Showing posts with label Kajian Islam. Show all posts
Showing posts with label Kajian Islam. Show all posts

Friday, March 9, 2018

Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya kembali menggelar konferensi cabang, Ahad (8/11) kali ini ditempatkan di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 9 Surabaya, Jatim. Konfercab ulang ini dilaksanakan oleh tim karteker yang dibentuk oleh PWNU Jatim atas mandat dari Pengurus Besar NU.




Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot

Ketua Karteker NU Surabaya Prof Dr H Sonhaji Sholeh mengatakan, konfercab ulang Surabaya ini menerapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Agustus lalu. "Dengan Sistem AHWA saya berharap akan terpilih Rais Syuriyah melalui musyawarah untuk mufakat," jelasnya.

Saat registrasi para Rais Syuriyah MWC NU dan Ranting NU se-Surabaya menyetorkan nama-nama anggota AHWA. Selanjutnya karteker kemudian menabulasi secara terbuka. Dari pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah pendataan yang dimulai sejak siang hari itu, selesai hingga sore hari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari pendataan itu muncul sembilan nama teratas, kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA. KH Mas Sulaiman Nur berada di urutan pertama, disusul KH Sholeh Sahal, KH Ahmad Dzul Hilmi, KH Qodli S, KH Abdul Bari, KH Hasyim Rowie, KH Ali Maghfur, KH Ghozali Said dan yang kesembilan adalah KH Farochi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dari Sembilan nama ini akan melakukan rapat dengan waktu satu jam, untuk memilih ketua dan sekretaris Ahwa lalu memilih Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas Ir Muhammad Qoderi, pimpinan sidang.

Para anggota AHWA yang didampingi oleh Prof Shonhaji (Ketua Karteker) dan Prof M Nuh (Ketua PBNU) melaksanakan rapat tertutup di ruang VVIP PWNU Jatim. "Sidang AHWA berjalan sangat alot hingga memakan waktu dua jam lebih dan akhirnya KH Mas Sulaiman Nur terpilih sebagai Ketua AHWA dan sekaligus Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas KH Ghozali Said, sekretaris sidang AHWA kepada para pengurus MWC dan Ranting NU se Surabaya. (Rof Maulana/Mahbib)

?

Foto: (Dari kiri) KH Mas Sulaiman Nur dan Prof M Nuh

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Pendidikan, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, March 6, 2018

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan, Selasa (14/7) dengan mengunjungi pengusi Rohingya di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Dusun Krueng Inoeng, Desa Blang Adoe, Kemukiman Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,? sekitar pukul 14.30 WIB.

Kunjungan kali ini untuk membagikan paket lebaran, berupa alat kosmetik dan peralatan mandi.? “Sumbangan ini semua bersumber dari Pimpinan Pusat LPBI NU yang disalurkan oleh PCNU Aceh Utara,” kata Teungku Zulfadli selaku koordinator penyalur bantuan dan juga sekaligus ketua tanfidziyah PCNU Aceh Utara.




LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi Rohingnya dan mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada PP LPBI NU. “Mereka sampaikan ucapkan terimakasih kami dan salam kami kepada PP LPBI NU”, tutur Hasan salah satu pengungsi Rohinngya yang bisa bahasa Melayu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Turut hadir Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Utara Tgk. Armia Sulaiman, Bendahara Tgk. Hamdani A.Hamid serta satu orang perwakilan muntasyar Tgk. H.Ismail. (Indra/Anam)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Berita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, February 24, 2018

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Duta Besar Norwegia Stig Traavik bersama First Secretary First Hana Ryba Cervenka dan Uskup Gereja Norwegia Gunnar Stålsett bersilaturahmi ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/11). Rombongan diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.




Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan PBNU, Norwegia Keluhkan Ekstremisme Agama di Dunia

Rombongan dari Norwegia dalam kesempatan itu mengeluhkan perihal situasi mutakhir di dunia yang diwarnai kekerasan atas nama agama, di antaranya yang dilakukan oleh ISIS. Mereka juga menyinggung soal teror mengerikan yang terjadi di Perancis.

Dalam pertemuan itu, PBNU menyatakan secara tegas mengutuk berbagai bentuk terorisme atas nama Islam, termasuk yang memakan korban nyawa di Perancis, baru-baru ini. Kang Said, sapaan akrab Ketum PBNU, mengatakan terorisme bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Indonesia, imbuh Kang Said, melalui Pancasila telah menyelesaikan hubungan kusut antara Islam dan negara. NU bersama ormas-ormas Islam moderat lain berkomitmen menjaga Indonesia dengan segenap kebhinnekaannya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Menjawab pertanyaan Gunnar Stålsett pandangan NU tentang syariat Islam, Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Effendy Yusuf yang turut menyambut saat itu mengatakan, sebagai organisasi Islam NU taat terhadap syariat, meski tak memaksakan masuk ke konstitusi.

Bagi NU, kata Slamet, hukum Islam mesti kontekstual dengan situasi kekinian. Bentuk formal negara Islam juga bukan sesuatu yang harus diperjuangkan selama nilai-nilai Islam menjiwai dasar negara dan peraturan perundang-undangan.

Kepada rombongan, PBNU juga menegaskan moderatisme Islam ala NU bisa berkembang menjadi pandangan alur umum dunia Islam di berbagai negara. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua PBNU H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Thursday, February 22, 2018

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendesak agar pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan para tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi yang overstay karena tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja.




Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Islam Desak Pemerintah Perhatikan Nasib TKI Overstay

“Kami mendesak pemerintah segera memulangkan TKI overstay di Arab Saudi agar tidak menimbulkan ekses yang tidak menyenangkan dan berkepanjangan. Ini juga untuk menjaga martabat dan harga diri bangsa,” kata KH Said Aqil Siroj, ketua umum LPOI di Jakarta, Kamis (7/11).

Berdasarkan laporan Antara, ribuan tenaga kerja Indonesia yang dokumen keimigrasiannya melebihi batas waktu izin tinggal (overstay) meninggalkan Jembatan Palestine Street menuju Imigrasi Sumayshi, Arab Saudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Area di bawah Jembatan Palestine Street pada hari ini lengang. Ribuan TKI overstayers itu, sejak Ahad malam (3/11) hingga Senin dini hari (4/11), dibawa petugas Imigrasi Saudi ke Imigrasi Sumayshi," kata Syech Razie Ali Maula Dawilah, Penasihat Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi, kepada Antara, Selasa.

Persatuan Habib Jawa Timur

Informasi dia terima dari para TKI, mereka diminta menyediakan uang tiket pulang. Sebagian besar, kata Razie, merasa berat karena selama masa amnesti mereka mengeluarkan banyak biaya.

"Mereka pun diminta membawa barang-barang perlengkapan secukupnya dan tidak membawa barang berlebih seperti tas koper," kata Razie, yang pernah bekerja selama empat tahun di Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum memberi lampu hijau pemulangan massal. Pemulangan dari Imigrasi Sumayshi ini, menurut dia, akan cepat jika TKI overstayers punya uang membeli tiket. 

Sebaliknya, bagi TKI overstayers yang tidak punya uang harus menunggu uang bantuan pemulangan dari pengusaha-pengusaha Saudi turun. Tiket bantuan ini, kata Razie, juga untuk warga negara lain, bukan hanya Indonesia. 

Razie menjelaskan, warga negara asing, termasuk TKI overstayers, yang mendapat kesempatan pulang lebih awal adalah mereka yang masuk ke Arab Saudi dengan visa haji dan umrah atau jika ada kebijakan pemulangan massal TKI overstayers dari pemerintah Indonesia.

Bersama para TKI overstayers itu, terdapat juga anak-anak, perempuan hamil, dan kaum manula. Tim Pengawas Amnesti Arab Saudi mengimbau pemerintah Indonesia bisa secepatnya merealisasikan pemulangan massal mereka.

"Mereka sempat ditempatkan di area terbuka karena petugas imigrasi harus mendata satu per satu TKI overstayers sebelum masuk pusat deportasi. Sekarang ini sudah selesai pendataan dan mereka sudah masuk ke gedung pusat deportasi," kata Razie. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail, Pertandingan, Kajian Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Saturday, February 17, 2018

Keindahan Fisik Nabi Muhammad

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang sempurna. Keindahan perangainya berbanding lurus dengan keelokan fisik tubuhnya. Wajahnya sangat tampan melebihi ketampanan manusia mana pun, bahkan dibandingkan dengan Nabi Yusuf ‘alaihis salam sekalipun. Allah menganugerahi Nabi keindahan seutuhnya, tidak dibagi dengan yang lain. Berbeda dengan keindahan yang diberikan Allah untuk Nabi Yusuf ‘alaihis salam, beliau hanya menerima separuh keindahan dan separuh yang lain dibagi untuk makhluk di seluruh penjuru dunia.

Al-Syaikh al-Imam al-Bushiri dalam Sya’ir legendarisnya, al-Burdah mengatakan:




Keindahan Fisik Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Keindahan Fisik Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Keindahan Fisik Nabi Muhammad

? ? ? ? ?  *  ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?  *  ? ? ? ? ?

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur

“Ia (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) sempurna perangai dan rupanya. Allah sang maha pencipta memilihnya sebagai kekasih. Keindahannya tiada yang dapat menandingi. Keindahan dalam sosoknya tidaklah terbagi dengan yang lain”.

Perawakan Rasulullah sedang, tidak terlalu pendek, tidak pula terlampau tinggi. Rambutnya ikal bergelombang, tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku. Badannya gempal tidak terlampau gemuk, dagunya tidak lancip. Wajahnya dengan bentuk yang agak bundar merupakan yang paling tampan di antara manusia sejagat raya. Kulitnya putih kemerah- merahan.

Matanya hitam pekat. kedua bulu matanya memanjang tidak saling menempel, sehingga tampak indah sempurna. Ia lebih sering memandang ke arah bawah dari pada ke atas, menggambarkan sosok yang sangat tawadlu’ dan khusyu’.

Kepala dan jidatnya lebar. Hidungnya mancung. Mulutnya lebar dan wangi. Gigi serinya renggang. Saat berbicara, tampak ada cahaya yang memancar keluar di antara kedua gigi serinya. Pipinya lebar dan tidak tampak menjulur tulangnya. Lehernya bak lukisan yang elok nan indah, bersih jernih layaknya warna perak.

Bahunya bidang. Bulunya yang lebat memanjang dari dada sampai ke pusat. Tapak tangan dan kakinya tebal dan halus. Laju langkahnya cepat dan tegap. Saat menoleh, seluruh badannya ikut menoleh, menunjukan pribadi yang menghargai siapa pun. Di antara kedua bahunya terdapat khatam al-nubuwwah (tanda kenabian).  Perangainya amat lembut dan ramah.

Sosoknya begitu berwibawa. Pasang mata yang melihatnya, pastilah akan langsung menaruh hormat padanya, meski baru pertama kali memandangnya. Siapa pun yang berkumpul dan mengenalinya, ia akan mencintainya.

Keringatnya putih bersih mengkilap bagaikan mutiara. Baunya yang sangat harum hingga Ummu Sulaim menjadikannya sebagai parfum. Sungguh aku bersumpah tiada parfum yang lebih wangi dari keringatnya.

Al-Hafizh al-‘Iraqi mengatakan:

? ? ? ? ?     *    ? ? ? ? ?

“Siapa pun yang mendeskripsikan sosoknya, pastilah berkata, ‘Belum pernah aku melihat sosok sesempurna Rasulullah’.”

(M. Mubasysyarum Bih)

Referensi:

Syaikh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Muhammad Rasulullah al-Insan al-Kamil, hal. 15; Syaikh Sulaiman al-Jamal, Al-Mawahib al-Muhammadiyyah, Juz 1, hal. 58; dan al-Hafizh al-‘Iraqi, al-Fiyyah al-Sirah al-Nabawiyyah, hal.17.

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Magetan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jamaah pengajian rutin Lintang Songo Kabupaten Magetan memperingati harlah perdana, di halaman gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Magetan Jln. MT. Haryono No. 9 Ahad Pahing (13/4).




Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Kegiatan diawali dengan majelis shalawat yang diiringi grup hadrah Ahbabul Musthofa Magetan. Didaulat untuk tausyiah Kiai Marzuki Mustamar, pengasuh Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Karangbesuki Sukun Malang

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur tersebut menjelaskan beberapa amalan Kiai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yang terbit dengan judul Himpunan Putusan Madlis Tardjih Muhammadijah 1969.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, amalan Kiai Dahlan memiliki banyak kesamaan dengan amaliyah NU, seperti do’a Qunut, shalat memakai “usholi”, adzan 2 kali pada shalat Jum’at, serta dzikir berjamaah.

Pada kegiatan itu panitia memberikan cinderamata berupa hadiah kepada jama’ah serta disiarkan langsung di Radio Aswaja NU Magetan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian Lintang Songo rutin diselenggarakan tiap tanggal 9 bulan Hijriyah. Harla perdana digelar divisi Kiswah (Kajian Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah) Aswaja NU Center Magetan. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Sejarah, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, February 14, 2018

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Sabtu hingga Senin (1-3/2).

?




PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

Dalam penggalangan dana ini, puluhan aktivis tersebut melakukan aksi solidaritasnya dari pagi hingga sore hari di traffic light simpang empat Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Mereka memintai sumbangan kepada setiap kendaraan yang berhenti di traffic light itu.

?

Mukhtar selaku Korlap aksi solidaritas kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw, Senin (3/2) mengaku bahwa tidak semua pengendara yang mengulurkan tangannya. Dari sekian pengendara, hanya sekitar 50 % saja yang mengulurkan bantuan.

?

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

”Aksi ini kami lakukan untuk saudara kita yang tertimpa musibah baik di Jombang maupun daerah lainnya di Indonesia. Khusus untuk daerah Jombang, nanti hasil dana yang kami peroleh langsung akan disalurkan melalui PMII Cabang Jombang,” ungkapnya.

?

Diakui Mukhtar, aksi solidaritas untuk pengumpulan dana ini akan terus dilakukan sesuai kesepakatan para anggota PMII STAI Zaha Genggong. “Penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur para mahasiswa meskipun hanya dengan hitungan nominal rendah. Dengan cara begini kami ingin supaya masyarakat di Kabupaten Probolinggo mempunyai rasa peduli terhadap sesama yang sedang menjadi korban bencana,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 13, 2018

Mbah Zainal Pesantren Krapyak Tutup Usia

Yogyakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama kehilangan kiainya. Telah wafat "songgone langit" Simbah KH Zainal Abidin Munawwir pada maghrib sekitar pukul 18.30, Sabtu (15/2).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, ini insya Allah akan dikebumikan Pemakaman Sorowajan, Yogyakarta, Ahad (16/2) siang sekitar pukul 14.00.




Mbah Zainal Pesantren Krapyak Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Zainal Pesantren Krapyak Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Zainal Pesantren Krapyak Tutup Usia

Semoga Allah SWT memberikan rahmat anugerah kepadanya. Amin ya mujibas-sailin.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh tutup usia di Kajen, Pati, Jawa Tengah Jumat (24/1). Disusul kemudian mantan salah seorang Ketua PBNU Fajrul Falaakh Rabu (12/2) siang. Semoga ketiga almarhum berada dalam dekapan-Nya. Amin. (Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur

Persatuan Habib Jawa Timur Nasional, Kajian Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Monday, February 12, 2018

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan belasungkawa atas wafat Gus Kelik. Menurutnya, yang kehilangan Gus Kelik itu bukan hanya keluarga Krapyak, tetapi juga PBNU. Karena, Gus Kelik adalah salah seorang yang menjaga husnuz zhan banyak orang terhadap NU. Berkat Gus Kelik itu, hingga hari ini banyak orang masih percaya terhadap NU.

Demikian disampaikan Gus dalam acara tahlil sembilan hari wafatnya Gus Kelik di halaman Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, Rabu (10/8) malam.




Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

“Ketika Gus Kelik wafat, orang-orang banyak saling berdebat sendiri-sendiri tentang persoalan, Gus Kelik itu wali atau bukan. Ada yang yakin kalau Gus Kelik itu wali. Karena berkat khoriqul adah, tidak seperti orang pada umumnya. Kalau khoriqul adah ya wali. Ada yang bantah lagi, wali kok kayak gitu?” ujar Gus Yahya.

Kalau Gus Kelik, lanjut Gus Yahya itu sudah tidak saya pikir lagi, entah wali entah tidak. Tidak saya pikir.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Hanya yang saya ingat itu, coba ingat njenengan-njenengan yang bergaul dengan Gus Kelik ketika hidup, kok tidak ada orang yang benci terhadapnya. Itu kok tidak ada. Padahal orang itu, sebaik apa pun itu, di mana-mana ada saja yang benci. Tidak ada orang senyleneh Gus Kelik, tapi banyak yang suka,” ujar Gus Yahya yang disambut gelak tawa para hadirin.

Coba yang hadir ini, lanjut Gus Yahya, bawalah mobil lalu beli bensin setengah liter di penjual eceran. Pasti njenengan dimarah-marahi sama penjualnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Lha kalau Gus Kelik ini, nggak itu. Gus Kelik bawa mobil, beli bensin setengah liter di penjual eceran, ya dikasih. Penjualnya juga tidak marah. Itu kejadian benar, di Mangkuyudan,” cerita Gus Yahya yang sekali lagi disambut tawa para hadirin.

Malahan, kata Gus Yahya, yang kelihatan dengan sangat, banyak orang yang suka terhadap Gus Kelik. Lha orang segini banyaknya yang hadir ini, kan pada suka sama Gus Kelik. Ini kelihatan dengan sangat. Maka, saya yakin bahwa Gus Kelik itu bagian dari orang-orang saleh.

“Allah itu sudah janji, kalau ada hambanya yang saleh, maka Ia akan memberikan mahabbah kepadanya. Gus Kelik itu tidak usah mencari-cari cara, otomatis orang-orang itu pada suka. Kalau yang lainnya kan pada tebar pesona semuanya. Ada yang pencitraan. Gus Kelik itu tidak pernah seperti itu. Tidak pernah berpura-pura baik dengan orang itu tidak pernah,” ungkap Gus Yahya.

Apa pernah Gus Kelik itu, lanjut Gus Yahya, membagi-bagikan buku kepada tukang becak? Tidak pernah. Nyisir rambut saja tidak pernah. Lha kayak gitu kok banyak orang yang suka. Ya entah bagaimana, kok bisa suka itu entah bagaimana.

“Kalau dipikir-pikir, sukanya sama Gus Kelik itu apanya juga tidak jelas kok. Tapi kok yang suka dengan Gus Kelik banyak,” tandas Gus Yahya. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Lomba, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, February 7, 2018

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Magelang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU,  HZ Arifin Junaidi menyatakan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama harus mampu mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi dan sosial. Pasalnya, banyak sekolah diluar LP Maarif NU yang mampu mencetak lulusan yang cakap secara intelektual tapi tidak shalih. 

 “Hari ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sudah genap berusia 88 tahun. Tema yang diambil pada ulang tahun kali ini adalah Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Mandiri dan Berinovasi,” ungkap Arifin Junaidi saat memimpin upacara peringatan hari lahir LP Ma’arif NU di lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Selasa (19/9). 




Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Pada kesempatan itu, Arifin Junaidi mengingatkan bahwa LP Ma’arif NU lahir karena diharapkan mampu melakukan inovasi pada pendidikan di lingkungan NU. 

“Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendiri LP Ma’arif, yakni KH. Wahid Hasyim. Beliau melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah formal yang di situ diajarkan bahasa asing,” ujarnya. 

Model lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Kiai Wahid Hasyim itu lalu diikuti oleh pengurus NU di berbagai daerah. Dan sejak didirikan, LP Ma’arif sudah merintis sebagai lembaga pendidikan di bidang hukum, perdagangan, pertukangan, pertanian dan sekolah untuk fakir miskin.

“Pada Muktamar di Purworejo, Jawa Tengah, Rais Akbar PBNU KH. Hasyim As’yari pernah berpidato agar memusatkan perhatian untuk mendidik dan menjaga generasi NU. Itu semua harus dijalankan dengan tenang dan tidak gaduh,” tandasnya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut, Arifin Junaidi menambahkan, sebagai Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Maarif harus selalu menanamkan Islam ramah dan Islam jalan tengah kepada para peserta didik. 

“Presiden telah mengeluarkan peraturan pendidikan karakter yang salah satu pointnya, memperkuat peserta didik dengan harmonisasi olah pikir, olah rasa dan olah hati. Itu sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh LP Ma’arif bertahun-tahun,” pungkas Arifin Junaidi. (Nur Rokhim/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Monday, February 5, 2018

Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban

Amsterdam, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Sedikitnya 1200 orang jamaah Persatuan Pemuda Muslim se-eropa (PPME) Al-Ikhlash Amsterdam mengikuti shalat hari raya Idul Adha 1438 H di Basisschool El-Amin, Saaftingetsraat 312, 1069 BW Amsterdam Jumat (1/9).?




Ketua PCINU Belanda  Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCINU Belanda Tegaskan 3 Pilar Esensi Kurban

Pada kesempatan itu, Ketua PCINU Belanda Ust. Ibnu Fikri bertindak sebagai khotib. Pada khutbahnya, ia mengajak para jamaah merenungi tiga aspek penting yang merupakan esensi dari pelaksanaan ibadah kurban, yaitu aspek historis, filosofis, dan sosiologis.

Menurutnya, esensi historis dari pensyariatan kurban dalam Islam adalah untuk meluruskan nilai historis peradaban manusia yang keliru, yaitu kebiasaan mengorbankan manusia sebagai tumbal para dewa.?

Ia contohkan, di Mesir, jauh sebelum Islam datang, masyarakatnya secara rutin mengorbankan gadis yang masih perawan sebagai persembahkan Dewa sungai Nil. Juga, sebuah suku di wilayah Irak sebelum Islam, masyarakatnya mempersembahkan bayi yang baru lahir untuk Dewa mereka.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Oleh karenanya kurban dengan seekor hewan, sebagaimana disyariatkan dalam ajaran Islam datang sekaligus meluruskan ajaran-ajaran menyimpang tersebut yang sejatinya telah merusak nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara nilai filosofis ibadah kurban berkaitan dengan‘simbolisasi dari penyembelihan atas nafsu-nafsu hayawaniyah (hewani) yang ada pada diri manusia.?

Ia menegaskan, melalui ibadah kurban, nafsu-nafsu hewani dalam diri harus kita sembelih seiring dengan disembelihnya binatang kurban, sambil terus berharap agar kita terbebas dari belenggu sifat-sifat hewani.?

Pilar esensial yang ketiga dari ibadah kurban berkaitan dengan nilai sosiologis. Proses pelaksanaan ibadah kurban yang baik harus tetap memperhatikan dimensi sosial dan budaya masyarakat setempat dengan baik dan proporsional.?

“Kaitanya dengan ini, kita bisa belajar dari semangat dakwah Sunan Kudus dalam mensinergikan nilai-nilai keislaman dengan nilai budaya masyarakat setempat,” ungkapnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di akhir khutbah, kandidat doktor bidang antropologi dari Vrije universiteit Amsterdam ini juga mengajak para jamaah untuk mendoakan saudara muslim kita di Rohingya, Myanmar.?

“Bagaimanapun kejahataan kemanusiaan di Myanmar merupakan bentuk genosida yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, juga sesungguhnya bertentangan dengan esensi ibadah kurban. Semoga Allah berikan kekuatan lahir batin bagi umat Islam di Rohingya,” katanya. (Dito Alif Pratama/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Friday, February 2, 2018

Mencari Keberkahan Hidup

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?




Mencari Keberkahan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencari Keberkahan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencari Keberkahan Hidup

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Berkah ini sering kita jadikan tujuan hidup di samping mencari ridho Allah. Keberkahan membuat hidup kita menjadi bahagia. Di pesantren, kita diajarkan yang penting mencari berkah, bukan sekadar kepintarannya. Kalau sekadar pintar saja tetapi tidak berkah maka ilmu tersebut bisa menjadi malapetaka.

Orang tua kita juga memberi pesan agar dalam hidup, yang kita cari adalah berkah. Dan berkah ini tidak selalu berkorelasi dengan banyaknya harta yang kita miliki. Ada sebuah hadits yang sering dijadikan doa, terutama kepada pengantin yang seringkali dijadikan sebuah kutipan dalam undangan pernikahan.

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, memberi bekas atasmu, dan menghimpun yang terserak di antara kalian berdua.” (HR At-Turmudzi)

Dalam kajian ilmu Nahwu kalimat “laka”, itu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan atau menyenangkan. Kalau yang tidak enak, menggunakan kata “alaika”. Ternyata, bahasa laka dan alaika digunakan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut supaya orang itu mendapat keberkahan baik dari hal yang enak maupun yang tidak enak. Semuanya ada nilai keberkahannya. Bagi sementara orang, keberkahan itu sesuatu yang enak secara fisik saja. Padahal bisa jadi, yang tidak enak itu lah yang sebenarnya menjadi berkah.

Misalnya, setelah menjadi seorang anggota DPR harus masuk penjara. Ini menunjukkan sesuatu yang tampaknya enak, berupa jabatan tinggi yang dihormati banyak orang, ternyata malah membawa bencana. Orang sakit juga bisa mendapat keberkahan karena dengan beristirahat, maka ia memiliki kesempatan untuk mengevaluasi dirinya, momen yang tai a peroleh lantaran kesibukan dirinya. Ini menunjukkan bahwa antara yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, sama-sama mendapat peluang mendapat keberkahan.

Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah. Demikian pula, orang yang tambah ilmu juga belum tentu mendapatkan berkah jika ilmu tersebut hanya menjadi kebanggaan diri, bukan untuk diajarkan kepada orang lain atau untuk menambah keimanan kepada Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuk yang ia raih, niscaya dia hanya menambah jauh jarak dari Allah

Jadi ilmu tambah bukan berarti semakin dekat dengan Allah. Ini adalah cerminan dari ilmu yang tidak berkah.

Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah,

Berkah itu maknanya kebahagiaan. Orang berbahagia itu sering diukur hanya dari ukuran fisiknya. Benarkah demikian? Dalam pandangan agama, tanda-tanda kebahagiaan tidak selalu yang tampak secara dhahir. Karena tampilan lahiriah sejumlah orang bisa saja seolah bahagia, tapi batin mereka menderita.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS: al-Rum 21)

Sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan istri-istri yang dapat menentramkan jiwa dan menciptakan kasih sayang antara keduanya. Kebahagian rumah tangga bukan terletak pada kecantikan istri atau kekayaan suami. Misalnya, apa iya kalau punya istri cantik terus berbahagia. Mungkin iya, tetapi mungkin saja tambah pusing. Belum tentu mendapat kebahagiaan. Betapa banyak pasangan cantik rupawan yang justru berakhir pada perceraian. Bahkan rata-rata penggugat dating dari perempuan. Ini bukti bahwa mereka tidak bahagia. Karena itu, hal yang bersifat dhahir menarik tidak menjamin rasa bahagia. Standar untuk menilai kebahagiaan keluarga tidak dilihat dari harta apa yang dimiliki, tetapi apakah suami istri tersebut memiliki akhlak yang baik. Jika mereka memiliki akhlak yang mulia, insyaallah mereka akan berbahagia.

Keberkahan bisa kita raih dengan senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wata’ala seraya terus menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, seperti syukur, qana’ah, gemar bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain.

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.



Oleh Ustadz H Syamsul Maarif, Pengurus LDNU


Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Kajian Islam, Syariah, PonPes Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Wednesday, January 31, 2018

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara menyempatkan halal bihalal kepada sesepuh IPNU Zainut Tauhid di kediamannya, Desa Potroyudan, Jepara, Senin (20/7). Zainut Tauhid adalah ketua Pimpinan Pusat IPNU era 80-an yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi IV bidang pertanian.




IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Dalam halal bihalal ini pengurus PC IPNU Jepara Miqdad Sya’roni mengungkapkan, pihaknya membutuhkan motivasi dari ketua PC IPNU Jepara era 70-an dan PP IPNU era 80-an ini. “Selain motivasi tentang keberlanjutan IPNU dan IPPNU di Jepara, kami juga meminta tips dan trik mendirikan PKPT pak,” kata mahasiswa UNISNU Jepara ini.

Zainut Tauhid mengatakan bahwa IPNU dan IPPNU Jepara harus senantiasa memberdayakan kader, terutama yang ada di bawah. Dalam pembinaan kader yang ada di lembaga pendidikan, IPNU Jepara bisa bekerja sama dengan LP. Ma’arif NU. “Karena mengingat periodisasi IPNU yang sangat pendek, jadi koordinasi terpenting untuk perawatan kader adalah dengan LP Ma’arif,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain kerja sama dengan LP Ma’arif, IPNU di perguruan tinggi juga harus didirikan. “Kita harus memberikan pemahaman kepada mahasiswa arti pelajar di IPNU itu seperti apa,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam mendirikan PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU, para pendiri tidak usah meminta izin kepada rektor atau dosen terkait. Karena PKPT organisasi eksternal. “Jadi kalu mau mendirikan, ya dirikan saja. PMII biar berada di posisinya, mereka kan sudah menyatakan independen to. Tunjukin saja kualitasmu maka kamu akan diminati,” lanjutnya.

“Orang kalau sudah nyaman di IPNU dan IPPNU itu dia tak kan pindah-pindah ke organisasi yang lain. Jadi kamu harus punya data mahasiswa yang masuk itu dari sekolah mana saja, dan apakah sekolah itu ada IPNU dan IPPNUnya atau tidak,” pungkasnya. (Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tuesday, January 30, 2018

Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain?

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah H Muhlisin Bisyri mengimbau Nahdliyin agar selalu meramaikan masjid dan sering menggelar berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Jangan sampai masjid sepi dari umat.




Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain? (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bangun Masjid Warga NU, Kok yang Menguasai Pihak Lain?

Hal itu ia tegaskan saat hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nahdlatul Ulama, di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Ahad (18/9).

"Masjid hari ini problemnya yang membikin orang NU, tapi kadang orang NU sendiri jadi pangling (lupa) dengan masjidnya. Sebab setelah masjid didirikan, kemudian diisi dan dikuasai orang lain yang beda paham. Ini sangat banyak," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang itu mencontohkan, di daerah Pucanggading Mranggen Demak, misalnya, terdapat kasus pihak notaris tidak bersedia menyerahkan sertifikat tanah masjid karena ada persoalan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Karena kalau diserahkan ke satu pihak, pihak lain tidak terima, ini jadi rebutan. Padahal yang jelas-jelas kerja keras membangun adalah warga Nahdliyin," tegasnya.

Maka, berhubung saat ini proses pembangunan masjid NU ini masih dalam awal pembangunan, maka seluruh pengurus NU beserta badan otonomnya, serta warga setempat, harus bahu-membahu gotong-royong agar niatan mendirikan tempat ibadah ini segera tuntas.

"Setelah jadi, saya harap nanti dirawat bersama-sama. Biasanya NU yang membangun, tapi yang menempati pihak lain. Ini tidak boleh terjadi, meskipun masjid NU dengan masjid lainnya tidak ada bedanya, sama-sama untuk ibadah," ungkapnya.

Muhlisin juga menegaskan, ke depan masjid ini harus benar-benar mensyiarkan ubudiyah nahdliyin. Tidak ada toleransi pada pihak lain yang akan masuk dan mendominasi tata cara beribadah dan lainnya.

"Shalat tarawih harus tetap 20 rakaat, harus ada tongkat untuk khotbah, adzan Jumat harus dua kali, ada doa qunut ketika jamaah salat Subuh. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar dan harga mati. Tidak ada kata toleransi," jelasnya.

Dalam acara peletakan batu pertama ini, juga dihadiri Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Saadah (Ida), dan Syuriyah PCNU Demak KH Ahmad Zaeni Mawardi yang juga Mustasyar NU Ranting Desa Kebonbatur.

Adapun masjid NU ini akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 410 meter persegi dari total lahan seluas 625 meter persegi. Selain didirikan masjid, di komplek ini juga akan dibangun secretariat kantor NU Ranting Kebonbatur beserta seluruh badan otonomnya. Juga akan didirikan poliklinik NU.

Letak kompleks ini cukup strategis, karena berada di perbatasan antara perkampungan dengan komplek Perumnas. Sehingga ke depan, komplek ini akan menjadi saksi proses akulturasi budaya antara warga setempat dengan warga pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang bermukim di sekitarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid dan gedung NU tersebut, Munaji Effendi menambahkan, estimasi anggaran pembangunan masjid dan gedung NU ini mencapai Rp 1.863.620.409. Saat ini dana yang terkumpul dari infaq masyarakat mencapai sekitar Rp 10 juta.

"Kebanyakan warga ada yang menyumbangkan material berupa pasir, batu-bata, besi, semen, batu, dan sebagainya. Jadi, pembangunan ini kita lakukan dengan gotong-royong," ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, pembangunannya akan selesai dalam waktu dua tahun terhitung mulai 2016. "Tapi kalau pendanaannya tersendat, ya tidak tahu selesainya kapan. Maka kami juga berharap pada para dermawan yang diberi rizki berlebih oleh Allah, untuk bisa andil dalam pembangunan masjid ini," tuturnya. (Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Taufikurrahman Saleh mengakhiri masa tugasnya di parlemen dengan manis. Mantan aktivis Ansor ini menerbitkan buku “Membangun Pendidikan Indonesia” yang berisi catatannya soal pendidikan Indonesia selama menjadi anggota DPR RI.

“Buku ini salah satu kenang-kenangan saya selama menjadi anggota DPR RI,” kata Taufikurrahman Saleh kepada wartawan dalam acara syukuran akhir masa jabatan di Jakarta, Rabu (29/09). Pada kesempatan tersebut, Taufik ditemani rekannya yang juga purna tugas dari DPR, Fuad Anwar.




Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pensiun dari DPR, Taufikurrahman Saleh Ingin Mengabdi pada NU

Taufik Sudah 10 tahun atau dua periode menjadi anggota DPR RI. Buku tersebut, katanya, merupakan salah satu bentuk pertanggung jabawan kepada rakyat. ”Sebagian pengalaman saya selama menjadi anggota DPR ada di buku ini,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, mantan Ketua Fraksi PKB ini akan tetap mengabdi kepada rakyat, meskipun telah berada di luar parlemen. ”Saya akan tetap berjuang mengawal kebijakan pemerintah dari luar DPR,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut, Taufik yang sejak lahir dibesar di kalangan nahdliyin, ingin mengabdikan diri kepada NU, organisasi yang membesarkan namanya. “Diminta atau tidak, saya akan mengabdi kepada NU. sebelum menjadi anggota DPR saya juga aktivis di organisasi ini,” kata putra Kiai Saleh ini.

Tidak lupa, Taufik mengucapkan banyak terima kasih kepada media massa yang selama ini telah banyak bekerjasama dengannya selama berada di Senayan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman wartawan. Selama ini, media massa selalu bekerjasama dengan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Fuad Anwar mengaku akan pindah kantor dari gedung DPR di Senayan ke gedung PBNU. Sebab, katanya, saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa NU.

“Mulai hari ini dan seterusnya, saya pindah kantor ke kramat 164 (Gedung PBNU). Kebetulan saya menjabat Ketua Umum Pagar Nusa. Jadi, kalau kemarin di DPR biasa silat lidah, nanti silat yang sebenarnya,” kata Fuad.

Senada dengan Taufik, Fuad juga mengucapkan terima kasih kepada media massa yang kerap bekerjasama dengannya selama menjadi anggota DPR. “Saya juga mohon maaf bila ada salah,” katanya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Thursday, January 25, 2018

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Jaringan GUSDURian Kabupaten Temanggung mengadakan aksi galang dana dalam rangka kepedulian terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara. Aksi galang dana dilaksanakan di sejumlah traffick light dan alun-alun Temanggung.

Selain GUSDURian, sejumlah komunitas lain juga bergabung seperti fans Tipe-X, Koforte, dan berbagai kelompok lainnya. "Ini untuk menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kita yang perlu kita tolong," kata Rudi Khoirudin, 27, salah seorang peserta aksi galang dana.




Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Rudi mengatakan, meskipun anak band itu terkenal dengan hal-hal negatif, tetapi kami mencoba menghilangkan kesan itu dengan kegiatan semacam ini.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain menggalang dana, aksi kepedulian juga dilakukan untuk mendapatkan bantuan logistik, berupa obat-obatan, makanan dan pakaian. Kelompok ini juga telah dua kali mengirimkan bantuan ke Banjarnegara yang disalurkan melalui Posko utama di PGRI Karang Kobar, Banjarnegara.

Koordinator aksi penggalangan dana, Andri Setyowati, mengatakan, penggalangan dana dilakukan dengan menggerakkan sejumlah elemen untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya dalam mengumpulkan semua bantuan yang bisa diakses dari masyarakat. Ia sendiri telah mengirimkan bantuan langsung ke Banjarnegara dalam tahap tanggap darurat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Yang sudah kita kirim pertama itu obat dan makanan. Itu yang paling dibutuhkan," terangnya.

Ia mengatakan setiap hari seluruh anggota yang tergabung dalam tim sosial ini bergerak di dalam kota Temanggung dan pada sore harinya hasil dari pencarian tersebut langsung dibelanjakan obat dan makanan sebelum dikirim langsung ke posko induk di Banjarnegara.

"Setiap hari kita mengirimkan bantuan, biasanya sore setelah semua terkumpul," lanjutnya.

Mohammad Abidien, 40, salah seorang relawan penggalangan dana mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan bantuannya cukup tinggi. Hal ini mempermudah kinerja relawan untuk mendapatkan dana yang cukup besar.

"Terutama di jalan-jalan, mereka solidaritasnya tinggi. Paling banyak malah yang naik motor, kalau yang bawa mobil itu jarang ngasih," tandas pria pengusaha Bakso Wakikuk ini.

Selain Jaringan GUSDURian, sejumlah elemen yang juga akan mengirimkan bantuan ke Banjarnegara adalah Ehipassiko Kabupaten Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung serta sejumlah elemen lainnya.

"Kita mengumpulkan dana dari relawan yang kemudian kita salurkan ke Banjarnegara," tandas Sofyan Hanjaya, pengurus Ehipassiko.? (Abaz Zahrotien/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Tegal, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 22, 2018

Perihal Penyebutan Nama Allah

Oleh Rusdi Mathari*

Di sebuah grup WhatsApp, seorang kawan telah menegur kawan lainnya karena menulis “4JJI” untuk menyebut “Allah.” Alasan yang menegur, “4JJI” berbeda artinya dengan “Allah.” Dia meminta yang bertanya perbedaannya, agar bertanya pada kawan yang lain lagi yang dianggapnya lebih mengerti dan berkompeten untuk urusan semacam itu.

Diskusi agak memanas, dan saya lalu teringat pertanyaan istri saya untuk perkara yang sama.




Perihal Penyebutan Nama Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Penyebutan Nama Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Penyebutan Nama Allah

Apa yang disebut sebagai “Allah” oleh terutama orang-orang Islam, sebetulnya hanya istilah yang dibuat untuk menyebut sesuatu yang luar biasa (maha) di luar dirinya. Tapi karena berbagai alasan, banyak orang kemudian percaya bahwa orang-orang Islam menyembah Allah yang berbeda dari Allah orang-orang Kristen dan Yahudi.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sebuah anggapan yang sebetulnya sama sekali keliru, karena sesungguhnya tidak ada keraguan seorang Muslim adalah menyembah Allah yang juga disembah oleh Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Yesus, dan Muhammad (shalawat dan salam untuk mereka semua).Bahwa orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam kemudian memiliki konsep yang berbeda tentang Allah, tentu benar adanya.

Orang Islam, seperti halnya orang Yahudi misalnya, menolak kepercayaan Trinitas dan Inkarnasi Ilahi dari ajaran Kristen. Akan tetapi penolakan itu tak lalu, masing-masing penganut dari tiga agama menyembah Tuhan yang berbeda karena Allah hanya satu. Yahudi, Kristen dan Islam adalah kepercayaan yang mendaku sebagai “Agama Ibarahim” (Abrahamic Faith), dan ketiganya diklasifikasikan sebagai “monoteistik.”

Persatuan Habib Jawa Timur

Realitasnya, ada sebagian penganut Yahudi dan Nasrani yang kemudian selalu ingin membuat orang percaya, bahwa “Allah” adalah sebutan untuk para “dewa” orang Arab (silakan baca: The Moon-god Allah in the Archeology of the Middle East), dan Islam adalah benar-benar sesuatu yang “lain,” yang berbeda, dan tidak memiliki akar yang sama dengan Yahudi dan Kristen.

Tentu argumen semacam itu menggelikan, sebab dengan menganggap umat Islam menyembah “Allah” yang berbeda (karena mereka mengatakan “Allah”) adalah sama tidak logisnya dengan pendapat yang mengatakan, orang-orang Prancis menyembah Allah yang lain karena mereka menyebut “Dieu.” Orang-orang berbahasa Spanyol juga menyembah Allah yang berbeda karena berseru “Dios.” Atau mereka yang berbahasa Ibrani menyembah Allah yang tidak sama, karena mereka kadang-kadang memanggil Allah dengan sebutan “Yahweh.”

Sebagian yang lain lalu mengatakan, tentang “Allah” adalah bukan sekadar soal logika, dan itu problemnya. Sebab mereka yang mendaku setiap satu bahasa hanya menggunakan kata yang benar untuk menyebut Allah, sama artinya dengan menyangkal universalitas pesan Tuhan kepada umat manusia, untuk segala suku dan bangsa melalui para nabi yang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Dan hanya sedikit orang yang paham, tentang Allah sesungguhnya adalah kata yang sama dalam bahasa Arab yang digunakan orang-orang Kristen dan Yahudi untuk menyebut Allah.

Tengoklah Alkitab (Injil) berbahasa Arab, maka di sana akan tertera kata “Allah” digunakan seperti halnya “Allah” digunakan dalam bahasa Inggris: “Allah” adalah kata dalam bahasa Arab dan sama dengan kata dalam bahasa Inggris “God” dengan huruf “G.” Kata “Allah” itu pun bahkan tidak dapat dibuat jamak.

Lihatlah kata “El” dalam bahasa Aram yang adalah kata untuk Tuhan ketika Yesus berbicara, niscaya lebih mirip pengucapannya dengan kata “Allah” dibandingkan dari kata “God” dalam bahasa Inggris. Itu pula berlaku untuk berbagai macam kata untuk menyebut Tuhan dalam bahasa Ibrani: “El” dan “Elah,” atau “Elohim” (dimuliakan) itu.

Alasan kesamaan itu, karena baik bahasa Aram, Ibrani dan Arab adalah bahasa yang berasal-usul sama yaitu bahasa Semit.

Dalam bahasa Arab, kata “Allah” pada dasarnya sama dengan kata “Ilah” yang artinya Tuhan, dan karena itu makna dari kata “Allah” adalah juga sama dengan makna dari kata “Ilah.”

Perbedaan mutlak kedua kata tersebut terletak pada penggunaannya.Dalam bahasa Arab, kata “Ilah” dikenal sebagai bentuk mufrad (umum) dan bersifat jamak dengan kata aalihat, sementara kata “Allah” adalah nama khusus dan tidak mempunyai bentuk jamak.

Ucapan seperti “Ya Ilahi” atau “Ya Allah” menunjukkan, tidak ada perbedaan antara kata “Allah” dan “Ilah” kecuali yang satu (“Allah”) digunakan hanya untuk makna khusus, dan yang lain (“Ilah”) lebih digunakan untuk yang bersifat umum. Dalam buku “Tauhid dan Syirik,” Syrekh Ja’far Subhani bahkan menyebut kedua kata itu memiliki persamaan yang lebih dekat, sebab berasal dari satu akar kata yang sama.

Kalau kemudian ada kekhususan makna dari kata “Allah” seperti yang sejauh ini disebut oleh kaum Muslim, hal itu tak lain karena kebiasaan orang-orang Arab yang selalu menggunakan lafal “Al Ilah.” Penambahan kata “al” pada “Ilah” dimaksudkan untuk menunjuk sesuatu yang telah dikenal dalam pikiran (isyarah dzihniyah). Dalam kitab “Majma’ul Bayan Jilid 9,” Al Thabarsi menerangkan, huruf “i” pada “Al Ilah” kemudian menjadi hilang dalam percakapan sehari-hari, sehingga “Al ilah” diucapkan sebagai “Allah.”

Penjelasan yang kurang lebih sama tentang asal usul penyebutan nama “Allah” juga diungkapkan Thabarsi dalam “Majma’ul Bayan Jilid 1”. Mengutip pendapat Imam Sibawaih (pakar gramatikal tentang asal-usul lafal “Allah”) Thabarsi menjelaskan, perubahan dari “Ilah” menjadi “Allah” disebabkan penisbian atau peluluhan huruf “hamzah” di atas huruf “i” (alif), sehingga menjadi al ma’rifah, yang tak bisa dipisahkan.

Maka ketika menyebut “Ya Allah,” pengucapannya bukan “Yallah” melainkan “Ya Allah.” Seandainya tidak ada huruf “hamzah” dalam kata aslinya, menurut Thabarsi, niscaya pengucapan “hamzah” tidak dibenarkan sebagaimana dalam kata-kata lainnya.

Tentang “Allah” yang berasal dari kata “Ilah” dengan menghilangkan huruf “hamzah” dan menggantinya dengan kata “al” juga dijelaskan oleh Ar Raghib di buku “Al Mufradat.” Dalam pandangan Ar Raghib, sebutan “Allah” dikhususkan bagi nama Allah sebagai wajibul wujud, atau zat mutlak yang wajib ada.

Bisa dimengerti karena itu, para ahli tauhid memaknai “Allah” dan “Ilah” sebagai makna yang satu, yaitu Tuhan. Namun menurut sebagian ahli tafsir, dalam kalimat tauhid “laa ilaha illallah” kata “Ilah” mempunyai makna ma’bud (yang disembah) dan karena itu penggunaan maknanya harus disertai penjelasan bihaqqin (secara benar).

Maka kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah” maknanya adalah “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah secara hak kecuali Allah.”

Problemnya: banyak penganut agama Samawi, belum mengerti tentang asal-asal istilah dan sebutan “Allah,” sehingga banyak di antara mereka lalu saling mendaku soal Allah. Orang-orang Islam di sini, bahkan menuliskan “Allah” dengan “Alloh.” Alasannya bermacam-macam.

Sebagian menganggap, pengucapan “Allah” dengan “lah” tebal menyulitkan banyak orang mengucapkannya, dan untuk mempermudah dan agar mendekati pengucapan yang seharusnya, maka digantilah tulisan “Allah” dengan “Alloh.” Dan itulah rancunya, karena bahasa Arab, tidak mengenal vokal e dan o, kecuali hanya tiga vokal: fathah (a), kasrah (i) dan dammah (u).

Aneh rasanya, “Allah” kemudian ditulis “Alloh” apalagi diucapkan menjadi “Al-loh,” atau “rahman” ditulis “rohman” dan diucapkan “roh-man,” dan sebagainya, sebab tidak ada dasar bahasanya kecuali hanya dicari-cari. Itu sama dengan menuliskan “Jos” untuk pengganti “George,” atau “Nyu Yok” untuk “New York.” Dampaknya, kemudian berkembang juga penulisan “Awloh,” “Awoh,” dan sebagainya, yang jauh lebih ngawur dan berkesan olok-olok.

Muncul kemudian penulisan “4JJI” yang dipersoalkan dalam satu grup di WhatsApp itu. Mungkin maksudnya untuk memudahkan dan tidak terjebak dengan penulisan “Alloh,” tapi tulisan itu, hanya mendekat-dekatkan atau memirip-miripkan dengan tulisan “Allah” dalam bahasa Arab yang terdiri dari huruf alif, lam, lam dan ha. Dan karena disusun dengan huruf Latin, tulisan “4JJI” semestinya dibaca “empat-je-je-i” bukan “Al-lah.”

Alasan dari sebagian yang lain malah lebih ekstrem. Sengaja “Allah” dituliskan “Alloh”, karena alasan untuk membedakan “Allah” dalam Islam dan “Allah” yang disebut oleh kaum Nasrani. Allah lalu diklaim hanya milik agama tertentu, dan agama lain tak boleh memilikinya.

Itu misalnya pernah terjadi di Malaysia, ketika pemerintah dan ulama di sana melarang penggunaan “Allah” oleh orang Nasrani. Mereka menganggap tak satu manusia pun yang tidak memiliki pandangan keimanan yang sama dengan mereka, layak dan pantas menyebut “Allah.” “Allah” adalah milik mereka, kendati mereka juga tidak paham, siapa Allah dan mengapa harus disebut “Allah.”

Sungguh dengan semua nama dan sebutan “Allah,” manusia sesungguhnya tak bisa mengetahui hakikat Allah, kecuali hanya sedikit orang. Nama-nama, istilah atau apa pun sebutan yang ditujukan untuk menyebut Allah, hanyalah salah satu cara manusia untuk mengenal Allah. Dan di balik semua nama dan istilah itu, Allah adalah Allah, dan hanya Allah yang tahu akan Allah. Bukan manusia.

* Jurnalis. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tinggal di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Persatuan Habib Jawa Timur

Pilkada DKI, Yenny Wahid: Yang Kalah Harus Membantu yang Menang

Jakarta, Persatuan Habib Jawa Timur. Polemik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang selama ini menarik berbagai pihak memasuki masa pencoblosan putaran kedua hari ini, Rabu (19/4). Sejumlah pihak sepakat, Pilkada DKI yang menjadi barometer politik nasional harus berjalan damai tanpa intimidasi.




Pilkada DKI, Yenny Wahid: Yang Kalah Harus Membantu yang Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada DKI, Yenny Wahid: Yang Kalah Harus Membantu yang Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada DKI, Yenny Wahid: Yang Kalah Harus Membantu yang Menang

Terkait hal itu, Direktur The Wahid Foundation Yenny Wahid menyoroti dua pasangan calon (Paslon), Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang menurutnya mempunyai peran penting dalam menciptakan kondusifitas pasca pencoblosan.

“Kita lihat ketika debat putaran kedua. Usai debat mereka saling berangkulan. Ini simbol bahwa setelah Pilkada selesai, kita bisa berteman kembali dan membangun Jakarta bersama agar lebih baik,” ujar Yenny Wahid saat mengisi diskusi, Rabu (19/4) pagi terkait Pilkada DKI putaran kedua di salah satu televisi nasional.

Putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid ini menerangkan, dalam berbagai kesempatan kedua pasangan calon berkomitmen untuk membangun Jakarta agar lebih maju dan lebih baik.?

Persatuan Habib Jawa Timur

“Jika keinginannya demikian, maka siapa pun yang kalah harus membantu yang menang,” jelasnya.

Jika Anies-Sandi yang menang, kata dia, harus bisa melanjutkan program yang sebelumnya telah berjalan dengan baik, seperti KJP dijalankan, anak-anak yang miskin diberikan beasiswa, marbot masjid diumrohkan, kesejahteraan pasukan warna-warni juga dilanjutkan, dan lain sebagainya.

“Begitu juga jika Ahok-Djarot yang menang, maka Pak Ahok juga bisa mengadopsi programnya Pak Anies, misalnya membangun dialog yang lebih baik ketika melakukan relokasi, dan lain sebagainya,” papar Yenny.

Menurut data KPU Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 7.218.254 warga Ibu Kota ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diperkenankan ikut mencoblos di putaran kedua dengan penambahan jumlah TPS juga sebanyak 13.034.

Adapun DPT Pilkada putaran pertama tercatat sebanyak 7.108.589 dengan jumlah TPS yang tersebar 13.023.Jadi, ada penambahan jumlah pemilih sebanyak 109.668 orang dan jumlah TPS bertambah di 11 lokasi. (Fathoni)

Persatuan Habib Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Bahtsul Masail, Kajian Islam, Ubudiyah Persatuan Habib Jawa Timur

Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad

Jepara, Persatuan Habib Jawa Timur. Sayyid Muhammad bin Farid bin Idrus al Muthohhar saat diminta Habib Syech Solo untuk menyampaikan mauidloh mengutarakan bahwa hewan ketika dirundung masalah kemudian melakukan curhat langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu dikemukakannya dalam Jepara Bershalawat yang dilaksanakan di Pendopo Jepara, Jumat (2/9). Selain syekher mania yang hadir, kegiatan juga diikuti habaib dan Forkompinda. ?




Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad

Salah satunya adalah yang diceritakan Umi Salamah. Saat itu kanjeng Nabi kata Habib yang kerap disapa Habib Farid berjalan dengan seorang sahabat. Tiba-tiba mendengar ada seekor rusa memanggil.?

Singkat cerita sebelum ia (rusa, red) diburu oleh seorang a’rabi belum sempat menyusui anaknya. Rusa itu lanjut Habib meminta agar Nabi berkenana melepaskan ikatannya. Setelah menyusui anaknya ia berjanji langsung kembali dan siap diikat lagi.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Mendengar janji tersebut kemudian rusa dilepaskan. Tak lama kemudian si rusa datang dan kembali diikat. Ketika si pemburu datang dan bertemu dengan Nabi, si A’rabi diminta untuk melepaskan rusa hasil buruannya itu.?

“Selain curhat “rusa” ada juga cerita “curhat” seekor unta,” lanjut habib keponakan Habib Syech ini menceritakan.?

Diceritakan Habib asal Semarang itu, unta yang ditemui Nabi di jalan sedang merengek dan menangis. Ceritanya, si unta sering diperintah oleh majikan tetapi jarang dikasih makan.?

Ketika si pemilik unta datang, Nabi pun menegur kepada si fulan. Periharaan yang diberikan Allah merupakan amanat. Waktu itu, Nabi meminta agar pemilik unta menjaga amanat itu baik-baik.?

Persatuan Habib Jawa Timur

“Bertakwalah kepada Allah di manapun berada. Hewan yang kamu pelihara adalah amanat. Kamu banyak menyuruh dia bekerja tapi kenapa sedikit berbuat baik kepadanya,” begitu teguran Nabi sebagaimana diceritakan Habib Farid. ?

Berkenaan dengan cerita itu, Habib Farid meminta kepada syekher mania jika hewan saja mau curhat, kita juga wajib curhat kepada Nabi. Momen Jepara bershalawat salah satu faidahnya merupakan sarana meminta dan mengatasi masalah lewat nabi Muhammad.?

Kenapa harus kepada Nabi Muhammad? Ditegaskannya Nabi Muhammad ialah nabi paling mulia yang mampu mengenal satu persatu umatnya dari zaman nabi adam hingga hari kiamat. Disamping itu, nabi juga tahu amal baik dan buruknya.?

Habib Farid juga menegaskan apa yang dikatakan Umar, bahwa doa tidak bakal diterima Allah jika tidak dibarengi dengan shalawat. “Dengan shalawat urip nikmat. Dengan shalawat bakal dapat syafaat,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Kajian Islam, RMI NU, Pertandingan Persatuan Habib Jawa Timur