Showing posts with label Humor Islam. Show all posts
Showing posts with label Humor Islam. Show all posts

Friday, March 2, 2018

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan supaya Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama menjalankan misi NU dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi yang akan dikelolanya.

Hal itu disampaikan Ketuan Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang berada di bawah payung Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). 




LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTNU Wajib Kembangkan Prinsip NU dalam Pendidikan

Di antara misi NU yaitu menjalankan prinsip melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil kebaikan, inovasi dan perkembangan baru. 

Persatuan Habib Jawa Timur

“Prinsip itu telah diterapkan di pesantren-pesantren NU. Itu sudah tahan uji, sejak sebelum kemerdekaan hingga kini,” ujarnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Prinsip lain, sambung Kiai Said, yaitu prinsip sebagaimana diterapkan di pesantren, yaitu  kesederhanaan, kebersamaan, toleran, dan sebagainya.

Menurut Kiai Said, selama ini pendidikan formal NU, khususnya perguruan tinggi sangat terpinggirkan. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan politik. “Menteri Dikbud bertahun-tahun dari non-NU, maka NU dipinggirkan,” katanya. 

Pada saat ini, tambah Kang Said, Mendikbudnya NU, mudah-mudahan rencana mendirikan 10 UNNU di Indonesia terlaksana.

Rapat koordinasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang digelar Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU) ini membahas dan menyusun langkah dan strategi pengembangan perguruan tinggi NU, rapat koordinasi dilakukan untuk menghadapi Undang Undang tentang perguruan tinggi yang baru.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Hadits, RMI NU, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 23, 2018

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Jepara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw . Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jepara turut menyemarakkan hari lahir (Harlah) ke-65 Fatayat NU yang dilaksanakan di gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah, Ahad (26/4/15).




15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Kegiatan dimeriahkan dengan Lomba Mars Fatayat dan Mars Jepara, Rebana Klasik, dan Lomba Cerdas Cermat serta Bazar Kuliner. Sebelumnya PC Fatayat NU juga mengadakan kegiatan doa bersama di tempat yang sama, Senin (20/5/15).

“Lewat kegiatan ini kami berharap Fatayat semakin kokoh ke-NU-annya dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran lain,” terang Ketua Fatayat NU Jepara Imronah Hanani.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya. Rebana, tambahnya, merupakan budaya Islami yang harus dilestarikan. “Kalo bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi?” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Imronah melanjutkan, Jepara juga mempunyai Mars yang harus disosialisasikan. “Syair Mars Jepara bagi kami sangat memberikan semangat. Untuk itu lewat lomba Mars Jepara merupakan upaya untuk mensosialisasikannya kepada Fatayat dan khalayak umum,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ia juga berharap Fatayat mandiri dalam hal perekonomian. Mampu berbuat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakatnya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Itu semua dilakukan tidak lain untuk mengambil semangat Kartini,” harapnya.

Pekan Madaris

Di tempat lain LP Maarif NU Jepara menggelar Pekan Madaris Madrasah Awwaliyah dan Wustho yang dipusatkan di Madrasah Salafiyah Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 328 peserta itu melombakan beberapa cabang Cerita Islami, CC Aswaja, MTQ, Imla’, Baca Kitab, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi, Fustal, MTQ dan Baca Kitab.  

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya berharap kegiatan melahirkan kompetisi yang jujur dan berkualitas. Sedangkan Mariyoto, ketua panitia menambahkan, kegiatan merupakan wahana silaturrahim antarmadrasah se–Jepara.

“Harapannya kegiatan ini memunculkan bibit-bibit madrasah yang mumpuni dan berkualitas dalam hal agama, seni dan budaya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tokoh, Cerita, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?




Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ulama, Internasional, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 17, 2018

Mensos Khofifah Awali Pencairan PKH Tahap Ke-4 di Sragen

Solo, Persatuan Habib Jawa Timur. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memantau langsung kick off penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-4 secara nasional yang diawali dari Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (8/11). 

"Tahap keempat ini adalah tahap terakhir. Sebelumnya tahap pertama cair bulan Februari, tahap kedua cair bulan Mei, dan tahap ketiga pada Agustus. Maka pencairan pada bulan Nopember ini menggenapkan total bantuan sosial PKH sebesar Rp1.890.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," kata Khofifah kepada wartawan usai meninjau proses pencairan bansos di halaman kantor Kelurahan Jetis, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 




Mensos Khofifah Awali Pencairan PKH Tahap Ke-4 di Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Awali Pencairan PKH Tahap Ke-4 di Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Awali Pencairan PKH Tahap Ke-4 di Sragen

Mensos mengatakan melalui Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial, bansos PKH tahap keempat mulai disalurkan di berbagai wilayah. Pencairan secara non tunai ini bekerja sama dengan agen bank milik Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yakni BNI, BRI, Bank Mandiri dan BTN. 

"Target kami November tuntas. Artinya pencairan serentak sepanjang Nopember ini mampu menyelesaikan semua titik di Indonesia. Saya optimistis ini bisa dilakukan mengingat teknologi perbankan cukup mumpuni," tutur Khofifah.

 

Persatuan Habib Jawa Timur

Teknologi tersebut adalah adanya mesin EDC Offline BNI dan VSAT BRI untuk kemudahan penerima bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

Persatuan Habib Jawa Timur

EDC off line ini bisa menyatukan finger print atau sidik jari penerima bansos dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), e-KTP, dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

Khofifah mengatakan transformasi dari online menjadi offline ini menjadi bagian dari inovasi teknologi baru  penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

Tujuannya adalah memperluas jangkauan layanan kepada penerima manfaat dengan kualitas pelayanan yang setara, aman dan terjaga.

Inovasi berikutnya, adalah teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) melalui Satelit milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memungkinkan layanan perbankan menjangkau daerah sulit sehingga tidak ada alasan tidak ada daerah yang tidak bisa dijangkau.  

"Jadi segala upaya dikerahkan untuk memastikan  bansos non tunai dapat dilaksanakan kepada  penerima manfaat," terangnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Meme Islam, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Friday, February 16, 2018

Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis

Pariaman, Persatuan Habib Jawa Timur. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman diminta sejak dini untuk membekali diri dengan kemampuan menulis. Hal itu dinilai penting karena dengan kemampuan menulis berbagai ide dan gagasan kader PMII bisa diketahui publik. ?

Demikian diungkapkan Kontributor Persatuan Habib Jawa Timur di Sumatera Barat Armaidi Tanjung di hadapan? kader PMII Kota Pariaman,? Jumat (14/11) pada acara follow up Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di sekretariat PMII Kota Pariaman, di Desa Toboh Palabah, Pariaman. Acara dipandu Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Rozi Yardinal,? dihadiri Sekretaris Umum PKC PMII Sumbar Idris dan? Ketua Komisariat PMII STIE Sumbar Iqbal.




Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Kota Pariaman Dibekali Kemampuan Menulis

Menurut Armaidi Tanjung, mahasiswa yang memilki kemampuan menulis di media massa akan memberikan banyak manfaat. Dengan menulis pikiran dan ide-ide segar dari seorang mahasiswa di media massa seperti koran, majalah, tabloid, maka mahasiswa tersebut? bisa menyumbangkan ide dan gagasan ke khalayak. Walaupun tidak pernah bertemu, bertatap muka, tapi mahasiswa tersebut bisa diketahui orang lain pikirannya.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Karena itu, dalam menumbuhkan kemampuan menulis mahasiswa ini harus dengan konsep 3 M. Yakni, mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, mulai dari hal-hal yang kecil dan berhubungan langsung dengan diri sendiri atau pengalaman. Insya Allah dengan dengan konsep 3 M tersebut, kader PMII bisa melahirkan tulisan," kata Armaidi Tanjung yang juga Bendahara PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat ini.

Dikatakan Armaidi, melalui tulisan seseorang dapat mendorong masyarakat atau kelompok tertentu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan mengemukakan alasan dan alternatif yang perlu dilakukan sehingga mendorong masyarakat berubah ke hal-hal yang positif dan mendatangkan manfaat kepada masyarakat itu sendiri.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Sebaik apa pun ide yang dimiliki seseorang, selama hanya terpendam dalam pikirannya maka ide tersebut tidak akan memberikan manfaat apa-apa pada dirinya dan orang lain,” katanya.

Namun, tambah dia, jika ide atau gagasan yang dimiliki seseorang disampaikan kepada orang lain melalui tulisan yang baik, maka tulisan tersebut bisa memberikan manfaat. Beruntung mahasiswa sekarang? banyak dibantu oleh teknologi informasi? yang memudahkannya dalam proses menuliskan ide.

Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Rozi Yardinal menyebutkan, tema jurnalistik dan menulis ini dinilai penting bagi kader PMII. Sehingga kita sengaja mendatangkan pemateri yang sudah puluhan tahun berkarir dalam dunia jurnalistik dan menulis.

"Dari materi yang disampaikan, terlihat kader PMII semakin termotivasi untuk memulai menulis di media massa. Dari potensi yang ada, cukup banyak kader PMII Pariaman yang diharapkan bisa menghasilkan karyanya dimuat di koran," tambah Rozi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Cerita Persatuan Habib Jawa Timur

Tuesday, February 13, 2018

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.

Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.




Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.

Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 12, 2018

KBNU Subang Bantu Korban Banjir

Subang, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Subang yang terdiri dari GP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Cabang Kabupaten Subangmenyerahkan bantuan korban banjir yang ada di kawasan Subang Pantura, tepatnya di Kampung Blendung, RT/RW 16/08, Desa Tegalurung, KecamatanLegonkulon, Kamis (07/02/2013).

Penyerahan bantuan yang dikawal ketat puluhan Banser ini mendapat antusias dari masyarakat sekitar. Didampingi tokoh masyarakat setempat, satu persatu warga diberikan bantuan berupa sembako olehmasing-masing Ketua Organisasi Kepemudaan dan Pelajar Nahdlatul Ulama tersebut.




KBNU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
KBNU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

KBNU Subang Bantu Korban Banjir

Menurut Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Asep Alamsyah Heridinata memaparkan bantuan ini langsung diberikan kepada ratusan kepala keluarga yang dalam akhir-akhir ini kondisi kampung tersebut masih tergenang banjir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kita berikan bantuan ini ketempat yang paling parah kondisinya. Terbukti, di beberapa sudut kampung ini kondisinya masih tergenang oleh air banjir. Apalagi Kami menerima informasi masyarakat sekitarmasih kesulitan untuk menjalankan aktivitas perekonomiannya. Mudah-mudahan semabako ini sedikit bisa meringankan beban mereka,” paparAsep.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin bahwa bantuan ini berasal dari aksi solidaritas penggalangan dana yang dilakukan oleh kader-kader PMII Subang beberapa waktu lalu.?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Tercatat ada sekitar 300 Kepala Keluarga yang mendapatkan bantuan sembako ini. Dimana, bantuan tersebut berasal dari hasil aksi solidaritas penggalangan dana yang dilakukan oleh kader-kader PMII seKabupaten Subang. Termasuk salah satunya Kami juga mendapatkan titipan dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum danPMII Kota Sukabumi yang diberikan beberapa waktu lalu di secretariat PMII Subang,” kata Ade.

Sementara, Kepala Dusun Blendung, Rasman (43) mengatakan rasa apresiasinya terkait aksi yang dilakukan oleh anak-anak muda Nahdliyin tersebut.

“Kami ucapkan apresiasi dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada anak-anak muda NU Subang ini. Mudah-mudahan dengan bantuan ini sedikit bisa mengurangi beban masyarakat kami yang sampai sekarang baru kali ini kami tersentuh bantuan,” pungkas Rasman.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nasional, Humor Islam, Hadits Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 2, 2018

3000 Warga Cilongok Ramaikan Karnaval NU

Banyumas, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memperingati puncak harlah IPNU-IPPNU, sebanyak 3000 warga Cilongok kabupaten Banyumas mengikuti Karnaval NU, Ahad (2/3). Mereka adalah pengurus lembaga dan dan banom NU Cilongok. Arak-arakan bergerak dari lapangan desa Pernasidi dan berakhir di lapangan kecamatan.

Selain karnaval, jajaran IPNU dan IPPNU juga mengadakan berbagai macam kegiatan seperti lomba fotografi, lomba membuat opini tentang IPNU dan IPPNU, dan potong tumpeng.




3000 Warga Cilongok Ramaikan Karnaval NU (Sumber Gambar : Nu Online)
3000 Warga Cilongok Ramaikan Karnaval NU (Sumber Gambar : Nu Online)

3000 Warga Cilongok Ramaikan Karnaval NU

Ketua PAC IPNU Cilongok Yanuar Reza Ghufroni mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap agama dan organisasi di samping bentuk pengabdian terhadap masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tujuannya mengembangkan kemampuan diri dalam berorganisasi dan bersosialisasi dalam masyarakat serta menjalin silaturahmi antarbanom NU sehingga akan tercipta kesatuan warga NU,” terang Yanuar.

Sebagai penutup peringatan harlah tahun ini, kita mengadakan diskusi terbuka yang diikuti seluruh pengurus PAC IPNU-IPPNU dari masa ke masa, tandas Yanuar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua MWCNU Cilongok Arif Mufti mengatakan, kaderisasi merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap banom NU terutama kalangan pelajar.

“IPNU-IPPNU merupakan kader NU di masa datang. Karenanya, kaderisasi bisa dibilang wajib,” tandas Arif. (Sudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, January 31, 2018

PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017, Komunitas Obrolan Santri (OS) Rembang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang akan menggelar berbagai kegiatan.




PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Rembang Siapkan Peringatan Hari Santri 2017

Ketua Panitia HSN Kabupaten Rembang, Hamzah Iklil menyebutkan perayaan HSN tersebut merupakan bentuk dukungan dalam menyatukan dan mengingat kembali bahwa santri mempunyai peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, tepat 22 Oktober 1945 dimana KH Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad yang berhasil mengusir penjajah.

“Perayaan ini rencananya akan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu-Ahad, 21-22 Oktober berpusat  di Alun-alun Kota Rembang. Kegiatan bertemakan Santri Rembang untuk Nusantara,” kata Hamzah, Ahad (15/10).

Adapun bentuk perayaan, Hamzah menyebut sebelum hari H akan diisi Dzikir Pesisir, Pembacaan Sholawat Nariyah, Parade 1001 Rebana, dan Diskusi Kebangsaan. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tepat di hari puncak acara akan dimeriahkan Apel Hari Santri, dan Kirab Bendera merah,” ujarnya.

Pria yang juga pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Rembang menuturkan momentum tersebut juga merepukan bentuk syiar dan dakwah, serta tempat berkumpul para kiai. 

“Kami ingin sekali mendatangkan warga Rembang yang sudah berkiprah di tingkat nasional untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Rembang, khususnya para santri,” tambah Hamzah. 

Beberapa tokoh akan dihadirkan diantaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, KHYahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, KH M Arwani Tomafi,  M Imdadun Rahmat, Puthut EA, Maryono. Selain itu juga diundang perwakilan banom NU, para kiai, santri, dan semua warga Rembang. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peringatan Hari Santri Rembang juga didukung Kemkominfo dan Bank BTN. (Onji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Tangerang, Persatuan Habib Jawa Timur

Sebanyak 300 pesilat dari Perguruan Silat Pagar Nusa Cabang Kabupaten Tangerang, Banten, mengikuti ujian akbar kenaikan tingkat. Mereka berasal dari tujuh kecamatan, yakni Curug, Pasarkemis, Sepatan, Tigaraksa, Rajeg, Cikupa dan Sukadiri.

Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu (13/3) di Pesantren Miftahul Khaer Curug tersebut berlangsung cukup khidmat. Ujian yang diikuti para pesilat dari berbagai tingkatan itu dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00, yang diawali dengan Istighotsah dan doa bersama.




300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)

300 Pesilat Pagar Nusa Tangerang Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Ketua Dewan Pendekar Pagar Nusa Kabupaten Tangerang, Mbah Aris mengatakan, ujian tersebut dilaksanakan secara besar untuk meningkatkan silaturahim dan memperluas pengembangan perguruan silat di wilayah Tangerang.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Ujian ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan fisik dan mental para pendekar mengingat tantangan agama dan bangsa semakin nyata” ucapnya.

Selaras dengan Mbah Aris, Qolbin Salim selaku ketua panita menyampaikan bahwa ujian kenaikan tingkat di samping sebagai? ritual wajib bagi para pesilat juga sebagai penghargaan kepada anggota perguruan yang sudah menguasai jurus-jurus dasar dalam perguruan Pagar Nusa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Menurutnya, Pagar Nusa sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan agama dan bangsa dari rongrongan berbagai kelompok yang ingin memecah belah. “Pagar Nusa siap menjadi tameng benteng keutuhan NKRI,” tambahnya.

Ujian kenaikan tingkat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setahun sekali. Dalam acara tersebut juga dirangkai dengan beberapa? acara antara lain Istighotsah, pengisian batin, dan berbagai atraksi oleh para pendekar. (Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Sholawat, Humor Islam, Pendidikan Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 24, 2018

LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Jombang, pada Jum’at (31/05) melakukan penyerahan secara simbolik papan nama untuk masjid-masjid yang sudah terdaftar dalam database LTMNU.




LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jombang Data dan Registrasi Masjid

Acara yang berlangsung di Dusun Siwalan, Desa Mejoyolosari Gudo tersebut dihadiri oleh hampir semua perwakilan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jombang. Disamping itu juga tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Mujib Adnan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, dan Wakil Ketua, H Edy Labib Patriadin.

Dalam sambutannya, ketua LTMNU Jombang H Ahsan Sutari menyatakan, pendataan masjid-masjid di Jombang sangat penting dilakukan.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Papan nama yang dibuat akan diberi nomor registrasi. Jadi masjid-masjid yang dibangun dan dimiliki warga NU tidak akan lagi bisa dikuasai oleh pihak lain,” kata Sutari.

Lebih lanjut, Ahsan Sutari menyampaikan, “LTMNU Jombang disamping melakukan pendataan masjid, juga berupaya memperkuat takmir dalam mengelola masjid, dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada takmir.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami juga berupaya agar amalan-amalan ciri khas Nahdliyin tetap selalu dijaga di dalam masjid, misalnya pujian sebelum sholat fardlu, membaca usholli saat takbir, membaca qunut, wiridan setelah sholat fardlu, melakukan kegiatan diba’an, tahlilan, manaqiban dan lain-lain,” tambahnya.

Disamping acara penyerahan papan nama, pada pagi itu juga diserahakan bisyaroh bagi operator pendataan masjid-musholla yang dikelola oleh orang-orang NU se-kabupaten Jombang.?

“Bisyaroh yang kami berikan tidak seberapa, hanya sebagai ganti transport dan sekedar konsumsi. Jadi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan jerih payah para operator,” kata Sutari mengakhiri sambutannya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 23, 2018

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Waykanan, Persatuan Habib Jawa Timur. Antusias masyarakat kabupaten Waykanan Lampung mengikuti donor darah cukup tinggi. Aksi sosial yang digelar GP Ansor dan sejumlah institusi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 berhasil mencapai 37 kantung darah sehubungan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) kehabisan stok kantung untuk menampung darah.

"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).




Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Selaku koordinator kegiatan "Bakti Sosial Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Anti Golput" dengan tema "Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman", yang ditunjuk Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Agung mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga daerah itu.

Persatuan Habib Jawa Timur

"GP Ansor dan seluruh panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal ibadah para pedonor dinilai baik oleh Allah SWT," paparnya.

Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Namun intensitasnya semoga bisa terus ditambah mengingat donor darah belum populer bagi masyarakat daerah ini. Lihat saja yang ikut donor darah, sebagian besar justru aparatur sipil negara. Ke depan bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif," ujar warga kelurahan Blambangan Umpu itu lagi.

Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.

Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam, Syariah, Amalan Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, January 22, 2018

Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) resmi dilantik di Hotel Front One, Jalan Jokotole, Ahad (25/12). Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Kholilurrahman dan Baddrut Tamam dari DPRD Jawa Timur.

Acara yang dilantik langsung oleh Pengurus Besar IKA PMII Jakarta tersebut mengusung tema IKA PMII Membangun Pamekasan Lebih Bersahabat.




Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IKA PMII Komitmen Bangun Pamekasan Lebih Bersahabat

Dalam sambutannya, Ketua IKA PMII Pamekasan Dr Atiqullah menegaskan, organisasi yang dipimpinnya ke depan akan lebih fokus memperkuat komunikasi dan kebersamaan alumni.

"Organisasi ini tidak lagi menggali potensi, tapi memanfaatkan potensi. Pendistribusian alumni ke depan kita lebih maksimalkan," tegas Dosen STAIN Pamekasan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Usai dilantik, pihaknya nanti akan melangsungkan pertemuan sebagai tindak lanjut dari pelantikan. Yaitu, pengembangan IKA PMII berlandaskan departemen yang ada.

Dalam kesempatan itu, Atiqullah mengetengahkan pemahaman bahwa IKA PMII tidak bisa dilepaskan dari 3 elemen.

"Ketiganya berupa PMII, NU, dan pesantren," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Nahdlatul, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Perihal Penyebutan Nama Allah

Oleh Rusdi Mathari*

Di sebuah grup WhatsApp, seorang kawan telah menegur kawan lainnya karena menulis “4JJI” untuk menyebut “Allah.” Alasan yang menegur, “4JJI” berbeda artinya dengan “Allah.” Dia meminta yang bertanya perbedaannya, agar bertanya pada kawan yang lain lagi yang dianggapnya lebih mengerti dan berkompeten untuk urusan semacam itu.

Diskusi agak memanas, dan saya lalu teringat pertanyaan istri saya untuk perkara yang sama.




Perihal Penyebutan Nama Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Penyebutan Nama Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Penyebutan Nama Allah

Apa yang disebut sebagai “Allah” oleh terutama orang-orang Islam, sebetulnya hanya istilah yang dibuat untuk menyebut sesuatu yang luar biasa (maha) di luar dirinya. Tapi karena berbagai alasan, banyak orang kemudian percaya bahwa orang-orang Islam menyembah Allah yang berbeda dari Allah orang-orang Kristen dan Yahudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebuah anggapan yang sebetulnya sama sekali keliru, karena sesungguhnya tidak ada keraguan seorang Muslim adalah menyembah Allah yang juga disembah oleh Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Yesus, dan Muhammad (shalawat dan salam untuk mereka semua).Bahwa orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam kemudian memiliki konsep yang berbeda tentang Allah, tentu benar adanya.

Orang Islam, seperti halnya orang Yahudi misalnya, menolak kepercayaan Trinitas dan Inkarnasi Ilahi dari ajaran Kristen. Akan tetapi penolakan itu tak lalu, masing-masing penganut dari tiga agama menyembah Tuhan yang berbeda karena Allah hanya satu. Yahudi, Kristen dan Islam adalah kepercayaan yang mendaku sebagai “Agama Ibarahim” (Abrahamic Faith), dan ketiganya diklasifikasikan sebagai “monoteistik.”

Persatuan Habib Jawa Timur

Realitasnya, ada sebagian penganut Yahudi dan Nasrani yang kemudian selalu ingin membuat orang percaya, bahwa “Allah” adalah sebutan untuk para “dewa” orang Arab (silakan baca: The Moon-god Allah in the Archeology of the Middle East), dan Islam adalah benar-benar sesuatu yang “lain,” yang berbeda, dan tidak memiliki akar yang sama dengan Yahudi dan Kristen.

Tentu argumen semacam itu menggelikan, sebab dengan menganggap umat Islam menyembah “Allah” yang berbeda (karena mereka mengatakan “Allah”) adalah sama tidak logisnya dengan pendapat yang mengatakan, orang-orang Prancis menyembah Allah yang lain karena mereka menyebut “Dieu.” Orang-orang berbahasa Spanyol juga menyembah Allah yang berbeda karena berseru “Dios.” Atau mereka yang berbahasa Ibrani menyembah Allah yang tidak sama, karena mereka kadang-kadang memanggil Allah dengan sebutan “Yahweh.”

Sebagian yang lain lalu mengatakan, tentang “Allah” adalah bukan sekadar soal logika, dan itu problemnya. Sebab mereka yang mendaku setiap satu bahasa hanya menggunakan kata yang benar untuk menyebut Allah, sama artinya dengan menyangkal universalitas pesan Tuhan kepada umat manusia, untuk segala suku dan bangsa melalui para nabi yang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Dan hanya sedikit orang yang paham, tentang Allah sesungguhnya adalah kata yang sama dalam bahasa Arab yang digunakan orang-orang Kristen dan Yahudi untuk menyebut Allah.

Tengoklah Alkitab (Injil) berbahasa Arab, maka di sana akan tertera kata “Allah” digunakan seperti halnya “Allah” digunakan dalam bahasa Inggris: “Allah” adalah kata dalam bahasa Arab dan sama dengan kata dalam bahasa Inggris “God” dengan huruf “G.” Kata “Allah” itu pun bahkan tidak dapat dibuat jamak.

Lihatlah kata “El” dalam bahasa Aram yang adalah kata untuk Tuhan ketika Yesus berbicara, niscaya lebih mirip pengucapannya dengan kata “Allah” dibandingkan dari kata “God” dalam bahasa Inggris. Itu pula berlaku untuk berbagai macam kata untuk menyebut Tuhan dalam bahasa Ibrani: “El” dan “Elah,” atau “Elohim” (dimuliakan) itu.

Alasan kesamaan itu, karena baik bahasa Aram, Ibrani dan Arab adalah bahasa yang berasal-usul sama yaitu bahasa Semit.

Dalam bahasa Arab, kata “Allah” pada dasarnya sama dengan kata “Ilah” yang artinya Tuhan, dan karena itu makna dari kata “Allah” adalah juga sama dengan makna dari kata “Ilah.”

Perbedaan mutlak kedua kata tersebut terletak pada penggunaannya.Dalam bahasa Arab, kata “Ilah” dikenal sebagai bentuk mufrad (umum) dan bersifat jamak dengan kata aalihat, sementara kata “Allah” adalah nama khusus dan tidak mempunyai bentuk jamak.

Ucapan seperti “Ya Ilahi” atau “Ya Allah” menunjukkan, tidak ada perbedaan antara kata “Allah” dan “Ilah” kecuali yang satu (“Allah”) digunakan hanya untuk makna khusus, dan yang lain (“Ilah”) lebih digunakan untuk yang bersifat umum. Dalam buku “Tauhid dan Syirik,” Syrekh Ja’far Subhani bahkan menyebut kedua kata itu memiliki persamaan yang lebih dekat, sebab berasal dari satu akar kata yang sama.

Kalau kemudian ada kekhususan makna dari kata “Allah” seperti yang sejauh ini disebut oleh kaum Muslim, hal itu tak lain karena kebiasaan orang-orang Arab yang selalu menggunakan lafal “Al Ilah.” Penambahan kata “al” pada “Ilah” dimaksudkan untuk menunjuk sesuatu yang telah dikenal dalam pikiran (isyarah dzihniyah). Dalam kitab “Majma’ul Bayan Jilid 9,” Al Thabarsi menerangkan, huruf “i” pada “Al Ilah” kemudian menjadi hilang dalam percakapan sehari-hari, sehingga “Al ilah” diucapkan sebagai “Allah.”

Penjelasan yang kurang lebih sama tentang asal usul penyebutan nama “Allah” juga diungkapkan Thabarsi dalam “Majma’ul Bayan Jilid 1”. Mengutip pendapat Imam Sibawaih (pakar gramatikal tentang asal-usul lafal “Allah”) Thabarsi menjelaskan, perubahan dari “Ilah” menjadi “Allah” disebabkan penisbian atau peluluhan huruf “hamzah” di atas huruf “i” (alif), sehingga menjadi al ma’rifah, yang tak bisa dipisahkan.

Maka ketika menyebut “Ya Allah,” pengucapannya bukan “Yallah” melainkan “Ya Allah.” Seandainya tidak ada huruf “hamzah” dalam kata aslinya, menurut Thabarsi, niscaya pengucapan “hamzah” tidak dibenarkan sebagaimana dalam kata-kata lainnya.

Tentang “Allah” yang berasal dari kata “Ilah” dengan menghilangkan huruf “hamzah” dan menggantinya dengan kata “al” juga dijelaskan oleh Ar Raghib di buku “Al Mufradat.” Dalam pandangan Ar Raghib, sebutan “Allah” dikhususkan bagi nama Allah sebagai wajibul wujud, atau zat mutlak yang wajib ada.

Bisa dimengerti karena itu, para ahli tauhid memaknai “Allah” dan “Ilah” sebagai makna yang satu, yaitu Tuhan. Namun menurut sebagian ahli tafsir, dalam kalimat tauhid “laa ilaha illallah” kata “Ilah” mempunyai makna ma’bud (yang disembah) dan karena itu penggunaan maknanya harus disertai penjelasan bihaqqin (secara benar).

Maka kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah” maknanya adalah “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah secara hak kecuali Allah.”

Problemnya: banyak penganut agama Samawi, belum mengerti tentang asal-asal istilah dan sebutan “Allah,” sehingga banyak di antara mereka lalu saling mendaku soal Allah. Orang-orang Islam di sini, bahkan menuliskan “Allah” dengan “Alloh.” Alasannya bermacam-macam.

Sebagian menganggap, pengucapan “Allah” dengan “lah” tebal menyulitkan banyak orang mengucapkannya, dan untuk mempermudah dan agar mendekati pengucapan yang seharusnya, maka digantilah tulisan “Allah” dengan “Alloh.” Dan itulah rancunya, karena bahasa Arab, tidak mengenal vokal e dan o, kecuali hanya tiga vokal: fathah (a), kasrah (i) dan dammah (u).

Aneh rasanya, “Allah” kemudian ditulis “Alloh” apalagi diucapkan menjadi “Al-loh,” atau “rahman” ditulis “rohman” dan diucapkan “roh-man,” dan sebagainya, sebab tidak ada dasar bahasanya kecuali hanya dicari-cari. Itu sama dengan menuliskan “Jos” untuk pengganti “George,” atau “Nyu Yok” untuk “New York.” Dampaknya, kemudian berkembang juga penulisan “Awloh,” “Awoh,” dan sebagainya, yang jauh lebih ngawur dan berkesan olok-olok.

Muncul kemudian penulisan “4JJI” yang dipersoalkan dalam satu grup di WhatsApp itu. Mungkin maksudnya untuk memudahkan dan tidak terjebak dengan penulisan “Alloh,” tapi tulisan itu, hanya mendekat-dekatkan atau memirip-miripkan dengan tulisan “Allah” dalam bahasa Arab yang terdiri dari huruf alif, lam, lam dan ha. Dan karena disusun dengan huruf Latin, tulisan “4JJI” semestinya dibaca “empat-je-je-i” bukan “Al-lah.”

Alasan dari sebagian yang lain malah lebih ekstrem. Sengaja “Allah” dituliskan “Alloh”, karena alasan untuk membedakan “Allah” dalam Islam dan “Allah” yang disebut oleh kaum Nasrani. Allah lalu diklaim hanya milik agama tertentu, dan agama lain tak boleh memilikinya.

Itu misalnya pernah terjadi di Malaysia, ketika pemerintah dan ulama di sana melarang penggunaan “Allah” oleh orang Nasrani. Mereka menganggap tak satu manusia pun yang tidak memiliki pandangan keimanan yang sama dengan mereka, layak dan pantas menyebut “Allah.” “Allah” adalah milik mereka, kendati mereka juga tidak paham, siapa Allah dan mengapa harus disebut “Allah.”

Sungguh dengan semua nama dan sebutan “Allah,” manusia sesungguhnya tak bisa mengetahui hakikat Allah, kecuali hanya sedikit orang. Nama-nama, istilah atau apa pun sebutan yang ditujukan untuk menyebut Allah, hanyalah salah satu cara manusia untuk mengenal Allah. Dan di balik semua nama dan istilah itu, Allah adalah Allah, dan hanya Allah yang tahu akan Allah. Bukan manusia.

* Jurnalis. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tinggal di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, January 20, 2018

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Malang, Persatuan Habib Jawa Timur?

Senyum Mereka adalah Kebahagiaan Kita itulah tema kegiatan kali ini, dimana Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Pujon bersama Komunitas 65391 mengadakan santunan kepada anak yatim se-Kecamatan Pujon.




IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Pujon Berbagi sengaja diadakan pada bulan Ramadhan dengan harapan santunan yang diterima dapat digunakan untuk persiapan Lebaran. Pujon Berbagi tahun ini merupakan yang kedua kalinya di mana pada tahun sebelumnya berhasil menyantuni kurang lebih 150 anak yatim. Berkat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di tahun ini mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua minggu panitia berhasil mengumpulkan uang untuk santunan lebih dari 43 juta Rupiah sehingga pada tahun ini berhasil memberi santunan pada 280 lebih anak yatim se-Kecamatan Pujon

Mulyono, camat Pujon dalam sambutanya mengatakan bahwa pemuda seperti inilah (IPNU-IPPNU-Komunitas 65391) yang diharapkan sebagai generasi penerus Indonesia, mereka yang peduli terhadap sesama yang masih memikirkan sesama di tengah virus individualisme. Ia juga mengatakan bahwa kebanyakan pemuda saat ini hanya aktif bersosial di media sosial memberikan like atau komentar saja, padahal yang dibutuhkan bukanlah like ribuan namun uluran tangan secara nyata pada masyarakat sosial.?

Kegiatan Pujon Berbagi dikemas dalam berbagai rangkaian acara mulai dari parade musik islami, mauidhoh hasanah, shalawat, berbagi takjil dan buka bersama. Meskipun sempat turun hujan namun acara tetap bisa berjalan. Panitia menjelaskan bahwa dana yang diberikan masyarakat untuk santunan seluruhnya digunakan sebagai santunan sedangkan dana operasional kegiatan mulai dari sarana panggung, kursi, mobil penjemputan anak yatim, konsumsi untuk buka bersama dan takjil ditanggung oleh panitia dan dari beberapa donatur yang memang dikhususkan untuk membantu kegiatan, sama sekali tidak menggunakan dana santunan dari masyarakat.?

“Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung pada tahun tahun berikutnya dan tentunya lebih baik, selain itu dapat menjadi motivasi kepada seluruh IPNU-IPPNU se-Indonesia untuk tidak takut dan khawatir jika hendak mengadakan kegiatan sosial karena masyarakat pasti mendukung.“ (Fauzan Anwari/Mukafi Niam)?

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

Wednesday, January 17, 2018

Sinta Nuriyah: Syukur Tidak Bisa Memanjat

Kendal, Persatuan Habib Jawa Timur. Suasana di SMK NU 01 Kendal, Sabtu (2/2) pagi tadi itu cerah. Di lapangan sekolah, seribuan siswa duduk beralaskan karpet di bawah tenda yang sengaja dibangun untuk acara peresmian Gedung Praktik Siswa SMK NU 01 Kendal.

Sudah direncanakan sebulanan lebih bahwa Hj. Nyai Shinta Nuriyah Wahid akan hadir pagi itu untuk meresmikan gedung tersebut. Tak ayal, para hadirin yang berasal dari para siswa dan tamu undangan diliputi ketaksabaran untuk melihat dan menyimak taushiyah istri almarhum Gus Dur itu.




Sinta Nuriyah: Syukur Tidak Bisa Memanjat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah: Syukur Tidak Bisa Memanjat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah: Syukur Tidak Bisa Memanjat

Maka, ketika ibu beranak empat itu hadir, para hadirin yang semula duduk, spontan berdiri untuk menyambut kedatangannya. Dikatakan kepala sekolah SMK NU Kendal, Mokh. Izzudin M.Pd, mereka sangat merindukan mendiang Gus Dur.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Dulu ketika peletakan batu pertama sekolah ini, Gus Durlah yang turut hadir dan mendoakan, kini Gus Dur telah tiada, kami ingin dzurriyah Gus Dur yang hadir untuk mengobati kerinduan kami,” tuturnya.

Ketika tiba waktunya Nyai Shinta naik ke atas panggung untuk memberikan taushiyah, hadirin dibuat hening seketika. Melihat  kursi roda bergerak pelan ke depan, mereka terbayang Gus Dur yang dalam kondisi yang kurang sehat pun, selalu mampu memberikan ceramahnya yang menggugah.

Persatuan Habib Jawa Timur

“Saya ucapkan selamat dan mari kita memanjatkan syukur atas diresmikannya gedung ini,” tutur Nyai Shinta mengawali ceramahnya.

“Kalau membicarakan syukur, saya selalu teringat dengan Gus Dur,” lanjutnya yang membuat para hadirin mengerutkan kening. Ada yang menduga-duga bu Shinta tengah terbayang dengan suatu memori mengharukan terkait Gus Dur.

Masih dengan wajah yang datar, ia melanjutkan kalimatnya. “Gus Dur selalu bilang, sebenarnya kenapa syukur harus kita panjatkan?” 

Hadirin makin diliputi penasaran. Sebagian yang sudah paham arah pembicaraan bu Shinta, hanya tersenyum-senyum kecil.

“Ya kita memang harus memanjatkan syukur, karena syukur tidak bisa memanjat sendiri,” tuturnya yang sontak disambut tawa para hadirin. Usai menyampaikan kelakarnya sendiri, Nyai Shinta pun turut tertawa.

Barangkali dalam hati kecilnya, ia berbahagia karena menghadirkan kembali Gus Dur yang humoris ke tengah-tengah para hadirin yang memang tidak hanya merindukan sosok Gus Dur semata, tapi juga humor-humor Gus Dur yang cerdas dan menggelitik. Membuat para hadirin menumpahkan kerinduan mereka dengan tawa bahagia.  

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontrbutor   : Amalia Ulfah

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Cerita, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur