Showing posts with label Halaqoh. Show all posts
Showing posts with label Halaqoh. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.




Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Sholawat, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, February 23, 2018

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Untuk mengembangkan potensi ekonomi Warga NU di Kabupaten Pringsewu, PCNU Pringsewu resmi melakukan kerjasama Pendirian BMT NU. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan secara resmi Nota Kesepakatan Kerjasama antara PCNU Pringsewu dengan KSPPS BMT NU yang berpusat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).




PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Resmi Dirikan BMT NU

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrohim, MPd bersama segenap Pengurus PCNU Pringsewu dan 2 orang perwakilan dari BMT NU Semarang. 

Setelah menandatangani Nota Kesepakatan yang dilakukan di Kantor PCNU Pringsewu tersebut, Taufiq berharap bahwa langkah maju yang telah dilakukan PCNU Kabupaten Pringsewu tersebut dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang berlandaskan ajaran Islam, mempraktikkan sistem syariah dan menghargai kultur NU yang berlaku, kita akan terus lakukan langkah-langkah pengembangan BMT NU di Kabupaten Pringsewu," Jelasnya optimis.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan uji kompetensi bagi calon karyawan dan karyawati yang akan bekerja di BMT NU Pringsewu. Para Calon Karyawan tersebut diberikan tes tertulis dan wawancara oleh Pengurus BMT NU Pusat. 

Menurut salah seorang Pengurus Lembaga Perekonomian NU ( LPNU ) yang secara teknis menangani program ini, Mustanir, peserta akan disaring dengan ketat sehingga kualitas SDM yang akan menangani BMT tersebut benar-benar mumpuni.

Disamping seleksi SDM, Tim Survei dari kantor pusat bersama PCNU Pringsewu juga sudah menentukan lokasi yang akan menjadi Kantor BMT NU di Kabupaten Pringsewu. Lokasi tersebut berada di Kawasan Pasar Sarinongko Pringsewu tepatnya di ruko milik KH Mahfudz Ali, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu periode 2009-2014. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Sejarah, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, February 13, 2018

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Medan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Drs H Fuad Anwar menegaskan, Pagar Nusa merupakan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan pengurus sehingga organisasi pencak silat ini merupakan bagian terpenting dalam setiap gerak dan langkah NU.

“Sejak ditetapkan sebagai badan otonom (banom) lewat Muktamar NU di Solo 2004 lalu, Pagar Nusa sudah sejajar dengan Banom NU lainnya yang sudah ada seperti GP Ansor, Muslimat NU, dan lainnya,” tegas Fuad usai melantik Pengurus IPSNU Pagar Nusa Sumut dan Kota Medan di Sumatera Village Medan, Ahad (20/1), seperti dilaporkan kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Muhammad Safii Sitorus dari Medan.




Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Pada kesempatan itu Fuad berharap, Pagar Nusa secepatnya untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang bagi pengurus yang baru dilantik di tingkat Sumut, dan membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan bagi pengurus Pagar Nusa Kota Medan yang baru dibentuk.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

“Kami meberikan waktu dua tahun kepada pengurus yang baru dilantik untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi guna menghasilkan kepengurusan yang defentif lima tahun yang akan datang,” ujar Fuad.

Dikatakannya, Pagar Nusa harus mengamankan setiap agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus NU dimanapun berada baik diminta atau tidak, dan harus datang dalam setiap rapat pleno lengkap NU diundang atau tidak.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU DR H Andi Djamaro Dulung yang menyatakan bahwa Pagar Nusa merupakan asset NU yang bertugas menjaga keutuhan NU dari pihak luar khususnya menjaga keutuhan faham-faham NU dari pihak luar .

“Kalau ada rongrongan datang dari pihak luar terhadap NU maka Pagar Nusa berada di garis terdepan menjaga keutuhan NU,” tegas Andi Jamaro. Andi Jamaro juga mengatakan agar PWNU Sumut dan PCNU Medan bisa bersinergi terhadap kepengurusan Pagar Nusa yang baru dibentuk.

Sementara itu Ketua Tanfdiziyah NU Sumut H Ashari Tambunan mengatakan Pagarnusa memiliki potensi besar berkemban di Sumut sebab Pagarnusa merupakan satu-satunya wadah warga Nahdliyin untuk mendidik seni belada diri.

”Warga Nahdliyin cukup besar di Sumut apalagi banyak sekolah-sekolah NU di Sumut yang bisa menjadi peluang bagi Pagarnusa untuk mengembangkan jaringan dan mengembangkan organisasi,” ujar Ashari.

Asahri juga meminta agar Pagarnusa Sumut dan Kota Medan bersama-sama mensukseskan acara Bulan Harlah Ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januri 2008 dan akan berakhir pada 3 Februari 2008 dengan acara puncak pelaksanaan Istigosah di halaman Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso .

Ketua Pagar Nusa Sumut Ahcmad Firdausi Hutasuhut dalam sambuatannya siap mengemban amanah organisasi khususnya dalam menjaga kutuhan NU di Sumut.

”Kami bersama dengan anggota siap berada di garda terdepan mengamankan dan menjaga NU dari gangguan pihak luar," ujar Firdaus.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu diwakili Wakil Bendahara Agung, Ketua Tanfdziyah NU Medan Ir H Wahid ,MSi,Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Medan H Amin Daulay, serta sejumlah pengurus olahraga pencak silat lainnya di Sumut dan Kota Medan.

Adapun pengurus IPSNU Pagarnusa Sumut yang dilantik adalah Ketua Achmad Firdausi Hutasuhut,SH,MSi, Sekretaris Achyar Daulay,SE Pengurus Pagarnusa Kota Medan yang dilantik Ketua Drs Iksan Syahria Lubis,Sekretaris Muhammad Safii Sitorus dilengkapi dengan wakil ketua sekretaris dan biro-biro. (msy)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Ahlussunnah, Khutbah, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Sunday, February 11, 2018

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat menegaskan bahwa pihak kerajaan menolak semua tuduhan adanya politisasi dan internasionalisasi haji. Menurutnya, haji adalah ibadah dan perilaku yang beradab.

Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berita yang beredar bahwa Arab Saudi melarang jemaah haji dari Qatar, negara yang putus diplomasi dengan Arab Saudi Juni lalu.




Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Khalid Al-Faisal, seperti dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, Senin, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah untuk melakukan melakukan ritual mereka dengan mudah. Pihaknya meminta para jemaah untuk menjadi teladan Muslim yang beretika dan beradab.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Jenderal Cabang Kemeterian Urusan, Panggilan, dan Bimbingan Islam di wilayah Makkah, Ali bin Salem Al-Abdali, Selasa, juga mengutuk tudingan politisasi atau internasionalisas haji. Dia menegaskan bahwa ritual haji hanya untuk Allah SWT, jauh dari segala nafsu, partai, dan afiliasi politik.

Sebelumnya, mengutip surat kabar Al Sharq yang berpusat di Doha, Aljazeera pada 11 Juni lalu melaporkan, Pemerintah Saudi mencegah warga Qatar memasuki Masjidil Haram di Mekah. Peristiwa ini lantas berlanjut dengan protes keras Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kementerian Wakaf Agama Suriah, Selasa (1/7), sebagaimana dilansir AP, melancarkan protes ke Arab Saudi lantaran warga negaranya dilarang ke Tanah Suci. Ia mengkritik dan menyebut kebijakan ini sebagai "eksploitasi politik dan finansial" Riyadh atas ritual ziarah tahunan itu. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Pesantren, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, February 3, 2018

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Way Kanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebanyak 36 area pohon seluas 36 lapangan sepak bola rusak setiap menitnya di seluruh hutan di dunia. Lalu apa yang harus dilakukan manusia terhadap pohon-pohon yang memberi udara untuk dihirup? Haruskah manusia diam pada deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi suatu ancaman bagi kualitas udara dan berkontribusi hingga 15 persen dari emisi gas rumah kaca global?




Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Riky Ryan Saputra selaku koordinator gerakan, di Blambangan Umpu, Ahad (26/6), menerangkan, "Sedekah Oksigen" merupakan gerakan menanam pohon 50 buah di setiap pesantren, targetnya 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

"Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Contoh peristiwa cuaca ekstrem telah memakan ribuan nyawa, dari gelombang panas yang mematikan di India dan Pakistan hingga banjir parah di Malawi, Mozambik, dan Madagaskar. Melindungi hutan dari deforestasi dapat membantu membatasi dampak dan tingkat keparahan bencana alam. Menyelematkan pohon berarti menyelamatkan nyawa," kata Riky.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan, pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Hutan tropis adalah penyerap karbon terbesar di bumi. Setiap tahunnya, hutan tropis menyimpan sekitar 2.8 miliar ton karbon—setara dengan dua kali emisi CO2 dari Amerika Serikat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ketika pohon habis, tidak hanya CO2 yang terlepas ke atmosfer, namun hanya ada sedikit pohon yang menyerap gas rumah kaca," ujar dia lagi.

Selain bertujuan untuk mendorong kemandirian pesantren, penanaman pohon melalui gerakan "Sedekah Oksigen" juga diperlukan. Manusia membutuhkan pohon untuk bernafas.

"Pohon juga merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. 75 persen air dunia berasal dari hutan, yang melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi," paparnya.

Dengan demikian, imbuhnya, manusia dan hewan memiliki ketergantungan pada hutan, pada pohon, kehidupan sehari-hari mahkluk hidup harus ditopang dengan keberadaan pohon.

"Untuk menyatakan perlawanan terhadap perubahan iklim, kita harus menjaga hutan, menjaga keberadaan pohon guna memastikan kemungkinan masa depan yang cerah, manusia dan seluruh organisasi harus bersama-sama mengambil tindakan melawan perubahan iklim," paparnya.

"Sedekah Oksigen" diinisiasi Gusdurian Lampung, didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Sedekah Oksigen" berupa satu pohon buah seperti alpukat mentega, mangga Thailand, nangka dak (persilangan nangka dan cempedak), dan kelengkeng aroma durian senilai Rp50 ribu. Diambil dari pembudidaya teruji di Pekalongan, Kota Metro. Bagi yang berminat "Sedekah Oksigen" bisa menghubungi nomor 081540890056, 085367282712, atau 082279005826. Sedekah bisa disalurkan ke rekening BRI: 035701112732504 a.n Disisi Saidi Fatah. (Anisa Yuliani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Halaqoh, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saturday, January 27, 2018

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Pangandaran, Persatuan Habib Jawa Timur. Tak kurang dari 10 ribu warga Pangandaran, Jawa Barat menghadiri Taushiyah Kebangsaan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ujung tol pantai Pangandaran Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Rabu (22/3/2017). Mereka menyemut di lapangan sisi pantai, meski ketika mendengar taushiyah harus menutupi kepala dengan koran atau sorban karena teriknya panas matahari.




Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bawah Terik Matahari, Nahdliyin Pangandaran Ikuti Pidato Kiai Said

Kiai Said pun sesekali mengusap muka karena derasnya keringat. Namun tetap bersemangat, apalagi syiar Islam Aswaja ke Pangandaran sudah beberapa kali dilakukan, salah satunya atas undangan Menteri Perikanan asal daerah tersebut, Susi Pudji Astuti.

Bupati Pangandaran Jeje Wiriadinata, Wakil Bupati Adang Hadari dan jajaran pengurus Parpol serta pengurus PCNU Kabupaten Pangandaran, duduk mendampingi Kiai Said. Mereka turut panas-panasan sambil menikmati Salawatan Habib Umar Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Kiai Said kembali menegaskan bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan. Agama dan nasionalisme dua faktor kunci yang menjaga eksistensi sekaligus memelihara kesinambungan peradaban bangsa.

"Apabila pemahaman agama dan nasionalisme sudah mengakar dalam suatu bangsa, maka tidak akan ada perang maupun kekerasan atas nama apa pun," kata Kiai Said.

Persatuan Habib Jawa Timur

Seperti taushiyah sebelumnya, Kiai Said mencontohkan kondisi di Timur Tengah yang tidak memiliki konsep titik temu antara agama dan negara, antara Islam dan prinsip kebangsaan. Namun di Indonesia karena kiai-kiai pesantren berhasil membangun jembatan antara prinsip agama dan negara maka Indonesia aman.

Taushiyah Kiai Said dalam rangka Harlah PDI Perjuangan ke-44 ini diapresiasi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran yang juga Bupati Pangandaran, Jeje Wiriadinata.?

Persatuan Habib Jawa Timur

Jeje menyebutkan, kenapa mengundang Kiai Said, karena NU dan PDI Perjuangan memiliki perjuangan sama dalam membangun NKRI dengan spirit nasionalisme.

"Kita masih ingat kaum penjajah melakukan berbagai upaya untuk memisahkan antara Islam dan nasionalisme. Dan hal ini ingin dilakukan lagi oleh pihak-pihak yang tidak mau melihat bangsa kita kuat dan maju. Maka dengan NU, nasionalsme dan agama terwujud termasuk di bumi Pangandaran ini," ujar Jeje.

Kiai Said sendiri masih di Pangandaran dan akan bertolak ke Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah esok hari, Kamis (23/3). (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pertandingan, Halaqoh, Sholawat Persatuan Habib Jawa Timur

Thursday, January 25, 2018

Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren

Bantul, Persatuan Habib Jawa Timur. Ratusan santri dari 15 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bantul tampak antusias mengikuti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) antar santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Bantul 2012 di PP Al-Imdad Pandak Bantul. 

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kab. Bantul ini dibuka oleh Drs. Sudaryanto dari Dinsos Pemda Bantul, atas nama Bupati Kabupaten Bantul. 




Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Qiraatil Kutub Pondok Pesantren

Dalam sambutannya, Sudaryanto menyampaikan rasa terima kasih atas upaya FKPP dalam membangun silaturahim yang baik antar pesantren-pesantren di Bantul. 

Persatuan Habib Jawa Timur

Sudaryanto juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dalam mendukung kegiatan-kegiatan berbasis pesantren di wilayah Kabupaten Bantul. 

Sebelumnya, KH Drs. Habib A. Syakur dalam sambutannya selaku Ketua FKPP Bantul merangkap tuan rumah menegaskan pentingnya ajang MQK sebagai arena unjuk kemampuan membaca kitab kuning di kalangan santri-santri. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa kemampuan qira`atul kutub ini adalah salah nilai inti dari pesantren. 

Persatuan Habib Jawa Timur

“Kayaknya kok kurang pantes kalau ada lulusan pesantren yang tidak bisa baca kitab gundul. Itulah sebabnya, kami sangat bersyukur acara ini bisa terselenggara setelah digagas cukup lama, tepatnya sejak September 2011 lalu,” demikian ujar Habib.  

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Muhammad Yusuf Anas

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur IMNU, Bahtsul Masail, Halaqoh Persatuan Habib Jawa Timur

Wafatnya Ulama: Sebuah Peristiwa Besar dalam NU

Senin, 3 Meret 2014 kemarin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan tahlilan 40 hari KH Sahal Mahfudh di Masjid An-Nahdlah, lantai dasar kantor PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Selain Kiai Sahal, tahlilan juga dimaksudkan untuk mendoakan beberapa kiai dan pengurus NU yang tidak lama berselang telah meninggal dunia, antara lain KH Masduki Mahfudz (Rais Syuriyah PBNU dari Malang), KH Zainal Arifin Munawwir dan KH Warson Munawwir (Pesantren Krapyak Yogyakarta), KH Waris Ilyas (Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep), KH Endin Fachruddin Masturo (Mustasyar PBNU, Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi), H Fajrul Falakh (mantan Ketua PBNU, Jakarta) dan H Abdullah Machrus (mantan Bendahara PBNU, Pekalongan).

Memang beberapa bulan terakhir beberapa kiai dan pengurus NU meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan. KH Warsun Munawwir meninggal pada Kamis 18 April 2013. Belum genap satu tahun, awal tahun 2014 warga Nahdliyin dikejutkan dengan meninggalnya pucuk pimpinan NU KH Sahal Mahfudh pada 24 Januari.  Tidak lama berselang, H Abdullah Machrus meninggal pada Jum’at 7 Februari, beberapa hari kemudian H Fajrul Falaakh meninggal pada Rabu 14 Februari, KH Zainal Munawwir meninggal pada Sabtu 15 Februari, KH A Warits Ilyas pada 22 Februari, dan KH Masduki Mahfudz meninggal pada 1 Maret.

Dalam kultur masyarakat NU, wafatnya kiai dan para sesepuh mempunyai daya magnet yang sangat kuat untuk mengumpulkan warga yang tercerai-berai di berbagai tempat. Warga berkumpul dalam momen takziyah, shalat jenazah, hingga acara tahlilan 7 hari, 40 hari, setahun (haul), dan 1000 hari. Warga tak mesti berkumpul di rumah duka, tetapi juga di tempat yang jauh untuk menggelar shalat ghaib dan doa bersama atau tahlilan.

Ketika seorang kiai pesantren meninggal dunia, spontan para alumni pondok pesantren yang tersebar di banyak tempat akan terhubung melalui berbagai saluran komunikasi. Beberapa alumni pesantren langsung meluncur ke pesantrennya dan bertemu dengan teman-temannya sesama santri yang telah terpisah beberapa tahun lamanya. Acara haul atau peringatan tahunan meninggalnya kiai juga menjadi alasan para santri untuk berkumpul. Lalu, biasanya banyak program dan agenda tersusun dari pertemuan itu.




Wafatnya Ulama: Sebuah Peristiwa Besar dalam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wafatnya Ulama: Sebuah Peristiwa Besar dalam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wafatnya Ulama: Sebuah Peristiwa Besar dalam NU

Kabar meninggalnya kiai juga cepat sekali tersebar. Sekarang semua orang sudah memegang telepon genggam, sehingga di tengah malam pun tak ada alasan untuk tidak menyebarkan berita duka kepada banyak orang. Di PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, meninggalnya kiai atau pengurus NU termasuk salah satu di antara berita yang paling populer, lebih banyak dibaca dari berita-berita yang bersifat formal organisasi yang bersifat instruksional. Pasti ada alasan untuk itu.

Lebih dari itu, wafatnya kiai dan para sesepuh merupakan peristiwa besar, entah di NU atau pesantren sebagai pembentuk karakter utamanya. Ini terkait dengan proses perpindahan kepemimpinan. Di NU atau di pesantren, pemimpin utama bukan sekedar orang yang paling alim, tetapi juga yang paling sepuh. Barangkali ini tercermin dari prosesi shalat berjamaah. Bahwa yang menjadi imam utama dalam shalat berjamaah lima waktu di pesantren bukan yang paling fasih atau paling bagus bacaan Al-Qur’annya, tetapi yang paling tua usianya. Proses pergantian pemimpin berlangsung secara teratur dan alamiah. Secara umum, jika masih ada yang tua, yang muda tidak akan berani menjadi imam shalat. Dan seperti shalat, memimpin NU tidak semata pemimpin organisasi, tetapi juga memimpin untuk menjalankan ajaran agama. (A. Khoirul Anam)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wednesday, January 24, 2018

Tamparan Petani Desa untuk Pejuang Formalisasi Syariat

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun



Foto yang ditampilkan di halaman ini adalah hasil jepretan Muhammad Fatichin di pesawahan Desa Kalipucung Timur, Batang, Jawa Tengah, pada 11 April 2016. Sekilas, foto ini terlihat biasa dan tak ada yang istimewa, yaitu: para petani melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di pematang sawah.




Tamparan Petani Desa untuk Pejuang Formalisasi Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tamparan Petani Desa untuk Pejuang Formalisasi Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tamparan Petani Desa untuk Pejuang Formalisasi Syariat

Namun, di balik apa yang tampak ini, betapa agama Islam yang dibawa oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW 15 abad lalu di Makkah, telah membumi dan dilaksanakan oleh umat Islam sampai di pelosok desa. Pengaruh Islam begitu terasa, dan telah berakulturasi dengan adat dan budaya masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Belakangan, Islam ini mulai dikoyak dengan ide khilafah (Negara Islam). Mungkin mereka berpikir, butuh polisi syariat untuk menilang orang-orang yang enggan atau belum melaksanakan shalat pada waktunya. Padahal, tindakan pemaksaan seperti itu justru akan merendahkan kualitas ibadah seseorang: tidak berangkat dari kesadaran.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mereka lantang meneriakkan anti-Pancasila dan anti-demokrasi. Padahal, seharusnya mereka sadar, hanya demokrasi lah yang memungkinkan mereka bersuara tanpa kehilangan nyawa. Andai mereka berteriak ketika era Orde Baru dulu, tentu mereka sudah habis tanpa sisa, seperti beberapa aktivis Komunis yang mencoba menggulingkan negara.

Kemapanan Islam di Nusantara juga dikoyak oleh beberapa organisasi yang mengimpor Islam dari Timur Tengah. Dengan serta merta, tanpa pemahaman ideologis, metodologis dan historis yang memadahi, mereka menghakimi sesama muslim dengan ungkapan provokatif: bid’ah dan sesat.

Namun, sepertinya kita tak perlu khawatir dengan tingkah-polah mereka, karena dalam sejarahnya paham-paham yang mencerabut akar-budaya Nusantara selalu akan tergerus dan tidak laku. Meski demikian kita mesti waspada kepada gerakan mereka, oleh karena mereka memiliki jaringan internasional dengan biaya yang besar. Televisi, radio sampai buku dan majalah menjadi media mereka dalam mencerabut Islam dari akar-budaya Nusantara.

Sekali lagi, foto ketaatan petani ini mengingatkan, menegur, dan memberi teladan kepada kita, bahwa "orang kecil" pun memiliki kebesaran dan harga diri dalam melaksanakan ajaran Tuhan. Mereka bekerja, memakan hasil keringat sendiri, beribadah dan jauh dari ingar-bingar korupsi yang marak di parlemen, pemerintahan, sampai sekolahan. Mereka memiliki kemuliaan yang dewasa ini banyak hilang: kemandirian dan ketaatan kepada Tuhan.

Mereka para petani itu juga menjadi "tulang punggung bangsa", kata pendiri NU, KH Hasyim Asyari. Keberadaannya belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah, utamanya upaya protektif akan keberadaan cukong dan pemborong. Pemerintah lewat Kementan dan Bulog mesti kerja lebih keras lagi, akar nasib petani bisa menjadi tuan-rumah di negeri sendiri. Beruntung, tahun lalu Indonesia telah mengekspor beras kelas khusus/organik 148 ton yang artinya ada peningkatan yang signifikan.

Dengan tenaga, keringat, doa dan keringat para petani, nasi putih dan harum tersaji di meja makan kita, meja makan restoran mewah, warung-warung angkringan sampai meja makan istana negara. Semoga pemerintah kedepan bisa lebih memperhatikan petani. Juga, nasib petani bisa sejahtera sebagai pilar kemandirian sebuah negara. Amin.

Penulis adalah kader IPNU dan seorang anak petani desa.



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

Jember, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Upaya PBNU untuk mencetak para santri yang siaga bencana kini semakin mantap. Melalui pelatihan di tiga pesantren yang berdekatan dengan lokasi rawan bencana, tahun ini akan terlatih 600 orang kader siaga bencana.

Kali ini, pilot project pelatihan ini dilakukan di Ponpes Nurul Islam Jember, Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, dan Pesantren Assidiqiyyah Jakarta. Masing-masing pesantren melibatkan 200 orang.

Project Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM NU) Ir. Avianto Muhtadi, MM, yang tengah berada di Jember mengungkapkan terdapat 18 pilot project yang akan digarap sampai tahun 2009 di daerah-daerah riskan bencana. Jika target tersebut tercapai, akan terdapat 3600 kader siaga bencana.




PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Cetak 600 Kader Siaga Bencana

“Dari kader-kader yang sudah terlatih itu, diharapkan bisa mmbentuk kelompok-kelompok siaga bencana yang berbasis santri dan masyarakat. Paling tidak mereka sudah punya bekal,” tukas Avintao kepada kontributor Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw di Jember, Kamis.

Untuk memfasilitasi pelatihan ini, CBDRM NU membuat modul penanganan bencana ala NU yang bisa dijadikan panduan. Istimewanya, modul ini memasukkan pendekatan keagamaan yang menjadi ciri khas NU.

 

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Assiten II Pemkab Jember Fadalah yang menjadi narasumber dalam pelatihan itu menyambut baik progarm tersebut. Menurutnya, dalam menangani bencana, Pemkab memang tidak bisa sendirian, Satkorlak juga kewalahan. Karena itu, Pemkab perlu membangun sinergi dengan segenap elemen masyarakat. “Nah, kalau ini NU yang memulai lebih dahulu, saya angkat jempol”, ujarnya

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pelatihan penanganan bencana di Jember berlangsung pada 27-31 Maret. Para peserta diambil dari 5 desa yang merupakan daerah rawan bencana. (ary).



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Daerah Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Tuesday, January 23, 2018

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep mengeluarkan Maklumat Hari Santri Nasional 2017. Maklumat tersebut dibacakan Pj Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman FM saat Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di GOR A Yani Sumenep, Ahad, (22/10).

Dalam maklmuatnya kepada pemerintah, PCNU Sumenep mendesak pemerintah membuat regulasi seperti membuat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang bisa melindungi lahan-lahan pertanian dan perkebunan produktif, kawasan konservasi, dan daerah-daerah tujuan wisata.




PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Selain itu, PCNU Sumenep mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berbasis warga dan pengembangannya tetap mempertahankan kearifan dan budaya lokal. Pariwisata harus sebesar-besarnya menguntungkan warga dan tidak merusak kearifan dan budaya lokal.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, A Dardiri Zubairi mengatakan, maklumat tersebut sebagai respons atas kegelisahan warga yang tanahnya mulai banyak dijual. Sumenep sudan menghadapi darurat agraria. Saat ini, di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini marak alih fungsi lahan.

"Apa yang disuarakan NU tepat, pas bersamaan dengan lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober dulu. Jika dulu bangsa ini menghadapi kolonialisme, saat ini sebenarnya tak ada bedanya cuma wajahnya berubah. SDA kita, termasuk tanah dan air, sudah dikuasai swasta termasuk asing," tutur Koordinator FNKSDA Sumenep, kepada Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Peringatan HSN yang dikemas dengan upacara dan istighosah kubro itu mengambil tema? Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara Menjaga Pancasila dan NKRI.? Dalam kegiatan yang diikuti ribuan orang tersebut, tampak hadir Bupati Sumenep A Busyro Karim, sejumlah pengasuh pesantren, dan pengurus NU. (M Kamil Akhyari/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Lomba, Halaqoh, Nasional Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Monday, January 22, 2018

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Bangka, Persatuan Habib Jawa Timur. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nur Syam menyebut tumbuh pesatnya radikalisme turut ditopang oleh pembiaran yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Oleh karena itu, seluruh kalangan masyarakat, termasuk pada dai diminta untuk ikut menanggulanginya.

“Aliran baru dan ajaran agama yang keras biasanya lahir karena adanya pembiaran oleh masyarakat terhadap lingkungan sekitar sehingga paham radikalisme bisa berkembang bebas," ungkap Nur Syam saat menjadi narasumber ahli dalam kegiatan Pelibatan Dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Kamis (29/9).




Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Tumbuh karena Pembiaran Masyarakat

Nur Syam menambahkan, radikalisme bisa semakin berkembang karena adanya pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Di sini pentingnya dai dilibatkan. Dai harus bisa mensyiarkan Islam dengan santun untuk menggerus anggapan Islam mengajarkan kekerasan, untuk menghilangkan stigma Islam sebagai agama mendukung terorisme," tambah Nur Syam.

Masih terkait pelabelan Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan, hal ini disebut Nur Syam banyak ditemukan pada artikel-artikel di dunia maya. Oleh karena itu Kementerian Agama mendorong dai untuk mengubah pola dakwah yang dilakukannya.

Persatuan Habib Jawa Timur

"Manfaatkan teknologi. Sekarang banyak artikel yang menyebut Islam seolah-olah mendukung terorisme di website-website. Dai bisa mengcounter itu dengan membuat website juga, memperbanyak artikel-artikel tentang keislaman yang santun di dunia maya," tegas Nur Syam.

Pelibatan dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal-Terorisme di Kabupaten Bangka dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini juga menghadirkan 3 narasumber lainnya, yaitu Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Syeikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung Hatamara Rasyid, Tokoh Agama Bangka Belitung H. Nasrin, dan Direktur The Nusa Institute Mulyono Lodji. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Halaqoh, Tegal Persatuan Habib Jawa Timur

Sunday, January 21, 2018

Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso

Bondowoso, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam rangka memperingati hari lahir ke-56 PMII akan mendatangkan KH Nuril Huda Suaidi, salah seorang dari 13 tokoh pendiri PMII pada tahun 1960.




Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendiri Bakal Meriahkan Harlah Ke-56 PMII di Bondowoso

Kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan pada Selasa, 19 April 2016, di Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Bondowoso.

Ketua PC PMII Bondowoso Yudik mengatakan, pihaknya akan menyambut dengan penuh semangat kedatangan mantan ketua Lembaga Dakwah PBNU itu. Panitia penyelenggara juga mulai sibuk berkoordinasi.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami memang sengaja mengundang pendiri kali ini agar semangat kita semua tergugah dan berapi-api dalam menyongsong PMII ini menjadi ikon terbesar mengawal besarnya agama dan bangsa ini," papar, Selasa (12/4).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Bupati Bondowoso H? Amin Said Husni dijadwalkan hadir dalam pengatan harlah kali ini. Begitu pula Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso H Abdul Qodir Syam, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso H Syaiful Bahar, Ketua IKA PMII Kabupaten Bondowoso H Asnawi Sabil, Ketua Mabincab PC PMII Kabupaten Bondowoso H Masud Ali, dan seluruh kader dan alumni PMII se-Bondowoso.

"Ini momentum besar dan luar biasa, Mas, bagi PMII untuk mengenang para leluhur dan sejarahnya,? khususnya PC PMII Bondowoso," jelasnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh, Internasional, Tokoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Saturday, January 20, 2018

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Jakarta,? Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir ke-14, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw menyelenggarakan lomba menulis hasil liputan aktivitas, kiprah, atau prestasi kiai kampung.




Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkan Gratis, Ensiklopedia NU Empat Jilid!

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw menyediakan tiga set “Ensiklopedia Nahdlatul Ulama” untuk tiga karya terbaik menurut dewan juri. Tiap set "Ensiklopedia Nahdlatul Ulama" terdiri dari empat jilid. Ketentuan lomba meliputi hal-hal berikut:

- Terbuka untuk umum dan tak dipungut biaya

- Tulisan berbasis liputan dengan gaya penulisan feature

- Tema “Pengabdian Kiai Kampung”

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

- Tulisan dalam kisaran 600-700 kata

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

- Ditulis rapi dalam MicrosoftWord dengan font Times New Roman 12 spasi 1,5

- Kirim naskah disertai biodata lengkap ke email lomba@nu.or.id

- Tiga tulisan terbaik masing-masing berhak mendapat 1 set Ensiklopedia NU

- Batas pengiriman 31 Juli 2017

- Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu karya

- Pengumuman pemenang 10 Agustus 2017

- Hak publikasi naskah ada di pihak Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw merupakan situs resmi Nahdlatul Ulama yang berkantor di Lantai 5, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw diluncurkan pada 11 Juli 2017 di Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Ini Jadwal Hari Ketiga Seri Nasional Liga Santri di Bandung

Bandung, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Putaran final atau Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang digelar di Bandung memasuki hari ketiga. Sebanyak 32 tim yang terbagi dalam grup A-H telah melakoni 2 pertandingan sengit pada babak penyisihan grup yang dimainkan di empat lapangan, yakni lapangan Siliwangi, Brigif Pusdikif, dan Lodaya.

Direktur Region LSN Harianto Oghie mengapresiasi kepada seluruh tim karena telah menjalani 2 pertandingan yang dimainkan selama 2 hari berturut-turut dengan tertib dan kondusif. Ia juga menilai pertandingan di babak penyisihan grup sudah mulai terlihat para kandidat juara Liga Santri Nusantara 2017.




Ini Jadwal Hari Ketiga Seri Nasional Liga Santri di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jadwal Hari Ketiga Seri Nasional Liga Santri di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jadwal Hari Ketiga Seri Nasional Liga Santri di Bandung

“Stamina para santri-santri patut diacungi jempol. Bayangkan mereka kuat memainkan 2 pertandingan selama 2 hari tanpa jeda. Saya berharap para pemain dan official tim tetap menjaga stamina dan kekompakannya sampai babak final nanti,” ujar Harianto di Media Center, Selasa malam (24/10).

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selanjutnya seluruh tim akan kembali beradu strategi untuk merebutkan tiket lolos ke fase 16 besar. Berikut pertandingan hari ketiga pada 25 Oktober 2017:

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Waktu 07.30-08.50:

Babussalam FC Rohul vs Al Madaniyah di Siliwangi

DDI Kaballangan vs Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) di Brigif

Minhajussalam Subulussalam vs Darul Hikmah Cirebon di Pusdikif

Al Kahfi Kebumen vs Nurul Khaeraat Lil Muhibbin di Lodaya

Waktu 09.00-10.20:

Assalam Bangkalan vs Al Ikhlas Kab. Muna di Siliwangi

Alkhairaat Bintauna FC vs Nurul Iman Bantul di Brigif

Nurul Jadid Paiton vs Al-Anshor Maluku Tengah Pusdikif

AIAI Babel vs Manbaul Hikmah United di Lodaya

Waktu 10.30-11.50:

Darul Huda Ponorogo vs Hamzan Wadi di Siliwangi

Nurul Fauzi Tasikmalaya vs Walisongo Sragen di Brigif

Mambaul Maarif Denanyar vs Al-Ijtihad Danger di Pusdikif

Asshiddiqiyah Jakarta Barat vs Al-Mujtahid Pontianak di Lodaya

Waktu 13.30-14.50:

Alhusaeni Kab. Bandung vs Al Huda Cianjur di Siliwangi

Nurul Ilmi Sijunjung vs Darul Arafah Deli Serdang di Brigif

Nurul Iman Muaro Jambi vs Arraisiyah Tangsel di Pusdiktif

Birul Walidain vs Al Huda Lampung Selatan di Lodaya

Sementara itu pada hari ketiga juga akan ada 1 pertandingan tunda antara Darul Hikmah Cirebon vs Al Kahfi Kebumen di lapangan Football Plus pada pukul 20.00-21.20. Pertandingan kedua tim yang berlangsung pada Senin (23/10) ini ditunda sebab pada menit-menit awal hujan mengguyur deras. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Santri, Halaqoh, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Friday, January 19, 2018

Muslimat NU Probolinggo Perkuat Organisasi dan Pemahaman Aswaja

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/1) siang memberikan pembinaan kepada 250 pengurus Muslimat NU mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting serta Pimpinan Anak Ranting di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pembinaan ini diberikan dengan maksud untuk semakin memperkuat organisasi dan pemahanan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus Muslimat NU di semua tingkatan.?




Muslimat NU Probolinggo Perkuat Organisasi dan Pemahaman Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Perkuat Organisasi dan Pemahaman Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Perkuat Organisasi dan Pemahaman Aswaja

“Pasalnya banyak jam’iyah yang amalannya ala Nahdliyah tetapi belum mau dikatakan Muslimat NU,” kata Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati.

Menurut Nurayati, pembinaan kepada semua pengurus Muslimat NU ini bertujuan memberikan pemahaman tentang Muslimat NU serta memberikan pemahaman tentang aqidah Aswaja yang sebenarnya.?

“Hal ini dikarenakan pengurus yang ada di daerah pegunungan Bromo masih membutuhkan pembinaan khusus,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dalam kegiatan yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang ada di kawasan lereng Gunung Bromo ini, para pengurus Muslimat NU diberikan beberapa materi. Meliputi, ke-Muslimat-an dan Aswaja oleh Pengurus Cabang Aswaja NU Center (Asnuter) Kabupaten Probolinggo.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para pengurus dan Muslimat NU yang ada di Kabupaten Probolinggo mengerti sejarah dan tujuan didirikannya Muslimat NU. Sekaligus menambah pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Halaqoh Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw