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil ajaran agama.”

Salah satu peletak dasar ilmu hadits, yakni Imam Al-Hakim An-Naisaburi menyebutkan dalam Ma’rifatu ‘Ulumil Hadits bahwa jika tiada orang yang memerhatikan sanad, serta orang-orang enggan mempelajari dan menjaganya, maka ajaran Islam tidak akan berbekas dan orang-orang akan abai pada hadits. Bahkan turut membikin-bikin hadits dan memalsukan sanad.

Berkat upaya generasi awal umat Islam, maka sunah Nabi bisa tersampaikan dan dipertanggungjawabkan sanadnya. Terlebih sejak berkembangnya pencatatan dan pengumpulan hadits pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, sistem penulisan sanad semakin ketat untuk menyeleksi kualitas hadits yang beredar di masyarakat. Dalam kajian hadits, sistem sanad adalah satu elemen yang diteliti secara ketat untuk menjaga eksistensi hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam. (Muhammad Iqbal Syauqi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Fragmen, Pondok Pesantren, Hikmah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 7, 2018

Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe

Khartoum, Persatuan Habib Jawa Timur. Tempe, makanan tradisional khas Nusantara itu, barangkali hanya dikenal terbatas di Indonesia. Tapi, jangan salah. Tak lama lagi, makanan berbahan baku kedelai itu bakal bisa dinikmati di luar negeri, setidaknya di Sudan.

Begitu barangkali yang dipikirkan para Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) di Sudan yang tergabung dalam Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Sudan. Mereka membuat terobosan luar biasa dengan memproduksi makanan khas Indonesia, seperti tempe, toge, dan lain-lain.




Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangkitkan Ekonomi NU, PCINU Sudan Produksi Tempe

Tak tanggung-tanggung. Demi mewujudkan gagasan cemerlang itu, PCINU Sudan telah mendirikan sebuah badan usaha yang diberi nama Syirkah Nahdlatut Tujjar Al-Mahdudah atau PT Nahdlatut Tujjar. Badan usaha berbentuk industri rumahan (home industri) itu, nantinya juga akan memproduksi makanan khas Asia.

“Karena sekarang orang-orang Asia di Sudan sudah mulai banyak, kami terpanggil untuk membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Mustasyar PCINU Sudan Moh Badrussalam Shof dalam sambutannya pada peluncuran dan peresmian PT Nahdlatut Tujjar di Khortoum, Sudan, Jumat (6/7) lalu.

Kang Badrus—begitu panggilan akrabnya—yang juga Manajer Utama badan usaha tersebut menjelaskan, nama Nahdlatut Tujjar (Pergerakan Kaum Sudagar) sengaja dipakai untuk mengenang kembali cikal-bakal berdirinya jam’iyah NU yang pada awalnya merupakan sebuah organisasi yang menghimpun kaum saudagar, pada 1917.

Ia menambahkan, PT Nahdlatut Tujjar diharapkan dapat menjadi semangat untuk membangkitkan kembali perekonomian warga NU dan bangsa Indonesia pada umumnya. Ia yakin, melalui usaha-usaha kecil seperti yang ia rintis itulah, perekonomian kalangan Nahdliyin akan bangkit.

Persatuan Habib Jawa Timur

Murwan Ahmad Taufik, Manajer Produksi badan usaha tersebut, mengatakan, langkah awal untuk memulai usaha itu, akan dilakukan pada Rabu (11/7) mendatang. “Kalau dimulai hari Rabu, insya Allah berkah. Jadi, insya Allah, hari Sabtu produk ini sudah bisa beredar,” terang Mirwan yang juga ahli dalam pembuatan tempe.

Acara peresmian tersebut dihadiri pejabat Kedutaan Besar RI di Sudan, antara lain, Syahid Nur Karim (Kepala Sub Bidang Ekonomi), Bambang Purwanto (Kepala Sub Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya) dan sejumlah petinggi PCINU Sudan, di antaranya, Taufiqurrahman Azhari (Wakil Bendahara), KH Moh Ali Zamroni Malik (Katib Syuriah) dan KH Zulham Qudsi FA (Wakil Katib Syuriah). (rif/nus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Budaya, Anti Hoax, Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 6, 2018

Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama patut berbangga lantaran dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Madrasah Aliyah, ternyata didominasi madrasah dari kalangan lembaga pendidikan Ma’arif.?

Perasaan bangga itu disampaikan oleh Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Akhmad Muzakki, PhD.?




Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

“Tahun ini kita layak bersyukur lantaran sejumlah siswa berprestasi adalah dari lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk tingkat Madrasah Aliyah Program IPA, ada nama Alif Kholifah dari MA Mathali’ul Anwar Lamongan dengan nilai UN 57.00. Demikian juga Teguh Ari Wibowo dari MA Abu Dzarrin Bojonegoro dengan total nilai 56.85.

Untuk program keagamaan tercatat Novi Octavia dari MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.35), kemudian Himatul Mukaromah dari MA MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.30).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan dari program SMK terdapat nama Ardi Pranata dari SMK NU I Karanggeneng Lamongan yang mengumpulkan nilai UN 38.20

Melihat hasil sangat istimewa ini, Muzakki menandaskan PW LP Ma’arif NU Jatim patut berbangga.?

“Hasil ini merupakan proses kerja keras para pendidik dalam mengelola kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan,” tandas dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada NU Online (27/5).

“Hasil ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan warga NU menunjukkan kualitas yang lebih baik,” katanya. “Apalagi ? fakta telah menunjukkan dimana jumlah madrasah dan sekolah ? di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jatim mendominasi peringkat tertinggi, tidak terpaut jauh dengan sekolah negeri maupun ? madrasah negeri,” lanjutnya.

Dalam pandangannya, prestasi yang diperoleh madrasah maupun sekolah di atas membuktikan bahwa lembaga pendidikan di bawah LP Maarif telah mampu menunjukkan kualitas yang berdaya saing tinggi pada satu sisi dan disertifikasi kualitas pada sisi yang lain.?

Ada sejumlah pesan penting dari torehan ini yakni pertama bahwa tidak hanya di program keagamaan, Ma’arif berprestasi melalui madrasah-madrasahnya, melainkan juga program umum, baik melalui wadah SMA maupun SMK.

“Kedua, meskipun berstatus swasta, tapi sekolah maupun madrasah di lingkungan Maarif mampu menunjukkan hasil yang tidak kalah baik dibandingkan sekolah negeri walaupun fasilitas pendukung harus diupayakan sendiri tanpa menggantungkan dari anggaran pemerintah atau negara,” kata Muzakki.

Salah seorang komisioner Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini berharap agar prestasi yang diraih tersebut dapat melecut semua madrasah serta sekolah di lingkungan Ma’arif NU.?

“Kita berharap raihan ini kian membuat saling gayung bersambut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU,” pungkasnya. ?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Tegal, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial

Temanggung, Persatuan Habib Jawa Timur. Banom Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tembarak Temanggung, Jawa Tengah yang terdiri Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU, Kamis (24/08) melakukan konsolidasi untuk menyiakan santunan yatim piatu. Konsolidasi internal yang dilaksanakan di SMU Islam Sudirman Tembarak ini dihadiri seluruh pengurus dari masing-masing Banom NU se-Kecamatan Tembarak.




Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial

"Betapa pentingnya silaturahim antar Banom NU, sehingga akan terjalin kerjasama yang baik serta akan saling mengisi satu sama lain. Ibarat sapu yang sangat kuat menyapu segala kotoran karena terikat dalam sebuah kebersamaan, tak terkecuali dengan kita," kata Nur Budiman, Ketua GP Ansor Tembarak.

Sementara Ketua Muslimat Tembarak Sri Azizah menyatakan bahwa dalam menghadapi bulan Muharram pihaknya akan segera berbenah dan bersiap-siap untuk menyantuni Yatim-Piatu yang ada di lingkungan sekeliling, seperti yang telah dilakukan berkala tiap tahunnya.

"Bersama dengan Panti Asuhan Darul Hadlonah. Selain rutin bersama Darul Hadlonah dalam waktu dekat kita targetkan menyantuni Yatim-Piatu di wilayah kecamatan Tembarak,” tutur sri azizah.

Persatuan Habib Jawa Timur

Jajaran Ansor tembarak pun telah siap untuk berkonsolidasi mensukseskan program tersebut, tidak hanya mempersiapkan calon penerima tapi juga siap untuk menyiapkan amplop beserta isinya kepada Yatim-Piatu di Tembarak. Pihak ansar juga akan terlibat dalam santunan ini, bahkan tidak hanya Banom NU tetapi juga akan berkoordinasi dengan jajaran Yayasan Sosial Al-Muawanah NU (Yasona) milik MWCNU Tembarak, pungkasnya.

Abdul Dasir, Pengurus Yayasan Sosial Al-Muawanah (Yasona) dalam kesempatan itu menyetujui Program kerja sama tersebut. Bahkan pihaknya berharap seluruh Banom NU supaya merapatkan barisan bersama Yasona dalam rangka melanjutkan cita-cita luhur pendiri Yayasan ini.

Selain rutin memberi santunan tahunan bulan Syaban, Yasona ? sudah berbuat banyak untuk masyarakat, baik berupa santunan pendidikan formal dan non formal, santunan musibah kebakaran, santunan kesehatan serta santunan sosial yang lain.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Maka dari itu mari kita uri-uri dan kita lanjutkan peninggalan sesepuh kita ini demi mensejahterakan masyarakat kita,” pungkas Abdul Dasir. (Jakfar-Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Hikmah, Hadits Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 2, 2018

Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah

Sragen, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri atau Gus Mus hadir dalam acara khataman Al-Qur’an dan peringatan haul para pendiri Pesantren An-Najah Gondang Sragen KH Ahmad Djisam bin KH Abdul Mannan dan H Barmawi, Senin (18/8) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ulama yang akrab disapa Gus Mus itu menyampaikan pentingnya sanad seorang guru dalam mencari ilmu. “Makanya di pesantren, silsilah ini penting dan dapat dipertanggunjawabkan. Semisal di sini (An-Najah,-red) silsilah Al-Quran dari Mbah Umar dan Mbah Munawwir Krapyak yang bersambung hingga kepada Nabi Muhammad saw.” tutur Gus Mus.




Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Hadiri Khataman Al-Qur’an di An-Najah

Gus Mus juga mengingatkan kepada para santri yang tengah mempelajari dan menghafalkan Al-Quran, agar seanantiasa memiliki akhlakul karimah. “Anak-anak yang khatam, jangan hanya hafal quran tapi juga berakhlak. Jangan sampai hafal quran tapi tidak berakhlak,” kata pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sementara itu, pengasuh Pesantren An-Najah KH Minanul Aziz Syathori, mengatakan acara peringatan haul ke-25 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan.

“Satu minggu sebelum acara, kami mengadakan acara sema’an quran di kampung-kampung. Selain itu juga ada kegiatan ziarah dan lomba karena bertepatan dengan momentum Agustusan,” terang Kiai Minan. (Ajie Najmuddin/Anam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Hikmah, IMNU Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 1, 2018

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Pontianak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kalbar Ekspo 2012 turut menyemarakkan suasana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII dan MTQ Internasioanl I, serta Musyawarah Nasional IV Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di kota Pontianak, Kalimantan Barat.




Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ  JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Kalbar Ekspo 2012 ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung dari tanggal 3 Juli dan akan berakhir 8 Juli, sesuai jadwal MTQ dan Munas JQH NU. 

“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Biasanya, sambung Nadia, helat tahunan ini digelar di Pontianak Convention Center (PCC). Tapi tahun ini, atas saran Gubernur Kalbar, dilaksanakan di sekitar lapangan Sultan Syarif Abdurrahman, tempat pembukaan, penutupan dan salah satu lokasi MTQ JQHNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kategori produk yang dipamerkan adalah handicraft, souvenir dan asesoris, komputer dan peralatan elektronik, perbankan dan asuransi, properti, otomotif, hotel dan resort, tekstil, peralatan rumah tangga, agrobisnis, mainan, kuliner dan, produk-produk  lainnya. 

Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.  

Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00. 

“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya. 

Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya. 

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Syariah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, January 29, 2018

Ujian Fiqh di Banten Terkait Soal Khilafah Diulang

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam M. Nurkholis Setiawan menegaskan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan kepada Kanwil Kemenag Banten agar dilakukan proses revisi soal mata pelajaran Fiqh pada ujian akhir semester (UAS) Madrasah Aliyah. Lebih dari itu, proses ujian yang sudah berlangsung Kamis (03/12) lalu juga diminta agar diulang pelaksanaannya dengan soal baru yang sudah direvisi.




Ujian Fiqh di Banten Terkait Soal Khilafah Diulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ujian Fiqh di Banten Terkait Soal Khilafah Diulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ujian Fiqh di Banten Terkait Soal Khilafah Diulang

“Saya sudah menginstruksikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Banten untuk merevisi soal dan mengulang ujian tersebut untuk menghindari resistensi masyarakat yang berkelanjutan,” tegas M. Nurkholis Setiawan, Sabtu (05/12) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Daftar pertanyaan dan pilihan jawaban (multiple choice) mata pelajaran Fiqih pada UAS ? yang disusun oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah Negeri (KKMAN) Cilegon disoal karena dinilai mengandung pesan dan konsepsi khilafah yang anti NKRI dan Pancasila.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pertanyaan dimaksud antara lain: secara etimologi kata “khilafah” berarti pengganti, sedangkan menurut istilah adalah… a. Struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan UUD 1945; b. Struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan syari’at Islam; c. Struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa; d. Struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan kekuasaan pemerintah; e. Struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan keadilan dan musyawarah.

Dari hasil ? verifikasi yang dilakukan Kanwil Kemenag Banten, diketahui bahwa ? soal disusun berdasarkan `silabus Fiqh Kelas XII KTSP 2006 dan buku ? FIQH MADRASAH ALIYAH ? Kelas XII, yg diterbitkan oleh Departemen Agama RI 1997/1998. Tim MGMP Fiqh KKMAN 1 CILEGON selaku penyusun soal mengatakan bahwa proses penyusunan murni berdasarkan silabus dan referensi resmi dan tanpa bermaksud memasukkan pemahaman yang anti ? Pancasila dan NKRI.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akan hal ini, M. Nurkholis menjelaskan bahwa pembahasan khilafah memang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sejarah Islam. Namun demikian, pembahasan khilafah tidak boleh diajarkan dalam kerangka memperhadapkannya dengan ? Pancasila dan NKRI dalam konteks Indonesia.

Penerapan Kurikulum 2013 (K-13) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, lanjut M. Nurkholis menjadi jawaban atas persoalan ini agar kejadian yang sama tidak terulang. Selain itu, M. Nurkholis juga akan mengevaluasi proses penyusunan soal, di mana Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tidak lagi akan menjadi final drafter, tapi sebagai supporting drafter soal ujian. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Hikmah, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, January 26, 2018

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun, menegaskan, bila ada pembiaran terhadap kemaksiatan maka akan ditimpakan bencana.

Hal itu terjadi, kata dia, ketika para pemimpin daerah atau pemimpin umat sudah acuh tak acuh terhadap kemaksiatan yang terjadi di daerah tersebut.




Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Kiai Subekhan menyampaikan hal tersebut saat mengisi mauidlotul khasanah dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/1) malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, azab akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan secara pribadi-pribadi. Allah tidak akan menimpakan azab kepada orang yang tidak berdosa. Tetapi ketika kemaksiatan sudah menjamur, membudaya dan tidak ada tindakan preventif maupun kuratif dari pemerintah setempat maka azab akan ditimpakan pula kepada orang-orang yang tidak berdosa.

“Apalagi kalau pemerintah setempat menyetujui atau memberi ijin beroperasinya tempat-tempat yang mengundang maksiat, maka azab akan ditimpakan kepada orang yang tidak berdosa juga,” ucapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Diibaratkan, lanjutnya, ketika ada seekor semut menggigit orang maka ketika orang tersebut mengetahui semut bersembunyi ke sarangnya, maka sarang tersebut dibakarnya. “Akibatnya, semut-semut lain yang tidak nakal, ikut terbakar,” katanya.

Untuk itu, kata kiai, Pemerintah Kabupaten harus terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. “Biarlah Brebes penuh dengan jalan yang berlobang, tetapi jangan sampai ada “lubang-lubang” yang berjalan. Jangan sampai ada lokalisasi di Brebes,” tandas kiai.

Kiai mengajak kepada seluruh pengunjung untuk bersyukur karena Kabupaten Brebes terhindar dari marabahaya. Wujud dari rasa syukur, setiap saat harus menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan dzolim. “Agar nikmat tidak lepas, maka harus diikat dengan syukur,” terangnya.

Peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema memetik hikmah, merajut ukhuwah dan menuju masa depan cerah di hadiri ribuan pengunjung. Selain mauidlotul khasanah juga digelar, semaan Quran oleh 30 orang Hafidz dan Istighosah yang dipimpin pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk meneladani pemimpin umat Nabi Muhammad SAW. Dia menjelaskan, kalau Kabupaten Brebes dalam tahun 2014 menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng dan Musyawarah Jamiatul Ahlit Thoriqoh Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng.

Kegiatan keagamaan, kata Bupati, menjadi agenda yang tidak terputus bagi Pemkab Brebes. “Semoga dengan ikhtiar peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, akan membawa Brebes menjadi daerah yang baldatul toyibatun warobun ghofur, rakyat sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bupati. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Hikmah, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 20, 2018

PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak

Surabaya, Persatuan Habib Jawa Timur. Meski jadual Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur semakin dekat, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara kelembagaan bersikap tidak memihak menempatkan NU secara bijak, sehingga dampak Pilgub tidak memecah persatuan warga dan pengurus NU.




PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU: Pilgub Jatim 2013, NU Tidak Memihak

Demikian dalam rapat pleno PWNU Jatim yang dihadiri gabungan Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan Badan Otonom NU serta Mustasyar dan A’wan, Rabu (16/1) di kantor PWNU Jatim di Surabaya, seperti disampaikan Humas PWNU Jatim Nurhadi.

Dalam rapat pleno dari unsur Syuriyah tersebut hadir KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais), KH Syafruddin (Katib), KH Abdul Matin, KH Nuruddin, KH Hasyim Abbas, dan KH Abdurrahman Nafis, dan KH Farihin.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sedangkan dari Tanfidziah antara lain KH Mutawakkil Alallah (Ketua), H Masyhudi Muchtar (Sekretaris), H A Wahid Asa, KH Jazuli Nur,Prof H Son Haji, H Sholeh Hayat, H Sidiq AR, H Abdi Manaf, H Kikin A Hakim dan H M Thohir dan lainya. Hadir juga Mustasyar KH A Sadid Jauhari,KH Abd Ghofur, Habib Zen Al Kaf.    

“Kebijakan ini memang sesuai khittah Nahdlatul Ulama yakni sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakat manapun juga. NU berharap Pilgub berjalan demokratis, konstitusional dan mampu membawa Jawatimur menjadi lebih baik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi penduduk jatim bersama,” demikian dalam rilis pers yang disampaikan Humas PWNU Jatim.

Persatuan Habib Jawa Timur

PWNU Jatim berada pada posisi nol, tidak memihak, tidak terikat dan tidak mendukung. Namun, bukan berarti NU Jatim tidak mau tahu persoalan yang sedang bergulir. Tetapi menempatkan NU  sebagai pengayom, penasehat dan pendamping bagi umat. NU Jatim ikut juga menjaga proses politik pemilihan gubernur Jatim yang akan diselenggarakan pada 29 Agustus 2013 nanti agar berjalan sesuai dengan etika dan akhlak karimah.   

PWNU dan segenap jajarannya disemua jenjeng dan warga NU se Jatim bertekad mensukseskan pilgub Jatim. Namun secara organisatoris tidak dalam posisi digunakan mendukung atau menolak calon Gubernur dan wakil. Dan yang terpenting PWNU akan mendukung setiap pimpinan daerah yang terpilih secara baik dan sah.  

Pigub Jatim sebagai proses politik kenegaraan harus disikapi secara dewasa , cerdas, dan proporsional dengan mengedepankan utuhnya NKRI. Untuk itu, Keutuhan dan kekokohan jamaah NU wajib juga dijaga dan merupakan syarat mutlak yang harus diusahakan dalam menangkal kemungkinan munculnya konflik, khususnya antara warga NU sebagai akibat dari perbedaan aspirasi dalam proses PIlgub Jatim.  

PWNU juga menyarankan agar semua lembaga, lajnah dan Banom agar tidak membawa simbol-simbol NU serta pengurus NU terutama jajaran tertinggi syuriah dan tanfidziah agar tidak terlibat dalam dukung mendukung calon. Apabila ada suara yang mendukung calon tertentu yang mengatasnamakan NU, merupakan atas nama pribadi bukan atas nama organisasi. Karena memang setiap warga Negara Indonesia termasuk warga NU juga mempunyai hak politik yang sama diatur dalam Undang-Undang.   

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pahlawan, Tegal, Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, January 18, 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.




Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Persatuan Habib Jawa Timur

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Hikmah Persatuan Habib Jawa Timur