Thursday, February 1, 2018

Laporan Tahunan IPPNU Tegal Dikritik dan Dipuji

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Laporan Tahunan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Tegal yang telah dilaksanakan baru-baru ini di Gedung PCNU Kabupaten Tegal nampaknya menjadikan pengurus harus sigap dan melakukan terobosan. Pasalnya sebagai organisasi yang terbuka IPPNU juga menerima kritikan dan pujian. 

“Kami dari PAC IPPNU Kramat, saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus cabang yang telah membuka diri dalam laporan tahunan ini, yang kedua ada beberapa hal yang kami sampaikan terkait dengan agenda PC, yang telah mengeluarkan surat pengesahan kepada ranting-ranting yang belum maksimal, tetapi ini  juga bisa terobati setelah kegiatan ini banyak ilmu yang kami dapat, untuk itu dengan segenap hati kami menerima laporan tahunan ini,“ kata salah satu pengurus PAC IPPNU Kramat dalam pandangan organisasinya.




Laporan Tahunan IPPNU Tegal  Dikritik dan Dipuji (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporan Tahunan IPPNU Tegal Dikritik dan Dipuji (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporan Tahunan IPPNU Tegal Dikritik dan Dipuji

Lain dengan ketua PAC IPPNU Kecamatan Dukuhwaru Evi Mastuti, dia menganggap PC IPPNU Kabupaten Tegal telah melakukan kerjanya secara maksimal di tahun terakhir “Saya terus terang saja melihat pengurus cabang selama ini bisa dibanggakan karena upaya kaderisasi dan mekanisme organisasi telah dijalankan dengan baik, meski jauh dari sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna,“ pujinya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementra Ketua PC IPPNU Kabupaten Tegal Lutfatun Nukhla menjelaskan bahwa adanya laporan tahunan bertujuan untuk mengevaluasi selama pertengahan periode sehingga ada jalan yang dapat dipahami secara bersama. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ini merupakan wujud keterbukaan kami menerima masukan hingga kritikan agar menjadi lebih baik ke depan, mudah-mudahan dengan ini bisa memberikan makna dan transparansi dalam menjalankan roda organisasi dan yang lebih penting adalah kaderisasi ke depan,“ katanya.

Lutfah yang asal kecamatan Kedungbanteng itu juga mengatakan kegitan laporan tahunan juga dibarengi dengan pendidikan dan latihan (Diklat) kesekretariatan yang memberi materi adalah Sekretaris Pimpinan Pusat Bidang Kaderisasi Farida Faricha dan juga materi keorganisasian dengan pemateri Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Tengah Ni’matul Azizah.

Luftah menganggap perlunya diklat itu karena masih banyak PAC-PAC di Kabupaten Tegal belum tertib administrasi dan organisasi. Selain itu sebagai sarana mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta terhadap kinerja organisasi sehingga mendapatkan gambaran atau konstruksi yang jelas dalam menatapnya ke depan. 

Sementara dalam pembukaannya ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari memandang IPPNU memilki potensi yang sangat luar biasa, sehingga perlu dikembangkan karena bagaimanapun IPPNU merupakan sayap yang tidak bisa dipisahkan dari Nahlatul Ulama.

“Ini saatnya kita mengembangkan dengan sungguh-sungguh hingga tercipta tatanan yang lebih baik dan terarah sehingga kita kedepan bisa disegani lawan ataupun kawan,“ pintanya singkat.  

Akhir dari kegiatan laporan tahunan itu adalah 11 dari 14 PAC menerima tanpa catatan apapun, 3 PAC dinyatakan belum menerima dikarenakan berhalangan hadir. PAC yang tidak hadir itu diantaranya adalah PAC Kecamatan Dukuhturi, PAC. IPPNU Kecamatan Warureja dan PAC Jatinegara. Kegiatan satu hari satu malam itu diikuti pengurus cabang dan pengurus anak cabang sejumlah 100 peserta.

Turut hadir dalam ksempatan itu Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Alfiyah, Pembina Cabang, Sekretris Pimpinan Pusat Farida Faricha, Ketua PW IPPNU Jawa Tengah Ni’matul Azizah.  

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz  

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Madiun, Persatuan Habib Jawa Timur?



Jam’iyyatul Qurro’ wal Hufadz (JHQ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyelenggarakan simaan kubro huffadz di Pendopo Muda Kabupaten Madiun Sabtu (15/10/16). Agenda ini merupakan kegiatan ke-37 kalinya yang melibatakan 300 huffadz.

Ketua JQHNU Madiun KH Khoirudin Thohir berharap agar para huffadaz tetap menjaga Al-Qur’an dengan terus memaksimalkan forum sillaturrahim yang difasilitasi NU dan Pemerintah Kabupaten Madiun.




Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Seaman JQHNU demi Terjaga dan Masyarakatkan Al-Qur’an

Lebih dari itu, para huffadz juga memiliki tanggung jawab keilmuan dengan menebarkan wahyu Allah kepada masyarakat luas, khususnya Kabupaten Madiun.?

Oleh karenanya, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun KH Shodiq mengajak seluruh masyarakat untuk memasyarakatkan Al-Qur’an.?

“Mari seluruh jamaah tetap istiqomah berjuang di jalan Allah SWT dengan dilandasi semangat Al-Qur’an dan spirit hijrah di bulan Muharam ini,” ajak kiai sepuh Madiun ini.

Persatuan Habib Jawa Timur

Bupati Madiun Muhtarom merasa bersyukur di tengah kesibukanaya sebagai kepala pemerintahan bisa menghadiri dan membuka kegiatan para penjaga Al-Qur’an ini. Meskipun dua tahun ke depan, akan selesai masa kepemimpinan di Madiun, pihaknya akan tetap berkomitmen mengawal kegiatan tersebut.?

Pihaknya berjanji akan meneruskan kepada bupati setelahnya agar memfasilitasi setiap kegiatan kegamaan, seperti simaan Al-Qur’an.

Mbah Tarom, sapaan akrabnya, berpesan kepada siapa pun kepala pemerintahanya, agar berkomitmen melestarikan kegiatan ini.?

“Simaan ini merupakan bagian dari menjaga Al-Qura’an, dan wajib hukumnya siapa pun pimpinan daerah memfasilitasi agenda tersebut,” tegasnya.

Persatuan Habib Jawa Timur

Simaan dan Khataman Kubro tersebut terdiri dari 15 majelis yang telah yang berhasil mengkhatamkan 42 kali khataman. Demi menjaga kenyamanan dan kelancaran kegiatan, pihaknya juga menggandeng puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam agenda khidmat tersebut.?

Kesempatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten Madiun dan jajaran Pimpinan Tingkat Kecamatan (Muspika). (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Persatuan Habib Jawa Timur

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Ir H Mohammad Nuh, DEA mengungkapkan kurikulum pendidikan nasional 2013 adalah untuk menyongsong generasi emas 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Demikian diungkapkannya dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Mendikbud di kampus Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara, Ahad (3/2).?




M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Kurikulum 2013 Songsong Generasi Emas

Pernyataan itu menurutnya cukup beralasan mengingat populasi pemuda di Indonesia mulai 2010-2035 meningkat tajam. Kelak anak-anak yang saat ini duduk di bangku PAUD, TK, SD dan SMP akan memimpin Indonesia. Populasi pemuda yang meningkat menurut Nuh perlu diakomodir agar mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Data yang ia lansir dari beberapa lembaga Internasional semisal Pisa dan Timms cukup memprihatinkan. Siswa SD dan SMP untuk mapel MTK, IPA dan Bahasa kualitasnya rendah. Apalagi analisis reasoning malah belum bisa sama sekali. Ditambah dengan urusan data yang sudah kadung tidak terbiasa.?

Karenanya Nuh menegaskan kurikulum 2013 yang sempat dipertentangkan bukan sekadar ganti menteri ganti kurikulum. Lebih dari itu, kedepan dari kurikulum terbaru ada logika berpikir, isi, proses, evaluasi yang siap mengahadapi tantangan zaman.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Untuk isi kurikulum tidak semua dirombak tetapi menggunakan metode mempertahankan cara lama yang baik dan mengambil cara baru yang baik,” terangnya kepada kepala sekolah se-eks karisidenan Pati.?

Berkenaan dengan guru yang biasanya membuat silabus lanjutnya dibebaskan tetapi guru dituntut memanfaatkan waktu selama proses belajar-mengajar. “Saya tahu kalau panjenengan silabusnya hasil kopi paste. Kalau diterus-teruskan isinya ya cuma kopi paste,” jelasnya dengan disambut tawa. ?

Kurikulum 2013 papar Nuh tidak hanya dijalankan di sekolah-sekolah top saja. Melainkan sekolah-sekolah di pelosok pedesaan pun juga bisa melaksanakannya. Semisal dalam mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerja tam tatap muka (JTM) ditambah 2 jam menjadi 4 jam.?

Pada mapel agama memuat Islam rahmatan lil alamin. Dirinya prihatin tatkala mapel agama tidak memuat fiqhun nisa. Kalau santri ia yakin memperoleh materi tersebut. Kalo di sekolah umum ia pesimis. “Sopo seng tanggung karo arek-arek iki?” katanya dengan logat Jawa Timuran.?

Dalam mapel tersebut 3 nilai yang harus dikedepankan yakni kejujuran, kedisiplinan dan kebersihan.

“Saya mendambakan pemuda jujur layaknya Syekh Abdul Qadir Jailani saat berusia 18 tahun. Ia dititipi ibunya emas yang dibawa ke Baghdad. Di tengah perjalanan ia bertemu perampok. Saat ditanya barang bawaan dirinya mengaku yang dibawanya emas tetapi perampok tidak percaya. Setelah ditunjukkan emas tersebut si rampok menangis dan mencium syekh Abdul Qadir,” ceritanya.

Hal tersebut, menurut Nuh, contoh pendidikan kejujuran yang patut diteladani.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributr: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Semarang, Persatuan Habib Jawa Timur

Rektor Institut Keguruan Ilmu Pendidikan  (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang Dr Bambang Triono mengatakan, lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan telah terbukti sukses menghasilkan orang-orang bermental baik adalah pesantren.




Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Karena itulah pihaknya merekrut para alumni pesantren yang memenuhi syarat menjadi tenaga pengajar di kampusnya, dan memprioritaskan kerja sama dengan pesantren dalam pelaksanaan program pendidikannya.

"Kami dekatkan lembaga kami dengan pesantren. Kami lakukan kerja sama dengan pesantren. Kami ingin menghasilkan guru yang bermoral baik dan mendidik para murid menjadi orang baik," tuturnya dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis ke-50 Ivet Semarang di Auditorium  Kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa (23/2/2016).

Persatuan Habib Jawa Timur

Program terbaru, kata dia, adalah penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dikerjakan bersama para santri. Dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMK berbasis pesantren.

Persatuan Habib Jawa Timur

Sementara itu, Pembina Yayasan IKIP Veteran Ali Rosyad mengatakan pihaknya meminta pemerintah mewujudkan revolusi mental melalui pendidikan nasional. Satu-satunya cara adalah dengan cara membangun sistem yang membina membina moral mendidik jiwa manusia, hanya mengurus otak dan mengasah akal bukan seperti sekarang.

Menurutnya, pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hanya menghasilkan orang pintar dan berakal, bukan orang baik yang terdidik. Akibatnya, bangsa ini punya masalah mental yang besar. Kejahatan sistemik yang membuat negara ini terpuruk dalam aneka problem. Sehingga Presiden Joko Widodo mengampanyekan revolusi mental nasional.

"Jika pemerintah serius ingin melakukan revolusi mental, benahi sistem pendidikan nasional. Ganti  total dari mengasah akal menjadi mendidik moral. Ini satu-satunya cara," tegasnya saat meresmikan Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis Ivet Semarang.

Di hadapan para civitas academika Ivet dan para tamu undangan yang terdiri dari kepala SMK berbasis pesantren se-Jawa Tengah, Ali  Rosyad bertekad menjadikan Ivet sebagai kampus yang mempersiapkan calon guru yang mampu mendidik moral bangsa. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Persatuan Habib Jawa Timur PonPes Persatuan Habib Jawa Timur

Perubahan Ekuivalen Beban Kerja Guru di Simpatika 2018

Pemutakhiran Simpatika Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018, pada Februari 2018, terdapat beberapa perubahan yang disesuaikan berdasarkan aturan dan regulasi terbaru. Salah satunya adalah terkait dengan perubahan pengakuan ekuivalen jam tatap muka (beban kerja guru) yang mendapatkan tugas tambahan. Berdasarkan update Simpatika terbaru, pada beberapa tugas tambahan guru madrasah terdapat perubahan penghitungan dan pengakuan ekuivalensi (jam tugas tambahan). Salah satunya adalah tugas tambahan kepala madrasah, wali kelas, dan pembina ekstrakurikuler pramuka.

Pada layanan Simpatika Semester 1 2017/2018, dimana salah satu dasar penghitungan jam tugas tambahan yang digunakan adalah Keputusan Dirjen Pendis Nomor 7394 Tahun 2016 tentang Juknis TPG dan KMA Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik.

Seiring dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru dan Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah, penghitungan terkait beban kerja guru yang memiliki tugas tambahan pun mengalami beberapa perubahan.

Sebagaimana hasil ujicoba Ayo Madrasah di situs Simpatika, terdapat beberapa perubahan jam tugas tambahan tersebut.

1. Beban Kerja Kepala Madrasah


JTM Tugas tambahan

Sebelumnya beban kerja kepala madrasah yang diakui ekuivalen hanya 18 JTM. Sehingga untuk memenuhi beban kerja 24 JTM seorang kepala madrasah harus mengajar sesuai sertifikat pendidiknya sedikitnya 6 JTM atau membimbing 40 siswa jika bersertifikat pendidik sebagai guru BK atau TIK (K-13).

Dengan ditetapkannya PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah yang telah 'merubah' definisi dan tugas kepala madrasah maka beban kerja guru yang menjadi kepala madrasah diakui sebanyak 24 JTM. Sehingga kepala madrasah tidak lagi harus mengajar untuk memenuhi agar tercapai 24 JTM.

2. Beban Kerja Wali Kelas


Semula hanya diakui sebagai ekuivalen 2 JTM. Namun dalam update terbaru Simpatika 2018, diakui sebanyak 6 JTM.

3. Beban Kerja Pembina Pramuka/UKS/OSIS


Pembina kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan UKS serta intrakurikuler OSIS mendapatkan porsi penambahan ekuivalen dari 2 JTM menjadi 6 JTM. Yang harus diperhatikan dalam pengangkatan guru dalam tiga jabatan ini bukan pada menu "Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru" melainkan pada menu "Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Daftar Pejabat Tambahan".

Dan layaknya pejabat madrasah lainnya, pengangkatannya harus mendapatkan persetujuan dari Admin Kabupaten/Kota, yakni dengan mengajukan form S30a.

4. Beban Kerja Pembimbing Khusus pada satuan pendidikan Inklusi atau Terpadu


Dalam Juknis TPG 2017 ekuivalen 12 JTM namun kini tinggal 6 JTM saja.

5. Beban Kerja Pembina Ekstrakurikuler dan Kokurikuler


Pembina ekstrakurikuler dan kokurikuler sebelumnya hanya dapat memperoleh tambahan ekuivalen maksimal 4 JTM yakni dengan menjadi pembina dalam 2 kegiatan saja. Namun dalam Simpatika 2018 mengalami perubahan diperbolehkan membina hingga 3 kegiatan yang masing-masing dihargai dengan 2 JTM sehingga total ekuivalen yang diperoleh adalah 6 JTM.

Untuk mempermudah pemahaman, silakan lihat tabel berikut ini.

NO
TUGAS TAMBAHAN
EKUIVALEN JAM TAMBAHAN
KETERANGAN
2017
2018
1 Kepala Madrasah 18 JTM 24 JTM PMA 58 Th 2017
2 Wakil Kepala Madrasah 12 JTM 12 JTM -
3 Koordinator Pendidikan MI 12 JTM 12 JTM -
1 Kepala Perpustakaan 12 JTM 12 JTM -
1 Kepala Laboratorium/ Kepala Bengkel/ Kepala Unit Produksi/ Kepala Workshop 12 JTM 12 JTM -
1 Pembimbing Khusus pada satuan pendidikan Inklusi atau Terpadu 12 JTM 6 JTM -
1 Wali Kelas 2 JTM 6 JTM -
1 Pembina Pramuka/UKS/OSIS Maks. 4 JTM 6 JTM Melalui menu pejabat madrasah
1 Pembina Ekstrakurikuler dan/atau Kokurikuler Maks. 4 JTM Maks. 6 JTM untuk 3 kegiatan
1 Pembina Asrama bagi Madrasah 12 JTM 6 JTM -
1 Guru Piket 1 JTM 1 JTM -

Atau simak gambar berikut

Ekuivalen Tugas Tambahan Guru

Baca juga:



Demikianlah perubahan ekuivalen beban kerja guru yang mendapat tugas tambahan di Simpatika 2018.

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Pontianak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kalbar Ekspo 2012 turut menyemarakkan suasana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII dan MTQ Internasioanl I, serta Musyawarah Nasional IV Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di kota Pontianak, Kalimantan Barat.




Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ  JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Kalbar Ekspo 2012 ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung dari tanggal 3 Juli dan akan berakhir 8 Juli, sesuai jadwal MTQ dan Munas JQH NU. 

“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Biasanya, sambung Nadia, helat tahunan ini digelar di Pontianak Convention Center (PCC). Tapi tahun ini, atas saran Gubernur Kalbar, dilaksanakan di sekitar lapangan Sultan Syarif Abdurrahman, tempat pembukaan, penutupan dan salah satu lokasi MTQ JQHNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kategori produk yang dipamerkan adalah handicraft, souvenir dan asesoris, komputer dan peralatan elektronik, perbankan dan asuransi, properti, otomotif, hotel dan resort, tekstil, peralatan rumah tangga, agrobisnis, mainan, kuliner dan, produk-produk  lainnya. 

Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.  

Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00. 

“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya. 

Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya. 

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Syariah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw - Prof Alexis C Del Rosario dari Filipina didampingi Dirjen Ketahanan Pangan Sri Suhartini dan pemerhati UKM Dr Amarhansah meninjau kegiatan usaha pengelolaan hasil singkong menjadi tiwul di Waykanan. Kunjungan ini digelar dalam rangka melihat produk hasil dari singkong selain dari tepung.

Pengelolaan singkong menjadi beras tiwul merupakan usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama Kabupaten Waykanan.




Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Dalam kunjungan ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi memberikan keterangan kepada tamunya tentang mekanisme pembuatan olahan dari singkong berupa tiwul yang merupakan makanan yang rendah karbohidrat.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

Selain itu juga ia mempraktikkan bagaimana cara pembuatan tiwul di depan rombongan dari Filipina dan Departemen Pertanian Dirjen Ketahanan pangan.

Prof Alexis mengatakan bahwa ia merasa senang dapat melihat secara langsung pembuatan makanan alternatif dari singkong yaitu tiwul.

Ditambahkannya bahwa kunjungannya ke Waykanan memang mencari olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari tanaman singkong. "Di Filipina singkong hanya dijadikan bahan untuk makanan ternak," ujar Prof. Alexis C. Del Rosario.

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw

"Kami akan mengembangkan olahan yang dihasilkan dari singkong selain makanan ternak," tambahnya.

Sri Suhartini menambahkan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memberikan bantuan untuk tanaman singkong kepada kelompok petani singkong.

ia mengharapkan Pemda Waykanan dapat berkoordinasi dengan lembaga yang peduli dan memperhatikan para petani singkong untuk bersama-sama memberikan masukan dan pengawasan untuk batuan ini agar sesuai sasaran.

Pengelola pabrik tiwul, Yoni Aliestiadi merasa bangga dengan kunjungan dari Kementrian Pertanian dan perwakilan dari comprehensive assessment of the permormance of the cassava supply chain and value chain and identification of interventions for competitiveness dari Filipina.

Yoni meminta Pemkab Waykanan agar lebih peduli kepada pengusaha UKM yang ada di Waykanan, untuk mengembangkan usaha kecil menengah sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw Pertandingan, Nahdlatul, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Official Blog Resmi Felix Siauw